Unismuh Palu Berikan Keringanan UKT dan Uang Pembangunan

Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Palu memberikan keringanan pembayaran uang pembangunan dan uang kuliah tuggal (UKT) bagi mahasiswa baru dan mahasiswa pindahan. Rektor Unismuh Palu Dr. Rajindra, SE., MM mengungkapkan mahasiswa dapat mengangsur dua hingga tiga kali biaya pembangunan maupun UKT. “Kita mencari cara, agar dapat membantu masyarakat dalam hal ini mahasiswa, agar mereka tetap bisa melanjutkan pendidikan tanpa harus merasa diberatkan dalam hal pembiayaan,” ujar Dr. Rajindra.

Sebelumnya, kebijakan mengenai keringanan pembayaran UKT bagi mahasiswa lama juga sudah dikeluarkan. Hal ini dilakukan karena Rektor Unismuh Palu menyadari wabah Covid-19 tidak hanya berdampak dari segi kesehatan, namun juga segi lain seperti ekonomi yang bahkan dapat mengancam mahasiswa untuk putus kuliah. “Atas kondisi tersebut Unismuh Palu menyiapkan langkah-langkah pelonggaran pembayaran uang kuliah. Namun di sisi lain tetap harus memastikan arus dana kampus terjaga,” ujar rektor.

Lebih lanjut, Dr . Rajindra memaparkan sebagai perguruan tinggi swasta, pihaknya tidak bisa mengeluarkan kebijakan pemotongan UKT seperti perguruan tinggi negeri. Uang pembangunan dan UKT adalah sumber dana utama yang selama ini digunakan untuk operasional, baik itu pembangunan, gaji dosen dan karyawan, serta operasional lainnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Keuangan Unismuh Palu Nasrul Hak, SE, MM, menjelaskan bagi yang memang tidak sanggup membayar satu kali diberi keringanan dengan ketentuan harus membuat pernyataan secara tertulis. “Silahkan membuat pernyataan secara tertulis, dan serahkan ke bagian keuangan dan itu yang menjadi pegangan pihak kampus,”

UM Palu Bentuk Koperasi Sangsurya

UM Palu membentuk usaha badan hukum Koperasi “Sangsurya Bersinar Unismuh Palu” di aula rektorat Unismuh Palu, Selasa (4/8). Turut hadir Rektor Unismuh Palu Dr. Rajindra, SE., MM, Kepala Dinas Koperasi UMKM dan Tenaga Kerja Kota Palu, Setyo Susanto dan 22 orang pendiri.

Setyo Susanto saat memberikan pengarahan dan sosialisasi menyebutkan potensi perkembangan kemajuan koperasi Unismuh palu cukup besar mengingat jumlah mahasiswa sekitar 4 ribu mahasiswa. “Untuk diawal, perlu fokus pada satu jenis usaha, karena pangsa pasarnya adalah sivitas akademika Unismuh Palu,” paparnya.

Dr Rajindra juga mengatakan tujuan pembentukan koperasi karena adanya keinginan dosen untuk membentuk badan usaha yang bisa memenuhi kebutuhan civitas yang ada di dalam kampus. “Karena selama ini jika ada kebutuhan mahasiswa maupun staf dan dosen mengharuskan keluar kampus,” pungkasnya.

PUSTU untuk Sulawesi Tengah

UM Palu bekerja sama dengan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) untuk melakukan peletakan batu pertama pembangunan empat Puskesmas Pembantu (Pustu) di wilayah Kabupaten Sigi, Rabu (9/10).

Program ini merupakan bantuan dari Direct Relief yang bertujuan untuk membantu sejumlah PUSTU yang mengalami kerusakan akibat peristiwa 28 September 2018. Kegiatan sosial ini rencananya akan membangun delapan PUSTU. “Melalui bantuan Relief ada delapan PUSTU yang akan dibangun diantaranya Sigi mendapatkan empat, Donggala dua, dan Palu dua,” Jelas Dr. Rajindra selaku Koordinator dan Rektor Unismuh Palu.

Turut hadir, Bupati Sigi diwakili oleh Asisten 1 Kabupaten Sigi, Andi Ilham, Ketua MDMC Pusat Budi Setiawan dan sejumla cacmat. “Targetnya proses pembangunan PUSTU ini akan selesai enam bulan ke depan,” tutup Rajindra.

Raker UM Palu: Lahirkan PTM Unggul, Berdaya Saing dan Berkemajuan

“Rapat Kerja harus mampu menyusun perencanaan, mereview kurikulum karena harus mengikuti perkembangan yang begitu cepat dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat khususnya masyarakat yang berorientasi pada industri,” papar Prof Lincolin Arsyad saat membuka Rapat Kerja Universitas Muhammadiyah Palu di kampus setempat, Jumat (09/09).

Prof Lincolin melanjutkan, sebagai PTMA harus menjadi perguruan tinggi yang mampu memberdayakan dan memajukan kehidupan. Mengutip dari visi misi PTMA yang unggul berdaya saing dan berkemajuan, beliau menggambarkan PTMA harus dapat menumbukan SDM berkualitas baik mahasiswa dan tenaga pendidiknya, totalitas dan konsisten di bidang akademik, keuangan, dan jejaring yang luas. “Berdaya saing adalah keunikan dan khasan bidang keilmuwan serta pengembangan di bidang keunggulan dan terakhir berkemajuan adalah PTMA yang mencerahkan dan mensejahterakan,” lanjutnya.

Dr Rafiuddin selaku Wakil Rektor UM Palu berharap raker dapat memberikan perubahan baik dalam hal tata kelola dan kurikulum. “Karena kurikulum memang seharusnya selalu mengikuti perkembangan zaman,” tutupnya.