14 Tahun Kerjasama Internasional, UMY Berencana Masuk ke QS Stars

Kerjasama internasional yang dimulai sejak 14 tahun lalu telah memberikan hasil yang mengembirakan bagi UMY, Internasionalisasi tersebut merupakan suatu proses yang tidak boleh berhenti untuk mencapai apa yang menjadi tujuannya. Dampak dari salah satu ketercapaian tersebut Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) telah memperoleh nilai A sejak tahun 2013, untuk Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi (AIPT) oleh Badan Akreditasi Nasional-Perguruan Tinggi (BAN-PT), dan rencananya akan mengikuti Akreditasi Internasional oleh Quacquarelli Symonds Stars (QS. Stars) atau dikenal dengan Lembaga Akreditasi Internasional. Untuk mencapai tujuan tersebut UMY berencana untuk lebih meningkatkan kerjasama dengan Top 500 University menurut QS Stars.

Hal itulah yang tercantum dalam Term of Reference (ToR) Workshop Kerjasama dan Internasionalisasi UMY yang diadakan oleh UMY melalui Biro Kerjasama (BKS) dan International Relations Office (IRO). Kegiatan tersebut dilaksanakan selama 2 hari (29-30/01) bertempat di Kalyana Resort Jalan Kaliurang Km. 22,38 Dusun Banteng Hargobinangun, Sleman, Yogyakarta, Kamis (29/01).

Menurut Wakil Rektor III UMY Sri Atmaja P. Rosyidi ST., MSc.Eng., Ph.D, mengungkapkan, bahwa tujuan dari kegiatan tersebut adalah untuk menciptakan koordinasi dan komunikasi efektif antar unit terkait di UMY, dan juga mempersiapkan Program Studi (Prodi) dan Fakultas untuk mengelola program internasional di UMY. Selain itu yang paling penting adalah menyusun perencanaan yang dapat dilakukan bersama-sama pada masing-masing unit terkait di UMY.

“Tujuan kegiatan ini adalah untuk menciptakan koordinasi dan komunikasi efektif kepada pejabat-pejabat struktural kita dan unit-unit terkait. Kegiatan ini juga mempersiapkan Prodi atau Fakultas, dengan demikian ketika kita memberikan sebuah program-program itu maka ada respon yang positif bisa mensosialisasikan kepada dosen dan mahasiswa. Sehingga yang terpenting adalah penyusunan perencanaan dan kita bisa bergerak bersama-sama, kita pakai gerbong yang sama dan tujuan yang sama, bagi fakultas atau unit yang belum siap, kita akan dorong dan mencari solusinya” ujarnya saat memaparkan materi dengan tema Kesiapan UMY untuk Internasionalisasi.

Selain itu juga, Sri Atmaja menjelaskan bahwa pihaknya akan coba masuk pada perangkingan di level internasional. Pihaknya sedang memproyeksikan QS. Stars sebagai lembaga perangkingan internasional, menurutnya tantangan yang dihadapi untuk masuk pada rangking internasional cukup berat, karena pihak QS. Stars akan melihat jumlah mahasiswa asing dan juga mahasiswa lokal serta publikasi universitas di tingkat internasional.

“Selanjutnya adalah, kita akan mencoba untuk masuk pada rangking-rangking yang tidak hanya di tingkat Nasional, tapi saat ini kita sedang membidik QS. Stars. QS. Stars itu adalah perangkingan di tingkat internasional, nah kita akan mencoba masuk kesana. Nanti berapapun peringkatnya atau rangkingnya disitulah kita mencoba melakukan perbaikan-perbaikan, tentu cukup berat sebetulnya. Karena dia akan melihat jumlah mahasiswa yang kita kirimkan keluar, dan jumlah mahasiswa yang dikirimkan dari luar ke sini, berapa proposional antara mahasiswa asing dan mahasiswa lokal, berapa proposional publikasi kita di tingkat internasional. Ini betul-betul mereka akan memandang sebuah universitas yang bereputasi internasional apabila sudah terbuka lebar dengan mitra-mitra mereka diluar” ujarnya.

Sri Atmaja menambahkan, bahwa dengan adanya workshop Kerjasama dan Internasionalisasi ini, tujuan yang ingin dicapai oleh pihaknya kedepan adalah akan memposisikan diri sebagai universitas di level Internasional. Oleh karena itu kegiatan workshop tersebut untuk menganalisis kelemahan dan kekuatan UMY di bidang Internasional, sehingga workshop tersebut untuk mengangkat dan mengatasi kelemahan-kelemahan tersebut.

“Kita ingin Go Global, dan tagline itu kita munculkan ditahun 2011, cita-cita kita bahwa UMY harus berkiprah di Dunia Internasional, tapi kita juga harus meposisikan diri sebagai universitas di level Internasional. Sebetulnya ini sudah dimulai di tahun-tahun sebelumnya, hanya saja belum ada statement yang jelas, kemudian ditahun 2012 kita merumuskan beberapa strategi yang harus kita capai, nah salah satunya mulai tahun ini kita akan meningkatkan daya saing internasional UMY. Artinya kita sudah mempelajari secara lebih detail kelemahan kita ada dimana, kekuatan kita ada dimana, tantangan kedepan dan seterusnya. Nah kita coba untuk mengangkat atau mengatasi kelemahan-kelemahan tersebut dengan program worshop ini.” Imbuhnya.​

Kegiatan Workshop Kerjasama dan internasionalisasi ini diikuti pejabat-pejabat struktural, diantarannya Wakil Dekan bidang kerjasama dari setiap fakultas, direktur Pasca Sarjana, Direktur Program Vokasi, Ketua Program Studi, Kepala Biro Penerimaan Mahasiswa Baru, Kepala Biro Akademik, Kepala Lembaga Pengembangan Kemahasiswaan dan Alumni (LPKA), kepala lembaga penelitian, pengembangan & pengabdian Masyarakat (LP3M), Kepala Lembaga Pengembangan dan Pembelajaran (LPP), dan juga Direktur Program Internasional seperti International Program of International Relations (IPIREL), International Program of Governmental Studies (IGOV), International Program for Islamic economics and finance (IPIEF), dan International Program for Law and Sharia (IPOLS).

Sedangkan teknis untuk kegiatan ini para peserta Workshop akan dibagi kedalam 3 komisi. Komisi I membahas mengenai International Academic Recognation, Komisi II mengenai Standar Operting Procedure (SOP) yang terkait dengan Internasionalisasi. Sedangkan untuk Komisi III mengenai Student Mobility berupa pengembangan program penelitian bersama dengan mitra asing, program inovatif Tropical Course/Summer Course, Program Student Exchange, Program inisiasi kelas internasional, Program credit earning atau credit transfer, Program magang di luar negeri atau perusahaan internasional dan juga program Kuliah Kerja Nyata internasional. (Shidqi)

Sumber : UMY.AC.ID

STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta Launching Posyandu Kesehatan Jiwa Di Kulonprogo

STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta (SAY) bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kulonprogo berhasil mengembangkan kegiatan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) Kesehatan Jiwa (Keswa) di Kranggan Galur Kulonprogo. Posyandu Kesehatan Jiwa di Launching oleh pejabat Dinas Kesehatan Kulonprogo, dr. Ananto Kogam, M.Kes., pada Kamis (29/1).

Dalam peresmian tersebut, dr. Ananto Kogam berpesan agar para kader posyandu keswa mampu mendampingi orang-orang gangguan jiwa disekitarnya agar bisa diterima dimasyarakat dan mampu mendapatkan pekerjaan.

Menurut Ketua STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta, Warsiti, M.Kep.,Sp.Mat., tahun 2012 SAY pernah mengembangkan desa siaga sehat jiwa di Kranggan Kulonprogo dan sekarang tahun 2015 di tindak lanjuti dengan membentuk posyandu kesehatan jiwa. Warsiti juga menjelaskan bahwa posyandu kesehatan jiwa merupakan kegiatan kesehatan dasar yang diselenggarakan dari, oleh dan untuk masyarakat yang dibantu oleh petugas kesehatan dan berfokus pada kesehatan jiwa. Tujuannya untuk mengenalkan kesehatan jiwa di masyarakat agar para kader mampu mengidentifikasi orang-orang disekitarnya yang memiliki gangguan jiwa. Selain itu, mempercepat penerimaan kesehatan jiwa di masyarakat dan meningkatkan kemampuan masyarakat untuk mengembangkan kegiatan-kegiatan kesehatan dan lainnya yang menunjang sesuai dengan kebutuhan.

Posyandu Keswa merupakan implementasi dari Tri Dharma Perguruan Tinggi khususnya bidang pengabdian masyarakat. Melalui program ini diharapkan kesembuhan pasien gangguan jiwa tidak tergantung dengan obat-obatan saja namun juga mendapatkan dukungan keluarga dan masyarakat. Selanjutnya para pasien mampu produktif mengembangkan keterampilan dan sebagainya.

Sementara itu menurut Kepala Puskesmas Galur II, dr.Hery Suryadi , angka gangguan jiwa di Galur cukup besar yaitu 11 % dari populasi, artinya gangguan jiwa harus menjadi prioritas dan dicarikan solusi agar tidak bertambah banyak. Gangguan jiwa bisa dikategorikan ringan dan berat. Dengan adanya program dari STIKES ‘Aisyiyah ini sangat membantu masyarakat menjadi mandiri sehingga gangguan jiwa bisa dikendalikan dan mampu produktif kembali.

Program Posyandu Keswa yang didanai oleh Hibah IBM Dikti ini, sebelum diresmikan sudah melakukan beberapa kegiatan antara lain pelatihan untuk 20 kader kesehatan jiwa, Try out posyandu kesehatan jiwa pada bulan Juli serta pelaksanaan posyandu keswa sasaran remaja dan penyuluhan pada bulan november lalu. Pada kesempatan peresmian ini para kader menerima sertifikat pelatihan keswa secara simbolik.

Sumber : stikes-aisyiyah-jogja.ac.id

Perkuat Active Learning, Dosen Seriusi Applied Approach

UNTUK kesekian kalinya, Badan Kendali Mutu Akademik (BKMA) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menyelenggarakan pelatihan Applied Approach (AA) untuk para dosen. Pelatihan yang berlangsung di ruang sidang FEB ini berlangsung dua hari, Jumat dan Sabtu (30-31/1). Sejumlah 50 dosen serius mengikuti pelatihan yang akan disusul dengan penerapan dan evaluasi selama satu semester ke depan.

Kepala BKMA, Prof Dr Ir Noorharini, MP, menyatakan kualitas akademik sangat tergantung kompetensi, kualitas penguasaan dan keaktifan dosen. Untuk itu pelatihan seperti ini terus dilakukan dengan menyesuaikan kebijakan pemerintah terkait dengan sistem baru pembelajaran di perguruan tinggi. Misalnya, Permendikbud terkait dengan KKNI dan SNPT.

“Pada tahap awal ini, BKMA memfasilitasi sesi penguatan konsep active learning. Nantinya akan dilanjut dengan penugasan penyusunan assesment portofolio dan implementasi di kelas-kelas yang dipantau oleh fasilitator yang ditunjuk,” terang Noorharini.

Sejumlah narasumber mengisi sesi penguatan konsep active learning. Antara lain, Dr Siti Fatimah Sunaryo, MPd, Dr Hari Windu Asrini, Msi, Dr Mahfud Effendi, MM, Dr. Endang Purwati, MPd, dan Galih Wasis Wicaksono, S.Kom, M.Kom. Materi yang diberikan antara lain, strategi pengelolaan asesmen berbasis KPT, rekonstruksi RPS dan RPP berbasis KPT.

Pembantu Rektor I, Prof Dr Bambang Widagdo, MM, mendorong agar dosen UMM terus meningkatkan kualitasnya. Tantangan ke depan harus dijawab dengan serius agar capaian profil ideal lulusan dapat tercapai. “Pelatihan ini harus dijadikan salah satu instrumen meningkatkan kualitas itu,” kata Bambang.

Salah seorang peserta, Yunan Syaifullah, SE, MSi, berharap tak hanya pelatihan tetapi juga penataan secara sistem dan fasilitas pembelajaran. Untuk itu para dosen akan bisa optimal menerapkan pelatihan ini jika ada evaluasi baik dari akar rumput maupun struktural. (nas)

Sumber : UMM.AC.ID

Program Marketer Trainer untuk Dosen , dan Staf

Dunia marketing dewasa ini mengalami perkembangan yang sangat pesat, banyak trik dan cara yang digunakan dalam kegiatan marketing. Marketing merupakan ujung tombak perusahaan atau institusi yang mempunyai ciri khas tersendiri, dipundak seoarang marketing terpikul beban untuk menghidupi perusahaan dari produk yang diserap pasar.

Banyak hal yang harus diperhatikan untuk dapat menjadi pemasar yang handal, teknik komunikasi, empati, ketulusan, dan beberapa hal lain harus selalu mejadi pedoman. STIKes Muhamamdiyah Gombong bekerjasama menggandeng lembaga pelatihan Cristal Manajemen Indonesia menyelenggarakan program inspiring marketer training bagi Dosen, Karyawan dan Mahasiswa dengan mengangkat tema “ Mewujudkan Pribadi Berkualitas, Kreatif dan Inovatif “ pada Jumat, 23 Januari 2015 di Ruang Theatre kampus.

Program yang diikuti 40 peserta ini adalah tindak lanjut dari kegiatan yang diselenggarakan oleh paguyuban pembantu rektor III bidang kemahasiswaan di pekalongan beberapa waktu lalu. Dengan rangkaian materi, tim trainer yang merupakan praktisi, dan konsep pelatihan yang handal akan menghantarkan peserta program mencapai performa terbaik dalam proses pemasaran.
Acara dibuka dengan sambutan Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan Diah Astutiningrum, S. Kep,Ns. Di sela-sela sambutan beliau mengucapkan selamat datang kepada tim trainer dan peserta program, dan berharap program ini bisa dilaksanakan dengan lancar dan bermanfaat yang nantinya mampu menghasilkan output yang positif.

Pelatihan ini diadakan karena melihat fenomena persaingan dalam dunia marketing yang sangat kompetitif. Marketing tidak hanya dibebankan kepada salah satu orang pegawai marketing akan tetapi semua element atau unsur pegawai dalam suatu perusahaan atau institusi mempunyai peran dan tanggung jawab secara tidak langsung sebagai seorang marketer.

Risma Kusumanendra LDP.,S.IP menjelaskan diamping harus menguasai profil atau produk yang dimiliki institusi seorang marketer harus mempunyai kepribadian dan sikap atau soft skill yang tinggi jadi tatkala menyampaikan presentasi atau memberikan pelayanan terhadap calon konsumen akan mempunyai daya jual yang tinggi juga.

Selain itu Risma juga memberikan trik pemasaran dengan metode 3.O dengan maksud produk kita yang akan menjual dengan sendirinya. Untuk mewujudkan metode 3.O ini, ada hal-hal penunjang yang harus dipersiapkan lebih awal diantaranya Soft Skill dan Skill akademik mahasiswa, harapannya tatkala mahasiswa praktek di lapangan user akan merasa puas dan untuk jangka panjangya akan memesan tenaga kerja dari institusi yang bersangkutan.

Banyak mahasiswa yang merasa takut untuk memulai perubahan, belum adanya keberanian ataupun pengetahuan. Namun menurut Risma semua masalah ini bisa diatasi dengan mengikuti palatihan-pelatihan. Di tengah-tengah penjelasan materi, Risma juga menceritakan pengalamannya dalam memulai bisnis nya yang mana dimulai dari seoarang pembantu umum di salah satu stasiun radio sampai dengan membuka lembaga pelatihan yang sudah berkembang sekarang ini.

Melanjutkan materinya, Risma menjelaskan juga bahwa kelesuan pasar dan sifat malas manusia bisa menjadi peluang dalam menjalankan bisnis. “Y-A-K-I-N” dan “S-A-B-A-R” adalah lima huruf sebagai modal awal disitulah rahasia yang membuat seseorang menjadi begitu powerfull,” tambahnya. Selain itu ia juga memberikan penjelasan dan pengarahan tentang bagaimana memasarkan produk menggunakan metode 3.O. (kiz/stimugo)

Sumber : STIKESMUHGOMBONG.AC.ID

Dr.H.Syaiful Bakhri,SH.MH resmi menjadi Rektor UMJ Periode 2015-2019

Dekan Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) Dr.H.Syaiful Bakhri,SH.MH resmi dilantik menjadi Rektor UMJ Periode 2015-2019, beliau menggantikan Rektor sebelumnya  Prof.Dr.Hj.Masyitoh,M.Ag sebagai Rektor UMJ masa bakti 2011-2015. Sabtu (24/1)

Pelantikan yang dilangsungkan di Aula Pascasarjana UMJ, Cirendeu-Ciputat, Jaksel, itu dilakukan oleh Ketua Majelis Pendidikan Tinggi PP Muhammadiyah, Prof. Suyanto, dan disaksikan oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof.Dr.H. Din Syamsuddin. Hadir juga Hakim Konstitusi Patrialis Akbar, Wahidudin Adams, Anggota DPR RI Ali Taher Parasong yang juga sebagai alumni UMJ serta seluruh Civitas Akademika UMJ.

Sebelumnya Syaiful Bakhri di angkat sebagai Rektor setelah melewati proses yang panjang dengan tahapan pemilihan oleh Senat, PWM DKI, Majelis Dikti dan Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Dengan calon lain Prof.Dr.H.Suhendar Sulaeman yang merupakan Direktur Pascasarjana UMJ.

Setelah menyatakan bahwa dirinya sanggup menjadi Rektor UMJ periode 2015-2019,  Syaiful mengucapkan janji pelantikan. “Saya berjanji berpegang teguh pada pedoman Alquran dan sunnah rasul, mematuhi peraturan perundangan di perguruan tinggi, dan mampu membina semangat kebersamaan dan kerukunan dalam lingkungan kerja dan juga dalam menjalani kerjasama dengan persyarikatan Muhammadiyah,” ujarnya

Sebagai Rektor UMJ yang baru , Syaiful Bakhri bertekad untuk menjadikan kampus UMJ kampus berkelas dunia dengan menyongsong Universitas Berkemajuan Menggapai Ilmu yang amaliyah dan Amal yang ilmiah“UMJ harus  lebih maju lagi dan berkembang serta menjadikan kampus standard Riset dan World Class University“ Jelasnya.

Prof.Dr.Hj Masyitoh,M.Ag Selaku Rektor sebelumnya berharap agar kepemimpinan Rektor yang baru dapat melanjutkan program – program yang lalu serta membuat terobosan yang baru agar UMJ lebih maju. Selain itu masyitoh juga menjelaskan kalau saat ini UMJ telah membuka Program Doktor Manajemen Pendidikan Islam, “Mudah-mudahan akan menyusul program Doktor yang lain” Jelas Masyitoh yang sekarang diangkat menjadi Ketua Jurusan Program Doktor Manajemen Pendidikan Islam UMJ.

Sementara itu, Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof.Dr.H.Din Syamsudin mengucapkan terima kasih kepada Prof.Masyitoh atas segala perjuangan dan pengabdiannya untuk Muhammadiyah dan UMJ. Dan mengucapkan selamat kepada Dr.H.Syaiful Bakhri sebagai Rektor UMJ semoga apa yang menjadi Visi dan Misinya dapat terwujud.

Din berharap, gagasan Indonesia Berkemajuan harus dicapai dari UMJ “UMJ harus menjadi Leading Sektor gerakan di Lingkungan Muhammadiyah” Harapnya (ibl)

Sumber : www.umj.ac.id

Fakultas Teknik UMP Adakan Workshop KKNI

Dalam rangka menerapkan kurikulum sesuai dengan apa yang telah dicanangkan oleh pemerintah Indonesia pada Perguruan Tinggi.  Selasa, 27 Januari 2015 Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Purwokerto (FT UMP) adakan workshop Kerangka Kualiafikasi nasional Indonesia (KKNI) Standar Nasional Perguruan Tinggi (SNPT). Menghadirkan pembicara Tito Yuwono S.T ., M.Sc, kabid AMI (Audit Mutu Internal) Universitas Islam Indonesia (UII), acara ini berlangsung di ruang Sidang gedung Rektorat.

“Pengembangan kurikulum sangat menantang untuk dikembangkan, kita harus melakukan pengembangan kurikulum,” kata Wakil Rektor Bidang Akademik Dr. Furqanul Aziez., M.Pd. UMP telah berbenah diri untuk terus merevisi kurikulum mengacu pada KKNI SNPT menjadi peraturan-peraturan. “UMP sudah up to date terahap zaman. Sebelumnya workshop KKNI telah diadakan oleh universitas, dan kini pada tingkat fakultas dan prodi juga melaksanakan,” jelasnya. Ia mengharapkan agar apa yang disampaikan oleh pembicara dapat dicatat dan didiskusikan bersama, sehingga penyeragaman peraturan dapat serentak dilakukan oleh masing masing prodi di UMP.

Tito Yuwono S.T ., M.Sc, kabid AMI UII menjelaskan mengenai kurikulum PT dulu dan kini, alur sistem PT, visi dan misi, kebutuhan pengguna (perusahaan), standar nasional Dikti. “Kurikulum harus ada, sehingga kurikulum menjadi acuan di prodi. Agar dosen tidak liar dalam memberikan mata kuliah, Kurikulum sebagai dokumen dan prodi yang melaksanakan,” katanya. “Pada KKNI PT diharapkan dapat meluluskan lulusan sesuai level. Serta pihak luar bisa merespon dengan baik meng-gaji sesuai dengan grade. Sehingga tingkat pendidikan makin baik, maka tingkat pekerjaan juga semakin baik,” jelasnya. (Faj)

Sumber : UMP.AC.ID

Prof.Dr.Din Syamsuddin Akan Resmikan Gedung Pascasarjana UMSU

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof.Dr.Din Syamsuddin akan meresmikan Gedung Pascasarjana UMSU yang direncanakan, Kamis (29/1).

Gedung perkuliahan baru di peruntukkan untuk kegiatan belajar mengajar bagi mahasiswa Pascasarjana UMSU yang berlokasi di Jalan Denai.

Gedung yang memulai pembangunan pada tahun 2013 lalu, dilengkapi dengan lift, mini bank, cafetaria, meeting room, perpustakaan, ruang serbaguna, laboratorium dan beberapa unsur penunjang kegiatan operasional.Sedangkan di lantai lainnya, gedung berlantai tujuh ini akan difungsikan sebagai ruang kelas, ruang dosen, ruang pimpinan, dan kantor bagi sejumlah unit kerja di lingkungan UMSU.

Pascasarjana UMSU saat ini mendidik hampir 900 Mahasiswa yang terdiri dari lima program studi, yaitu Magister Ilmu Hukum, Magister Ilmu Komunikasi, Magister Manajemen, Magister Akuntansi dan Magister Kenotariatan sebelumnya berlokasi di kampus 1 UMSU yang bergabung dengan gedung Fakultas Kedokteran. Setelah diresmikan nanti mahasiswa mulai aktif melakukan perkuliahan di kampus Pascasarjana UMSU Jalan Denai.

Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) sebagai salah satu Universitas swasta terbesar di pulau Sumatera berkomitmen untuk senantiasa memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Perbaikan sarana dan prasarana terus dilakukan untuk menjaga kredibilitas sebagai kampus yang unggul, cerdas dan terpercaya.***

Sumber : UMSU.AC.ID

Melihat Falsafah Ahmad Dahlan

Dalam rangka meningkatkan pemahaman keislaman dan kemuhammadiyahan, Takmir Masjid Darussalam kampus I Universitas Ahmad Dahlan (UAD) mengadakan pengajian bagi dosen dan karyawan. Hadir sebagai penceramah adalah Drs. H. Rudjito. Menurutnya, ada tujuh falsafah yang diterapkan oleh KH. Ahmad Dahlan.

Sebagai manusia, hidup di dunia hanya sekali untuk bertaruh sesudah mati, akan mendapat kebahagiaan atau kesengsaraan. Sayangnya, kebanyakan di antara manusia masih berwatak angkuh dan takabur sehingga kebahagiaan yang hakiki sulit diraih. Tabiat lainnya adalah membela adat kebiasaan, baik keyakinan maupun amal perbuatan.

Di samping itu, manusia perlu digolongkan menjadi satu dalam kebenaran. Bersama menggunakan akal pikiran sehingga muncul beberapa pertanyaan seperti, hakikat hidup, perlunya hidup, yang harus dikerjakan selama hidup, yang dicari selama hidup, dan tujuan di dalam hidup.

“Setelah manusia mendengarkan pelajaran, fatwa, serta membaca buku bertumpuk, mereka tidak berani memegang teguh pendirian dan perbuatan yang benar. Sebab, mereka khawatir akan terpisah dari kesenangannya, teman-temannya, juga hidupnya. Seperti makhluk yang tidak berakal dan hidup tidak menepati kebenaran,” kata Rudjito

Pengasuh Panti Asuhan dan Ponpes Binausaadah Muhammadiyah Pandowan ini menambahkan,  kebanyakan para pemimpin belum berani mengorbankan harta benda dan jiwanya agar tergolong menjadi umat manusia yang benar. Kebalikannya, kebanyakan malah mempermainkan manusia, memperalat, dan memperbodoh yang lemah.

“Oleh karena itu, agar menjadi manusia yang bermanfaat, hendaknya kita belajar ilmu pengetahuan atau teori, selanjutnya belajar amal atau mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini sesuai dengan falsafah yang diajarkan oleh KH. Ahmad Dahlan.” terang Rudjito.

Sumber : UAD.AC.ID

PTM Berikan Dukungan Moral kepada KPK

Menyikapi situasi bangsa dan negara serta rivalitas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Polisi Republik Indonesia (Polri) di dalam berbagai kasus belakangan ini, akademisi dan civitas akademika Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) pada Senin (26/1/2015) di halaman Gedung AR Fakhruddin Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mengadakan aksi bertajuk “#Save KPK, Selamatkan Bangsa”.

Pada kesempatan itu, mereka menyatakan sikapnya, bahwa korupsi adalah kejahatan kemanusiaan yang harus terus-menerus diberantas dan dihilangkan dari bumi Indonesia, sesuai dengan cita-cita Muhammadiyah.

Sebagai kekuatan moral untuk KPK, akademisi dan civitas akademika PTM memberikan dukungan moral kepada KPK agar tetap terus bekerja secara maksimal melakukan pemberantasan korupsi, sesuai dengan cita-cita Muhammadiyah. “Kami prihatin dengan rivalitas lembaga penegak hukum dan akhirnya justru menguntungkan para koruptor,” terang Prof. Dr Bambang Cipto, MA, Rektor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), didampingi Prof. Dr. H.Ahmad Syafii Maarif, Dra. Siti Noordjannah Djohantini, MM, MSi (Ketua Umum PP Aisyiyah), Prof. Dr. Hj. Siti Chamamah Soeratno (mantan Ketum PP Aisyiyah), Drs. H. Afnan Hadikusumo (DPD RI), Ir. H.M. Dasron Hamid, MSc, Prof. Abdul Munir Mulkhan, Dr. Chairil Anwar (Majelis Dikti PP Muhammadiyah) dan Prof. Bambang Setiadi (Rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta).

Pada kesempatan itu, akademisi dan civitas akademika PTM meminta kepada KPK dan Polri untuk bisa menahan diri dan tidak saling menjatuhkan martabat lembaga dengan tetap menjalankan tugas sesuai fungsinya masing-masing.

“Kami mencintai dan mengharapkan kinerja Komisi Pemberantasan Korupsi dan Polisi Republik Indonesia untuk melakukan penegakan hukum sesuai dengan ketentuan perundangan dan mampu membebaskan diri dari berbagai tekanan dan kepentingan politik,” kata Prof. Dr. H.Ahmad Syafii Maarif sambil menambahkan ada upaya pelemahan terhadap KPK.

“Kalau kasus ini dibiarkan, maka negara akan hancur. Dan akan ada banyak masalah yang harus diselesaikan negara ini,” tandas Syafii.

Tidak lupa pula, akademisi dan civitas akademika PTM memberi dukungan moral kepada KPK dan menentang segala macam bentuk upaya kriminalisasi terhadap KPK. Juga meminta keberadaan presiden sebagai kepala negara dengan segala kekuasaannya untuk bisa bersikap tegas dengan bertanggungjawab menyelesaikan kegaduhan politik antara KPK dan Polri. “Sehingga memberikan suasana yang tenah,” tambah Syafii Maarif

Sumber : UMY.AC.ID

Seminar Nasional Matematika dan Pendidikan Matematika 2015 “Peran Matematika dan Pendidikan Matematika dalam Menghadapi Isu-isu Global”

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) sudah dirasakan manfaatnya oleh umat manusia dengan semakin mudahnya manusia untuk melakukan berbagai aktivitas. Dalam bidang komunikasi, jarak tidak lagi menjadi hambatan untuk dapat berkomunikasi. Penemuan berbagai mesin industri mampu memberikan keuntungan dengan hasil produksi yang cepat dengan jumlah yang banyak. Ilmu pengetahuan juga telah mampu menghasilkan bibit tanaman pertanian yang tahan hama serta memberikan hasil pertanian yang lebih banyak. Dalam bidang pendidikan, pembelajaran dapat dilakukan melewati batas ruang dan waktu sehingga orang dapat belajar dimanapun dan kapanpun. Masih banyak lagi manfaat yang dapat diperoleh dari perkembangan IPTEK saat ini.

Namun, seperti sebuah mata uang, perkembangan IPTEK juga memberikan dampak yang kurang baik bagi umat manusia. Arus informasi yang tiada batas, bahkan melewati batas negara, dan tanpa filterberdampak pada masuknya budaya serta nilai-nilai yang mungkin saja kurang sesuai dengan budaya dan nilai yang dianut oleh seseorang atau masyarakat. Akibatnya terjadi benturan-benturan nilai yang mengarah kepada konfilk dalam masyarakat. Apalagi masyarakat bangsa Indonesia yang multikultural tentu memiliki kekayaan budaya dan nilai. Selain itu, perkembangan industri juga mengakibatkan kesenjangan ekonomi, kerusakan lingkungan dan ekosistem, sehingga muncul masalah-masalah sosial di masyarakat. Belum lagi dampak negatif pada bidang-bidang yang lain.

Matematikawan dan pendidik bidang matematika dituntut mempunyai kepekaan terhadap situasi di masyarakat. Penelitian-penelitian bidang matematika dan pendidikan matematika semestinya mampu memberikan solusi terhadap permasalahan-permasalahan yang muncul dalam masyarakat. Seminar Nasional Matematika dan Pendidikan Matematika 2015 yang bertemakan “Peran Matematika dan Pendidikan Matematika dalam Menghadapi Isu-isu Global” ini akan diselenggarakan pada tanggal 7 Maret 2015 di Gedung Auditoriun Moh. Djazman Universitas Muhammadiyah Surakarta. Seminar Nasional Matematika dan Pendidikan Matematika 2015 yang diselenggarakan oleh Program Studi Pendidikan Matematika FKIP UMS merupakan wadah bagi para peneliti bidang matematika dan pendidikan matematika untuk sharing hasil-hasil penelitian sehingga dapat dimanfaatkan untuk menyelesaikan berbagai permasalahan di masyarakat.

Sumber : UMS.AC.ID
info lanjut klik disini