Seminar Internasional UMSIDA Hadirkan Narasumber Asing

Seminar Internasional UMSIDA Hadirkan Narasumber Asing

Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) menggelar seminar internasional secara hybrid pada Selasa (4/10). Kegiatan ini bertemakan “Improving the Quality of Islamic Higher Education in Indonesia Towards the Era of Global Competition“. Lokasi kegiatan tersebut di Ruang KH Mas Mansyur, Kampus 1 UMSIDA. Sebanyak 200 mahasiswa yang mengikuti secara luring hadir dalam ruangan tersebut. Kemudian, 400 mahasiswa lainnya hadir secara daring. Pelaksana kegiatan ini adalah Fakultas Agama Islam (FAI) UMSIDA.

Keynote speakers dari kegiatanImproving the Quality of Islamic Higher Education in Indonesia Towards the Era of Global Competition” tersebut ada beberapa. Pertama, Rektor UMSIDA, Dr Hidayatulloh MSi. Kedua, Asisten Profesor di Cotabato State University Philippines, Prof Nhelbourne Mohammad PhD. Ketiga, Member Board of Directur Universiti Sultan Zainal Abidin (uniSZA) Malaysia, Prof Abdul Hakim Abdullah. Keempat, profesor dari Jami’ah Al-Qur’an Al Karim Khortoum, Prof Dr Faisal Mahmud Adam Ibrahim.

Selain ada beberapa keynote speakers yang hadir dalam kegiatan “Improving the Quality of Islamic Higher Education in Indonesia Towards the Era of Global Competition” tersebut, ada pula invited speakers. Para invited speakers ini merupakan rombongan dari UniSZA Malaysia. Di antaranya yakni, pertama, Prof Dr Engku Ahmad Zaki Engku Alwi. Kedua, Prof Madya Dr Nadhirah Nordin. Ketiga, Prof Madya Dr Normadiah Daud. Kemudian, keempat, Ustadz Abdul Aziz Sulaiman.

UMSIDA Perkuat Kolaborasi Kampus di Tengah Perkembangan IPTEK

UMSIDA Perkuat Kolaborasi Kampus di Tengah Perkembangan IPTEK

Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) menerima kunjungan kolaborasi Universitas Bangka Belitung pada Senin (15/8). Kunjungan tersebut bertempat di Ruang Rapat Kampus I Gedung Rektorat UMSIDA. Hadir menyambut UBB ada Wakil Rektor III UMSIDA, Wakil Dekan I Fakultas Ekonomi, Kepala Prodi Manajemen, Sekretaris Prodi Manajemen, Kepala Laboratorium Manajemen, Dosen Manajemen, dan Ketua IPM. Ada pula seluruh perwakilan Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Kegiatan kunjungan ini terselenggara dalam rangka menyukseskan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

Wakil Rektor III UMSIDA, Eko Hardiansyah MPSi, menyambut baik kunjungan tersebut. “Kami mengucapkan selamat datang di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo. Alhamdulillah, kita bisa bersilaturahmi hari ini. Semoga pertemuan siang ini memberi manfaat bagi kedua belah pihak,” ujarnya. Kemudian, ia menambahkan bahwa kerja sama di era keterbukaan informasi antarinstitusi ini penting. Sebab, institusi tidak dapat berkembang tanpa kolaborasi dengan institusi lain.

Kemudian, Dr Nizwan Zukhri M M, Wakil Rektor 1 UBB mengucap syukur akhirnya bisa melakukan kunjungan kerja di Umsida. “Alhamdulillah akhirnya kami sampai jugadi Sidoarjo. Terima kasih kami sudah disambut baik. Mudah-mudahan kegiatan ini membawa manfaat untuk kedua belah pihak. Kami harus banyak belajar kepada UMSIDA, mengingat usia kami yang masih muda di banding UMSIDA, ” jelasnya. Ia menandaskan di zaman ini diperlukan kolaborasi untuk meningkatkan kinerja perguruan tinggi.

Kunjungan oleh UBB terlaksana sekaligus untuk menjajaki kerja sama dengan Umsida dalam hal Tri Dharma pendidikan; Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian dan Pengembangan, serta Pengabdian kepada Masyarakat. Nantinya, melalui penjajakan kerja sama ini rencananya akan terumus dalam penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU). “Alhamdulillah kami banyak belajar dari UMSIDA,” pungkas Dr Nizwan Zukhri M M.

Pembekalan KKN UMSIDA Dorong Terwujudnya Desa Berdaya Saing

Pembekalan KKN UMSIDA Dorong Terwujudnya Desa Berdaya Saing

Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) memberikan pembekalan Kuliah Kerja Nyata (KKN) pada Sabtu (25/6) lalu. Pembekalan ini terlaksana dalam rangka mempersiapkan mahasiswa untuk persiapan kegiatan pengabdian. Kegiatan ini terselenggara di Ruang KH Mas Mansur UMSIDA. Sebanyak 700 mahasiswa menghadiri kegiatan tersebut yang terbagi ke dalam dua gelombang, yakni pukul 13.00 WIB dan 15.00 WIB. Tajuk dari kegiatan ini adalah “Desa Berdaya Saing melalui Kolaborasi Menuju Kesejahteraan”. Harapannya, mahasiswa dapat mempersiapkan diri dengan matang, baik secara fisik, mental, maupun finansial.

Terdapat dua jenis Program KKN UMSIDA, yakni KKN Pencerahan (KKN-P) dan KKN Terpadu (KKN-T). KKN-P menjadi program bagi mahasiswa nonkerja dengan pembagian tiga program, di antaranya KKN Klaster, Nonklaster, dan Mandiri. Kemudian, KKN-T terlaksana secara luring pada bulan Juli hingag September, terbagi atas KKN Klaster dan Mandiri. Terdapat sebanyak 638 mahasiswa di KKN Klaster ke dalam 44 desa. Sementara itu, 17 mahasiswa lainnya mengikuti KKN Mandiri di wilayahnya masing-masing.

Ketua Panitia KKN UMSIDA, Rohman Dijaya MKom, memberikan imbauan di dalam sosialisasi pembekalan KKN ini. Menurutnya, mahasiswa memperhatikan beberapa hal selama menjalankan KKN. Salah satu perhatiannya adalah menjaga koordinasi dengan mitra KKN. “Kali ini, UMSIDA bermitra dengan ranting dan cabang ‘Aisyiyah. Tujuannya untuk menganalisis kebutuhan mitra bersama dengan ‘Aisyiyah dan ranting dan menyusun program kerja dalam rangka menangani masalah tersebut, serta dalam melaksanakan KKN tentu ada adab, sikap dan kemandirian yang harus dilakukan oleh mahasiswa dalam rangka menjaga nama UMSIDA,” tegasnya.

Relawan Mahasiswa UMSIDA, Misi Kemanusiaan Erupsi Semeru

Relawan Mahasiswa UMSIDA, Misi Kemanusiaan Erupsi Semeru

Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) memberangkatkan sejumlah tiga belas relawan ke Jawa Timur pada Rabu (2/1) lalu. Sejumlah relawan tersebut terdiri atas sepuluh mahasiswa relawan psikososial; tiga mahasiswa untuk keperluan dapur umum; dan satu mahasiswa untuk keperluan publikasi. Ke-13 mahasiswa tersebut merupakan mahasiswa dari Prodi Psikologi dan Komunikasi. Pemberangkatan tersebut dalam rangka misi kemanuisaan bencana alam erupsi Gunung Semeru, Lumajang, Jawa Timur.

Kegiatan yang dikemas dalam bentuk KKN Kebencanaan ini sekaligus memenuhi kebutuhan akan relawan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Jawa Timur. Dr Sigit selaku Direktur DRPM Umsida memberikan nasehat sebelum keberangkatan terkait aktivitas mahasiswa. “Ini ialah kegiatan kemanusiaan, membantu sesama. Lakukanlah dengan baik, tetap waspada dan berhati-hati selama di sana, dan semoga lancar,” ujarnya.

Kemudian, Kaprodi Psikologi Widyastuti MPsi Psikolog menjelaskan pengiriman mahasiwa sebagai relawan ke Lumajang. “Relawan mahasiswa dalam pemberangkatan ke Lumajang ini adalah permintaan dari MDMC Jawa Timur. Tujuannya yakni membantu penanganan pengungsi korban erupsi Semeru. Saya harap, mereka bisa berkontribusi nyata dan memberikan manfaat kepada masyarakat korban bencana di sana,” jelasnya dalam situs resmi UMSIDA.

Ia menambahkan, para relawan psikososial UMSIDA nantinya akan membersamai MDMC Jawa Timur dalam melakukan kegiatan pendampingan psikososial. Kegiatan yang akan dilaksanakan di Desa Sumberwuluh Kecamatan Candipuro Kabupaten Lumajang ini merupakan inisiasi MDMC Jawa Timur, MDMC Lumajang yang berkolaborasi dengan UMSIDA.

Umsida Jalin Kerja Sama dengan Dinas Pangan dan Pertanian

Umsida Jalin Kerja Sama dengan Dinas Pangan dan Pertanian

Universitas Muhammadiyah Sidoarjo melakukan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) dengan Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Sidoarjo, Rabu (29/12). Penandatanganan MoA yang Umsida jalin ini bertujuan untuk implementasi catur dharma perguruan tinggi. Di antaranya adalah pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan peningkatan kualitas sumber daya. Selain itu, juga melaksanakan kebijakan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

Pada saat kegiatan penandatanganan MoA ini, hadir dari pihak Umsida dan Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Sidoarjo. Pada pihak Umsida, Wakil Rektor Bidang Akademik Dr Hana Catur Wahyuni ST T hadir. Turut serta untuk mendampingi adalah Isna Fitria Agustina M Si, Kepala Lembaga Kerjasama dan Urusan Internasional (LKUI) Umsida. Beberapa dekan fakultas di Umsida hadir pula dalam kegiatan tersebut.

Sementara dari Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Sidoarjo, hadir menyaksikan langsung proses penandatangan MoA yaitu Dr Eni Rustianingsih ST MT. Ia dibersamai oleh empat puluh anggota serta penyuluh dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Sidoarjo.

Dr Hana Catur Wahyuni ST T, Wakil Rektor I Umsida, mengapresiasi adanya kerja sama yang Umsida jalin ini. “Apresiasi bagi kami karena melalui kerja sama ini kami bisa mengimplementasikan keilmuan. Juga, menjalin hubungan dengan dunia usaha dan industri, baik swasta maupun pemerintah,” ujarnya dilansir situs resmi Umsida. Ia menegaskan, Umsida memiliki komitmen untuk menciptakan sesuatu yang bermanfaat bagi kehidupan masyarakat. Oleh karenanya, jaringan kemitraan yang Umsida jalin harapanya dapat membantu mahasiswa berkontribusi dalam mengimplementasikan keilmuan.

Mahasiswa UMSIDA Raih Juara 1 Lomba Fotografi

Mahasiswa UMSIDA Raih Juara 1 Lomba Fotografi

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) menorehkan prestasi membanggakan. Nurul Farida, mahasiswa Prodi Psikologi, Fakultas Psikologi dan Ilmu Pendidikan (FPIP) UMSIDA meraih Juara 1 Psy Photography Kategori Ide Terbaik pada Kamis (4/11) lalu. Kompetisi Ilmiah Mahasiswa Psikologi Universitas Islam ke-11 (KIMPSI) menyelenggarakan kompetisi tersebut. 

Nurul Farida menjelaskan alur lomba yang ia ikuti. Setelah melakukan pendaftaran, ia mengumpulkan karya dan menunggu hasil penilaian. Hasil penilaian tersebut ia ketahui melalui pengumuman yang terselenggara via Zoom. “Pendaftarannya melalui web KIMPSI, kemudian selanjutnya pun secara online, termasuk pengumuman,” jelas Farida dilansir oleh situs resmi UMSIDA.

Farida mengatakan bahwa proses latihannya adalah melakukan analisis spot foto yang cocok. Kemudian ia berlatih mengambil gambar dan membandingkan hasil foto yang terbaik. Motivasinya mengikuti lomba adalah untuk membanggakan orang-orang di sekitarnya, seperti orang tua, dosen, dan teman-teman. “Ingin cari banyak ilmu dan pengalaman juga,” tambahnya. Dari proses pengambilan gambar yang ia lakukan, hal tersebut membuat Farida dapat mengeksplorasi alam dan tempat-tempat yang baru. Foto yang Farida kirimkan adalah potret anak kecil sedang belajar membaca ditemani seorang guru berlatarkan suasana asri di sekitar sungai.

Ke depannya, Farida berharap agar terus dapat berkontribusi di event berikutnya. Hal tersebut akan dapat membuat bangga UMSIDA. Selanjutnya, ia juga berharap agar teman-teman dan mahasiswa aktif lainnya dapat menjadi terdorong dan termotivasi atas inspirasinya.

Pendidikan Kemuhammadiyahan

Umsida Lepas 175 Lulusan D1 Pendidikan Kemuhammadiyahan

Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida)  melepas 175 lulusan Program Diploma 1 Pendidikan Kemuhammadiyahan, Senin (5/4). Bertempat di Hotel Sae Inn Kendal, wisudawan terdiri dari guru sekolah Muhammadiyah, pegawai AUM, Ortom, dan Pimpinan Muhammadiyah di Kendal.

Wisuda angkatan XI dan XII ini dihadiri rektor Umsida Dr Hidayatulloh MSi dan Dekan Fakultas Agama Islam (FAI) Umsida Dr Istikomah M Ag. Ditemui seusai acara, Dr Hidayatulloh mengungkapkan harapannya terhadap wisudawan. ”Selamat kepada para wisudawan, semoga bisa langsung mengaplikasikan ilmu yang diperoleh melalui tempat mereka mengabdi di amal usaha Muhammadiyah,” ujarnya.

Pelaksanaan wisuda dibagi dua gelombang. hal ini dikarenakan masih dalam pandemi Covid-19, dan protokol kesehatan tetap harus dilakukan. Selain itu, jumlah wisudawan yang banyak membuat pelaksanaan wisuda dilakukan dua tahap, yakni tahap pertama untuk angkatan ke 11 dengan jumlah 74 mahasiswa dan angkatan ke 12 sebanyak 101 mahasiswa.

Seluruh mahasiswa yang diwisuda telah mengikuti perkuliahan selama 4 bulan. Program ini merupakan program kerja sama FAI UMSIDA dengan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kendal. Dengan tujuan memberikan wawasan dan pengetahuan tentang kemuhammadiyahan serta internalisasi idiologi dan faham Muhammadiyah bagi pimpinan persyarikatan, pimpinan amal usaha, pimpinan ortom, dosen, guru, karyawan AUM serta kader Muhammadiyah.

Program D-I Pendidikan Kemuhammadiyahan ini pertama kali di selenggarakan oleh FAI Umsida pada tahun 2011 dan dilaunching oleh Hidayatulloh pada13 Desember 2015 di gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah Kendal, bekerjasama dengan Pimpinan Wilayahm Muhammadiyah Jawa Timur. Sasaran utama program ini adalah semua pimpinan dan karyawan di Amal Usaha (AUM) Muhammadiyah baik di bidang pendidikan, kesehatan dan amal usaha lainya dari 38 Kabupaten Kota yang ada di Jawa Timur.

Sumber : Humas Umsida

Workshop UMSIDA

UMSIDA Gelar Workshop Nasional AIK

Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) bersama Asosiasi Lembaga Al-Islam Kemuhammadiyahan (ALAIK) Umsida adakan Workshop Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) Nasional bertema “Pembelajaran Al-Islam dan Kemuhammadiyahan berbasis Multikultural, Kreatif, dan Inovatif” melalui Zoom Meeting, Senin (15/02).

Workshop Umsida  terbagi 2 sesi tersebut, sambutan disampaikan langsung oleh Rektor Umsida, Dr Hidayatullah Msi juga menghadirkan 2 pemateri yakni Muhammad Sayuti MPd MEd PhD (Sekretaris Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah) dan Prof Dr Tobroni MSi (Dekan Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Malang). Kemudian, kegiatan dilanjutkan dengan sidang komisi dengan 4 topik pokok pembahasan antara lain: kemanusiaan dan keimanan, ibadah-muamalah, kemuhammadiyahan, serta islam dan iptek.

“Peserta kegiatan ini adalah dosen AIK Perguruan Tinggi Muhammadiyah – Aisyiyah (PTMA) dari seluruh Indonesia,” tutur Kepala Lembaga AIK Umsida, Drs Mu’adz MAg. Menurutnya, penyelenggaraan kegiatan tersebut dilatarbelakangi oleh kondisi perkembangan dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara yang kompleks, serta kemajuan sains dan teknologi yang begitu cepat, terutama di bidang pendidikan dan pembelajaran. Sehingga muncul tuntutan untuk melakukan pembaharuan, inovasi, dan pengayaan dalam pembelajaran AIK.

Lebih lanjut, ia berharap workshop Umsida ini dapat memperkaya pengetahuan, ketrampilan dan wawasan di bidang pembelajaran AIK untuk seluruh dosen AIK. “Diharapkan dapat saling tukar informasi dalam bidang bahan ajar dan referensi perkuliahan AIK,” imbuhnya.

 

Sumber : Humas UMSIDA

Jurnal Ilmiah Umsida

Jurnal Ilmiah PBI Umsida Raih Akreditasi Sinta 2

Salah satu jurnal ilmiah umsida berhasil meraih capaian menarik. Journal of English Educators Society (JEES) yang disusun tim Prodi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) terakreditasi peringkat 2 dalam Science and Technology Index (SINTA) oleh Kementrian Riset dan Teknologi/ Badan Riset dan Inovasi Nasional (Kemenristek/BRIN).

SINTA merupakan lembaga pengindeks jurnal ilmiah di Indonesia yang terbagi menjadi 6 peringkat level akreditasi. “Dalam penyusunan jurnal PBI tersebut melibatkan P3I Umsida bersama tim prodi PBI dan fakultas FPIP, yaitu Pak Tanzil Multazam M Kn, Bu Yuli Astutik M Pd (Kaprodi), Dr Nur Effendi M Pd (Dekan FKIP) dan saya,” kata Editor in Chief, Fika Megawati M Pd, saat diwawancara Umsida.ac.id, Jumat (29/01).

JEES yang juga raih posisi teratas Se-Umsida dalam SINTA 2 memiliki cakupan yakni pendidikan, linguistik, dan literatur bahasa inggris. “Tujuan JEES sendiri sebagai wadah para akademisi untuk mempublikasikan artikel ilmiah baik berupa hasil penelitian, review, atau brief report terutama di bidang English Language Teaching,” tutur Sekretariat Prodi PBI tersebut.

Ia mengatakan bahwa Keberhasilan JEES yang disusun sejak 2016 hingga proses pengajuan akreditasi 2019, tidak terlepas dari dukungan penuh tim editor managing dan reviewers. Dalam proses mencapai akreditasi tersebut, tim PBI mengupayakan berbagai strategi, diantaranya turut serta dalam workshop jurnal internal maupun eksternal, misalnya yang diselenggarakan oleh Relawan Jurnal Indonesia (RJI). “Lalu selektif dalam mencari artikel yang berkualitas, melakukan promosi Call for Paper baik nasional maupun internasional supaya menarik author dan reviewer dari luar negeri, serta aktif mengikuti komunitas pengelola jurnal dan koordinasi dengan P3I Umsida,” ujarnya.

Terakhir, Fika juga menyampaikan rencana JEES kedepan agar dapat melanjutkan reakreditasi dengan target SINTA 1 pada tahun 2023 dan peningkatan kualitas JEES yang baik dari segi pengelolaan manajemen sistem jurnal maupun kualitas paper yang dipublikasikan agar dapat dipublikasikan secara rutin dan tepat waktu. “Dengan demikian perlu adanya komitmen kuat serta kerjasama dari tim dewan redaksi JEES,” pungkasnya.

Sumber : Humas Umsida

Mahasiswa UMSIDA

Mahasiswa Umsida Beri Pelatihan Digital Marketing Bagi UMKM Jamu

Jumlah pelaku usaha mikro kecil menengah ( UMKM) yang terdampak Covid-19 di kota Sidoarjo semakin meningkat. Salah satunya penjualan jamu keliling yang selama ini di jalankan oleh  Dwi Ratna Sulistiowati. Sebelumnya Dwi berjualan via Whatsapp, mengantar dari rumah ke rumah, hingga menitipkan di kantin kampus maupun rumah sakit.

Melihat kondisi ini, tim Pengabdian Masyarakat terdampak covid-19 Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Abdimas Umsida) melakukan pendampingan pada UMKM Jamu ini. Tim yang beranggotakan Bayu Hari Prasojo , Nihlatul Qudus, Rizky Eka Febriansyah, Sabnatia Fanani, Rizkiyah, Fitri, serta Tiara Ramadhani.

Tim Abdimas tersebut melakukan pelatihan dan pendampingan digital marketing khususnya untuk penjualan jamu ibu Dwi. Pada Abdimas kali ini berhasil melahirkan brand baru untuk jualan jamu bu Dwi dengan sebutan “Mbok-Mbok Jamu”. Ada beberapa strategi pemasaran digital yang disampaikan dalam pelatihan dan di terapkan oleh Mbok Mbok Jamu. Pertama Search Engine Optimization (SEO) yaitu pelatihan dan pendampingan untuk mengoptimalkan web business site.  Kedua, Content Marketing yaitu pembuatan brosur online sederhana. Ketiga, Affiliate Marketing yaitu pembuatan channel youtobe dan cara mengolah vidionya. Keempat, Social Media Marketing dengan cara pengoptimalan pemasaran melalui instagram, “Setelah ke empat langkah berjalan proses selanjutnya Pengoptimalan Reseller serta pembuatan link dan QR code pada kemasan dengan tujuan meningkatkan keeratan dengan customer,” ujar Bayu Hari Prasojo selaku ketua Tim pada 17/01.

Pelatihan tersebut di lakukan melalui offline maupun online yaitu via Zoom. Kini usaha Jamu yang diajalan ibu Dwi sudah melakukan pemasaran melalui instagram mbokmbok.id serta penjualan melalui website https://pusat-jamu-beras-kencur-sidoarjo.business.site. “Tak dapat di pungkiri penjualan yang menerapkan digital marketing berdampak pada peningkatan pendapatan hingga 30%,” ujar Dwi selaku owner Mbok Mbok jamu. “Saya berharap dengan pelatihan yang diberikan tim abdimas  Umsida terkait digital marketing brand mbok mbok jamu dapat dikenal msyarakat, bisa bertahan dan berkelanjutan di masa pendemi,” tambahnya.

Adanya pelatihan seperti ini menambah ilmu baru bagi pelaku UMKM, “Kami berharap penjualan melalui digital marketing dapat diterapkan dan semakin di kembangkan karena dapat mengefisiensi waktu dan tenaga para penjual,” ungkap Bayu Hari Prasojo.

Sumber : Humas Umsida