Muhammadiyah Dirikan Universitas Pertama di Tanah Berau

Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Muhammadiyah (STIEM) Tanjung Redep resmi berubah bentuk menjadi Universitas Muhammadiyah Berau setelah diresmikan secara langsung oleh Wakil Gubernur Kalimantan Timur Hadi Mulyadi dan Plt Bupati Berau Agus Tantomo, di kampus setempat, (27/12).

Turut hadir, Prof Lincolin Arsyad selaku Ketua Majelis Diktlitbang PPM melantik Dr. Syarifudin, M.Pd sebagai Rektor UM Berau masa jabatan 2020-2022 secara daring. Menjadi Universitas pertama di tanah Berau, universitas ini menyediakan 8 program studi sarjana seperti Manajemen, Ekonomi Pembangunan, Akuntansi, Teknik Sispil, Teknik Lingkungan, Perencanaan Wilayah dan Kota, Bisnis Digital, dan Konservasi Biologi.

Dalam sambutannya, Dr. Syarifudin menyebutkan jumlah mahasiswa aktif UM Berau saat ini 1.577 orang yang mayoritas berasal dari desa terpencil di wilayah Berau dan Kaltara yang secara ekonomi tidak mampu kuliah di luar Kaltim.

Menyambung Syarifudin, Wakil Gubernur Kalimantan Timur Hadi Mulyadi dan Plt Bupati Berau Agus Tantomo memberikan apresiasi tinggi kepada Muhammadiyah yang telah menunjukkan komitmen nyata untuk membangun masyarakat Berau. Mereka berharap, UM Berau mampu menciptakan sumber daya manusia Berau yang mampu memaksimalkan potensi daerahnya sehingga semakin berkembang dan maju.

“Saya terimakasih dan apresiasi setinggi-tingginya untuk universitas di tanah Berau. Ini memberikan peluang SDM berkualitas dan kompeten di bidangnya. Banyak sektor potensial untuk dikembangkan. Dengan SDM andal ini potensi kita bisa diolah jadi kompetitif,” ujar Agus Samtomo.

Dosen Teknik UMY Siapkan SD Muhammadiyah Klaten Utara Jadi Sekolah Siaga Bencana

Dua dosen Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Nur Setiawan, ST, MT, PhD dan Rama Okta Wiyagi, ST, M.Eng berkolaborasi dengan mahasiswa Fakultas Teknik UMY melaksanakan program pengabdian masyarakat berbasis persyarikatan Muhammadiyah di SD Muhammadiyah Klaten Utara. Pengabdian yang mengusung tema “Program Sekolah Siaga Bencana” tersebut dilakukan pada periode Februari hingga Agustus 2020.

“Pengabdian ini dilaksanakan dalam rentang waktu beberapa tahap dan tidak cukup jika harus diselesaikan dalam satu hari apalagi sempat tertunda karena covid-19. Dalam program pengabdian ini kami juga bekerjasama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Klaten untuk memberikan materi dan pengetahuan mengenai mitigasi bencana,” jelas Nur Setiawan melalui website UMY. Dalam pelaksanaannya, pengabdian ini dimulai dari observasi, survei, pembuatan papan informasi, sosialisasi dan simulasi.

Nur Setiawan mengatakan hal penting yang dilakukan adalah mengedukasi warga sekolah terkait dengan kesiapsiagaan menghadapi bencana seperti pemilihan titik kumpul, rute dan pemasangan jalur evakuasi, pemasangan alat pendeteksi getaran gempa, dan juga melaksanakan simulasi bencana. “Respon positif juga kami terima dalam pelaksanaan program pengabdian ini. Pihak sekolah sangat antusias dalam menyambut kegiatan ini sebagai salah satu kegiatan untuk meningkatkan kesadaran pihak sekolah dalam menghadapi bencana,” imbuh Nur Setiawan lagi.

Melalui pengabdian ini, Nur Setiawan dan tim berharap pihak sekolah secara mandiri dan berkelanjutan dapat menjalankan sosialisai dan pembelajaran tentang bencana kepada para siswanya. Walaupun sempat tertunda karena Covid-19, program pengabdian ini akhirnya berjalan lancar dan juga dijalankan sesuai dengan protokol kesehatan hingga pengabdian ini selesai. []Humas UMY

Prodi Pendidikan Ekonomi Tingkatkan Kualitas Pembelajaran ICT

Program Studi Pendidikan Ekonomi, Universitas Muhammadiyah Metro gelar Workshop Pengembangan Kualitas Pembelajaran Berbasis ICT bagi dosen, bertempat di Laboratorium Pendidikan Ekonomi UM Metro, Senin (21/12).

Kaprodi Pendidikan Ekonomi, Triani Ratnawuri, M.Pd. berharap dengan adanya kegiatan ini para dosen Pendidikan Ekonomi memiliki kemampuan dan semangat tinggi untuk tetap melangsungkan pembelajaran di tengah pandemi Covid-19.

“Dengan pembekalan melalui workshop ini harapannya dosen dapat mengimplementasikan pengetahuannya untuk membuat bahan ajar yang berkualitas dan menarik minat belajar mahasiswa,” kata Triani.

Sementara itu, Arif Hidayat, S.T.,M. Kom selaku narasumber menyampaikan, workshop ini menjadi solusi bagi dosen dalam mengoperasikan Spada. “Semoga dengan adanya workshop ini, dapat menjawab dan menjadi solusi kesulitan-kesulitan Bapak/Ibu dosen dalam mengoperasikan Spada-nya serta mempermudah pekerjaan Bapak/Ibu sekalian,” ungkap Arif.

Selain Spada, workshop ini juga membahas video pembelajaran dengan melibatkan Riswanto, M. Pd. Si.
Menurutnya pembuatan video pembelajaran menjadi penunjang dalam proses belajar mengajar di kampus, lembaga pendidikan lainnya, atau lembaga pemerintah sekalipun.

Sedangkan Bungsudi, S.Pd. yang menjadi pemateri terakhir menjelaskan pemanfaatan zoom meeting dan google meet sebagai media pembelajaran di tengah pandemi Covid-19. “Zoom meeting dan google meet saat ini menjadi alternatif pilihan sebagai media pembelajaran daring yang bisa digunakan secara tatap muka antara dosen dan mahasiswa. Oleh karena itu Bapak/Ibu harus memahami fitur dan fungsinya dengan baik sehingga media yang ada dapat digunakan secara maksimal,” jelas Bungsudi. []Humas UM Metro

UMKU Sinergi dan Kolaborasi dengan UM Gresik

Rektor Universitas Muhammadiyah Gresik Prof. Dr. Ir. Setyo Budi, MS melakukan penandatanganan kerja sama dengan Rusnoto, SKM., M.Kes Rektor Universitas Muhammadiyah Kudus di Gresik, (22/12). Kerja sama ini dilakukan dalam rangka meningkatkan kerja sama Tri Darma Perguruan Tinggi yaitu di bidang Pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat.

Rektor Universitas Muhammadiyah Gresik dalam sambutannya memaparkan sangat terbuka dengan penawaran kerja sama UM Kudus untuk saling bersinergi dan berkolaborasi. “Karena setiap Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) mempunyai strategi dalam mengembangkan kampus Muhammadiyah,” paparnya.

Dr. Khoirul Anwar, M.Pd selaku Wakil Rektor I UMG juga memaparkan kerja sama akan memudahkan kedua kampus untuk maju bersama. “Jika ingin maju jalan sendiri bisa cepat tetapi jika berjalan jauh maka kita harus bersama. Peluang kerjasama yang bisa kita laksanakan di pengembangan SDM, kualifikasi riset bersama, kolaborasi menulis dan menulis bersama,” paparnya.

Rusnoto, SKM., M.Kes berharap silaturahim yang ditandai dengan penandatanganan MoU ini bisa terlaksana dengan baik. “UMKU memilih belajar ke UM Gresik karena sebagai Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) yang sudah besar dan masih muda,” paparnya.

Turut hadir Anny Rosiana Masithoh, M.Kep selaku WR III, Dekan FST dan FEKODIKHUM Muhammad Purnomo, M.HKes, Ketua Program Studi S1 Farmasi Zaenal Fanani, M.Sc .Apt, Ketua Program Studi S1 Teknik Industri Muadzah, ST., MT, Direktorat Kerjasama Noor Azizah, S.SiT., M.Kes. []Humas UMKU

Mahasiswa PJKR UMMI Juara 1 Mix Martial Arts Competitions

Mahasiswa Program Studi (Prodi) Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi (PJKR) Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI), Reza Azhari menjadi Juara Nasional Mini Rumble Martial Arts Competition yang berlangsung di Gor Disdikpora Karawang Timur, Senin-Selasa (21/22).

Eza masuk kelas 84 kg kickboxing dan meraih juara 1 setelah mengalahkan lawan tangguh dibabak final. Eza merasa puas dengan hasilnya, namun eza masih fokus latihan kembali untuk bersiap menghadapi pertandingan selanjutnya. “Dalam waktu terdekat saya akan ikut pertandingan pencak silat bebas di Tanggerang pada tanggal 20 Desember mendatang,” ucapnya dikutip dalam website resmi UM Sukabumi.

Dosen PJKR UMMI, Firman Setiabudi, M.Pd menyampaikan UMMI khususnya Prodi PJKR sangat mendukung kegiatan-kegiatan kemahasiswaan yang berhubungan dengan prestasi mahasiswa.

Firman menyebut, pihak kampus selalu memonitor dan memantau bakat dan minat mahasiswanya. Terlebih di Prodi PJKR, selain menyiapkan tenaga pendidik yang handal di bidang olahraga, juga mampu mencetak atlet-atlet yang berprestasi, salah satunya adalah Reza Azhari.

“Sebetulnya banyak mahasiswa UMMI yang jadi juara dibidang olahraga ditingkat nasional, seperti Pencak Silat dan lain-lain, hal itu bukti bahwa UMMI mampu turut mempersiapkan generasi muda olahraga yang berprestasi,” ujar Firman.

Reza Azhari, menyampaikan kemenangan yang diraihnya di persembahkan untuk UMMI. “Semoga ini bisa menjadi motivasi kepada teman-teman yang lain agar bisa berprestasi,” kata Reza. Dalam kesempatan itu juga prodi PJKR UMMI menyampaikan rasa terimakasih kepada Reza atas perjuangannya. []Humas UMMI

Warek IV UM Metro Resmikan Masjid SMA MU Ahmad Dahlan Metro

Dr. M. Ihsan Dacholfany, M.Ed., Wakil Rektor IV Universitas Muh Metro meresmikan Masjid SMA Muhammadiyah Dahlan Metro, Selasa (22/12). Dr. M. Ihsan dalam sambutannya mengharapkan agar penggunaan masjid diperuntukan untuk kegiatan keagaman, sosial, ekonomi, dan pendidikan. “Masjid Ahmad Dahlan ini mudah-mudahan bisa menjadi pusat peradaban, selain tempat ibadah juga digunakan kegiatan sosial, ekonomi dan pendidikan seperti musyarah, diskusi dan lain sebagainya,” papar anggota PDM Kota Metro tersebut.

Ia melanjutkan masjid ini diharapkan dapat menjadikan warga SMU MUAD semakin profesional misalnya dengan mengadakan kerja sama yang baik antar warga SMA MUAD baik guru, orang tua, murid dengan selalu tetap komunikasi, koordinasi, dan konsultasi dengan Tim Pendiri dan Pengurus Muhammadiyah khususnya Majelis Dikdasmen. “inshaAllah apa yang diharapkan dapat tercapai,” paparnya

Turut hadir, Tim Pendiri seperti Kustono, S.Ag yang juga wakil ketua PDM Kota Metro, Ali Musyafa, S.Ag. M.M, Zainal Abidin, M.Pd.I, Mardani Usman M.Pd, Bekti Satriadi, M.Pd, Jihad Mujiono SPd, juga dihadiri oleh Kepala Sekolah SMA MUAD Ust. Alex Kurniawan, S.Pd., para Wakil Kepala Sekolah dan segenap guru SMP dan SMA MUAD. Kemudian acara dilanjutkan dengan peletakan batu pertama pembagunan asrama putri SMA MUAD dengan harapan dan doa agar pembangunan asrama ini dapat cepat selesai dan mendapatkan manfaat berkahnya.

UHAMKA Edukasi Generasi Muda Gunakan Produk Halal dan Thayyib

Pusat Kajian Halal Uhamka (PKHU) bekerjasama dengan Lembanga Penelitian dan Pengembangan Masyarakat (LPPM) Uhamka adakan event sosialisasi dan edukasi bersama siswa-siswi SMA Muhammadiyah 23 Jakarta dengan program Halal Goes to School (11/12).

Kegiatan yang bertajuk Sosialisasi dan Edukasi Halal Pada Tingkat Remaja ini dihadiri 230 peserta. Peserta merasa terbuka pengetahuannya terkait makanan yang halal dan thayyib. Hal ini menegaskan bahwa sebagai seorang muslim memang harus mengonsumsi bahkan menggunakan kosmetik yang terjamin kehalalannya.

Etin Diah Permanasari selaku Ketua PKHU mengungkapkan kegiatan ini bertujuan untuk menambah pengetahuan generasi muda mengenai halal dan thayyib. “kegiatan ini membantu meningkatkan kesadaran halal dan thayyib bagi generasi muda Indonesia, sehingga nantinya mereka memiliki perilaku sadar halal dan thayyib yang dapat dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari”, ujarnya.

Mahasiswa FP UMSU Juara Dua Kompetisi Bioteknologi Internasional

Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara meraih juara dua dalam Kompetisi Bioteknologi Internasional yang berlangsung di Universiti Malaysia (UTM), Jumat-Sabtu (18-19/12). “Capaian prestasi ini patut kita syukuri. Apa yang diraih oleh tim PKM Fakultas Pertanian menjadi kebanggan tersendiri. Apalagi bisa meraih peringkat dua di kompetisi internasional yang diikuti tim dari universitas ternama dari Indonesia dan Malaysia bukanlah hal mudah,” kata Rektor UMSU, Assoc. Prof. Dr. Agussani, MAP disela pidato wisuda di Kampus Jl Kapten Mukhtar Basri.

Menurut Rektor, prestasi yang diraih bisa menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya. Prestasi yang diraih menunjukkan situasi pandemic Covid-19 bukanlah hambatan, tapi sebaliknya bisa melahirkan kreatifitas dan inovasi. Sebelumnya, Wakil Rektor III, Dr. Rudianto, MSi bersama WR I, Assoc. Prof. Dr. Muhammad Arifin Gultom, SH, MH, WR II, Assoc. Prof. Dr Akrim, MPd dan Sekretaris Universitas, Gunawan, MTH menerima Mahasiswa Tim PKM yang sukses mengharumkan nama UMSU di Kompetisi internasional. Dia mengharapkan agar tim jangan cepat merasa puas dengan prestasi yang diraih.

“Jangan berhenti sampai disini, terus ikuti lomba internasional yang ada khususnya pada tahun 2021 nanti, ” kata Dr. Rudianto, MSi. Dia juga mengucapkan terima kasih pada staf ahli bidang pertanian Syaiful Amri Saragih, M.Sc , dan Wida Akasah, M.Sc bersama WD3 yang terus mendampingi mahasiswa Tim PKM . Kompetisi 6th International Biotechnology Competition And Exhibition 2020 mengusung tema, Empowering Nations : Towards A More Susitanable Future yang dilaksanakan Jumat-Sabtu (18-19/12). Pada kompetisi itu diikuti oleh Mahasiswa Tim PKM Fakultas Pertanian UMSU dengan Eqy Astanza sebagai Ketua, Amara Tania Ginting dan Amalia Fauziah Hulwani sebagai Anggota.

Judul yang di kompetisaikan adalah Bio-Rechipe Garco As An Organic Pesticide For Controlling Thrips, Thrips Tabaci (Lindeman) (Thysanoptera, Thripidae) Attacking Indonesian Hot Pepper Capsicum Annum L. Pada kompetisi tersebut berhasil meraih Runner-Up atau juara kedua dengan jumlah peserta yang mengikuti sebanyak 39 peserta. Dekan Fakultas Pertanian UMSU, Assoc. Prof. Dr. Asritanarni Munar di dampingi Dr. Dafni Mawar Tarigan (WD1) dan Mhd Thamrin, M.Si (WD3) menyampaikan terima kasih atas dukungan yang diberikan kepada mahasiswa Tim PKM Fakultas Pertanian UMSU sehingga mampu meraih prestasi internasional meski di dalam masa pandemi Covid-19.

Launching dan Bedah Buku, UMSB Hadirkan Cendikiawan Nasional-Internasional

Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (UMSB) resmi meluncurkan dua buku dengan judul “Islam Sebagai Dasar Negara: Polemik Antara Mohammad Natsir Versus Soekarno” dan “68 Tahun Melukis di Atas Awan: Memoar Biografi Dr. Shofwan Karim”, Jumat (18/12). Diadakan secara virtual, kegiatan ini juga diikuti bedah buku karangan Ketua PWM Sumbar Buya Dr. Drs. H. Shofwan Karim, BA, MA.

Irman Gusman, SE, MBA selaku narasumber mengungkapkan Shofwan Karim merupakan sahabat dekat yang sudah dikenalnya lebih dari 25 tahun. Terkait pandangannya terhadap polemik M. Natsir dan Soekarno, Irman Gusman mengatakan bahwa pandangan dan pilihan politik boleh saja berbeda, tetapi persahabatan itu abadi sifatnya. “Inilah yang diteladankan oleh Natsir dan Bung Karno”, katanya.

Acara dibuka Rektor UMSB Dr. Riki Saputra MA dan dilanjutkan pengantar dari editor buku Efri Yoni Baikoeni, SS, MA, dilanjutkan dengan presentasi dari pembicara dari Malaysia, Brunei dan Indonesia. Dr. Gamal Abdul Naseer, dosen senior Universiti Brunei Darussalam (UBD) berbicara mengenai pemikiran M. Natsir tentang integrasi ilmu pengetahuan. Cendikiawan Brunei yang pernah mengambil S-3 di Universiti Kebangsaan Malaysia dengan meneliti pemikiran M. Natsir dalam Pendidikan Indonesia tersebut menjelaskan bahwa M. Natsir telah menggagas pendidikan integral tahun 1934, jauh sebelum dunia Islam memulai pemikiran “Islamization of knowledge” pada Konferensi Pendidikan Islam pertama di Makkah tahun 1977. Gagasan ini kemudian dilanjutkan oleh Prof. Dr. Ismail Al Faruqi. Sementara di Malaysia, konsep “Pendidikan Bersepadu” diperkenalkan Dr. Anwar Ibrahim ketika menjabat sebagai Menteri Pendidikan Malaysia yang sangat mengagumi konsep pemikiran M. Natsir.

Sementara itu, pembicara dari Malaysia yaitu Prof. Dr. Firdaus Abdullah mendiskusikan mengenai pengaruh pemikiran M. Natsir di Malaysia. Mantan Wakil Rektor Universiti Malaya dan Senator Parlemen Malaysia itu menyatakan bahwa sosok negarawan M. Natsir memberi inspirasi kepada gerakan pemuda Islam Malaysia yang tergabung dalam organisasi Angkatan Belia Islam Malaysia (ABIM) yang pernah dipimpin oleh Dr. Anwar Ibrahim, mantan Wakil Perdana Menteri Malaysia.

Hadir pula pembicara lain, diantaranya Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah, Prof. Dr. Sir Azyumardi Azra, MA yang memberi “testimony” perjuangan Shofwan Karim ketika menyelesaikan S3 pada Sekolah Pascasarjana UIN Jakarta tahun 2008 dengan judul penelitian “Nasionalisme, Pancasila dan Islam sebagai Dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia (Studi Pemikiran Mohammad Natsir)”. Bersama dengan Prof. Dr. Badri Yatim, MA, Azyumardi Azra menjadi promotor disertasi Shofwan Karim.

Rektor Universitas Yarsi Jakarta, Prof. dr. Fasli Jalal, Ph.D menjelaskan kiprah Shofwan Karim yang tidak hanya dikenal di dalam negeri namun juga di luar negeri khususnya keterlibatannya dalam kegiatan program pertukaran pemuda Indonesia ke luar negeri. Mantan Wakil Menteri Pendidikan RI tahun 2010–2011 tersebut mengakui memiliki banyak kesamaan jalan hidup karena pada masa mahasiswa pernah mengikuti program pertukaran pemuda ke Kanada mewakili Sumbar. Karena memiliki rekam jejak yang bagus, keduanya pun kemudian berpeluang menjadi “group leader“ bahkan “country coordinator”.

Satu-satunya pembicara wanita dalam acara ini yaitu Dr. (HC) Nurhayati Subakat, CEO PT Paragon Technology & Innovation yang menjadi sponsor dalam penerbitan buku biografi Dr. Shofwan Karim. Dalam kesaksiannya, wanita hebat dibalik kesuksesan produk kosmetik “Wardah” ini mengulas kesannya terhadap buku ini. Menurutnya, dengan membaca buku ini setidaknya terdapat tiga hikmah yang dapat dipetik. Pertama, buku-buku ini dapat menjadi “legacy” sebagai pusaka bagi anak cucu. Kedua, buku ini bercerita sesuatu yang baru sehingga mengisi kekosongan yang ada “narrowing gap”. Ketiga, berbagi semangat mendokumentasikan sejarah agar nilai-nilainya dapat diwariskan kepada generasi Milenial yang dapat menuntun menuju masyarakat yang lebih beradab dan beradat.

Ulama senior Sumbar Buya Mas’oed Abidin dan Didi Rahmadi, S.Sos, MA (dosen Fisipol UMSB) menyorot tentang perbedaan pandangan politik antara M. Natsir dengan Soekarno. Mantan sekretaris pribadi M. Natsir tersebut juga memberikan kesaksiannya tentang upaya-upaya M. Natsir dalam mewujudkan negara Islam di Indonesia secara konstitusional.

Tidak lupa, tokoh pers nasional, H. Basril Djabar menceritakan kesan atas semangat kegigihan seorang Shofwan Karim sehingga bisa sukses dalam berbagai dimensi tidak saja dalam bidang pendidikan, akademisi, maupun keluarga. Penasehat Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumbar tersebut juga menjelaskan interaksi mereka yang cukup intens tidak saja karena sama-sama menjabat sebagai Komisaris PT Semen Padang namun juga kesamaan pandangan dalam mengembangkan dunia jurnalistik di Sumbar.

Acara diakhiri dengan penyerahan piagam penghargaan dari Rektor UMSB kepada para narasumber. Setiap peserta berkesempatan mendapat e-book kedua buku tersebut secara gratis. Turut hadir, Rektor UMSB Dr Riki Saputra MA beserta dosen dan sivitas akademika serta pembicara nasional dan internasional.

Terapkan Prokes, UMSU Gelar Wisuda Marathon

Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara melaksanakan wisuda secara maraton selama empat hari dengan tujuh sesi berturut-turut di Aula Kampus Utama, Sabtu-Rabu (19-23/12).

Diikuti 1.653 lulusan, prosesi ini juga menerapkan protokol kesehatan ketat sesuai dengan ketentuan pemerintah dan pedoman kesehatan PP Muhammadiyah dimulai dari pemeriksaan suhu tubuh saat memasuki kampus dan ruangan acara, mencuci tangan dengan sabun dan wajib mengenakan masker serta face shield selama acara berlangsung.

Kepala LLDikti Sumut, Prof. Dr. Ibnu Hajar yang turut hadir pada hari pertama wisuda, menyampaikan rasa bangganya kepada UMSU karena satu-satunya PTS yang melaksanakan wisuda selama empat hari, sementara perguruan tinggi lain biasanya hanya setengah hari. “Wisuda UMSU luar biasa, jika di tempat lain wisuda paling lama satu hari sedangkan UMSU sampai 4 hari. Saya kira ini bisa jadi contoh menerapkan prokes,” katanya.

Prof Ibnu Hajar yakin lulusan UMSU mampu bersaing, mengingat capaian prestasi yang diraih UMSU selama ini sebagai satu- satunya perguruan tinggi swasta di Sumatera terakreditasi A dengan jumlah Prodi yang juga terbanyak terakreditasi A yakni 15 program srudi.

Dengan kebesaran nama UMSU saat ini di Sumatera Utara, dia mengajak para lulusan untuk beradaptasi ke dalam perubahan zaman yang ditandai dengan Revolusi Industri 4.0. Dengan demikian mahasiswa dan lulusannya semakin diperhitungkan.

Sebelumnya Rektor UMSU Assoc. Prof. Dr. Agussani, MAP juga menyampaikan rasa bangga serta permohonan maaf karena acara wisuda digelar dengan penuh pembatasan dan tidak didampingi orang tua akibat Covid-19. “Tapi kita tetap berupaya untuk menyelenggarakannya secara maksimal, salah satunya dengan menayangkan wisuda ini melalui aplikasi zoom dan youtube,” jelasnya.

Lebih lanjut ia menyampaikan ikhtiar yang telah dilalui para wisudawan/i semasa kuliah telah membentuk karakter, kompetensi, keilmuan dan keterampilan untuk mampu menciptakan dan memanfaatkan peluang sebagai momentum untuk bisa sukses dan memberikan manfaat serta kebanggaan bagi keluarga dan bangsa.

UMSU sendiri jelasnya, terus berupaya melakukan pembenahan dan peningkatan kualitas pendidikan. Hasilnya L2Dikti Sumut memberikan kepercayaan kepada UMSU sebagai juara umum Monev Perguruan Tinggi dua tahun berturut-turut dan menjadi PTS satu-satunya yang terakreditasi A dari 216 PTS di Sumatera Utara.

Wisuda dihadiri langsung Kepala Lrmbaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Sumut ,Prof. Dr. Ibnu Hajar, WR I Assoc. Prof. Dr. Muhammad Arifin Gultom, M.Hum, WR II Assoc. Prof. Dr. Akrim, MPdI, WR III Dr. Rudianto, M.Si, Sekretaris Universitas Gunawan, MTh, Direktur Pascasarjana Dr. Syaiful Bahri, MAP dan para pimpinan fakultas.