Dosen Ilmu Komunikasi UMY Raih Penghargaan Internasional

Dua dosen Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Dr. Filosa Gita Sukmono MA dan Fajar Junaedi M.Si meraih penghargaan dalam 1st Aspikom International Communication Conference (AICCON) yang dihelat di Hotel Horison Ultima Palembang, Sumatera Selatan (12-14/11/18). Paper yang ditulis keduanya meraih penghargaan sebagai the best paper, menyisihkan lebih dari 100 paper yang berasal dari Indonesia dan negara-negara di Asia Tenggara.

“Paper yang kami susun adalah outcomes penelitian yang difasilitasi LP3M UMY, dengan mengambil tema tentang manajemen dan tata kelola media baru Muhammadiyah di Jawa Timur,” jelas Fajar Junaedi, sebagaimana dikutip dari situs resmi UMY.

Sebagai salah satu bentuk apresiasi dari Aspikom, paper yang terpilih menjadi paper terbaik akan dipublikasikan di jurnal nasional terakreditasi. (Wira Prakasa Nurdia)

UM Magelang Wujudkan Pelayanan yang Optimal

Universitas Muhammadiyah (UM) Magelang terus mewujudkan pelayanan mahasiswa yang optimal dengan melakukan koordinasi antara Tenaga Kependidikan (Tendik) dan Badan Pengurus Harian (BPH) UM Magelang pada Selasa, (27/11/18). Acara yang berlangsung di Aula Rektorat Lantai 3, Kampus 2 UM Magelang tersebut diikuti oleh 70 peserta yang terdiri dari Rektor, Wakil Rektor (WR) I, WR II, WR III, wakil BPH dan jajarannya, dosen, dan tendik UM Magelang.

“Sebagai Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), perguruan tinggi mengemban misi yang berat, karena sebagai media dakwah persyarikatan. Jadi koordinasi bisnis kita mengacu pada dakwah Islam dan muhammadiyah,” ujar Rektor UM Magelang, Ir. Eko Muh Widodo, sebagaimana dikutip dari situs resminya.

Sementara, Wakil BPH, Drs. Muljono, mengatakan bahwa semua tenaga baik dosen dan tenaga pendidik adalah milik BPH.

“Tetapi pemanfaatan dan perkembangan karirnya diserahkan ke Sumber Daya Umum (SDM) UM Magelang dan rektor,” kata Muljono. (Wira Prakasa Nurdia)

UM Purwokerto Raih Juara Pertama Stand Terbaik

Pusat Penerimaan Mahasiswa Baru (PPMB) Universitas Muhammadiyah (UM) Purwokerto berhasil merebut Juara 1 Stan Terbaik kategori umum di acara Unsoed Expo 2018. Acara expo digelar pada 22-25 November 2018.

“Kami berkomitmen setiap kegiatan expo pendidikan yang kita ikuti, kami bersinergi dengan fakultas untuk menampilkan keunggulan masing-masing Fakultasi. Sehingga, pengunnjung dapat memanfaatkannya,” ujar Kepala Bagian Publikasi PPMB UM Putwokerto, Totok Haryanto, S.E., M.M., sebagaimana dikutip dari situs UM Purwokerto.

Acara itu sendiri diikuti sedikitnya 70 Stan yang terdiri dari Lembaga Pendidikan, Kuliner, BUMN (Badan Usaha Milik Negara), Swasta, dan UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah). (Wira Prakasa Nurdia)

Rektor UMS, Menjadi Keynote Spekaer di Seminar Nasional Bahasa Melayu

Dr. Sofyan Anif, M.Si, Rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), menjadi keynote speaker dalam seminar internasional antar bangsa. Seminar ini tentang Bahasa Melayu berlangsung di Fatoni University (FTU) Thailand, (24-25/11/18).

Seminar internasional ini mengangkat tema tentang ‘Seminar Antarbangsa, Memartabatkan Bahasa Melayu/Indonesia ASEAN’. Kegiatan ini membahas tentang kekuatan dan seluk beluk bahasa Melayu/Indonesia

Dalam paparannya, seperti yang dikutip dari www.ums.ac.id, Dr. Sofyan Anif, M.Si, menjelaskan Indonesia dan beberapa negara anggota ASEAN memiliki kesamaan misi bagaimana agar Bahasa Melayu/Indonesia bisa menjadi bahasa internasional. (Dani Kurniawan)

Stikes Muhammadiayah Gombong, Gelar Training PPGNDON

Program studi Kebidanan, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Muhammadiyah Gombong, menggelar Training Pertolongan Pertama Kegawatdaruratan Obstetrik dan Neonatus (PPGNDON). Kegiatan ini berlangsung di kampus setempat, selama empat hari (21-24/11/18).

Kegiatan ini, dilansir dari www.stikesmuhgombong.ac.id diikuti sebanyak 90 bidan, yang terdiri atas alumni Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Muhammadiyah Gombong, maupun bidan praktik di rumah sakit dan puskesmas di Kabupaten Kebumen

Pelatihan ini menghadirkan pemateri dari Pro Emergency Team. Selama empat hari, para bidan peserta training mendapatkan berbagai materi baik teori maupun praktik. (Dani Kurniawan)

 

Dosen UNISA Yogyakarta, Raih Grant Pendanaan RISPRO LPDP

Tim peneliti dosen Universitas Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta berhasil memperoleh Grand Pendanaan Riset Inovatif Produktif (RISPRO) dari LPDP (Lembaga Penjamin Dana Pendidikan, Kementrian Keuangan (Kemenkeu) pada 2018.

Dana riset yang diperoleh  tim riset UNISA, dikutip dari www.unisayogya.ac.id sebesar 907.650.000  akan digunakan dalam jangka waktu dua tahun. Sementara itu, peneliti dari Universitas Aisyiyah Yogyakarta  terdiri atas Dr. Askuri sebagai ketua peneliti, dengan anggota peneliti Muhammad Salisul Khakim, M.Sc dan Nur Faidati,M. A.

Tujuan dari Riset Inovatif Produktif (RISPRO), guna meningkatkan kemampuan daya saing bangsa melalui implementasi kebijakan/tata kelola atau publikasi. (Dani Kurniawan)

 

UM Banjarmasin Kembali Kirimkan Relawannya ke Palu

Di Minggu ketiga bulan November 2018 ini, tepatnya pada 25 November 2018, UM Banjarmasin Kembali mengirim 2 orang sivitas akademika berangkat ke Donggala Palu untuk membantu Proses Rehabilitasi.

Pasca Gempa Tsunami yang terdiri atas Pratiwi M.Keb (Dosen Prodi Kebidanan) dan Fajar Staff Keperawatan yang juga seorang sarjana keperawatan, mereka berangkat bergabung dengan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC).

Total sudah 3 orang sivitas akademika UM Banjarmasin yang bergabung menjadi relawan Rehabilitasi pascagempa Bumi Palu Donggala. (Wira Prakasa Nurdia)

UM Purwokerto Kembali Perkuat Kerjasama dengan Thailand

Universitas Muhammadiyah (UM) Purwokerto terus berkomitmen mengukuhkan posisinya sebagai universitas tingkat dunia (World Class University) yang memiliki visi menjadi Universitas Unggul, Modern dan Islami. Melalui program international community services, belum lama ini UM Purwokerto kembali perkuat kerja sama dengan Thailand, Selasa (27/11/18).

“Kerja sama ini antara lain pengiriman alumni UM Pureokerto mengajar di sekolah sekolah di Thailand, magang bagi siswa selama satu sampai tiga bulan, pengiriman siswa untuk studi lanjut di UM Purwokerto dan penguatan SDM guru melalui pelatihan atau workshop yang dilakukan oleh dosen-dosen kita.” Ujar Dr. Jebul Suroso M.Kep., Wakil Rektor Bidang Pengembangan dan Kerjasama Al Islam dan Kemuhammadiyahan, sebagaimana dikutip dari situs resmi UM Purwokerto.

Selain MoU, pertemuan tersebut juga menyepakati pengiriman mahasiswa untuk melakukan teaching practikum. (Wira Prakasa Nurdia)

Dosen UMMI Raih Juara 1 Kejuaraan Nasional karate

Dosen Program Studi Pendidikan Jasmani Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI)atas nama Firman Septiadi, M.Pd, berhasil meraih juara 1 pada kejuaraan nasional karate di Batam yang berlangsung selama lima hari, 14-18 November 2018 silam.

Sebelumnya, pada 12-14 Oktober 2018, Firman Septiadi juga berhasil meraih juara 3 Karate Pekan Olah Raga Daerah (PORDA) Jawa Barat yang berlangsung di Kabupaten Bogor.

Di UMMI, Firman Septiadi juga selain dosen program studi pendidikan Jasmani, beliau juga merupakan pelatih Unit Kegiatan Mahasiswa Karate. (Wira Prakasa Nurdia)

Pesantren UAD Undang Asma Nadia Sebagai Pembicara Seminar Nasional

Pesantren Mahasiswa KH.Ahmad Dahlan Universitas Ahmad Dahlan (Persada) menyelenggarakan seminar nasional dengan pembicara Asma Nadia yang merupakan penulis buku, motivator, founder FLP, sekaligus pengurus ICMI. Buku yang pernah diterbitkan dan diangkat ke layar lebar di antaranya adalah Surga yang Tak Dirindukan, Assalamu’alaikum Beijing, dan masih banyak lagi. Acara tersebut berlangsung pada Minggu (25/11/18) pukul 08.00–11.00 WIB bertempat di lantai 2 Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Banguntapan, Bantul, Yogyakarta.

Dikutip dari situs UAD, dalam seminar tersebut, Asma Nadia memberikan materi Dinamika Karya Sastra, Proses Ide Kreatif Menembus Pasar Cetak dan Perfilman. Ia berpesan agar mahasiswa mendukung penuh perfilman islami yang ada di Indonesia, terutama ketika H-7 sebelum sebuah karya film islami ditayangkan di bioskop. Harapannya semua umat muslim yang di Indonesia membantu dalam mensyiarkan perfilman tersebut agar tidak kalah bersaing dengan film-film luar negeri ataupun film-film yang bergenre lain. Dukungan ini juga akan membuat perfilman islami mendapat layar penuh dan banyak di seluruh Indonesia.

Pada kesempatan itu juga, Asma Nadia memberikan tujuh buku hasil karyanya yang sudah ditandatangani untuk diberikan kepada tujuh penanya. Tidak hanya itu, ia juga membawa buku-buku dan merchandise lain yang bisa dibeli oleh peserta seminar. Buku yang dibeli bisa ditandatangani langsung oleh Asma. (Wira Prakasa Nurdia)