Workshop UAD Pertegas Urgensi Roadmap Penelitian bagi Dosen

Workshop UAD Pertegas Urgensi Roadmap Penelitian bagi Dosen

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menyelenggarakan acara workshop pada Selasa (2/8) lalu. Kegiatan ini terselenggara oleh Prodi Bimbingan dan Konseling (BK) UAD. Lokasi kegiatan ini adalah di Hotel Jayakarta, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Tujuan dari penyelenggaraan acara ini adalah penguatan struktur topik-topik penelitian mendatang yang para dosen BK UAD laksanakan.

Irvan Budhi Handaka, M.Pd. selaku Kepala Program Studi (Kaprodi) BK UAD menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh pihak yang telah hadir dalam kegiatan tersebut. “Workshop ini merupakan sarana untuk menentukan dan memperjelas roadmap penelitian dari prodi dan dosen,” paparnya.

Dalam pelaksanaannya, terdapat dua agenda utama dalam sesi workshop. Pertama adalah pemaparan materi oleh dua narasumber, Dr. Ilfiandra, M.Pd. dan Hany Yulindrasari, S.Psi., M.Gendst., Ph.D. Ilfiandra menjelaskan tentang urgensi roadmap atau peta jalan penelitian dalam prodi, termasuk manfaat dan cara membuatnya. Ia juga mengungkapkan bahwa roadmap ini sejatinya lebih baik mengacu pada BK komprehensif dari Amerika yaitu management system, accountability, delivery system, dan foundation.

Sementara itu, Hany sebagai pemateri kedua dalam workshop UAD ini menyampaikan tentang penentuan garis besar dalam penyusunan peta jalan penelitian bagi dosen. “Roadmap akan membantu memfokuskan para dosen dalam penelitian yang relevan dan bisa berdampak baik dalam kenaikan jabatan fungsional sampai akhirnya bisa jadi guru besar atau profesor,” tambahnya.

Agenda kedua yaitu praktik penyusunan roadmap yang dipimpin langsung oleh Kaprodi BK UAD dengan mengacu pada materi yang telah disampaikan. Setelah workshop ini, harapannya akan ada tindak lanjut dari para dosen untuk lebih terstruktur dalam melaksanakan penelitian di masa depan. Acara ditutup dengan sesi foto bersama seluruh dosen yang hadir.

UAD Gelar Astrocamp Edukasi Peserta tentang Langit Malam

UAD Gelar Astrocamp Edukasi Peserta tentang Langit Malam

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menyelenggarakan Astrocamp pada Sabtu (25/6) s.d. Ahad (26/6) lalu. Penyelenggara kegiatan ini adalah Pusat Studi Astronomi (Pastron) UAD. Kegiatan Astrocamp ini bukan yang pertama kali terlaksana. Sebelumnya, Astrocamp telah terselenggara di dua tempat. Pertama, Baron Techno Park, Gunung Kidul. Kedua, Kemit Forest, Cilacap. Astrocamp ketiga ini terselenggara di Desa Wisata Tinalah. Desa Wisata Tinalah terpilih karena kawasan desa ini menyimpan potensi pengembangan untuk wisata edukasi, termasuk edukasi tentang langit malam.

Peserta Astrocamp terdiri atas siswa SD hingga perguruan tinggi. Pastron UAD memberi fasilitas kepada para peserta Astrocamp berupa tiga teleskop, yakni Skywatcher BK120, Skywatcher BK909, dan Bresser AR90. Teleskop ini mampu mengamati bintang, bulan, matahari, dan cluster atau sekumpulan bintang. Cluster termasuk objek redup yang hanya dapat terlihat dengan menggunakan teleskop. Peserta takjub dengan objek-objek langit redup semacam itu, yang ternyata terdapat banyak pengetahuan dengan menelitinya.

Peserta juga belajar menggunakan peta bintang, baik yang berbentuk fisik maupun berupa aplikasi pada gawai sebagaimana yang diberitakan dalam situs resmi UAD. Pada sesi workshop, peserta mendapat materi mengenai rasi bintang yang tersajikan dengan interaktif. Binatang nocturnal atau yang aktif di malam seperti kunang-kunang mudah tertangkap mata peserta Astrocamp. Astrocamp sebagai perkemahan edukasi tidak hanya mengajarkan tentang hidup dan beraktivitas di luar ruang. Peserta dapat pula memahami pentingnya merawat lingkungan untuk kelestarian bumi dan langit.

UAD Berikan Sosialisasi Beasiswa Targetkan Dosen

UAD Berikan Sosialisasi Beasiswa Targetkan Dosen

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) berikan sosialisasi beasiswa pada Selasa (19/4) lalu. Beasiswa tersebut yakni Beasiswa Pendidikan Indonesia. Kegiatan terselenggara secara daring dan luring, yakni melalui kanal YouTube Universitas Ahamd Dahlan dan Aula Islamic Center Kampus IV UAD. Narasumberdalam kegiatan ii adalah Dr Abdul Kahar MPd. Ia merupakan Kepala Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan (Puslapdik). Puslapdik sendiri berada di bawah Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek). Moderator dalam kegiatan ini adalah Nur Arina Hidayati. Ia juga merupakan Kepala Bidang Pendidikan dan Pelatihan.

Dr Norma Sari SH MHum, Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Manusia menyebutkan harapan dari adanya sosialisasi yang UAD berikan ini dalam sambutannya. “Harapan dari sosialisasi ini adalah agar sebanyak mungkin dosen dapat mengakses beaisswa tersebut,” ujarnya.

Pusat Pembiayaan Pendidikan bukan hanya mengampu beasiswa untuk perguruan tinggi saja. Akan tetapi, hampir semua jenis bantuan yang ada di Kemdikbudristek seluruhnya berpusat di Puslapdik. Kaitannya dengan itu, Kahar mengatakan, beasiswa berprestasi terdapat tiga skema di dalamnya. Pertama, prestasi talenta merupakan juara-juara terbaik dua puluh perguruan tinggi terbaik dunia. Kedua, prestasi nasional, merupakan juara-juara olimpiade dan sebagainya. Ketiga, Beasiswa Indonesia Maju (BIM) yaitu merupakan anak-anak SMA yang dibina sampai mendapatkan kampus terbaik di dunia.

Terakhir, Kahar menyampaikan harapannya. “Kami sangat berharap semoga tahun ini teman-teman dari UAD banyak yang memperoleh kesempatan beasiswa pendidikan Indonesia. Agar peningkatan sumber daya manusia di UAD dapat makin baik lagi,” pungkasnya.

Pemeriksaan Kesehatan Mahasiswa KKN UAD

Pemeriksaan Kesehatan Mahasiswa KKN UAD

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menyelenggarakan pemeriksaan kesehatan mahasiswa KKN UAD yang berakhir pada Jumat (25/2) lalu. Kegiatan ini telah terselenggara sejak Sabtu (12/2) lalu. Kegiatan ini terlaksana di Dusun Jaten, Argosari, Kecamatan Sedayu, Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Tujuan dari kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian mahasiswa untuk meningkatkan dan menjaga kesehatan masyarakat.

Pemeriksaan kesehatan tersebut berupa cek tekanan darah, gula darah, asam urat, pengukuran tinggi dan berat badan, serta lingkar perut. Masyarakat juga mendapatkan konseling secara langsung terkait pola makan sehat sehari-hari untuk mencegah penyakit seperti hipertensi, diabetes, dan asam urat.

Aldi Baskoro, salah satu mahasiswa KKN, menyampaikan bahwa program pemeriksaan kesehatan untuk masyarakat di Dusun Jaten adalah program unggulan Unit XIV.A.1 yang bertujuan untuk meningkatkan kepedulian masyarakat dalam menjaga kesehatan. “Pemeriksaan kesehatan ini merupakan program unggulan dari unit kami yang meliputi empat RT di Dusun Jaten yakni RT 40, 41, 42, dan 43, dengan sasaran 80 orang. Alhamdulillah target terpenuhi,” jelas Aldi.

Roh Pitutur selaku Kepala Dukuh Jaten menyampaikan bahwa warga sangat antusias dan senang dengan pemeriksaan kesehatan mahasiswa KKN UAD tersebut. Menurutnya, di masa yang seperti ini kesehatan merupakan hal penting dan serius. Selanjutnya, ia sangat berterima kasih dan mengapresiasi mahasiswa KKN UAD Unit XIV.A.1 yang telah sukses menyelenggarakan kegiatan ini.

Sementara itu, Wagiman, salah satu warga Dusun Jaten mengaku sangat senang serta terbantu dengan adanya kegiatan ini. “Program pemeriksaan kesehatan KKN UAD sangat membantu kami dalam hal mengetahui hasil dari pemeriksaan kesehatan. Kami juga dapat memperoleh pengetahuan terkait pencegahan penyakit hipertensi, penyakit diabetes, dan asam urat sedini mungkin,” ujarnya.

Selain program pemeriksaan kesehatan, KKN Unit XIV.A.1 dengan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Wajiran, S.S., M.A., Ph.D. juga melaksanakan program edukasi tentang CTPS (Cuci Tangan Pakai Sabun) untuk menunjang tingkat kepedulian masyarakat dalam menjaga kesehatan.

Prestasi Internasional Mahasiswa UAD di AISEEF 2022

Prestasi Internasional Mahasiswa UAD di AISEEF 2022

Tim mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta menuai prestasi internasional. Sebanyak tiga mahasiswa UAD dari Fakultas Sains Terapan (FAST) memperoleh medali perak pada ajang AISEEF 2022. AISEEF merupakan singkatan dari ASEAN Innovative Science Environmental and Entrepreneur Fair 2022. Mahasiswa tersebut di antaranya Musthafizhah, Prodi Fisika; Azra Ayafiya, Prodi Matematika; dan Rofifah Zaki H, Prodi Matematika.

Ajang ini terselenggara secara hybrid oleh IYSA bekerja sama dengan Fakultas Teknik Universitas Diponegoro pada 3 Februari 2022. Pengumuman pemenang lomba tersampaikan secara virtual pada Sabtu (5/2) lalu. Dalam ajang ilmiah berskala internasional ini, kategori yang tim UAD pilih adalah entrepreneur. Judul karyanya yakni judul karya “Sciesy (Science Easy) as a Media of Science Learning for Children Aged 9–12 Years Old“. Bentuk keluaran dari karya yang menorehkan prestasi internasional ini berupa kartu permainan berbasis edukasi dan aplikasi yang saat ini masih dalam tahap pengembangan.

Setidaknya, ada 48 kartu dari 1 boks yang terdiri atas 4 kategori, yakni matematika, biologi, fisika, dan ilmuan. Kartu tersebut lengkap dengan switch, reverse, dan lainnya. Di dalamnya juga ada panduan cara bermain, tentunya permainan kartu edukasi ini berbeda dengan kartu lainnya.

Sebagai tolok ukur efektif atau tidak kartu ini dijadikan sebagai media pembelajaran, tahap selanjutnya dari permainan kartu adalah, anak-anak bermain teka-teki silang yang bisa dikerjakan kapan saja. Anak-anak juga bisa memvisualisasikan gambar dan materi yang terdapat di kartu dengan men-scan (memindai) kartu di aplikasi MySciensy yang masih dalam tahap pengembangan oleh tim. Kemudian nanti akan keluar gambar bentuk tiga dimensi beserta keterangan berupa audio sesuai dengan kategori gambarnya.

Mutha menyampaikan latar belakang penelitian saat wawancara oleh situs resmi UAD lewat WhatsApp pada Selasa (8/2) lalu. “Ide ini muncul karena melihat metode pembelajaran yang kurang menarik perhatian anak-anak, membosankan, dan lain sebagainya,” ujarnya. Dari pengamatannya itu, akhirnya Mutha dengan tim membuat media pembelajaran berbentuk permainan.

Mahasiswa UAD Raih Juara I Lomba Penelitian Antar-PTMA

Mahasiswa UAD Raih Juara I Lomba Penelitian Antar-PTMA

Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) mengikuti Pekan Ilmiah Mahasiswa Perguruan Tinggi Swasta Tingkat Nasional pada Ahad (19/12). Mahasiswa tersebut berasal dari program studi Farmasi. Yakni Mila Erliyana, Dea Anggrainy Wumu, dan Widyanari Febriana Wulansari. Ketiganya mengikuti perlombaan yang terselenggara oleh Pusat Prestasi Mahasiswa PTMA. Dalam perlombaan tersebut, mereka meraih Juara I.

Penelitian yang mereka bertiga lakukan termasuk Program Kreativitas Mahasiswa-Riset Eksakta (PKM-RE). PKM-RE bertujuan untuk mengungkap hubungan sebab-akibat, aksi–reaksi, dan rancang bangun. Tidak hanya itu, tetapi juga perilaku sosial, ekonomi, pendidikan, kesehatan, atau budaya baik dalam aspek eksperimental maupun deskriptif. Tema tim mahasiswa UAD tersebut adalah “Formula Solid-snedds Zingiber Officinale sebagai Upaya Peningkatan Efektivitas Pengobatan Diabetes Melitus”. Pemilihan tema ini lantaran banyaknya kasus penderita penyakit tersebut di Indonesia. Pembimbing Mila, Dea, dan Widyanari adalah Dr Apt Wahyu Widyaningsih MSi, dosen Farmasi.

“Kami membuat inovasi terbaru, yakni Self Nanoemulsifying Drug Delivery System (SNEDDS). Di sini, bioavailabilitas jahe merah akan meningkat. Jahe merah berguna sebagai alteratif pengobatan. Oleh karenanya, efek terapi dapat menjadi semakin cepat,” papar Mila dalam wawancara melalui WhatsApp pada Kamis (06/01) lalu.

Dalam situs resmi UAD, Mila berharap penelitian yang timnya lakukan dapat berkembang lagi. Misalnya, dengan melakukan uji klinis sehingga formula ini dapat menjadi produk dan memberikan dampak yang lebih baik bagi penderita diabetes melitus.

Tapak Suci UAD Raih Prestasi Internasional

Tapak Suci UAD Raih Prestasi Internasional

Kontingen Tapak Suci (TS) Universitas Ahmad Dahlan kembali menorehkan prestasi pada kejuaraan 11th Airlangga Championship Tapak Suci International Virtual Open 2021 dengan perolehan 2 medali emas dan 1 perak. Proses pendaftaran, technical meeting, sampai pelaksanaan penilaian dilakukan secara virtual dengan menggunakan Zoom dan YouTube pada 8‒12 November 2021.

“TS UAD mengirimkan 10 atlet terbagi dalam kategori Tunggal Tangan Kosong Putra dan Putri, kategori Tunggal Bersenjata Putra dan Putri, kategori Ganda Tangan Kosong Bersenjata Putri, dan kategori Beregu. Peserta yang mengikuti kejuaraan mulai dari usia dini, remaja, praremaja, dan dewasa,” jelas Sanji Julia Kristi, salah satu peraih medali, dalam wawancaranya melalui WhatsApp pada Senin (15/11) lalu.

Lebih lanjut Sanji menceritakan bahwa untuk persiapan kejuaraan bisa terbilang cukup singkat, hanya sekitar satu bulan. “Kami berlatih dengan rutin, latihan hampir setiap hari. Tapi kalau hanya mengandalkan latihan TC saja tidak cukup, harus ada latihan tambahan juga secara mandiri.”

Atlet yang memperoleh juara I kategori Tunggal Tangan Kosong Putri Dewasa yaitu Andini Mandala Putri. Kemudian, atlet dengan juara I kategori Ganda Tangan Kosong Bersenjata Putri yaitu Frida Nora Ayu Basri dan Sanji Julia Kristi. Kemudian kategori Beregu Tangan Kosong yaitu Hindriyati Muhamat, Choliz Akbar, Malika Mahira, Hasnia, dan Deden Suryana mendapat medali perak.

Ilmuwan UMY dan UAD Top 2% Ilmuwan Paling Berpengaruh Dunia

Ilmuwan UMY dan UAD Top 2% Ilmuwan Paling Berpengaruh Dunia

Ilmuwan dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dan Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menjadi bagian dari total 58 ilmuwan Indonesia yang masuk ke dalam Top 2% World Ranking Scientist pada Rabu (20/10) lalu. Dilansir oleh Tempo, pemeringkatan Top 2% World Ranking Scientist merupakan nama-nama ilmuwan yang termasuk ke dalam daftar 2% ilmuwan paling berpengaruh di dunia. Data ini merupakan publikasi Stanford University dan Elsevier BV secara tahunan. Prof John Ionnidis, Jeroen Baas, dan Kevin Boyack merupakan peneliti yang melakukan pemeringkatan ini. Publikasi ilmiah tersebut berjudul Data for Updated Science-Wide Author Databases of Standardized Citation Indicators.

Secara keseluruhan, nama-nama ilmuwan di dunia yang termasuk ke dalam daftar yakni sebanyak 159.648 orang. Kesemua namanya terpilih dengan faktor jumlah nama yang paling banyak menjadi kutipan dalam jurnal-jurnal ilmiah di dunia. Oleh karena itu, masuknya mereka ke dalam daftar tersebut menjadikan mereka ilmuwan yang paling berpengaruh di dunia.

Pada tahun 2020 lalu, ilmuwan-ilmuwan Indonesia yang termasuk dalam Top 2% World Ranking Scientist sejumlah 40 orang. Oleh karena itu, bertambahnya angka menajdi sebanyak 58 orang merupakan sebuah kenaikan. Apalagi, di antara 58 orang tersebut, dua orang di antaranya merupakan ilmuwan dari Perguruan Tinggi Muhammadiyah/’Aisyiyah (PTMA).

Pertama, Agus Setyo Muntohar yang merupakan dosen Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Kedua, Tole Sutikno yang merupakan seorang dosen Teknik Elektro Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Hal ini merupakan prestasi yang membanggakan bagi PTMA, terutama kedua ilmuwan UMY dan UAD tersebut.

Berikut ini adalah nama-nama keseluruh 58 orang ilmuwan Indonesia yang termasuk ke dalam Top 2% World Ranking Scientist. 

Ilmuwan UMY dan UAD Top 2% Ilmuwan Paling Berpengaruh Dunia
Ilmuwan UMY (27) dan UAD (45) masuk dalam Top 2% World Ranking Scientist.

Menjelajahi Dunia dengan Filologi

Filologi adalah ilmu yang memfokuskan penelitian pada hasil budi daya manusia berupa pikiran, seni, pengetahuan adat, sejarah, dan sebagainya, yang tertulis dalam naskah. Isi dari buah pikir nenek moyang yang telah melahirkan budaya dalam sebuah bangsa, dirasa sangat bermanfaat. Khususnya dalam penemuan jati diri suatu bangsa. Isinya dapat bermacam-macam, mulai masalah seni, sastra, agama, sejarah, obat-obatan, doa, mantra, tips, dan sebagainya. Bahasa kuno menjadi tugas peneliti (filolog) untuk mengungkap kandungan isi suatu naskah agar dapat menyajikannya kepada khalayak ramai.

Itulah yang dibahas pada kuliah umum Fakultas Tarbiyah dan Dirasat Islamiyah Universitas Ahmad Dahlan (FTDI UAD) yang terdiri atas Program Studi Tafsir Hadits (TH), juga Bahasa dan Sastra Arab (BSA) pada Rabu, (18/3/2015), pukul 09.00−11.00 WIB di ruang sidang kampus I.

Kuliah umum tersebut menghadirkan Prof. Hamamah yang merupakan Ketua Umum Pimpinan Pusat Aisyiyah (PP Aisyiyah). “Seorang dosen UAD mampu memecahkan telur pada American Studies mengenai pembahasan sastra,” katanya.

Acara yang membahas filologi Islam ini menyinggung tentang banyaknya kitab-kitab peninggalan nenek moyang di berbagai negara yang belum dikaji oleh banyak orang, terutama negara bagian timur tengah.

Selama ini, Filologi merupakan mata kuliah wajib dalam kajian sastra. Memang, tidak semudah membalikkan telapak tangan dalam mengkaji suatu kitab menggunakan bahasa Arab. Bahkan bagi mahasiswa BSA, filologi merupakan monster yang sulit ditaklukkan untuk dipelajari. Namun, jika fokus dan konsisten dalam mempelajari filologi, semua masalah akan dapat diselesaikan.

“Dengan filologi-lah, tidak kurang puluhan negara telah saya kunjungi untuk menelaah kitab mengenai sejarah maupun seni. Juga filologi-lah yang telah mempertemukan saya dengan orang-orang penting di dunia, seperti pejabat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan pejabat lainnya,” ujar Hamamah yang sejak muda telah aktif dalam organisasi Kemuhammadiyahan.

Banyak negara yang telah ia kunjungi. Di antaranya Arab Saudi, Irak, Belanda, Inggris, Prancis, Thailand, dan lainnya untuk menelaah kitab-kitab kuno. Bahkan, naskah yang ditulis oleh istri Sri Sultan Hamengkubuwono di London yang memiliki tebal sekitar 30 centimeter telah ia telaah.

“Merupakan pengalaman yang tidak disangka berkeliling dunia dengan membawa nama Indonesia dan mengupas fakta dari sejarah zaman dulu suatu bangsa. Dengan filologi, saya dapat mewujudkan itu semua.”

Sebelum menutup acara, ia berkata, “Seorang mahasiswa harus mampu melihat orang yang lebih sukses agar termotivasi, mempunyai mainset bahwa ia harus pintar, harus berkreativitas tanpa batas karena kreativitas mampu mengungkapkan sebab dari suatu hal.” (AKN)

Sumber : UAD.AC.ID

Melihat Perkembangan Sastra Cyber

Pada masa ini, internet sudah menjadi gaya hidup, bahkan telah menjadi bagian yang tidak dapat lepas dari kebutuhan manusia. Sastra pun telah terkena dampak internet. Ini dapat dilihat dari munculnya istilah-istilah baru. Salah satunya sastra cyber, yang semakin populer seiring perkembangan teknologi.

Inilah topik yang dibahas di dalam Forum Apresiasi Sastra (FAS) ke-44 pada Rabu, (11/3/2015), di hall kampus II UAD. Acara yang diadakan berkat kerja sama UAD dengan LSBO Muhammadiyah tersebut menghadirkan pembicara Fitri Merawati, M.A. yang merupakan alumnus Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) UAD, dan baru saja menuntaskan pendidikan S-2 di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.

FAS ke-44 ini mengangkat tema “Jelajah Sastra Cyber”. Dalam pembahasannya, Fitri mengatakan bahwa latar belakang berkembangnya sastra cyber adalah teknologi. Di Indonesia, hal ini dimulai pada 1990-an ditandai dengan terbitnya antologi puisi cyber berjudul Graffiti Gratitude. Namun, kemunculan buku ini menuai pro dan kontra.

Dalam makalah yang ditulis, Fitri menjelaskan, Ahmadun Yosi Herfanda (Redaktur Koran Republika) pernah menulis sebuah artikel yang berjudul “Puisi Cyber, Genre atau Tong Sampah” pada 2001. Menurut Ahmadun, karya sastra cyber merupakan karya-karya yang tidak tertampung atau ditolak oleh media sastra cetak. Pendapat ini memicu pro dan kontra. Meski demikian, media cyber menjadi tempat bagi orang-orang yang memiliki semangat dan kebebasan kreatif seliar-liarnya yang selama ini tidak mendapatkan tempat selayaknya di media sastra cetak.

Wacana yang berkembang dalam sastra cyber dapat melalui perspektif wacana yang ditawarkan oleh Michel Foucault. Selain itu, sastra cyber yang hadir seiriang dengan perkembangan komputer, muncul pada akhir tahun 1980-an, yaitu berbentuk fiksi hypertext dan hyperlink yang digunakan untuk menghubungkan cerita. Cerita yang dianggap sebagai fiksi hypertext pertama adalah Afternoon, a Story (1987) karya Michael Joyce, disusul oleh Victory Garden (1992) karya Stuart Moulthrop’s, dan Patchwork Girl (1995) karya Shelley Jacson.

“Penulis dan pembaca cyber dengan penulis dan pembaca sastra cetak berbeda, yakni mengenai cara menghadirkan sebuah teks, atau yang menurut Hayles disebut ‘kode’. Kode inilah yang membuat keduanya berbeda, sastra cetak menggunakan kode literacy sedangkan cyber menggunakan kode electracy,” jelasnya.

Terdapat 11 genre sastra cyber, yaitu fiksi hyperteks, fiksi interaktif, puisi hyperteks, puisi interaktif, puisi animasi, fiksi berbasis email atau blog, karya sastra instalasi komputer, computer generated fiction, computer generated poetry, karya sastra kolaboratif, dan karya sastra online.

Sementara itu dalam menentukan kanon sastra cyber, yang dapat diamati adalah dari aspek produksi (innovativeness), aspek objek (kedalaman tematik), aspek bentuk (estetika overstructuring dan interaksi semiotik), dan aspek penerimaan (kritik, anthologigization/derajad kanonisasi danmotivasi/efek pada pembaca).

“Sastra cyber, sastra lisan, sastra cetak, sastra tulis, dan sastra lainnya tidak jauh berbeda secara filosofis karena bertujuan untuk mencerdaskan kehidupan budaya masyarakat Indonesia,” tutupnya. (Rh)

Sumber : UAD.AC.ID