UM Makassar Bersiap Wisudakan 2058 Mahasiswa

Universitas Muhammadiyah (UM) Makassar akan menggelar wisuda sarjana ke-66 dan pascasarjana, pada 15 November 2018 mendatang. Jumlah yang diwisuda jumlahnya lebih besar, yakni 2.058 orang dibandingkan wisuda sebelumnya hanya mencapai 914 orang.

“Kemungkinan jumlah yang akan diwisuda masih akan bertambah dalam beberapa hari ke depan, tetapi jumlahnya tidak banyak,” ujar Arfah Basha, ketua panitia, seperti dikutip dari Rakyatbersatu.com, Selasa (23/10/18).

Para wisudawan tersebut berasal dari tujuh fakultas, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (180 orang), Fakutas Teknik (54 orang) Fakultas Pertanian (133 0rang), Fakultas Kedokteran ( 59 orang), Fakultas Agama Islam (166 orang) Fakultas Keguruan dan Ilmu Kependidikan (873 orang) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (554 orang), serta program Pascasarjana (30 orang). (Wira Prakasa Nurdia)

Rektor UM Makassar dan Kadinsos Ngobrol Santai Bahas Penanganan Anak Jalanan

Rektor Universitas Muhammadiyah (UM) Makassar, Dr. H. Abd Rahman Rahim, S.E., M.M melakukan pertemuan yang digelar secara santai bersama Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Makassar, Dr.Mukhtar Tahir, dan Kepala Pusat Diklat UM Makassar, Zulkifli. Pertemuan tersebut membahas Gedung Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) sebagai wadah untuk pemberdayaan anak jalanan, di pelataran Gedung Pusdiklat Samata, Kabupaten Gowa, Sabtu (11/10/18).

”Ini salah satu sarana, ke depannya kita akan lihat dulu program untuk itu. Kemudian diaplikasikan ke Pusdiklat ini, dengan harapan mereka dapat pelatihan khusus untuk bisa lebih mandiri lagi bekerja,” jelas Mukhtar, seperti dikutip Pinishice.com.

Kegiatan pertemuan tersebut selain membahas masalah sosial juga dalam rangka melihat langsung proses pembangunan musala Pusdiklat yang tak jauh dari gedung. (Wira Prakasa Nurdia)

UM Kupang Jalin Kerja Sama dengan Universitas Islam Sultan Syarif

Universitas Muhammadiyah (UM) Kupang menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Universitas Islam Sultan Syarif Ali Brunei Darussalam, di gedung Universitas Islam Sultan Syarif, Senin (22/10/18).

“Banyak sekali keuntungan dari kerja sama tersebut, di antaranya dapat meningkatkan sumber daya manusia (sdm), pengabdian masyarakat, kolaborasi penelitian, dan kerja sama luar negeri,” tukas Dr. Zainur Wula, S.Pd., M.Si, Rektor UM Kupang.

Lebih lanjut ia berharap UM Kupang dapat berperan di kawasan Asia Tenggara bersama dengan Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM). (Wira Prakasa Nurdia)

UM Lampung Kirimkan Tim Relawan ke Palu dan Donggala

Universitas Muhammadiyah (UM) Lampung bersiap kirimkan relawannya untuk bencana gempa dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah, beberapa waktu silam. Relawan tersebut dilatih untuk fokus pada pendampingan korban bencana dari sisi psikologis dan mental, UM Lampung, Sabtu (20/10/18).

“Kami sudah menyiapkan pendampingan baik dari psikolog maupun mental, nantinya kami di sana fokus untuk menghibur anak-anak agar tetap tersenyum meskipun keadaan lingkungan sedang tidak baik,” kata Fariz, salah satu mahasiswa psikologi UM Lampung, seperti dikutip Radar Lampung Online.

Relawan tersebut nantinya akan tinggal selama dua bulan di Kota Palu dan Donggala hingga menjelang penutup tahun, tepatnya tanggal 20 Desember 2018. (WIRA)

Diktilitbang PP Muhammadiyah dan 30 PTM Jalin Kerja Sama dengan Unissa

Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah dan 30 Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) hari ini, Senin 22 Oktober 2018 melakukan kunjungan ke Universitas Islam Sultan Sharif Ali (Unissa) dalam rangka bekerja sama dalam hal joint conference dan studi lanjut.

Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Prof. Lincolin Arsyad, M.Sc, Ph.D., menyampaikan bahwa kerja sama tersebut meliputi pengelolaan internasionalisasi universitas, di mana Unissa memiliki ratusan mahasiswa asing dan puluhan dosen asing. Bentuk konkritnya antara lain joint research, joint lecture, dsb. Lebih lanjut, Prof. Lincolin mengatakan bahwa tugas dan kewajiban pimpinan PTM dapat merealisasikan aktivitas akademik sebagai kelanjutan dari penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan UNISSA Brunei Darussalam.

Proses MoU dilakukan antara Majelis Diktilitbang dan Unissa yang ditandatangani langsung oleh Prof. Lincolin Arsyad dan Dr. Haji Norarfan bin Haji Zaenal. Kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan MoU 30 PTM dengan Unissa serta disaksikan oleh Wakil Ketua Majelis Diktilitbang, Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec.

Dalam kunjungan tersebut Rektor Unissa, Dr. Haji Norarfan, merasa senang PTM dan Majelis Diktilitbang dapat menjalin kerja sama dengan Unissa sekalipun universitasnya baru berdiri 11 tahun silam, tepatnya pada tahun 2007. Ia berharap kerja sama tersebut dapat menguntungkan kedua belah pihak. (WIRA)

UHAMKA Adakan Rapat Senat Terbuka dengan Agenda Pemilihan Rektor

Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (Uhamka) melaksanakan Rapat Senat Universitas dengan agenda pemilihan Calon Rektor untuk masa bakti 2018-2019 di Ruang Sidang Utama, Jalan Limau II, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (19/10/18).

“Semoga sesuai dengan harapan, paling tidak harapan saya pribadi untuk Uhamka yang lebih baik.” Ujar Prof. Dr. H. Suyatno, M.Pd, Saat dihubungi via Whatsapp.

Pemilihan calon Rektor Uhamka kali ini diikuti oleh dua calon yakni Prof. Dr. H. Abd. Rahman A. Ghani, SH. M.Pd. dan Prof. Dr. H. Gunawan Suryoputro. M.Hum., serta bisa disaksikan secara langsung melalui streaming di Youtube. Berikut linknya: https://youtu.be/uDOi2iXFL6I (WIRA)

Leadership Training Pimpinan PTM Angkatan II

Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah kembali mengadakan “Leadership Training Pimpinan PTM” angkatan ke-dua dengan tema “Strategi Perubahan Menghadapi Era Disrupsi” pada tanggal 6-12 Agustus 2018 di Hotel Jayakarta, Yogyakarta.

Lincolin Arsyad, Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah dalam sambutannya menyampaiakan latar belakang pelaksanaaan kegiatan ini adalah karena kaderisasi pemimpin di PTM yang masih kurang baik. Majelis Diktilitbang ingin menyiapkan kader pimpinan PTM yang punya kapasitas sebagai bagian dari proses regenerasi dan kaderisasi.

“Kami bergerak untuk menciptakan pemimpin yang tidak hanya punya kapasitas, tapi juga berkarakter, setidaknya memiliki 4 karakter seperti yang dipaparkan Rasulullah Saw yakni jujur, amanah, tabligh (kemampuan berkomunikasi) sebagai soft skill yang paling utama, dan terakhir adalah fathanah (cerdas dan pintar),” kata Lincolin.

Lincolin mengatakan, pemimpin wajib memiliki sifat jujur. Di lingkup PTM misalnya, pemimpin harus jujur dalam mengelola keuangan PTM.

“Yang paling penting adalah jujur, punya sikap dan karakter yang baik, sehingga akan mampu membawa kemajuan bagi PTM dan persyarikatan,” kata Lincolin.

Turut hadir dalam agenda itu, Dahlan Rais, Ketua PP Muhammadiyah. Dalam sambutannya, Dahlan mengatakan bahwa  perihal kempimpinan dengan merujuk pada semboyan Jawa yakni ing ngarso sung tulodho, ing madyo mangun karsa dan tut wuri handayani, para pemimpin harus punya nilai untuk diteladani.

“Pemimpin harus memiliki karakter unggul tertentu yang membedakan sosok satu dengan yang lain. Pemimpin juga harus menjadi teladan. Untuk menjadi teladan, setidaknya pemimpin harus berada di atas rata-rata,” kata Dahlan.

Dahlan berpesan, ketika kita merasa demikian kecil, kita harus lihat dalam diri kita, nilai apa yang membuat kita “plus”, karena orang memiliki kelebihan masing masing.

“Pemimpin itu ada yang dilahirkan, tapi ada juga yang tumbuh karena dibina dan dididik dengan sedemikian rupa sehingga menjadi pemimpin yang teladan, dan tugas kita selain memimpin diri sendiri, juga membina persyarikatan ini agar semakin berkemajuan,”katanya. (nisa)

Closing Ceremony MSPP Batch II

Setelah berlangsungnya Muhammadiyah Scholarship Preparation Program (MSPP) Batch II selama tiga bulan, pada Senin, 7 Mei 2018 kemarin dilaksanakan Closing Ceremony yang bertempat di Gedung Pusbang Muhammadiyah, Yogyakarta. Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Majelis Diktilitbang (Prof. H. Lincolin Arsyad, M.Sc., Ph.D), Wakil Ketua Majelis Diktilitbang (H. Sudarnoto Abdul Hakim, M.A), Sekretaris Majelis Diktilitbang (Muhammad Sayuti, M.Pd,. M.Ed., Ph.D), Wakil Bendahara Majelis Diktilitbang (H. Ahmad Muttaqin, M,Ag., M.A., Ph.D), Ketua LazisMu (Hilman Latief, Ph.D), Ketua Majelis Pendidikan Kader (Dr. Ari Anshori, M.Ag), Rektor Universitas Ahmad Dahlan (Drs. Kasiyarno, M.Hum), Wakil Rektor 1 Universitas Muhammadiyah Surakarta (Dr. Muhammad Da’i, M.Si), Ketua Lembaga Pengembangan Ilmu Dasar dan Bahasa Universitas Muhammadiyah Surakarta (LPIDB UMS)Dr. M. Thoyibi, Global English Pare, Anggota dan Tim Asistensi Majelis Diktilitbang dan DPP IMM.

Pada kesempatan ini juga disampaikan laporan bahwa terdapat 7 peserta program reguler yang sudah melaksanakan tes IELTS dan 15 peserta program afirmasi juga telah mengikuti tes TOEFL ITP. Selain itu juga tercatat dua peserta sudah mendapatkan beasiswa untuk studi lanjut masing-masing di jenjang master dan doktoral. Untuk mengapresiasi peserta selama pelaksanakan program, Majelis Diktilitbang memberikan sejumlah penghargaan kepada peserta berpresetasi yang terbagi menjadi 7 kategori: peserta dengan komitmen terbaik, peserta paling disiplin, peserta dengan peningkatan signifikan, peserta yang paling rajin sholat, peserta yang paling rajin membaca Al Qur’an, peserta dengan bakat leadership terbaik dan peserta dengan capaian nilai tertinggi.

Selain memberikan apresiasi kepada peserta, Majelis Diktilitbang juga memberikan penghargaan kepada mitra program baik pemberi funding atau institusi penyelenggara pelatihan Bahasa Inggris. Penghargaan diberikan kepada LazisMu, Majelis Pendidikan Kader PP Muhammadiyah, Universitas Ahmad Dahlan, Universitas Muhammadiyah Surakarta, LPIDB UMS, Pesma KH Mas Mansur UMS dan Global English.

Acara ditutup dengan soft-launching catatan peserta afirmasi Muhammadiyah Scholarship Preparation Program 2018 yang berjudul “Memoirs from Surakarta”. (sz)

Diktilitbang Gelar Workshop Model Pengembangan Kampus Islami

Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) PP Muhammadiyah menggelar Workshop Pengembangan Kampus Islami pada Perguruan Tinggi Muhammadiyah di Hotel Lynn Yogyakarta pada Ahad (17/12).

Kegiatan ini terlaksana atas kerja sama Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah dengan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Kegiatan ini diikuti oleh 80 peserta yang terdiri dari Majelis Diktilitbang, Majelis Tarjih dan Tajdid, Majelis Tabligh, Majelis Pendidikan Kader, 50 perwakilan PTM dan internal UMY.

Lincolin Arsyad, Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah mengatakan, tugas Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) sebagai bagian dari Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), harus turut serta menjadi bagian dari gerakan islam amar makruf nahi munkar guna mewujudkan Islam sebenar-benarnya sebagaimana maksud dan tujuan Muhammadiyah.

“Oleh karena itu, dalam menyelenggarakan pendidikan tinggi, PTM tidak hanya berfungsi sebagai institusi akademik, melainkan juga institusi kepanjangan tangan dakwah Muhammadiyah. Terutama dakwah kepada civitas akademik yang terdiri dari dosen, karyawan, mahasiswa dan masyarakat sekitar,” ungkapnya saat menyampaikan sambutan pada pembukaan acara.

Lincolin melanjutkan, maksud dan tujuan penyelenggaraan kegiatan ini yakni menyamakan dan mencari titik temu pada pokok-pokok pikiran fundamental pada model pengembangan kampus islami, merumuskan model dan bentuk nilai-nilai islam dalam pengembangan kampus islami dan menyiapkan konsep yang berisi sistem model pengembangan kampus islami.

“Dalam pelaksanannya, memang beberapa PTM sudah melakukan konsep kampus islami dengan bentuk beragam, model dan mekanisme variatif. Namun, terlepas dari kelebihan dan kekurangan masing-masing PTM, tetap harus dilakukan perbaikan dan pengembangan PTM agar tetap dalam koridor islami sebagaimana karakter Muhammadiyah,” tambahnya.

Terkait strategi penyelenggaraan kampus islami ini, Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah akan menyampaikan kebijakan standar pendidikan Muhammadiyah dan melakukan survei kepada pimpinan, dosen, karyawan dan mahasiswa PTM mengenai keinginan dan kebutuhan untuk mengembangkan kampus islami.

“Setelah ini, harapan dan targetnya yakni menumbuhkan kesamaan persepsi para pengelola PTM dalam menyelenggarakan kampus islami dan menghasilkan rumusan model dan bentuk kampus islami,” tutupnya. (nisa)

 

PTM Kesehatan Rintis Kerja Sama di Jepang

Perguruan Tinggi Muhammadiyah mulai merintis kerja sama dengan PT di Jepang. “Untuk bidang kesehatan, lebih relevan bagi kita bekerja sama dengan PT di jepang ketimbang PT di Eropa, Australia ataupun Amerika. Penyakit dan kultur kita lebih cocok dengan Jepang,” demikian disampaikan Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Prof Lincolin Arsyad saat kunjungan delegasi PTM ke KBRI Jepang di Tokyo, Senin, 13/11.

Delegasi 38 PTM Kesehatan PP Muhammadiyah ini diterima Minister Counselor Eko Junor dan M Abas Ridwan serta Atdikbud Dr Alinda. Delegasi juga akan merintis kerjasama dengan International University of Helath anda Welfare dan JICHI Medical University.

Ditambahkan Prof Lincolin, PTM Kesehatan akan terus dikembangkan sesuai cita-cita KHA Dahlan yang igin melakukan pelayanan di bidang kesehatan, pendidikan, dan pelayanan masyarakat. “Saat ini kita sudah mempubyai 10 Fakuktas Kedokteran, dan akan bertambah dua lagi, di samping puluhan prodi kesehatan,” ujar Prof Lincolin yg didampingi Wakil Ketua Prof Edy Suandi Hamid dan Sekum Sayuti.

Dalam pengantarnya Atdikbud RI di Tokyo Dr Alinda mengapresiasi kunjungan ini yang dilakukan dilakukan dengan cepat oleh Muhammadiyah. “Beberapa bulan lalu saya menawarkan untuk merintis kerja sama ini, dan itu direspons cepat oleh Muhammadiyah”. Ia mengharapkan rintisan kerja sama ini bisa diikuti dengan agenda aksi yang bermanfaat bagi PT Indonesia.

Kunjungan akan berlangsung hingga Sabtu 18/11/2017

Sumber : ESH