UNISA Yogyakarta Gelar Vaksinasi Kuota 6500 Peserta

UNISA Yogyakarta Gelar Vaksinasi Kuota 6500 Peserta

Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta (UNISA Yogyakarta) bekerja sama dengan TNI POLRI dan Kementrian Kesehatan RI menyelenggan vaksinasi sebagai bentuk komitmen membantu pemerintah memutus rantai penyebaran Covid 19. Kegiatan vaksinasi dengan kuota 6500 peserta dosis pertama tersebut diselenggarakan Rabu-Sabtu, (25-28/08).

Rektor UNISA, Warsiti, S.Kp.,M.Kep.,Sp.Mat menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah salah satu bentuk kontribusi nyata UNISA untuk mendukung program vaksinasi Covid-19 di DIY. “Dengan vaksinasi mendorong terbentuknya kekebalan kelompok (herd immunity) yang pada akhirnya melindungi dan memperkuat sistem kesehatan masyarakat secara menyeluruh, sehingga pada akhirnya dapat melangsungkan aktivitas pada masa adaptasi kebiasaan baru dan dapat meningkatkan produktivitas,” paparnya.

Vaksinasi yang ditujukan bagi mahasiswa, keluarga dosen & tenaga kependidikan Unisa Yogyakarta, pelajar SMA/SMK dan masyarakat umum di DIY. Kegiatan ini didukung penuh oleh TNI POLRI, Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Pimpinan Pusat Aisyiyah, Muhammadiyah Covid 19 Comman Center (MCCC), PWM DIY khususnya MPKU PWM DIY dan amal usaha kesehatan Muhammadiyah-‘Aisyiyah yang ada di DIY. Tim vaksinator terdiri dari tim Unisa Yogyakarta, Dokkes Polda DIY, Rumah Sakit PKU Muhammadiyah se DIY dan RS UAD.

Sebagai kontribusi dalam penanganan COVID-19, Unisa Yogyakarta juga berupaya bersama dengan pemerintah menyediakan ruang isolasi di asrama kampus Unisa Yogyakarta yang berlokasi di jl. Siliwangi Gamping Sleman. kegiatan ini juga dikunjungi Kapolri (Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si), Panglima TNI (Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, SIP), Menteri Kesehatan RI (Ir. Budi Gunadi Sadikin, CHFC, CLU), Ketua Umum PP Muhammadiyah (Prof. Dr. Haedar Nashir) dan Ketua Umum PP Aisyiyah (Dr. Noordjannah Djohantini, MM., MSI).

Peluang PTMA dalam Pengembangan Jaminan Sosial

Peluang PTMA dalam Pengembangan Jaminan Sosial

Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah menyelenggarakan webinar “Peluang dan Tantangan Pengembangan Jaminan Sosial Nasional” pada Jumat (27/8) lalu. Webinar ini mengundang narasumber-narasumber di antaranya dr Ibnu Naser Arrohimi SAg MMR, Dewan Pengawas BPJS Kesehatan; dr Andi Afdal MBA AAK, dan Abdur Rahman Irsyadi MM. Amika Wardana PhD menjadi moderator dalam kegiatan ini.

Sebelumnya, Muhammadiyah pernah mengadakan pemetaan jaminan sosial sebelumnya, tetapi pada saat itu masih terbatas pada BPJS Kesehatan. Nurhadi PhD dalam sambutannya mengatakan bahwa kesejahteraan warga menjadi isu yang penting untuk dikawal oleh Muhammadiyah. Skema-skema perlindungan sosial dan jaminan sosial telah banyak menjadi gagasan, baik oleh pemerintah maupun masyarakat. “Dan PTMA punya potensi untuk berkontribusi mengenai pengembangan hal tersebut. Misalnya, melalui riset dan sumber daya,” ujarnya.

Ibnu Naser menjelaskan tentang peran BPJS Kesehatan dan peluang organisasi masyarakat dan akademisi untuk terlibat dalam pengembangan jaminan sosial. Lembaga pendidikan, dalam hal ini PTMA, berpeluang untuk memberikan pengembangan kompetensi, pengembangan program, dan pengembangan pengetahuan. “Hingga saat ini, belum ada pendidikan tinggi yang secara serius mengembangkan keahlian manajemen klaim. Pertanyaannya, apakah PTMA sanggup menjadi pionir?” pungkas Ibnu Naser pada akhir presentasinya.

Kemudian, Andi Afdal menyampaikan bahwa mekanisme perlindungan sosial dari BPJS Kesehatan adalah semangat gotong royong. Artinya, peran sebagai masyarakat dan peserta penerima BPJS adalah dengan tetap membayar iuran sekalipun sedang sehat. “BPJS Kesehatan didonimasi oleh kaum muda dan perempuan. Milenial bisa berperan sebagai calon pemimpin masa depan BPJS Kesehatan dan penggerak inovasi,” ujarnya.

PTMA dapat berperan dalam meningkatkan kualitas BPJS Kesehatan melalui kerja sama fasilitas kesehatan untuk memastikan ketersediaan akses dan kesinambungan pelayanan kesehatan. Selanjutnya, dengan memaksimalkan riset. Kesempatan-kesempatan yang ada, antara lain, pertama, melalui Open Journal System dengan sinergi bersama Corporate University BPJS Kesehatan. Kedua, Open Call for Research dengan sinergi bersama Kedeputian Bidang Riset dan Informasi BPJS Kesehatan. Ketiga, pengembangan silabus dan bahan ajar, Stadium Generale, guest lecture, dan sharing.

Program Doktor Ilmu Farmasi UAD Resmi Berdiri

Program Doktor Ilmu Farmasi UAD Resmi Berdiri

Program Doktor Ilmu Farmasi UAD resmi berdiri setelah menerima Surat Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Republik Indonesia tentang izin pendirian Program Studi Ilmu Farmasi Program Doktor. Penyerahan berlangsung di Kampus Utama UAD, Rabu (25/08).

Program Doktor (S-3) Ilmu Farmasi ini merupakan yang pertama di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah-‘Aisyiyah (PTMA). Serta merupakan Program Doktor pertama di perguruan tinggi swasta (PTS) wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Penyerahan dilakukan langsung oleh Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah V Prof. Dr. Didi Achjari, S.E., M.Com., Akt. kepada Badan Pembina Harian (BPH) UAD Ir. Azman Latif dan diteruskan kepada Rektor UAD Dr. Muchlas, M.T. Rektor kemudian menyerahkan kepada Dekan Fakultas Farmasi Prof. Dyah Aryani Perwitasari, M.Si., Ph.D., Apt.

Dr. Muchlas pada sambutannya menjelaskan, turunnya SK ini merupakan batu loncatan bagi UAD. “Sebuah lompatan bagi UAD, program doktor ini merupakan yang pertama selama 60 tahun UAD berdiri. Ini menjadikan UAD perguruan tinggi yang lengkap secara akademik,” pungkasnya.

Ia berharap kehadiran Program Doktor Ilmu Farmasi dapat memberikan outcome dengan menciptakan banyak ahli farmasi yang bermanfaat bagi bangsa dan masyarakat luas. “Harapannya sivitas Farmasi bisa memberikan sumbangsih bagi bangsa dan masyarakat dengan penelitian maupun pengabdiannya. Apalagi di saat pandemi ini,” jelasnya.

Sementara Didi Achjari mengungkapkan, Program Doktor (S-3) Ilmu Farmasi UAD merupakan yang keenam di Indonesia. Ia meyakini ke depan program ini menjadi unggulan karena memiliki banyak guru besar. “Keunikan di dalam pengembangan keilmuan di Program S-3 Ilmu Farmasi ini menjadi hal utama. Sehingga ke depan lulusan akan dibekali dengan skill khusus. Di antaranya, perkembangan keilmuan berdasarkan revolusi industri 4.0, integrasi nilai Islam dalam pengembangan ilmunya, dengan fokus pada kajian halal. Keunggulan ini menjadi ciri khas program studi yang ada di UAD,” jelasnya. []Website UAD

Dosen UMY Bantu Tingkatkan Branding Pengusaha Mikro

Dosen UMY Bantu Tingkatkan Branding Pengusaha Mikro

“Ide Dosen UMY yang memberikan bantuan gerobak booth dengan tampilan yang menarik dan higenis ini membantu saya membangun branding produk sehingga dapat meningkatkan pemasaran,” begitu papar Fitriana, salah satu pemilik usaha mikro yang mendapatkan bantuan pengabdian masyarakat dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Program ini dilakukan Munjiati Manawaroh salah satu dosen Prodi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMY yang mengadakan kegiatan pengabdian bagi pengusaha mikro, di Kadipiro Kasihan Bantul Yogyakarta. Bentuk pengabdian yang dilakukan adalah memberikan pendampingan manajemen usaha.

Munjiati menyebutkan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan solusi pengelolaan usaha mikro bagi pelakunya, terutama pada masa pandemi Covid-19. “Kontribusi Program Kemitraan Masyarakat ini adalah dengan mengadakan pendampingan manajemen sehingga memberikan manfaat langsung terhadap kehidupan pengusaha mikro khususnya, dan masyarakat pada umumnya terutama di bidang ekonomi, pendidikan,” paparnya.

Bantuan gerobak booth tersebut membantu para pemilik usaha dalam membangun branding produk. Hal ini karena gerobak booth yang baru menampilkan nama usaha, gambar produk serta informasi kontak jika pelanggan ingin melakukan pemesanan produk. Penggantian gerobak lama dengan gerobak baru juga mendapatkan respon positif dari konsumen. Mereka berkomentar bahwa produk menjadi lebih higienis dengan penataan yang rapi, bersih dan menarik. Program pengabdian ini merupakan implemetasi catur dharma dari Program Studi Manajemen UMY, sebagai bagian dari persyarikatan Muhammadiyah. “Kami berharap, pengabdian yang kami lakukan ini mampu memberikan kemanfaatan bagi usaha mikro,” harap Munjiati, Ahad (8/8).

UM Purwokerto Adakan Webinar Kupas Tuntas Exit Exam

UM Purwokerto Adakan Webinar Kupas Tuntas Exit Exam

Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Prodi Keperawatan D-3 Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UM Purwokerto) mengelar Webinar bertajuk “Kupas Tuntas Exit Exam” bagi mahasiswa vokasi keperawatan. Kegiatan tersebut bertujuan mengenalkan situasi ujian maupun model atau bentuk soal uji kompetensi sedemikian rupa sehingga peserta uji kompetensi lebih siap dalam menghadapi uji kompetensi yang akan diselenggarakan.

Ketua Panitia webinar Ambring Mujiati mengatakan, kegiatan diikuti sedikitnya 367 peserta dari berbagai institusi vokasi di Jawa Tengan dan peserta dari seluruh Indonesia. “Melalui kegiatan ini diharapkan mampu memberikan prediksi akan kekuatan dan kelemahan peserta termasuk didalamnya diharapkan mampu menjadi prediktor terhadap tingkat kelulusan,” jelasnya di Purwokerto, Kamis (19/8).

Sementara itu, Kepala Program Studi Keperawatan D-III Fakultas Ilmu Kesehatan UMP Ns. Endiyono, S.Kep., M.Kep, mengatakan, Prodi merasa perlu membantu mensukseskan alumni mengikuti uji kompetensi dengan cara mengadakan webinar yang membahas kiat dan trik sukses dalam uji kompetensi.

“Prestasi yang diraih Prodi untuk kelulusan ukom pada tahun 2020 adalah lulus 100 %, semoga prestasi kelulusan ini dapat dipertahankan juga ditahun-tahun mendatang,” jelasnya. Lebih lanjut Endiyono mengatakan, berbagai upaya prodi untuk meningkatkan kelulusan 100% diantaranya adalah dengan memberikan pembekalan uji kompetensi, mengikutsertakan try out ukom AIPVIKI, try out Aipviki Wilayah Jawa Tengah dan juga try out Aipviki. [] Humas UM Purwokerto

 

UM Surakarta Adakan Masta Sambut Mahasiswa Baru

UM Surakarta Adakan Masta Sambut Mahasiswa Baru

Universitas Muhammadiyah Surakarta (UM Surakarta) mengadakan Grand Opening (GO) dan Expo UKM dalam rangka penyambutan mahasiswa baru tahun 2021/2022 secara daring, Senin (23/08). Nadiem Anwar Makarim, B.A., M.B.A selaku Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia dalam sambutannya menyebutkan bahwa peran mahasiswa bukan lagi seperti pelajar. “Menjadi mahasiswa berarti kalian memiliki kemerdekaan lebih luas untuk menentukan arah masa depan,” ujar Nadiem.

Mahasiswa Indonesia dapat mengikuti kampus merdeka, melakukan studi independen, projek kemanusiaan, pertukaran pelajar, dan lain sebagainya. “Pengalaman itu menjadi kendaraan kalian untuk meraih mimpi di masa depan,” tegasnya. Ia percaya bahwa kemerdekaan adalah nafas pemuda dan nafas mahasiswa. Diakhir, Nadiem mengajak mahasiswa untuk bersama-sama mewujudkan merdeka belajar.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Dr. K.H Haedar Nashir, M.Si, juga ikut berpesan kepada mahasiswa agar dapat belajar dengan sungguh-sungguh dan dapat membawa misi Muhammadiyah.

UMS merupakan kampus berkemajuan baik nasional maupun internasional, meskipun masih dalam kondisi pandemi semangat itu harus tetap tumbuh untuk mencari ilmu. Mahasiswa juga harus memiliki integritas sebagai modal meraih masa depan dan jangan lupa membawa misi Muhammadiyah,” papar Haedar. [] Humas UM Surakarta

Sebanyak 2.000 Dosis Vaksinasi untuk Sivitas Akademika UMY

Sebanyak 2.000 Dosis Vaksinasi untuk Sivitas Akademika UMY

Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) kembali menggelar vaksinasi kepada sivitas akademika, Sabtu (21/8) lalu. Kegiatan vaksinasi ini bertujuan untuk memastikan bahwa dosen, pegawai dan keluarga pegawai, mahasiswa, dan alumni UMY telah mendapatkan vaksinasi Covid-19. Dosis vaksinasi yang tersedia yakni sebanyak 2.000 dosis vaksinasi. Kegiatan ini terlaksana menggunakan sistem drive thru, sebagaimana yang terjadi dalam vaksinasi pertama, dengan tidak melalaikan protokol kesehatan. Berdasarkan laman resmi UMY, UMY menggunakan jenis vaksin Sinovac seperti sebelumnya.

Rektor UMY, Dr Ir Gunawan Budiyanto MP IPM, mengimbau kepada seluruh sivitas akademika UMY, khususnya mahasiswa, untuk mengikuti kegiatan vaksinasi. Selanjutnya, ia juga mengatakan bahwa kegiatan ini menjadi bentuk konkret dari ikhtiar UMY mengurangi penularan virus Covid-19. Selain itu, Gunawan Budiyanto juga meminta kepada sivitas akademika UMY agar tidak berdebat mengenai jenis-jenis vaksinasi Covid-19. “Tidak perlu lagi kita berdebat tentang manjur-tidaknya jenis vaksin. Semua sudah melalui riset dan penelitian. Yang jelas, pemerintah sudah memberikan dukungan penuh terkait penjagaan kesehatan masyarakat,” imbuhnya.

UMY menggelar kegiatan vaksinasi ini bekerja sama dengan Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Kombes Istiyono, Kepala Urusan Operasional Polda DIY, mengatakan bahwa para mahasiswa adalah target utama vaksinasi. Kemudian, ia mengungkapkan alasan para mahasiswa menjadi target utama penerima dosis vaksinasi, yakni karena mobilitas mereka cenderung tinggi. Dengan kata lain, mereka menjadi prioritas penerima vaksinasi agar meminimalisasi menularnya virus Covid-19. “Pergerakan mahasiswa ini sangat tidak terduga, apalagi di Yogyakarta yang mahasiswanya berasal dari berbagai daerah di Indonesia,” terangnya.

FK UMSU Yudisium 96 Dokter

FK UMSU Yudisium 96 Dokter

Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (FK UMSU) menyelenggarakan Yudisium dan Pengambilan Sumpah Dokter angkatan ke-XXV secara hybrid dari Kampus Pascasarjana, Jumat (20/8). Turut hadir, Rektor UMSU Prof. Dr. Agussani MAP, Wakil Rektor I Prof. Dr. Muhammad Arifin, Wakil Rektor III Dr. Akrim, Dekan Fakultas Kedokteran Prof. Dr. Gusbakti Rusip, Dekan I FK-UMSU dr. Siti Masliana Siregar dan Dekan III FK UMSU Dr. Elman Boy.

Mengawali kegiatan Yudisium, Dekan I FK UMSU dr. Siti Masliana Siregar menjelaskan, berdasarkan hasil uji kompetensi mahasiswa program studi pendidikan kedokteran (UKMPPD) diputuskan sebanyak 96 orang mahasiswa Program Studi Pendidikan Profesi Dokter dinyatakan lulus dan berhak untuk mengangkat sumpah dokter.

Rektor UMSU Prof. Dr. Agussani MAP menyampaikan apresiasi karena dari hasil UKMPPD kelulusan mahasiswa FK-UMSU mencapai 89 persen. Ia melanjutkan capaian prestasi tersebut merupakan kerja keras dan kerja cerdas seluruh tim di FK-UMSU dalam mendidik mahasiswa FK-UMSU yang memiliki ciri sebagai dokter Islami. Tujuh ciri dokter islami yaitu mulai dari kemampuan memecahkan masalah yang komplek, kemampuan komunikasi yang baik, kemampuan bekerjasama dengan orang lain, memiliki kecerdasan emosional, memiliki kemampuan menilai, mengambil keputusan dengan baik juga berorientasi terhadap pelayanan dan memiliki kemampuan public speaking. “Guna menghadapi tantangan ke depannya, FK-UMSU akan terus mengalami perkembangan dengan pembukaan program studi baru dan pembukaan program spesialis. Penambahan beberapa program studi dan program spesialis itu merupakan jawaban atas kebutuhan tenaga dokter yang profesional,” pungkasnya.

Rapat Koordinasi FKIP Unmuh Bangka Belitung Fokuskan Tridharma

Rapat Koordinasi FKIP Unmuh Bangka Belitung Fokuskan Tridharma

Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung (Unmuh Babel) mengadakan Rapat Koordinasi dan Penyusunan Program Kerja pada Jumat (20/8) lalu. Penyelenggara rapat tersebut adalah Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Pendikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi (PJKR), Pendidikan Matematika (PMTK), dan Pendidikan Bahasa Inggris (PBI). Keempat prodi tersebut berada dalam Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP). Wakil Dekan I FKIP Unmuh Babel, Muhammad Eka M. Simbolon, MPd, menghadiri rapat tersebut. Kaprodi PGSD, PJKR, PMTK, dan PBI juga hadir. Berturut-turut, keempat namanya Romadon ST MPd, Widati Amalin Ulfah MPd, Yudi Yunika Putra MPd, dan Iful Rahmawati Mega MPd.

Dekan FKIP Unmuh Babel, Yuanita MPd, menjelaskan dalam situs resmi Unmuh Babel, rapat koordinasi ini rutin dilaksanakan sebelum memulai tahun ajaran baru. Tujuannya adalah melakukan penyusunan program kerja yang satu visi dengan prodi, fakultas, hingga universitas secara keseluruhan. FKIP juga menginginkan agar penyusunan program ke depannya dapat menyesuaikan dengan kebutuhan pembelajaran yang ada. Ia mengatakan bahwa rapat ini juga melakukan evaluasi terhadap program kerja sebelumnya, untuk membahas program kerja yang dapat bertahan. Sebab, hal tersebut berkaitan dengan keunggulan prodi masing-masing. “Kita perlu untuk mengolah program kerja sesuai dengan perkembangan dan analisis kebutuhan ke depannya,” ujarnya.

Selanjutnya, Wakil Dekan II FKIP Unmuh Babel, Ayen Arsisari MPd juga menyampaikan beberapa hal mengenai kegiatan yang terlaksana ini. Evaluasi program-program kerja harapannya bisa mengukur efektivitas kegiatan yang sudah terlaksana untuk meningkatkan branding dan kualitas. “Program kerja baru ini fokusnya pada pelaksanaan tridharma Unmuh Babel, yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian,” lanjutnya. Tidak hanya itu saja, tetapi FKIP Unmuh Babel juga mendukung kebijakan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka dari Kemendikbud.

Tim Hibah PKKM UNIMUS Gelar Webinar Media Pembelajaran

Tim Hibah PKKM UNIMUS Gelar Webinar Media Pembelajaran

Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) menggelar Webinar Media Pembelajaran bertemakan “Menggagas Ide bentuk Hybrid Learning di Perguruan Tinggi” secara online, Jum’at (20/8). Webinar ini merupakan rangkaian kegiatan lanjutan yang diselenggarakan tim hibah Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM) bekerjasama dengan Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Penjaminan Mutu (LP3M) Unimus. Kegiatan ini bertujuan untuk menyikapi keluhan dari sistem Pembelajaran Jarak jauh (PJJ) dengan menerapkan sistem pembelajran hybrid dengan pengkombinasikan PJJ dan pembelajaran tatap muka.

Dr. Samsudi Rahardjo dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan media pembelajaran dengan menggagas ide bentuk Hybrid Learning. “pembelajaran dengan system Hybrid adalah system pembelajaran yang dalam penyampaian Ilmu sangatlah penting, terutama bagi Dosen harus bisa dan mampu menggunakan serta menguasa system pembelajaran baru ini, sehingga bisa mengasilkan dokumen dokumen yang dapat djadikan bahan ajar bagi mahasiswa ,” paparnya. Ia berharap kegiatan ini dapat dijadikan sebagai bahan sharing tentang pembelajaran Kombinasi atau Hybrid yang diterapkan dimasa pandemic dan bisa berkelanjutan di masa yang akan datang.

Turut hadir sebagai narasumber Dr. Uwes Anis Chaeruman, M.Pd (Consultants dan Dosen Prodi Teknologi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Jakarta), Dr. Samsudi Rahardjo, MT., MM. selaku Wakil Rektor III, Dr. Edy Soesanto, S.Kp., M.Kes selaku Ketua LP3M dan diikuti lebih dari 100 peserta baik dari Unimus maupun dari perguruan lain.