UM Ponorogo Resmi Tambah Jumlah Prodi

Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Ponorogo resmi menambah jumlah  program studi baru setelah memperoleh izin dari Kementrian Agama RI, Senin (9/7). Ikhtiar selama 2 tahun membuahkan hasil, UM Ponorogo berhasil menambah tiga Program Studi yaitu S1 Psikologi Islam dengan SK Nomor : 261 Tahun 2019  ; (2) Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam dengan SK Nomor: 262 Tahun 2019; dan (3) S1 Ekonomi Syari’ah dengan SK nomor: 275 Tahun 2019.

Harapannya, tiga prodi tersebut dapat menjadi pengembangan penting bagi Fakultas Agama Islam UM Ponorogo. “Ketiga prodi tersebut dapat menjadi penguat bagi eksistensi fakultas dan dua prodi yang telah dimiliki sebelumnya yaitu, Pendidikan Agama Islam (PAI) dengan akreditasi A dan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) dengan akreditasi B,” ujar Dr. H. Sulton, M.Si selaku Rektor UM Ponorogo melalui rilis yang kami terima.

Kampus yang dikenal dengan sebutan The Reog University saat ini juga tengah melakukan proses pengembangan program unggulan terkait dengan pengembangan bahasa asing (bahasa Arab), yakni bahasa Arab berstandar internasional bekerjasama dengan Jerman melalui UIN Sunan Ampel Surabaya sebagai pemegang license di Indonesia.

Majelis Diktilitbang PPM Adakan Pendampingan APT Unggul di UMSIDA

Dalam rangka untuk mempercepat peningkatan status akreditasi perguruan tinggi muhammadiyah, Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah menggelar Pendampingan Akreditasi Perguruan Tinggi (APT) Unggul di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, pada Sabtu – Ahad, 27-28 Juli 2019.
Kegiatan ini diprioritaskan untuk 5 Perguruan Tinggi Muhammadiyah, yaitu UM Sidoarjo, UM Surabaya, UM Jember, UM Purwokerto, dan UM Semarang. Selain itu dalam kegiatan pendampingan perdana ini juga diikuti oleh UM Ponorogo, UM Gresik, dan UM Lamongan.
Turut hadir sebagai narasumber yaitu dari BAN PT dan Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, yaitu Prof. Dr. SM. Widyastuti, Prof. Dr. Ahmad Nurmandi, dan Dr. Adam Parmudji Raharjo.
Kegiatan hari pertama memahami instrumen APT dan membedah LKPT yang telah disusun oleh PTM yang didampingi, sedangkan hari kedua membedah LED PTM.
Dalam melakukan telaah LKPT dan LED PTM yang didampingi dan dilakukan secara kolaboratif antara ketiga narasumber dengan peserta pendampingan APT Unggul.
Setelah LKPT dan LED ini dibedah dan dikritisi, maka masing-masing PTM harus memperbaikinya dan siap untuk dipresentasikan pada pendampingan kedua yang akan diselenggarakan pada tanggal 7-8 September 2019, di UM Surabaya.

Sinergi Guru Besar Muhammadiyah, Tingkatkan Mutu PTMA

“PTMA saat ini telah menjadi pusat unggulan dari catur dharma perguruan tinggi, hal ini dapat terlihat dari perkembangan PTMA yang semakin unggul, publikasi serta riset yang semakin bertambah. PTMA sudah menjadi driving force, tempat dilahirkannya pemimpin bangsa  serta kader Muhammadiyah yang mumpuni,” ujar Prof Lincolin Arsyad selaku Ketua Majelis Diktilitbang PPM saat membuka acara Silaturahmi Aliansi Guru Besar Muhammadiyah (AGBM) seluruh Indonesia di Gedung AR. Fachrudin A lantai 5 kampus terpadu Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Sabtu (27/07).

Bertemakan Merangkai Pemikiran Guru Besar Muhammadiyah Untuk Bangsa, acara yang diikuti 60 Guru Besar dari seluruh Indonesia ini bertujuan untuk memperkuat jaringan kerjasama para Guru Besar Muhammadiyah di Seluruh dunia serta membentuk Organisasi Guru Besar Muhammadiyah. Bekerjasama dengan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, kegiatan ini diharapkan dapat menghasilkan kumpulan pemikiran para Guru Besar Muhammadiyah yang rencananya akan dirangkum menjadi sebuah buku dengan judul “Pemikiran Guru Besar Muhammadiyah”.

Dr. Ir. Gunawan Budianto, M.P dalam sambutannya juga menyebutkan, pengelolaan perguruan tinggi Muhammadiyah telah mencapai 166  dengan jumlah Universitas 54. “Hal ini menjadi sangat penting, dikarenakan Pimpinan Muhammadiyah juga sudah menyadari bahwa PTM telah menjadi pilar gerakan Muhammadiyah, ” tegasnya.

Diakhir, Prof Lincolin Arsyad menambahkan, “Persyarikatan masih menunggu kontribusi bapak ibu sekalian, tidak muluk, kita dapat membuat paguyuban atau asosiasi sehingga kita saling bersilaturahmi, terorganisir serta saling bersinergi yang nantinya dapat meningkatkan mutu dan daya saing PTMA” tutupnya.

Prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah FAI UM Magelang Raih Akreditasi ”A”

Berdasarkan surat keputusan No. 2535 tahun 2019 pada tanggal 23 Juli 2019, Program Studi (Prodi) Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah (UM) Magelang berhasil meraih akreditasi ”A”.

Keberhasilan dalam meraih akreditasi “A” ini membuat UM Magelang menjadi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS) pertama dalam penyelenggaraan PGMI di Indonesia yang mendapatkan akreditasi sangat unggul.

Rektor UM Magelang, Ir Eko Muh Widodo, mengucapkan rasa syukur atas pencapaian ini. “Tentu saja hal ini terjadi bukan karena kerja sendiri, tetapi peran semua pihak baik dosen, karyawan, mahasiswa, serta stakeholder yang membantu pelaksanaan akreditasi ini sehingga dapat meraih hasil yang terbaik,” ujarnya.

Leghezo, Permainan Papan Edukasi Buatan Tim PKM-K UAD

Tim Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKM-K) Universitas Ahmad Dahlan berhasil mengembangkan sebuah permainan papan (board game) bernama Leghezo. Tim ini terdiri dari Himatul Husna (Ketua), Elisda Septiyani, Jihan Rizka Syafiya La Moma, Muamar Afdhal Mahendra, Yusuf Mahdiansyah Ma’ruf, dan dosen pembimbing Dr. Widodo Hariyono.

Leghezo merupakan permaianan papan edukasi berbentuk lingkaran berpetak yang berisikan tentang kesehatan. Terdapat berbagai macam informasi mengenai penyakit dan cara pencegahan di kartu yang disebut health card. “Di dalam permainan ini juga terdapat pesan-pesan dasar seperti pesan spiritual, mental, dan sosial yang harus dimiliki seorang anak. Permainan sengaja didesain warna-warni dan penuh gambar agar menarik perhatian,” ucap Himatul.

Media permainan ini didanai oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) dan dijual dengan harga yang terjangkau. Diharapkan melalui permainan ini anak-anak bisa belajar tentang kesehatan dengan cara yang menyenangkan.

UM Jember Gelar Summer Camp Pertama

Kantor Urusan Internasional (KUI) dan Hubungan Masyarakat (Humas) Universitas Muhammadiyah (UM) Jember menyelenggarakan summer camp pada tanggal 16-21 Juli 2019. Ini merupakan kali pertama UM Jember melaksanakan summer camp berskala internasional.

Bertemakan “Explore Pendhalungan”,  summer camp diikuti oleh tiga negara yaitu Jepang, Thailand, dan Indonesia. Tujuan dari acara ini ialah meningkatkan pemahaman budaya antar peserta dan mengenalkan nilai serta budaya Pendhalungan lebih dekat.

Kepala KUI dan Humas UM Jember, Nurul Fathiyah Fauzi mengakui bahwa kegiatan ini merupakan realisasi untuk menyambut internasionalisasi di UM Jember. Menurutnya Internasionalisasi di perguruan tinggi telah menjadi tren yang tak terelakan. Mobilitas pendidikan sudah tidak bisa dilakukan di lingkup dalam negeri saja. “Kerja sama antarlembaga atau perguran tinggi di luar negeri menjadi salah satu ujung tombak dari adanya kesepahaman bersama antarlembaga atau instansi dalam menjalankan kegiatan-kegiatan bersama di kancah internasional,” tambahnya.

UM Jambi adakan Workshop PKM dan Entrepreneurship Award

Pusat Karir UM Jambi adakan Workshop Pembekalan Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM) dan Entrepreneurship Award (EA) Tahun 2019 di Aula Kampus UM Jambi, Senin (18/7).

Dibuka oleh Drs Arman Syafaat, MM selaku perwakilan pimpinan UM Jambi, kegiatan ini bertujuan untuk menunjang pelaksanaan program penyelarasan pendidikan dengan dunia kerja dan dunia usaha. “Harapannya kegiatan ini dapat meningkatkan kreatifitas yang berdaya saing kedepannya” ujar Wella Sandria selaku ketua pelaksana kegiatan.

Turut hadir, tiga pemateri dari STIKES-HI yaitu Barmi Hartesi, M.Farm., Apt dari HIPMI Kota Jambi yaitu Ahmad Farhan Habibi, S.T dan dari Universitas Muhammadiyah Jambi yaitu Siswoyo, SE.,M.Si, serta dihadiri oleh 120 peserta dan 25 Dosen.

Nugget Turubuk Inovasi Mahasiswa UM Sukabumi

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sukabumi berhasil mengolah turubuk menjadi nugget. Berawal dari Business Plan Competition antar Perguruan Tinggi yang diselenggarakan DPD II Perhimpunan Organisasi Profesi Mahasiswa Sosial Ekonomi Pertanian Indonesia (POPMASEPI) di Universitas Majalengka, Jawa Barat pada Juli 2019, Eneng Nurlatifah Munggaran, Nina Regina, dan Rizqia Fauziah diharuskan untuk membuat inovasi makanan lokal yang belum pernah ada di pasaran.

Ide untuk mengolah turubuk menjadi nugget pun muncul karena pengalaman Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) di Jampang Sukabumi. Turubuk adalah jenis sayuran khas yang hanya banyak terdapat di daerah Kabupaten Sukabumi. Oleh karenanya, sedikit orang yang mengetahui jenis sayuran ini. Para petani juga kerap mengeluhkan turubuk yang kurang memiliki nilai jual.

Tak disangka para juri sangat menyukai hasilnya. Olahan makanan ini berhasil meraih juara I tingkat nasional. Melihat adanya potensi pasar yang cukup besar, Eneng dan kedua temannya memutuskan untuk menjadikannya usaha sampingan. Kini nugget turubuk sudah mulai banyak yang menggemari. Bagi mereka, nugget turubuk bukan hanya tentang bisnis tapi juga meningkatkan kesejahteraan petani turubuk.

Mahasiswa UM Surabaya Ciptakan Alat Deteksi Air Zamzam Palsu

Tiga mahasiswa pendidikan biologi Universitas Muhammadiyah Surabaya berhasil menciptakan alat pendeteksi air zamzam palsu yang dinamakan Bola Koca Asep. Ketiga mahasiswa ini bernama Mita Sri Ambarwati, Agnes Anjani, dan  Aris Ahmad Ismail.

Alat pendeteksi ini berbentuk bolpen yang berisikan antiseptik alami hasil campuran kunyit, sirih, dan lidah buaya. Campuran bahan-bahan tersebut menghasilkan minyak atsiri yang dapat menghambat bakteri dan menjadi dasar untuk  mendeteksi keaslian air zamzam.

Pendeteksian dilakukan dengan meneteskan langsung di air zam-zam. Hasil menunjukkan jika air zamzam asli maka air akan tetap bening. Sedangkan air zamzam palsu atau air zamzam campuran akan berubah warna menjadi keruh. Hal ini terjadi karena air zamzam mengandung garam magnesium dan kalsium tinggi. Jika  tercampur dengan antiseptic, air zamzam asli justru menjadi netral. Selain itu air zamzam juga mempunyai kondensifitas listrik yang cukup tinggi.

Rencananya hasil ini akan dipatenkan dan diproduksi secara luas agar bisa bermanfaat bagi banyak orang.

Film Pendek Mahasiswa UMM Raih Penghargaan di FFMI

Film pendek karya tim mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menjuarai kategori “Ide Cerita Terbaik” di Festival Film Mahasiswa Indonesia (FFMI) 2019. Dengan memproduksi film “Kim Soo Ri”, tim berhasil masuk ke putaran final pada hari Sabtu (20/7/19) di Institut Informatika dan Bisnis Darmajaya, Lampung.

Film Kim Soo Ri menceritakan tentang betapa banyaknya kebudayaan Indonesia yang sudah sepatutnya dilestarikan di tengah gencarnya terpaan budaya luar, khususnya K-Pop, di Indonesia. Septiani Lukita, sutradara sekaligus script writer, merasa bangga dengan pencapaian ini. Pasalnya, ini merupakan kali pertama mereka mengikuti festival film tingkat nasional.

Rahadi M.Si selaku pembimbing berharap keberhasilan ini bisa memicu mahasiswa lain untuk menciptakan film-film berkualiatas lainnya.