Hilangkan Stigma Kepada Orang Gangguan Jiwa

Fakultas Kedokteran Dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Jakarta (FKK UMJ) Jurusan Kesehatan Masyarakat mendukung dan mengajak masyarakat untuk peduli kepada orang dengan gangguan jiwa. Hal ini di karenakan masalah Stigma terhadap orang dengan gangguan Jiwa (ODGJ) dan orang dengan masalah kejiwaan (ODMK) sudah menjadi masalah yang sangat besar di Indonesia. perlu perhatian serta penanganannya juga selama ini belum maksimal.

Hal ini disampaikan dr.Toha Muhaimin, M.Sc Dekan FKK UMJ dalam sambutannya pada Seminar Nasional Epidomologi Kesehatan Masyarakat yang bertajuk Hilangkan Stigma, Peduli kepada orang dengan Gangguan Jiwa dan orang dengan Masalah Kejiwaan. Di aula FKK UMJ Lt4, Jl.KH. Ahmad Dahlan Cirendeu-Ciputat. Tangsel (3/1).

Hadir sebagai Keynote Speech Dr.Eka Viora,SpKJ Direktur Ditjen Bina Keswa selaku perwakilan Kementrian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) dan ada 4 Narasumber yang terbagi dua sesi. Sesi pertama, dr.Nova Riyanti,SpKJ (Inisiator & Mantan Ketua Panja RUU Kesehatan Jiwa) dan Bagus Utomo ( Pendiri Komunitas Peduli Skizofrenia Indonesia). Dan Sesi Kedua, Dr.Priska Anshari Primastuti (WHO For Indonesia) dan Drg.Luki Hartanti,MPH (Kemenkes RI).

Dalam Keynote Speechnya Dr.Eka Viora menjelaskan kalau semua orang seluruh dunia sedang gencar dan terus berupaya untuk menghilangkan Stigma dan mengajak untuk peduli dengan orang gangguan jiwa. “seluruh kepala Negara sudah sepakat dalam deklarasi perlindungan kesehatan jiwa” Jelas Dr.Eka di tengan ratusan peserta yang terdiri dari mahasiswa Uhamka, Undip, UIN Syarif hidayatullah, UI, Taruma Negara,UNPAM dll yang sangat antusias untuk mengikuti seminar ini.

dr Nova Riyanti yang juga mantan Ketua Panja RUU Kesehatan Jiwa ini menjelaskan kalau Penderita ODMK dan ODGJ sering mendapatkan Stigma dalam kehidupannya sehari-hari, kesempatannya memperoleh pendidikan dan pekerjaan, akses terhadap pelayanan kesehatan, pemberitaan di media massa dan sering berujung pada pemasungan ini merupakan sesuatu pelanggaran Hak Asasi Manusia. “Mereka masih punya hak untuk hidup yang layak” Tegasnya

oleh karena itu Nova memaparkan, UU Kesehatan Jiwa yang telah dirancang merupakan semangat baru dalam reformasi kebijakan, Inklusi social, menghapus stigma, mereduksi diskriminasi dan mencegah pelanggaran HAM terhadap ODMK dan ODGJ.

Bagus Utomo selaku orang yang mempunyai pengalaman pribadi dalam memperjuangkan keluarganya selama 10 tahun mencari solusi yg dihadapi keluarganya Dan berhasil menyehatan kembali.

Hal itu membuatnya untuk membentuk komunitas Peduli Skizofrenia. Sehingga ia menjelaskan kalau ODMK dan ODGJ harus di lindungi dan jangan dipasung. “Psikologi keluarga dan lingkungan akan membantu orang yng terkena gangguan jiwa menjadi normal kembali”.Jelas Bagus Utomo.

Sumber Berita: www.umj.ac.id

Persiapkan AEC 2015, 18 Mahasiswa Malaysia Belajar Sistem Hukum Indonesia di UMY

Indonesia akan menjadi tuan rumah Asean Economic Community (AEC) 2015 di mana Malaysia merupakan salah satu anggotanya. Kedua negara ini tentunya akan semakin membutuhkan satu sama lain. Selain itu, keduanya tidak hanya harus saling memahami tentang budaya masing-masing tapi juga sistem hukum yang berbeda. Karena itulah, untuk mempersiapkan hal tersebut, 18 mahasiswa Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) mengadakan kunjungan ke Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) untuk mempelajari sistem hukum yang diajarkan pada mahasiswa serta penerapannya di Indonesia.

Kunjungan yang diikuti oleh 15 mahasiswa Sarjana dan 3 mahasiswa Pascasarjana Fakulti Undang-Undang (Fakultas Hukum) Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) tersebut, disambut langsung oleh Direktur Internasional Program for Law and Sharia (IPOLS) UMY, Nasrullah, SH., S.Ag., MCL, di ruang sidang Fakultas Hukum Kampus Terpadu UMY. Kunjungan yang dilakukan pada Kamis (22/01) tersebut  mengangkat tema “Connecting Culture: Intra-Relation of Knowladge Programme 2015″.

Dalam sambutannya, Nasrullah menyampaikan bahwa kunjungan tersebut penting dalam upaya persiapan AEC 2015. Sebab dalam AEC tersebut selain membuka pasar ekonomi di tingkat Asean, hal itu juga akan membuka semua peluang lulusan sarjana hukum dari berbagai Negara, baik dari Malaysia ke Indonesia maupun dari Indonesia ke Malaysia. Para lulusan itu juga berpeluang untuk mengambil peran dalam masyarakat ekonomi Asean, yang akan lebih memfokuskan dirinya pada bidang hukum.

Selain itu, menurut Nasrullah, kunjungan tersebut juga penting dalam meningkatkan pemahaman ilmu hukum baik kepada mahasiswa dari Malaysia maupun mahasiswa FH UMY. Nasrullah menjelaskan bahwa Mahasiswa dari Malaysia bisa memanfaatkan sebaik-baiknya kesempatan belajar mengenai sistem hukum Indonesia, dan sama halnya dengan mahasiswa FH UMY agar bisa memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memahami sistem hukum di Malaysia dengan bertanya ke mahasiswa dari Malaysia.

“Saya melihat kunjungan ini merupakan kunjungan yang penting terhadap pemahaman hukum. Kunjungan ini akan sangat bermakna bagi teman-teman dari Malaysia bahwa Indonesian legal system itu seperti apa. Kita pun harus semakin membuka diri sebagai mahasiswa akan pemahaman tentang common law system,” ujarnya.

Selain itu, Nasrullah juga mengungkapkan bahwa dalam kesempatan ini, pihaknya juga memanfaatkan waktu untuk merubah cara pandang yang keliru  oleh Malaysia terhadap Indonesia. Yaitu pandangan bahwa Indonesia terkenal dengan kotor, pekerja kasar, dan berbahaya. Karena informasi yang diterima melalui media massa yang sering memberitakan kesalahan-kesalahan orang Indonesia di Malaysia. Sehingga pihaknya ingin menyadarkan orang-orang Malaysia bahwa orang Indonesia itu lebih maju dalam banyak bidang.

Nasrullah menambahkan, menurut pengalamannya orang Malaysia yang pernah berkunjung ke UMY, mereka menyadari bahwa banyak kemajuan yang telah Indonesia alami. Ia menjelaskan bahwa orang Malaysia yang pernah datang ke UMY pasti melihat UMY dan Muhammadiyah luar biasa, karena mampu mengembangkan masyarakat dalam bidang pendidikan, kesehatan dan lain-lain secara mandiri.

“Mereka menyadari banyak kemajuan yang telah kita alami, lebih-lebih saat mereka datang ke UMY misalnya, itu sesuatu yang luar biasa, karena tidak ada satu organisasi muslim di Malaysia mampu menggerakkan institusi pendidikan dan kesehatan seperti yang kita lakukan. Dimana Indonesia masyarakatnya lebih mandiri, sementara di sana mereka sudah biasa disubsidi dalam banyak hal, semuanya pemerintah yang melakukan, sehingga saat mereka mengetahui bahwa organisasi Muhammadiyah mampu mengerakkan 170 lebih universitas adalah suatu hal yang luar biasa bagi mereka” imbuh Nasrullah.

Sementara itu, Martino Sardi, Drs., M.A., PhD, dosen FH UMY mengungkapkan bagaimana hukum hak asasi manusia di Indonesia. Ia mencontohkan bahwa di Indonesia setiap orang bebas melaksanakan ibadah dan mengubah kepercayaan, walaupun di dalam Islam tidak dibolehkan untuk mengganti kepercayaan. Akan tetapi dalam praktiknya banyak orang di Indonesia yang merubah kepercayaan tanpa adanya masalah.

“Untuk memahami bagaimana hak asasi manusia berjalan di Indonesia, saya akan mecontohkan bagaimana di Indonesia ini, setiap orang bebas melaksanakan Ibadah dan dilindungi oleh pemerintah. Ada juga yang menganti kepercayaan kepada agama tertentu, di Indonesia bisa, walaupun kita tahu dalam Islam tidak dibolehkan untuk mengganti kepercayaan. Tapi dalam praktik yang berjalan di Indonesia, banyak orang di Indonesia ini yang merubah kepercayaannya tanpa adanya masalah,” ujar dosen Hukum Hak Asasi Manusia ini.

Selain mengikuti kuliah tentang sistem hukum di Indonesia, mahasiswa Fakulti Undang-undang UKM juga diajak untuk melihat-lihat fasilitas dan lingkungan UMY, dengan mengunjungi Laboratorium Ilmu Hukum, Ruang Peradilan Semu, Kelas Program Internasional dan juga sekitar masjid KH. Ahmad Dahlan UMY. (Shidqi)​

Sumber : UMY.AC.ID

Psikologi Universitas Muhammadiyah Purwokerto Kembali Menjadi tuan rumah untuk ILMPI

Bukan pertama kalinya Fakultas Psikologi UMP berkesempatan  menjadi tuan rumah oleh Ikatan Lembaga Mahasiswa Psikologi Indonesia (ILMPI). Kini, kembali berbagai almamater dari perguruan tinggi negeri maupun swasta hadir dalam pertemuan Musyawarah Wilayah (Musywil ) III dan  Diskusi Publik bertemakan “Stop Children Sexual Abuse”. Acara berlangsung di gedung AK Ansori dengan dihadiri oleh Rektor UMP Dr. H. Syamsuhadi Irsyad SH MH, Jajaran Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi), dekanat UMP, dosen Psikologi UMP, koordinator ILMPI Wilayah III, DPM Fakultas Psikologi, BEM Psikologi, mahasiswa delegasi PTS dan PTS Wilayah III. (23/1)

Acara di buka oleh Dr. H. Syamsuhadi Irsyad, SH. MH, ia mengungkapkan, luasnya penyebaran pengurus di ILMPI dari berbagai perguruan tinggi, membutuhkan komunikasi yang baik demi kesatuan kesatuan yang ada di ILMPI wilayah III. Rektor menambahkan “Berkaitan sebuah informasi, UMP pun memiliki SAC dan CDC guna memudahkan alumni UMP yang tersebar diberbagai penjuru nusantara, untuk tetap berkoordinasi  baik konsultasi dengan mahasiswa didalam kampus dan peluang karir untuk alumni, sehingga jalinan komunikasi tetap berjalan apik,”  tambah rektor.

Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi publik bersama Roro Setyowati S. Psi, M.Psi, yang merupakan dosen di Fakultas Psikologi, dengan judul materi Child Sexual Abuse, Roro mengajak para peserta untuk mengetahui dan memahami perilaku seksual yang kini menjadi ancaman serius pada anak. Perlu diketahui kejahatan seksual kerap terjadi pada anak baik dengan sentuhan maupan tanpa sentuhan. Begitu besar dampaknya terhadap korban kekerasan pada perilaku sosial anak, efek panjang yang dihasilkan dengan merenggut keceriaan masa emasnya.  Menumbuhkan keberanian, pengetahuan agama dan seks dini, serta jalinan komunikasi yang baik dengan orang tua dapat menjadi solusi. (Uut)

Sumber : ump.ac.id

UMRI Buka Dua Fakultas Baru

Fakultas Hukum Pada 2014 Terima 100 Mahasiswa dan FKIP Juga Dibuka, Menerima Mahasiswa Baru Mulai tahun 2014 ini, Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) mulai menerima mahasiswa Program Studi Ilmu Hukum. Prodi baru ini akan menerima 100 mahasiswa baru pada tahun pertama.

Plt. Ketua Prodi Ilmu Hukum, Elviandri menjelaskan sebagai prodi baru, ilmu hukum di Umri memiliki perbedaan dibandingkan perguruan tinggi umum lainnya. Ciri khas yang diusung adalah integrasi antara ilmu hukum islam dan ilmu hukum murni.

Selama ini, perguruan tinggi umum hanya sebatas mengkaji ilmu hukum murni. Dengan integrasi ini, akan dibahas seputar fiqih islam yang mengkaji ilmu hukum hingga bagaimana negara menemukan ilmu hukum. Dengan kajian ini akan ditemukan benang merah antara ilmu hukum islam dan murni. Sebagai bentuk komitmen, prodi menyediakan 14 SKS kajian seputar ilmu hukum islam. Selama lima semester mahasiswa akan diarahkan memahami hukum islam sehingga mereka tidak saja mampu berbicara hukum murni.

“Dari sisi epistemologi, ada integrasi antara ilmu hukum islam dan hukum murni. Integrasi ini akan coba kita bangun di Umri. Kita akan giring selama lima semester sehingga mahasiswa ini mampu tidak saja bicarakan ilmu hukum murni seputar legalitas atau undang-undang namun juga memahami hukum islam. Disamping belajar hukum bisnis, dia juga belajar ilmu muamalah,” ujarnya.

Meskipun banyak perguruan tinggi di riau memiliki prodi ilmu hukum, Umri, lanjut Elviandri, memiliki alasan sendiri sehingga menjadikan prodi ini sebagai prodi baru. Kebutuhan kerja lulusan ilmu hukum sangat banyak. Beberapa tahun kedepan, ahli hukum tidak saja dibutuhkan diperkotaan, namun juga hingga pedesaan. “Dengan kalkulasi sekarang, kebutuhan lulusan ilmu hukum ini masih kurang karena kedepan lulusan hukum ini di pedesaan,” katanya.

Meskipun prodi baru, lanjut Elviandri, Umri memberikan apresiasi kepada pegawai pemerintah maupun swasta. Mereka membuka peluang kelas akhir pekan dan malam sehingga bisa memiliki kompetensi keilmuan tanpa meninggalkan kerja. “Kita berada ditengah kota, sehingga pegawai pemerintah maupun swasta bisa kuliah karena mudah dijangkau mereka ke kampus. Pegawai juga bisa kuliah di akhir pekan maupun malam,”katanya.

Fakultas hukum Umri, jelasnya, memastikan mahasiswanya lulus maksimal empat tahun. Setiap semester mereka selalu dipantau. Saat harus membuat skripsi, mahasiswa akan dibimbing. Saat semester tujuh, mahasiswa akan dibimbing membuat skripsi agar bisa lulus cepat. “ Komitmen kita 3,5 tahun mereka sudah lulus, ujar Elviandri.

Rektor Umri, Mubarak menuturkan, tahun ini Umri membuka dua fakultas baru. Selain Fakultas Hukum, juga diterima mahasiswa Fakultas Ilmu Keguruan dan Pendidikan. Saat ini, jurusan yang sudah tersediah Pendididkan Informatika. Dalam Waktu dekat, akan dilengkapi Pendidikan IPA, Pendidikan IPS dan Pendidikan Bahasa Inggris.

Sumber : umri.ac.id

Fakultas Ilmu Pertanian Universitas Muhammadiyah Gorontalo Kembangkan Peternakan

Setelah berhasil dalam panen perdana Peternakan Ayam Broiler Kapasitas 1500 ekor, Program Studi Peternakan Fakultas Ilmu-ilmu Pertanian Universitas Muhammadiyah Gorontalo, kini mulai mengembangkan beberapa Usaha Peternakan lainnya dengan di backup Badan Usaha Milik Kampus (BUMK) yang berdiri belum cukup enam bulan.

Dekan Fakultas Pertanian Drs.Ir.H. Ad Mahmudy Irdja,MM saat menerima bibit ayam broiler (14/01) di area Peternakan Faperta mengatakan bahwa ada dua keuntungan yang di peroleh dari usaha peternakan ini, yang pertama Keuntungan Finansial dimana hasil usaha ini dapat di kembangkan untuk periode selanjutnya, oleh karenannya pihaknya menggandeng BUMK dalam kapasitas mengelolah Finansialnya, yang kedua keilmuan dan Praktikum, keuntungan ini merupakan hal utama bagi insan akademis, dimana Program studi Peternakan tidak sulit lagi mencari tempat praktek, bahkan dapat membantu Peserta Prakerin dari SMK.

Semntara itu Mantan Kepala Dinas Peternakan dan Perkebunan Ir. Hi. Deni Latama,MM yang saat ini sebagai Dosen di Faperta mengatakan bahwa pihaknya akan membantu pengembangan usaha peternakan di UMG, dengan berbagai kapasitas dan kompetensi yang dia miliki. Senada dengan beliau selaku Ketua Program Studi  Peternakan Ir. Ishak Korompot,M.Si mengatakan bahwa UMG bersama-sama BUMK akan mengembangkan Usaha Ternak Sapi Potong, Kambing dan Ayam Broiler dan Ayam Petelur, hal ini dalam rangka pengembangaan keilmuan dan Pengembangan Usaha Kampus.

Sumber: umgo.ac.id

Mahasiswa UAD di Thailand : Kami Belajar Menghargai Profesi

Dua mahasiswa Pasca Sarjana Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta Magister Farmasi yaitu Noverda Ayuchecaria dan Muhammad Irham telah selesai mengikuti Praktik Klinis (PK) yang dilakukan di Prince of Songkla University (PSU) Thailand. Kepada wartawan, Sabtu (17/1/2015) mereka menceritakan pengalamannya selama 6 minggu (1 November- 13 Desember 2014) berada di salah berbagai tempat di negeri Gajah Putih tersebut.

Menurut mereka, satu hal yang paling mendasar yang bisa dipelajari dari masyarakat di Thailand adalah tentang cara menghargai profesi. Novendra mengatakan jika ahli farmasi di Songklanagarind Hospital di mana dirinya melakukan kerja praktek tidak hanya belajar tentang teori saja. “Dosen di sana ketika pagi mengajar maka sore mereka langsung praktek di rumah sakit dan hal tersebut sangat baik karena kita bisa belajar sembari langsung praktek dan bersinggungan dengan pasien,” ungkapnya.

Yang paling diingat oleh mereka adalah etos kerja akademisi farmasi yang ditemui di universitas tersebut. “Kami makan pun harus sembari membaca jurnal untuk evaluasi. Bayangkan saja apabila keseriusan kerja tersebut kami adopsi, pasti akan semakin maju,” lanjutnya.

Ahli farmasi yang mereka temui sangat menghargai profesinya dan benar-benar menjalankannya secara profesional. “Jika bicara masalah gaji, mereka bilang tidak berbeda jauh dengan Indonesia, namun etos kerja dan penghargaan terhadap pekerjaan yang membuat mereka sangat luar biasa mencurahkan waktu dan energu mereka dalam bekerja,” ungkap mahasiswi asal Banjarmasin tersebut.

Di universitas tersebut yang juga istimewa adalah adanya spesialis farmasi yang menangani masing-masing jenis penyakit. “Ada ahli khusus penyakit dalam seperti jantung, ginjal, kandungan dan paru dan itu yang membuat pasien lebih terkontrol dalam melakukan pengobatan,” lanjut mahasiswa berparas mirip Cinta Laura tersebut.

Hal itulah yang menurut mereka lebih memudahkan pekerja farmasi untuk lebih intensif memonitoring pasien. “Masing-masing pasien memiliki rekam jejak obat yang dapat diakses dalam database sehingga penanganan dan pemberian obatnya bisa lebih jelas sehingga memperkecil resiko yang tidak diinginkan,” ungkap Irham.

Selain hal tersebut, hak yang patut dicontoh dari masyarakat Thailand menurut mereka adalah ketepatan waktu. “Orientasi mereka tidak hanya dalam satuan jam, namun menit. Seperti ketika akan menjemput, pasti menyertakan menit pasti semisal 15.37 dan tepat mereka sudah datang, itulah yang akan coba kami terapkan kedepan dan kami tularkan pada rekan kami,” lanjutnya lagi. (*-33)

Sumber : krjogja.com

Dosen UM Magelang Dilatih Susun Silabus Ajar Active Learning

Sebanyak 59 dosen Universitas Muhammadiyah (UM) Magelang mengikuti Workshop Desain Pembelajaran di Perguruan Tinggi.

Para dosen diharapkan dapat menyelenggarakan proses pembelajaran secara efektif dan efisien. Sehingga mereka bisa menghasilkan lulusan yang handal dan mampu bersaing secara global.

“Setelah mengikuti workshop selama dua hari diharapkan peserta dapat mengaplikasikan kemampuan untuk menyusun silabus, menyusun rencana pembelajaran, mendesain pelaksanaan active learning serta dapat menyusun evaluasi pembelajaran,” kata ketua panitia Fahmi Medias, Senin (19/1).

Workshop yang diselenggarakan Fakultas Agama Islam (FAI) dilaksanakan selama dua hari,19-20 Januari 2015 di Aula Gedung Rektorat.

Dijelaskan Fahmi, selama dua hari peserta mendapatkan materi tentang cara menyusun silabus berbasis KBK dan KKNI (Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia), cara menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran yang memuat tujuan pembelajaran dan materi ajar.

Sedang narasumber berasal dari Tim Center for Teaching Staff Development (CTSD) Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta, Prof  Bermawi Munthe dan Dr Hisyam Zaini.

Sumber : www.republika.co.id

161 Proposal Penelitian UMY Raih Hibah Penelitian Dikti

Tahun ini Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mengajukan 510 proposal penelitian pada Pekan Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang digelar Direktorat Jenderal Penddikan Tinggi (Dirjen Dikti). Namun dari jumlah proposal tersebut hanya 161 proposal yang lolos PKM dan memperoleh hibah penelitian Dikti.

Kepala Pusat Pengembangan Kreativitas UMY, Sugito, mengatakan, secara kuantitatif jumlah proposal yang memperoleh hibah Dikti di PKM tahun ini meningkat dibanding sebelumnya. “Tahun lalu hanya 113 proposal, sehingga ada kenaikan  42,5 persen di tahun ini,” ujarnya di UMY, Selasa (20/1).

Diakuinya, secara nasional ada 458 Perguruan Tinggi yang mengajukan proposal penelitian pada PKM tahun ini.  Sebanyak  31.692 proposal penelitian bersaing memperoleh hibah Dikti dalam program tersebut. “UMY sendiri berada di urutan ke 14 perguruan tinggi terbanyak yang mengirimkan proposalnya dan pada posisi ke 13 terbanyak proposal yang didanai Dikti,” ujarnya.

Sumber : www.republika.co.id

Universitas Muhammadiyah Jakarta Buka Program Doktor

Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) telah meresmikan program Doktor (S3) bidang Manajemen Pendidikan Islam. Peresmian/ launching tersebut diselenggarakan pada Selasa (13/1) lalu di Aula Pascasarjana UMJ lantai 3 oleh Prof. Malik Fadjar dan Prof. Masyitoh.

Menurut Masyitoh, pembukaan program doktor (S3) tidak lepas dari kepercayaan masyarakat kepada UMJ. “Jika masyarakat sudah memberikan kepercayaan maka mahasiswa tidak perlu dicari,” jelasnya. Meskipun program doktor baru diresmikan tetapi sudah ada sekitar 10 calon mahasiswa yang berniat mendaftar.

Pada sambutannya Malik Fadjar mengungkapkan bahwa launching program doctor ini menggairahkan sekaligus sebuah momentum membangun martabat. “Hari ini adalah hari kita bersyukur dan mudah-mudahan menggairahkan civitas UMJ untuk melangkah ke depan”.

Malik Fadjar juga menekankan pentingnya pemahaman manajemen yang komprehensif, “Manajemen itu bukan dipahami sebagai masalah administratif saja tapi juga kepemimpinan,” tegasnya.

Di akhir sambutannya Malik Fadjar mengingatkan untuk menjaga kekompakan. “Pesan saya satu; kompak. Yang penting niat dan majanemen yang baik,” katanya. Lebih lanjut ia mengatakan bahwa Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) dikembangkan berbasis AIK (Al-Islam dan Kemuhammadiyahan) dan budaya akademik, “itu kuncinya,” jelasnya lagi.

Untuk saat ini program doktor manajemen pendidikan Islam UMJ hanya akan menerima sekitar 15 mahasiswa .(Abik/ Humas UMJ)

Sumber Berita: www.umj.ac.id

Benchmarking Kantor Urusan Internasional dan Kerjasama (KUIK)

Kantor Urusan Internasional dan Kerjasama (KUIK) UNIMUS merupakan lembaga baru yang dibentuk melalui SK Rektor nomor 069/UNIMUS/SK.KP/2014 pada tanggal 24 November 2014, lembaga ini dibawah naungan Wakil Rektor III bidang kemahasiswaan dan kerjasama. KUIK memiliki tugas dalam melayani urusan internasional (Scholarships, Student Exchange, AcademicVisits, Research Collaborations) dan juga mengembangkan kerjasama (MoU) dengan perguruan tinggi luar negeri terkemuka yang dapat meningkatkan kapasitas UNIMUS menjadi “A University for the excellence” sebagaimana moto-nya.

Dr. Djoko Setyo Hartono SE, MM, SH, MKn, (Wakil Rektor III, UNIMUS) dalam pesannya menyampaikan ”Pembentukan bidang yang melayani urusan Internasional dan kerjasama dimaksudkan memperkuat posisi UNIMUS sebagai lembaga pendidikan yang berkelas dan memiliki daya saing internasional dimasa yang akan datang“ 6/01/2015.

Kunjungan KUIK ke Universitas Muhammadiyah Purwokerto
Pada Rabu 24 Desember 2014, sebagaimana Surat Tugas dari Wakil Rektor III No. 371/UNIMUS/KS/2014, KUIK UNIMUS melaksanakan kunjungan perdananya dalam rangka studi banding dan menjalin kerjasama di Kantor UrusanInternasional (KUI), Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP). Dalam kunjungannya di UMP diterima oleh Bapak Ir. Regawa Bayu Pamungkas, MT (Pembantu Rektor IV UMP) dan Ibu Santhy Herawati, Ph.D (Kepala Bidang Kerjasama dan Pengembangan UMP).

“Penerapan Strategi dengan menjalin komunikasi dan memperkuat kerjasama antar KUI pada level Nasional maupun antar Universitas Muhammadiyah di Indonesia akan sangat membantu memperluas jaringan” demikian dikatakan Bu Santhy Herawati, PhD. Beliau juga menambahkan bahwa KUI harus dapat menjaring kesempatan kerjasama seluas mungkin dengan Univeritas Luar Negeri melalui (1) korespondensi (2) penawarankunjungan (3) pengiriman informasi yang dapat dikerjasamakan.

Disamping itu hasil kunjungan juga mengkaji perintisan Program Darmasiswa Mahasiswa Asing di kampus, baik melalui program pemerintah Indonesia maupun program pemerintah luar negeri. Program yang saat ini telah ditawarkan oleh Badan Kerjasama Luar Negeri DIKTI dan telah dilaksanakan UMP adalah Program “Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing” BIPA.

Kerjasama, Korespondensi dan Informasi
KUIK UNIMUS saat ini sedang membuka penawaran kerjasama dengan Kedutaan Besar negara sahabat untuk berpartisipasi pada CORNER KUIK untuk mengisi buku-buku budaya negara setempat, informasi beasiswa dan program kerjasama. Selain itu, juga mengajak dan memberikan kesempatan pada pengelola penyedia beasiswa luar negeri seperti AMINEF, DAAD,NUFFIC/ NESO, IDB, AusAID dan berbagai lembaga donor lainnya untuk dapat berkunjung dan mensosialisasikan programnya di KAMPUS UNIMUS. (M.Yusuf)

Untuk korespondensi dapat menghubungi, Muhammad Yusuf, PhD (Pengelola Kerjasama Internasional) Email: m.yusuf@unimus.ac.id, HP +62-812-1536-0411,

Sumber : www.unimus.ac.id