Kuliah Umum Gynecology Bersama Profesor Ralph Lelle Dari Jerman

Pakar Gynecology dari University of Munster Jerman Prof.Dr. Med.Ralph J Lelle, MIAC memberikan kuliah umum kepada segenap mahasiswa beserta dosen Fakultas Kedokteran Dan Kesehatan (FKK) Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) di auditorium Lantai 4 Gedung FKK UMJ, Cirendeu.Selasa (21/10)

Kuliah umum ini dibuka langsung oleh Rektor UMJ Prof.Dr.Hj.Masyitoh Chusnan,M.Ag serta didampingi oleh Dekan FKK UMJ dr. Toha Muhaimin, M.Sc, yang mana dalam kesempatan tersebut memberikan sambutan hangat kepada Prof.Dr. Med.Ralph J Lelle yang berkenan hadir memberikan kuliah umum kepada mahasiswa UMJ. “Selamat datang atas kehadirannya, kesempatan kuliah umum ini sesuatu yang sangat berharga bagi kami” Jelas Masyitoh dalam sambutannya.

Kuliah umum yang bertemakan “Gynecologic Cancer Pravelence & Prevention” ini mencoba membahas dan memberikan informasi dari pakar  berasal dari jerman yang memang sudah lama bergelut di bidang Gynecolgy, apalagi jerman merupakan sumber ilmu kedokteran yang cukup tinggi di dunia.

Pada kuliah umum tersebut, Prof.Dr. Med.Ralph J Lelle menjelaskan kepada mahasiswa kedokteran UMJ tentang pravelensi dan pencegahan penyakit kanker yang berhubungan dengan kesehatan sistem reproduksi wanita (vagina , uterus dan ovarium ) dan payudara.

Prof Ralph J Lelle menjelaskan kalau di Jerman dan di Indonesia mempunyai situasi yang berbeda tentang kanker  ” pravelensi kanker terbesar di Jerman adalah kanker payudara sedangkan pravelensi kanker di Indonesia yaitu kanker tumor. dan Yogyakarta adalah kota di Indonesia yang terbesar menderita kanker tumor tersebut” jelas Ralph J,Lelle

selanjutnya Ralph memaparkan kalau Kanker ginekologi yang paling sering di Jerman adalah endometrium , ovarium , dan kanker serviks. di Jerman tahun 2010 ada 4660 pasien terdiagnosa Kanker Seviks dan ada 1524 wanita mati karena kanker serviks dari pupulasi penduduk jerman sekitar 81 juta.

Ralph menambahkan belum ada skrining yang efektif untuk Endometrium dan Kanker Ovarium, tetapi skrining kanker serviks sudah di perkenalkan sejak tahun 1971 dan skrining kanker serviks telah terbukti sangat efektif.

Prof Ralph J, Lelle juga Tidak hanya berbagi ilmu tentang ilmu ginekologi, Prof Ralph juga berbagi wawasan tentang Jerman, khususnya tentang University Of Munster kepada mahasiswa.

Di akhir sesi kuliah umum tersebut, Dekan FKK UMJ menyerahkan kenang-kenangan kepada Prof Ralp J, Lelle  karena telah berkenan menjadi pembicara pada kuliah umum tersebut. (ibl)

Sumber : www.umj.ac.id

Universitas Muhammadiyah Purwokerto Bentuk Forum Penanggulangan Bencana Peduli Kemanusiaan

Kepedulian akan resiko bencana di Indonesia yang kerap terjadi, maka Humanitarian Forum Indonesia (HFI)  memperluas jaringan lembaga kemanusiaannya salah satunya yang baru dilakukan yaitu dengan mengajak Civitas Akademika Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP). Dalam kesempatan ini HFI akan melakukan kerjasama dengan Penguatan Kapasitas forum mahasiswa melalui Program Kreativitas mahasiswa (PKM)  di Indonesia. (20/10)

Bertempat di ruang sidang  lantai II gedung rektorat UMP, Biro Kemahasiswaan mengadakan pertemuan dengan delegasi dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) bersama HFI.  Dalam gelaran acara tersebut yang hadir akan membentuk sebuah Forum Group Discussion (FGD), isinya membahas perihal pembentukan lembaga yang bergerak dikegiatan penanggulangan bencana alam, FGD ini sebagai langkah awal mengumpulkan gagasan dan pijakan ide tentang penanggulangan bencana.

Tujuan pelibatan mahasiswa ini akan mendorong partsipasi mahasiswa dalam penanggulangan  bencana melalui forum dan kegiatan kreativitas berbasis keilmuan yang lebih penting dalam hal ini yaitu akan memperkuat kemitraan mahasiswa, perguruan tinggi, Badan Penanggulangan bencana ditingkat nasional dan daerah (Direktor penelitian dan pengabdian masyarakat) dan praktisi pengurangan resiko bencana.  Diah, yang merupakan anggota di HFI menegaskan, “Bencana adalah urusan kemanusiaan dengan melibatkan semua orang bukan hanya tugas para relawan, Universitas bersama mahasiswa sekarang harus memiiki peran untuk mengurangi pengurangan dari bencana”, tegas Diah. Kaitannya dengan hal tersebut, forum ini akan membektuk suatu  kiprah nyata dan aktif akan diperoleh tidak lain juga sebagai bentuk pengamalan Tri dharma Perguruan Tinggi, imbuh Diah.

Senada dengan Diah, Surya yang juga pengurus di FHI psat mengatakan, harapan dengan berdirinya lembaga baru ini, akan menjadikan sebuah pusat studi bencana, dan akan yang menjadi pertama kalinya bagi kampus swasta yang baergabung dari 27 perguruan yang sudah terbentuk.  Ia menyampaikan, “Dalam tugas kerjanya nantinya adalah bagaimana cara mengurangi resiko bencana yang bisa disalurkan dari disiplin ilmu yang ditekuni, sebagai cara untuk meminimalisir dampak kerugian dari segi ekonomi, psikologi, dan pendidikan,” tambah Surya.

Mahasiswa yang tergabung dalam forum akan terlibat pula pada Pembuatan PKM yang mengusung tema kebencanaan, hal demikian merupakan bentuk output dari program pelibatan mahasiswa dalam penanggulangan bencana yang mendapat dukungan pendanaan dari DIKTI. Sebagai  tindak lanjut pembentukan dan upaya peningkatan yang diperoleh, forum ini  mendapat dukungan dari OXFAM dan UNOCHA dalam berjalannya forum yang sudah dibentuk. (Uut)

Sumber : www.ump.ac.id

642 lulusan Unmuha diwisuda

Sebanyaknya 399 mahasiswa lulusan Universitas Muhammadiyah Aceh (Unmuha) diwisudakan Sabtu, (18/10) di AAC Dayan Dawood Darussalam. Jumlah peserta wisuda merupakan total dari seluruh Fakultas atau Akademi di Unmuha.

Dengan rincian lulusan Fakultas Hukum sebanyak 54 orang, S-1 Fakultas Ekonomi 190 orang, S-1 Fakultas Teknik sebanyak 44 orang, S-1 Fakultas Kesehatan Masyarakat 77 orang, S-1 Fakultas Psikologi 22 orang dan lulusan D-3 Akademi Fisioterapi sebanyak 12 orang, S1 Fakultas Tarbiyah Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) sebanyak 68 orang, Prodi Matematika 57 orang, Prodi Biologi 66 orang dan Prodi Bahasa Inggris sebanyak 52 orang.

Peserta wisuda berkumpul di ruang serbaguna ACC Dayan Daood untuk mengikuti prosesi acara yang dimulai pada pukul 08:30 WIB. Hadir juga beberapa perwakilan mitra Unmuha, perwakilan pemerintah Aceh, Walikota Banda Aceh, Pangdam Iskandar Muda, Kapolda Aceh, DPRA, Kejaksaan Tinggi Aceh, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Aceh, Koordinator Kopertis Wilayah XIII, Koordinator Kopertis Wilayah V dan beberapa pejabat instansi lainnya.

Dalam kata sambutannya Rektor Unmuha, Drs.H. Muharrir Asy’ari, Lc.,M.Ag. menyampaikan pesan kepada para lulusan agar tetap mengingat almamater dan berbakti kepada masyarakat.

Hingga saat ini status kedudukan UNMUHA dalam kanca Pendidikan berdasarkan Survey oleh Lembaga Four Internasional Colleges University (4ICU) pada tanggal 17 Oktober 2014 Unmuha menempati posisi 116 dari 395 seluruh perguruan tinggi negeri dan swasta, dan berada peringkat 3 di Aceh setelah Universitas Syiah Kuala dan Universitas Malikulsaleh atau peringkat pertama Perguruan Tinggi Swasta di Aceh.

Ia juga menambahkan, Unmuha kini sedang dalam proses pembangunan dan perkembangan, salah satunya pengurusan pembukaan prodi IT dibawah pembinaan Fakultas Teknik dan yang telah terlaksana yaitu program pascasarjana FKM beberapa pekan lalu juga resmi dibuka.

“Pembangunan infrastrukur seperti gedung Fakultas Ekonomi, pembangunan gedung lantai 3 Fakultas Teknik yang merupakan bantuan pemerintah melalui Dinas Kimpraswil Aceh yang beberapa pondasi telah berdiri, pembangunan Balai Pertemuan yang akan digagas tahun ini, dan gedung perkuliahan bantuan Pemerintah NewZealand yang telah difungsikan pada tahun akademik 2014/2015,dan perencanaan pembangunan RUSUNAWA yang baru mendapat persetujuan Menteri Perumahan RI,” jelas Rektor.

Acara diakhiri dengan pengukuhan para wisuda oleh Rektor dan seluruh Dekan Fakultas atau anggota Senat Universitas Muhammadiyah Aceh. (publikasi Humas Unmuha)

Sumber : www.unmuha.ac.id

Ketua Forum Kesehatan Kerja Eropa Berikan Kuliah Umum di Unimus

Gaya hidup instan itu tercermin dari pola makan seadanya. Rendah serat berlebih kalori. Hasilnya yang paling sering dijumpai adalah obesitas atau kelebihan bobot badan, tutur pakar kesehatan Groningen Dr Gert Kooster di Universitas  Muhamadiyah Semarang (Unimus), Rabu (15/10). Dua pakar kesehatan dari Groningen yakni Gert dan Lailana Purvis, datang ke Indonesia bagian dari kerja sama internasional di antara dua institusi. Mereka memberikan kuliah umum di hadapan seratusan mahasiswa Rabu (15/10). Hadir Rektor Unimus Prof Dr Djamluddin Darwis.

Menurut Gert kesadaran akan bahaya gaya hidup mulai tumbuh di Eropa. Warga di benua empat musim itu tak ingin terlilit penyakit lantaran pola makan asal. Mereka bahkan memberi label makanan sampah (junk food) untuk beberapa produk masakan cepat saji. Masakan yang diolah dengan penyajian cepat ditengarai berisiko memicu penyakit jantung, stroke, diabetes, hingga hipertensi. Mereka memberi label sampah karena masakan semacam itu rendah serat, penuh asupan gula, dan tinggi kalori. Keseringan mengkonsumsinya dampak yang paling dirasakan adalah obesitas. Berawal dari kegemukan banyak penyakit mengintai Negara Berkembang

B_unimusIMG_8800
Lailana Purvis menambahkan, persoalan gaya hidup menjangkiti negara-negara berkembang seperti Indonesia. Manusia dari negara berkembang umumnya tak menyadari betul pengaruh pola hidup untuk kesehatan. Tahu-tahu, orang mulai merasakan gejala penyakit dipicu model hidup sekenanya. Selain butuh sesekali konsultasi kepada pakar kesehatan, masyarakat harus berhenti mengendalikan pola hidup tak sehat. Aktivitas berolahraga misalnya bisa membantu mengurangi ancaman terbelit penyakit. Banyak pilihan menyehatkan tubuh dengan cara ini. Dia pun menyarankan kembali pada metode kearifan lokal yang menjadi kasanah budaya negara-negara di benua Asia. Kalau di Tiongkok ada senam sehat ala Taichi di Indonesia pun ada. Saya pernah mendengar kesenian bela diri pencak silat yang sangat menyehatkan tubuh,” tutur Lailana. (H41-87)

Sumber : www.unimus.ac.id

Edubiodiversity: Herpetofauna untuk Pendidikan

Program Studi Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Ahmad Dahlan (FKIP UAD) mengadakan kuliah umum dengan topik “Edubiodiversity: Herpetofauna untuk Pendidikan”. Acara ini berlangsung pada Sabtu (11/10)  di auditorium kampus II Jl. Pramuka 42 Sidikan, Umbulharjo, Yogyakarta.

Hadir sebagai pembicara dalam acara ini Donan Satria, M.Sc., Rury Epilurrahman, dan beberapa mahasiswa yang tergabung dalam Kelompok Studi Herpetologi (KSH) Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM). Objek penelitian kelompok studi adalah hewan-hewan reptil. Salah satunya ular, yang menjadi tema besar dalam acara kuliah umum tersebut.

Para pemateri menyampaikan hal-hal mengenai ular. Mulai dari pengertian, macam-macam, manfaat, hingga cara-cara menangani ular yang berbisa. Di akhir sesi, dipraktikkan cara pertolongan pertama apabila terkena gigitan ular, juga cara-cara menangkap ular yang baik dan benar.

“Alasan kuliah umum kali ini membahas tentang ular adalah, yang pertama, kita melihat ular itu sering dibunuh dan diburu untuk dikonsumsi, bahkan untuk dijual. Jika hal ini terus dibiarkan, spesies ini terancam punah. Kedua, tujuan diadakannya kuliah umum ini adalah untuk memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa ular bukan makhluk yang menakutkan. Ular mempunyai sisi positif. Ular bukan semata-mata untuk dibunuh, melainkan perlu dijaga kelestariannya agar ekosistem alam menjadi seimbang,” ujar M. Joko Susilo, M.Pd. selaku Ketua Program Studi Pendidikan Biologi.

“Kuliah umum ini merupakan bentuk kontribusi kami di tengah-tengah masyarakat, bukan kami langsung turun langsung ke masyarakat. Namun, nanti kami harapkan dari generasi muda bangsa yang hari ini ikut kuliah umum dapat memberi pemahaman tentang ular kepada masyarakat,” lanjutnya.

Di sela-sela acara, Irfan Yunianto, M.Sc. selaku ketua panitia acara yang dihadiri mahasiswa Program Studi Biologi dari semester 1, 3, maupun semester 5 ini menuturkan, “Harapan setelah diadakannya acara tersebut adalah mengenalkan keanekaragaman hayati serta meningkatkan rasa cinta kita terhadap lingkungan dan alam. (CH)

Sumber : www.uad.ac.id

Mahasiswa Teknik UMY Ciptakan Desain Alat Bantu Gerak Dari Exoskeleton

Umumnya, orang yang mengalami gangguan gerak yang disebabkan kelainan atau struktur tulang yang bersifat bawaan, karena sakit atau akibat kecelakaan (tunadaksa), masih banyak yang menggunakan kursi roda atau kruk untuk membantunya berjalan. Cara kerja alat-alat tersebut pun masih banyak yang manual, dengan kata lain penggunanya masih harus mengeluarkan banyak tenaga untuk menggerakkannya. Berbeda halnya jika alat bantu gerak tersebut bisa digerakkan secara otomatis menggunakan tenaga motor yang berpenghantar listrik.

Berdasarkan hal itulah, tiga mahasiswa Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) angkatan 2012 membuat terobosan terbaru dengan mendesain alat bantu gerak bagi penderita tunadaksa. Alat bantu gerak yang didesain oleh mereka terinspirasi dari Exoskeleton, yang tidak lain merupakan alat yang biasa digunakan oleh militer. Akan tetapi, Satriawan Dini Hariyanto, Panji Prihandoko, dan Romario Aldrian Wicaksono menyulap alat tersebut menjadi alat bantu kesehatan.

Satriawan saat ditemui di Biro Humas UMY pada Rabu (22/10) mengatakan, alat bantu gerak yang mereka desain itu bernama MYX-0 (Muhammadiyah Yogyakarta Exoskeleton). Alat tersebut berbentuk kerangka luar tubuh manusia yang berpenggerak motor. “Exoskeleton itu sebenarnya alat untuk militer, tapi kami desain agar bisa digunakan untuk kesehatan. Bentuknya kerangka luar tubuh yang berpenggerak motor. Tapi kerangka yang kami buat khusus untuk kaki,” ungkapnya.

Kerangka luar tubuh tersebut, menurut Satriawan juga didesain dari mulai paha sampai betis. Dengan begitu, MYX-0 tersebut akan bisa menggantikan peran kursi roda dan krok. “Sebenarnya, kami mendesain alat ini karena sebelumnya juga sudah melakukan penelitian pada anak-anak difabel di SLB Difabel Bantul dan Komunitas Difabel di Yogyakarta. Dari mereka kami tahu kelemahan kursi roda dan kruk itu. Kemudian kami mencoba mendesain MYX-0 ini,” jelas Satriawan lagi.

Desain MYX-0 ini juga menjadi juara kelima pada even nasional Lomba Rancang Bangun Mesin IV 2014 dengan tema “Alat Bantu Kesehatan Bagi Penderita Cacat Fisik atau Difabel” yang diselenggarakan di Universitas Indonesia pada 15-16 Oktober 2014 yang lalu. Desain MYX-0 ini, masih menurut Satriawan, memiliki kelebihan dibanding kursi roda dan kruk, serta Exoskeleton itu sendiri.
“Kalau selama ini Exoskeleton itu sendiri memang bekerja secara otomatis. Tapi untuk desain Exoskeleton dalam MYX-0 ini kami buat agar dia bisa bekerja sesuai dengan keinginan penggunanya. Jadi pengguna punya akses penuh pada alat ini. Alat ini bisa digerakkan sesuai dengan kemauan dan kebutuhan penggunanya. Selain itu, penggunanya juga tidak mengeluarkan banyak energi untuk menggunakannya, karena kami juga mendesain controllernya,” imbuhnya.

Di sisi lain, Panji Prihandoko mengatakan, alat MYX-0 ini masih pada tahapan desain, belum dibuat dalam bentuk alat asli. Akan tetapi menurutnya, alat ini tetap punya potensi untuk dibuat bahkan diproduksi. Panji mengaku, ia dan teman satu tim serta dosen pembimbingnya akan mengajukan desain MYX-0 ini pada pihak universitas dan UCP (perusahaan pembuat alat-alat kesehatan) cabang Yogyakarta. “Kami sudah punya rencana untuk menawarkan desain ini ke universitas dan UCP yang ada di Jogja. UCP itu biasanya mereka membuat alat-alat kesehatan seperti kursi roda yang diberikan gratis ke SLB. Dan rencananya, kami juga akan menawarkan pada mereka, mudah-mudahan mereka bisa membantu dan membuatkannya,” urai Panji.

Selain itu, menurut Panji, karena desain MYX-0 tersebut sudah menjurai perlombaan yang diselenggarakan di UI, desain mereka pun kemudian diajukan untuk bisa mengikuti kompetisi serupa di tingkat ASEAN. “Kami masuk dalam 10 tim yang diajukan untuk ikut berkompetisi di tingkat ASEAN. Dan pengumuman untuk tim yang lolos tanggal 11 November nanti. Mudah-mudahan kami juga bisa lolos untuk kompetisi itu,” pungkasnya.

Sumber : www.umy.ac.id

UNSWAGATI Ingin Belajar Banyak Dari UMY

Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) pada Jumat (17/10) bertempat di Ruang Sidang Lantai 5 Gedung AR Fachruddin A Kampus Terpadu Universitas Muhammadiyah Yogyakarta menerima kunjungan dari segenap jajaran pimpinan Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon yang dipimpin langsung oleh Rektor Unswagati, Prof. Dr. Rochanda Wiradinata, MP. Adapun tujuan kunjungan kedua ini ialah dalam rangka studi banding seputar pengelolaan universitas.

Dalam lawatan tersebut Rektor Unswagati, Prof. Dr. Rochanda Wiradinata, MP mengatakan, kedatangannya beserta puluhan pejabat untuk belajar banyak kepada UMY yang telah memiliki pengalaman panjang dalam mengelola universitas. Hal tersebut terbukti dari berbagai prestasi yang ditorehkan UMY di kancah nasional maupun internasional.

Rochanda yang membawa serta seluruh pejabat strukturalnya itu mengaku akreditasi A yang telah diraih UMY telah cukup menjadi bukti kualitas yang dimiliki UMY dalam dunia pendidikan tinggi tidak perlu diragukan lagi. Hal ini menjadi alasan bagi para rombongan dari Unswagati perlu bertukar pikiran dengan pihak UMY, ia pun berharap dengan adanya studi banding tersebut dapat meningkatkan kualitas kampusnya. “Ini adalah kunjungan Unswagati terhadap UMY yang terhormat dan bermartabat karena merupakan salah satu universitas yang memiliki kualitas di bidang pendidikan di tingkat nasional dengan akreditasi A,” kata Prof, Rochanda dalam sambutannya.

Ia mengatakan kunjungan kali ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan yang telah dilakukan pihaknya sebelumnya. Usai kunjungan pertama dari UMY pada tahun 2013 lalu maka kali ini di Uniswagati berbagi prestasi bahwa kini telah memiliki mahasiswa dari berbagai penjuru tanah air, dari Sabang sampai Merauke. Namun demikian ia juga ingin menghadirkan mahasiswa mancanegara untuk menempuh pendidikan di Unswagati sehingga ia merasa tepat jika bertukar pikiran dengan UMY yang telah memiliki mahasiswa dari berbagai negara.

Sementara itu Rektor UMY, Prof. Dr. Bambang Cipto, MA menyambut baik lawatan dari Unswagati. Prof, Bambang mengatakan pihaknya siap berbagi pengalaman dan pengetahuan yang dimiliki UMY demi kemajuan bersama. UMY, kata Prof Bambang, merasa terhormat dapat berbagai pengalaman dan bertukar pikiran dengan Unswagati demi kemajuan dunia pendidikan tinggi di Indonesia.

“UMY siap berbagi pengalaman dengan Unswagati, di sini juga telah hadir pimpinan lembaga universitas dan fakultas, kami persilahkan untuk bertukar pikiran seluas mungkin,” katanya saat menjamu pihak Unswagati.​

Sumber : www.umy.ac.id

UNIMUS- CALGARY UNIVERSITY JALIN KERJASAMA

Universitas Muhamadiyah Semarang (Unimus) memperkuat kerja sama internasional dengan menggandeng Calgary University of Qatar Rabu (8/10). Kolaborasi tersebut terutama berkenaan penguatan kurikulum, diskusi akademik, mengolah pemikiran terbuka, hingga kuliah umum di dua kampus.

Rektor Prof Dr Djamaludin Darwis dan Dean of The Faculty of Nursing Calgary University Qatar, Kim Chritcley Phd,kemarin,  menandatangani nota kesepahaman sehubungan kemitraan itu.

Hadir Wakil Rektor I Nurrahman, Wakil Rektor II Sri Rejeki, Wakil Rektor III Djoko Setyo Hartono, Dekan Fikkes Edy Soesanto, serta Dekan FK Siti Moetmainah.

‘’Kerja sama ini sekaligus memperkuat mutu kelembagaan. Dukungan satu sama lain akan sangat mempengaruhi kualitas perkuliahan di dua institusi,’’tutur Djamaluddin. Dia mengakui pola perkuliahan di Qatar sudah sangat maju. Itu juga dikarenakan dukungan sarana prasarana yang dimiliki kampus di negara produsen minyak itu.

kunjungan calgaryTak salah Unimus mencoba menyerap keunggulan dari mitranya tersebut. Qatar sekaligus dikenal sebagai salah satu negara maju di dunia. Kemajuan itu mendorong modernisasi menyeluruh termasuk di dunia kedokteran dan keperawatan. Banyak yang akan didapat berkenaan transfer teknologi dan keilmuan dari bermitra dengan Calgary University.

Kerja sama kedepan juga akan diikuti program kunjungan guru besar dan para pakar. Mereka yang ahli dalam keilmuan masing-masing dengan mudah bisa berkunjung ke Indonesia memberikan perkuliahan. Demikian pula sebaliknya, pihak Unimus pun dapat memberikan transfer keimuan dengan berkunjung ke Qatar.

Wakil Rektor Sri Rejeki mengakui kerja sama ini juga menandakan hubungan baik antara dua negara yang mayoritas penduduknya muslim. Indonesia dan Qatar jauh hari bahkan dikenal memiliki kerja sama diplomatik yang sangat erat. Hubungan itu kian diperkukuh dengan aktivitas akademik Unimus dan Calgary University.

Setelah dilakukan penandatangan MoU, Kim Chritcly juga memberikan kuliah pakar untuk mahasiswa Keperawatan Unimus dengan topik “ How to Apply Evidence-Based Nursing Research in family and Community Nursing, serta menjadi narasumber pada workshop bidang Keperawatan dengan topik “How to Develop Curriculum for Diploma and Bachelor Nursing Education bagi para dosen Keperawatan Unimus pada hari kedua (9/10) kunjungannya di Universitas Muhammadiyah Semarang.

Sumber : www.unimus.ac.id

Peran Perguruan Tinggi Dalam Pemberdayaan Perempuan di Ranah Publik

Oleh : Surahma Asti Mulasari (Anggota Majelis Dikti & KLH Dosen FKM UAD Yogyakarta)

Perempuan memiliki banyak peran dalam kehidupan ini, baik dalam lingkungan keluarga, lingkungan masyarakat, dan lingkungan kerja, khusus bagi mereka yang bekerja. Dalam keluarga, perempuan memiliki peran sebagai ibu dan isteri. Di sini, perempuan memiliki peran dalam mendidik generasi dan mendukung peran suami. Di ranah publik perempuan juga menempati posisi strategis yang sesuai dengan potensi dan kemampuannya. Perempuan dapat mengambil peran dalam organisasi kemasyarakatan dan institusi kelembagaan. Sifat-sifat dasar perempuan seperti keibuan, lembut, teliti, tekun dan lainnya dinilai dapat berperan baik di ranah publik. Harapan yang tinggi terhadap berjalannya peran perempuan dalam keluarga dan ranah publik secara baik dan seimbang membutuhkan pembelajaran dan motivasi yang benar. Keterlibatan lembaga pendidikan mulai dari jenjang sekolah dasar sampai perguruan tinggi diharapkan dapat optimal, karena di lingkungan pendidikan formallah sebagian besar waktu dihabiskan.

Banyak hal yang dapat dilakukan oleh lembaga Perguruan Tinggi untuk membekali peserta didik agar dapat memberikan peran di lingkungannya secara lebih besar. Pembelajaran yang dapat dilakukan oleh perguruan tinggi untuk meningkatkan pemberdayaan perempuan du keluarga dan ranah publik antara lain :

Pertama, memberikan bekal keilmuan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Pendidikan tinggi menjadi kawah candradimuka dalam menyiapkan peserta didik mendalami berbagai ilmu pengetahuan. Keilmuan akan memberikan rasa percaya diri pada seseorang ketika dia terjun di ranah publik.

Kedua, memberikan muatan leadership atau kepemimpinan. Melalui proses ini, perempuan akan memiliki keterampilan untuk memimpin. Materi leadership meliputi keterampilan berkomunikasi, mengkoordinasi, bekerja tim, kreativitas, dan kemauan untuk berubah dan beradaptasi.

Ketiga, memberikan pengalaman terlibat langsung di dalam pembangunan kehidupan bermasyarakat. Proses ini bisa diberikan melalui Kuliah Kerja Nyata, Praktik Belajar Lapangan, Praktik Kerja Lapangan, ataupun program lain. Proses ini akan mengajarkan pada perempuan tentang konsep peran mereka di ranah publik terutama di masyarakat sosial.

Keempat, memberikan keterampilan manajerial, seperti manajemen waktu dan manajemen diri. Kemampuan ini diperlukan karena perempuan memiliki peran-peran di ranah publik dan domestik. Dengan manajemen waktu dan diri, perempuan bisa memerankan perannya dengan seimbang.

Kelima, memperkuat nilai-nilai agama dan moral. Perguruan tinggi mengemban tanggung jawab yang besar dalam menyiapkan generasi penerus bangsa. Ilmu pengetahuan dan keterampilan jelas belum cukup jika tidak diimbangi dengan nilai-nilai agama dan moral. Keduanya akan menjadi benteng dalam mengarungi kehidupan dan melanjutkan estafet pembangunan dan kepemimpinan.

Disarikan dari Majalah Suara ‘Aisyiyah Edisi 4 Th. Ke-91 April 2014

Universitas Muhammadiyah Purwokerto Mantapkan Konsolidasi Kemahasiswaan

Untuk menguatkan soliditas bidang kemahasiswaan dan alumni, Universitas Muhammadiyah Purwokerto menjadi tuan rumah dalam pertemuan paguyuban bidang kemahasiswaan rayon 3, selasa (7/10) di ruang siding kantor pusat UMP. Acara ini dihadiri oleh pimpinan bidang kemahasiswaan perguruan tinggi se Jawa tengah. Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UMP, Anjar Nugroho, Sag, MSI mengatakan pertemuan ini adalah kegiatan rutin tiap triwulan yang bertujuan menjalin silaturahmi pimpinan bidang kemahasiswaan Peguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS).

Agenda dalam pertemuan kali ini adalah koordinasi program pengembangan kemahasiswaan, “Forum konsolidasi dalam upaya mengantisipasi terhadap persoalan-persoalan kemahasiswaan yang terjadi di perguruan tinggi masing-masing,” kata Anjar. Mengenai sasarannya, Anjar memastikan kedepannya akan terjalin koordinasi yang semakin baik, mulai dari gerak pengembangan bidang kemahasiswaan, kerjasama kemahasiswaan antar perguruan tinggi dan soliditas pimpinan.

Anjar memang paling konsisten untuk memajukan kemahasiswaan dan alumni UMP, tidak sedikit berbagai program yang dicanangkannya berhasil terlaksana dengan baik. Salah satunya adalah paguyuban ini, Anjar yang juga sebagai Ketua Paguyuban Rayon 3 menuturkan ada banyak manfaat yang didapatkan UMP melalui paguyuban ini, “Kita menambah jaringan, relasi kerja, membuat dampak kemajuan, memiliki sudut pandang variatif terhadap persoalan yang ada dan ajang tukar pikiran agar langkah kita di perguruan tinggi masing-masing semakin baik,“ katanya.

Anjar berharap UMP dapat semakin lebih kompak dalam menyemarakkan kegiatan kemahasiswaan yang sudah rutin dilaksanakan seperti pekan seni dan olahraga mahasiswa. “Beberapa program yang diberikan oleh DIKTI berhasil kita emban dengan baik. Apabila dilaksanakan secara bersama akan lebih baik bahkan mampu menghasilkan jumlah peserta yang lebih dari target. Begitu pula dengan prestasi mahasiswanya,” harapnya. (Pra)

sumber : www.ump.ac.id