Tim Tapak Suci UM Bandung Panen Medali

Kontingen Tapak Suci Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung meraih sembilan medali di Kejuaraan nasional Pencak silat  Bandung Lautan Api Championship 2 Open. Diselenggarakan pada tanggal 9-10 November 2019, kejuaraan ini diikuti oleh sekitar 2200 atlet dari berbagai sekolah dan perguruan tinggi di Indonesia hingga Malaysia.

Kesembilan peraih medali tersebut ialah Yusuf Rifa’i dari Program Studi (Prodi) Pendidikan Agama Islam (PAI) juara 1 Kelas F Putra ; Taufiq Hidayat dari Prodi Administrasi Publik (AP) juara 1 Kelas C Putra; Fikri Maulana Ibrahim dari Prodi PAI juara 3 Kelas C Putra; Arisda dari Prodi  AP juara 3 Kelas B Putri; Jenni Kiki Reka Hayu dari Prodi Psikologi juara 3 Kelas A Putri; Salman Al Farisi dari Prodi PAI juara 3 Kelas C Putra; Wiwin Nurafifah dari Prodi TPH juara 3 Kelas B Putri; Fahmi Fadillah dari Prodi AP juara 2 Kelas D Putra; dan Humam Arkhan dari Prodi Psikologi juara 3 Kelas D Putra.

Pihak universitas menyatakan perasaan bangga atas apa yang diraih oleh tim tapak suci ini. Rheza Fasya, pelatih UKM tapak suci, turut mengucapkan syukur karena murid-muridnya telah berusaha dengan maksimal. “Alhamdulillah kita mendapat prestasi yang luar biasa, mudah-mudahan tapak suci UM Bandung lebih berkembang lagi,” ujar Rheza.

Mahasiswi UM Bandung, Ciptakan Inovasi Pangan Halal

Sofiati Aulia Fatonah, mahasiswi program studi Teknologi Pangan Halal Universitas Muhammadiyah Bandung ciptakan Cokelat Galendo makanan khas Ciamis Jawa Barat yang terbuat dari ampas pembuatan minyak kelapa. Inovasi ini ia dapatkan setelah mengikuti Skilled Youth yang di selenggarakan oleh Citi Indonesia (Citibank) dan Indonesia Business Links (IBL) bekerja sama dengan Bappenas, Kementrian Tenaga Kerja, dan Pemerintahan Kabupaten Bekasi, Bandung serta Karawang dalam mendorong peningkatan kompetensi bagi generasi muda untuk mencapai kemandirian finansial.

Prodok ciptaannya menjadi pemenang Lomba Kreativitas Mahasiswa sebagai Produk yang akan dipatenkan menjadi Cokelat sebagai oleh-oleh khas Jawa Barat. “Alhamdulillah melalui Pemda Jawa Barat produk ini akan menjadi barang ekspor, InsyaAllah Barokah,” ujar Prof Suyatno selaku Bendahara PP Muhammadiyah melalui whatsapp.

Universitas Muhammadiyah Bandung Siap Memajukan Peradaban

Acara peletakan batu pertama ini, turut dihadiri oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhajir Effendy, Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar, Ketua PP Muhammadiyah Haedar Nasir, Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Intan Ahmad, Kepala Biro Kerjasama dan Komunikasi Publik Kemenristekdikti Nada Marsudi, Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Lincholin Arsyad.

Haedar mengatakan melalui pembangunan gedung yang memiliki luas bangunan 47.932 m2 ini merupakan komitmen Muhammadiyah dalam mewujudkan kemajuan peradaban.

“Muhammadiyah selalu punya elan vital untuk berbuat yang terbaik buat masyarakat, lewat RS, sekolah, dan berbagai macam dakwah yang sifatnya bil hal,” ucap Haedar.

Muhammadiyah, lanjut Haedar, ingin bangsa ini dapat menjadi bangsa yang unggul, dan menjadi bangsa yang tidak terlalu banyak retorika. “Namun kenyataannya kita kalah saing, tidak kuat SDM, dan tidak punya tonggak-tonggak kemajuan,” imbuh Haedar.

Sementara itu, Menristekdikti Mohamad Nasir berharap Universitas Muhammadiyah Bandung menjadi perguruan tinggi yang berkualitas dan bisa menggerakkan pembangunan perekonomian Indonesia dimasa depan.

Nasir mengatakan bahwa dalam pembangunan pendidikan di Indonesia kita harus memperhatikan 12 pilar inovasi dalam ‘Global Competitiveness Index‘, karena inovasi yang dihasilkan dari kegiatan riset membuat perguruan tinggi dapat bersaing di tingkat nasional dan Internasional.

“Selain itu, mutu dan kualitas Institusi Pendidikan Tinggi menjadi faktor utama untuk pembangunan Institusi Pendidikan Tinggi di Indonesia agar menjadi lebih baik.

,Jangan segan-segan melihat situasi yang ada, UM Bandung harus memanfatkaan peluang yang ada”

Nasir juga mengapresiasi rencana pembangunan kampus dengan arsitektur futuristik sehingga diharapkan mahasiswa dapat bangga belajar di kampus yang modern ini.

“UM Bandung harus mengambil inovasai, dan sangat tepat UM Bandung mengambil visi islamic technopreneur university, maka inilah terobosan yang baru,” pungkas Nashir.

Rektor Universitas Muhammadiyah Suyatno mengatakan hadirnya Universitas Muhammadiyah Bandung, merupakan bagian dari kontribusi Muhammadiyah untuk Indonesia yang berkemajuan melalui pencerdasan kehidupan bangsa, khususnya bagi SDM di Propinsi Jawa Barat.

“Kami  Universitas Muhammadiyah berkomitmen dan berintegritas, akan membangun Universitas yang baik untuk perkembangan Pendidikan di Indonesia dengan penekanan pada pengembangan wirausaha dan ekonomi pembangunan, kampus technopreneur ” tutur Suyatno.

Sementara itu Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar “Universitas Muhammadiyah Bandung harus menjadi perguruan tinggi yang berstandar sesuai dengan kebutuhan abad 21, sehingga dapat bersaing di era globalisasi saat ini,” pungkas Deddy.(Adam/AW)