Peluang dan Tantangan Pengusaha Muslimah di Indonesia

Peluang dan Tantangan Pengusaha Muslimah di Indonesia

“Dalam beberapa penelitian, sudah terbukti bahwa perempuan memiliki kekuatan dalam dunia bisnis,” Begitu papar Dr. Hj. Norma Sari S.H., M.Hum selaku moderator diskusi rutin yang diadakan Majelis Diktiltibang PP Muhammadiyah, Kamis (15/04). Wakil Rektor UAD ini juga mengungkapkan diskusi dengan tema Peluang dan Tantangan Pengusaha Muslimah di Indonesia ini akan diperkaya oleh dua narasumber yaitu Dr. (HC) Dra. Nurhayati Subakat, Apt dan Dra. Hj. Latifah Iskandar yang telah merasakan dinamika dalam dunia bisnis baik internal dan eksternal. “Tantangan yang dihadapi oleh kedua narasumber baik mengenai tuntutan pasar maupun tantangan lain serta keberhasilan dan kesuksesan yang telah dicapai tidak lepas dari doa dan usaha serta kejelian dalam mencermati setiap perkembangan dalam dunia bisnis,” ungkapnya.

Dra. Hj. Latifah Iskandar dalam materinya membicarakan mengenai penguatan, ketahanan pangan, serta kemandirian dan pemberdayaan ekonomi yang ada di ‘Aisyiyah. “Sejak lahirnya ‘Aisyiyah memang dasarnya adalah menggerakkan ekonomi itu berbasis keluarga. Jika keluarga kuat insyaAllah negara ini akan menjadi kuat” begitu papar Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah ini. Ia menambahkan fenomena kegiatan bisnis yang berjalan kebanyakan terjadi di Jawa, dan ini perlu menjadi tantangan buat teman-teman di luar Jawa. “Jika fenomena bisnis ini dapat merata dan berjalan di semua titik kita bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Hal inilah yang dikuatkan oleh ‘Aisyiyah yaitu khususnya pada penguatan pengusaha muslimah,” paparnya.

Melengkapi diskusi tersebut, Ibu Dr. (HC) Dra. Nurhayati Subakat, Apt dengan tegas mengungkapkan lima value yang dapat dijadikan pondasi dalam mengembangkan usaha yaitu ketuhanan, kepedulian, kerendahan hati, ketangguhan, dan inovasi. “Lima value tersebut membantu PT Paragon menjadi perusahaan yang bermanfaat, bertumbuh, dan berkelanjutan dengan kebermaknaan dalam setiap prosesnya,” pungkas pendiri Wardah Kosmetik ini. Ia juga menceritakan dalam mengalami kesulitan dalam membangun usaha itu adalah hal yang lumrah. “Setiap kesulitan insyaAllah ada kemudahan, dan di Agama kita sudah diajarkan hal semangat, optimis dan lainnya, tinggal bagaimana kita yang menjalankannya” begitu paparnya.

STIKES Mu Tegal adakan Kegiatan Sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Baru

STIKes Mu Tegal Sosialisasikan Program Unggulan di SMK Famuba

Slawi, Wakil Ketua STIKes Mu Tegal ikut andil mensosialisasikan STIKes Muhammadiyah Tegal di SMK Farmasi Muhammadiyah Lebaksiu Kab Tegal, Senin (12/04). Dalam rangka kegiatan Sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Baru STIKes Muhammadiyah Tegal Prodi S1 Farmasi.

Butuh perjuangan dan semangat bergerak untuk memajukan kampus biru STIKes Muhammadiyah Tegal.Usaha untuk terus bergerak menuju kampus yang berkualitas, ” Alhamdulillah SMK Farmasi Muhammadiyah Lebaksiu dapat menghadirkan Wakil Ketua 1 STIKes Muhammadiyah Tegal untuk mengisi kegiatan Sosialisasi Keunggulan STIKes Muhammadiyah Tegal Prodi S1 Farmasi. “Ucap Hendra Apriyadi.M.Pd selaku wakil Ketua 1 STIKes Muhammadiyah Tegal.

Pusat keunggulan kampus STIKes Muhammadiyah Tegal yang beralamat Jalan Raya Kalibakung Guci Kab Tegal. Kampus biru yang megah diatas tanah seluas 15.000 berdiri megah dan asri di kelilingi pohon pohon hijau. serta pemandangan alam gunung Selamet Kab Tegal.

STIKes Muhammadiyah Tegal memiliki program studi S1 Farmasi. yang memiliki prospek yang bagus. Bagi para siswa yang lulus SMA/SMK/MA bisa langsung mendaftarka. di STIKES Muhammadiyah Tegal tahun akademik 2021/2022. STIKes Muhammadiyah Tegal kerjsama denga. UMP dalam hal pengembangan intitusi.PTM” (Humas STIKes Mu Tegal)

STIKES Muh Klaten adakan Urecol 13th

STIKES Muh Klaten adakan Urecol ke-13

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Muhammadiyah Klaten mengadakan University Research Colloquium (Urecol) secara online, Sabtu (20/03). Kegiatan yang didukung penuh oleh konsorsium LPPM Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah se-Jawa Tengan dan DIY ini diikuti 383 peserta yang terdiri dari peneliti dosen, mahasiswa, maupun umum. Program ini sudah dilakukan sebanyak 13 kali dan merupakan forum seminar nasional yang memberikan kesempatan untuk diseminasi, diskusi, dan mendapatkan follow-up atas luaran penelitian maupun kegiatan pengabdian masyarakat.

Mengusung tema “Pemulihan Ekonomi di Masa Pandemi Covid-19”, program ini juga merupakan salah satu bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam membantu pemerintah menyelesaikan persoalan yang disebabkan pandemi Covid-19 terhadap segala bidang secara global, terutama kesehatan dan ekonomi melalui research inovasi dan pengabdian masyarakat.

Kegiatan Urecol dihadiri Prof.Dr. EM Sutrisna, M.Kes. dan Dodok Sartono, S.E., M.M selaku narasumber. Pada paparannya, Prof.Dr. EM Sutrisna, M.Kes membahas tentang modifikasi kebijakan desain tridharma pada pandemi Covid-19, sedangkan Dodok Sartono, S.E., M.M membahas tentang peranan lembaga filantropy dalam penguatan ekonomi dampak pandemi.

Ketua StiKes Muhammadiyah Klaten, Sri Sat Titi Hamranani dalam sambutannya mengharapkan program ini dapat memberikan kontribusi positif terutama dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Selain itu, publikasi terkait dengan hasil penelitian atau pelaksanaan pengabdian masyarakat dapat dilakukan pada acara ini dan publikasi ini dapat diikuti oleh dosen, mahasiswa, atau umum dari instansi yang kemudian diharapkan paparan yang disampaikan dapat diterapkan di masyarakat luas. “Pelaksanaan acara ini diharapkan dapat secara rutin dilaksanakan sehingga upgrade pengembangan ilmu pengetahuan dapat dilakukan secara berkesinambungan,” pungkasnya.

1000 Takjil UMY untuk Mahasiswa

1000 Takjil UMY untuk Mahasiswa

Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) melalui UMY Mengabdi kembali hadir untuk membagikan takjil UMY dan makanan sahur bagi para mahasiswanya secara gratis, Selasa (13/04). Program yang diadakan oleh Lembaga Pengkajian dan Pengamalan Islam (LPPI) ini kedua kalinya dilakukan di masa pandemi.

Hari pertama puasa dibagikan 1.000 paket berbuka puasa dan 500 paket sahur untuk para mahasiswa. Sistematika pengambilan menggunakan sistem drive thru di depan Gedung AR Fachruddin A dan B melalui gerbang utama UMY. Para mahasiswa yang ingin mengambil paket, diwajibkan untuk menunjukkan KTM serta diwajibkan untuk menggunakan masker dan menerapkan protokol kesehatan dengan ketat.

Dilansir dari website UMY, antusias mahasiswa tahun ini sangat tinggi, sehingga 1000 paket yang dibagikan ludes dalam waktu setengah jam. Dengan begitu, pada pembagian takjil hari kedua, Rabu (14/4) UMY akan membagikan 1.500 takjil untuk mahasiswa. Dr. Ir. Gunawan Budiyanto, M.P., IPM., Rektor UMY mengungkapkan hal tersebut setelah membuka seremonial pembagian takjil bagi mahasiswa di pelataran gedung AR. Fachruddin B UMY, Selasa (13/4). “Mahasiswa UMY selama 20 hari Ramadhan masih diwajibkan berkuliah, terutama para mahasiswa yang berkuliah secara offline. Inilah yang mengakibatkan antusias mahasiswa semakin tinggi dan juga yang menjadi dasar kami untuk setidaknya menyediakan makanan sahur dan berbuka selama 20 hari ke depan,” terangnya.

Pada kesempatan yang sama, Dr. H. Agung Danarto, M.Ag., Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UMY, menyampaikan Program UMY Mengabdi ini dilakukan untuk bersama-sama mensyiarkan Ramadhan. “Selain itu hal ini merupakan salah satu bentuk pengamalan perintah Rasulullah sesuai dengan yang diriwayatkan dalam hadist ‘barang siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun’,” pungkasnya.

RJK Park UNIMUDA Diresmikan

RJK Park UNIMUDA Diresmikan

Peresmian RJK Park Universitas Pendidikan Muhammadiyah (UNIMUDA) Sorong oleh Robert Joppy Kardinal, S.A.B (anggota DPR RI) Selasa, (06/04). RJK Park ini merupakan taman wisata terbaru yang berisikan peralatan olahraga fitness outdoor yang terbuka untuk umum sehingga dapat digunakan oleh masyarakat di lingkungan kampus UNIMUDA Sorong.

Dilansir dari website UNIMUDA, nama RJK Park diambil dari inisial anggota DPR RI asal Papua Barat yaitu Robert Joppy Kardinal sebagai salah satu apresiasi untuk beliau. “Saya pikir ini suatu penghargaan yang luar biasa pada diri saya, dan saya akan selalu bersyukur kepada satu kampus yang bisa menghargai dan menjaga apa yang diberikan oleh negara melalui kami anggota DPR RI.” Tutur Robert Joppy Kardinal, S.A.B anggota DPR RI.

Dalam sambutannya Wakil Rektor 1 UNIMUDA Sorong, Doni Sudibyo, M.Pd. ini merupakan tantangan bagi semua karena saat ini masih sangat minim sarana-sarana publik. “sehingga hal tersebut kami jadikan peluang untuk kami agar bisa selalu menjadi pionir, nanum tentunya kami juga selalu mengajak para mitra mendukung setiap program-programnya.”

Wakil Rektor UNIMUDA Sorong juga sangat memberikan apresiasi kepada anggota DPR RI dari Papua Barat, Robert J. Kardinal, pasalnya dirinya sangat komitmen dalam memajukan sumber daya manusia melalui kampus UNIMUDA Sorong. “selama ini Pak Robert sudah sangat welcome memberikan dukungan untuk bermitra dengan UNIMUDA Sorong dan kami juga siap untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat melalui beliau ini.” imbuh Warek 1.

Ia juga menyampaikan UNIMUDA Sorong merupakan lokasi yang strategis dalam pengadaan RJK Park. “UNIMUDA Sorong menjadi tempat yang tepat karena di sini merupakan tempat berkumpulnya masyarakat dari berbagai macam kalangan suku sehingga mereka dapat lebih maksimal dalam menggunakan RJK Part ini.” pungkas Warek 1 UNIMUDA Sorong. []Humas UNIMUDA

RS Darurat Covid-19

UMM Bangun RS Darurat Covid-19

UMM ditunjuk untuk mengembangkan RS darurat penanganan Covid-19 yang berlokasi tidak jauh dari RS UMM. Bupati Malang, Drs. H. M. Sanusi. M.M. diundang untuk meletakkan batu pertama pembangunan RS tersebut pada Senin (5/4). Hadir pula Wakil Bupati, Kapolres Malang, Komandan Kodim 0818 Malang-Batu serta beberapa undangan lainnya.

Dr. Fauzan, M.Pd. selaku rektor UMM menyampaikan ucapan terima kasih kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) serta Kemenkes yang sudah membantu untuk merealisasikan pembangunan RS Covid tersebut. Begitupun dengan dukungan dari Bupati beserta jajaran, Rumah Sakit UMM, WIKA dan Yodya Karya. “Pembangunan RS ini menjadi tekad kami agar Malang, Indonesia serta dunia bisa segera bebas dari Covid-19,” harapnya dalam sambutan.

Dalam kesempatan yang sama, Drs. H. M Sanusi, M.M. selaku Bupati Malang mengapresiasi UMM berkat usahanya yang sangat responsif dalam penanganan pandemi. Tidak hanya dalam beberapa bulan ini saja tapi juga sejak pertama kali pandemi Covid-19 menyebar. “Banyak pihak yang mendukung dalam penanganan pandemi ini hingga akhirnya angka corona menurun. Data terakhir yang saya dapat hanya tinggal 60 dari 14.600 RT di Kabupaten Malang yang masih kuning. Sisanya sudah menjadi wilayah hijau,” terangnya.

Sanusi juga berharap agar UMM bisa terus berkontribusi di semua bidang. Tidak hanya berhenti di usaha di penanganan covid saja. Tapi juga terus eksis dalam kepekaan kebutuhan masyarakat sekitar.

Dalam acara peletakan batu pertama RS darurat tersebut, adapula laporan dari Kepala Balai Prasarana Pemukiman Wilayah (BPPW) Jawa Timur yang disampaikan oleh Reva Sastrodiningrat. Ia menjelaskan bahwa pengembangan RS ini merupakan upaya untuk menangani Covid-19, khususnya di wilayah Malang Raya. Apalagi melihat jumlah pasien Covid-19 di Indonesia yang mencapai 1.534.255 orang per tanggal 4 April. “Adapula sekitar 140.331 pasien positif yang ada di Jawa timur. Sejumlah 10.346 di antaranya berada di wilayah Malang Raya,” tuturnya lebih lanjut.

Berdasarkan data tersebut, akhirnya beberapa rumah sakit ditunjuk untuk menjadi RS rujukan virus corona. Salah satunya adalah RS UMM. Adapun pengembangan rumah sakit darurat penanganan Covid-19 akan dilakukan di atas lahan seluas 8.000 meter persegi. Nantinya akan disediakan sejumlah 65 bed untuk ruang observasi serta delapan bed diperuntukkan sebagai ruang isolasi. Selain itu juga ada ruang screening dan fasilitas penunjang lainnya.

Reva kembali menuturkan bahwa pembangunan RS darurat tersebut juga menjadi bagian dari program Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk menyediakan RS khusus Covid-19. Sebelumnya, telah dibangun beberapa rumah sakit serupa yang berlokasi di Pulau Galang, RSUD dr. Soegiri Lamongan, RSUD Zainul Abidin Kota Banda Aceh dan beberapa tempat lainnya.

Sumber : Humas UMM

Pendidikan Kemuhammadiyahan

Umsida Lepas 175 Lulusan D1 Pendidikan Kemuhammadiyahan

Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida)  melepas 175 lulusan Program Diploma 1 Pendidikan Kemuhammadiyahan, Senin (5/4). Bertempat di Hotel Sae Inn Kendal, wisudawan terdiri dari guru sekolah Muhammadiyah, pegawai AUM, Ortom, dan Pimpinan Muhammadiyah di Kendal.

Wisuda angkatan XI dan XII ini dihadiri rektor Umsida Dr Hidayatulloh MSi dan Dekan Fakultas Agama Islam (FAI) Umsida Dr Istikomah M Ag. Ditemui seusai acara, Dr Hidayatulloh mengungkapkan harapannya terhadap wisudawan. ”Selamat kepada para wisudawan, semoga bisa langsung mengaplikasikan ilmu yang diperoleh melalui tempat mereka mengabdi di amal usaha Muhammadiyah,” ujarnya.

Pelaksanaan wisuda dibagi dua gelombang. hal ini dikarenakan masih dalam pandemi Covid-19, dan protokol kesehatan tetap harus dilakukan. Selain itu, jumlah wisudawan yang banyak membuat pelaksanaan wisuda dilakukan dua tahap, yakni tahap pertama untuk angkatan ke 11 dengan jumlah 74 mahasiswa dan angkatan ke 12 sebanyak 101 mahasiswa.

Seluruh mahasiswa yang diwisuda telah mengikuti perkuliahan selama 4 bulan. Program ini merupakan program kerja sama FAI UMSIDA dengan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kendal. Dengan tujuan memberikan wawasan dan pengetahuan tentang kemuhammadiyahan serta internalisasi idiologi dan faham Muhammadiyah bagi pimpinan persyarikatan, pimpinan amal usaha, pimpinan ortom, dosen, guru, karyawan AUM serta kader Muhammadiyah.

Program D-I Pendidikan Kemuhammadiyahan ini pertama kali di selenggarakan oleh FAI Umsida pada tahun 2011 dan dilaunching oleh Hidayatulloh pada13 Desember 2015 di gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah Kendal, bekerjasama dengan Pimpinan Wilayahm Muhammadiyah Jawa Timur. Sasaran utama program ini adalah semua pimpinan dan karyawan di Amal Usaha (AUM) Muhammadiyah baik di bidang pendidikan, kesehatan dan amal usaha lainya dari 38 Kabupaten Kota yang ada di Jawa Timur.

Sumber : Humas Umsida

milad ke-40 umy

Konser Amal Mahasiswa Jadi Puncak Perayaan Milad ke-40 UMY

Konser Amal Mahasiswa 2021 dengan mengusung tema ‘UMY Kangen’ di di Lantai Dasar Masjid KH. Ahmad Dahlan, Selasa (6/4) malam, menjadi puncak kemeriahan atas perayaan Milad ke-40 UM Yogyakarta (UMY). Mahasiswa dari berbagai Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) UMY menjadi pengisi acara, yang sekaligus sebagai ajang penggalangan dana.

Bekerja sama dengan Lazismu, UMY berinisiatif menggalang dana yang nantinya akan disumbangkan ke sejumlah wilayah di Indonesia yang terdampak bencana. “Terkait dengan Konser Amal ini, UMY ingin memberikan bantuan kepada korban terdampak bencana baik yang terjadi beberapa bulan lalu, maupun yang terjadi beberapa hari lalu. Semoga ini menjadi amal baik kita semua,” tegas Prof. Dr. Hilman Lathief Ph.D Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan AIK UMY.

Secara simbolis, UMY menyerahkan uang tunai sebesar Rp. 103.500.000 yang diserahkan kepada Lazismu untuk membantu saudara-saudara yang terdampak bencana. Namun begitu, penggalangan dana dalam rangka milad ke-40 UMY ini akan tetap dibuka hingga Senin 12 April 2021.

Sementara itu, pengumuman pemenang lomba yang sudah dilakukan sejak 01-27 Maret lalu, juga menjadi salah satu rangkaian acara di malam Konser Amal Mahasiswa UMY 2021. Menurut data panitia, antusiasme peserta yang sebagian besar dari mahasiswa sangat besar, seperti diantaranya lomba membuat video kreatif diikuti 46 peserta, dengan mendapat jumlah view sebanyak 127.642, lomba foto dan foto twibbon ada 92 foto dengan total like 26.923, lomba tiktok dengan jumlah 17 video, dan memiliki jumlah penonton 6.570.093, serta lomba menulis yang diikuti 298 tulisan yang telah dimuat di media online.

Menurut Hilman, kegiatan yang telah dilakukan memberikan dampak positif bagi perkembangan UMY, karena semakin banyak orang mengenal kampus Muda Mendunia ini. “Lomba-lomba tahun ini sedikit berbeda dengan tahun sebelumnya, karena lebih banyak mengikutsertakan mahasiswa. Kreatifitas mahasiswa telah melahirkan banyaknya jumlah penonton video dari perlombaan yang ada, artinya UMY semakin banyak dikenal oleh masyarakat berkat kegiatan ini,” imbuhnya.(Hbb)

Sumber : Humas UMY

Mahasiswa UM Metro Raih Juara II Lomba Opini

Mahasiswa UM Metro Raih Juara II Lomba Opini

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah (UM) Metro berhasil jadi juara II Lomba Opini pada kegiatan semarak milad Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) ke-57, bertempat di Hotel Emersia, Bandar Lampung, Kamis (1/4). Ia adalah Renci, mahasiwa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Agama Islam (FAI) yang saat ini juga aktif di kegiatan TV-MU Biro Lampung.

Ketua Prodi PAI Iswati, M.Pd. memberikan apresiasi kepada Renci dan berharap prestasi ini mampu menjadi sarana peningkatan diri dalam mengabdi kepada Allah. “Kami sangat bersyukur dan bangga atas prestasi yang diraih mahasiswa kami. Teruslah berprestasi dan berkarya, menjadi kader yang unggul dan kader yang dapat menjadi tauladan bagi mahasiswa UM Metro,” kata Iswati saat dimintai keterangan pada Ahad (4/4).

Selain itu, Kegiatan yang ditenggarai Dewan Pimpinan Daerah (DPD) IMM Provinsi Lampung ini berhasil menghantarkan Renci mendapatkan apresiasi sebagai kader berprestasi di bidang literasi sekaligus memenangkan lomba video kreatif bersama crew TV-Mu Biro Lampung. Video kreatif yang disajikan crew TV-Mu Biro Lampung ini berhasil menduduki posisi terbaik III.

IPII UMPO Mengadakan Seminar Internasional

IPII UMPO Mengadakan Seminar Internasional

Meskipun masih tergolong program studi baru, Program Studi Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam (IPII) Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Ponorogo (FAI – UMPO) terus berupaya untuk meningkatkan jaringan kerja sama baik dalam dan luar negeri dan mengaplikasikannya dalam kegiatan untuk peningkatkan mutu Sumber Daya Manusianya, maka pada 25 Maret 2021 lalu Prodi IPII FAI UMPO telah menyelenggarakan Internasional Seminar Of Religion Islamic series 3 (ISOIR#3) dan call paper secara virtual dengan tema “Innovation and Development in Library Information Science (in Education and Practice)”. Acara yang membahas tentang ilmu perpustakaan, literasi dan informasi islam ini diisi dari para pemateri diantaranya Irawati Setiawan, M.A., M.Sc dari Texas A&M University at Qatar, Haslinda Husaeni, Ph.D dari Teknologi Mara University Malaysia, Ida Fajar Priyanto, M.A., Ph.D dari Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, Amirul Ulum, S.Sos., M.IP dari Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Indonesia (FPPTI) Jawa Timur, Dr. Wiji Suwarno, M.Hum dari Ikatan Sarjana Ilmu Perpustakaan dan Informasi dan Ayu Wulansari, S.Kom., M.A dari program studi IPII FAI UMPO sendiri, Salah satu pemateri yaitu Ibu Haslinda Husaeni, Ph.D dari Teknologi Mara University Malaysia di sela sela dalam menyampaikan presentasinya dengan tema Collaboration of Research Development in the Field of Library and lnformation Science, mengajak kepada pengelola Prodi Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam setelah acara seminar ini selesai untuk mengadakan program visiting lecture dan exchange student ke Malaysia.

Kegiatan ini diikuti kurang lebih 258 peserta dan dari sekian peserta itu ada 20 peserta dari Ghana, Turkey Malaysia dan Qatar, sisanya peserta tersebut antara lain instansi pendidikan (Universitas dan sekolah), Pondok Pesantren, dan Asosiasi Profesi perpustakaan dan informasi.

Wakil Dekan Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Ponorogo, Sigit Dwi Laksana, M.Pd.I mengatakan kegiatan ISOIR#3 ini bertujuan untuk Kegiatan Seminar Internasional dan Call Paper ini bertujuan untuk memberikan pelajaran dan pengalaman berharga berkenaan dengan tantangan Islam ditengah krisis moralitas, mengantarkan dosen, guru, pemerhati, peneliti, dan mahasiswa agar melakukan upaya proaktif dalam mengembangkan, mengasah dan menyalurkan talenta, skill dan karakter guna meningkatkan kapasitasnya sebagai praktisi pendidikan Islam dan Mempresentasikan, mendiskusikan, sekaligus merumuskan hasil-hasil temuan riset kenikian tentang kajian Islam melalui multidisiplin keilmuan, Menjadi media silaturahim bagi peneliti, pemerhati, dan praktisi Islam,” ungkapnya.