Peduli Tunanetra, UMP Adakan Pelatihan Sport Massage

Guna mewujudkan kesejahteraan penyandang tunanetra, sebagai salah satu bagian lembaga Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat UMP bekerjasama dengan Komisi Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Banyumas, menggelar pelatihan program Sport Massage khusus untuk penyandang tunanetra. Selasa (10/02/15).

Diikuti sebanyak 20 peserta disabilitas penyandang tunanetra asal Banyumas yaitu PERTUNI (Persatuan Tunanetra Indonesia) dan ITMI (Ikatan Tunanetra Islam Indonesia), pelatihan ini dihadiri langsung oleh ketua LPPM UMP dan KONI Banyumas.

Ketua LPPM UMP, Prof. Dr. H. Tukiran Taniredja, M.M, mengatakan tujuan pelatihan ini adalah sebagai upaya UMP mengentasan permasalahan kesejahteraan sosial, kemiskinan dan pengangguran bagi penyandang tunanetra. Dengan pelatihan ini juga, para peserta dapat mandiri menghidupi diri sendiri dan keluarga serta berkontribusi kepada masyarakat.

“Nanti peserta akan mendapatkan sertifikat dan sertitikat ini nantinya bisa ditempel di tempat mereka hingga menarik orang dan tidak ragu untuk menggunakan jasa mereka,”ujar Tukiran.

Pelatihan ini rutin selenggarakan setiap Senin dan Minggu bertempat di Kantor PERTUNI Jalan Patriot No. 02 Banyumas. Para peserta akan mendapat 20% teori dan 80% praktek serta perlengkapan praktek lengkap dan uang saku. ” Peserta akan dilatih oleh pelatih profesional langsung oleh Bapak Dwi Hartono dari KONI Banyumas. Dan materi yang akan kita berikan berupa pengetahuan dan keterampilan massage dan pijat memijat,” ungkapnya.

Usai pelatihan ini, Tukiran berharap para peserta dapat trampil dan tanggung jawab selama mengikuti pelatihan agar dapat menghasilkan ketrampilan yang baik yang dapat dimanfaatkan. “Kita harap pelatihan ini dapat menghasilkan ketrampilan dan keahlian bagi peserta agar ke depan dapat diberdayakan oleh masyarakat bahkan digunakan oleh KONI sendiri pada iven-iven olahraga di tingkat kabupaten, provinsi maupun nasional,” tutupnya. (Fit)

Sumber : UMP.AC.ID

UMSU-Lantamal I Belawan Bangun Masyarakat Maritim

Langkat, 8/2 (UMSU)-Universitas Muhammadiyah Sumut (UMSU) bersama Pangkalan Utama Angkatan laut (Lantamal) I Belawan menggelar bakti sosial di Desa Jaring Halus, Kecamatan Secanggang, Kabupaten Langkat dalam rangka mendukung pembangunan masyarakat maritim.

Bakti sosial yang digelar di desa pesisir Sumut selama dua hari, 7 s/d 8 Februari disambut antusias ribuan warga.

“Kegiatan ini merupakan wujud dukungan terhadap program pembangunan kemaritiman yang digaungkan Pemerintah Jokowi,” kata Rektor UMSU, DR Agussani MAP disela meninjau kegiatan bakti sosial bersama Komandan Lantamal I Laksamana Pertama TNI Pulung Prambudi, Minggu.

Perjalanan ke Desa Jaring Halus ditempuh dengan menumpang Kapal Perang KRI Beladau-643 yang merupakan kapal cepat rudal 44 meter. Menurut catatan, kapal ini merupakan kapal ketiga dari jenisnya yang diproduksi oleh PT Palindo Marine di Batam.

“Ini momen spesial karena bakti sosial UMSU dan Lantamal I ke daerah pesisir langsung diantar kapal perang canggih produksi dalam negeri,” kata Agussani kepada para wartawan media cetak dan elektronik yang mengikuti kegiatan.

Bakti sosial pengabdian masyarakat meliputi pemeriksaan kesehatan telinga hidung tenggorokan (THT), gigi, kulit, penyakit cacing, papsmeer dan patologi. Untuk bidang pendidikan, berupa pemberian bea siswa, penyuluhan hukum, sosial, kewirausahaan, bela negara, dan pemberantasan buta aksara.

Dijelaskan Rektor, kegiatan baksos ini merupakan salah satu implementasi dari Catur Dharma Perguruan Tinggi Muhammadiyah yang di antaranya pengabdian pada masyarakat.Apa yang dilakukan UMSU bersama Lantamal I merupakan program jangka panjang meliputi bidang kesehatan serta sektor kehidupan masyarakat lainnya, baik ekonomi, pendidikan, sosial, kebudayaan.

Program desa binaan ini sudah lama dilakukan UMSU dan kebetulan Desa Jaring Halus juga salah satu di antara banyak desa binaan Lantamal I yang tersebar di empat provinsi yakni Sumatera Utara, Aceh, Sumbar dan Riau. Desa Jaring Halus sendiri terletak di pantai timur Sumatera yang hanya dapat diakses melalui laut.

“Karena letaknya di wilayah Kabupaten Langkat, maka kegiatan ini juga berkoordinasi dengan Bapak Bupati Langkat,” kata Agussani.

Sedangkan Dan Lantamal I Laksamana Pertama TNI Pulung Prambudi mengatakan, kerja sama program pembinaan desa pesisir dengan UMSU merupakan bagian tugas pemberdayaan potensi masyarakat maritim. Hal ini juga sebagai wujud untuk menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia yang menjadi program pemerintah.

“Untuk menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia harus melibatkan seluruh potensi yang ada. Dalam hal ini kehadiran perguruan tinggi menjadi penting dalam rangka membangkitkan potensi yang ada di masyarakat pesisir,” katanya.

Sementara itu, Kepala Desa Jaring Halus, Makmur Laia merasa bersyukur karena bakti sosial pengabdian masyarakat UMSU-TNI AL sangat berarti bagi warga. Soalnya selama ini masyarakat pesisir minim tersentuh program pembangunan, khususnya sektor kesehatan dan pendidikan.

Sumber : UMSU.AC.ID

UNIMUS DIRIKAN QABILAH HIZBUL WATHAN “JENDERAL SUDIRMAN”

Ketua Kwartir Pusat Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan Uun Harun Syamsudin melantik Qobilah Jenderal Sudirman Hizbul Wathan Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) di sela-sela pembukaan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan (GK HW) tahun 2015 di Labkesmas Unimus di Wonolopo, Desa Wonolopo, Kecamatan Mijen, Semarang (14-15/2).

Sesuai dengan Surat Keputusan Rektor Universitas Muhammadiyah Semarang No. 111/UNIMUS/SK.KP/2015 Kepengurusan Qobilah Gerakan kepanduan Hizbul Wathan, Kafilah Jenderal Sudirman, Unimus terdiri Ketua Dr H Djoko Setyo Hartono SE MM SH, MKn (Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama Unimus), Sekretaris.Slamet Riyadi SKom, Bendahara Dian Chandra SPd MPd dibantu sejumlah dosen  yang  membawahi beberapa bidang, seperti bidang Pendidikan dan Latihan, bidang Kegiatan serta bidang Evaluasi dan Pengembangan.

Usai dilantik, kepada pers Dr H Djoko Setyo Hartono SE MM SH, MKn menyatakan siap mengembangkan GK HW di kampus Unimus serta mengajak sekolah Muhammadiyah di Kota Semarang menghidupkan kembali GK HW sesuai dengan keinginan Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof. Dr. Din Syamsudin.

“HW didirikan 1918 atau sekitar 6 tahun setelah Organisasi Muhammadiyah berdiri dan yang membedakan dengan Pramuka di antaranya ada asas Islam di dalamnya. Di tahun 1961 HW dilebur ke dalam Pramuka dan tahun 1999 mulai ada keinginan kembali menghidupkan HW. Jenderal Sudirman merupakan tokoh nasional yang dulunya anggota HW sehingga Unimus menjadikan nama Jenderal Sudirman untuk nama Qobilah  HW Unimus” ujar Dr Djoko.

Rakerwil HW Jateng

Selama dua hari (Sabtu-Minggu, 14-15/2) Pengurus Wilayah (PW) Muhammadiyah Jateng menggelar Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan (GK HW) tahun 2015 di Labkesmas Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) di Wonolopo, Mijen, Semarang.

Ketua Kwartir Pusat Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan Uun Harun Syamsudin saat membuka Rakerwil Sabtu (14/2) mengutip Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Prof Din Syamsudin pada Jambore Nasional Pandu Hizbul Wathan di Solo Agustus tahun lalu menyatakan perlunya Pimpinan Wilayah Muhammadiyah dan perguruan tinggi Muhammadiyah (PTM) serta sekolah di lingkungan Muhammadiyah menghidupkan kembali kepanduan Hizbul Wathan.

Sedangkan Wakil Rektor III (Bidang Kemahasiswaan) Unimus Dr H Djoko Setyo Hartono SE MM SH, MKn yang mewakili Rektor Unimus Prof Dr H Jamaludin Darwis MA mengapresiasi terselenggaranya Rakerwil Hizbul Wathan di Semarang dan berharap Rakerwil kali ini bisa menghasilkan sejumlah program kerja dan hasil evaluasi organisasi kepanduan di Muhammadiyah ini. Selain itu Unimus siap pula menghidupkan HW dan membentuk HW di kampus tersebut.

Ketua Panitia Rakerwil Senen Budiarto menyatakan rakerwil dihadiri berbagai utusan Hizbul Wathan dari Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah se-Jateng, unsur PTM, sekolah Muhammadiyah serta para pejabat PW Muhammadiyah Jateng, termasuk Sekretaris PW Muhammadiyah Drs. H. Tafsir, M. Ag.

Sumber : UNIMUS.AC.ID

Rektor Angkat Janji Sarjana Kedokteran UMJ Ke 23

Program studi kedokteran Fakultas Kedokteran dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Jakarta (FKK UMJ) menggelar angkat janji bagi sarjana kedokteran periode ke 23. Kegiatan berlangsung di aula lantai 4 gedung FKK UMJ. Jl.Kh.Ahmad Dahlan, Cirendeu-Ciputat. Rabu (4/2)

Dekan FKK UMJ Dr.dr. Toha Muhaimin,M.Sc menjelaskan kalau Jumlah mahasiswa yang angkat janji sarjana kedokteran di periode ke 23 ini sebanyak 143 orang. Terdiri dari angkatan 2011 sebanyak 132 orang dan 11 orang angkatan 2010 kebawah. “Angkat Janji merupakan kegiatan yang dilakukan bagi mahasiswa yang telah menyelesaikan seluruh mata kuliah mulai dari semester 1 hingga selesai” Jelasnya.

Rektor UMJ Dr.Syaiful Bakhri,SH.MH dalam sambutannya menjelaskan  kalau profesi seorang dokter merupakan profesi yang sangat mulia di mata masyarakat, oleh karena itu mensyaratkan ada etika profesi.

Menurutnya,  Etika Profesi merupakan kebutuhan pelayanan professional dari pasien atau klien dengan keterlibatan dan keahlian sebagai pelayanan dalam rangka kewajiban masyarakat sebagi keseluruhan terhadap para anggota masyarakat yang membutuhkannya disertai dengan refleksi yang seksama.

“Seorang dokter menjalankan tugasnya mempunyai alasan yang mulia, yaitu berusaha untuk menyehatkan tubuh pasiennya dan berusaha mengurangi penderitaan pasiennya, oleh karena itu dokter harus memiliki perlindungan hukum” Jelas Syaiful yang juga merupakan ahli hukum pidana.

Syaiful berharap para dokter teruslah memberi pelayanan terbaik bagi masyarakat “Selamat buat para Dokter masa depan yang hari ini diangkat janjinya” Pungkasnya (iqbal/Humas)

Sumber Berita: www.umj.ac.id

Pengabdian Masyarakat Mahasiswa Kedokteran Universitas Muhammadiyah Jakarta

Program Studi Kedokteran  Fakultas Kedokteran Dan Kesehatan (FKK) Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) mengadakan pengabdian masyarakat pada hari minggu tanggal 24 Januari 2015  bertempat di Kecamatan Pamijahan, Leuwiliang, Kabupaten Bogor.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini berupa penyuluhan kesehatan mengenai Penyakit Demam Berdarah. Mahasiswa Kedokteran Fikri Al-Munawwar (angkatan 2012) yang ikut serta dalam melakukan pengabdian masyarakat menyampaikan kegiatan ini berupa pemeriksaan dan pengobatan gratis serta pembagian bubur kacang hijau gratis kepada masyarakat.

“Adapun kegiatan ini merupakan salah satu wujud kepedulian Program Studi Kedokteran FKK UMJ dalam upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat” Jelas Fikri.

Kegiatan ini bekerja sama dengan Yayasan Pendidikan Islam Nur Thoyyiba Dinussalam dan Fakultas Kedokteran Dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Jakarta. (Ibl)

Sumber Berita: www.umj.ac.id

UAD Menjadi Tuan Rumah Pertama Rapat Kerja Jamu-Spa DIY

Sebagai tindak lanjut dari lokakarya jamu-spa untuk menjadi tonggak bagi pelestarian dan pengembangannya di Yogyakarta pada 7 Januari 2015 lalu, Sekretariat Bersama (Sekber) melaksanakan Rapat Kerja Jamu-Spa pada Sabtu, (14/2/2015) di kampus 1 Universitas Ahmad Dahlan (UAD).

Kintoko, S.F., M.Sc. Apt. selaku inisiator acara mengatakan, “Tujuan diselenggarakannya rapat kerja (raker) ini untuk menentukan road map dari tiap-tiap instansi. Selanjutnya, akan disusun menjadi cetak biru (blue print) pelestarian dan pengembangan jamu-spa di Yogyakarta. Raker ini akan diselenggarakan setiap bulan dengan setiap instansi bergantian sebagai tuan rumah. UAD mengawali sebagai tuan rumah pada Februari ini.”

Dalam kesempatan ini, UAD memaparkan tentang road map saintifikasi jamu-spa. Kemudian disambung Dinas Dikpora, Kebudayaan, Pariwisata, Kesehatan, Balai Besar POM, Perindagkop UKM, PD Ikatan Apoteker Indonesia, Gabungan Pengusaha Jamu, dan Asosiasi Spa Terapis Indonesia yang mengakhiri raker ini pada Desember 2015. Pada Januari 2016, Sekber Jamu-Spa membentuk Dewan Jamu-Spa DIY untuk mendeklarasikan bersama “Jogja Istimewa Kota Jamu-Spa”.

Dewan Jamu-Spa DIY menjadi lembaga yang bertanggung jawab untuk mendorong upaya-upaya pelestarian dan pengembangan jamu-spa berdasarkan pada cetak biru yang telah disusun. Harapannya, jamu-spa tidak hanya sebagai aset budaya, tetapi juga menjadi aset ekonomi yang mampu memberikan pengaruh dalam meningkatkan derajat kesehatan dan kemandirian masyarakat Yogyakarta khususnya, serta Indonesia umumnya. Dari UAD untuk Jogja Istimewa menuju kemandirian bangsa!

Pada kesempatan tersebut hadir pula Wakil Rektor 4 Prof. Drs. Sarbiran, M.Ed. ,Ph.D mewakili rektor yang sedang umroh. Dalam sambutannya mengatakan, kita perlu memasyarakatkan dan perlu memperdayakan jamu-spa di Indonesia. Agar tidak kalah dengan negara tetangga, dan agar Indonesia semakin sehat.” kata Sarbiran, yang sejak kecil menyukai jamu tradisional itu.

Sumber : UAD.AC.ID

UMM Pelopori Sarasehan Pasca-Kongres Umat Islam

Menindaklanjuti hasil Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VI di Yogyakarta pada 8-11 Februari yang digelar Majelis Ulama Indonesia (MUI), Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengadakan Sarasehan Pasca-KUII yang berlangsung di Aula BAU UMM, Kamis (12/2). Kegiatan bertema “Penguatan Peran Politik, Ekonomi, dan Sosial Budaya Umat Islam untuk Indonesia Berkeadilan dan Berperadaban” ini memiliki misi utama membangkitkan peran umat Islam Indonesia yang selama ini hanya mayoritas dari segi jumlah namun minoritas dari segi peran.

Sarasehan menghadirkan pembicara; Ketua Bidang Pemberdayaan Perekonomian MUI Pusat Dr Anwar Abbas, Guru Besar Sosiologi Agama UMM Prof Dr Ishomuddin MSi, dan Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) UMM Dr Asep Nurjaman MSi. Acara dibuka langsung oleh Ketua Umum Badan Kerjasama Perguruan Tinggi Islam Swasta (BKS-PTIS) se-Indonesia yang juga merupakan Rektor UMM, Prof Dr Muhadjir Effendy MAP.

Dalam sambutannya, Muhadjir mengingatkan, agar KUII memiliki gaung yang lebih besar dan benar-benar bermanfaat bagi umat Islam Indonesia maka perlu diadakan kegiatan-kegiatan lanjutan di berbagai kota di Indonesia.

“Kegiatan ini sangat menarik. Umumnya, kegiatan penyemarak Kongres diadakan sebelum acara, tapi ini diadakan setelah acara berlangsung. Tapi justru di situlah manfaatnya. Agar gagasannya tidak menguap. Gaungnya tidak hilang begitu saja,” papar Muhadjir.

UMM disebut Muhadjir sebagai pelopor karena merupakan kampus pertama yang merespon. Lebih lanjut, Muhadjir selaku Ketua Umum BKS-PTIS se-Indonesia akan mengajak berbagai Perguruan Tinggi Islam untuk ikut merespon dan sekaligus sebagai ajang sosialisasi hasil Kongres. “Sudah ada beberapa kampus yang siap, moga saja gaungnya kian besar agar peran umat Islam bisa semakin terdengar,” ujarnya.

Sementara itu, Anwar Abbas dalam paparannya menyinggung soal minimnya peran umat Islam dalam percaturan ekonomi dan politik Indonesia saat ini. “Ini mengherankan. Dalam sejarahnya, kiprah umat Islam sangat besar dalam mendirikan republik ini. Kalau sekarang posisi kita termarjinalkan, ini menjadi pertanyaan besar.”

Anwar bahkan dengan tegas menyimpulkan, bahwa terbentuknya NKRI karena jasa umat Islam. “Kalau umat Islam tidak berjuang melawan kolonial, NKRI tidak terwujud,” tandas mantan ketua Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah ini.

Lebih lanjut Anwar membahas tentang rekomendasi KUII yang menghasilkan “Risalah Yogyakarta”. Risalah memuat tujuh poin berisi ajakan pada umat Islam, penyelenggara negara, serta seluruh lapisan masyarakat untuk meluruskan kiblat bangsa dalam mewujudkan Negara Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.

Risalah tersebut, lanjut Anwar, sebagai respon terhadap kehidupan bangsa dewasa ini yang telah mengalami penyimpangan dari cita-cita nasional lantaran terbawa derasnya arus liberalisasi dan kapitalisasi dalam bidang politik, ekonomi, dan budaya.

“Akibatnya, ekonomi kita hanya berpihak pada orang kaya saja. Orang miskin, mau menjerit ke langit pun tidak akan digubris,” tuturnya.

Di sisi lain, Ishomuddin menilai, lemahnya peran umat Islam lantaran banyaknya kelompok-kelompok dan aliran-aliran dalam Islam Indonesia yang terlampau berkutat pada kepentingan kelompoknya sendiri. “Karena terlalu sibuk menggiatkan urusan kelompoknya, akhirnya tidak mampu membawa Islam ke tengah-tengah bangsa ini,” kata ketua Program Doktor Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UMM ini. (han)

Sumber : UMM.AC.ID

BKMA Koordinasikan Kedali Mutu Fakultas se-UMM

Badan Kendali Mutu Akademik (BKMA) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengadakan Workshop Penyusunan Dokumen Mutu Komisi Kendali Mutu Akademik (KKMA) di Aula BAU UMM, Jumat-Sabtu (13-14/2). Workshop dihadiri Dekan, Pembantu Dekan I, perwakilan dosen tiap fakultas yang bertugas mengembangkan kendali mutu di fakultasnya masing-masing, Kepala Badan Pengembangan Sumberdaya Manusia (BPSDM), Kepala Badan Pengawasan Internal (BPI), Badan Pengendalian Pembangunan Kampus (BP2K), dan Kepala Badan Pengelola Akreditasi (BPA).

Menurut Ketua BKMA UMM, Prof Dr Noor Harini MS, kegiatan ini merupakan lanjutan dari workshop sebelumnya yang masih berkesinambungan dalam penjaminan mutu di UMM. Bedanya, acara ini dikhususkan pada mutu akademik di tiap fakultas, Di tingkat universitas, kegiatan ini secara berkesinambungan telah diadakan sejak 2012 yang didanai Program Hibah Kompetisi berbasis Institusi (PHKI) Dikti.

Lebih lanjut, Noor Harini menyebutkan, kendali mutu dinilai amat penting, karena UMM dituntut harus mampu melahirkan lulusan berkualitas yang memiliki kompetensi dan daya saing yang tinggi. “KKMA berfungsi sebagai wadah penjaminan mutu, koordinasi akademik, dan evaluasi akreditasi di tiap fakultas,” terangnya.

Agar lebih tertata, Noor Harini menambahkan, saat ini BKMA mulai menerapkan manajemen kendali mutu berbasis information technology (IT), di mana evaluasi data pembelajaran dapat diakses dan diunggah dengan cepat melalui internet dan ponsel. “Dengan begitu, penjaminan mutu di UMM dapat berbasis IT dan kita dapat membuat portal di tiap jurusan dan fakultas sehingga progress-nya lebih mudah diamati,” ungkapnya. (ger/han)

Sumber : UMM.AC.ID

Tanpa Visitasi, Farmasi UAD Raih Akreditasi A

Akreditasi lima tahun lalu, Fakultas Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) mampu memperoleh akreditasi A. Tahun ini pun sama. Bedanya, akreditasi yang diumumkan pertengahan Januari lalu itu tanpa vasitasi dari Dikti.

“Ini capaian yang cukup membanggakan. Kami memperoleh skor yang cukup tinggi untuk 100 item penilaian,” kata Nining Sugihartini selaku Wakil Dekan Farmasi, Jum’at (30/1/2015).

Sementara itu, Rektor UAD Dr. Kasiyarno, M.Hum. mengatakan, akreditasi Farmasi tersebut sangat memuaskan. Bahkan, ini merupakan pencapaian tertinggi di DIY untuk kelompok Fakultas Farmasi. “Ini tentu membanggakan karena tanpa visitasi, hanya dengan berkas-berkas saja. PT lainnya masih divisitasi,” ujarnya.

Beberapa keunggulan Farmasi yang dinilai menonjol dalam akreditasi tahun ini adalah sumber daya manusia (SDM). Tercatat, saat ini ada delapan dosen dengan gelar doktor, baik dalam maupun luar negeri. Penelitian dan hibah yang diperoleh dosen Farmasi UAD juga cukup tinggi. Selama Januari 2015, sebanyak 11 dosen memperoleh hibah penelitian.

Selain itu, pengabdian masyarakat yang dilakukan dosen dan mahasiswa Farmasi terbilang sangat bagus. Di antaranya diselenggarakan di Dusun Wuluh, Purwodadi, Tepus, Gunungkidul; Desa Purbosari, Samigaluh, Kulonprogo; dan satu desa di kabupaten Bantul.

“Di dusun Wuluh, kita melakukan pembinaan dan pendampingan pengolahan daun pegagan untuk minuman dan bunga krisan untuk teh. Pengabdian semacam ini akan terus kami lakukan sebagai bentuk kepedulian dan pengembangan,” tambah Nining.

Selain Farmasi, ada beberapa fakultas yang mendapat akreditasi A, yakni Program Studi (Prodi) Biologi dari Fakultas Matematika dan IPA, serta Prodi Bimbingan Konseling dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Untuk fakultas lain, sudah mendapat akreditasi B. Bahkan ada yang B plus, mendekati A.

Sumber : UAD.AC.ID

UNIMUS, SEAMOLEC dan Sun Moon University Korea Selatan Jalin Kerjasama

Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) terus mengembangkan jaringannya dalam menjalin kerjasama dengan perguruan tinggi maju di luar negeri. Pada tanggal 16 Januari 2015, Rektor UNIMUS Prof. Dr. H. Djamaluddin Darwis, MA. didampingi oleh Kepala Kantor Urusan Internasional dan Kerjasama (KUIK) adhoc, Dr. Muhammad Yusuf berkunjung ke kantor pusat SEAMEO Regional Open Learning Centre (SEAMOLEC) yang berada di komplek Universitas Terbuka, Pondok Cabe, Tangerang untuk menjalin kerjasama dengan universitas dari Korea Selatan. Hadir pada kesempatan itu President Sun Moon University, Korea Selatan, Dr. Sun Jo Hwang untuk meneken Memorandum of Understanding (MoU) dengan Rektor UNIMUS.
Dalam sambutannya Dr. Sun Jo Hwang menyatakan “We are global oriented and Indonesian student has a great opportunity to joint with us”. Dalam nota MoU disepakati beberapa program aktifitas antara dua institusi yang meliputi (1) Development of joint courses and education programs (2) Exchange of credits (3) research collaborations. Bentuk kerjasama lain yang memungkinkan untuk dapat dikolaborasikan adalah kegiatan seminar dan workshop. Disamping itu memungkinakan untuk dapat melakukan kerjasama penggunaan peralatan, fasilitas dan sumber daya dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan.

Rektor UNIMUS Prof. Dr. H. Djamaluddin Darwis, MA. menyambut sangat gembira kerjasama yang baru saja terjalin, Rektor menyatakan bahwa “Kerjasama ini adalah kesempatan baik untuk UNIMUS dalam rangka mewujudkan misi ke depan sebagai univerersitas yang memiliki kemajuan”. (M.Yusuf)

Sumber : UNIMUS.AC.ID