Mahasiswa Perikanan UM Kendari, Cetuskan Budidaya Cacing Sutra

Mahasiswa Program Studi Teknologi Hasil Perikanan (THP) Universitas Muhammadiyah (UM) Kendari, melalui program Kompetisi Bisnis Mahasiswa Indonesia (KBMI) , Belmawa Kemristek Dikti merancang usaha budidaya cacing sutra yang merupakan pertama dilakukan  di Desa Lamomea, Kecamatan Konda, Kabupaten Konawe Selatan,  Sulawesi Tenggara (10/11/18).

Kelompok usaha yang terdiri dari 6 orang mahasiswa yaitu M. Syaiful Admaja, Arman, Lilis Saputri, Ahmad Isra Hanafid dan Roni Sawali, memilih usaha cacing sutra ini, dilatar belakangi oleh adanya permasalahan yang dihadapi oleh pembudidaya lele di daerah tersebut.

Ketua kelompok usaha budidaya cacing sutra, M. Syaiful Admaja, menjelaskan ide usaha kami ini berawal pada saat kami melakukan kunjungan ke beberapa pembudidaya ikan lele di wilayah Kecamatan Konda untuk mempelajari cara membenihkan ikan lele. (Dani Kurniawan)

 

UM Luwuk Selenggarakan Milad Sekaligus Temu Alumni

Universitas Muhammadiyah (UM) Luwuk menyelenggarakan milad ke-19 sekaligus temu alumni angkatan 2003-2017. Agenda tersebut mengambil tema “Bersilaturahim untuk Kebersamaan dan Kemajuan”, bertempat di Taman Wisata Sandakan Biak, Sabtu (10/11/18).

“Diharapkan dengan diadakannya acara milad yg dirangkaikan dengan temu alumni tersebut, seluruh alumni dapat berperan aktif dalam pengembangan UM luwuk ke depan,” ujar Hasrat Aimang, S.Pd.I., M.Pd, Kepala Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan UM Luwuk, sebagaimana laporan tertulis.

Acara tersebut selain dihadiri oleh civitas academica kampus, juga hadir wakil sekertaris Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) PP Muhammadiyah, Dr. Zamahsari. (Wira Prakasa Nurdia)

UM Surakarta Jadi Tuan Rumah Rembug Nasional Forum Guru Muhammadiyah

Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Pimpinan Pusat (MPDM PP) Muhammadiyah melalui Forum Guru Muhammadiyah (FGM) menggelar acara Rembug Nasional (Rembugnas) yang dilaksanakan dibuka di Auditorium Djazman Universitas Muhammadiyah (UM) Surakarta yang akan dilaksanakan selama 3 hari, Jumat – Minggu 2018.

“Jadi kita berharap dengan dilaksanakannya rembug nasional Forum Guru Muhammadiyah ini agar guru-guru Muhammadiyah menjadi guru yang unggul, guru yang berkemajuan, dan guru yang mencerahkan. Selain itu, kita berharap guru-guru Muhammadiyah itu juga senantiasa update terhadap perkembangan-perkembangan zaman terutama terhadap perkembangan teknologi informasi terkini. Agar guru-guru Muhammadiyah tidak tertinggal,” ujar Ketua FGM, H. Pahri, S.Ag., M.M. sebagaimana dikutip dari situs UM Surakarta.

Peserta dari kegiatan tersebut berasal dari perwakilan Guru Muhammadiyah yang tersebar di 34 provinsi di Indonesia. Terhitung, untuk jumlah peserta yang mengikuti Rembugnas FGM ini seitar 483 peserta. (Wira Prakasa Nurdia)

PGSD UAD, Gelar Gebyar Prestasi Sekolah Dasar (GPSD)

Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Ahmad Dahlan (UAD), menggelar Gebyar Prestasi Sekolah Dasar (GPSD), (4/11/18) di Lapangan Tamanan Bantul Yogyakarta.

Jenis lomba yang dilombakan adalah lomba mewarnai, tari, parade anak saleh, olimpiade sains, lomba permainan tradisional, dan kompetisi futsal kids. 

Ika Maryani, M.Pd. dosen PGSD UAD dilansir dari www.uad.ac.id menjelaskan, kegiatan ini untuk menperkenalkan PGSD UAD kepada masyarakat. luas. Selain itu, sebagai wahana untuk mengenalkan permainan tradisional kepada para siswa sekolah dasar. (Dani Kurniawan)

UMY, Gelar Kuliah Umum Bersama Dato’Sri Prof. Tahir, MBA

Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), menggelar kuliah bersama Dato’Sri Prof. Tahir, MBA, tema yang diangkat adalah ‘Kemiskinan, Filantropi dan Pemberdayaan Masyarakat. Kegiatan ini diadakan pada rabu (7/11/18) di Gedung A.R Fachruddin, UMY.

Dalam ceramahnya dikutip dari www.umy.ac.id, ia menyampaikan bahwa pendidikan adalah sektor penting yang harus dibenahi bangsa supaya dapat berkembang maju. “Pendidikan adalah cara untuk merubah nasib bangsa,”terangnya.

Oleh, sebab itu ia menyanyangkan jika sebagian perguruan tinggi hanya sebatas meluluskan sarjana. Sarjana yang dibentuk harus memiliki empat hal yaitu : visioner, berkomitmen, bertanggung jawab dan mau bergerak dengan kondisi yang.”Empat sifat itulah yang mampu mengubah dunia,”tuturnya. (Dani Kurniawan)

Mahasiswi UM Sukabumi Raih Juara Microteaching Nasional

Mahasiswi Universitas Muhammadiyah (UM) Sukabumi, Sri Wahyuni (22) berhasil meraih Juara I Lomba Microteaching Tingkat Nasional yang diselenggarakan oleh BEM Himpunan Mahasiswa Biologi Formica Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, Jawa Barat pada, Sabtu (3/11/18).

“Alhamdulillah suatu prestasi yang sangat membanggakan, bagi UM Sukabumi atas diraihnya Juara 1 pertama kalinya oleh Pendidikan Biologi UM Sukabumi selama mengikuti perlombaan Microteaching BFUB UPI, yang mana biasanya hanya menjadi juara II atau III,” ujar Setiono, Dosen Pembimbing Lomba, sebagaimana dimuat situs Muhammadiyah.or.id.

Microteaching sendiri merupakan perlomabaan di mana peserta harus mempresentasikan materi layaknya seorang guru. Saat mengikuti perlombaan mahasiswi asal Gegerbitung, Kabupaten Sukabumi yang mengabil tema “Bahaya Makanan Instan Pada Pencernaan” itu harus mempresentasikan dan praktik dihadapan juri dan siswa SMA dengan durasi waktu 40 menit. (Wira Prakasa Nurdia)

UM Kendari Usulkan Program Bahasa Mandarin untuk Mahasiswanya

Mahasiswa di Universitas Muhammadiyah (UM) Kendari akan mempelajari bahasa Mandarin dengan tujuan agar perusahaan-perusahaan Cina yang ada di Indonesia, khususnya di Sulawesi Tenggara (Sultra) tak perlu lagi mendatangkan tenaga kerja dari negara asalnya. Usulan itu disampaikan langsung oleh Rektor UM Kendari, Muhammad Nur usai berdiskusi dengan pihak Beijing Language University, Jumat (9/11/18).

“Menurut mereka, orang-orang sini tidak mengerti perintah dari pimpinan perusahaan Cina yang rata-rata hanya bisa bahasa Mandarin. Supaya masyarakat lokal bisa bekerja di perusahaan milik Cina, harus bisa berbahasa Mandarin,” ujarnya, sebagaimana dikutip dari situs Zonasultra.

Program pembelajaran bahasa Mandarin bagi mahasiswanya itu, kata Muhamad Nur mulai digagas melalui penadatangan kerjasama antara UMK dengan Beijing Language University. Di mana dalam MoU tersebut nantinya mahasiswa UMK akan mempelajari bahasa Mandarin sekitar dua tahun dengan tenaga pengajar dari Beijing Language University. Dalam perjanjian itu, UM Kendari hanya diminta menyiapkan ruangan, mahasiswa, dan koneksi internet. Sementara tenaga pengajar bahasa Mandarin menjadi tanggung jawab pihak Beijing Language University. (Wira Prakasa Nurdia)

3 Dosen UM Magelang, Terapkan Teknologi Pengolahan & Pemasaran Kopi

Tiga dosen Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah (UM) Magelang, yaitu  Yun Arifatul Fatimah, Ph.D, Bambang Pujiarto, M.Kom, serta Andi Widiyanto, M.Kom, berhasil menerapkan Teknologi Pengolahan dan Pemasaran Kopi Desa Tening, Kecamatan Wonoboyo Kabupaten Temanggung , (7/11/18).

Yun Arifatul Fatimah, Ph.D, ketua tim dilansir dari www.ummgl.ac.id ,mengatakan desa Tening merupakan daerah yang menghasilkan produk kopinya yang melimpah melimpah. Tetapi,  warga desa tersebut belum bisa memasarkan produk biji kopi dengan  maksimal.  “Oleh sebab itu, kami berketiga dosen UM Magelang melakukan kegiatan mulai penyuluhan tentang pengolahan kopi baik  sebelum panen maupun setelah panen. Disamping itu, juga mengadakan pelatihan tentang packaging, e-comerce, barista, serta pelatihan manajemen Badan Usah a Milik Desa (BUMDES),”terangnya.

Sementara itu, Adiyono Kepala Desa Tening menyampaikan rasa terima kasih atas kegiatan yang dilakukan oleh ketiga dosen UM Magelang tersebut . (Dani Kurniawan)

UAD dan Diktilitbang PP Muhammadiyah Gelar Rakornas Bidang Kemahasiswaan

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menjadi tuan rumah Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Bidang Kemahasiswaan Pimpinan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA). Acara tersebut digelar di Grand Quality Hotel, Yogyakarta, pada Kamis (8/11) hingga Sabtu (10/11) mendatang.

Ketua Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) PP Muhammadiyah, Prof. Lincolin Arsyad, dalam sambutannya mengungkapkan Rakornas Bidang Kemahasiswaan PTMA tersebut merupakan yang pertama kali dilakukan sepanjang sejarah.

“Saya sudah bergabung di Majelis Diktilitbang sejak tahun 1991, namun belum pernah ada Rakornas Bidang Kemahasiswaan,” kata Lincolin sebagaimana dikutip dari Republika.

Rakornas ini salah satunya merespons Permenristekdikti Nomor 5 tahun 2018 tentang Pembinaan Ideologi Bangsa dalam Kegiatan Kemahasiswaan di Perguruan Tinggi yang berdampak pada diperbolehkannya sejumah Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) seperti HMI, PMII, GMNI, dan KAMMI masuk kampus. (Wira Prakasa Nurdia)

UM Purwokerto: Internasionalisasi Kampus Terus Ditingkatkan

Universitas Muhammadiyah (UM) Purwokerto terus berupaya untuk meningkatkan program internasionalisasi kampus dengan menggelar acara Monitoring and Evaluating International Program. Melalui Kantor Urusan Internasional acara dilaksanakan di Aula Ak Anshori, Rabu (7/11/2018) dengan dihadiri oleh dosen dan mahasiswa dari 11 Fakultas yang ada di UM Purwokerto.

“Ini sudah menjadi cita-cita UM Purwokerto dan insya Allah akan selalu berkembang seiring meningkatnya jumlah mahasiswa dalam kegiatan ini,” ujar Kepala Kantor Urusan Internasional, Santhy Hawanti, Ph.D, seperti dikutip dari situs resmi UM Purwokerto.

Dari hasil pemantauan, mahasiswa didampingi oleh masing-masing dosen pendamping yang telah ditunjuk oleh fakultas untuk menjadi koordinator kegiatan international yang bekerjasama dengan Kantor Urusan Internasional. (Wira Prakasa Nurdia)