PUSTU untuk Sulawesi Tengah

UM Palu bekerja sama dengan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) untuk melakukan peletakan batu pertama pembangunan empat Puskesmas Pembantu (Pustu) di wilayah Kabupaten Sigi, Rabu (9/10).

Program ini merupakan bantuan dari Direct Relief yang bertujuan untuk membantu sejumlah PUSTU yang mengalami kerusakan akibat peristiwa 28 September 2018. Kegiatan sosial ini rencananya akan membangun delapan PUSTU. “Melalui bantuan Relief ada delapan PUSTU yang akan dibangun diantaranya Sigi mendapatkan empat, Donggala dua, dan Palu dua,” Jelas Dr. Rajindra selaku Koordinator dan Rektor Unismuh Palu.

Turut hadir, Bupati Sigi diwakili oleh Asisten 1 Kabupaten Sigi, Andi Ilham, Ketua MDMC Pusat Budi Setiawan dan sejumla cacmat. “Targetnya proses pembangunan PUSTU ini akan selesai enam bulan ke depan,” tutup Rajindra.

Raker UM Palu: Lahirkan PTM Unggul, Berdaya Saing dan Berkemajuan

“Rapat Kerja harus mampu menyusun perencanaan, mereview kurikulum karena harus mengikuti perkembangan yang begitu cepat dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat khususnya masyarakat yang berorientasi pada industri,” papar Prof Lincolin Arsyad saat membuka Rapat Kerja Universitas Muhammadiyah Palu di kampus setempat, Jumat (09/09).

Prof Lincolin melanjutkan, sebagai PTMA harus menjadi perguruan tinggi yang mampu memberdayakan dan memajukan kehidupan. Mengutip dari visi misi PTMA yang unggul berdaya saing dan berkemajuan, beliau menggambarkan PTMA harus dapat menumbukan SDM berkualitas baik mahasiswa dan tenaga pendidiknya, totalitas dan konsisten di bidang akademik, keuangan, dan jejaring yang luas. “Berdaya saing adalah keunikan dan khasan bidang keilmuwan serta pengembangan di bidang keunggulan dan terakhir berkemajuan adalah PTMA yang mencerahkan dan mensejahterakan,” lanjutnya.

Dr Rafiuddin selaku Wakil Rektor UM Palu berharap raker dapat memberikan perubahan baik dalam hal tata kelola dan kurikulum. “Karena kurikulum memang seharusnya selalu mengikuti perkembangan zaman,” tutupnya.