Penandatanganan MoU UMM Wujudkan Kelas Profesional Unggas

Penandatanganan MoU UMM Wujudkan Kelas Profesional Unggas

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melakukan penandatanganan MoU dan MoA dengan beberapa perusahaan pada Sabtu (4/9) lalu. Perusahaan-perusahaan tersebut adalah PT Sanbe Farma, PT Mensana, dan PT Sapta Karya Megah di Hotel Grand Surya Kediri. Penandatanganan ini menjadi bentuk dukungan dari ketiga perusahaan untuk mendukung pelaksanaan Kelas Profesional Unggas dari UMM. Kegiatan ini juga menjadi bentuk komitmen menjalankan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), oleh Prodi Peternakan, Fakultas Pertanian dan Peternakan.

Rektor UMM, Dr Fauzan MPd, hadir mendampingi proses penandatanganan tersebut. Kerja sama ini penting dalam rangka mendorong mahasiswa agar mendapatkan kesempatan kerja dalam waktu singkat pascalulus. “Di samping sebagai komitmen melaksanakan MBKM, agenda ini juga menjadi langkah strategis bagi para mahasiswa,” tegas Fauzan dalam situs resmi UMM.

Selanjutnya, Dekan Fakultas Pertanian, Dr Ir David Hermawan MP IPM menjelaskan bahwa ketiga perusahaan ini akan terlibat dalam lokakarya praktikum mahasiswa. Tujuannya adalah agar adanya rekonstruksi materi sesuai kebutuhan industri. “Harapannya, output praktikum ini menjadi bekal mahasiswa sebelum mengambil kelas profesional unggas,” ujarnya.

Ketiga industri juga mengapresiasi jalinan kerja sama melalui penandatanganan MoU dan MoA tersebut. Mereka berharap langkah ini bisa menghasilkan lulusan kelas profesional unggas yang siap bekerja. Menurut mereka, lebih baik memperbanyak program magang kerja daripada menambah pelatihan keterampilan yang belum tentu bisa terserap oleh dunia kerja. Dengan merekrut lulusan keals profesional ini, harapannya dapat memangkas waktu dan biaya yang biasanya dialokasikan untuk karyawan baru.

IAIM Sinjai Dorong Mahasiswa Jawab Tantangan Sistem Pendidikan

IAIM Sinjai Dorong Mahasiswa Jawab Tantangan Sistem Pendidikan

IAIM Sinjai (08/09)- Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Institut Agama Islam Muhammadiyah (IAIM) Sinjai mengadakan Kuliah Perdana Semester Ganjil TA 2021/2022 bertempat di Auditorium H.M Amir Said IAIM, Rabu (08/09).

H.  Roslan, S.Ag., M.Pd.I. selaku Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam Kantor Kemanag Sinjai mengatakan sumber daya pendidikan saat ini belum cukup andal untuk mendukung tercapainya tujuan dan target pendidikan secara efektif, ini salah satu tantangan agar sistem pembelajaran harus lebih menitikberatkan pada kualitas. “Semua kompenen harus melakukan perubahan dan penyesuaian pada sistem pendidikan nasional dalam mendukung proses pendidikan yang lebih demokratis dan mendorong partisipasi masyarakat, termasuk mahasiswa,” lanjutnya.

Dekan FTIK IAIM Sinjai, Takdir, M.Pd.I. menambahkan agar mahasiswa sebagai insan akademik dapat menjawab peluang dan tantangan penerapan pendidikan Islam di era saat ini sebagaimana tema yang diangkat pada kuliah perdana ini yakni “Peluang dan Tantangan Penerapan Pendidikan Islam di Era New Normal”.

“Saat ini, kita dihadapkan dengan tantangan akibat pandemi Covid-19. Oleh karena itu, mahasiswa harus mampu menjawab tantangan tersebut dengan melihat peluang yang ada untuk pengembangan pendidikan,” paparnya.

Turut hadir dosen dan civitas akademika serta ratusan mahasiswa FTIK, dari Prodi Pendidikan Agama Islam, Pendidikan Bahasa Arab, Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Tadris Matematika dan Tadris Bahasa Inggris. Selepas kuliah perdana, rencananya kegiatan akan dilanjutkan dengan pengumuman dan penyerahan penghargaan kepada mahasiswa dan dosen terbaik tingkat Fakultas Tarbiyah. [] IAIM Sinjai/Diktilitbang

 

 

Sekolah Desa Cerdas Program UM Jember Resmi Dibuka

Sekolah Desa Cerdas Program UM Jember Resmi Dibuka

Universitas Muhammadiyah Jember (UM Jember) mengadakan Sekolah Desa Cerdas yang melaksanakan pembukaan pada Rabu (8/9). Sekolah Desa Cerdas merupakan program Fakultas Ekonomi dan Bisnis UM Jember. Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) mengadakan kegiatan ini melalui Pusat Pengembangan Ekonomi Kreatif dan Layanan Masyarakat (2EKLM). Kegiatan ini bekerja sama dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Jember.

Sekolah Desa Cerdas merupakan implementasi kerja sama dari Pemkab Jember dan UM Jember sebelumnya. Rektor UM Jember, Dr Hanafi MPd, mengatakan bahwa program ini merupakan salah satu kewajiban dari tri dharma perguruan tinggi, yakni pengabdian kepada masyarakat. “Di samping pendidikan dan penelitian,” sebutnya. Selanjutnya, ada ranah pendidikan dan penelitian, FEB ikut berkontribusi dalam bidang akademisi untuk mempercepat peningkatan kualitas SDM aparatur desa.

Kemudian, Bupati Jember, Ir H Hendy Siswanto, mengatakan bahwa mengatakan bahwa hal ini menjadi wujud dari perlunya kerja sama dari berbagai pihak. “Sudah saatnya Jember perlu bergotong royong dan perlu bantuan semua lini,” ungkapnya dalam situs resmi UM Jember. Ia hadir dalam pembukaan kegiatan di Gedung Ahmad Zainuri, UM Jember. Ia mendukung penuh dan terbuka dengan sekolah ini demi mencapai kemaslahatan masyarakat. Pada penutupan sambutannya, ia menyinggung soal pandemi Covid-19 dan PPKM. Ia berpesan bahwa, sekalipun PPKM di Jember telah menurun levelnya, tetapi ini tidak mengendorkan aturan prokes yang telah ditetapkan.

STIKesMu Lhokseumawe Adakan Mastamaru

STIKesMu Lhokseumawe Adakan Mastamaru

STIKesMu Lhokseumawe melaksanakan Masa Ta’aruf Mahasiswa Baru (Mastamaru) T.A 2021/2022, Senin-Rabu (6-8/09). Bertemakan “Mewujudkan Tenaga Kesehatan yang Unggul dalam Ilmu Pengetahuan dan Teknologi yang Berkarakter Islami”, kegiatan ini diikuti 231 mahasiswa baru yang terdiri dari 76 Keperawatan (S1), 18 Keperawatan (D3), 37 Gizi (S1), dan 100 Profesi Ners.

Ketua Panitia Mastamaru 2021 Ns. Abrar memaparkan mastamaru diadakan secara daring dan dihadiri beberapa narasumber diantaranya Dandim Aceh Utara, Kajari Lhokseumawe, Kepala Pengadilan Lhokseumawe, Sekdis Kesehatan Lhokseumawe, BNNK, dan beberapa pemateri lainnya. “Pada awalnya, kegiatan ini telah kita wacanakan dalam versi luring atau tatap muka, pasca berkoordinasi dengan gugus tugas Covid-19 Lhokseumawe, akhirnya kegiatan kita laksanakan dalam sistem daring untuk menekan cluster baru covid-19 di lingkungan kampus,” tambahnya. 

Ketua STIKesMu Lhokseumawe, Ns Mursal MKep berharap meskipun kegiatan diadakan secara daring mahasiswa baru diharapkan dapat terus membawa STIKesMuh Lhokseumawe pada jalur inovasi. Calon mahasiswa baru nantinya akan mengikuti serangkaian materi baik itu pengenalan akademik, Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, Wawasan Kebangsaan dan beberapa materi lainnya. [] Website STIKESMu Lhokseumawe

Sekolah Pascasarjana UMS Adakan Orientasi Mahasiswa Baru

Sekolah Pascasarjana UMS Adakan Orientasi Mahasiswa Baru

Sekolah Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Surakarta mengadakan orientasi mahasiswa baru pada Rabu (4/9) lalu. Mahasiswa baru tersebut akan memasuki semester gasal pada tahun ajaran 2021/2022. Kegiatan ini terlaksana secara offline dan online, dengan protokol kesehatan Covid-19 secara ketat. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengenalkan sistem dan metode pembelajaran. Nantinya, sistem dan metode pembelajaran tersebut dapat membantu mahasiswa dalam menyiapkan kuliah mereka di pascasarjana.

Direktur Sekolah Pascasarjana UMS, M Farid Wajdi SE MM PhD, menyampaikan bahwa orientasi mahasiswa ini juga akan mengenalkan tata cara perkuliahan dan sistem administrasi. “Hal tersebut akan berguna selama pembelajaran,” ujarnya.

Sekolah Pascasarjana UMS membuka sebanyak 17 program pendidikan. Dari program-program pendidikan tersebut terdiri atas 3 program doktor dan 14 program magister. Program doktor di antaranya Ilmu Hukum, Pendidikan Agama Islam, dan Pendidikan. Selanjutnya, program magister di antaranya Ilmu Hukum, Hukum Ekonomi Syariah/Hukum Islam, Pendidikan Islam, Pendidikan Bahasa Indonesia, Pendidikan Bahasa Inggris, Administrasi Pendidikan, Pendidikan Dasar, Farmasi, Manajemen, Akuntansi, Psikologi, Teknik Sipil, Teknik Mesin, Teknik Kimia. Sekolah Pascasarjana UMS menerima 228 mahasiswa baru, yang terbagi atas 197 mahasiswa program magister dan 31 mahasiswa baru program doktor.

Rektor UM Surakarta Prof Dr Sofyan Anif MSi berpesan agar mahasiswa memperhatikan ilmu amaliah dan amal ilmiah. “Ilmu amaliah berarti ilmu apa pun yang sudah kita pelajari, itu hendaknya kita amalkan, jadi tidak hanya pandai dalam berilmu, tapi juga dipraktikan. Sedangkan, amal ilmiah berarti segala amal yang kita kerjakan harus didasari dengan ilmu,” paparnya dalam situs resmi UMS.

Bilik Anosmia Mahasiswa UM Purwokerto Dipatenkan

Bilik Anosmia Mahasiswa UM Purwokerto Dipatenkan

Mahasiswa KKN UM Purwokerto menciptakan Bilik Anosmia (Bilas) sebagai alat terapi sederhana bagi pasien Covid-19. Inovasi ini berfungsi untuk membantu pasien yang kehilangan indera penciuman agar bisa berangsur pulih.

Ketua Tim Penemu Bilik Anosmia Sultan Dzikrillah Akbar menjelaskan bilik anosmia merupakan suatu alat atau yang terbuat dari bahan akrilik, dimana akrilik merupakan bahan yang terbuat dari plastik polimer transparan berupa lembaran yang biasanya dijadikan bahan substitusi dari kaca. “Karena bahan akrilik ini lebih ringan dibandingkan kaca pada umumnya. Bilik anosmia merupakan alat konektor untuk melakukan terapi anosmia atau sering kali disapa dengan eucalyptus sehingga mampu memudahkan warga karantina dalam melakukan terapi anosmia,” paparnya Kamis (2/9).

Inovasi ini menggunakan prinsip terapi uap yang telah disempurnakan, sehingga lebih efektif dan mudah digunakan. Bilik terapi terbuat dari bahan akrilik yang memanjang ke atas dengan lebar seukuran wajah orang dewasa. Sedangkan alat terapi adalah panci listrik. “Cara kerjanya, mula-mula panci ditempatkan di bilik akrilik. Kemudian dituang air mineral sekitar 250CC, lalu ditambahkan minyak eukaliptus atau minyak kayu putih 10-15 tetes. Selanjutnya dipanaskan hingga menghasilkan uap,” papar Najwa Safira salah satu tim dari relawan di tempat Karantina terpusat milik Pemkab Banyumas.

Uap yang dihasilkan tidak akan menyebar ke mana-mana karena terperangkap oleh bilik. Setelah menghasilkan uap, terapi untuk pasien dimulai. Pasien menghirup uap sekitar 15 menit di pagi hari.

Dosen pembimbing lapangan KKN RCB UMP Ns. Endiyono, S.Kep., M.Kep menjelaskan, bilik anosmia di daftarkan Hak Kekayaan Intelektual karena inovasi tersebut merupakan kekayaan yang timbul dari hasil olah pikir yang menghasilkan suatu produk atau proses yang berguna untuk pasien covid-19 dengan terapi anosmia. Keberadaannya diakui oleh negara berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. “Bilik ini sudah diproduksi tiga buah, sementara baru digunakan di rumah karantina pondok slamet, ke depan akan kita kembangkan dan produksi lebih banyak lagi untuk membantu terapi anosmia pada pasien yang isolasi mandiri dirumah,” pungkasnya. []Majelis Diktilitbang PPM

Prodi Pendidikan Jasmani UNIMUDA Sorong Bina Kesepakbolaan Papua

Prodi Pendidikan Jasmani UNIMUDA Sorong Bina Kesepakbolaan Papua

Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong (UNIMUDA Sorong) memberangkatkan dua anak Papua terbaik pada Kamis (2/9) lalu. Dua anak tersebut akan mengikuti Program Pemusatan Latihan di Denpasar, Bali. Hal ini merupakan bagian dari upaya UNIMUDA Sorong mewujudkan mimpi anak-anak Papua, salah satunya sebagai pemain sepak bola profesional.

Pada pelepasan tersebut, yang hadir adalah Rektor Unimuda Sorong, Dr Rustamadji MSi. “Program ini luar biasa untuk mengembangkan soft skill anak-anak Papua di Kabupaten Sorong. Nantinya, anak-anak ini keberangkatannya akan menjadi tanggungan kampus. Selama pelatihan juga mereka harus tetap menjalankan studi. Dalam pelaksanaan itu pun akan kami bantu,” ujarnya.

Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Penndidikan (FKIP), Nursalim MPd, membersamai. Ia menyambung bahwa nantinya setelah lulus dari bangku sekolah, Paul dan Soni akan melanjutkan studi di UNIMUDA Sorong dengan beasiswa. Selain itu, Ketua Prodi Pendidikan Jasmani ikut hadir. Manajemen SSB ASKATALA Unimuda Sorong turut serta dalam pelepasan itu. Sementara itu, dua pemain terbaik di SSB ASKATALA KU-15 yakni Lapex Paul dan Soni Maas. Keduanya mengikuti Program Pemusatan Latihan bersama Al Fatih Academy, Denpasar, Bali.

Melalui kegiatan ini, nantinya, keduanya akan berlabuh di klub sepak bola Bali United FC KU-15. Program ini menjadi program kerja sama antara SSB ASKATALA Unimuda Sorong. Pihak dalam perjanjian kerja sama tersebut adalah Al Fatih Academy Denpasar, Bali. Program ini merupakan final dari pembinaan sepak bola yang berada di bawah naungan Prodi Pendidikan Jasmani UNIMUDA Sorong. Selain membina, SSB ASKATALA juga akan membantu menyalurkan pemain-pemain berbakat ke agensi profesional untuk kemudian nantinya akan bergabung dalam beberapa klub profesional.

Milad ke-57, UM Purworejo Adakan Vaksinasi Masal

Milad ke-57, UM Purworejo Adakan Vaksinasi Masal

Dalam rangka menyambut Milad ke-57, UM Purworejo menggelar vaksinasi massal gratis bagi mahasiswa, alumni, keluarga dosen, dan tenaga kependidikan serta masyarakat umum di kampus setempat, Jumat (3/9).

Vaksinasi gratis ini bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Purworejo yang melibatkan empat Rumah Sakit di Purworejo dalam membantu proses vaksinasi yakni RS Amanah Umat, RS Budi Sehat, RS Panti Waluyo, dan RSU Aisyiyah sebagai tim vaksinator. Rektor UM Purworejo, Dr Rofiq Nurhadi M.Ag, menyebut ada sekitar 1.000 dosis vaksin jenis Astra Zeneca yang disiapkan dalam kegiatan tersebut.

“Saat ini perkuliahan tatap muka belum dilakukan kecuali praktikum dengan pemberlakuan protokol kesehatan. Vaksinasi dilakukan untuk menyambut perkuliahan tatap muka apabila situasi sudah memungkinkan dan sudah diperbolehkan secara aturan,” paparnya.

Dr. Rofiq melanjutkan, vaksinasi untuk seluruh dosen dan tenaga kependidikan telah dilakukan. Vaksinasi merupakan program kerja UM Purworejo dalam menanggulangi Covid-19. “Ditugaskan pengamanan dampak Covid-19. Selama ini 50 dosen dan mahasiswa sudah terpapar dan terdata satu orang dosen meninggal dunia,” ungkapnya.

Ketua Kegiatan (Baksos) Vaksinasi UM Purworejo, Dr Umi Faizah M.Pd, menjelaskan terkait pelaksanaan vaksinasi, teknis pendaftarannya menggunakan link yang di sebarkan melalui media sosial. Menurutnya, animo pendaftar vaksinasi cukup tinggi, dibuktikan hanya dalam waktu 24 jam, 1.000 kuota pendaftar sudah terpenuhi. Guna menghindari kerumunan peserta vaksinasi dibagi menjadi 4 kloter. “Kita juga membagi untuk bilik vaksin putra dan putri. Sebagai kampus yang berbasis islami kami menjaga privasi kaum muslimah dengan menyediakan bilik sendiri menggunakan sekat,” dilansir dari Website UM Purworejo. []Majelis Diktilitbang

Dukung Budaya Kewirausahaan Berbasis Kampus

Dukung Budaya Kewirausahaan Berbasis Kampus

Pada tahun 2024 jumlah total gen milenial akan tumbuh sekitar 174,79 juta orang. Namun disaat yang sama kemajuan ekonomi belum menunjukan hasil secara signifikan. Jika anak muda dapat bergerak dengan produktif, maka akan memberikan dampak atau bonus demografi. Namun jika sebaliknya, anak muda yang banyak menganggur justeru akan mendatangkan musibah.

Melihat fenomena tersebut, Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah mengadakan Webinar bertemakan “Melahirkan Wirausaha Muda dan Koperasi Unggul Berbasis Kampus” secara daring, Sabtu (04/09). Turut hadir sebagai pembicara Drs. Teten Masduki selaku Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Republik Indonesia yang juga diwakili Ahmad Jabadi selaku Pejabat Eselon I, Drs. Suyatmin, M.Si selaku Kepala Koperasi UM Surakarta, dan Riza Azyumarridha Azra selaku Founder Rumah Mocaf Indonesia.

Muchlas Rowi selaku moderator mengungkapkan dibutuhkan upaya yang nyata untuk melahirkan kemajuan ekonomi dari generasi yang produktif. “Indonesia membutuhkan 7% atau sekitar 8 jt wirausaha agar dapat mendapatkan dampak hebat dari bonus demografi,” begitu pungkasnya.

Teten Masduki selaku Menteri Koperasi dan UKM RI berpendapat hal yang sama, saat ini rasio kewirausahaan Indonesia belum optimal yaitu sekitar 3,47% jauh dibawah Singapura yang mencapai 8,36% dan Malaysia serta Thailand diatas 4%. “Ditahun 2024 kita menargetkan mencapai 4% karena ini merupakan salah satu syarat untuk menjadi negara maju,” pungkasnya.

Tantangan lain yaitu sebanyak 82,55% UMKM belum memiliki kualitas budaya kewirausahaan begitu juga dengan koperasi. Di Indonesia terdapat 247 koperasi mahasiswa aktif namun baru 73 yang aktif melaksanakan RAT. “Sehingga dilakukan empat program transformasi besar yaitu transformasi dari informal ke formal, digital dan pemanfaatan teknologi, transformasi pada nilai global, dan moderenisasi koperasi,” tambahnya.

Ahmad Jabadi menambahkan bahwa kampus berperan penting sebagai laboratorium bagi menumbuhkan wirausaha baru dari kalangan muda yang terdidik. “Pentingnya keberadaan sebuah koperasi unggul untuk menjadi faktor pendorong yang diharapkan dapat menjadi SDM yang cakap untuk mewujudkan koperasi modern,” paparnya selaku Deputi Perkoperasian. Kriteria koperasi modern yaitu dengan mewujudkan tiga pilar diantaranya pilar kelembagaan, pilar usaha, dan pilar keuangan. Orientasi untuk bisnis juga dapat dikuatkan khususnya melalui sektor pangan. Hal ini dapat didukung sumber daya lain yang dapat mendukung manajemen koperasi dan bisnis yang dikembangkan di kampus. “Hal ini dapat melahirkan koperasi sebagai role model dalam pengembangan di sektor real khususnya di pangan,” paparnya.

Drs. Suyatmin Waskito Adi juga mengungkapkan bahwa koperasi kampus dapat membentuk mental entrepreneurship mahasiswa dan sekaligus pemberdayaan ekonomi di kampus. Potensi usaha koperasi kampus sangat besar melayani anggota dan non anggota di lingkungan kampus. “Penerapan koperasi kampus harus menerapkan good cooperative governance (GCG) dan berkembangnya koperasi kampus harus tergantung pada kesadaran dan partisipasi anggota,” pungkasnya.

Menutup webinar, Riza Azyumarridha Azra menyatakan bahwa budaya kewirausahaan di Indonesia menduduki peringkat ke-19 dari 20 negara G-20. Pada tahun 2025 Indonesia juga akan dilirik oleh pasar dunia. “Oleh karena itu, pertanyaan besar bagi kita dalam menghadapi prospek pasar yang cerah tersebut adalah, kita ini mau menjadi pasar atau pemasar di negeri sendiri?” begitu papar Riza. Ia berpesan, setidaknya para wirausaha muda dapat berperan sebagai pemasar atau pelaku yang turut memasarkan produk lokal di negeri sendiri. “Misalnya pada sektor pangan, kita dapat bergerak sebagai kedaulatan pangan di Indonesia,” pungkasnya.

Tanwir Muhammadiyah dan 'Aisyiyah Tegakkan Solidaritas Lawan Covid

Tanwir Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah Tegakkan Solidaritas Lawan Covid

Tahun ini, Tanwir Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah membawa tema “Optimis Hadapi Covid-19, Menuju Sukses Muktamar ke-48”. Agenda utama dari pelaksanaan Tanwir ini adalah memastikan Muktamar di Surakarta.  Rencananya, Muktamar akan terlaksana pada tahun 2022 mendatang. Tanwir ini berlangsung pada hari Sabtu (4/9) dan Ahad (5/9). Penyelenggaraannya secara daring dan tersiar live di kanal YouTube berbagai media sosial Muhammadiyah. Ketua Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, Dr Hj Siti Noordjannah Djohantini MM MSi, hadir memberikan sambutan. Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof Dr H Haedar Nashir MSi, turut serta.

Pertama-tama, Siti Noordjannah menyampaikan urgensi kontribusi perempuan pada masa pandemi. Kemudian, ia melanjutkan bahwa ‘Aisyiyah tidak berhenti berdakwah dan berperan di tengah masyarakat. “Pimpinan, kader, relawan dan simpatisan ‘Aisyiyah selalu bergerak bersama-sama. ‘Aisyiyah terus membangun kesadaran mengenai pandangan terhadap Covid-19 berdasarkan ilmu pengetahuan dan religiositas,” paparnya. Selanjutnya, Siti Noordjannah menegaskan mengenai pentingnya solidaritas tanpa sekat. Sebab, hal ini signifikan untuk merekat persatuan anak bangsa untuk mengatasi atau memberi solusi atas musibah Covid ini.

Berikutnya, Haedar Nashir mengatakan bahwa pemilihan diksi optimis dalam tema Tanwir kali ini mempunyai alasan. Alasannya adalah memberi sorotan pada narasi optimis kepada segenap anggota Muhammadiyah dalam menghadapi musibah pandemi Covid-19. “Tema Tanwir ini, ‘Optimis Menghadapi Covid-19 Menuju Sukses Muktamar ke-48’. Harapannya, dengan semangat optimistik, Tanwir dapat berjalan dengan lancar bagi kemaslahatan Muhammadiyah, umat, dan bangsa,” ujarnya.

Selanjutnya, ia juga menyampaikan bahwa pandemi Covid-19 bukanlah masalah parsial, melainkan masalah bersama. “Artinya, siapa pun tidak dapat bersikap sesuka hati, sebab satu sama lain saling terkoneksi dan berdampak terhadap lingkungan. Usaha mengatasinya merupakan tanggung jawab bersama,” pesan Haedar Nashir.