UMSU Dipilih Sebagai Tuan Rumah Seminar Nasional Membangun Ketangguhan Desa Hadapi Bencana

Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) dipilih sebagai tuan rumah diselenggarakannya Seminar Nasional “Peran Perguruan Tinggi untuk Membangun Ketangguhan Desa”. Kegiatan seminar ini merupakan salahsatu rangkaian acara peringatan Bulan Pengurangan Risiko Bencana yang tahun ini diselenggarakan di Sumatera Utara, yang berlangsung dari tanggal 21 hingga 25 oktober di Kawasan Astaka Sport Center Sumatera Jalan Williem Iskandar Medan.

“UMSU telah memiliki pengalaman dalam proses penanggulangan bencana tsunami di Aceh beberapa tahun lalu,” sebut Rektor UMSU, Dr Agussani, dalam sambutannya, seperti dikutip situs resmi kampusnya.

Agenda seminar tersebut juga dihadiri anggota Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah Hajrianto Y Tohari, Ketua Lembaga Penanggulangan Bencana PP Muhamadiyah Budi setiawan, Direktur Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Lilik Kurniawan dan Rektor UM Surakarta Dr Agussani M.AP, para dosen dan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Medan.(Wira Prakasa Nurdia)

Sambut Milad Ke-60 UM Surakarta Gelar International Summit Technology and Research

“UM Surakarta untuk Negeri”. Begitulah tema yang diusung oleh kampus yang pada 27 Oktober mendatang genap berusia 60 tahun. Rektor UM Surakarta, Sofyan Anif mengatakan tema tersebut dipilih untuk memberikan bukti nyata kepada masyarakat luas, bahwa UM Surakarta telah memberikan pelayanan terbaik bagi bangsa dan negara di bidang pendidikan, Rabu (24/10/18).

Sesuai slogan, UM Surakarta adalah kampus dengan wacana keilmuan dan keislaman, memberikan penguatan ilmu sekaligus spiritual, itu yang kami berikan dalam peran aktif membangun bangsa,” kata rektor, seperti dikutip Tribun Solo.

Salah satu serangkaian acara milad UM Surakarta ke-60 adalah penyelenggaraan International Summit Technology and Research (ISETH). Kegiatan tersebut merupakan konferensi internasional dari lima bidang ilmu, yakni kesehatan, pengembangan material baru, ekonomi bisnis, pendidikan, dan manajemen bencana.(Wira Prakasa Nurdia)

UM Purwokerto Deklarasi Sebagai Kampus Anti-Korupsi

Ratusan mahasiswa Universitas Muhammadiyah (UM) Purwokerto mendeklarasikan diri sebagai kampus anti-korupsi. Deklarasi tersebut dipimpin langsung oleh Rektor UM Purwokerto Dr. Syamsuhadi Irsyad, di halaman rektorat, Rabu (24/10/18).

“Korupsi yang telah terjadi secara meluas, sistemik, dan kolutif telah merugikan perekonomian nasional dan menghambat pembangunan nasional, pengaruh korupsi semakin merata saat ini di berbagai bidang kehidupan publik,” terangnya seperti dikutip dari Kedaulatan Rakyat.com.

Deklarasi tersebut juga disaksikan oleh Direktorat Pendidikan dan Pelayanan kepada Masyarakat (Dikyanmas) KPK RI, Dani Rustandi. Kegiatan ini digelar karena UM Purwokerto berkomitmen penuh dalam melahirkan para calon insan akademisi yang intelektual dan berkarakter. (Wira Prakasa Nurdia)

Kemenristekdikti Gelar Monev di UM Kendari

Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Ristekdikti) menggelar agenda Monitoring dan Evaluasi (Monev) mengenai pelaksanaan Program Pengabdian kepada Masyarakat Multi Tahun Anggaran 2018 di Universitas Muhamadiyah (UM) kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Rabu (24/10/18).

“Mudah-mudahan kegiatan ini menjadi langkah maju untuk UM Kendari sendiri dan 16 orang dari 6 perguruan tinggi yang hadir tentunya, ke depan semoga dapat menghasilkan kegiatan-kegiatan yang banyak melibatkan mitra perguruan tinggi yang ada di Sulawesi Tenggara,” tutur Edy, Kepala Pusat Pengabdian pada Masyarakat UM Kendari, seperti dikutip dari Kabaena Pos.

Monev tersebut dihadiri Enam perguruan tinggi daei kawasan Sulawesi Utara. Di antaranya UM Kendari, Universitas Sulawesi tenggara (UNSULTRA) Universitas Negeri 19 November, Universitas Muhammadiyah (UM) Buton, Universitas Dayanu Iksanuddin (UDI), dan STIKES Mandala Waluya. (Wira Prakasa Nurdia)

UM Surakarta Kejar Status Sebagai Riset University

Universitas Muhammadiyah (UM) Surakarta berusaha kejar status sebagai Riset University. Riset University sendiri merupakan rencana strategi dari UM Surakarta pada tahun 2029. Meski begitu, tak mudah untuk mewujudkannya karena aktivitas dosennya masih banyak tersedot untuk mengajar mahasiswa daripada melakukan riset.

“Riset university UM Surakarta tetap harus dikejar,” kata Dr. Sofyan Anif, Rektor UM Surakarta, Selasa, (23/10/18) seperti dikutip Kedaulatan Rakyat.Com.

Untuk mencapai status sebagai universitas riset, jajaran civitas academica dituntut untuk bekerja keras. Kenyataannya 100 persen dosen masih mengajar. Kalau mau mengembangkan riset tidak mungkin lagi memperbanyak mahasiswa. Ini tantangan UM Surakarta ke depan.(Wira Prakasa Nurdia)

UHAMKA dan UTP Malaysia Jalin Kerja Sama Penelitian

Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka ( UHAMKA) kembali menjalin kerja sama internasional. Kerja sama kali ini dilakukan dengan Universitas Teknologi Petronas (UTP), selasa (23/10) di Hotel Mulia.

Prof. Dr. H. Gunawan Suryoputro Wakil Rektor I UHAMKA dikutip dari www.menara62.com menyampaikan pertemuan antar kedua belah pihak telah terjadi kesepakatan, seperti penelitian kolaborasi antar dosen dari dua kampus tersebut. Kemudian student exchange dan staf exchange.

Dalam kerja sama tersebut ada tujuh point tema riset untuk tujuh kelompok. Tiga kelompok dari Fakultas Teknik, satu kelompok dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), satu kelompok dari Fakultas Farmasi, satu kelompok untuk Pascasarjana dan satu lagi untuk Fakultas Kesehatan. Riset dilakukan semuanya berbasis pada inovasi dan rekayasa teknologi. (Dani Kurniawan)

Internalisasi Nilai-Nilai AIK di Ma’had PTM

Majelis Pendidikan Tinggi Pengembangan dan Penelitian (Diktilitbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, menggelar Rapat Koordinasi Pengembangan Kelembagaan dan Internalisasi Al-Islam Kemuhammadiyah (AIK) di Ma’had kerja sama Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) dengan Asian Muslim Charity Foundation (AMCF). Kegiatan ini laksanakan hari sabtu-ahad (19-20/10/18) di Hotel Grand Quality Yogyakarta.

Prof. Dr. H. Chairil Anwar Wakil Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah dalam sambutan pembukaan acara tersebut, menyampaikan kerja sama antara Muhammadiyah dan AMCF sudah berjalan lama dan terjalin dengan baik.“Berkat kerja sama itu, telah memiliki manfaat bagi syiar Islam,” tuturnya.

Lebih lanjut, ia berharap dari rapat koordinasi selama dua hari, semoga bisa merumuskan model kerja sama kelembagaan antara kampus, ma’had, Majelis Tarjih sehingga mampu melahirkan ulama tarjih dan  internalisasi AIK bisa berjalan massif di kalangan PTM. Oleh sebab itu, yang diundang dalam pertemuan kali ini adalah Majelis Tarjih, Majelis Tabliq, Majelis Pendidikan Kader (MPK), pengurus mahad di Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM).

Setelah pembukaan, dilanjutkan penyampaian materi pertama yang diisi oleh Ahmad Mutaqqin, M.Ag., M.A., Ph.D, dari Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah. Dalam pandangannya, ada dua teologi muhammadiyah yang diwariskan oleh pendirinya, KH. Ahmad Dahlan, yakni Teologi Al Maun dan Teologi Wa-al’Ashr.

“Teologi Al-Maun menjadi ruh gerakan Persyarikatan Muhammadiyah yang orientasinya harus berpihak kepada mustadh’afin (kelompok/ orang yang lemah dan terpinggirkan) seperti fakir miskin, buruh, dhuafa, lansia, anak jalanan,”tuturnya.

Sedangkan Teologi Wa-al’ashr terkait pengeloaan Organisasi Muhammadiyah. Pesan dari teologi ini adalah Muhammadiyah sebagai organisasi harus dikelola secara profesional. Roda organisasi harus berjalan secara terencana, terprogram, terorganisir sehingga betul-betul nampak sebagai organisasi yang berkemajuan.

Hadirnya teologi di atas, masih menurut Muttaqin untuk melawan ideologi Attakaatsur. Ideologi ini cukup berbahaya, karena ideologi ini mengutamakan kapitalisme dan hedonisme. Sementara kelompok mustadh’afin luput dari perhatian. Karena salah satu alasan itulah, kenapa muhammadiyah hadir. (Dani Kurniawan)

UM Prof Dr Hamka Raih 5 Piala dalam Festival Teater

Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Universitas Muhammadiyah (UM) Prof Dr Hamka berhasil mengukir prestasi dengan memborong juara pada pertunjukan Festival Teater yang digelar di Gelanggang Remaja Bulungan,Jakarta Selatan, Senin (22/10/18).

“Alhamdulillah tahun ini kita meraih lima piala dengan lima kategori terbaik dari festival tersebut,” kata Kepala Humas UM Prof Dr Hamka, Nurlina, seperti dikutip Mediaindonesia.com.

Adapun perolehan piala tersebut didapat dari kategori Grup Teater Terbaik, Sutradara Terbaik, Aktris Terbaik, Penata Musik Terbaik, dan Artistik terbaik. (Wira Prakasa Nurdia)

UM Maluku Utara Persiapkan Workshop KKNI

Universitas Muhammadiyah (UM) Maluku Utara bersiap melaksanakan workshop Kerangka Kualifilasi Nasional Indonesia (KKNI) Standar Nasional Perguruan Tinggi (SNPT) level matakuliah/dosen pada 27-30 Oktober mendatang.

Dilansir dari situs resminya, workshop tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan jaminan kualitas standar kompetensi lulusan, standar isi pembelajaran, standar proses pembelajaran dan standar penilaian pembelajaran pada level matakuliah/dosen yang mengacu pada KKNI dan SNPT.

Workshop KKNI dan SNPT level matakuliah/dosen tersebut menggunakan pendekatan andragogi. Berbagai pengalaman peserta akan dijadikan sumber inspirasi dan sharing ideal. Berbagai metode diskusi dan pembelajaran aktif akan dimanfaatkan agar tujuan workshop lebih mudah dicapai, di samping suasana kelas akan lebih partisipatif dan produktif. (Wira Prakasa Nurdia)

UM Kendari dan WWF INDONESIA Lakukan Kajian Tentang Ekosistem Ikan Karang & Lobster

Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Muhammadiyah (UM) Kendari bersama World Wide Fund For Nature (WWF)  Indonesia,  melaksanakan kajian dampak aktivitas penangkapan nelayan  ikan  terhadap keberlanjutan sumber daya Ikan Karang dan Lobster di Kabupaten Wakatobi (12 /10/18)

Peneliti  dari UM Kendari Edy Hamka, S.Pi., M.Si, mengatakan selama delapan hari dengan pihak WWF Indonesia melaksanakan kegiatan kajian penilaian dampak aktivitas penangkapan ikan  di Kabupaten Wakatobi. Daerah ini terkenal kaya akan sumberdaya  Ikan  Karang dan Lobster.

“Pengumpulan data dan informasi dilaksanakan di tiga pulau  yang ada di Wakatobi diantaranya Pulau Wanci, Pulau Kaledupa dan Pulau Tomia. Hal ini, bertujuan untuk mengidentifikasi dan menilai dampak  penangkapan terhadap kondisi keterancaman  populasi dan habitat  Ikan Karang dan Lobster,  serta ekosistem  terumbu karang di kabupaten Wakatobi” tegasnya (Dani Kurniawan)