Tujuh Mahasiswa UAD Riset dan Kuliah Double Degree di Tiga Universitas Filipina

Program pascasarjana melalui Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (Prodi PBI-S2) ELT telah menindaklanjuti MoU yang telah disepakati antara Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dengan universitas di Filipina. Kegiatan yang dilakukan oleh universitas dari dua negara yang berbeda ini antara lain kolaborasi, mengirim mahasiswa mengikuti seminar, workshop, konferensi, pertukaran publikasi, dan perkuliahan.

Pada 3−12 September 2014, UAD mengirimkan dua dosen ke Filipina, yaitu Dr. Ir. H. Dwi Sulisworo, M.T. (Wakil Direktur Pascasarjana) dan Dr. Hj. R.A. Noer Doddy Irmawati, M.Hum. (Kaprodi PBI-S2 ELT). Mereka mengadakan tindak lanjut hubungan kolaborasi dan pembicaraan mengenai beberapa kegiatan kerja sama di tingkat universitas, fakultas, dan prodi antara UAD dengan Ateneo de Manila University, Manila–School of Humanities; University of Saint Anthony (USANT), City of Iriga–School of Graduate Studies and Research; dan University of Nueva Caceres (UNC), Naga City–Graduate Programme.

Kedua utusan UAD tersebut juga bertugas mengantar dan menyerahkan 7 mahasiswa yang terdiri atas 2 mahasiswa Prodi Pendidikan Fisika S1 untuk mengikuti kuliah double degree di  University of Nueva Caceres, Naga City, dan 5 mahasiswa PBI-S2 untuk melaksanakan riset, menulis, dan menyelesaikan tesis di  University of Saint Anthony, Iriga City, Filipina.(Doc)

Sumber : www.uad.ac.id

Prof Din Syamsuddin: Syariat Islam jangan Menjadi Momok

Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof Dr Din Syamsuddin MA mengatakan, pemberlakuan syariat Islam di Aceh harus disambut dengan pemahaman Islam secara kafah. Pemberlakuan syariat di provinsi ini akan menjadi model bagi daerah-daerah lain, sepanjang penerapan syariat Islam di Aceh berada dalam konteks peradaban yang maju. Tapi bila salah penerapan, maka syariat Islam akan menjadi momok yang menakutkan.

Hal itu dikatakan Din di sela-sela peresmian gedung baru Universitas Muhammadiyah (Unmuha) Banda Aceh bantuan Pemerintah New Zealand, Kamis (3/9) di Kampus Unmuha, Luengbata, Banda Aceh.

Menurut Din, syariat Islam jangan hanya menjadi legalitas formal, tapi haruslah dijalankan dengan sungguh-sungguh oleh masyarakat Aceh.

Aceh katanya, punya ciri khas, memiliki keistimewaan karena keislamannya kuat. Di sisi lain, pemerintah pusat telah memberikan kebebasan bagi masyarakat Aceh untuk menerapkan syariat Islam. Namun, katanya, ada tantangan bagi pemimpin dan masyarakat Aceh yang kalau tidak hati-hati, maka program syariat Islam ini menjadi kontraproduktif. Tapi sebaliknya, bila berhasil akan menjadi nilai positif dan menjadi model bagi daerah lain. Dengan keberhasilan itu, katanya, daerah lain akan mengikuti syariat Islam yang diberlakukan di Aceh.

Menurut Din, prinsip syariat Islam itu mendorong kemajuan, progresif, sesuai dengan watak agama Islam sebagai agama kemajuan. Namun, ketika syariat Islam itu hanya dipahami secara sempit dan konservatif, maka jatuhnya pada hal-hal yang bersifat formalistik (formalitas belaka), berorientasi legalitas formal, dan sangat bersifat fiqiyah.

Ia contohkan pemberlakuan syariat di Aceh seperti larangan bagi perempuan untuk duduk mengangkang di atas sepeda motor di Kota Lhokseumawe, wajib perempuan memakai rok di Aceh Barat, dan hukum cambuk bagi warga yang berjudi, minuman keras, dan mesum (khalwat) adalah pernik-pernik kecil dalam  pemberlakuan hukum Islam yang sangat relatif dan harus diterapkan sesuai konteks.

Namun, katanya, yang paling hakiki bahwa kehidupan Islam adalah kehidupan berbudaya maju dan modern. “Harus dipahami bahwa agama Islam adalah agama kemajuan dan peradaban,” ujarnya.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat ini ini menambahkan, agar pemahaman syariat tidak salah kaprah, maka tokoh-tokoh ulama di Aceh harus syariah. Syariah bermakna jalan (cara) atau metodologi penerapan Islam di Aceh, sehingga harus kreatif dan inovatif. Penerapan hukuman bagi pelanggar syariat Islam di Aceh juga harus kontekstual. “Dan yang lebih penting, mampukah syariat Islam dijadikan paradigama etik (perilaku sehari-hari) yang memberikan kemajuan bagi Aceh? Islam itu harus lebih maju dan modern,” imbuh Din.

Din juga memperingatkan masyarakat Aceh yang mayoritas Islam mewaspadai gerakan Islam State Iraq and Suriah (ISIS). Menurutnya, ISIS adalah nama baru dalam kelompok Islam garis keras (militan). Pengaruh ISIS itu berbahaya karena mereka memperjuangkan negara (state), sehingga menjadi ancaman bagi negara-negara Islam di dunia.

Dalam dunia Islam, katanya, gerakan Islam radikal sudah ada sejak Zaman Khawarij. Yang berbeda dengan Islam radikal lainnya, seperti Al Qaeda, adalah mereka menjadikan orang-orang Barat yang nonmuslim sebagai target perlawanan, sedangkan kelompok ISIS melawan dan membunuh umat Islam sendiri. “Karena menyangkut institusi negara, maka pemerintah harus melawan masuknya gerakan ISIS di Aceh dan Indonesia,” ujar Prof Din.

Cara-cara yang ditempuh ISIS, menurutnya, tidak sesuai dengan ajaran Islam yang penuh kasih sayang. Oleh karena itu, MUI Pusat agar masyarakat Islam tidak terpengaruh pada ajakan ISIS.  “Cara-cara yang ditempuh ISIS untuk mendirikan khilafah tidak sesuai dengan ajaran Islam,” demikian Din Syamsuddin.

Sementara itu, Gubernur Aceh, Zaini Abdullah, kemarin siang meresmikan gedung Universitas Muhammadiyah (Unmuha) Banda Aceh yang merupakan bantuan Pemerintah New Zealand.

Peresmian ruang kuliah, lab, dan ruang perpustakaan Unmuha itu ikut dihadiri Duta Besar New Zealand untuk Indonesia, David Taylor. Rektor Unmuha Banda Aceh, Drs H Muharrir Asy’ari Lc MAg mengatakan, Pemerintah New Zealand membantu pembangunan ruang kuliah, lab, dan ruang Perpustakaan Unmuha sebesar Rp 20 miliar. Pemerintah Zew Zealand juga membantu alat-alat lab teknik sipil, biologi, psikologi, lab fisioterapi, dan buku-buku perpustakaan.

Muharrir Asy’ary mengatakan, bantuan yang diberikan Pemerintah New Zealand itu berhubungan erat dengan tragedi gempa bumi dan tunami yang menerjang Aceh 24 Desember 2004 lalu.

Bantuan yang diberikan itu berupa 20 ruang kuliah, empat ruang lab, dan satu unit ruang pustaka. “Pada usia 27 tahun, Unmuha Banda Aceh sudah memiliki enam fakultas, dua akademi, dengan 13 program studi dan jumlah mahasiswa tahun akademik 2013-2014 mendekati 5000 orang,” ujar Muharrir Asy’ary.

Gubernur Aceh, Zaini Abdullah mengakui bantuan Pemerintah New Zealand terhadap Aceh sangat besar. Di antaranya pembangunan 20 ruang kuliah dan ruang lab serta perpustakaan untuk Unmuha. Dengan bantuan tersebut, diharapkan mampu mendongkrak mutu lulusan Unmuha pada masa mendatang. “Saya berharap Unmuha akan menjadi universitas terbaik di Sumatera,” ujar Zaini Abdullah.

Usai menandatangani prasasti peresmian gedung baru bantuan New Zealand itu, Gubernur Zaini didampingi Dubes David Taylor, Rektor Unmuha Muharrir Asy’ari, Ketua DPRA Hasbi Abdullah, serta Ketua DPP Muhammadiyah Prof Din Syamsuddin meninjau ruang kuliah, lab, dan ruang perpustakaan PTS tersebut. (min)/serambi indonesia

KONFERENSI NASIONAL EKONOMI & BISNIS (KNEB) I Tahun 2014 FORUM DEKAN EKONOMI & BISNIS PTM SE-INDONESIA

Pembangunan ekonomi Indonesia pasca Orde Baru memerlukan redefinisi konsep. Pembangunan ekonomi bukan lagi menjadi prioritas pasca rezim Orde Baru. Kegaduhan politik dan mekanisme demokrasi dikritik menjadi penyebab pembangunan ekonomi menjadi kehilangan arah.

Pada tataran praktis salah satu masalah kronis dari lambannya pembangunan ekonomi pasca Orde Baru adalah buruknya tata kelola organisasi di Indonesia. World Economic Forum dalam laporan World Competitiveness Report 2013 menunjukkan perkembangan positif karena peringkat daya saing Indonesia naik ke posisi 38. Kenaikan peringkat daya saing ini seharusnya memberikan hal yang positif bagi perkembangan ekonomi Indonesia. Namun, alih-alih mengalami perkembangan ekonomi yang membaik, pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak pernah melebihi angka 6 persen pasca Orde Baru. Masalah lain adalah kualitas pertumbuhan ekonomi yang didominasi oleh konsumsi.

Pertumbuhan industri Indonesia saat ini didominasi oleh industri keuangan dan jasa dengan angka diatas 7 persen, sedangkan industri pengolahan hanya tumbuh 3 persen per tahun. Masalah struktur ekonomi dengan tiga masalah utama, yaitu kemiskinan, angka pengangguran tinggi dan ketimpangan distribusi pendapatan belum terselesaikan. Masalah struktural ini ditambah lagi dengan neraca perdagangan yang rawan defisit karena lambannya pertumbuhan industri dan subsidi BBM.

Paparan ini adalah cerminan perkembangan pembangunan ekonomi nasional. Akar permasalahan yang rumit memerlukan solusi multidimensi. Salah satu pendekatan yang dianggap bisa memberikan arahan bagi pembangunan ekonomi adalah penataan kelembagaan.

Info lengkap silahkan buka : www.ums.ac.id

Universitas Muhammadiyah Purwokerto Datangkan Guest Lecturer Malaysia

Internasionalisasi networking Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) semakin hebat, bukan saja sebatas student foreign tetapi juga guest lecturer yang datang dari berbagai negara. Kali ini, kamis (11/9) UMP kedatangan 2 guest lecturer dari Malaysia, Prof. Dato Dr. Ghazali bin Dato Mohd Yusoff (Penasehat Menteri Pendidikan Diraja Malaysia) dan Dato Hatijah binti Ayob (Presiden Yayasan Jantung Malaysia, MyWATCH-Malaysian Women’s Action for Tobacco Control and Health).

Di hadapan civitas akademika UMP, Prof. Dato Dr. Ghazali bin Dato Mohd Yusoff memaparkan tema tentang “Leadership & Entrepreneurship” Ia mengisahkan banyak hal tentang bisnis, salah satu yang penting menurutnya adalah selalu menerapkan nilai keislaman. “Semua berpotensi untuk menjadi sukses tidak hanya dari jurusan ekonomi saja, semua bisa bisnis dan sukses selama memegang nilai Islam, bosnya adalah Allah,” katanya. Ia juga mengungkapkan rasa kagumnya pada Muhammadiyah. Menurutnya Muhammadiyah berhasil menjadi inspirasi dalam bisnis karena amal usaha Muhammadiyah dapat maju, berkembang pesat dan bertahan menanamkan nilai Islam.  Ia berharap dapat bekerja sama dengan Muhammadiyah.

Sementara itu Dato Hatijah binti Ayob mengisi materi bertajuk “Menjaga Kesehatan Jantung”. Ia lebih menekankan bahwa penyakit jantung tidak jauh dengan rokok. Menurutnya, rokok adalah penyebab terbesar sakit jantung, asap rokok dapat masuk ke aliran darah manusia. “Tugas kita memberantasnya, meningkatkan cara hidup sehat dan mencegah terkena akibat bahaya rokok, “ tandasnya. Ia juga menegaskan, roko sudah menjadi masalah global, ada mata rantai yang panjang di balik industri rokok dan itu harus dipotong. Ia berharap dapat membangun kerjasama dengan Muhammadiyah untuk menangani penyakit jantung dan rokok.

Guest lecturer merupakan salah satu komitmen UMP dalam memantapkan road map world class university (WCU). Di masa mendatang UMP akan selalu memaksimalkan pengadaan dosen tamu dari luar negeri. Menurut Rektor Dr. H. Syamsuhadi Irsyad, MH, internasionalisasi merupakan jawaban untuk menghadapi globalisasi, mengamanatkan pentingnya peningkatan kapasitas dan modernisasi perguruan tinggi, daya saing regional dan daya saing internasional.

Senada dengan rektor, Wakil Rektor Bidang Pengembangan dan Kerjasama, Ir. Regawa Bayu Pamungkas, MT memastikan UMP bertekad tidak ingin terpinggirkan dalam persaingan global. UMP ingin mensejajarkan diri dengan universitas berkelas dunia lainnya. Tekad ini telah diterapkan dalam beberapa tahun terakhir, tidak sedikit pencapaian yang berhasil dilakukan. Program pengembangan jejaring internasional yang sedang dilakukan oleh UMP ini juga untuk menginformasikan lebih dekat gerakan Muhammadiyah yang telah berjaya selama lebih dari 100 tahun lalu. (Pra)

Sumber : www.ump.ac.id

Fakultas Ekonomi UMY Tandatangani MoU dengan LPS

Sebagai salah satu lembaga publik, Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS) berkewajiban untuk terus memperluas hubungan dengan para stakeholders. Hal ini untuk menjelaskan pemahaman dan fungsi LPS sebagaimana yang diamanatkan oleh undang-undang No. 24 Tahun 2004 tentang Lembaga Penjaminan Simpanan, serta LPS perlu melakukan kerjasama dengan beberapa Universitas untuk memberi pemahaman kepada masyarakat luas mengenai fungsi dan peran LPS. Oleh karena itu LPS bersama Universtas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) sepakat untuk melakukan kerjasama dengan diawali pada penandatanganan Nota Kesepahaman antara LPS dan Fakultas Ekonomi (FE) UMY, di Convention Hall Asri Medical Center (AMC) pad Sabtu (06/09).

Penandatanganan Nota Kesepahaman ini dimaksudkan untuk memperkuat kerjasama dalam bidang pendidikan mengenai konsentrasi peran dan fungsi LPS terhadap sistem keuangan Syariah. Sebagaimana yang disampaikan oleh Direktur Eksekutif Administrasi dan Sistem Informasi LPS R. Budi Santoso, bahwa semua aktifitas LPS dalam menjalankan fungsinya menjamin simpanan nasabah dan turut serta memelihara stabilitas sistem perbankan.

Budi juga menyampaikan, dalam menjaga serta memelihara stabilitas sistem perbankan juga ditujukan untuk menjaga stabilitas sistem perbankan syariah, sehingga mampu mendorong industri perbankan syariah agar dapat memiliki daya saing yang sama dengan industri perbankan konvensional. “Ada dua fungsi LPS yaitu menjamin simpanan nasabah dan memelihara stabilitas sistem perbankan, yang juga ditujukan kepada sistem perbankan syariah. Diharapkan hal ini mampu mendorong industri perbankan syariah yang ada di Indonesia untuk terus meningkatkan daya saing dengan perbankan konvensional,” ujarnya saat menyampaikan sambutan.

Senada dengan Budi ,Dr. Rizal Yaya, SE,. M.Sc,. Akt selaku Wakil Dekan Bidang II Fakultas Ekonomi UMY menjelaskan bahwa penandatanganan nota kesepahaman dan kerjasama antara LPS dan FE UMY ini adalah sebagai bentuk fokus UMY dalam mengembangakan kajian mengenai penerapan sistem penjaminan khusus untuk industri perbankan syariah. Dengan harapan pengelolaan penjaminan simpanan syariah dapat dipisahkan dengan pengelolaan dana penjaminan simpanan konvensional. “Penandatanganan nota kesepahaman ini adalah sebagai bentuk concern kami dalam mengembangkan kajian tentang sistem penjaminan yang dikhususkan untuk perbankan syariah. Dengan ini diharapkan ke depannya pengelolaan penjaminan simpanan bank syariah bisa dipisahkan dengan sistem pengelolaan dana penjaminan simpanan konvensional” tegas Rizal saat Konfrensi Pers.

Imamudin Yuliadi sebagai Ketua Program Studi Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi UMY juga menegaskan bahwa, bentuk kongkret kerjasama ini ialah LPS akan memberikan materi perkuliahan sehingga bisa dijadikan bahan peningkatan kurikulum di Fakultas Ekonomi, “kami memiliki beberapa mata kuliah yang bisa dikaitkan dengan materi dari LPS seperti mata kuliah Bank dan Lembaga Keuangan,” tuturnya.

Selain itu, kepala bagian kesekretariatan sekretariat lembaga LPS Budi Joyo Santoso menyebutkan bahwa saat ini sudah ada 5 universitas yang sudah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) pengembangan Implementasi pembelajaran terkait tugas dan fungsi LPS, diantaranya adalah Universitas Negeri Surakarta (UNS), Universitas Warmadewa Bali, Universitas Negeri Balikpapan, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta dan pada tanggal 10 September nanti akan menyusul Universitas Airlangga Surabaya. “Yang sudah menandatangani MoU ini adalah UNS, Warmadewa Bali, Universitas Balikpapan, UMY sendiri yang baru saja kita laksanakan, dan nantinya akan menyusul pada 10 September Universitas Airlangga di Surabaya” jelasnya.

Setelah penandatanganan Nota Kesepahaman antara LPS dan UMY, kegiatan akan dilanjutkan dengan seminar yang digagas oleh FE UMY kepada mahasiswa baru FE UMY yang bertemakan “Sistem Penjaminan Pada Lembaga Keuangan Islam dan Manajemen Syariah pada Keuangan Syariah”. Adapun pembicara pada seminar ini adalah Ronald Rulindo (Kepala Divisi Syariah & Riset Manajemen Risiko LPS) dan Budi Joyo Santoso (Kepala Bagian Kesekretariatan LPS). Seminar ini juga bertempat di C​onvention Hall Asri Medical Center Yogyakarta. (Shidqi)

Sumber : www.umy.ac.id

Prodi Kebidanan UMG Praktek Klinik Ke Solo & Jogya

Guna mempermantap ilmu yang diperoleh di bangku kuliah, Program studi kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Gorontalo melaksankan studi komparatif dan Praktek Klinik di Kota Solo dan Jogyakarta, kegiatan tersebut di lepas secara langsung oleh Wakil Rektor I bidang Akademik, Dr.Hi. Abdul Hamid Isa,M.Pd, dan di hadiri oleh Wakil Rektor II Drs.Hi. Sjamsudin Tuli,M.Si, dalam sambutannya Wakil Rektor I mengatakan bahwa Kegiatan Studi banding yang di integrasikan dengan Praktek Klinik oleh Program Studi Kebidanan ini, sudah beberapa kali dilaksanakan, bahkan sebelumnya kata beliau sudah pernah ke luar Negeri, yaitu ke Singapura dan Malaysia, oleh karenannya kata beliau kegiatan rutin semacam ini harus terus dipertahankan, bahkan kalau dapat di tingkatkan, lebih lanjut Dr.Hi. Abdul Hamid Isa,M.Pd menghimbau kepada seluruh peserta agar menjaga nama baik Universitas dan senantiasa menjaga kekompokan karena, perjalanan ini membawa nama UMG sehingga baik dan buruknya akan tergantung mahasiswa dan dampaknya akan dirasakan oleh adik-adik angkatan selanjutnya, sehingga kegiatan ini harus dijaga, agar kedepan UMG terus dapat melaksanakan kegiatan yang sama.

Sementara itu Wakil Rektor II Drs.Hi. Sjamsudin Tuli,M.Si, yang diwawancarai terpisah mengatakan bahwa kegiatan semacam ini merupakan bagian dari promosi kampus, sehingga dukungan dari semua pihak sangat dibutuhkan, beliau juga berharap agar Program studi lainnya juga dapat menyiapkan kegiatan semacam ini, karena kata beliau semakin banyak kegiatan yang dilaksanakan di dalam kampus dan di luar kampus akan menambah nilai plus bagi UMG.

Senada dengan WR II, Wakil Dekan Fikes Pipin Yunus,S.Kep,NS yang turut hadir dalam penglepasan (29/8) mengatakan bahwa pihaknya akan terus mendorong seluruh prodi di lingkungan Fakultas Ilmu Kesehatan untuk terus melaksanakan kegiatan-kegiatan produktif, sehingga UMG secara umum akan lebih di kenal dan akan mendorong minat masyarakat masuk UMG.

Ikut serta dalam rombongan tersebut Kepala UPT Humas dan Kerjasama Apris A. Tilome,S.Ag,M.Si dan direncanakan akan berlangsung dari tanggal 1 September sampai 13 September 2014.

Direncanakan Program Kuliah Kerja Dakwah Tematik Posdaya Berbasis Masjid akan berakhir tanggal 10 September 2014. Sehingganya seluruh lokasi KKD saat ini sementara mengejar target penyelesaian Program, sebelum berakhirnya Program KKD Tematik Posdaya Berbasis Masjid ini, direncanakan Rektor UMG Prof.Dr.Ir.Hi. Nelson Pomalingo,M.Pd, akan melaksanakan kunjungan general yang akan diintegrasikan dengan Pengresmian berbagai Program KKD Posdaya di seluruh Lokasi.

Tim Humas UMG telah mengatur tentatif perjalanan Rektor di empat kecamatan tersebut yang direncanakan akan berlangsung mulai tanggal 5 – 7 September 2014.

Salah satu Kepala Desa yang ditemuai Tim Humas UMG untuk penetapan Route Perjalanan Rektor di Kecamatan Mootilango, mengatakan bahwa pihaknya bersama masyarakat dengan senang hati akan menerima kunjungan ini dengan baik serta bersama-sama mahasiswa KKD akan mensukseskan seluruh program yang akan diresmikan Rektor. Beliau juga berharap agar kerjasama UMG tidak saja berakhir di KKD tetapi Insya Allah akan terus berlanjut.

Sumber : www.umgo.ac.id

Teknik Kimia Genjot Mahasiswa Susun PKM

Salah satu kunci sukses sebuah instansi Perguruan Tinggi  (PT) adalah dibuktikan dengan prestasi. Pada setiap tahunnya Universitas Muhamadiyah Purwokerto (UMP) telah mengajukan lebih dari 300 Proposal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dan lebih dari 10% lolos Dikti. Tentunya untuk mencapai hal itu, ada banyak langkah yang diupayakan diantarannya adalah pelatihan dan pendampingan pembuatan proposal. Bertempat di gedung Rektorat Aula AK. Anshori, Selasa (9/9) dua pembicara Anwar Ma’ruf ST.MT dan Endar Puspawiningtiyas M.T dosen fakultas Teknik, menggembleng mahasiswa fakultas Teknik kimia semester tiga guna menggali ide kreatif  pada workshop penyusunan proposal PKM.

Kegiatan workshop ini diisi dengan sharing mengenai pengetahuan seputar penyusunan proposal PKM, diantarannya pemaparan jenis PKM,bagaimana memulai, membangun sebuah ide, bagaimana mengembangkan gagasan, mengumpulkan data dan sebagainya. Endar mengatakan bahwa mahasiswa seharusnya memanfaatkan peluang dengan sebaik-baiknya, “mahasiswa harus memanfaatkan peluang yang ada, seperti pengajuan beasiswa. Perlu diingat bahwa setiap Program Studi (Prodi) punya jatah beasiswa untuk mahasiswa. Bagi penerima beasiswa diwajibkan untuk membuat PKM, tidak sesuai dengan prodi tidak masalah selagi itu dapat memunculkan keratifitas dalam menulis,” jelasnya. PKM sendiri memiliki lima sub program, yakni  PKM-Penelitian (PKM-P), PKM-Kewirausahaan (PKM-K), PKM-Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-M) PKM- Teknologi (PKM-T), dan PKM-Karsacipta (PKM-KC).

Waktu pengumpulan proposal PKM ke dikti jatuh pada 28 September mendatang, dengan waktu kurang dari tiga minggu tidak menyurutkan semangat dosen FT mendampingi mahasiswanya. Anwar sebagai pemateri menjelaskan mengenai  tujuan pembuatan PKM. “Tujuan diadakannya PKM adalah untuk mendorong kreativitas mahasiswa sejak awal dalam penelitian, pengabdian kepada masyarakat, pengembangkan gagasan dan penulisan ilmiah, kemudian melatih menulis secara terstruktur, mengalihkan kegiatan mahasiswa yang kurang produktif serta meningkatkan kemampuan lulusan untuk meraih kesempatan bekerja atau berwirausaha,”tuturnya.  Dengan dilatihnya pembuatan PKM diharapkan dapat memudahkan mahasiswa ketika membuat proposal untuk tugas akhir maupun ketika sudah bekerja nantinya, Anwar menambahkan. (Faj)

Sumber : www.ump.ac.id

Mahasiswa University of Malaya Belajar di UAD

Experience is the best teacher (pengalaman adalah sebaik-baiknya guru) merupakan kalimat yang tepat untuk menyebut program yang dilaksanakan Universitas Ahmad Dahlan (UAD) saat ini. Program Studi (Prodi) Bahasa dan Sastra Arab UAD kembali bersyukur atas kedatangan enam mahasiswa dan mahasiswi University of Malaya (Malaysia). Mereka merupakan peraih beasiswa Program Student Exchange ASEAN International Mobility Students (AIMS) angkatan keempat yang akan belajar di Prodi Bahasa dan Sastra Arab selama satu semester.

Para mahasiswa University of Malaya ini mengaku sangat gembira karena dapat menuntut ilmu di Indonesia, khususnya di Yogyakarta. Mereka terdiri atas Muhammad Fikri bin Johan, Muhammad Hafizuddin bin Hussin, Farah As-Sofia binti Harolizam, Wardah Hanim binti Muhammad Nabil, Zafirah Afifah binti Ahmad Luthfi, dan Nabilah binti Halim. Selain kuliah di kampus, mereka juga belajar dan tinggal di Pesantren Mahasiswa K.H. Ahmad Dahlan (kampus IV).

Selain kedatangan para mahasiswa University of Malaya, empat mahasiswa Prodi Bahasa dan Sastra Arab yang mendapatkan beasiswa Program Student Exchange AIMS angkatan tiga juga berangkat ke University of Malaya. Mereka diberangkatkan dengan beasiswa dari Dikti pada 2 September 2014, setelah berpamitan dengan Rektor UAD. Sebelumnya, berbagai prosedur ujian dan mufakat sudah dilakukan antara Ketua Prodi Bahasa dan Sasta Arab, Abdul Mukhlis, S.Ag., M.Ag. dengan pejabat akademik Fakultas Agama Islam (FAI).

Empat mahasiswa FAI UAD yang diberangkatkan ke University of Malaya, yaitu Ahmad Luqman Hakim, Muhammad Wahid Hasyim, Muhammad Husni Imaduddin, dan Muhammad Khairul Anam. Ahmad Luqman Hakim sebelumnya sudah pernah menjadi utusan FAI UAD ke Suez Canal University, Mesir, pada Undergraduate Sandwich Program selama satu semester.

“Saya sangat bersyukur kepada Allah karena saya kuliah di FAI UAD lalu mendapatkan kesempatan menimba ilmu di luar negeri. Pertama di Mesir, lalu sekarang Malaysia. Jangan sia-siakan kesempatan-kesempatan yang ada di FAI UAD,” pinta Mukhlis. (Doc)

Sumber : www.uad.ac.id

Gubernur Resmikan Gedung Unmuha Bantuan New Zealand

Gubernur Aceh Zaini Abdullah, kemarin, meresmikan gedung baru Universitas Muhammadiyah Aceh (Unmuha) bantuan Pemerintah New Zealand (Selandia Baru). Peresmian gedung baru itu turut dihadiri Dita Besar New Zealand untuk Indonesia, David Taylor dan Ketua PP Muhammadiyah, Prof Dr Din Syamsuddin MA.

Rektor Unmuha, Drs H Muharrir Asy’ari Lc MAg menyebutkan, gedung baru terdiri atas 20 ruang kuliah, empat ruang laboratorium dan satu ruang perpustakaan, dibangun dengan dana Rp 20 miliar. Selain gedung, Pemerintah New Zealand juga membantu alat-alat laboratorium teknik sipil, biologi, psikologi, dan fisioterapi, serta buku untuk perpustakaan.

Gubernur Aceh, Zaini Abdullah mengharapkan dengan bantuan Pemerintah New Zealand (Selandia Baru) ini, mampu mendongkrak mutu lulusan Unmuha di masa mendatang. “Saya berharap Unmuha akan menjadi universitas terbaik di Sumatera,” ujar Zaini Abdullah.

Sementara David Taylor mengatakan, bantuan ini merupakan komitmen Pemerintah New Zealand untuk membantu masyarakat Aceh pasca tsunami. Ke depan, Pemerintah New Zealand sedang menjajaki kerja sama dengan Pemerintah Indonesia untuk memberikan bantuan-bantuan lain bagi mahasiswa Unmuha.

“Kita berharap, lulusan Unmuha bisa melanjutkan pendidikan di New Zealand,” ujar David.

Usai menandatangani prasasti peresmian gedung baru itu, Gubernur Aceh, Dua Besar New Zealand untuk Indonesia, Rektor Unmuha, Ketua DPRA Hasbi Abdullah, dan Ketua PP Muhammadiyah, meninjau gedung baru perguruan tinggi swasta tersebut.

Unmuha yang berusia 27 tahun, saat inimemiliki enam fakultas, dua akademi, dengan 13 program studi. Jumlah mahasiswa tahun akademik 2013-2014 mendekati 5.000 orang.(min)/serambi indonesia

Sumber : www.unmuha.ac.id

Jelang Perkuliahan, Mahasiswa Asing Mulai Berdatangan

MAHASISWA asing Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) angkatan 2014/2015 mulai berdatangan. Setelah dua pekan lalu 13 mahasiswa asal Thailand telah memulai orientasi belajar pra-perkuliahan, awal pekan ini 24 mahasiswa asing dari sebelas negara hadir di kampus ini.
Continue reading “Jelang Perkuliahan, Mahasiswa Asing Mulai Berdatangan”