Mahasiswa UAD

Mahasiswa UAD Raih Juara Pidato Nasional

Riswanda Himawan, mahasiswa UAD dari Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) kantongi juara 1 setelah bersaing dengan mahasiswa se-Indonesia dalam lomba pidato virtual antarperguruan tinggi tingkat nasional.

Tak sekadar pidato dan ikut lomba, mantan aktivis Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Ahmad Dahlan ini juga turut melestarikan budaya Jawa. Hal tersebut dibuktikan dengan menyisipkan tembang Macapat yang berjudul “Gambuh” dalam pidatonya yang bertema “Meneladani Jasa Pahlawan di Era Milenial”. Selain itu, mahasiswa UAD ini mengenakan blangkon saat berpidato.Tentu kelihaiannya dalam berpidato ini juga didukung dari pengalamannya mengikuti berbagai organisasi dan komunitas seperti (BEM) UAD pada tahun 2018, Duta HIV dan AIDS Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) 2018, Duta Pendidikan DIY, Komunitas Gendhing Bahana UAD, dan karang taruna desa.

“Pidato sangat bermanfaat bagi kehidupan kita. Sebagai mahasiswa, tentu dengan pidato kita bisa mengasah kemampuan untuk beretorika dan menyampaikan makna kepada sesama. Tampilkan sesuatu yang unik dalam berpidato atau dalam lomba apa pun supaya menjadi juara,” kata Riswanda.

“Ayo! Semangat berprestasi dan imbangi kegiatan kuliah dengan prestasi. Banyak sekali kompetensi yang bisa kita ikuti untuk mengasah diri,” pesan Riswanda. Lomba tersebut diselenggarakan oleh Biro Kemahasiswaan dan Alumni (Bimawa) UAD secara Nasional. Diikuti mahasiswa dari seluruh Indonesia.

Sumber : Muhammadiyah.or.id

Mahasiswa UAD

Ide Tol Wisata Laut Mahasiswa UAD Juarai Ajang LKTI Kreatif

Komunitas Muda Kreatif Ekonomi Pembangunan (EP) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) membuka tahun 2021 dengan mengumumkan pemenang Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) Kreatif #1 pada Minggu (10/01). Lomba yang bertajuk seputar ekonomi ini dibuka sejak tanggal 22‒29 Desember 2020. Karya tulis ilmiah yang berjudul “Tol Wisata Laut: Pengintegrasian Daerah Wisata ke Kabupaten Kepulauan Selayar” karya Devi Anggrayani mahasiswa EP mendapat juara 1 dalam lomba tersebut.

“Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manfaat dari adanya tol laut, serta cara pengintegrasian tol laut terhadap daerah wisata kabupaten Kepulauan Selayar,” tulis Devi dalam karya ilmiahnya.

Menurutnya, kabupaten Kepulauan Selayar yang terletak di provinsi Sulawesi Selatan berpotensi dijadikan darah wisata tol laut. Pasalnya, sejak tahun 2018 pertumbuhan ekonomi Selayar mencapai 8,7%. Angka ini menunjukkan kabupaten Selayar mengalami pertumbuhan ekonomi tertinggi di antara kabupaten se-Sulawesi Selatan.

“Pertumbuhan ekonomi di Kepulauan Selayar didorong oleh berbagai sektor. Sayangnya, sektor pariwisata belum memberikan hasil yang maksimal,” tandasnya.

Berlanjut, Devi menawarkan adanya gebrakan yang realistis untuk mendorong jumlah wisatawan berkunjung ke Kepulauan Selayar dengan inovasi moda transportasi laut dalam KIR-nya. Menurutnya, gebrakan itu berfungsi untuk menarik minat dan meningkatkan wisatawan. Tol wisata laut sebagai moda transportasi alternatif wisatawan relatif lebih murah, dengan itu Devi optimis bahwa tol wisata laut dapat menarik minat wisatawan untuk menggunakan moda transportasi laut.

“Dalam konsep tol wisata laut, lebih spesifik kewisatawanan dan pengoperasiannya pun hanya ke daerah-daerah pariwisata. Pada dasarnya tol wisata laut lebih murah dibanding moda transportasi yang lain, karena tidak memerlukan persinggahan atau tempat transit untuk menuju Kepulauan Selayar.”

 

Sumber : Humas UAD

Mahasiswa UAD Kembali Raih Prestasi Internasional

Enam mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Arab (BSA) Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) meraih juara 2 dalam ajang 4th Arabic Short Video Competition yang dihelat oleh Islamic World Educational Scientific and Cultural Organization (ICESCO) dan Kementerian Pendidikan Malaysia. 

Dilansir dari website resmi UAD pada Rabu (20/01), lomba ini juga diikuti sebanyak 80 tim dengan total 480 peserta yang berasal dari lima negara yaitu Malaysia, Thailand, Indonesia, Vietnam, dan Brunei Darussalam. 

“Kami membuat film pendek dengan judul “Ar Rajaa’u” yang artinya harapan. Kami menampilkan kegigihan para pelajar yang ingin meraih segala cita dan harapannya melalui program beasiswa belajar bahasa Arab,” ungkap Imanda salah satu tim UAD. 

Ia melanjutkan, tema yang diambil menggambarkan fakta menarik dunia pendidikan. Banyak ditemukan semangat para pelajar khususnya di Indonesia dalam mengikuti berbagai event untuk meningkatkan skill, wawasan, maupun menggapai mimpi-mimpinya. “Lomba bukan hanya mengantar kami pada tropi dan sertifikat, tetapi ada improvisasi maupun progres yang meningkat,” tutup Imanda. 

Dokadido Antar Dwi Raih Juara Internasional

Dwi Styaningsih mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) berhasil menjadi pemenang Kompetisi Bisnis Mahasiswa Indonesia (KBMI) 2020 pertengahan tahun lalu. Dengan mengusung Dodol Kakao Kidul Mbendo (Dokakido), Dwi juga eksis sebagai finalis akselerasi star-up Indonesia 2019. Ia juga meraih prestasi sebagai pemenang Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) yang diselenggarakan Kemenpora RI dan finalis Diploma Success Challenge XI 2020.

Mahasiswi prodi Bahasa Inggris (PBI) ini juga memiliki segudang prestasi. Pada 2018 lalu ia berhasil menjadi juara pertama dalam Kompetisi Wirausaha Muda Pemula yang diselenggarakan oleh Kementerian Koperasi Republik Indonesia. Kemudian 2019, ia juga meraih juara pertama dalam Kompetisi Bisnis Mahasiswa Indonesia (KBMI) dalam Kompetisi Mahasiswa Indonesia (KMI) Expo di Batam.

Akrab disapa Nining, ia memaparkan Dokadido merupakan hasil tani yang diperoleh langsung di Kelurahan Putat, Kapanewon Patuk. “Bahan baku kami ambil dari hasil para petani kakao yang ada di Putat. Kami mencoba berdayakan masyarakat sekitar dalam pengolahannya. Untuk pemasaran, kami menggunakan dua metode baik offline maupun online,” paparnya.

Ia berharap Dokakido bisa membawa nama Gunungkidul hingga kancah nasional maupun internasional serta mampu menciptakan lapangan kerja. “Saat ini kami bekerja sama dengan toko-toko modern, dan mencoba mengenalkan Dokakido melalui event dan pameran-pameran. Dokakido telah siap membidik pasar nasional maupun internasional,” terangnya dikutip melalui website resmi UAD.

UAD Terus Tingkatkan Prestasi dan Inovasi

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menyelenggarakan sidang terbuka senat dengan agenda Upacara Milad ke-60 di Amphitarium Kampus Utama, Sabtu (19/12).

Rektor UAD Dr Muchlas, MT dalam sambutannya menyampaikan tentang kinerja yang telah dicapai seluruh warga UAD yang mencakup tanggap darurat Covid-19, catur dharma Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM), serta kesejahteraan dan unit usaha. Selama pandemi Covid-19, UAD membentuk Satgas Covid-19 UAD dan tim UAD Peduli. Selain itu, berbagai macam inovasi diciptakan oleh dosen UAD.

“Dosen UAD melakukan berbagai inovasi di masa pandemi, seperti pembuatan Pistol Covid, Laboratorium Jarak Jauh (R-PhyLab), Immunostimulan berbasis herbal, hand sanitizer, produk buku pembelajaran masa pandemi Covid-19, pembelajaran berbasis Radio Komunitas di daerah 3T, dan portal otomatis (Respokes V1),” jelasnya dikutip melalui website resmi UAD.

Prof Haedar Nashir dalam sambutannya juga menyebutkan milad harus direfleksikan atau dijadikan spirit atas perjalanan panjang UAD dari yang semula berbentuk Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) sampai sekarang yang telah menjadi universitas. “UAD sebagai PTM yang menggunakan nama pendiri Muhammadiyah harus meneladani ide-ide besar Ahmad Dahlan,” ungkapnya.

Sementara Prof. Nizam dalam pidato ilmiahnya mengungkapkan, 60 tahun merupakan usia yang matang bagi lembaga pendidikan tinggi. “Banyak karya yang sudah dihasilkan UAD, salah satunya lulusan dengan kompetensi dan akhlak mulia yang telah hadir di tengah masyarakat dengan membawa perubahan. Tentu ini adalah hal yang patut disyukuri dan dibanggakan,” ungkap Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendikbud RI tersebut.

Kemudian, banyak karya penelitian dan pengabdian yang telah dihasilkan UAD. Menurutnya, prestasi tersebut harus ditingkatkan dan dikembangkan karena tantangan ke depan semakin kompetitif. Untuk bisa bertahan dan dapat bersaing, tentu akarnya ada di sumber daya manusia (SDM) yang unngul. Sementara SDM unggul hanya bisa diwujudkan dengan kerja keras dan keseriusan.

“Ruang Ekspresi” Kembangkan Aplikasi

Farid Suryanto menginisiasikan inovasi Ruang Ekespresi sebagai wadah ide dan kreativitas mahasiswa dibidang perangkat lunak. Ide yang ia temukan pada 2019 lalu ini bertujuan untuk mengajak mahasiswa dalam melakukan banyak analisis dan membuat aplikasi perangkat lunak yang berhubungan dengan teknologi industri.

“Ruang ekspresi menjadi tempat diskusi serta merealisasikan gagasan dan kreativitas mahasiswa dalam bentuk aplikasi,” tutur pembina dan dosen Program Studi (Prodi) Sistem Informasi (SI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) ini.

Adapun aplikasi yang pernah dikembangkan oleh Ruang Ekspresi yaitu Aplikasi Pesan Aja, digital guest book, dan aplikasi pemesanan fotografi. “tempat ini akan membantu mahasiswa dalam melatih skill di bidang teknologi, khususnya perangkat lunak dengan menciptakan berbagai aplikasi yang dapat menghasilkan nilai dan materi,” papar Farid.

Ia melanjutkan, agenda Ruang Ekspresi tidak hanya tentang diskusi di bidang teknologi, namun setiap minggunya diadakan sesi refreshing agar saling mendekatkan dan memberi semangat antar anggota dalam berinovasi menciptakan aplikasi. “Ruang Ekspresi mengajak semua mahasiswa di lintas prodi yang memiliki kreativitas, ide, dan imajinasi tentang aplikasi, tetapi masih terkendala dalam perangkat lunak. Kita akan berkolaborasi bersama menciptakan berbagai aplikasi sebagai proyek bersama,” tutupnya.

Tren Makanan Sehat di Masa Pandemi

“Masyarakat mulai sadar pentingnya makanan sehat. Apalagi saat pandemi seperti sekarang, setiap orang dituntut untuk tetap sehat agar terhindar dari berbagai macam virus. Akhirnya, pangan fungsional dinilai mempunyai sumber gizi dan manfaat bagi kesehatan”. Begitu papar Ika Dyah Kumalasari memaparkan pendapatnya mengenai tren pangan di masa pandemi melalui akun Youtube UAD, (15/08).

Ketua Program Studi Teknologi Pangan UAD ini menjelaskan makanan sehat seperti umbi, ketela, dan teles menjadi makanan pokok nenek moyang Indonesia sehingga tidak banyak penyakit dan virus yang menyerang. Ia menambahkan makanan alami seperti umbi garut memiliki potensi antidiabetes, menurunkan gula darah, serta memiliki kemampuan merespons kadar gula darah. Hampir semua umbi-umbian juga memiliki serat pangan tinggi yang bisa menjadi antikolesterol dan membuat pencernaan sehat.

Ia menganjurkan agar masyarakat saat ini untuk kombinasi makanan seperti menggantikan nasi dengan umbi lokal. Seperti yang dilakukan Prodi Teknik Pangan UAD yang membuat produk cookies berbahan umbi garut dan bengkoang. “Produk tersebut aman bagi penderita diabetes sebab memiliki serat tinggi dan bagus untuk menetralisir kolesterol,” paparnya menjelaskan.

Kali Kedua, UAD terima Beasiswa Erasmus+

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) terima beasiswa Erasmus+ dari Uni Eropa sebesar 1,1 miliar melalui program Capacity Building of Higher Education (CBHE). Beasiswa ini merupakan kali kedua yang diterima oleh UAD yang sebelumnya mendapatkan hibah sebesar 1,2 miliar.

Bertemakan Building Universities in Leading Disaster Resilience (BUiLD), hibah ini berfokus pada pembangunan kapasitas universitas agar memiliki disaster awareness dan memiliki kemampuan menangani bencana. Mitra yang terlibat yaitu Kemenristekdikti, Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNBP), Badan Penanggulangan Bancana Daerah (BPBD), Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), Lazismu, Basarnas, BMKG, ACT, dan lain-lain.

Ida Puspita MA Res selaku Koordinator Project dari UAD memaparkan kepercayaan pemberi dana dari luar negeri kepada UAD semakin besar. “Belum ada satu bulan UAD menyelenggarakan workshop manajemen internasionalisasi perguruan tinggi yang dibiayai oleh DAAD Jerman, sudah mendapatkan kepercayaan lagi melalui hibah Erasmus+ yang kedua,” papar Kepala Kantor Urusan Internasional (KUI) UAD.

Mahasiswa UMSB Fakultas Teknik raih juara II dalam UAD Internasional Award 2019

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat terus mengukir prestasi di berbagai bidang, kali ini, prestasi itu di raih oleh Wahid Azhim Rahman, Mahasiswa Fakultas Teknik UMSB yang berhasil meraih juara II dalam lomba lukis International Award di Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta dengan tema ‘Unity in Diversity’ membangun persatuan dalam keberagaman,  kebersamaan dalam perbedaan di bidang seni dan budaya. Yang dilaksanakan pada tanggal 27-30 November 2019.

lomba tesebut  diikuti berbagai mahasiswa asing yang kuliah di UAD dari 10 negara. Yaitu : Bangladesh, Belgia, China, Hungaria, Laos, Madagaskar, Malaysia, Palestina, Vietnam, Thailand. “Artinya diikuti dari 3 Benua : Asia, Eropa dan Afrika,” dan sebanyak 14 Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Asyiyah (PTMA)  mengirimkan delegasinya.

saat di wawancara wahid Azhim Rahman mengungkapkan rasa syukur dan bahagia bisa menjuarai event international ini, selain itu saya juga bisa bersilaturahim dan berbagi pengalaman bersama teman-teman peserta lomba dari Negara lain.

Dan ucapan terimakahsih saya utarakan kepada pimpinan dan dosen UMSB yang telah mensuport saya untuk bisa mengikuti kegiatan ini. Dan saya juga berharap melalui prestasi ini, mahasiswa UMSB dapat terinspirasi untuk menjadi mahasiswa berprestasi demi memberi kontribusi nyata kepada UMSB.

 

Pena Berkarya Raih Juara Lomba Cipta Lagu Mars Jurnal Ilmiah Kemeristekdikti

Dekan Fakultas Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Prof Dr Dyah Aryani Perwitasari MSi PhD Apt, meraih juara 1 lomba cipta lagu mars jurnal ilmiah oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia (Kemenristekdikti RI), Sabtu (14/9). Mars Jurnal Ilmiah berjudul Pena Berkarya ini berhasil menyisihkan 30 peserta dari seluruh Indonesia dan menjadi pemenang di antara 8 finalis lainnya.

Wakil Rektor I UAD, Dr H Muchlas MT, mengucapkan rasa syukur dan bangga atas pencapaian ini. Menurutnya ini bisa mengukuhkan nama UAD di Perguruan Tinggi Indonesia. “Nantinya lagu ini akan dipakai untuk mengawali kegiatan-kegiatan jurnal ilmiah Kemenristekdikti, seperti di pelatihan, pendampingan, atau sosialisasi tentang jurnal. Setelah dikumandangkannya lagu Indonesia Raya kemudian diteruskan lagu ini, itu keinginan Kemenristekdikti kira-kira,” papar Muchlas saat melakukan press conference di Kampus I UAD, Selasa (17/9).

Tujuan pembuatan mars ini ialah untuk mengingatkan kembali bahwa jurnal ilmiah adalah suatu sarana untuk dosen terutama dalam penataan karier akademik dalam hal jabatan fungsional. “Jurnal di Indonesia itu perlu ditingkatkan menuju ke level tingkat internasional. Jika jurnal kita sudah masuk ke level internasional, Indonesia mudah-mudahan mulai menjadi negara maju. Nah, itu semua sudah ada di lagu itu secara runut. Sehingga Insyallah bisa memotivasi dosen-dosen untuk mengembangkan jurnal dan karya-karya ilmiah lain.” ujar Dyah.

Dyah mengungkapkan proses pembuatan mars tersebut hanya dalam waktu dua jam saja. Ide lagu muncul selama perjalanan pulang. Sesampainya di rumah, Dyah langsung menulis lirik dan membuat nada sederhana. “Sebenarnya untuk lagu ini saya tidak perlu mencari inspirasi terlalu rumit, karena sudah menjadi aktifitas dosen sehari-hari yang memang membuat proposal penelitian, membuat penelitian, dan kemudian menuliskan dalam bentuk publikasi ilmiah,” tambahnya.

Latar belakang keluarga yang mencintai musik membuatnya tidak bisa lepas dari dunia ini meskipun berprofesi sebagai dosen. Sampai saat ini, sudah terdapat lima lagu yang diciptakannya untuk mengikuti kompetisi cipta lagu baik di sekolah maupun di radio. “Kali ini agak berbeda ya, karya ini akan disumbangkan, didedikasikan untuk negara melalui kemenristekdikti,” pungkasnya.