UMS Kembali Lahirkan 14 Dokter Gigi Berprestasi Periode XV

UMS Kembali Lahirkan 14 Dokter Gigi Berprestasi Periode XV

Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali laksanakan pelantikan dokter gigi untuk kali ke-XV dengan jumlah 14 dokter gigi, Pelantikan dilaksanakan secara dalam jaringan (daring) dengan zoom dan live youtube pada Sabtu (31/7). Dokter gigi, Morita Sari, MPH, selaku Wakil Dekan I Fakultas Kedokteran Gigi UMS meyampaikan, pada periode ini terdapat 14 mahasiswa yang berhasil dikukuhkan sebagai dokter gigi yang berprestasi, dilhat dari IPK yang dihasilkan “Alhamdulillah untuk lulusan kali ini hampir setengah memiliki IPK 4,” ujarnya.

Dalam Sambutan Prof. Dr. Sofyan Anif, M.Si selaku Rektor UMS menyampaikan, bidang kesehatan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perkembangan iptek secara keseluruhan “Tidak hanya pendidikan saja, bidang kesehatan juga memiliki pengaruh yang signifikan,” ujar rektor.

Sofyan Anif juga memaparkan persyaratan menjadi dokter Muhammadiyah yang profesional yaitu, membekali diri dengan keilmuan serta memiliki semangat literasi yang cukup baik, membangun relasi yang luas, “Jaringan baik kepada rekan sesama dokter gigi UMS, dengan dokter gigi kampus lain dan bahkan dengan dokter gigi beda negara,” ujarnya. Kemudian, yang terakhir adalah bekerja atau mengabdi secara profesional

Ketua BPH UMS Drs. Ahmad Dahlan Rais, M.Hum dalam sambutannya memaparkan pentingnya memiliki bekal ketaqwaan dalam mengemban amanah sebagai dokter gigi, “Ilmu dalam Islam harus diimbangi wahyu,” ujarnya. Menurut Dahlan Rais jikalau ilmu yang dimiliki tidak dibarengi dengan agama yang kuat maka akan menimbulkan kekacauan dan akan merugikan manusia bahkan juga kemanusian. [] Humas UM Surakarta

STIA Muhammadiyah Selong Dukung Sistem Informasi Desa

STIA Muhammadiyah Selong Dukung Sistem Informasi Desa

Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Muhammadiyah Selong mengadakan Seminar Regional di Auditorium STIA Muhammadiyah Selong pada Sabtu (31/7) lalu. Seminar tersebut membawakan tema “Manfaat Sistem Informasi Desa (SID) dalam Pelayanan kepada Masyarakat”. Seminar ini membahas empat makalah mahasiswa-mahasiswa STIA Muhammadiyah Selong. Pembahas asli terdiri atas Muhammad Khairil SIP MSi, Kepala DPMD Kabupaten Lombok Timur; Dr M Hasbi Santoso M Mr, Asisten III Bidang Administrasi Umum; Drs Atma Yakin MM, Sekretaris Dinas Dukcapil Kabupaten Lombok Timur.

Dalam situs resmi STIA Muh Selong, Yanuar Affandy SH MM selaku Ketua Panitia mengungkapkan rasa syukur atas lancarnya seminar tersebut berlangsung. “Alhamdulillah, lancar. Materi yang menjadi bahan seminar sedang trend dan penting. Seminar ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan pengalaman kepada mahasiswa mengenai pentingnya Sistem Informasi Desa,” jelasnya.

Yanuar Affandy sepakat bahwa SID merupakan unsur yang sangat penting. Akan tetapi, perangkat desa sering melakukan pembayaran website dengan terlambat sehingga menyebabkan SID tidak dapat terakses. Bahkan, ironisnya, masih banyak pemerintah desa yang belum menganggarkan adanya SID bagi desa. Salah satu presentasi dalam makalah menjadikan Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Tmur sebagai objek penelitiannya. Hasil dari penelitian tersebut adalah imbauan agar Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) dapat memperhatikan dan menekan pemerintah desa untuk memasukkan SID dalam anggaran desa. Pada akhir wawancara, Yanuar Affandy berharap agar pelaksanaan seminar sejenis lebih sering lagi terselenggara di PTMA.

Dosen UMSi ciptakan Sarang Modern Trigona Penghasil Madu Murni Berkhasiat

Dosen UMSi ciptakan Sarang Modern Trigona Penghasil Madu Murni Berkhasiat

Dosen peternakan Universitas Muhammadiyah Sinjai (UMSi) melaksanakan pengabdian masyarakat di desa Bana kecamatan Bontocani Kab. Bone. kegiatan dilakukan untuk memperkenalkan teknologi terbaru dalam meningkatkan produksi madu. Inovasi ini menggunakan sarang lebah khusus trigona yang dikenal dengan sebutan Double Chamber PVC Hive. Sarang yg terbuat dari pipa paralon diyakini mampu menghasilkan madu lebih cepat dan lebih banyak dari sarang konvesional yang sudah lama dilakukan oleh masyarakat setempat.

Pengabdian ini dilakukan Azmi Mangalisu dosen UMSi yang berhasil lolos sebagai penerima dana hibah DRPM tahun anggaran 2021 setelah melewati proses seleksi proposal dengan skema Program Kemitraan Masyarakat (PKM).
Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dalam meningkatkan produksi madu trigona melalui penerapan teknologi double chamber PVC Hive di dusun Bana Tengnga Desa Bana. “Alhamdulillah, kami sebagai petani lebah sangat terbantu dengan adanya sosialisasi dan bantuan sarang modern yang nyata dapat meningkatkan produksi madu trigona di Desa kami, kami berterima kasih untuk ilmu yang dibagikan dosen peternakan UMSi,” ujar Mustafaenal Akhyar salah satu peternak lebah trigona.

Kegiatan yang dilaksanakan selama 2 hari ini juga dihadiri Mochamad Nurdin, S.IP., MA selaku WR 3 UMSi bagian kemahasiswaan, publikasi, kerjasama dan alumni, Baharuddin, S.Sos., S.Pd.I., M.Si selaku kepala LPPM UMSi, Dr. abd Hakim Fattah, S.Pt., M.Si selaku Dekan Fakultas Sains dan Teknologi, serta dosen dan mahasiswa peternakan. Pengabdian ini dihadiri juga para Inspirator Lebah Madu Indonesia Region Sulsel, anggota kelompok tani dan para pejabat desa setempat.

5 PTM Raih 100 Besar Universitas Terbaik di Indonesia Versi Webometrics 2021

5 PTM Raih 100 Besar Universitas Terbaik di Indonesia versi Webometrics 2021

Lima Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) berhasil masuk pada 100 Universitas Terbaik di Indonesia versi Webometrics 2021. Prestasi membanggakan diraih Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) yang menyabet peringkat ke-10, disusul Universitas Ahmad Dahlan (UAD) peringkat 31, Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) peringkat 50, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) di peringkat 54, dan UHAMKA peringkat 69.

Muhammad Sayuti selaku Sekretaris Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah mengapresiasi kerja keras dan prestasi PTM yang berhasil masuk 100 Universitas terbaik. “Hasil dari pemeringkatan menunjukkan usia muda kampus Muhammadiyah bukan menjadi penghalang dalam berprestasi. Banyak PTM yang usianya relatif muda berhasil mengungguli universitas-universitas negeri yang berusia lebih tua,” paparnya.

Pemeringkatan ini menjadi ajang dan kesempatan PTMA untuk belajar dan bekerja lebih keras. Kampus dengan usia muda maupun tua bukan menjadi masalah untuk mengejar sebuah ketertinggalan. “Karena menjadi tua itu takdir dan menjadi maju itu sebuah pilihan,” pesannya.

Sementara Prof. Dr. Achmad Nurmandi,M.Sc.,Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Internasional UMY menyatakan bahwa UMY masuk peringkat kedua di DIY setelah UGM. ”Di Daerah Istimewa Yogyakarta, UMY menduduki peringkat kedua setelah UGM. Kenaikan signifikan dari peringkat Januari 2021 adalah visibilitas atau impact UMY. Demikian pula pada peringkat openness dan excellence, yang ditunjukkan pada meningkatnya jumlah paper dan sitasi yang dihasilkan dosen dan mahasiswa UMY,” jelasnya dilansir dari Website Resmi UMY.

Dilansir dari situs resmi Webometrics, pemeringkatan universitas terbaik ini bertujuan untuk mempromosikan open access terhadap pengetahuan yang dihasilkan oleh perguruan tinggi dengan beberapa indikator penilaian, yaitu dari sisi visibilitas, impact, openess dan excellence.

FEB UM Palembang Gelar Pelatihan Pengelolaan Bisnis

FEB UM Palembang Gelar Pelatihan Pengelolaan Bisnis

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Palembang (UM Palembang) menggandeng Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Darussalam mengadakan Pelatihan dan Lokakarya Pengelolaan Bisnis, Kamis (29/07). Bertempat di Kompleks Raflesia Palembang, kegiatan ini diadakan dalam rangka mendukung implementasi program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM).

Wakil Rektor III Dr. Ir. Mukhtarudin Muchsiri, M.P., membuka acara sekaligus memberikan sambutan menyebutkan bahwa kegiatan ini merupakan kontribusi dari UMP untuk program MBKM. Dalam MBKM banyak program kemahasiswaan yang dapat dilakukan oleh mahasiswa. Oleh karena itu mahasiswa harus aktif dan selalu berkoordinasi dengan Kaprodi untuk mendapatkan hal tersebut.

Salah satunya kegiatan MBKM dibidang kemahasiswaan yaitu Pelatihan dan Lokakarya Pengelolaan Bisnis bagi mahasiswa, karena pungsi lain dari pelatihan ini akan membangun skill mahasiswa, dan mendapat tutor langsung dari ahlinya, selain dari ilmu yang didapat waktu pembelajaran di kampus. “UM Palembang mendapatkan liga 2 dalam hibah MBKM, dan satu-satunya di Sumbagsel. Dan Prodi Manajemen salah sstu prodi yang mendapat hibah tersebut’ jelasnya.

Dr. Ir. Mukhtarudin Muchsiri, M.P., mengajak mahasiswa UMP manfaatkan peluang ini untuk mendukung skill dan kompetensi lulusan mahasiswa Prodi Manajemen dalam mengelola bisnis karena nantinya luaran dari pelatihan ini akan diterbitkan dalam SKPI mahasiswa. [] Humas UM Palembang

UM Banjarmasin Berkomitmen Tingkatkan Kualitas SDM dalam MoU

UM Banjarmasin Berkomitmen Tingkatkan Kualitas SDM dalam MoU

Universitas Muhammadiyah Banjarmasin melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU), Rabu (7/7) lalu. Pihak kedua dari penandatanganan MoU tersebut adalah Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kapuas dan Dinas Pendidikan Kabupaten Kapuas. Aula Adijani Al Alabij, Kapus Utama UM Banjarmasin, menjadi lokasi kegiatan penandatanganan MoU tersebut. Kesepakatan dalam kerja sama adalah mengimplimentasikan tridarma perguruan tinggi. Implementasi tersebut misalnya menjalankan proses rekrutmen mahasiswa, penyaluran alumni ke lapangan pekerjaan yang tersedia, dan poin-poin kesepahaman lainnya.

Rektor UM Banjarmasin, Prof Dr H Ahmad Khairuddin MAg, mewakili UM Banjarmasin dalam kegiatan itu. Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kapuas, Dr H Suwarno Muriyat SAg MPd mewakili Dinas Pendidikan Kabupaten Kapuas. Suwarno Muriyat mengatakan dalam sambutannya, bahwa Dinas Pendidikan menyambut baik adanya kesepahaman ini. Sebab, hal ini sesuai dengan komitmen Pemerintah Kabupaten Kapuas untuk meningkatkan kualitas SDM. “Hal ini juga, secara spesifik, menjadi amanat yang tertuang dalam program-program Kemendikbud,” paparnya dalam situs resmi UM Banjarmasin.

Dalam sambutannya, Suwarno juga menyampaikan empat target yang ingin dicapai oleh Pemkab Kapuas khususnya di bidang pendidikan, melalui sebuah program yang diberi nama “Pendidikan Hebat Kapuas Cerdas”. Target-target tersebut adalah peningkatan mutu lulusan, peningkatan profesionalisme pendidik dan tenaga kependidikan, peningkatan peran stake holder, dan implementasi kurikulum berbasis kearifan lokal.

Prof Ahmad Khairuddin dalam pidatonya juga menyambut baik terjalinnya kesepahaman antara UM Banjarmasin dengan PDM dan Dinas Pendidikan Kabupaten Kapuas ini. Hal ini, menurtnya, merupakan salah satu upaya universitas untuk melebarkan sayapnya, serta bagian dari usaha untuk mencapai visi universitas untuk menjadi perguruan tinggi yang terkemuka, unggul, profesional, berkarakter Islam yang berkemajuan di Kalimantan tahun 2025.

Unmuh Bangka Belitung Beri Beasiswa bagi Mahasiswanya

Unmuh Bangka Belitung Beri Beasiswa bagi Mahasiswanya

Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Bangka Belitung melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) pada Rabu (8/7) lalu. Pihak lain yang menandatangani adalah Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Bangka Belitung. Unmuh Bangka Belitung diwakili oleh Gatot Aprianto Sos. Ia adalah Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, AIK dan Sistem Informasi Unmuh Babel. Sementara itu, Baznas Provinsi Bangka Belitung diwakili oleh Muhammad Atobi AB SH MH. Beliau adalah Wakil Ketua 4 Baznas Provinsi Bangka Belitung.

Muhammad Atobi menyampaikan bahwa MoU ini dalam rangka membantu meringankan beban biaya pendidikan. Sasaranya yakni para mahasiswa Unmuh Bangka Belitung yang kurang mampu. “Program-program ini menjadi wujud harapan kita. Harapan agar jangan sampai persoalan biaya menyebabkan semakin banyak anak-anak yang putus sekolah atau kuliah. Perjanjian kerja sama beasiswa ini adalah salah satu upaya kita,” ujarnya.

Ia juga memastikan bahwa penerima manfaat beasiswa ini nantinya merupakan mahasiswa yang memang sudah terverifikasi tidak mampu. Kemudian, ia juga berharap, para mahasiswa yang mendapatkan bantuan beasiswa dapat menjadi ujung tombak bagi pembangunan umat Islam yang lebih baik. Salah satunya adalah dari mustahik (penerima zakat) harus berubah menjadi muzaqi (orang yang menyerahkan atau menyalurkan zakat) yang potensial.

Kemudian, Gatot Aprianto mengucapkan terima kasihnya. Ia berterima kasih kepada pihak Baznas Babel yang sudah berkontribusi aktif menyalurkan santunan beasiswa bagi mahasiswa kurang mampu. ”Insya Allah mahasiswa penerimaan beasiswa ini adalah mereka yang sebelumnya sudah betul-betul kita verifikasi dan visitasi. Artinya, mereka memenuhi syarat sebagai penerima manfaat beasiswa Baznas ini,” harapnya.

Webinar Pengembangan Usaha: Unit Usaha Dorong Pendapatan PTMA

Webinar Pengembangan Usaha: Unit Usaha Dorong Pendapatan PTMA

Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah kembali mengadakan Webinar Pengembangan Usaha seri ke-4, Sabtu (10/07). Prof. D. H. Chairil Anwar selaku Wakil Ketua Majelis Diktiltibang PPM menyebutkan beberapa webinar sebelumnya juga sudah diadakan dan menampilkan beberapa narasumber dari para pimpinan dan eksternal PTMA. “Untuk webinar kali ini, akan dihadiri oleh narasumber yang berasal dari tiga perguruan tinggi yang berada di posisi atas PTMA yaitu Prof Dr Agussani, MAP selaku Rektor UMSU, Utik Bidayati SE MM selaku WR Bidang Keuangan UAD, dan Dr Zamah Sari MAg selau WR II Uhamka,” pungkasnya.

Tujuan utama diadakannya webinar ini adalah agar pimpinan PTMA di seluruh Indonesia merasa adanya suatu kebutuhan bahwa pengembangan usaha dimasing-masing kampus pada keadaan saat ini merupakan suatu keharusan. “Karena itulah kita senantiasa berupaya untuk menyampaikan kisah sukses dari perguruan tinggi kita,” papar Koordinator Bidang Litbang dan Pengembang Usaha tersebut. ke depannya, hasil dari keseluruhan webinar yang diadakan oleh Bidang Litbang dan Pengembang Usaha ini dapat dijadikan buku sehingga paparan presentasi yang diberikan oleh para narasumber dapat bermanfaat dan mendorong pengembangan usaha di lingkungan PTMA.

Mengawali pemaparan materi, Utik Bidayati SE MM menyampaikan income dari PTMA seharusnya tidak hanya berasal dari satu sumber. Hal tersebut juga sudah menjadi kebijakan dalam akreditasi perguruan tinggi yang mendorong adanya income selain dari SPP mahasiswa. “Terlebih pada masa pandemi, kondisi ini sangat luar biasa kita alami karena adanya multiplayer effect dari pandemi dan berimbas pada PTMA,” paparnya. UAD sendiri juga memiliki beberapa luaran dalam bentuk riset yang menjadi income generating sebagai bentuk knowledge based product. Sehingga produk dari hasil riset diarahkan untuk dikomersialkan.

Prof Dr Agussani MAP, Rektor UMSU juga sepakat bahwa dibutuhkannya sumber pemasukan yang bukan hanya dari SPP. Saat ini Unit Usaha UMSU memiliki Kabun Kelapa Sawit dengan jumlah lahan 116 Hektar berlokasi di Sosor Gadong Tapanuli Tengah. “Baru 5 tahun belakangan ini kami melakukan dengan tata kelola dengan baik. Alhamdulillah dari penghasilan selama 5 tahun tersebut pendapatan yang kami terima 1,5 M dalam setahun,” paparnya. Prof Dr Agussani juga menyebutkan adanya Kebun Kelapa Sawit berlokasi di Sibiru Biru, Deli Serdang yang dikelola langsung dibawah Fakultas Pertanian UMSU. “Alhamdulillah, hasil dari pengelolaan tersebut mengasilkan kurang lebih 500jt pertahun,” paparnya.

Diakhir, Dr Zamah Sari MAg memaparkan pengalaman usaha Uhamka dengan mengelola lima unit bisnis usaha. Diantaranya Bank Perkreditan yang sudah berdiri pada 1990. Selanjutnya yaitu adanya catering Uhamka dan produksi air mineral yang saat ini dibawah PT Usaha Terpadu Uhamka (PT Utama). Pada 2021 Uhamka juga mendirikan Surya Tekno Komputindo. “Saat ini kami lebih fokus pada dua bisnis terakhir yang dikelola oleh Uhamka yaitu PT Utama,” pungkasnya. Adapun empat divisi utama yang dikelola oleh PT Utama diantaranya Konstruksi, Perawatan gedung, Percetakan dan penerbit, serta makanan dan minuman.

Uhamka, Himpunan Mahasiswa Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis

HIMA Ekonomi Islam Uhamka Adakan Company Visit Daring

Uhamka, Himpunan Mahasiswa Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA menyelenggarakan kunjungan daring ke Pusat Kajian Strategis Badan Amil Zakat Nasional dan Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah, Rabu (30/06). Bertemakan “Perkembangan dan Pengaplikasian Ekonomi Syariah dalam Dunia Kerja” kegiatan ini bertujuan untuk menambah ilmu pengetahuan tentang dunia kerja bukan hanya secara teori namun juga dari sisi manfaat pada perusahaan berbasis syariah. Sebanyak 55 peserta yang hadir juga mempelajari sistem perusahaan untuk mengetahui faktor penunjang keberhasilan dari perusahaan berbasis syariah.

UmmuSalma Al Azizah selaku Kepala program studi Ekonomi Islam FEB UHAMKA memberikan respon positif terhadap kegiatan ini. “Harapannya dengan adanya kegiatan ini, para peserta mampu menerapkan ilmu yang diperolehnya dengan melakukan pengamatan atau penelitian yang berguna untuk memajukan ekonomi Islam,” tuturnya.

Kegiatan ini dimulai dengan pembahasan materi, profil dan perkembangan PUSKAS BAZNAS dalam mengelola lembaga BAZNAS serta penguatan pengelolaan zakat yang dipandu oleh Yunus Affandi selaku Kepala Sekretariat PUSKAS BAZNAS. Materi tambahan oleh Peneliti Senior PUSKAS BAZNAS oleh Abdul Aziz Yahya Saoqi, Ali Chamani Al Anshory dan Aisha Putrina Sari.

Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan pembahasan materi profil dan perkembangan KNEKS dalam memperkuat ekonomi dan keuangan syariah yang dipandu oleh Putu Rahwidhiyasa dan pemberian materi tambahan oleh Sudarmawan Samidi dan Hayati Zahri.

STKIPM Kuningan Lolos Program KMMI Kemendikbud-Ristek

STKIPM Kuningan Lolos Program KMMI Kemendikbud-Ristek

STKIP Muhammadiyah Kuningan menorehkan prestasi gemilang. Bersama dengan beberapa PTMA lainnya, mereka menjadi pelaksana program Kredensial Mikro Mahasiswa Indonesia (KMMI). Program ini merupakan program milik Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud-Ristek) tahun 2021. Kabar membanggakan ini tertuang dalam Surat Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Sabtu (26/6) lalu. Proses seleksinya sendiri yakni sejumlah dua tahap, yakni seleksi proposal dan seleksi presentasi.

Atang Sutisna, Ketua Lembaga Pengembangan Kurikulum (LPK), menyampaikan bahwa STKIPMKu merupakan salah satu dari 85 perguruan tinggi di Indonesia yang menerima hibah pelaksana program KMMI tahun 2021. Hal ini membuktikan bahwa STKIPMKu merupakan perguruan tinggi yang mampu bersaing. Dalam situs resmi STKIPMKu, Anang menyampaikan pada Kamis (1/7) lalu perihal dua program khusus STKIPM Kuningan. “Yaitu program Kursus Membangun Aplikasi Web Marketplace dan Toko Online sebagai Platform Jual-Beli Online. Program kedua, Kursus Membuat Landing Page untuk Produk Unggulan UMKM,” papar Atang. Capaian prestasi ini merupakan hasil kerja kerasnya bersama tim. Tim tersebut terdiri atas  Pusat Sumber Data Informasi (SDI) dengan Sofhian Fazrin Nasrullah sebagai koordinatornya.

Selain itu, program KMMI sendiri akan diimplementasikan sesuai dengan visi STKIPMKu yaitu unggul dalam pendidikan, teknologi dan kewirausahaan. Ketua STKIPM Kuningan, Nanan Abdul Manan, menyampaikan rasa syukurnya atas capaian STKIPMKu dan beberapa Perguruan Tinggi Muhammadiyah lainnya yang lolos dalam program Kampus Merdeka dan Merdeka Belajar. “Tentu saja ini prestasi gemilang bagi STKIPMKu mendapat kesempatan menjadi perguruan tinggi yang mengelola program KMMI,” ucapnya.

Beberapa PTMA yang lolos KMMI-2021 selain STKIPMKu adalah, Universitas Muhammadiyah Ceribon, Universitas Muhammadiyah Gresik, Universitas Muhammadiyah Magelang, Universitas Muhammadiyah Makasar, Universitas Muhammadiyah Malang, Universitas Muhammadiyah Palangkaraya, Universitas Muhammadiyah Pringsewu, Universitas Ahmad Dahlan dan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara.