Agama Islam Seram? Ini Jawaban Mahasiswa UMM Asal Slovakia

Pertama kali menginjakkan kaki di Indonesia pada pertengahan 2012 lalu, Marina Dobosova, masih ragu dengan kesan ‘menakutkan’ umat Islam di Indonesia. Bagaimana tidak, sepanjang pengalaman perjalanannya ke berbagai negara, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) asal Slovakia ini hanya memiliki informasi yang sangat minim tentang Indonesia.

“Bahkan di Eropa, kesan Islam itu seram, jadi saya sempat takut waktu itu,” kata Marina dalam siaran pers yang diterima Republika. Namun begitu memasuki lingkungan Kampus Putih, semua stereotipe negatif itu sirna. UMM diakuinya sebagai kampus yang di dalamnya ada beragam latar budaya tetapi sangat harmonis.

Menurut dia, Indonesia sangat menarik bagi Marina, tetapi UMM lebih menarik lagi. Indonesia, kata dia, menjadi negara yang berhasil melaui fase transisi demokrasi, seperti halnya Slovakia yang lepas dari komunisme Uni Soviet. “Itulah sebabnya saya tertarik studi tentang media di Indonesia untuk disertasi saya di Slovakia University,” ungkap jurnalis yang mulai menyukai makanan soto ayam ini.

Pengalaman liputan ke berbagai negara itu dibagikannya ke mahasiswa UMM dalam perkuliahan di kelas. Marina sempat menjadi volunteer untuk mendampingi dosen mengajar mata kuliah Jurnalisme maupun Media dan Masyarakat di Prodi Ilmu Komunikasi (Ikom). “Saya suka berbagi pengalaman ketika menjadi wartawan dan berkeliling ke 11 negara. Saya harap itu bermanfaat,” tuturnya.

Marina adalah satu dari puluhan mahasiswa asing UMM. Melalui beasiswa Darmasiswa dari pemerintah RI, ia belajar bahasa dan budaya Indonesia. Di luar itu, ia dapat membantu dosen untuk mengajar secara sukarela. Hal ini juga dilakukan oleh mahasiswa asing lain yang sedang studi di UMM, baik dari program Internship maupun AISEC.

“UMM ini kampus besar dan megah. Di Slovakia belum ada kampus sebesar ini karena negara saya memang kecil. Tapi saya suka di sini karena damai, orang Islam ternyata suka damai, toleran, tidak mengekang,” ujarnya.

Sumber : REPUBLIKA.CO.ID

Lomba Matematika Nasional : FKIP UMP Sukses Cetak Generasi Matematika Indonesia!

Tingkatkan kualitas generasi matematika Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Purwokerto (FKIP Prodi Matematika UMP) menggelar lomba matematika nasional tingkat SD/MI, SMP/MTs dan SMA/MA/SMK, dengan mengusung tema “Membangun Generasi Muda Matematika Indonesia yang Cerdas dan Berkarakter,” Minggu (22/2). Lomba yang bertempat di auditorium Ukhuwah Islamiyah UMP ini diikuti oleh 483 peserta yang terdiri dari 172 pelajar tingkat SD/ MI, 136 pelajar tingkat SMP/ MTs, dan 175 pelajar tingkat SMA/ MA berasal dari berbagai provinsi di seluruh Indonesia. Ini bukanlah pertama kalinya FKIP UMP mengadakan lomba matematika. Lomba ini sudah menjadi agenda rutin tahunan yang selalu diikuti oleh euforia peserta yang semakin banyak dari tiap tahunnya.

Acara di buka langsung oleh Wakil Rektor Bidang Akademik UMP, Dr. Furqanul Aziz MPd. Dalam sambutannya Azis memastikan, penyelenggaraan even nasional adalah salah satu upaya UMP untuk berkontribusi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa Indonesia. “Ini juga upaya untuk mewujudkan kota Purwokerto sebagai kota pelajar yang berharga, harapannya Purwokerto bisa menjadi pusat kegiatan yang berkaitan dengan pendidikan di seluruh Indonesia,” katanya. Hal senada juga diungkapkan oleh Dekan FKIP UMP, Drs. Ahmad MPd, UMP memiliki perhatian besar untuk dapat mencetak generasi emas Indonesia. Menurutnya, UMP mampu menciptakan atmosfir pendidikan yang baik guna mendukung terciptanya generasi muda matematika Indonesia yang cerdas dan berkarakter.

Perlombaan berjalan sukses selama satu hari. Tiap sekolah mengirimkan peserta terbaiknya saling adu kelihaian. Mereka bersaing untuk bisa meraih uang pembinaan sebesar 24 juta, piala bergilir dan kesempatan memperoleh beasiswa kuliah di UMP. Di akhir acara sejumlah nama berhasil menjadi pemenang. Untuk tingkat SD juara 1 diraih oleh Fernando N. Sitanto dari SD Santa Maria Cirebon, mendapatkan piala bergilir, piala tetap, sertifikat  dan uang pembinaan sebesar Rp. 2.000.000,00. Juara 2 diraih oleh Feodora Allysha dari SD Putra Harapan mendapatkan piala tetap, sertifikat  dan uang pembinaan sebesar Rp. 1.500.000,00. Juara 3 dimenangkan oleh Nicholas Dwi Hardjo Leksono dari SD. Santo Yosep Purwokerto mendapatkan piala tetap , sertifikat dan uang pembinaan sebesar RP. 1.000.000,00. Juara harapan 1 diraih oleh Steven Chrispoher Handoko  dari SD Tritunggal Semarang,  mendapatkan piala tetap dan uang pembinaan sebesar Rp. 750.000,00. Juara harapan 2 diraih oleh Pikatan Arya Bramajati dari SD N Sokanegara 2 Purwokerto,  mendapatkan piala tetap, sertifikat  dan uang pembinaan sebesar Rp. 500.000,00.

Untuk tingkat SMP/ MTs juara 1 diraih oleh Michael Agung Nugrooho dari SMP Karangturi Semarang, mendapatkan piala bergilir, piala tetap, sertifikat  dan uang pembinaan sebesar Rp. 2.500.000,00. Juara 2 diraih oleh Kinanton Arya Bagaspati dari SMP N 2 Purwokerto mendapatkan piala tetap, sertifikat  dan uang pembinaan sebesar Rp. 2.000.000,00. Juara 3 dimenangkan oleh Hanif Ainur Rizky Aryadi  dari SMP Al Irsyad Purwokerto mendapatkan piala tetap, sertifikat dan uang pembinaan sebesar Rp. 1.500.000,00. Juara harapan 1 diraih oleh Markus Leonard Wijaya  dari SMP Theresiana 1 Semarang,  mendapatkan piala tetap dan uang pembinaan sebesar Rp. 1.000.000,00. Juara harapan 2 diraih oleh Daud Wiily Oktavian Oentoro dari SMP Tritunggal Semarang,  mendapatkan piala tetap, sertifikat  dan uang pembinaan sebesar Rp. 750.000,00.

Untuk tingkat SMA/ MA/ SMK juara 1 diraih oleh Yosua Feri Wijaya, siswa SMA Negeri 3 Semarang, mendapatkan piala bergilir, piala tetap, sertifikat dan uang pembinaan sebesar Rp. 3.000.000,00. Juara 2 diraih oleh Ko Abel Ardana K  dari SMA Karangturi Semarang mendapatkan piala tetap, sertifikat  dan uang pembinaan sebesar Rp. 2.500.000,00. Juara 3 dimenangkan oleh Alfian Fuadi R  dari SMA SBSS (Sragen Bilingual Boarding School), mendapatkan piala tetap, sertifikat dan uang pembinaan sebesar Rp. 2.000.000,00. Juara harapan 1 diraih oleh Dani Natanael dari SMAN 2 Purwokerto, mendapatkan piala tetap dan uang pembinaan sebesar Rp. 1.500.000,00. Juara harapan 2 diraih oleh Edward Keitaro dari SMA Karangturi Semarang, mendapatkan piala tetap, sertifikat dan uang pembinaan sebesar Rp. 1.000.000,00. Sejumlah siswa yang mengikuti lomba mengaku senang mengikutinya. Bahkan tidak sedikit di antara mereka yang ingin ikut kembali di tahun depan. Jelas nampaknya, FKIP UMP sukses menggelar ajang tahunan bergengsi ini. (Pra)

Sumber : UMP.AC.ID

Kedubes Australia Membahas Relasi Pendidikan Antara Australia dan Indonesia

Kedutaan Besar Australia untuk Indonesia di Jakarta  HE. Paul Grigson mengungkapkan kalau hubungan Indonesia dan Australia saat ini telah sampai 40 tahun,” jadi hubungan kedua Negara ini harus terus di jaga walaupun itu menjadi tugas berat saya “ ungkapnya

Oleh karena itu persoalan politik antara Australia  dan Indonesia tidak ada hubungannya dengan persoalan travel atau kunjungan warga Australia ke Indonesia. “Pemerintah Australia tidak mempunyai wewenang untuk menghalangi warga Australia berkunjung ke Indonesia” Jelas Paul Grigson pada Kuliah Umum di Kampus Universitas Muhammadiyah Jakarta( UMJ) di Jl.KH. Ahmad Dahlan Cirendeu-Ciputat . Rabu (18/2)

Kuliah Umum yang membahas Relasi Pendidikan antara Indonesia dan Australia ini bertujuan untuk mendorong mutu pendidikan yang ada di Indonesia, dan menjalin kerjasama dalam dunia pendidikan.

Dalam Kuliah Umumnya paul menjelaskan kalau Pemerintah Ausralia membuka peluang Beasiswa Kuliah untuk pendidikan Strata 2 dan Strata 3 bagi mahasiswa Indonesia yang berminat melanjutkan studinya di Australia.

Paul menambahkan kalau di Australia ada sekitar 500.000 umat muslim . orang islam di Australia sudah cukup lama di Australia yang pertama datang yaitu dari Afghanistan sejak 160 tahun yang lalu. Paul menambahkan kalau umat islam adalah bagian dari masyrakat Australia. Menurutnya mencari orang islam di Australia sangatlah mudah.

Oleh karena itulah Paul mendorong hubungan antara orang islam Indonesia  dan orang  Islam Australia untuk bisa jalin komunikasi. “Dengan adanya komunikasi orang Indonesia yang akan ke Australia akan tau bahwa islam adalah salah satu dari banyak agama yang ada di Australia”ungkapnya di tengan Ratusan undangan yang terdiri dari para Mahasiswa,Dosen, dan Pimpinan Universitas Muhammadiyah Jakarta.

Rektor Universitas Muhammadiyah Jakarta Dr.Syaiful Bakhri, SH.MH dalam sambutannya berharap kalau hubungan diplomasi antara Indonesia dan Australia harus terus di jaga. “Hubungan kedua Negara ini sudah sangat Lama” Jelasnya

Menurutnya, kecintaan warga Australia ke Indonesia sangatlah besar, banyak warga Australia mengunjungi Indonsia dengan menikmati wisata alamnya seperti di bali. (Humas)

Sumber Berita: www.umj.ac.id

Peduli Kesehatan Karyawan, UMM Teken MoU dengan BPJS

Bertepatan dengan Wisuda ke-75, Sabtu (28/2), Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melakukan penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan wilayah Malang Raya. Penandatanganan kesepahaman ini menurut Ketua BPJS Kesehatan Malang, Dr Bimantoro AAK merupakan wujud kepedulian UMM terhadap kesejahteraan dan kesehatan karyawannya.

“Di Malang sendiri ada 112 puskesmas, 78 dokter keluarga, 21 klinik, dan 31 rumah sakit (RS) di antaranya RS UMM, namun masih banyak yang belum bekerjasama dengan kami (BPJS Kesehatan),” ungkap Bimantoro. Karena itu, lanjutnya, pihaknya sangat mengapresiasi apa yang dilakukan UMM dengan menjaminkan 1150 karyawannya.

“Sebelumnya, RS UMM juga sudah melakukan kerjasama dengan BPJS Kesehatan. Ini bagus karena UMM yang di dalamnya juga ada RS UMM ikut mendukung jaminan kesehatan nasional,” tuturnya.

Mendukung hal itu, Rektor Prof Dr Muhadjir Effendy MAP menyatakan, dengan disepakatinya kerjasama antara BPJS Kesehatan dengan RS UMM, pihaknya bertekad terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Saat ini, misalnya, RS UMM telah menambah fasilitas Cath Lab (catheterization laboratory).

“Dengan adanya fasilitas ini RS UMM mulai bulan Juni nanti dapat melayani pemasangan stent atau ring untuk penderita sakit jantung. Saat ini sejumlah tenaga perawat dan teknisi yang akan menangani bidang ini  sedang mengikuti pendidikan khusus. Jadi nanti tidak perlu pasang ring di luar negeri, cukup di RS UMM,” tutur Rektor seraya berharap masyarakat tetap sehat.

Usai sambutan, BPJS Kesehatan diwakili Bimantoro dan UMM diwakili Muhadjir melakukan penandatanganan MoU. Prosesi penandatanganan turut disaksikan ketua umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Prof Dr HM Din Syamsuddin MA, ketua Badan Pembina UMM Prof Drs HA Malik Fadjar MSc, wakil ketua Majelis Dikti PP Muhammadiyah Prof Dr HM Noor Rochman Hadjam SU, Direktur Utama RS UMM Prof Dr dr Djoni Djunaedi SpPD KPTI, serta 947 wisudawan, orangtua wali dan tamu undangan.

Untuk RS UMM sendiri, sejak bulan Januari lalu telah dapat melayani pasien peserta BPJS Kesehatan. Seperti diketahui, RS ini memiliki keunggulan, di antaranya memiliki alat-alat baru yang modern, serta dokter dan perawat yang kompeten. “Di samping itu karena masih relatif baru, antrean di RS ini tidak terlalu padat sehingga lebih leluasa melayani pasien sebaik-baiknya,” kata Sekretaris BPH UMM, Drs Wakidi.

Perluasan kerjasama BPJS-UMM nantinya, antara lain, tidak hanya mencakup pelayanan rujukan ke RS tetapi juga kepesertaan dosen dan karyawan UMM di BPJS, pendidikan dan pelatihan, penelitian di bidang kesehatan, serta pengabdian masyarakat.

Saat ini seluruh dosen dan karyawan UMM serta keluarganya telah didaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan. Namun demikian, bagi yang sudah menjadi peserta baik atas inisiatif sendiri maupun karena tanggungan sebagai PNS, maka dapat dialihkan kepesertaannya ke UMM sesuai dengan ketentuan. (zul/han/nas)

Sumber : UMM.AC.ID

Jelang Milad ke-34, UMY Siap Hadapi MEA 2015

Akhir tahun 2015 akan diresmikan Masyarakat Ekonomi ASEAN yang akan meramaikan pasar di ASEAN dan bisa menjadi tolak ukur bagi perekonomian di Indonesia. Demi menyambut MEA 2015, seluruh masyarakat Indonesia termasuk mahasiswa dan semua sivitas akademika di Indonesia harus terus meningkatkan keterampilan dan mempersiapkan dirinya agar mampu bersaing dengan negara lain demi meningkatkan perekonomian Indonesia di mata ASEAN.

Hal inilah yang sedang dilakukan oleh Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) untuk bisa mempersiapkan diri mengahadapi MEA. Untuk membuka jalan tersebut maka, di Milad UMY ke 34 ini, UMY pun mengusung tema “Dengan Mutu Sumber Daya Manusia yang Tinggi, UMY Siap Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015”. “Alhamdulillah tema ini sudah disetujui oleh forum. Tema ini diambil agar UMY bisa lebih siap mengahadapi MEA nantinya. Bukan hanya itu saja ini juga bisa menjadi sebuah pembelajaran bagi kami untuk bisa mengahadapi MEA, “ tutur Dr. Nano Prawoto, SE., M.Si. selaku penanggung jawab acara Milad UMY ke-34.

Nano menjelaskan, bahwa secara umum tema yang diangkat hampir sama dengan tema Milad ke-33 tahun lalu, hanya saja yang membedakan di sini adalah penekanannya lebih pada peningkatan kualitas SDM serta MEA. “Perlu kita ketahui bahwa MEA menjadi suatu hal yang baru di Negara ASEAN. Jadi ketika MEA sudah terselenggara dan dipukul gongnya pada Desember 2015 nanti, maka negara-negara yang bertanda tangan dan masuk dalam organisasi tersebut harus menghadapi beberapa kebebasan dalam perekonomian di Indonesia,” jelasnya.

Nano juga memaparkan bahwa ada 5 hal kebebebasan yang harus diikuti oleh negara-negara yang masuk dalam MEA. “Ketika Indonesia sudah masuk ke MEA ada 5 hal kebebasan atau liberalisasi yakni bebas keluar masuk barang, bebas dalam berbahasa, bebas dalam menanam modal, bebas dalam berinvestigasi, dan bebas dalam bidang ketenagakerjaan yang terdidik dan terampil. Untuk bidang ketenagakerjaan, Tenaga Kerja Indonesia (TKI) belum termasuk. Intinya adalah bahwa hanya lulusan sarjana dengan skill bagus yang bisa bebas keluar masuk negara ASEAN tanpa hambatan, “ paparnya.

Bukan hanya itu saja, lanjut Nano, masyarakat Indonesia juga akan memperoleh manfaat tanpa hambatan, misalnya ketika ada pengiriman barang subsidi tidak perlu memakai kuota lagi. “Artinya, ketika kita akan impor sapi maksimal dalam setahun ada sekian sapi. Jika dalam bidang investasi, kita tidak usah lagi join dengan perusahaan lain yang ada di Indonesia, jadi kita bebas berinvestigasi di negara manapun tanpa harus join terlebih dahulu, “ paparnya.

Namun menurut Nano, ada beberapa hal yang perlu disiapkan untuk menghadapi MEA, karena jika masyarakat Indonesia tidak siap, tentu ini akan menjadi sebuah bencana bagi Indonesia sendiri. “Untuk MEA, tentu Indonesia harus menyiapkan SDM yang bagus pula. Jika tidak, kita akan menjadi penonton di negeri sendiri, Indonesia akan diserbu oleh barang-barang impor, jasa pendidikan, jasa kesehatan dari negara lain. Tentu, hal ini tidak boleh terjadi di Indonesia, untuk itu kita menyiapkan SDM yang memiliki daya saing tinggi dan mempersiapkan diri untuk bisa bersaing dengan negara lain, “ terangnya.

Untuk itu, imbuh Nano lagi, masyarakat Indonesia perlu mempersiapkan diri untuk menghadapi MEA, dan untuk memepersiapkannya tentu tak lepas dari peran universitas dalam meningkatkan SDM sebab saat ini batas-batas negara sudah terlihat semu. “Saya berharap kita bisa punya motivasi yang tinggi bahwa kita tidak hidup sendiri. Kita harus hidup dengan negara lain yang bebas melakukan transaksi keluar masuk, baik dalam bentuk barang atau jasa, dan investasi. Batas-batas negara juga sudah tidak ada. Jika kita hanya berdiam diri, daya saing kita lemah, pendidikan rendah, itu artinya kita ini sedang dijajah, “ tegasnya.

Setidaknya, lanjut Nano dengan Indonesia masuk dalam daftar MEA, Indonesia dapat memperoleh manfaat, misalnya bisa melakukan ekspansi barang ke negara lain, bahkan dalam sektor pendidikan pun bisa dilakukan. “Jadi, mahasiswa perlu motivasi dan usaha yang tinggi, karena kita bukan hanya berhadapan dengan yang ada di Bantul, Yogja, dan Indonesia saja. Tapi, mulai sekarang kita sudah berhadapan langsung dengan negara lain, “ pesannya.

Adapun pelaksanaan Milad UMY ke-34 ini akan dibuka dengan Malam Tasyakuran yang akan dilaksanakan pada Sabtu, 28 Februari 2015 dan diakhiri dengan acara Family Day dan Sepeda Santai yang akan dilaksanakan pada Minggu, 12 April 2015. Bukan hanya itu saja dalam Milad ini juga ada Laporan Tahunan Rektor dan Pidato Milad, konferensi Internasional yaitu International Conference on Accounting and Finance (ICAF), International Conference on Management Science, dan International Conference on Islamic Economics dan Financial Inclusion (ICIEFI), Seminar Nasional, Pameran Kewirausahaan, Lomba non akademik dan akademik, serta Bakti Sosial. (Icha)

Sumber : UMY.AC.ID

Prodi Teknologi Pangan UNIMUS Gandeng Professor Stephan dari University of New England USA dalam Kuliah Umum

Di hadapan sekitar 100 mahasiswa dan dosen UNIMUS Professor Stephan Zeeman, Ph.D. dari University of New England (UNE), Biddeford, Maine, USA sangat antusias dalam menyampaikan kuliah umum (general lecture) dengan judul Pembangunan Sektor Kelautan dan Perikanan   (Marine Fisheries Sector Development). Bertindak sebagai moderator dosen Prodi Teknologi Pangan UNIMUS, M Yusuf PhD, setelah sebelumnya acara dibuka oleh Rektor UNIMUS Prof Dr Djamaluddin Darwis MA.

“Diawali dari kuliah umum ini diharapkan Prodi Teknologi Pangan dapat menjalin kerjasama yang lebih luas lagi dengan UNE USA baik dalam pendidikan maupun penelitian,” demikian sambut Rektor UNIMUS

Professor perikanan dari USA tersebut mengingatkan betapa besar potensi kelautan dan perikanan Indonesia. “Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia , terdiri dari 17.504 pulau dengan panjang pantai 95.990 km, dengan wilayah laut 62 % dari total area,” paparnya. Indonesia tidak hanya unggul dalam hal lokasi dan geografis tetapi juga adanya angkatan kerja yang besar, dan potensi rumput lautnya. Namun perlu disadari pula adanya beberapa kelemahan sehingga potensi ini belum dimanfaatkan secara maksimal, diantaranya kelemahannya masalah penyimpanan, sarana transportasi, teknologi, data perikanan, masalah nilai tambah produk, dukungan penelitian dan masalah penegakan peraturan.

“Untuk menembus pasar global memang tidak mudah karena banyak tantangan diantaranya masalah keamanan pangan produk Laut, kompetisi produk baru, ketidakstabilan harga dan masalah inovasi. Untuk itu diperlukan aliansi strategis dengan kemitraan, pengembangan produk, Inovasi pengembangan teknologi dan tidak lupa pariwisata baharinya, “ paparnya.

Maka, menurut hemat beliau melalui analisis SWOT, strategi yang ditempuh adalah membagi ke dalam beberapa area pengembangan yang saling terkoneksi satu dengan lainnya. Area 1 sektor perikanan Tradisional, Area 2 wilayah Pesisir / wisata bahari, Area 3 Perikanan dan Akuakultur dengan mengembangkan komoditas bernilai tinggi (Kerapu , Hias), dan area 4 kelestarian Lingkungan. Kesemuanya ditempuh melalui peningkatan pendidikan, hukum , dan pembangunan kapasitas dan inovasi (gus/admin).

Sumber : UNIMUS.AC.ID

Kesetaraan Gender Harus Jadi Fokus Kebijakan dan Program ASEAN Community

Kesetaraan gender harus menjadi fokus dan bagian penting dalam kebijakan dan program ASEAN Community. Tujuan dari adanya kesetaraan gender pun harus difokuskan pada tiga pilar program ASEAN Community, yakni ASEAN Economic Community, ASEAN Political Community dan ASEAN Sosio-Cultural Community. Hal ini dikarenakan, kesetaraan gender dapat menjadi kunci dan central penting dari ketiga pilar ASEAN Community tersebut.

Demikian disampaikan Profesor Rashidah Shuib, Ph.D, peneliti dari Centre for Research on Women and Gender (KANITA), Universiti Sains Malaysia. Hal ini disampaikannya saat menjadi Keynote Speech dalam acara International Joint Seminar 2015 “Rethinking Gender in The Making of ASEAN Good Governance”, yang diselenggarakan oleh Magister Ilmu Pemerintahan dan Prodi Imu Pemerintahan FISIPOL Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) bekerjasama dengan Pusat Penyelidikan Pembangunan Wanita (KANITA), Universiti Sains Malaysia (USM). Seminar Internasional ini dilaksanakan di ruang sidang AR. Fachruddin A lantai 5 kampus terpadu UMY, Senin (16/2).

Menurut Prof. Rashidah, masalah kesetaraan gender masih menjadi isu penting dalam setiap masa. Akan tetapi, dalam hal kebijakan politik, masalah gender khususnya bagi kaum perempuan, mereka masih dipandang sebelah mata. “Padahal, tidak semua perempuan hanya bekerja di ranah domestik saja. Hal ini bisa terjadi karena masih adanya budaya patriarki di negara kita, yang cenderung lebih mengutamakan laki-laki untuk bekerja di luar ranah domestik,” ungkapnya.

Prof. Rashidah juga mengatakan, dalam hal ekonomi, politik dan sosial-budaya, laki-laki dan perempuan sebenarnya memiliki hak yang sama untuk memperoleh keadilan dan manfaat dari ketiga bidang tersebut. Keduanya pun berhak melakukan pekerjaan dalam ketiga bidang itu, terlebih lagi dengan adanya ASEAN Economic Community (AEC) yang sifatnya bukan lagi privasi. “Dalam AEC itu semuanya bebas. Karena AEC itu bersifat bebas. Jadi setiap orang, entah itu laki-laki maupun perempuan bebas melakukan pekerjaan dan mendapat pelayanan yang baik dari orang lain maupun dari negara lain,” ujarnya.

Karena itu, menurut Prof. Rashidah, menjadi hal yang sangat penting bagi semua pihak untuk melakukan kesetaraan dan pengarusutamaan gender, sebagai praktik standar dalam kebijakan dan program ASEAN di tiga pilar, ekonomi, politik dan sosial-budaya. “Namun, sebelum kita membuat kesetaraan dan pengarusutamaan gender di tingkat ASEAN secara efektif sebagai strategi tiga pilar ASEAN Community, terlebih dahulu kita juga perlu memahami dengan jelas seperti apa konsep kesetaraan gender itu sendiri. Dan bagaimana pengarusutamaan gender bisa menjadi strategi yang dapat diterapkan dalam pekerjaan kita,” jelasnya.

Hal senada pun disampaikan Dr. Rahmawati Husein, selaku Keynote Speech kedua dalam seminar internasional ini. Menurutnya, kesadaraan mengenai kesetaraan gender juga sangat penting ditumbuhkan dalam semua aspek pemerintahan, khususnya dalam hal penanggulangan bencana. Hal ini karena antara laki-laki dan perempuan mempunyai pengalaman yang berbeda baik sebelum, selama atau sesudah terjadinya bencana.

Dengan kata lain, menurut Rahmawati, perempuan juga sangat dibutuhkan untuk melakukan penanggulangan bencana. Selain karena perempuan menjadi pihak yang paling terpengaruh oleh bencana, baik yang disebabkan oleh manusia maupun alam, perempuan juga memiliki peran-peran tertentu yang dapat membantu korban dalam bencana tersebut. “Perempuan merupakan sumber daya manusia yang berharga untuk melakukan kegiatan di semua tahapan penanggulangan bencana, baik itu berupa bantuan dan respon , pemulihan serta kesiapsiagaan dan mitigasi,” tuturnya.​

Dalam seminar ini juga dilakukan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) mengenai kerjasama akademik antara UMY dan USM dan Launching Buku MIP UMY. Penandatanganan MoA ini dilakukan oleh Raktor UMY, Prof. Dr. Bambang Cipto, MA; Direktur Pascasarjana UMY, Dr. Achmad Nurmandi, M.Sc; Dekan Fakultas Ilmu Sosial Politik (FISIPOL) UMY, Dr. Ali Muhammad; Direktur Kanita USM, Associate Professor Dr. Noraida Endut, dan Ketua Prodi Magister Ilmu Pemerintahan (MIP) Pascasarjana UMY, Dr. Dyah Mutiarin.

Sumber : UMY.AC.ID

Ilmuwan UMP Kembangkan Polimer Sintetik untuk Aplikasi Medis

Kabag Humas Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Sudiro SH,MH, Selasa (10/2), mengatakan, kandidat doktor dari Fakultas Teknik (FT) UMP, Haryanto, ST, MT, dalam kuliah S-3 di Yeungnam University, Korea Selatan sekarang ini mengembangkan penggunaan polimer sintetik untuk aplikasi medis.

“Pakar ilmu kimia UMP tersebut berhasil mengembangkan aplikasi polimer sintetik dalam beberapa aplikasi medis, khususnya penggunaan hydrogel film untuk pembalut luka, anti-lengket pasca operasi dan scaffold untuk rekayasa jaringan,” tuturnya.

Dengan penemuan tersebut, nilai kemanfaatannya amat sangat tinggi, terutama bagi kalangan medis, seperti para dokter, dan rumah-rumah sakit yang ada baik di Banyumas, Indonesia dan negara lain. “Apalagi penemuannya ketika kuliah S-3 di Korea Selatan sekarang ini. Berkegiatan di Korea Selatan memang patut dicontoh. Karena dengan Pak Haryanto kuliah disitu, budaya kerja keras dan disiplin masyarakat Korea Selatan jadi amat menempel pada dirinya” kata Sudiro.

Melalui telepon, Haryanto mengaku, kuliah di Korea Selatan menjadikan dirinya terbiasa berangkat ke laboratorium penelitian jam 9 pagi, pulang jam 10 malam setiap hari kerja. Katanya, hampir semua orang yang berada di laboratorium di Korea sama seperti itu. “Mereka sangat menghargai waktu dan sangat disiplin. Budaya ini yang ingin saya adaptasi ke Purwokerto, ke Indonesia,” tuturnya.

Terkait pengembangan polimer sintetik, kata Haryanto, masih sedikitnya ahli di Indonesia. “Yang mengembangkan penggunaan polimer sintetik untuk aplikasi medis amat sedikit. Itulah sebabnya saya termotivasi untuk mengembangkannya, dan ternyata berhasil. Ini sesuai keahlian saya, bidang polimer. Saya mencoba mengembangkan aplikasi polimer sintetik dalam beberapa aplikasi medis, khususnya penggunaan hydrogel film untuk pembalut luka, anti-lengket pasca operasi dan scaffold untuk rekayasa jaringan,” tuturnya.

Haryanto menjelaskan, dengan teknik radiasi menggunakan electron beam serta menambahkan beberapa senyawa baru pada bahan utama polyethylene oxide, Ia berusaha untuk membuat macromolecule ataupun crosslinking polimer yang menghasilkan hydrogel tiga dimensi. Dari hasil tersebut, katanya, dapat diaplikasikan untuk keperluan medis tanpa meninggalkan zat toxic dalam polimer. Metode crosslinking yang dikembangkan oleh Haryanto ini tidak menggunakan zat kimia sebagai crosslinkingagent sehingga sangat aman dan bebas dari sifat toxic yang dapat membahayakan manusia/pasien. Pengembangan pertama yang telah dilakukan di Korea Selatan adalah pembuatan pembalut luka dari hydrogel polimer dengan bahan utamapolyethylene oxide yang dimodifikasi dengan menambahkan polyethylene glycol diacrylate untuk meningkatkan kekuatan mekaniknya.(Ero)

sumber : KRJOGJA.COM

SEMARAK SERU SEMARAK FKIP 2015

Tahun ini, FKIP Unmuh Jember kembali menyelenggarakan Semarak FKIP. Semarak FKIP tahun ini dilaksanakan selama satu pekan, dimulai dari tanggal 8 Februari  sampai tanggal 14 Februari 2015  mulai pukul 08.00 sampai selesai.

Semarak FKIP disemarakkan oleh enam program studi di lingkungan FKIP. Tiap-tiap program studi menyelenggarakan lomba untuk mengukur, mengetahui, meningkatkan kompetensi siswa sesuai dengan bidang ilmu masing-masing. Dengan demikian, siswa dapat memahami bakat minat yang ada dalam dirinya.

Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, lomba Semarak FKIP 2015 ini sangat bervariatif dan menantang. Program studi Pendidikan  matematika menyelenggarakan Olimpiade Matematika, Lomba Alat Peraga, dan Cerdas Cermat. Lomba Alat Peraga dan Cerdas Cermat Matematika baru diselenggarakan tahun ini. “Ini sesuatu yang menantang dan dibutuhkan oleh siswa masa kini”, begitu kata Kaprodi Pendidikan Matematika. Ia menambahkan bahwa matematika bukan sesuatu yang menakutkan, tidak seperti tuhan belantara yang belum dijamah manusia, bukan juga seperti padang pasir yang tandus. Matematika itu seperti air yang dibutuhkan seseorang di kala dahaga, namun banyak orang yang tidak bisa menemukan keindahan matematika. Dengan lomba-lomba ini, diharapkan siswa-siswa memahami dan menemukan kecintaan terhadap matematika.

Program Studi Pendidikan Biologi menyelenggarakan dua lomba, Olimpiade Biologi dan Herbatomi. Lomba Herbatomi juga didesain dengan konsep unik. Lomba ini pun baru diselenggarakan tahun ini.

Program studi Pendidikan Bahasa Inggris menyelenggarakan tiga lomba, yaitu Olimpiade Bahasa Inggris, News reading, dan reporter contest. Tahun ini, jumlah peserta meningkat dari tahun-tahun sebelumnya. Ini dapat disebabkan oleh kreativitas panitia dalam mendesain dan mengonsep lomba dengan tema-tema yang menarik.

Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia pun menyelenggarakan lomba yang unik dan baru. Ada tiga lomba baru tahun ini yaitu Teater, Musikalisasi Puisi, dan Paduan suara. Ketiga lomba ini secara spektakuler didesain dengan konsep peduli budaya, seni daerah.

Program Studi Pendidikan Agama Islam menyelenggarakan dua lomba, yaitu MTQ dan Pidato bahasa Arab. Sedangkan Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, menyelenggarakan loma desain T-shirt.

Semua lomba dijadwalkan mulai tanggal 8 sampai tanggal 14 Februari 2015.

Sumber : UNMUHJEMBER.AC.ID

UM Palangkaraya Taja Raker Bidang Kemahasiswaan Tahun 2015

Perencanaan merupakan salah satu aspek penting dalam pelaksanaan setiap kegiatan dalam struktur organisasi, pun demikian dengan organisasi kemahasiswa di UM Palangkaraya. Memasuki tahun 2015, UM Palangkaraya melalui Bidang Kemahasiswaan melaksanakan Rapat Kerja Bidang Kemahasiswaan tahun 2015 pada Sabtu (10/1) di Aula Utama UM Palangkaraya.

Dalam sambutan sekaligus arahannya, Rektor UM Palangkaraya Drs. Bulkani, M.Pd menyatakan menyambut baik kegiatan ini karena dengan rapat kerja ini kegiatan-kegiatan kemahasiswaan mulai dari tahap perencanaan hingga pelaksanaan dapat berjalan dengan maksimal. Rektor mengharapkan agar kegiatan kemahasiswaan yang sudah disusun dalam program kerja dapat mendukung konsep atau nilai nilai Green Islamis Campus sehingga mahasiswa juga berperan aktif dalam mensukseskan visi dan misi UM Palangkaraya.

Ditempat yang sama, Sandy Irawan, Ketua Koordinator Komisariat IMM UM Palangkaraya menyatakan dukungannya dengan rapat ini karena pengurus UKM serta BEM dapat memaparkan program kerja selama setahun kemudian diselaraskan dengan program kerja yang sudah disusun oleh pihak Kemahasiswaan. “Jika perencanaan sudah baik dan matang, Insya Allah pelaksanaannya akan berjalan dengan baik dan maksimal” tanda mahasiswa FAI ini.

Sumber : UMPALANGKARAYA.AC.ID