Rektor UMSU Dikukuhkan Sebagai Guru Besar

Rektor UMSU Dikukuhkan Sebagai Guru Besar

Rektor Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Prof Dr Agussani, MAP resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar berdasarkan Surat Keputusan Mendikbud dan Ristek jabatan akademik guru besar, Kamis (29/04). Prof Dr Agussani menyampaikan rasa syukur dan terimakasih kepada LLDikti dan tim percepatan lektor kepala dan guru besar UMSU. “Jabatan akademik ini merupakan anugerah yang akan saya pertanggungjawabkan dan tentu akan bermanfaat bagi masyarakat,” paparnya.

Rektor Prof Agussani juga menyampaikan capaian guru besar membuktikan bahwa tidak ada yang tidak bisa, tapi kita harus yakin, sehingga jabatan profesor yang tidak mudah menjadi mudah dicapai. Ia melanjutkan, saat ini UMSU masih memiliki empat kandidat guru besar dan menargetkan 5 guru besar dan 15 lektor kepala dalam setahun. “Ini sudah menjadi program UMSU dalam merealisasikan SDM para dosen,” katanya.

Kepala LLDikti Prof. Ibnu Hajar mengatakan momentum ini membuktikan kualitas Akreditasi A yang telah disandang UMSU. Sebentar lagi para wakil rektor UMSU juga meraih guru besar. “Saya menghormati secara tinggi pencapaian guru besar rektor UMSU dan menularkannya kepada yang lain. Ini luar biasa dan membanggakan,” ujarnya.

Peran UMSU semakin dibutuhkan untuk menularkan pencapaiannya yang semakin menggeliat dan meroket. Kampus UMSU akan bangga dengan torehan guru besarnya semakin banyak. UMSU akan menjadi inovator dan inspirator. Hadirnya guru besar akan menimbulkan dampak untuk mendorong meningkatkan mutu di UMSU.

Verifikasi Kelayakan dan Visitasi PKKM Unimus

Verifikasi Kelayakan dan Visitasi PKKM Unimus

Universitas Muhammadiyah Semarang menyelenggarakan kegiatan Verifikasi Kelayakan dan visitasi PKKM Unimus secara daring, Selasa (27/4). Turut hadir sebagai Reviewer PKKM diantaranya Prof. Sutiman B. Sumitro, BSC. Guru Besar Universitas Brawijaya, Ibu Nurul Sania Dosen IKIP PGRI Pontianak, dan Sulistio Budi Utomo, Ph.D Kepala bagian hubungan internasional Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia Surabaya.

Terkait dengan Verifikasi Kelayakan dan Visitasi PKKM tentunya terdapat beberapa hal yang perlu dipahami tentang bagaimana mekanisme pelaksanaannya, maka dari itu untuk memahamkan persepsi bersama Prof. Sutiman B. Sumitro mendukung PKKM akan berjalan lancar. “Pada dasarnya untuk mendukung PKKM agar berjalan lancar dan baik maka visitasi perlu dilakukan mulai dari jajaran pimpinan, baik dari tingkat Universitas maupun Fakultas, dan juga Program Studi , dengan harapan jika program PKKM yang telah disusun disetujui maka akan menjadi program yang dapat menjadi bagian dari inisiasi, transformasi Unimus menjadi kampus merdeka”.

Selain itu dengan adanya PKKM dan Kampus Merdeka Unimus bisa membuat satu sistem pendidikan yang dapat membawa mahasiswa pada sistem pendidikan yang memiliki kemampuan dengan mengajarkan sedini mungkin kepada Mahasiswa untuk berkontribusi pada masyarakat sebelum nantinya terjun dan bekerja di masyarakat luas.

Diseminasi Penelitian Diktilitbang

Tema Kesehatan dan Teknologi Isi Diseminasi Penelitian Diktilitbang

Pada Kamis (22/04) lalu, Diktilitbang menyelenggarakan “Diseminasi Penelitian RisetMu Skema Covid-19“. Acara ini merupakan edisi yang kedua, setelah edisi pertama telah terlaksana sebelumnya. Cesa Pratiwi dari Unisa Yogyakarta, Erlin Listiyaningsih dari UM Prof. Dr. Hamka, dan Yosi Apriyani dari UM Palembang mempresentasikan penelitian mereka masing-masing bertemakan “Kesehatan dan Inovasi Teknologi”. Kanal YouTube Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah menyiarkan secara langsung acara ini.

Ahmad Romadhoni menjadi moderator dalam pelaksanaan acara ini. Ia menyebutkan ketiga judul penelitian dan mempersilakan masing-masing peneliti mempresentasikan hasil penelitian mereka. Pertama-tama, Cesa Pratiwi menyampaikan penelitiannya “Psychological Wellbeing and Coping Strategies of Midwives during Covid-19 Pandemic in Indonesia: A Qualitative Study.” Selanjutnya, Erlin Listiyaningsih memaparkan hasil penelitiannya yang berjudul “Potensi miRNA-146a sebagai Kandidat Target Terapi Pencegahan Badai Sitokin Infalamasi pada Penderita Covid-19.” Terakhir, Yosi Apriyani mempresentasikan penelitian “Rancang Bangun Penyemprot Disinfektan Berbasis Arduino Uno R3 dan Panel Surya Menggunakan IoT (Internet of Things)”.

Setelah presentasi dari masing-masing peneliti, acara ini berlanjut pada diskusi. Dhoni sebagai moderator memberikan pertanyaan kepada setiap peneliti. Diskusi berjalan hingga kira-kira 20 menit. Dalam menyampaikan kata-kata penutup untuk diseminasi penelitian ini, Dhoni mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi karena tema ketiga penelitian tersebut memiliki topik yang menarik. “Ini merupakan ikhtiar untuk menggelorakan rasa semangat meneliti para akademisi,” tutupnya.

STIKes Muhammadiyah Tegal dan RSI PKU Muhammadiyah Tegal Sepakati Kerja Sama dalam Hal Kualitas

STIKes Muhammadiyah Tegal dan RSI PKU Muhammadiyah Tegal Sepakati Kerja Sama dalam Hal Kualitas

Slawi- Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Kabupaten Tegal sepakat kerja sama bersama RSI PKU Muhammadiyah Tegal, (28/04). Kegiatan Kerja sama langsung di tanda tangani oleh direktur RSI PKU Muhammadiyah Tegal dan STIKes Mu Kabupaten Tegal. Wakil Ketua STIKes Mu Tegal Hendra Apriyadi.M.Pd mengatakan, sebagai bentuk kolaborasi antara perguruan tinggi Muhammadiyah yaitu STIKes Mu Tegal dan RSI PKU Muh Tegal. Saling menggerakan dan membesarkan Amal Usaha Muhammadiyah di kabupaten Tegal.

Bentuk kerja sama di fokuskan dalam hal peningkatan Catur Darma Perguruan STIKes Mu Tegal. Yaitu Pendidikan dan pengajaran, Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan penguatan al-Islam Kemuhammadiyahan. Serta pengembangan STIKes Mu Tegal, dan para lulusan STIKes Mu Tegal dapat bekerja di RSI PKU Muhammadiyah Tegal kemudian dalam surat kerja sama tesebut juga berisi Beasiswa S1 Farmasi untuk mahasiswa STIKes Mu Tegal yang berprestasi . dr.H Ach.Shochibul Birri , MSi, MMR menyambut dengan penuh semangat untuk saling membesarkan STIKes Mu Tegal yang memiliki prodi S1 Farmasi. Dengan penuh optimis Perguruan Tinggi Muhammadiyah STIKes Mu akan besar dan maju . Karena di gerakkan oleh para kader Muhammadiyah yang penuh semangat. Semoga kerja sama ini bisa bermanfaat untuk STIKes Mu Tegal khususnya dalam hal peningkatan pelaksanaan Catur Dharma STIKes Mu Tegal. “ Ucapnya (Humas STIKes Mu Tegal)

UM Purworejo Berbagi Bingkisan Ramadhan

UM Purworejo Berbagi Bingkisan Ramadhan

Universitas Muhammadiyah (UM) Purworejo berbagi bingkisan Ramadhan dalam acara “Berbagi Kado Cinta Ramadhan” pada Kamis (29/04) lalu. Pada pelaksanaannya, UM Purworejo menyalurkannya melalui Kantor Layanan (KL) Lembaga Amil Infaq dan Shadaqah Muhammadiyah (Lazismu) UM Purworejo. Acara berbagi bingkisan Ramadhan ini menghadirkan Ketua KL Lazismu UM Purworejo, Nasrudin, M.S.I dan Rektor UM Purworejo, Dr. Rofiq Nurhadi, M.Ag.

Acara ini berisi penyerahan simbolis kepada salah satu penerima bingkisan. Pihak yang menyerahkan bingkisan tersebut adalah Rektor UM Purworejo dan Ketua KL Lazismu UM Purworejo. Ruang Seminar Kampus Timur UM Purworejo menjadi tempat pelaksanaan acara tersebut.

Situs resmi UM Purworejo menginformasikan jumlah bingkisan dalam acara tersebut. Jumlahnya yakni sebanyak 27 bingkisan. Nasrudin, M.S.I menyebutkan pihak-pihak yang akan menerima bingkisan tersebut, yakni petugas cleaning service, penjaga malam, penjaga laboratorium, petugas kebersihan masjid, dan amil yang ada di lingkungan UM Purworejo.

Dr. Rofiq Nurhadi, M.Ag. menyampaikan sambutan dalam acara tersebut. Ia berterima kasih kepada para muzakki yang telah menyalurkan harganya melalui KL Lazismu UM Purworejo. Selain itu, Rofiq juga mengucapkan terima kasih kepada KL Lazismu UM Purworejo yang telah memberi inisiasi mengadakan berbagai macam agenda. Terakhir, ia menyampaikan harapan agar Lazismu UM Purworejo dapat terus bersinergi dengan banyak pihak untuk ke depannya. “Hal ini bermanfaat untuk penggerakkan amal saleh untuk pemberdayaan umat,” tutupnya.

Kemendagri Tunjuk UM Palembang Gelar Bimtek Bagi Anggota DPRD Bangka Barat

Kemendagri Tunjuk UM Palembang Gelar Bimtek Bagi Anggota DPRD Bangka Barat

Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah Palembang dipercaya Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk menyelenggarakan kegiatan bimbingan teknis (bimtek) bagi 20 anggota DPRD Kabupaten Bangka Barat, di Hotel Batiqa Palembang, Selasa-Jumat (27-30/04).

Bertema “Optimalisasi Peran dan Fungsi Pimpinan dan Anggota DPRD dalam Mendukung Pembangunan di Daerah” yang dihadiri Vivin Gunawan, S.STP., MA., dari BPSDM Kemendagri, Drs. Lukman Nul Hakim, M.Si., dari Kementerian Desa RI, dan Benny Boy, S.Psi., MCH., Motivator, Psychological & Health Consultan selaku narasumber.

Wakil Rektor IV Dr. Antoni, M.H.I., menyampaikan apresiasi kepada BPSDM Kemendagri dan DPRD Bangka Barat yang telah memilih Universitas Muhammadiyah Palembang sebagai penyelenggara kegiatan bimtek ini. “Kami berharap sinergi antara DPRD Bangka Barat dan Universitas Muhammadiyah Palembang dapat berlanjut dibidang yang lain,” ujarnya dilansir dari website UM Palembang.

H. Oktorazsari, Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Bangka Barat berterimakasih dan berharap agar kerjasama ini terus berlanjut tidak hanya dalam hal pelaksanaan bimtek tapi bisa dikembangkan pada program lainnya yang menunjang peningkatan kualitas SDM kedua belah pihak. “Saya berharap hasil dari bimtek ini dapat diaplikasikan bagi masyarakat Bangka Barat,” pungkasnya.

Diktilitbang Gelar Diseminasi Penelitian Sosial Ekonomi

Diktilitbang Gelar Diseminasi Penelitian Sosial Ekonomi

Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah menggelar webinar “Pemberdayaan Ekonomi dan Kesejahteraan Masyarakat” pada Senin (19/04) lalu. Webinar ini menjadi bagian dari serial “Muhammadiyah Studies”, sekaligus merupakan edisi pertama dari diseminasi penelitian hibah RisetMu skema Covid-19. Webinar ini mendatangkan Sri Jumiyanti dari UM Palu, Devi Ristian dari UM Lamongan, Fahruddin Mukhlis dari UM Malang, Saifullah Nasruddin dari UM Sidenreng Rappang, dan Umi Kholidah dari UM Pringsewu. Sebelum memasuki inti acara, Hilman Latief, Ketua Lazismu PP Muhammadiyah, memberi sambutan pada webinar tersebut.

Dalam sambutannya, Hilman menegaskan pentingnya data sebagai landasan dalam pergerakan. Selain itu, Hilman juga memberi pesan agar serial diskusi ini menjadi terobosan, baik jangka pendek maupun jangka panjang. “Sebagai sebuah persyarikatan ke depan, kita perlu memperkuat knowledge based policy di Muhammadiyah,” ucapnya.

Kemudian, Adam Jerusalem sebagai moderator memperkenalkan satu per satu kelima peneliti. Pertama-tama, Sri Jumiyati mempresentasikan penelitiannya yang berjudul “Evaluasi Pemberdayaan Masyarakat melalui Jamaah Tani Muhammadiyah (Jatam) dan Rekomendasi Model Pemberdayaan dalam Mereduksi Dampak Pandemi Covid-19”. Selanjutnya, Saifullah Nasruddin menyampaikan hasil penelitian “Program Strategis Lazismu dalam Pengembangan UMKM dan Pengentasan Kemisinan di Kabupaten Sidenreng Rappang” bersama Akhwan Ali.

Fahrudin Mukhlis mempresentasikan penelitian berikutnya dengan judul “Solidaritas dan Volunterisme Warga Muhammadiyah di Malaysia Melawan Covid-19”. Setelah itu, Devi Ristian menyampaikan penelitian bersama Trijati Puspita dan Nurul Hikmatul yang berjudul “Pengaruh Pelatihan Produksi Masker Kesehatan 3A (Antiair, Antiaerosol, dan Antibakteri) terhadap Produktivitas Anggota ‘Aisyiyah”. Terakhir, Umi Kholidah mempresentasikan “Pengkaderan Muhammadiyah Menanggapi Dampak Covid-19 dalam Aspek Ekonomi (PCM Pringsewu)” bersama Ainur Rosidah.

Jumlah keseluruhan hasil penelitian adalah sebanyak 142 penelitian. Pewicara webinar, Lukman Hakim, menyampaikan informasi tersebut. “Di antara 142 penelitian, sebanyak 10 penelitian bekerja sama dengan Lazismu itu sendiri,” tambahnya.

Muhammadiyah Gerakan Wasathiyah Islam Berkemajuan

Muhammadiyah Gerakan Wasathiyah Islam Berkemajuan

Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta mengadakan pengajian Ramadhan 1442 H yang dihadiri langsung oleh Prof. Dr. Abdul Mu’ti, Sekretaris Umum PP Muhammadiyah secara daring, Selasa (27/4). Dalam materinya Prof Abdul Mu’ti menyampaikan Wasathiyah Islam Muhammadiyah adalah Gerakan wasathiyah Islam yang berdasarkan kepada ajaran dan nilai-nilai Al-Qur’an dan As-Sunnah. Unsur-unsur peradaban seperti keindahan, kebersihan, ketinggian ilmu terkandung dalam ajaran Islam di dalam Alquran maupun di dalam hadis Nabi Muhammad.

Ia melanjutkan, tujuh nilai Islam Wasatiyah yang tertuang dalam ‘Bogor Message on Wasatiyah Islam’ dapat menjadi prioritas. Bogor Message atau deklarasi Pesan Bogor merupakan hasil kesepakatan para ulama, yang merumuskan tujuh nilai universal yang diterima di seluruh dunia Islam. Dilansir dari website Unisa, Pesan Bogor tersebut ditekankan tujuh nilai utama dalam Islam Wasatiyah, di antaranya Tawazun (seimbang dalam meraih hal yang material dan spiritual), I’tidal (berperilaku proporsional dan adil dengan penuh tanggung jawab), Tasamuh(memahami dan menghormati perbedaan dalam semua aspek kehidupan), Shura (bermusyawarah dan berusaha menyelesaikan masalah dan mengambil keputusan Bersama-sama ), Islah (senantiasa meningkatkan dan memperbaharui perilaku untuk kebaikan bersama ), Qudwah (menjadi teladan, pelopor dan senantiasa mengambil prakarsa untuk menciptakan kesejahteraan Bersama ), dan Muwathanah (mengakui eksistensi negara dan menjadi warga negara yang patuh terhadap hukum dan peraturan).

Mu’ti menambahkan, seyogyanya umat muslim memahami posisi mereka sebagai khairu ummah (umat terbaik) dan umat tengahan (wasathiyah) dengan menghadirkan apa yang dirasakan oleh orang lain sebagai bagian dari ciri peradaban. Cirinya antara lain umat terbaik yang keindahan dan kebaikannya teramati secara fisik; berilmu dan bertindak bijaksana dengan ilmunya; mengamalkan ajaran agama secara wajar, sesuai yang diajarkan, tidak berlebih-lebihan; melaksanakan dan menegakkan hukum secara adil; mengambil jalan tengah dalam menyelesaikan masalah; moderat dalam menyikapi perbedaan.

“Maka dengan pengertian ini, Islam yang sempurna itu yang tampilan lahiriahnya indah, menyenangkan, dan mempunyai daya tariknya sendiri karena keindahan itu. Karena Islam wasathiyah harus menampilkan Islam yang membuat orang senang dengan apa yang dilakukan oleh kaum muslimin itu apakah dari perilakunya, atau secara fisik bisa diamati,” jelasnya. [] Sumber: UNISA

Unimus Jalin Kerja Sama untuk Kembangkan Pendidikan

Unimus Jalin Kerja Sama untuk Kembangkan Pendidikan

Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) menandatangani kerja sama atas kesepakatan, atau Memorandum of Understanding (MoU), pada Kamis (22/04) lalu. Kerja sama tersebut adalah antara Unimus dengan Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah (Dikdasmen PWM Jateng). Aula lantai 7 Fakultas Kedokteran Unimus menjadi tempat berlangsungnya acara tersebut.

Dalam kegiatan tersebut, Rektor Unimus, Prof. Dr. Masrukhi, M.Pd., hadir untuk menandatangani kerja sama itu. Tak lupa, Ketua Majelis Dikdasmen PWM Jateng pun turut datang. Ia menyampaikan harapan agar penandatanganan ini dapat menjadi sarana untuk meningkatkan kualitas guru maupun sekolah dalam menjalankan pendidikan. “Ke depannya, sekolah-sekolah Muhammadiyah di Jawa Tengah bisa bekerja sama dengan seluruh perguruan tinggi se-Jawa Tengah, tidak hanya Unimus saja,” tambahnya dalam situs resmi Unimus.

Selanjutnya, empat fakultas Unimus dengan lima puluh sekolah Muhammadiyah di Jawa Tengah menandatangani Memorandum of Agreement (MoA). Empat fakultas Unimus itu terdiri atas Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Fakultas Bahasa dan Budaya Asing (FBBA), Fakultas Ekonomi, dan Fakultas Teknik. Para dekan fakultas masing-masing mewakili penandatanganan tersebut. Berturut-turut, keempat dekan itu ialah Dr. Eny Winaryati, M.Pd.; Muhimatul Ifadah, M.Pd.; Dr. Haerudin, M.Si.; dan Dr. RM. Bagus Irawan, S.T., M.Si., IPM.

Penandatanganan tersebut merupakan kesepakatan untuk meningkatkan dan mengembangkan penelitian antara Unimus dan sekolah-sekolah Muhammadiyah se-Jawa Tengah. Selain itu, pengabdian masyarakat juga merupakan poin penting dalam kesepakatan tersebut. Tindak lanjutnya, Unimus dan sekolah-sekolah Muhammadiyah di Jawa Tengah dapat bekerja sama dan berkolaborasi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran melalui lesson study. Kedua penandatanganan ini bertujuan untuk mendukung keberlangsungan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

Lokakarya kurikulum Kimia

Prodi Kimia UMMI Gelar Lokakarya Kurikulum Kimia

Program Studi (Prodi) Kimia Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) menggelar acara Lokakarya Kurikulum Kimia era Revolusi Industri 4.0 muatan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), sabtu (17/04).

Tujuan dari Lokakarya Kurikulum Kimia ini yaitu untuk mensosialisasikan kurikulum era revolusi industri 4.0 muatan MBKM kepada seluruh mahasiswa Kimia, Alumni, dan Stakeholder. Ketua Prodi Kimia, Lela Mukmilah, S.T.,M.Si mengatakan “Kegiatan ini dilaksanakan sebagai tanggapan Program Studi Kimia terhadap kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka oleh Mendikbud Nadiem Makarim,” ucapnya dilansir dari website UM Sukabumi.

Kegiatan ini dilaksanakan secara Online dengan jumlah peserta 62 orang dan dihadiri Pimpinan Fakultas, Dosen dan Laboran Kimia, Mahasiswa Kimia, Alumni, Stakeholder/mitra dari Dinas Lingkungan hidup (DLH) Kota dan Kabupaten Sukabumi, serta Kepala Desa Babakan Cisaat. Rencananya, tindak lanjut dari kegiatan tersebut yaitu Pembuatan Standar Operasional Prosedur (SOP) magang, Proyek Independent, pembuatan IA( Implementation Agreement) dengan mitra dan penentuan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) dengan mitra.