Pendidikan Kemuhammadiyahan

Umsida Lepas 175 Lulusan D1 Pendidikan Kemuhammadiyahan

Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida)  melepas 175 lulusan Program Diploma 1 Pendidikan Kemuhammadiyahan, Senin (5/4). Bertempat di Hotel Sae Inn Kendal, wisudawan terdiri dari guru sekolah Muhammadiyah, pegawai AUM, Ortom, dan Pimpinan Muhammadiyah di Kendal.

Wisuda angkatan XI dan XII ini dihadiri rektor Umsida Dr Hidayatulloh MSi dan Dekan Fakultas Agama Islam (FAI) Umsida Dr Istikomah M Ag. Ditemui seusai acara, Dr Hidayatulloh mengungkapkan harapannya terhadap wisudawan. ”Selamat kepada para wisudawan, semoga bisa langsung mengaplikasikan ilmu yang diperoleh melalui tempat mereka mengabdi di amal usaha Muhammadiyah,” ujarnya.

Pelaksanaan wisuda dibagi dua gelombang. hal ini dikarenakan masih dalam pandemi Covid-19, dan protokol kesehatan tetap harus dilakukan. Selain itu, jumlah wisudawan yang banyak membuat pelaksanaan wisuda dilakukan dua tahap, yakni tahap pertama untuk angkatan ke 11 dengan jumlah 74 mahasiswa dan angkatan ke 12 sebanyak 101 mahasiswa.

Seluruh mahasiswa yang diwisuda telah mengikuti perkuliahan selama 4 bulan. Program ini merupakan program kerja sama FAI UMSIDA dengan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kendal. Dengan tujuan memberikan wawasan dan pengetahuan tentang kemuhammadiyahan serta internalisasi idiologi dan faham Muhammadiyah bagi pimpinan persyarikatan, pimpinan amal usaha, pimpinan ortom, dosen, guru, karyawan AUM serta kader Muhammadiyah.

Program D-I Pendidikan Kemuhammadiyahan ini pertama kali di selenggarakan oleh FAI Umsida pada tahun 2011 dan dilaunching oleh Hidayatulloh pada13 Desember 2015 di gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah Kendal, bekerjasama dengan Pimpinan Wilayahm Muhammadiyah Jawa Timur. Sasaran utama program ini adalah semua pimpinan dan karyawan di Amal Usaha (AUM) Muhammadiyah baik di bidang pendidikan, kesehatan dan amal usaha lainya dari 38 Kabupaten Kota yang ada di Jawa Timur.

Sumber : Humas Umsida

Workshop UMSIDA

UMSIDA Gelar Workshop Nasional AIK

Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) bersama Asosiasi Lembaga Al-Islam Kemuhammadiyahan (ALAIK) Umsida adakan Workshop Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) Nasional bertema “Pembelajaran Al-Islam dan Kemuhammadiyahan berbasis Multikultural, Kreatif, dan Inovatif” melalui Zoom Meeting, Senin (15/02).

Workshop Umsida  terbagi 2 sesi tersebut, sambutan disampaikan langsung oleh Rektor Umsida, Dr Hidayatullah Msi juga menghadirkan 2 pemateri yakni Muhammad Sayuti MPd MEd PhD (Sekretaris Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah) dan Prof Dr Tobroni MSi (Dekan Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Malang). Kemudian, kegiatan dilanjutkan dengan sidang komisi dengan 4 topik pokok pembahasan antara lain: kemanusiaan dan keimanan, ibadah-muamalah, kemuhammadiyahan, serta islam dan iptek.

“Peserta kegiatan ini adalah dosen AIK Perguruan Tinggi Muhammadiyah – Aisyiyah (PTMA) dari seluruh Indonesia,” tutur Kepala Lembaga AIK Umsida, Drs Mu’adz MAg. Menurutnya, penyelenggaraan kegiatan tersebut dilatarbelakangi oleh kondisi perkembangan dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara yang kompleks, serta kemajuan sains dan teknologi yang begitu cepat, terutama di bidang pendidikan dan pembelajaran. Sehingga muncul tuntutan untuk melakukan pembaharuan, inovasi, dan pengayaan dalam pembelajaran AIK.

Lebih lanjut, ia berharap workshop Umsida ini dapat memperkaya pengetahuan, ketrampilan dan wawasan di bidang pembelajaran AIK untuk seluruh dosen AIK. “Diharapkan dapat saling tukar informasi dalam bidang bahan ajar dan referensi perkuliahan AIK,” imbuhnya.

 

Sumber : Humas UMSIDA

Jurnal Ilmiah Umsida

Jurnal Ilmiah PBI Umsida Raih Akreditasi Sinta 2

Salah satu jurnal ilmiah umsida berhasil meraih capaian menarik. Journal of English Educators Society (JEES) yang disusun tim Prodi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) terakreditasi peringkat 2 dalam Science and Technology Index (SINTA) oleh Kementrian Riset dan Teknologi/ Badan Riset dan Inovasi Nasional (Kemenristek/BRIN).

SINTA merupakan lembaga pengindeks jurnal ilmiah di Indonesia yang terbagi menjadi 6 peringkat level akreditasi. “Dalam penyusunan jurnal PBI tersebut melibatkan P3I Umsida bersama tim prodi PBI dan fakultas FPIP, yaitu Pak Tanzil Multazam M Kn, Bu Yuli Astutik M Pd (Kaprodi), Dr Nur Effendi M Pd (Dekan FKIP) dan saya,” kata Editor in Chief, Fika Megawati M Pd, saat diwawancara Umsida.ac.id, Jumat (29/01).

JEES yang juga raih posisi teratas Se-Umsida dalam SINTA 2 memiliki cakupan yakni pendidikan, linguistik, dan literatur bahasa inggris. “Tujuan JEES sendiri sebagai wadah para akademisi untuk mempublikasikan artikel ilmiah baik berupa hasil penelitian, review, atau brief report terutama di bidang English Language Teaching,” tutur Sekretariat Prodi PBI tersebut.

Ia mengatakan bahwa Keberhasilan JEES yang disusun sejak 2016 hingga proses pengajuan akreditasi 2019, tidak terlepas dari dukungan penuh tim editor managing dan reviewers. Dalam proses mencapai akreditasi tersebut, tim PBI mengupayakan berbagai strategi, diantaranya turut serta dalam workshop jurnal internal maupun eksternal, misalnya yang diselenggarakan oleh Relawan Jurnal Indonesia (RJI). “Lalu selektif dalam mencari artikel yang berkualitas, melakukan promosi Call for Paper baik nasional maupun internasional supaya menarik author dan reviewer dari luar negeri, serta aktif mengikuti komunitas pengelola jurnal dan koordinasi dengan P3I Umsida,” ujarnya.

Terakhir, Fika juga menyampaikan rencana JEES kedepan agar dapat melanjutkan reakreditasi dengan target SINTA 1 pada tahun 2023 dan peningkatan kualitas JEES yang baik dari segi pengelolaan manajemen sistem jurnal maupun kualitas paper yang dipublikasikan agar dapat dipublikasikan secara rutin dan tepat waktu. “Dengan demikian perlu adanya komitmen kuat serta kerjasama dari tim dewan redaksi JEES,” pungkasnya.

Sumber : Humas Umsida

Mahasiswa UMSIDA

Mahasiswa Umsida Beri Pelatihan Digital Marketing Bagi UMKM Jamu

Jumlah pelaku usaha mikro kecil menengah ( UMKM) yang terdampak Covid-19 di kota Sidoarjo semakin meningkat. Salah satunya penjualan jamu keliling yang selama ini di jalankan oleh  Dwi Ratna Sulistiowati. Sebelumnya Dwi berjualan via Whatsapp, mengantar dari rumah ke rumah, hingga menitipkan di kantin kampus maupun rumah sakit.

Melihat kondisi ini, tim Pengabdian Masyarakat terdampak covid-19 Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Abdimas Umsida) melakukan pendampingan pada UMKM Jamu ini. Tim yang beranggotakan Bayu Hari Prasojo , Nihlatul Qudus, Rizky Eka Febriansyah, Sabnatia Fanani, Rizkiyah, Fitri, serta Tiara Ramadhani.

Tim Abdimas tersebut melakukan pelatihan dan pendampingan digital marketing khususnya untuk penjualan jamu ibu Dwi. Pada Abdimas kali ini berhasil melahirkan brand baru untuk jualan jamu bu Dwi dengan sebutan “Mbok-Mbok Jamu”. Ada beberapa strategi pemasaran digital yang disampaikan dalam pelatihan dan di terapkan oleh Mbok Mbok Jamu. Pertama Search Engine Optimization (SEO) yaitu pelatihan dan pendampingan untuk mengoptimalkan web business site.  Kedua, Content Marketing yaitu pembuatan brosur online sederhana. Ketiga, Affiliate Marketing yaitu pembuatan channel youtobe dan cara mengolah vidionya. Keempat, Social Media Marketing dengan cara pengoptimalan pemasaran melalui instagram, “Setelah ke empat langkah berjalan proses selanjutnya Pengoptimalan Reseller serta pembuatan link dan QR code pada kemasan dengan tujuan meningkatkan keeratan dengan customer,” ujar Bayu Hari Prasojo selaku ketua Tim pada 17/01.

Pelatihan tersebut di lakukan melalui offline maupun online yaitu via Zoom. Kini usaha Jamu yang diajalan ibu Dwi sudah melakukan pemasaran melalui instagram mbokmbok.id serta penjualan melalui website https://pusat-jamu-beras-kencur-sidoarjo.business.site. “Tak dapat di pungkiri penjualan yang menerapkan digital marketing berdampak pada peningkatan pendapatan hingga 30%,” ujar Dwi selaku owner Mbok Mbok jamu. “Saya berharap dengan pelatihan yang diberikan tim abdimas  Umsida terkait digital marketing brand mbok mbok jamu dapat dikenal msyarakat, bisa bertahan dan berkelanjutan di masa pendemi,” tambahnya.

Adanya pelatihan seperti ini menambah ilmu baru bagi pelaku UMKM, “Kami berharap penjualan melalui digital marketing dapat diterapkan dan semakin di kembangkan karena dapat mengefisiensi waktu dan tenaga para penjual,” ungkap Bayu Hari Prasojo.

Sumber : Humas Umsida

Umsida Bantu UMKM

Umsida Bantu UKM Batik Desa Kenongo Terapkan Less Contact Transaction

Pentingnya inovasi oleh pelaku UMKM Batik dalam menjual produknya di masa pandemi membuat tim dosen perbankan syariah Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) melakukan  pendampingan penjualan di desa Kenongo Tulangan – Sidoarjo, Kamis (14/1). Bermula dari penurunan omset penjualan akibat peraturan pembatasan Berskala Besar oleh pemerintah yang mewajibkan masyarakat untuk tidak melakukan pembelian melalui kontak fisik dan berpindah melalui pemasaran online.

Tim yang beranggotakan Fitri Nur Latifah SE MESy, Ruslianor Maika HUT MAB, dan Masruchin SHI MEI melakukan pendampingan agara para pelaku UMKM batik desa kenongo bisa memasarkan produknya dengan metode transaksi minim kontak. Tim yang dibantu tiga mahasiswa perbankan syariah umsida ini melakukan pendampingan pada Hartono, salah satu pemilik UMKM Batik milik warga kenongo. Untuk mempelopori penjualan transaksi minim kontak, mereka pembayaran melalui media online dan transfer guna meminimalisir resiko Covid-19. Pembuatan Media social yang mendukung produk batik khas desa kenongo yaitu batik tulis dilakukan melalui platform Facebook dan Instragram.

Batik Khas Desa Kenongo ini sangat unik karena memiliki bermacam-macam motif dan pewarnaan alami. Usaha batik di daerah ini dikenal secara turun menurun, baik dari segi desain maupun motifnya. Fitri Nur Latifah SE MESy, salah satu anggota tim menjelaskan jika pendampingan dan hasilnya ini nantinya akan berada dalam pengawasan.

“Kami memberikan pengenalan bagaimana agar mereka bisa memasarkan produknya lebih luas lagi dan aman. Karena mereka tidak perlu bertemu dengan pembeli. Kita akan mendampingi untuk menggunakan platform digital selain aman, daya saing mereka juga lebih baik,” ujarnya sekaligus menutup sesi wawancara ini.

Sumber : Humas Umsida

 

Umsida Teken MoU dengan USAID-YEP Project

Universitas Muhammdiyah Sidoarjo (Umsida) menandatangani MoU dengan USAID Youthwin Through Economic Project (USAID-YEP PROJECT), Jumat (13/11). MoU ini terkait pelaksanaan program pelatihan keterampilan hidup berbasis keuangan (financial life skills). Penandantanganan secara virtual dihadiri oleh WR III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama Eko Hadiansyah MPsi Psikolog, Direktur DK2A Hasan Ubaidillah SE MM, Kasie Pin PKU (Pusat Informasi Pengembangan Karir Umsida) Bayu Hari Prasojo SSi MPd, tim kerjasama Umsida, dan Rini Amidjoyo selaku direktur program USAID-YEP beserta tim. 

Eko Hardiansyah MPsi berharap kerja sama yang terjalin dengan pihak USAID dapat memberikan pengembangan ketrampilan softskill terutama kepada mahasiswa Umsida. Salah satu program kerja yang disepakati adalah pembekalahan mahasiswa setelah lulus.”Karena mahasiswa sebagai salah satu pihak yang paling rentan menjadi pengangguran setelah lulus. Dengan memberikan pelatihan dan peluang, mereka bisa berpartisipasi dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia,” tambahnya.

Lebih lanjut, tujuan dari Perjanjian Kemitraan ini adalah untuk membekali kaum muda usia 18–34 tahun dengan keterampilan hidup berbasis keuangan sehingga meningkatkan kesiapan kerja dan keterampilan wirausaha untuk mencapai jenjang karir yang lebih baik, khususnya dalam berkarir di daerah asal mereka. Acara penandatanganan MoU ini akan dilanjutkan dengan pelatihan Financial Life Skill yang terdiri dari 1000 peserta yang dibagi 25 batch dan 1 batch maksimal 40 peserta. []GTA

 

Wisuda XXXV Daring-Luring Umsida

Sabtu (17/10), Umsida menggelar wisuda luring dan daring di Gedung Auditorium. Wisuda XXXV meluluskan 261 mahasiswa terdiri dari 79 mahasiswa dari Fakultas Saintek, 156 mahasiswa Fakultas Bisnis, Hukum, dan Ilmu Sosial, 24 mahasiswa Fakultas Psikologi dan Ilmu Pendidikan, dan 4 mahasiswa Fakultas Kesehatan. Keputusan menggunakan metode daring dan luring membuat Umsida menggandeng Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC). Pelaksanakan pun dilakukan dengan ketat, mulai dari pengecekan suhu, penggunaan masker dan face shield, hingga larangan bagi wisudawan untuk berkerumun atau foto bersama.

Dr Hidayatullah MSi selaku Rektor Umsida menyampaikan harapan kepada para wisudawan semoga ilmu yang didapat dapat menjadi bekal di kehidupan yang akan datan dan bermanfaat bagi bangsa dan negara.

Sekeretaris Majelis Diktlitbang PPM Muhammad Sayuti PhD memberikan sambutan secara daring. “Tholabul ‘ilmi faridhotun ‘alaa kulli muslimin yang artinya menuntut ilmu itu wajib bagi setiap kaum muslimin. Oleh karena itu para wisudawan hendaknya bersyukur karena menjadikan tempat kampus kita sebagai tempat terbaik dalam menuntut ilmu,” ujarnya. Lebih lanjut, ia juga berpesan agar wisuda hari ini tidak menjadi akhir dari menuntut ilmu. Wisudawan harus terus belajar untuk meningkatkan pengetahuan yang baru.

Mahasiswa KKN-T Umsida Ajak Para Orang Tua Pahami Teknologi

Aprilia Pratiwi, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Terpadu (KKN-T) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) memberikan pendampingan teknologi secara door to door kepada para orang tua dalam menghadapi pembelajaran daring di desa Keramean, Candi, Sidoarjo. Kegiatan ini diperuntukkkan bagi orang tua anak sekolah dasar (SD) yang masih gagap teknologi.

Aprilia mengatakan inisiatif ini berasal dari masih banyaknya orang tua anak-anak SD di Desa Keramean yang gagap teknologi dan kesulitan untuk menggunakan aplikasi pembelajaran online. “Maka, tim KKN-T 39 berinisiatif melakukan pendampingan teknologi agar setiap anak dan orang tua dapat melakukan pembelajaran dengan lancar,” ujarnya.

Lebih lanjut, Aprilia memastikan kegiatan ini tetap dilaksanakan dengan penerapan protokol kesehatan. “Pendampingan belajar ini menggunakan aplikasi Google Classroom dan Google Meet yang dilaksanakan selama satu bulan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan sehingga anak-anak tetap aman,” terangnya.

Umsida Siap Sarana Prasarana Kuliah Daring

Mendukung kebijakan kesiapsiagaan dan pencegahan penyebaran Covid-19, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) telah menyelenggarakan kuliah daring sejak 16 Maret 2020. Umsida menilai kegiatan pembelajaran daring efektif dilakukan di tengah pandemi ini. Wakil Rektor 1 Bidang Akademik, Dr Hana Catur Wahyuni MT, pun memiliki pandangan yang sama. Menurutnya daring merupakan cara paling efektif dengan tanpa resiko namun proses transfer ilmu tetap dapat dilakukan. Melalui sistem ini juga mahasiswa dan dosen dapat melaksanakan kewajiban masing-masing. “Sehingga peluang mahasiswa untuk lulus tepat waktu tetap ada,” tambah Hana.

Untuk mendukung proses pembelajaran daring, Umsida telah menyiapkan panduan penggunaan e-learning bagi mahasiswa dan dosen termasuk panduan pelaksanaan Ujian Tengah Semester (UTS) dan Ujian Akhir Semester (UAS). Selain itu, Badan Penjaminan Mutu (BPM) dan Direktorat Akademik (DA) rutin melakukan monitoring dan evaluasi e-learning. Hal ini bertujuan untuk memastikan materi dan pelaksanaan e-learning berjalan sesuai rencana. Umsida juga menyediakan tim fasilitator dan help desk. Tugas tim ini membantu bila dosen ataupun mahasiswa mendapat kesulitan dalam pelaksanaan e-learning.

Pada masa pandemi ini, Umsida turut memberikan subsidi kepada mahasiswa sebesar Rp 100.000,00 untuk kegiatan e-learning. Subsidi ini nantinya berbentuk pengurangan biaya SPP. Lebih lanjut, secara teknis Hana tidak melihat ada permasalahan yang berarti karena sarana dan prasaran sudah disiapkan sejak jauh hari. Bahkan, pada bulan Februari 2020 telah dilakukan pelatihan optimalisasi media pembelajaran dengan daring untuk dosen Umsida. “Umsida sudah melakukan pembelajaran daring sejak 1,5 tahun yang lalu. Selama ini sistem daring dilakukan 4 kali pertemuan per semester. Tapi, khusus semester ini, daring dilakukan sepanjang semester,” imbuhnya.

Mahasiswa UMSIDA Raih Juara Jujitsu

Maretha Linda Michellia, mahasiswa Program Studi Psikologi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) kembali menyabet juara dalam kompetisi jujitsu tingkat nasional, Sabtu-Minggu (14-15/3) di Gedung Expotorium UM Ponorogo. Pada kompetisi tersebut, Maretha meraih juara 1 pada kelas fighting senior.

Kemenangan ini bukan kemenangan pertama bagi Maretha. Selama menempuh pendidikan di UMSIDA, setidaknya ia telah mengantongi 6 gelar juara dari berbagai pertandingan yang diikutinya.”Untuk persiapan kompetisi ini kurang lebih dibutuhkan 1 bulan karena harus membagi waktu dengan KKN,” ujar Maretha ketika ditanyai mengenai persiapan.

Diakuinya bahwa perkenalan dengan dunia jujitsu dimulai dengan mengikuti ekstrakurikuler di SMA. Ia pun lalu melanjutkan di UKM jujitsu UMSIDA meskipun pada awalnya tak menyangka bahwa UMSIDA memiliki UKM tersebut. Maretha juga menceritakan bahwa pada awalnya mamanya sempat tidak memberi restu. “Jujitsu latihannya kan keras, takut kenapa-napa. Tapi kalau Papa mengijinkan supaya aku bisa jaga diri. Pas akhirnya aku berhasil meraih prestasi, akhirnya mama mengizinkan aku ikut jujitsu sampai sekarang,” terangnya.