3 Lulusan Terbaik Ners UM Bengkulu,  Berkesempatan Kerja di RS Kota Bengkulu Tanpa Tes.

Tiga lulusan Ners terbaik Universitas Muhammadiyah (UM) Bengkulu berkesempatan kerja di Rumah Sakit Kota Bengkulu tanpa tes dan ujian. Demikian disampaikan Walikota Bengkulu H.Helmi Hasan, S.E dalam sambutan Wisuda Periode II, selasa (23/10/18) di Gedung STQ Air Sebakul Kota Bengkulu dikutip dari www.pedomanbengkulu.com .

“Hal ini sebagai bentuk perhatian dari Pemerintah Kota Bengkulu kepada UM Bengkulu. Rumah Sakit Kota Bengkulu juga bersedia dijadikan tempat pelatihan pendidikan bagi Ners UM Bengkulu,” tuturnya.

Di akhir sambutan, ia mengajak mengajak para wisudawan untuk memakmurkan masjid-masjid, karena itulah kunci kesuksesan dan keselamatan baik dunia maupun akhirat. (Dani Kurniawan)

UM Makassar Bersiap Wisudakan 2058 Mahasiswa

Universitas Muhammadiyah (UM) Makassar akan menggelar wisuda sarjana ke-66 dan pascasarjana, pada 15 November 2018 mendatang. Jumlah yang diwisuda jumlahnya lebih besar, yakni 2.058 orang dibandingkan wisuda sebelumnya hanya mencapai 914 orang.

“Kemungkinan jumlah yang akan diwisuda masih akan bertambah dalam beberapa hari ke depan, tetapi jumlahnya tidak banyak,” ujar Arfah Basha, ketua panitia, seperti dikutip dari Rakyatbersatu.com, Selasa (23/10/18).

Para wisudawan tersebut berasal dari tujuh fakultas, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (180 orang), Fakutas Teknik (54 orang) Fakultas Pertanian (133 0rang), Fakultas Kedokteran ( 59 orang), Fakultas Agama Islam (166 orang) Fakultas Keguruan dan Ilmu Kependidikan (873 orang) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (554 orang), serta program Pascasarjana (30 orang). (Wira Prakasa Nurdia)

Rektor UM Makassar dan Kadinsos Ngobrol Santai Bahas Penanganan Anak Jalanan

Rektor Universitas Muhammadiyah (UM) Makassar, Dr. H. Abd Rahman Rahim, S.E., M.M melakukan pertemuan yang digelar secara santai bersama Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Makassar, Dr.Mukhtar Tahir, dan Kepala Pusat Diklat UM Makassar, Zulkifli. Pertemuan tersebut membahas Gedung Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) sebagai wadah untuk pemberdayaan anak jalanan, di pelataran Gedung Pusdiklat Samata, Kabupaten Gowa, Sabtu (11/10/18).

”Ini salah satu sarana, ke depannya kita akan lihat dulu program untuk itu. Kemudian diaplikasikan ke Pusdiklat ini, dengan harapan mereka dapat pelatihan khusus untuk bisa lebih mandiri lagi bekerja,” jelas Mukhtar, seperti dikutip Pinishice.com.

Kegiatan pertemuan tersebut selain membahas masalah sosial juga dalam rangka melihat langsung proses pembangunan musala Pusdiklat yang tak jauh dari gedung. (Wira Prakasa Nurdia)

Tahun 2018 UM Aceh Terima Bantuan Rumah Susun dan Jaring 1417 Mahasiswa

Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pada bulan Juli lalu memberikan rumah susun sewa 3 lantai kepada Universitas Muhammadiyah (UM) Aceh yang rencananya diperuntukkan bagi 156 mahasiswa UM Aceh.

“Namanya rumah susun sewa, kalau kita perhatikan sudah tidak ada kata “sederhana”-nya lagi, jadi kita harapkan kualitasnya sudah jauh lebih bagus daripada yang sering disebut rusunawa.” ungkap Dr. Muharrir Ast’ari, Lc M.Ag, Rektor UM Aceh seperti dikutip situs resmi kampusnya.

Masih di tahun yang sama, kabar baik datang lagi dari UM Aceh karena terima 1417 mahasiswa. Keseluruhan mahasiswa tersebut masuk melalui dua jalur, jalur tes dan non-tes.

“Menetapkan Karakter Mahasiswa Baru Sebagai Generasi Moralitas dan Intelektualitas yang Berkemajuan, menjadi tema besar bagi mahasiswa baru UM Aceh periode 2018/2019 ini,” ujar Muharrir Astari.(Wira Prakasa Nurdia)

UM Kupang Jalin Kerja Sama dengan Universitas Islam Sultan Syarif

Universitas Muhammadiyah (UM) Kupang menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Universitas Islam Sultan Syarif Ali Brunei Darussalam, di gedung Universitas Islam Sultan Syarif, Senin (22/10/18).

“Banyak sekali keuntungan dari kerja sama tersebut, di antaranya dapat meningkatkan sumber daya manusia (sdm), pengabdian masyarakat, kolaborasi penelitian, dan kerja sama luar negeri,” tukas Dr. Zainur Wula, S.Pd., M.Si, Rektor UM Kupang.

Lebih lanjut ia berharap UM Kupang dapat berperan di kawasan Asia Tenggara bersama dengan Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM). (Wira Prakasa Nurdia)

UM Riau, Gelar Pembekalan Karakter Bagi 287 Calon Wisudawan

Universitas Muhammadiyah (UM) Riau mengadakan pembekalan karakter bagi 287 calon wisudawan/ti, jumat (19/10) di aula Gedung KH. Ahmad Dahlan kampus setempat. Kegiatan ini dibuka langsung Dr. H. Mubarak, M.Si., Rektor UM Riau.

Dalam sambutan, Dr. H. Mubarak, M.Si. mengatakan kegiatan ini dilaksanakan untuk menyiapkan mental dan karakter calon alumni UM Riau ketika memasuki dunia kerja.

Narasumber yang dihadirkan dalam memberikan pembekalan adalah Ahmad Muttaqin, M.A., Ph.D., dari Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah. Materi yang akan beliau sampaikan adalah seputar pembentukan karakter bagi alumni dalam menghadapi dunia kerja. (Dani)

UM Lampung Kirimkan Tim Relawan ke Palu dan Donggala

Universitas Muhammadiyah (UM) Lampung bersiap kirimkan relawannya untuk bencana gempa dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah, beberapa waktu silam. Relawan tersebut dilatih untuk fokus pada pendampingan korban bencana dari sisi psikologis dan mental, UM Lampung, Sabtu (20/10/18).

“Kami sudah menyiapkan pendampingan baik dari psikolog maupun mental, nantinya kami di sana fokus untuk menghibur anak-anak agar tetap tersenyum meskipun keadaan lingkungan sedang tidak baik,” kata Fariz, salah satu mahasiswa psikologi UM Lampung, seperti dikutip Radar Lampung Online.

Relawan tersebut nantinya akan tinggal selama dua bulan di Kota Palu dan Donggala hingga menjelang penutup tahun, tepatnya tanggal 20 Desember 2018. (WIRA)

2 Universitas Baru Muhammadiyah, Kini Hadir di Kudus dan Lamongan

Dua universitas baru muhammadiyah kini hadir di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah dan Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Universitas Muhammadiyah (UM) Kudus adalah perubahan bentuk dari Stikes Muhammadiyah Kudus. Hal ini tertuang dalam Keputusan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia (Kemenristek Dikti RI) Nomor 879/KPT/I/2018 pada (12/10/18).

Sedangkan Universitas Muhammadiyah (UM) Lamongan berasal dari penyatuan dan perubahan bentuk antara Stikes Muhammadiyah Lamongan dan STIE Muhammadiyah Paciran di Lamongan. Hal ini Hal ini tertuang dalam Keputusan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia (Kemenristek Dikti RI) Nomor 880/KPT/I/2018 pada (12/10/18).

Muhammad Sayuti, M.Pd., M.Ed., Ph.D., Sekretaris Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah mengucapkan selamat kepada UM Kudus dan UM Lomongan karena perubahan ini tidak mudah dan membutuhkan perjuangan yang berliku-liku. “ Kami juga bersyukur, karena jumlah Universitas Muhammadiyah kini bertambah dari 45 menjadi 47 universitas,” tuturnya (20/10/18).

Lebih lanjut, ia mengatakan tantangan mengelola universitas kini tidak mudah. Karena kompetitor dari kampus lain kini terus maju berkembang. Oleh sebab itu, UM Kudus dan UM Lomongan harus segera melakukan berbagai penguatan mulai dari penguatan Sumber Daya Manusia (SDM), penguatan mutu, penguatan akademik. (Dani)

UM Mataram Inisiasi Pelatihan Penanganan Anak Terdampak Bencana

Rektor UM Mataram Drs. H. Arsyad Abdul Gani, M.Pd., mewakili Konsorsium Perguruan Tinggi Swasta Se-Nusa Tenggara Barat (NTB) mengucapkan banyak terima kasih kepada Jatim Foundation Indonesia (JFI) karena berkenan membantu kepada masyarakat lombok yang terdampak bencana. “ Saya berharap kegiatan ini bermanfaat bagi masyarakat khususnya anak-anak sebab mereka generasi penerus bangsa,” katanya (19/10/18)

UM Mataram, JFI melakukan kerja sama dengan Pemerintah German akan mengadakan pelatihan penanganan anak yang terdampak gemba bumi. Kegiatan ini akan diselenggarakan di Hotel Square Lobok yang diikuti 30 orang yang terdiri dari dosen dan mahasiswa.

Setelah pelatihan para peserta akan di terjunkan ke lima lokasi bencana alam. Setiap bulan akan ada evaluasi untuk perbaikan tahap selanjutnya. (Dani)

Diktilitbang PP Muhammadiyah dan 30 PTM Jalin Kerja Sama dengan Unissa

Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah dan 30 Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) hari ini, Senin 22 Oktober 2018 melakukan kunjungan ke Universitas Islam Sultan Sharif Ali (Unissa) dalam rangka bekerja sama dalam hal joint conference dan studi lanjut.

Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Prof. Lincolin Arsyad, M.Sc, Ph.D., menyampaikan bahwa kerja sama tersebut meliputi pengelolaan internasionalisasi universitas, di mana Unissa memiliki ratusan mahasiswa asing dan puluhan dosen asing. Bentuk konkritnya antara lain joint research, joint lecture, dsb. Lebih lanjut, Prof. Lincolin mengatakan bahwa tugas dan kewajiban pimpinan PTM dapat merealisasikan aktivitas akademik sebagai kelanjutan dari penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan UNISSA Brunei Darussalam.

Proses MoU dilakukan antara Majelis Diktilitbang dan Unissa yang ditandatangani langsung oleh Prof. Lincolin Arsyad dan Dr. Haji Norarfan bin Haji Zaenal. Kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan MoU 30 PTM dengan Unissa serta disaksikan oleh Wakil Ketua Majelis Diktilitbang, Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec.

Dalam kunjungan tersebut Rektor Unissa, Dr. Haji Norarfan, merasa senang PTM dan Majelis Diktilitbang dapat menjalin kerja sama dengan Unissa sekalipun universitasnya baru berdiri 11 tahun silam, tepatnya pada tahun 2007. Ia berharap kerja sama tersebut dapat menguntungkan kedua belah pihak. (WIRA)