Seminar Internasional: Membangun Citra Indonesia di Mata Internasional melalui Bahasa dan Sastra Indonesia

Dalam rangka Pertemuan Ilmiah Bahasa dan Sastra Indonesia XXXVI, Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Ahmad Dahlan (PBSI UAD) akan mengadakan Seminar Internasional bertajuk Membangun Citra Indonesia di Mata Internasional melalui Bahasa dan Sastra Indonesia.

Acara akan diselenggarakan hari Sabtu-Minggu, 11-12 Oktober 2014 di hotel @Hom, Yogyakarta. Hadir sebagai pembicara utama Prof. Dr. Suminto Sayuti (UNY), Prof. Dr. I Dewa Putu Wijana (UGM), Prof. Yang Xiaoqiang (China), Dr. Rina Ratih, M.Hum. (UAD), Nicholas Jackson (Australia), dan Chris Woodrich (Kanada).

Bagi yang ingin ikut, daftarkan diri anda langsung di Sekretariat Panitia, FKIP PBSI UAD, Kampus II, Jl. Pramuka 42 atau melalui surat elektronik (surel) pibsi2014@gmail.com. Informasi lebih lengkap dapat menghubungi Wachid Eko (0858 6815 89899), Siti Salamah (0819 3175 0316), serta mengakses situs www.pibsi2014.tumblr.com dan www.pibsi2014.uad.ac.id. serta https://pbsi.uad.ac.id/

Boyong 3 Tropi: Tim Robot UAD Pertahankan Tradisi Juara

Adalah Tim RDC_ Panzer Fira M_20, Panzer _2ART dan RDC_Panzer_Buki yang membawa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) raih juara dan mengukuhkan tradisi juara.

Menurut data yang diberikan Dekan Fakultas Tehnologi Industri (FTI) Kartika Firdausy, S.T., M.T bahwa, Tim RDC_ Panzer Fira M_20 raih juara 1 kategori Mikrokontroller, Tim Panzer _2ART raih Juara 2 kategori Mikrokontroller dan RDC_Panzer_Buki kategori Speed Racer raih Juara 1 pada kejuaraan Line Tracer Design and Contest (LTDC).

LTDC merupakan kompetisi Robot Line Follower yang diadakan oleh  Himpunan Mahasiswa Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang. Awalnya, LTDC yang pertama kali diadakan pada tahun 2010 ini hanya diselenggarakan di lingkup kota Malang. Namun pada 2014, kontes dengan tema “Kompetisi Robot Berbudaya Indonesia” tersebut diikuti oleh seluruh tanah air. Harapannya, Indonesia tetap dapat maju dalam bidang teknologi, khususnya robotika tanpa meninggalkan aspek budaya bangsa.

LTDC 2014 sangat populer bagi kalangan siswa maupun mahasiswa. Terbukti terdapat 170 kontestan  dari berbagai sekolah dan perguruan tinggi. Mereka adalah 48 tim kategori mikrokontroler, 22 tim kategori speed racer, dan 100 tim peserta dari berbagai sekolah menengah untuk kategori analog.

Ajang kontes robot berskala nasional ini digelar di Gedung Sasana Budaya, Universitas Negeri Malang (UM) pada Rabu (24/09/2014). Para kontestan saling beradu kecepatan, kelincahan, dan ketepatan dalam menaklukkan lika-liku track sepanjang satu kilometer yang sudah ditetapkan panitia. Robot-robot yang dipertandingkan ini terdiri atas tiga kategori, yaitu analog, mikrokontroler, dan speed racer. Untuk kategori speed racer, robot yang boleh dipertandingkan adalah robot mikrokontroler.

Tim robot UAD menurunkan 2 kategori untuk berlaga, yaitu mikrokontroller dan speed racer. Mereka di bawah pembinaan Program Studi Teknik Elektro, Fakultas Teknologi Industri (FTI). Tim mikrokontroller Tim Panzer_2ART  diketuai Jehian Kamal Sri Artantyo  dengan anggota Raivan Naufal dan Ibnu Atma Kusnadi. Sementara dari Tim RDC_Panzer_019  diketuai oleh Dian Taufik Hendra Nugroho dengan anggota Aan Marianto dan Ary Rachman. Tim RDC_Panzer Fira M_20  dipimpin oleh Mahmud Afif dan beranggota Ridho Kusuma Putra serta Tri Wahono. Selain itu, ada satu TIM speed racer  yakni  RDC_Panzer_Buki yang dipimpin oleh ketua tim Janu Prasetyo dengan anggota Adhi Saefudin dan Heru Hermawan. Dari tim yang diajukan tersebut, Tim Robot UAD berhasil melanjutkan tradisi berprestasi dengan memboyong tiga tropi dari event LTDC 2014. Selamat! (Doc)

Sumber : www.uad.ac.id

Tawarkan Beasiswa Prancis, IFI Gelar Pesta Sains

BERSAMA Institut Francais Indonesia (IFI) dan Institut de Recherche Pour le Developpement, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar Pesta Sains (F’te de la Science) untuk menarik minat mahasiswa studi di Prancis. Rangkaian kegiatan berlangsung tiga hari, Jumat-Ahad (26-29/9) di Perpustakaan Pusat UMM.

Di Prancis sendiri, Pesta Sains memang merupakan pameran tahunan yang mendapat animo tinggi dari masyarakat, terutama di kalangan pelajar dan mahasiswa. “Karena dipandang menarik dan sukses mengenalkan sains dengan cara yang mudah dipahami, gelaran Pesta Sains itu lantas dibawa ke Indonesia,” kata staf IFI Surabaya Dina Mardiana.

Selain di Malang, kegiatan ini juga diadakan di beberapa kampus di Surabaya, Jombang, Makassar, Yogyakarta, Bandung dan Medan dalam rentang 1 September hingga 15 Oktober 2014. Di UMM, rangkaian kegiatan diawali dengan presentasi beasiswa Prancis dan dilanjutkan dengan pameran poster yang menampilkan berbagai kejadian di dunia.

Agar lebih menarik minat peserta, International Relation Office(IRO) UMM selaku panitia juga mengadakan selfie competition yang terbuka untuk umum, di mana para penikmat pameran diminta mengambil foto selfie dengan background salah satu spot yang disukai di Pesta Sains. “Panitia menyediakan hadiah menarik bagi tiga pemenang berupa t-shirt IRO, tongkat narsis (tongsis) serta fresh money,” kata staf IRO UMM Dwi Mawan Karifianto.

Menurut salah satu mahasiswi yang tengah mengunjungi acara ini, Ambika, ia sengaja mengikuti seluruh rangkaian acara karena ia memang sangat tertarik untuk studi di Prancis. “Apalagi kemasan acaranya juga unik. Selain itu, saya juga bisa berbincang langsung dengan mbak Dina (staf IFI, red) yang sudah berpengalaman meraih beasiswa Prancis,” kata Ambika yang tengah menempuh kuliah di jurusan Bahasa Inggris UMM ini. (ger/han)

Sumber : www.umm.ac.id

Sistem Pertanian Berkelanjutan

Perkembangan manusia diabad 21 ini sangat meningkat dan pertanian sangat dibutuhkan seluruh penjuru dunia, oleh karena itu pertanian merupakan persoalan hidup dan matinya manusia “ jadi kebutuhan pangan kedepan sangat besar” jelas Prof.Dr.Ir.H. Didy Supandie, MAgr pada kuliah umum mahasiswa baru Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) dengan tema “Sistem pertanian berkelanjutandi aula gedung rektorat UMJ lt4 Cirendeu, Selasa (23/9)

Menurut Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB) ini perlu adanya sistem pertanian berkelanjutan, sistem pertanian berkelanjutan adalah sistem produksi tanaman dan ternak secara terpadu, yang mana dalam jangka panjang tetap mampu memenuhi kebutuhan manusia.

“jadi kedepan pertanian harus sudang mengarah kepertanian kelautan dan di perkotaan”Jelasnya.

Didy menambahkan kalau pertanian itu suatu usaha untuk mengadakan ekosistem buatan yang bertugas menyediakan makanan. Secara filosofis  industry pertanian itu adalah industry permanen cahaya matahari don klorofil yang diubah menjadi kimia. “Awalnya pertnian hanya digunakan untuk perorangan tetapi sudah pindah menjadi bisnis karena kebutuhan banyak orang” Tambah Pakar Agronomi dan Hortikultura ini.

Ada beberapa hal yang harus dilakukan dalam menjalankan sistem produksi berkelanjutan yaitu; pertama, konservasi produktifitas lahan. Kedua, konservasi plasma nurfah. Ketiga, penekanan semua organisme pengganggu. “istilahnya revolusi Hijau yaitu peningkatan produksi pangan secara drastic karena penemuan varietas baru.

Dekan Fakultas Pertanian Ir.Junaidi M.Si yang langsung menjadi moderator pada kuliah umum ini menyampaikan bahwa kegiatan ini rutin diselenggarakan dengan tujuan memberi pemahaman wawasan keilmuan tentang pertanian bagi mahasiswa baru fakultas pertanian UMJ, dan pembahasan sitem pertanian berkelanjutan sangat penting serta berkaitan dengan pendidikan mahasiswa kedepannya.(ibl)

Sumber: www.umj.ac.id

Universitas Muhammadiyah Purwokerto Tandatangani MoU dengan KPID Jateng

Salah satu upaya dalam pengabdian terhadap masyarakat khususnya bidang kepenyiaran, Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Tengah. Kerjasama kesepakatan tersebut meliputi kegiatan Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat dalam atau melalui bidang penyiaran, literasi media, serta kegiatan pemantauan dan pengawasan isi siaran di Jawa Tengah, (23/9/2014).

Acara yang dihadiri oleh lebih dari 80 orang yang terdiri dari pengelola lembaga penyiaran, dosen, mahasiswa, aktivis Ormas dan LSM, perwakilan BEM, dan masyarakat itu berlangsung di Aula A. K Anshori UMP.

Ketua KPID Jateng,  Budi Setyo Purnomo, S.Sos, M.Ikom menyampaikan dalam sambutannya bahwa kondisi media, terutama televisi di Indonesia saat ini, benar-benar membutuhkan perhatian khusus. Bukan hanya terkait program yang disiarkan oleh televisi, tetapi juga iklan yang ditawarkan kepada masyarakat. Karena hal-hal yang disampaikan baik dalam program acara maupun iklan tersebut mempengaruhi perilaku masyarakat. “ Masyarakat cenderung mengikuti apa yang disuguhkan dalam siaran televisi, begitu pula iklan yang ditayangkan. Sehingga tidak jarang perilaku buruk pada masyarakat terjadi karena pengaruh dari tayangan-tayangan tersebut.” katanya.

Dr. H. Syamsyuhadi Irsyad, MH selaku Rektor UMP merasa terhormat dengan adanya kerjasama mutualisme antara UMP dengan KPID Jawa Tengah. Beliau mengharapkan dengan kepercayaan yang diberikan untuk turut serta memantau kualitas kepenyiaran di Indonesia, civitas akademika UMP bisa bersama-sama membangun masyarakat yang baik. “Apabila seluruh komponen masyakat baik, maka akan tercipta kehidupan yang baik. Oleh karen itu, UMP mengharapkan lulusan UMP menjadi lulusan yang baik, menjadi orang yang baik. Berkaitan dengan penyiaran, khususnya iklan, UMP telah berupaya untuk mewujudkan iklan sebagai sarana promosi yang mendidik.” papar rektor yang terkenal ramah dimata dosen dan karyawan UMP tersebut.

Setelah penandatanganan surat kesepakatan kerjasama, acara dilanjutkan dengan Kajian dan Analisis Hasil Pemantauan Penyiaran Jawa Tengah dengan tema “ Mewujudkan Siaran Iklan Sebagai sarana Promosi yang Mendidik “. Yang mana sebagai pembicara dalam kajian tersebut adalah 1). Dr. Amiruddin, MA (Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia/KPI Pusat), 2). Soediro, S.H, LLM (Pakar Hukum UMP), 3). Hendro Basuki (Ketua PWI Jawa Tengah), 4). Dr. Adi Nugroho (Pakar Komunikasi Undip). (Ion)

Sumber : www.ump.ac.id

Diskusi publik : Teropong Masa Depan Indonesia Pasca Pilpres

Mahasiswa berperan penting dalam kemajuan bangsa, salah satunya sebagai pengontrol sistem pemerintahan. Seperti halnya panas dinginnya pesta demokrasi lima tahunan periode ini, menjadi perhatian bersama khususnya mahasiswa. Bertempat di gedung Rektorat Aula AK. Anshori Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Sabtu (20/9) Pusat Kajian Pancasila dan Kepemimpinan (PKPK) merangkumnya dalam diskusi publik dengan tema berjatuk ‘meneropong masa depan Indonesia paca pilpres’.

Ketua PKPK, Prof. Dr. H. Tukiran Taniredja, M.M dalam sambutannya menyampaikan tujuan diadakannya diskusi publik yakni untuk mengkaji visi dan misi pada pemerintahan Indonesia yang baru, serta membangun kesadaran bahwa kampus khususnya mahasiswa sebagai agen kontrol dalam pemerintahan yang baru. Prof mengaharapkan nantinya presiden dan wapres yang akan segera dilantik dapat memegang tanggung jawab, agar menjalankan pemerintahan sesuai dengan konstitusi.

Hal senada disampaikan oleh Rektor UMP, Dr. H. Syamsuhadi Irsyad, MH. Rektor menghimbau agar sekecil apapun forum supaya dapat menjadi kemajuan bersama. “Kemukakan diskusi yang benar benar bermanfaat. Cerna kembali sejarah bangsa indonesia salah satunya perjuangan menyempurnakan undang-undang dasar (UUD)  hingga menjadi konstitusi yang formal. Proses sejarah sudah panjang, simpul akhirnya sudah bagus, lembaga lembaga yang ada sudah cukup banyak. Kini tinggal tugas angkatan muda untuk mengkomunikasikan dengan baik, mengaatur pula dengan baik serta menentukan orang orangnya yang baik pula, seperti apa yang diangankan oleh negara Indonesia,” jelasnya. Rektor berharap agar peserta dapat mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang kritis  serta semakin banyak diadakan diskusi semacam ini. (Faj)

Sumber : www.ump.ac.id

Bincang-Bincang Seru dengan Mahasiswa Peserta PPL di Thailand

Program PPL ke Thailand yang diselenggarakan oleh FKIP mendatangkan sejuta kenangan dan kebanggaan bagi enam mahasiswa yang mengikuti program tersebut. PPL dilaksanakan selama 4 bulan di Pattani Thailand.

Tidak hanya  kenangan, mereka berenam juga bangga bisa mengikuti program PPL ke Thailand. Mereka berenam secara eksklusif disambut langsung oleh rektor, wakil rektor II, wakil rektor III, dekan dan wakil Dekan Fakultas Keguruan dan ilmu Pendidikan, serta ketua jurusan Pendidikan dan Seni.

Dalam Penyambutan kedatangan mahasiswa peserta PPL Thailand tersebut, rektor Universitas Muhammadiyah Jember, Dr. Aminullah Elhady menyampaikan  selamat datang kembali ke Universitas Muhammadiyah. Tentunya banyak pengalaman selama menjadi praktikan di Thailand, hendaknya pengalaman tersebut bisa di-share sebagai bekal dalam penerjunan PPL ke Thailand Oktober mendatang.

Pada kesempatan tersebut, ada dua perwakilan mahasiswa yang membagi cerita serunya kepada undangan dalam acara penyambutan tersebut.

Cerita pertama disampaikan oleh Nanda Krista. Nando, panggilannya. Ia bercerita dengan sangat detail dan menyenangkan. Ia berasil membuat undangan tertawa dan bisa mendapatkan refresh setelah seharian bekerja melalui ceritanya.

Nando menyampaikan adanya kejadian lucu karena perbedaan bahasa Indonesia dengan bahasa Melayu Tahailand. Pernah, suatu sore di bulan ramadan, ia duduk-duduk dengan santri Thailand,” Kalo di Indonesia, Sore-sore gini, kita ada ngabuburit”, kontan saja, santri perempuan tertunduk malu karena ucapannya.

Ia menanyakan makna “ngaburit” pada pengasuhnya, ternyata makna berbeda dari bahasa Indonesia. kata ngabuburit merupakan kata tabu yang bisa membuat malu para perempuan. Ia pun harus berhati-hati dalam berbicara, karena perbedaan makna akan menyebabkan penilaian yang “tidak baik” terhadap dirinya.

Cerita kedua disampaikan oleh Widya Wijyanti, mahasiswa program studi Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Bahasa Daerah. Ia tampak kebingunan ketika diminta pengalamannya selama di Thailand. Ia menegaskan banyak pengalaman yang tidak akan dilupakan selama hidupnya. Ia tidak bisa melukiskan melalui kata-kata, karena semua telah tersimpan dalam hatinya, tersimpan sebagai sweet memory dalam album kenangan menjadi mahasiswa FKIP Universitas Muhammadiyah Jember. Ia juga menyampaikan banyak pelajaran yang ia dapat dari program PPL Thailand ini. Ia bisa belajar langsung bahasa Melayu Thailand dan bisa mengoptimalkan kemampuan dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Ini berarti ia sudah mendapatkan pengalaman pembelajaran dan pengajaran BIPA di Thailand. “Pengalaman ini hanya ada di sini, di Universitas Muhammadiyah jember”.

Bincang-bingcang seru itu pun berakhir, banyak pelajaran yang bisa dipetik dari program PPL Thailand FKIP, Dan ada juga hal-hal yang harus disiapkan universitas dalam penerjunan PPL Thailand Oktober mendatang.

Selamat Datang, mahasiswa peserta PPL Thailand Edisi pertama, semoga ilmu dan pengalaman yang didapatkan selama PPL dapat bermanfaat dan menjadikanmu pribadi yang dewasa, mandiri dan bijaksana.

Sumber : www.unmuhjember.ac.id

Universitas Muhammadiyah Purwokerto Gelar Workshop KKNI dan SNPT

Untuk menyelaraskan sistem pendidikan dan pelatihan di dunia kerja, Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) adakan workshop Kurikulum Berbasis Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) dan Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SNPT) di ruang sidang hotel UMP, komplek Kebondalem, Purwokerto, sabtu (20/9). Acara yang berlangsung selama 2 hari ini akan mengupas tuntas integrasi penjenjangan kualifikasi dan kompetensi tenaga kerja Indonesia.

Wakil Rektor Bidang Akademik, Dr. Furqanul Aziez, MPd memastikan adanya Perpres No. 08 tahun 2012 tentang KKNI dan Permendikbud No. 49 tahun 2014 tentang SNPT, UMP meresponnya dengan cepat dan positif. “Kualifikasi dan kompetensi lulusan harus selalu ditingkatkan agar mampu bersaing di dunia kerja,” katanya. Kedua hal ini menurut Aziz menjadi modal yang baik dalam menghadapi persaingan bebas di tahun 2015, Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

Dalam sambutannya, Aziz juga mengutarakan, kurikulum perlu ditekankan pada peningkatan kompetensi dalam mengelola riset, pengembangan penelitian, seminar dan publikasi ilmiah. “Penyelarasan kurikulum pendidikan di UMP dengan berbasis KKNI dan SNPT diharapkan mampu menjawab tantangan global,” tambahnya.

Workshop ini menghadirkan 3 narasumber nasional yaitu Dr. Totok Bintoro, MPd, Dr. Maman Suryaman, MPd dan Drs. Ahmad, MPd (Dekan FKIP UMP). Ketiganya akan membahas secara komprehensif tema tentang penyusunan kurikulum berbasis KKNO dan Permendikbud 49/2014 dan desain kurikulum berbasis KKNI dan Permendikbud 49/2014. (Pra)

Sumber : www.ump.ac.id

Pemanfaatan Limbah agar Ekonomi Meningkat

Salah satu program IPTEK bagi Masyarakat (IbM) dari Universitas Ahmad Dahlan (UAD) yang lolos didanai Dirjen Dikti Kemendikbud adalah memanfaatkan limbah pertanian untuk meningkatkan perekonomian petani. Program yang dilaksanakan di Kelurahan Bimomartani, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Sleman ini difokuskan untuk membuat produk briket bioarang, media tanam, dan pupuk organik.

Fatwa Tentama, S.Psi., M.Si. selaku Dosen Program Studi Psikologi UAD juga bertindak sebagai ketua tim program tersebut menjelaskan. Mereka (TIM IbM) mengelola limbah pertanian sehingga menjadi produk yang bermanfaat dan memiliki nilai jual sehingga dapat menguatkan perekonomian. Di samping itu, petani dapat hemat dalam menggunakan bahan bakar fosil ketika memasak sehari-hari, penyediaan media tanam, persemaian padi, dan penyediaan pupuk organik.

Sebelumnya, IbM telah melakukan sosialisasi dan rancangan program untuk pemanfaatan limbah sekam padi. Apresiasi warga ditunjukkan dengan semangat dalam mengikuti program tersebut. Selama ini, limbah sekam padi banyak ditemui menumpuk di pinggir-pinggir persawahan dan di sungai-sungai. Selain itu, banyak yang dibuang langsung di penggilingan atau dibakar di pinggir sawah. Padahal hasil dari pembakaran tersebut, yaitu karbon, dapat membahayakan lingkungan dan manusia.

“Tim kami berupaya mengembangkan IPTEK bagi masyarakat dengan proses yang sederhana, tanpa membutuhkan alat yang canggih. Adanya bahan baku limbah yang melimpah, para petani dapat membuat sendiri briket bioarang, media tanam, dan pupuk organik dari sekam padi. Sehingga sekam padi yang selama ini kurang bermanfaat dapat menjadi produk yang bermanfaat dan memiliki nilai jual yang dapat menguatkan perekonomian mereka, ” tutur Fatwa.

Selain manfaat tersebut, tim berharap akan ada luaran lainnya, yaitu berupa produk atau alat cetak briket bioarang, buku panduan IbM mengenai pemanfaatan arang sekam untuk media tanam dan briket bioarang, serta jurnal nasional terakreditasi atau jurnal internasional.

“Program ini sangat bermanfaat bagi kami semua, kami tidak mengira bahwa limbah sekam yang selama ini kami buang begitu saja ternyata memiliki manfaat yang sangat banyak,” kata Suroto selaku koordinator kelompok tani.

Sampai saat ini, tim masih melakukan pendampingan kepada petani yang menjadi sasaran program. Mereka mendatangi setiap rumah untuk melihat aplikasi dari IPTEK yang sudah diberikan dan melakukan pengukuran mengenai efektivitas program-program tersebut.(Doc)

Sumber : www.uad.ac.id

UMM Siap Jadi Sentral Internasionalisasi Bahasa Indonesia

BAHASA Indonesia dinilai memiliki posisi strategis menjelang berlakunya ASEAN Community tahun 2015. Bukan hanya 240 juta penduduk Indonesia saja yang bisa menggunakan bahasa ini, tetapi bangsa-bangsa serumpun Melayu seperti Malaysia, Singapura, Brunei dan Thailand terutama bagian selatan juga bisa berbahasa Indonesia. Berdasarkan data Kemendikbud, bahasa Indonesia telah dipelajari lebih dari 96 negara di dunia. Bahkan, bahasa Indonesia telah menjadi pusat studi pada beberapa universitas di luar negeri.

“Ini jumlah yang sangat besar dan sangat potensial, bahwa bahasa Indonesia bisa menjadi bahasa pergaulan dan bahasa ilmiah internasional,” kata rektor UMM, Dr Muhadjir Effendy MAP. Itulah sebabnya dia mendorong agar mahasiswa asing yang kuliah di UMM diwajibkan mempelajari Bahasa Indonesia. Tak hanya itu melalui Lembaga Kebudayaan (LK UMM) dan Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerahserta Prodi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia agar menggelar seminar internasional Bahasa Indonesia, pada 4-5 November mendatang.

Dikatakan rektor, ASEAN community akan mengintegrasikan negara-negara Asia Tenggara dalam satu lingkaran sosial, politik, dan ekonomi. Hal itu meniscayakan persinggungan antara masing-masing budaya yang kian intens di antara negara-negara tersebut.

Ketua Panitia seminar sekaligus kepala LK UMM, Dr Sugiarti menyatakan seminar nanti mengambil tema “Membangun Peradaban Bangsa melalui Politik Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Internasional”. Misi utama acara ini, katanya, agar terbangun diplomasi bahasa secara global yang dapat menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa internasional.

Bahasa Indonesia, kata Sugiarti, didukung aspek gramatikal yang memiliki struktur sederhana, mudah dipelajari serta mempunyai daya serap kosakata yang kuat. Apalagi, lanjutnya, hal tersebut juga ditopang faktor ekonomi dan budaya. Dari segi ekonomi, Indonesia menempati 16 besar kekuatan ekonomi dunia dan masuk dalam G-20, dan pada 2030 diperkirakan bisa menempati tujuh besar. Dari sisi budaya, tampak bahwa karya-karya sastra Indonesia telah banyak diterjemahkan ke berbagai bahasa.

Daya tarik tersebut diakui oleh salah seorang mahasiswa asing di UMM Lee Ji Ho. Menurutnya,ke depan Indonesia akan menjadi lalu lintas perdagangan dunia mengingat populasi penduduk negara ini yang masuk dalam empat besar dunia. “Saya perlu mempelajari budaya negara lain karena ke depan saya ingin menjadi pebisnis berpangsa pasar lintas negara. Semula saya mempertimbangkan Cina, India, dan Amerika, tapi pilihan saya jatuh pada Indonesiakarena negara ini sangat potensial, baik dari segi pasar bisnis maupun keanekaragaman budaya,” tutur Lee yang berasal dari Korea Selatan ini.

Di UMM sendiri, jumlah mahasiswa asing yang mempelajari bahasa Indonesia kian meningkat dari tahun ke tahun. Saat ini terdapat lebih dari 200 mahasiswa asing yang sembari belajar di fakultas yang berbeda, mereka juga mempelajari bahasa Indonesia di unit Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA) UMM. “Mereka ternyata betul-betul tertarik mempelajari bahasa Indonesia walaupun negara asalnya menyebar dari lima benua, yaitu Asia, Australia, Amerika, Afrika dan Eropa,” kata kepala BIPA UMM Dr Arif Budi Wurianto. (han/nas)

Sumber : www.umm.ac.id