UMM Selenggarakan Seminar Revolusi Industri 4.0

“Mau sampai kapan mengandalkan sumber daya alam dan properti?” tanya Vice President PT. Samsung Electronics Indonesia, Kang Hyun Lee, Kamis (13/12). Menurutnya, orang Indonesia terlalu suka mengambil jalan mudah untuk mendapatkan uang. Yakni cukup dengan mengolah Sumber Daya Alam (SDA) dan membangun properti, manusia Indonesia sudah merasa cukup. Kang Hyun Lee menceritakan bagaimana Samsung dibangun berawal dari toko sembako, hingga menjadi perusahaan elektronik nomor satu dunia. Dikatakannya, bahwa kunci Samsung menjadi nomor satu adalah penghargaannya terhadap nasionalisme. Perusahaan yang berdiri di Korea ini merupakan kebanggaan orang Korea, sehingga semua orang Korea mendukung tumbuh kembang Samsung.

“Selain nasionalisme, kita juga harus banyak-banyak riset dan terus melakukan pengembangan,” ujarnya sebagaimana dilansir dari situs UMM.

Saat ini Samsung memiliki Research and Development Center sebanyak 34 buah di dunia, khusus untuk riset dan mengembangkan produk. “Dalam hal ini, Indonesia sangat tertinggal, sekarang sudah era Industry 4.0, harus mulai berpikir untuk memajukan Industri Elektronik. Adik-adik nanti harus mulai membangun Industri Elektronik di Indonesia agar tidak semakin ketinggalan,” ucap Hyun Lee. (Wira Prakasa Nurdia)

UM Magelang Tambah Dosen Bergelar Doktor

Di penghujung tahun 2018, UM Magelang berhasil menambah satu dosen lagi yang bergelar Doktor. Budi Waluyo mendapatkan gelar Doktor Teknik Mesin Minat Konversi Energi dari Fakultas Teknik (FT), Universitas Brawijaya (Unibraw) Malang dengan ujian terbuka disertasi pada Kamis (13/12/18) di Gedung FT Unibraw Malang.

Dalam paparannya, Budi menjelaskan mengenai pemahaman mikroskopis terhadap sebuah fenomena yang sering terbentur pada variable-variabel yang tidak atau belum terdefinisi. Ia menuturkan bahwa penelitiannya bertujuan untuk memperbaiki pemahaman ilmiah konsep campuran, khususnya campuran iso-oktan, non-polar dan etanol polar pada kondisi (near) azeotropnya.

Rektor UM Magelang yang turut hadir dalam ujian terbuka disertasi, mengucapkan selamat atas prestasi yang dicapai Budi.

“Selamat atas pencapaiannya, semoga ilmunya dapat berguna bagi lingkungan sekitar khususnya bagi UM Magelang. Doktor Budi Waluyo ini merupakan doktor ke-14 di UM Magelang. Semoga dengan bertambahnya doktor di UM Magelang ini dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan pembelajaran di U MMagelang,” kata Eko sebagaimana dilansir dari situs UM Magelang. (Wira Prakasa Nurdia)

Program Studi Ilmu Komunikasi UM Sidoarjo Gelar Pertandingan Futsal

Dalam rangka mata kuliah Manajement Event, Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah (UM) Sidoarjo semester lima mengadakan lomba futsal selama empat hari berturut-turut di Gedung Olah Raga (GOR) Sidoarjo (12-16/12/18).

“Acara ini meriah, meskipun sederhana tetap ada antusias dari anak-anak SMA, SMK, MA se-Jawa Timur. Mereka terlihat senang dengan acara ini. Sampai mereka bikin koreografi dan nyanyian-nyanyian di atas tribun.” Ujar Biqol, wakil ketua pelaksana.

Beberapa sekolah seperti sekolah SMK Senopati, SMKN 1 Gempol, SMA Cendikia Sidoarjo, SMK Dharma Siswa Waru, SMA Wachid Hasyim 2 Taman, SMK Antartika 2 Sidoarjo, SMA Hang Tuah 2 Sidoarjo, SMK Muhammadiyah 1 Taman, SMAN 1 Krian Tim A & B, SMA Insan Cendikia, SMK Antartika 1 Sidoarjo, SMA Walisongo Gempol, SMK Muhammadiyah 2 Surabaya, SMKN 1 Buduran, SMA AL-Islamiyah, SMA Bhayangkari 4 Waru yang telag mengikuti lomba futsal di GOR Sidoarjo. (Wira Prakasa Nurdia)

UM Purwokerto Jalin Kerja Sama dengan Universitas Teknologi Malaysia

Universitas Muhammadiyah (UM) Purwokerto melalui Kantor Urusan Internasional (KUI) kembali memperkuat kerja sama dengan Universitas Teknologi Malaysia (UTM). Hal itu dilakukan dalam kunjungannya Prof. Dr. Muhammad Sukri Bin Saud dari UTM yang dikemas dalam acara Collaboration Meetingdi Ruang Sidang, lt.2 Rektorat UM Purwokerto pada Sabtu, (15/11/18).

“Pada kunjungan ini kitamembahas sejumlah kesepakatan kerjasama antara kedua universitas yang sudah terjalin antara UM Purwokerto dan UTM. Di antaranya peningkatan kualitas pendidikan. Adapun beberapa hal penting yang digaris bawahi dari Collaboration Meeting ini adalah, UM Purwokerto dan UTM sepakat untuk menjalankan kerja sama untuk tahun kedepan. Sepakat untuk mengembangkan dan menambah bentuk aktivitas kerja sama yang akan dilakukan lebih banyak dengan melibatkan dosen dan mahasiswa, dan sepakat untuk saling membantu untuk kualitas dosen terutama dengan publikasi.” Ujarnya, sebagaimana dilansir dari situs UM Purwokerto.

Dijelaskan, bentuk kerja sama yang sudah disepakati adalah kuliah tamu yang disampaikan oleh Prof. Dr. Muhammad Sukri Bin Saud kepada mahasiswa FKIP yang membahas mengenai Skills in Revolusi 4.0. (Wira Prakasa Nurdia)

Fisipol UM Kupang Selenggarakan Agenda Pemilih Berbasis Keluarga

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Muhammadiyah Kupang, menyelenggarakan kegiatan Pendidikan Pemilih Berbasis Keluarga, kerja sama antara Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Program Studi Ilmu Politik Fisipol Universitas Muhammadiyah (UM) Kupang, Kamis, (13/12/18). Hadir memberikan materi pada kegiatan itu adalah Komisioner KPU Provinsi NTT bapak Yosafat Koli, dengan Moderator Dosen Fisipol UM Kupang, Amir S. Kiwang. Kegiatan ini dihadiri oleh peserta dari unsur mahasiswa sebanyak 200 orang.komisioner KPU Provinsi NTT Yosafat koli dalam materinya menjelaskan bahwa,

“Momentum Pemilihan Umum (pemilu) merupakan pesta demokrasi seluruh rakyat, oleh karenanya partisipasi seluruh elemen sangat diperlukan dalam menyukseskannya.” Terang Yosafat Koli dalam penyampaian materinya, sebagaimana keterangan Whatsapp.

lebih lanjut dia juga menghimbau kepada peserta bahwa karena pemilu mengandung asas “Langsung, Umum, Bebas, Rahasia, Jujur, dan Adil,” maka setiap orang bebas menentukan pilihan politiknya tanpa ada paksaan dan intimidasi oleh siapapun atau pihak manapun. (Wira Prakasa Nurdia)

Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Menawarkan Bantuan SPP dan Biaya Penelitian

Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah menawarkan bantuan SPP dan biaya penelitian untuk tesis/disertasi bagi dosen perguruan tinggi Muhammadiyah dan ’Aisyiyah (PTMA) yang sedang menempuh S-
2/S-3 (on going) di dalam negeri. Ketentuan:
1. Total bantuan yang tersedia adalah Rp300.000.000,00 (bantuan dari Bank Syariah
Mandiri).

2. Bantuan SPP dan biaya penelitian ini hanya satu kali pada semester Genap 2018/2019.

3. Diprioritaskan untuk dosen dari PTMA yang jumlah total mahasiswanya kurang dari 500 orang.

4. Majelis Diktilitbang akan menyeleksi calon penerima bantuan berdasarkan dokumen yang dikirim dengan prioritas untuk PTM dan dosen yang paling membutuhkan bantuan SPP dan biaya penelitian.

5. Majelis Diktilitbang yang menentukan besaran bantuan SPP/biaya penelitian yang akan diberikan.

6. Pendaftaran ditutup hari Sabtu tanggal 5 Januari 2019 pukul 23:59.

Persyaratan:
1. Dosen tetap PTMA dengan jumlah mahasiswa <500 orang (ditunjukkan dengan rekomendasi Rektor/Ketua/Direktur),

2. Memiliki NIDN,

3. Tidak sedang menerima beasiswa dari mana pun (dengan surat pernyataan),

4. Tidak sedang cuti kuliah saat menerima bantuan SPP/biaya penelitian,

5. Sedang menempuh pendidikan S-2/S-3 di Indonesia,

6. Mengisi biodata secara daring (online),

7. Mengirimkan slip tagihan SPP/atau kuitansi pembayaran SPP semester lalu,

8. Mengirimkan rencana anggaran penelitian untuk tesis/disertasi,

9. Mengirimkan proposal tesis/disertasi untuk pelamar yang mengajukan bantuan biaya penelitian untuk tesis/disertasi,

10. Masa studi tidak lebih dari empat semester untuk S-2 dan delapan semester untuk S-3. Kontak:
Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah
Jln. K.H.A. Dahlan 103 Yogyakarta 55262. Telepon 0274-376336/389485
Narahubung: Mbak Evie nomor WA Majelis: 0896 9693 6462.
Email: diktilitbang@muhammadiyah.id Website: www.diktilitbangmuhammadiyah.org

STIK Muhammadiyah Pontianak Selenggarakan Kompetisi

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Muhammadiyah Pontianak menyelenggarakan STIK Muhammadiyah Competition dalam rangka milad Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STIK Muhammadiyah Pontianak. Pertandingan tersebut berlangsung di lapangan perguruan tinggi, (12-22/12/18).

Pembukaan kegiatan dihadiri ketua STIK Muhammadiyah Bpk Haryanto, S. Kep., Ners., MSN., P.hD, Waket 1, Ibu Lestari Makmuriana, M. Pd., M.Kep., Waket 2 Ibu Tisa gusmiah, M. Kep., Waket 3 bapak Amelyadi, M. Si., dan juga beberapa dosen lainnya. Peserta merasa senang karena ada kegiatan yang menunjang kemampuan dan dapat menambah teman, terutama di bidang olahraga voli.

“Kami dari pihak penyelenggara berharap kegiatan ini lancar hingga selesai dengan baik dan kmi senang bisa membuat kegiatan untuk adik- adei SMA terutama dalam mengisi waktu libur mereka,” ujar Haryanto, sebagaimana laporan melalui Whatsapp.

Jumlah pendaftar ada 9 sekolah. Satu sekolah mendelegasikan 2 tim. Tim yang mengikuti berasal dari Pontianak kubu raya dan 2 sekolah dari Kabupaten Mempawah. (Wira Prakasa Nurdia)

STIK Muhammadiyah Pontianak Gelar Pra-Raker

Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan (STIK) Muhammadiyah gelar Pra-Rapat Kerja (Pra-Raker) selama dua hari, (11-12/12/18.) Kepala Pusat Humas, Promosi dan PMB STIK Muhammadiyah Pontianak, Ns. Usman, M.Kep, mengatakan Pra-Raker untuk mempersiapkan Rencana Strategis dan Rencana Operasional.

“Kemarin tanggal 11 sampai hari ini telah diadakan Pra-Raker yang mana dalam kegiatan tersebut guna membuat rencana strategis dari masing-masing pusat, termasuklah Pusat Humas, Promosi dan PMB,” katanya kepada wartawan MyKalbar.com saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (12/12/2018)

“Di STIK Muhammadiyah ini kan banyak pusat-pusatnya seperti PJM, Bisnis, dan Hubungan Internasional, bahkan Penelitian Pengembangan Masyarakat,” kata Usman melanjutkan, sebagaimana dilansir dari situs mykalbar.

Usman mengatakan kegiatan ini diperuntukkan bagi semua pusat untuk membuat rencana strategis selama lima tahun dan rencana operasional selama satu tahun.

Acara sendiri dibuka langsung oleh Ketua STIK Muhammadiyah Pontianak, Haryanto MSN., Ph.D dan kemudian dipaparkan Rencana Strategis Institusi.

“Jadi rencana strategis institusi itu dipaparkanlah kepada kami semuanya barulah masing masing pusat membuat turunan rencana strategis dari institusi itu,” kata Usman.

Ia menjelaskan bahwa dalam kegiatan Pra-Raker dibagi menjadi 3 komisi, yakni Komisi A, Komisi B, dan Komisi C.

Komisi A itu di bidang akademik, termasuk di dalamnya Prodi S1 dan D3, PjM, Lab Keperawatan, Lab Komputer. Komisi A dikepalai oleh Wakil Ketua I Bidang Akademik, Lestari Makmuriana, M.Kep.

Komisi B yakni Non-Akademik termasuklah Pusat Usaha dan Bisnis, Keuangan, Perlengkapan, Pusat Humas Promosi dan PMB, Kabag Kepegawaian, dan Kabag Administrasi. Komisi B diketuai oleh Wakil Ketua II Non Akademik, Tisa Gusmiah M.Kep.

Komisi C yakni Al Islam Ke-Muhammadiyahan dan Kemahasiswaan termasuklah didalamnya adalah Pusat Karir dan Alumni, Kemahasiswaan.

Hasil dari Pra-Raker nantinya akan dipresentasikan oleh setiap komisi. “Jika ada revisi maka direvisi selama menjelang raker yang akan dilaksanakan pada tanggal 21-22 Desember. Pada saat raker hanya pemaparan langsung tanpa ada revisi kembali,” ujar Usman. (Wira Prakasa Nurdia)

Luka Akut dan Kronik Keperawatan Kritis Adalah Program Unggulan STIK Muhammadiyah Pontianak

Kepala Pusat Humas, Promosi, dan Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB), Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Muhammadiyah Pontianak, Ns. Usman, M.Kep mengatakan luka akut dan kronik keperawatan kritis merupakan program unggulan STIK Muhammadiyah Pontianak.

“Kita ada tiga program studi, Program Studi Diploma III, Program Studi Strata Ners tahap akademik (S,Kep), dan Program Studi Ners Tahap Profesi (Ners),” ujar Usman saat ditemui Tribun di ruang kerjanya, Rabu (12/12/18).

Usman menjelaskan selain program unggulan dan ketiga program studi tersebut, STIK Muhammadiyah Pontianak mempunyai visi “Menjadikan Pusat Keunggulan Keperawatan di Bidang Pendidikan, Penelitian dan Pelayanan. Berlandaskan Al Islam dan Kemuhammadiyahan, Berdaya Saing Nasional dan Internasional Tahun 2030”. Untuk menerapkan visi itu, tambah Usaman STIK Muhammadiyah kerap melakukan pertukaran mahasiswa. Dimana sudah adanya MoU di beberapa universitas luar negeri, diantaranya : Guangzho University (Cina), Khon Kaen University (Thailand), Nasional Taipei University of Health Nursing dan Science (Taiwan), dan Universiy Sarawak Malaysia.

“Kami kerap melakukan pendidikan keagamaan, seperti kajian. Kami juga memiliki beberapa organisasi mahasiswa, diantaranya BEM, IMM, Tapaksuci, Hima, serta UKM (Secub, Ilmiki, ENT, Club Seni) dan lain sebagainya,” ucap Usman.

Usman mengungkapkan bahwa telah banyak prestasi yang di raih oleh mahasiswa baik ajang nasional dan ajang internasional.

“Kami juga memiliki pusat karir dan alumni, sehingga nantinya alumni bisa mendapatkan kesempatan kerja baik didalam maupun luar negeri, lewat pusat karir dan alumni in,” tegas Usman.

Menutup pembicaraan Usman mengatakan bahwa penerimaan mahasiswa baru sudah dilakukan. Dalam penerimaan mahasiswa baru ada dua jalur, jalur undangan dan jalur Tes.

Lanjutnya, Jalur undangan ini, calon mahasiswa akan diseleksi berdasarkan minat bakat kemampuan dan unggulan tampa tes Akademik, sedangkan jalur tes ini calon mahasiswa akan melalui tes Akademik.

“Bagi calon mahasiswa baru bisa cek informasi pendaftaran di web kita (www.stikmuhptk.ac.id/pmb), di situ sudah tertera lengkap informasi jadwal serta cara pendaftaran,” pungkasnya. (Wira Prakasa Nurdia)

Mahasiswi UM Surabaya, Gelar Kampanye Stop Kekerasan Seksual

Komunitas Wanita Muda Muhammadiyah Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya),menggelar kampanye Stop Kekerasan Seksual, berlangsung di Geudng At-Tauhid Tower UM Surabaya, senin (10/12/18).

Kegiatan ini, dilansir dari www.muhammadiyah.or.id juga sebagai wujud aksi keprihatinan atas terjadinya
kasus yang menimpa seorang mahasiswa yang beberapa waktu sempat viral, ketika ia melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di salah satu daerah Tertingal di Indonesia.

Koordinator acara tersebut, Arin Setyowati menyampaikan kasus tersebut telah menambah daftar kekerasan seksual pada lingkup kampus. Hal ini, tentu sangat memprihatinkan sehingga kami perlu melakukan aksi ini. (Dani Kurniawan)