UMSU Dipercaya Menjadi Riset Center Pengendalian TB di Sumut

Fakultas Kedokteran UM Sumatera Utara mengadakan acara Mini Seminar di Aula FK UMSU, Sabtu (7/9). Bertemakan TB Diagnosis and Management, kegiatan ini mengangkat isu penyakit TBC yang menjadikan Indonesia sebagai urutan ke-3 di dunia dengan jumlah kasus 842 ribu.

Dibuka oleh Dr Rudianto MSi selaku WR III, acara ini menghadirkan dr Moh Adib Khumaidi selaku Ketua perhimpunan doker paru Indonesia cabang Sumut dan dr Eka Airlangga selaku Dept Ilmu Kesehatan Anak UMSU sebagai keynote speaker.

“Ini menjadi kebanggaan bagi kami, terlebih UMSU dipercaya sebagai Riset Center Pengendalian TB di Sumut, sungguh sebuah kehormatan bagi kami,” papar Dr Rudianto MSi memberikan sambutan. Ia melanjutkan UMSU menjadi satu-satunya PTS yang terakreditasi A, sehinga UMSU bertanggung jawab untuk berkontribusi membangun masyarakat melalui implementasi Tridarma Perguruan Tinggi.

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara ke Tingkat Nasional

 Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) yang memiliki nama yang sama dengan Rektor UMSU, Agus Sani terpilih mewakili Kopertis Wilayah I Sumut-Aceh dalam pemilihan mahasiswa berprestasi tingkat nasional pada Agustus 2015 mendatang.

“Atas nama pimpinan universitas, saya mengapresiasi prestasi mahasiswa kita ini karena berhasil menjadi mahasiswa teladan di tingkat Kopertis wilayah I,” kata Rektor UMSU, Dr Agussani MAP didampingi Wakil Rektor III Dr H M Arifin Gultom MHum, Kabimawa Randiman SE MSi, di kampus UMSU Jalan Kapten Mukhtar Basri, Medan, Rabu (27/5).

Sebelumnya, pemilihan mahasiswa berprestasi atau teladan tingkat Kopertis wilayah I diikuti oleh 58 Perguruan Tinggi di wilayah Kopertis I Sumut-Aceh. Untuk mengapresiasi itu, Rektor UMSU secara simbolis menyerahkan tali asih kepada Agus Sani.

Menurut Agussani, prestasi mahasiswa UMSU yang menjadi mahasiswa teladan Kopertis ini telah mengulangi prestasi UMSU sebelumnya yang juga pernah melahirkan mahasiswa teladan kopertis wilayah I di antaranya Drs Ali Mukmin Siahaan (alm) era 1970-an, Drs Khairil Anwar MAP (alm), Hasyim Is, Drs Shohibul Anshor di era 1980-an. Untuk saat ini, prestasi ini berarti meningkat dari tahun-tahun sebelumnya di mana pada pemilihan mahasiswa berprestasi dua tahun sebelum ini, mahasiswa UMSU mampu meraih peringkat 7.

Dosen Teladan

“Selain itu, Dosen UMSU juga pernah meraih dosen teladan Kopertis I di antaranya Dr Arifin Gultom, Faisal dan lain-lain. Jadi, prestasi mahasiswa kita yang menjadi mahasiswa teladan Kopertis I ini membanggakan kita,” ujar Agussani sembari mengapresiasi pihak Kopertis Wilayah I yang telah secara murni dan objektif dalam menilai dan menjalankan tugasnya.

Ditambahkannya, predikat mahasiswa teladan ini tidak hanya diukur di tingkatan Kopertis Wilayah I saja, namun diharapkan untuk menembus tingkat nasional.

“Kita tidak pernah absen untuk mengikutsertakan mahasiswa kita yang berprestasi karena ini merupakan bagian dari Tridharma Perguruan Tinggi dan pembinaan universitas. Kita juga tidak ingin berhenti di situ saja melainkan nanti ada semacam laboratorium estafet akademik, seperti melanjutkan pendidikan, mengabdi di universitas dan lain-lain asalkan ada keinginan yang kuat dan kerja keras,” tegas Agussani sembari menyatakan mahasiswa ini akan dibimbing dan dilatih untuk persiapan tingkat nasional.

Begitupun, Agussani berharap agar kepada mahasiswa yang berprestasi ini tidak melupakan tugas utamanya yaitu menyelesaikan studi perkuliahan tepat pada waktunya. “Jangan menyombongkan diri, sehingga studi menjadi berlarut-larut. Kita ingin berhasil secara kreativitas juga berhasil secara akademik,” tegas Agussani. “Sebagai duta UMSU, maka juga bertugas sebagai corong universitas yang mempunyai kewajiban untuk menjaga nama baik almamater.”

Sementara itu, mahasiswa teladan Kopertis I, Agus Sani, mengatakan, ada empat indikator yang dinilai pada seleksi yaitu Indeks Prestasi, Karya Tulis Ilmiah, kemampuan Bahasa Inggris, wawancara tes psikologi atau kepribadian. “Waktu itu saya membawakan karya ilmiah yang berjudul Membumikan Gerakan Investasi Sosial Infaq dan Sedekah,” katanya.

Pemilihan mahasiswa berprestasi diikuti oleh 42 PTS se-Indonesia dan rombongan UMSU yang dipimpin oleh Dosen Pendamping, Junaidi MA, mengirimkan 5 peserta. Dari kelima orang itu, tiga mahasiswa UMSU meraih juara yaitu Liza Zahrina mahasiswa FE prodi Manajemen (Juara I Puisi), Roni Sanjani Azli mahasiswa Fakultas Hukum (Juara III Puisi) dan Tri Suci Handayani mahasiswa Fakultas Agama Islam (Juara I MTQ).

Dalam kesempatan itu, rektor juga memberikan penghargaan serupa kepada mahasiswa UMSU yang meraih juara di tingkat nasional pada even Pekan Seni Mahasiswa Perguruan Tinggi Muhammadiyah se-Indonesia yang dilaksanakan oleh Lembaga Seni Budaya PP Muhammadiyah di Cirebon. (maf)

Sumber : Analisadaily.com

Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara Diundang HWPL di Kamboja

Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) mendapat kehormatan diundang oleh Heavenly Culture, World Peace, Restoration of Light (HWPL). Sebuah organisasi perdamaian internasional yang berpusat di Seoul Korea Selatan.

Acara dilaksanakan di Build Bright University, Siem Reap Kamboja 23-24 Mei 2015.Perwakilan UMSU menjadi pembicara dalam acara World Alliance of Religion: Peace Dialog. Demikian disampaikan, Rektor UMSU, Dr. Agussani, MAP kepada wartawan, baru-baru ini.

Hadir dalam dialog tersebut perwakilan dari Buddha, Hindu, Kristen, dan Islam. Dari Islam sendiri diwakili oleh Dr. Muhammad Qorib sebagai pembicara (UMSU), dan Zailani, MA sebagai peserta (UMSU). Jumlah peserta dialog 100 orang.

Agussani sangat mendukung acara dialog tersebut dan memiliki komitmen yang kuat untuk membawa UMSU pada ranah internasional.

Menurutnya, perguruan tinggi masa kini harus memiliki wawasan internasional dan harus selalu terlibat dengan berbagai kegiatan sosial keagamaan. “Sebagai lembaga pendidikan yang besar, UMSU berbuat tidak hanya untuk agama, tapi juga untuk bangsa,” katanya.

Dia menjelaskan dialog-dialog keagamaan sejenis juga sering dilaksanakan UMSU. Apalagi UMSU memiliki Pusat Studi Islam dan Muhammadiyah (PSIM) dan Fakultas Agama Islam (FAI) yang memang konsen dalam hal tersebut.

Perdamaian

Sementara Dr. Muhammad Qorib dan Zailani, MA mengatakan, materi yang disampaikan dalam dialog yakni, Informasi Alquran dan hadis tentang perdamaian, metode Alquran dan hadis dalam menerapkan perdamaian di tengah-tengah masyarakat dan perdamaian dalam konteks historis Islam

Dia menjelaskan, Islam adalah damai. Muslim berarti cintai damai. Islam dan muslim dekat dengan perdamaian. Dalam Alquran ditemukan kata-kata yang dekat dengan perdamaian. Misalnya, dalam Al Baqarah ayat 208. Kaum muslim harus menjadi orang yang cinta damai. Dalam surah Ali Imran ayat 1, dijelaskan, kaum muslimin harus menjadi duta perdamaian kapanpun. “Ungkapan salam juga mengandung pesan perdamaian. Rasulullah juga mencontohkan hidup damai dan harmonis walau di tengah kemajemukan agama,” katanya. (maf)

Sumber : analisadaily.com

Din Syamsuddin Narasumber Dialog Ideopoliter di UMSU

Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin menjadi narasumber kunci pada dialog idiologi, politik dan organisasi (Idiopolitor) regional 7 di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara.

“Acara yang akan diikuti oleh PW, PD Muhammadiyah,PW dan PD Aisyiah Provinsi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat,Riau dan Kepulauan Riau akan berlangsung mulai 23-25 April,” kata Ketua Pelaksana Drs, Bahril Datuk, MM kepada wartawan di Medan, Selasa.

Dijelaskan dia, dialog Idiopolitor dilaksanakan sebagai rangkaian kegiatan menyambut Muktamar Muhammadiyah di Makasar Agustus mendatang. Dasar pemikirannya sendiri berangkat dari berbagai peristiwa di Indonesia yang menunjukkan semakin rapuhnya sendi-sendi dan nilai-nilai kehidupan dan moralitas bangsa.

“Konflik horizontal-komunal yang terjadi di berbagai wilayah, menurunnya tingkat kepercayaan terhadap aparat birokrasi, runtuhnya wibawa penegak hukum, korupsi merupakan masalah yang dipandang perlu segera disikapi,” katanya.

Lebih lanjut, carut marut kehidupan sosial, ekonomi dan politik yang terjadi juga mengindikasikan runtuhnya nilai-nilai keagamaan, pandangan hidup dan kemanusiaan. Karena itu bagi Muhammadiyah sebagai gerakan dakwah amal makruf nahi mungkar, tajdid, krisis multi dimensi itu menjadi tantangan tersendiri.

“Untuk itu perlu upaya serius dan sistematis guna mngambil bagian dalam menyelesaikan baik di level, nasional, wilayah dan daerah,” katanya.

Dalam perspektif idiologi dijelaskan Bahril, saat ini banyak bermunculan idiologi baru, baik mengatasnamakan agama maupun pemikiran rasional.Idiologi baru itu menghasilkan prilaku ekonomi dan politik yang tidak selalu berpihak pada terciptanya kehidupan yang berkeadilan.

Ideologi global neo-liberalisme, umpanya telah mendorong negara untuk lebih percaya diri menarik diri dari peran sentral menyejahterakan masyarakat, membiarkan atau bahkan memfasilitasi pemegang modal.Indonesia sebagai Negara Muslim terbesar dunia, juga tidak terlepas dari pengaruh berkembangnya ideologi tersebut.

“Maka dalam menghadapi persoalan yang semakin kompleks tersebut, upaya untuk memperkuat basis ideologis dan keorganisasian Muhammadiyah perlu dilakukan dari berbagai sisi,” tegas Bahril Datuk.

Dijelaskan dia, dalam dialog nantinya, Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsuddin akan membawakan makalah dengan tema” Transformasi Gerakan Muhammadiyah dalam Dinamika Ideologi Organisasi dan Politik Kontemporer”. Narasumber lainnya yang akan tampil diantaranya,Prof Yunahar Ilyas, MAg, Prof Dr H Ahmad Jaenuri, MA dan Prof Dr H Amin Abdullah.

Melalui kegiatan dialog tersebut diharapkan, dapat memberikan pemahaman bagi pimpinan dan kader Muhammadiyah tentang peta mutakhir ideologi politik, ekonomi dan gerakan keagamaan yang berkembang di Indonesia. Selain itu juga memperkuat basis ideologis bagi pimpinan dan kader Muhammadiyah dalam menghadapi persoalan-persoalan sosial, ekonomi dan politik Indonesia kontemporer yang berimbas pada kehidupan di daerah.

Sumber : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara