Pimpinan PTMA agar lebih progresif untuk memulai proses belajar mengajar berbasis e-learning, baik dilakukan dalam kampus maupun dengan pola pendidikan jarak jauh. “Ini menjadi suatu yang tidak bisa ditunda sebagai respon tuntutan pasar. Lebih lagi Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah mendeklarasikan Muhammadiyah Online atau MOU yang merupakan proses pendidikan jarak jauh berbasis perguruan tinggi,” demikian disampaikan Wakil Ketua Majelis Diktilitbang PPM Prof Edy Suandi Hamid dalam acara workshop penyusunan kurikulum untuk PJJ di Hotel Sahid Yogyakarta, Senin (1/5).

Kegiatan diikuti sebanyak 57 peserta, dengan nara sumber dari team kelembagaan dan contents untuk pendirian MOU.
Lebih lanjut Prof Edy mengemukakan, ide dasar workshop awalnya hanya untuk menstimulus PTMA agar memulai PJJ berbasis matakuliah dan prodi. Namun sebagai organisasi yang memiliki 167 PT, PPM melihat bahwa Muhammadiyah harus mengambil inisiatif memulai PJJ berbasis PT.

“Kita memiliki modal sosial, sarana prasarana, dan SDM lebih dari PTS yang lain. Oleh karena itu kita harus menjadi pionir walau proses administrasi pendirian masih panjang. Namun target kita tahun ini MOU sudah berdiri dan berizin,” ujar Prof Edy. Kegiatan workshop diisi oleh team pengembangan yang terdiri Dr Bambang, Dr Wahyudi, Punang Puja MSi, Dr Adam Jerusalem, dan Munawar Kholil. []RED

PTMA Harus Jadi Pionir PJJ

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.