Majelis Diktilitbang PPM Resmi Launching Buku Panduan Rubrik AMI PTMA

Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah (PTMA) diharapkan memiliki kualitas lulusan dengan karakteristik unik dan spesifik serta masuk pada elaborasi sistem penjaminan mutu PTMA. Merespon perkembangan dan dinamika perguruan tinggi, Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah launching Buku Panduan Rubrik AMI PTMA. Kegiatan yang diadakan di Auditorium Universitas Muh Magelang (UNIMMA) tersebut juga menjadi penghargaan bagi dua tim penyusun yang berpulang ke Rahmatullah yaitu Dr Suliswiyadi, M.Ag dan Munawwar Khalil, M.Ag.

Adanya buku ini akan menjadi pelengkap dari seluruh siklus manajemen mutu PTMA papar Rektor UNIMMA, Dr Lilik Andriyani, MSi. Prof Edy Suandi Hamid, Waket Majelis Diktilitbang PPM menambahkan buku ini menjadi luar biasa dan berbeda dengan buku milik Majelis Diktilitbang yang lain karena dalam proses penyusunannya dua orang dari tim penyusun yaitu Dr. Suliswiyadi, M.Ag, dan Munawwar Khalil, M.Ag meninggal dunia.

Kedua almarhum memberikan kontribusi paling besar dalam mengisi konten buku dan intens dalam mengisi dokumen yang mendukung. Jejak jasa kedua almarhum terekam dengan baik. Baik itu melalui jejak digital maupun karya yang beliau lahirkan seperti buku panduan Rubrik AMI. “Tentu sumbangan dari kedua almarhum sangat luar biasa untuk majelis diktilitbang dan PTMA, semoga menjadi amal sholeh untuk keduanya,” papar Prof Chairil Anwar, Waket Majelis Diktilitbang. Pemanfaatan buku ini nantinya dapat digunakan untuk melakukan audit dalam rangka memenuhi beberapa kebijakan di PTMA. [] UNIMMA/ Diktilitbang

UMMI Bekerja Sama dengan PP Muhammadiyah Bahas Islam Moderasi

UMMI Bekerja Sama dengan PP Muhammadiyah Bahas Islam Moderasi

Universitas Muhammadiyah Sukabumi (Ummi) menyelenggarakan Seminar Nasional “Moderasi Islam Berkemajuan dalam Bingkai Indonesia” bekerja sama dengan Pimpinan Pusat Muhammadiyah pada Rabu (15/12) lalu. Wakil Ketua PWM Jawa Barat, Ketua PDM Sukabumi, Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Kabupaten Cianjur beserta jajaran hadir dalam kegiatan ini. Tidak ketinggalan, sivitas akademika Ummi pun turut hadir.

Rektor Ummi, Dr Sakti Alamsyah MPd, berharap dalam sambutannya agar seminar ini mampu menghasilkan rumusan-rumusan masalah. Sekaligus, penyelesaian atas persoalan-persoalan tersebut. “Sebab, permasalahan di tengah masyarakat hendaknya menjadi keresahan kita bersama,” tegasnya.

Sebanyak tiga narasumber mengisi Semnas. Di antaranya, pertama, Risal Fadillah SH, Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Jawa Barat. Kedua, Dr Dadang Syarifudin MA, Ketua Pimpinan Wilayah Jawa Barat. Ketiga, Yana Fajar Basori MSi, dosen Fakultas Ilmu Administrasi dan Humaniora Ummi. Dr R Deni Danial MM, dosen Fakultas Ilmu Administrasi dan Humaniora Ummi.

“Di sini kita akan membicarakan suatu yang sangat strategis. Sebenarnya bagi Muhammadiyah, isu yang bukanlah isu yang baru, sebab pada dasarnya kita tidak mengikuti Barat dan kita tidak mengikuti Timur. Kita mengkuti Nabi Muhammad Saw,” ujar dalam pidato pembukanya Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Dr Dadang Kahmad.

Dilansir oleh situs resmi Ummi, Risal Fadhillah mengatakan bahwa Islam moderasi adalah Islam yang lazim, pemahaman mudah, nyaman, menenangkan, maslahat, dan universal. “Memahami moderasi berarti sekuler. Agama yang bisa kita lakukan pemilahan antara urusan agama dan nonagama,” ujarnya.

Yordan Gunawan Kembali jadi Ketua ASKUI PTMA

Yordan Gunawan Kembali jadi Ketua ASKUI PTMA

KETUA KUI UMY Yordan Gunawan kembali terpilih sebagai Ketua Asosiasi Kantor Urusan Internasional (ASKUI) PTMA periode 2021-2023. Dalam sidang pleno pertemuan tahunan sekaligus Munas ASKUI yang dipimpin Waka Majelis Diktilitbang PPM Prof Edy Suandi Hamid Senin malam (20/12) di Hotel Santika Premiere Surabaya,  Yordan terpilih secara aklamasi.

Usai terpilih Yordan menyatakan akan menjalankan amanah sebaik-baiknya. “Hanya saja saya berharap mendapat dukungan dari para ketua KUI dan saling bekerja sama dengan sebaiknya,” tutur Yordan.

Mengomentari terpilihnya Yordan Gunawan, Prof Edy menyatakan sebagai sesuatu yang wajar.  “Ia sudah menunjukkan kinerja yang baik. Tetap bisa melakukan berbagai kerja sama di tengah pandemi,” ucap Prof Edy, usai acara pemilihan yang juga disaksikan Prof Lincolin Arsyad dan Rektor UM Surabaya Dr Sukadiono. [] RED/ Diktilitbang

ASKUI Harus Dorong PTMA jadi Center of Excellence

ASKUI Harus Dorong PTMA jadi Center of Excellence

Selama dua hari (20-21/12) 72 pengurus Kantor Urusan Internasional (KUI) PTMA mengadakan Pertemuan Tahunan ASKUI (Asosiasi KUI) di Surabaya. Ini pertemuan luring pertama sejak Pandemi Covid-19 melanda Indonesia. Dalam acara yang dibuka Wakil Ketua Majelis Diktilitbang PTM  yang membawahi ASKUI Prof Edy Suandi Hamid, diikuti 72 utusan PTMA dari 62 PTMA. “Saya berharap periode yang akan datang ASKUI harus inovatif dan kreatif ini karena sekarang dunia pendidikan tinggi semakin dinamis,” ujar Prof Edy Suandi Hamid. 

Dalam arahannya Ketua Majelis Diktilitbang PTM Prof Lincolin Arsyad, berharap tahun 2022 sudah ada kunjungan konkret ke luar negeri, untuk menindak lanjuti kerja sama yang sudah ada serta membuat MOU Baru. “Namun MOU yang konkret, yang ada tindak lanjutnya. Jangan sekedar tandatangan MOU saja. Bagaimana MOU itu bisa mendorong PTMA menjadi center excellence,” ujar Prof Lincolin.

Rektor UM Surabaya Dr Sukadiono, dalam sambutannya selaku tuan rumah menekankan pentingnya keberadaan ASKUI untuk memperkuat PTMA. Oleh karena itu, UM Surabaya selalu mensupport acara ASKUI. “Sebelum Pandemi UM Surabaya juga menjadi tuan rumah saat Munas dan pemilihan Ketua ASKUI yang lalu,” ujar Rektor UM Surabaya. Dalam sambutannya Ketua Majelis Diktilitbang PTMA Prof Lincolin Arsyad, berharap tahun 2022 sudah ada kunjungan konkret ke luar negeri, untuk menindak lanjuti kerja sama yang sudah ada serta membuat MOU Baru. 

“Namun MOU yang konkret, yang ada tindak lanjutnya. Jangan sekedar tandatangan MOU saja. Bagaimana MOU-MOU itu bisa mendorong PTMA menjadi center excellence,” ujar Prof Lincolin. Sementara Ketua KUI Yordan Gunawan mengatakan, sebanyak 72 peserta dan 62 PTMA dari Sabang hingga Papua ikut hadir dalam acara ini. “Kita mengangkat tema ‘international national collaboration Model for PTMA’, agar cakupan program lebih luas, dan mendukung juga program Merdeka Belajar Kampus Merdeka,” ujar Yordan. []  RED/Diktilitbang

STIK Muh Pontianak adakan BICOMHET 2021

STIK Muh Pontianak adakan BICOMHET 2021

Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Muhammadiyah Pontianak (STIK Muh Pontianak) selenggarakan The 1st Borneo International Conference Management Health Education And Technology (BICOMHET) 2021. Kegiatan yang bertemakan “Challenges and Opportunities in the Era of Society 5.0” ini dilaksanakan secara daring dan dihadiri sebanyak 238 peserta (18/12).

Ketua kegiatan 1st BICOMHET 2021 Ns. Tutur Kardiatun, M.Kep., mengatakan tujuan dari kegiatan ini yaitu meningkatkan pengetahuan terkait Issu terkini diberbagai bidang. “Selain itu untuk meningkatkan pengetahuan berbagai Inovasi Teknologi serta berbagi Informasi ilmiah Keperawatan antar negara terutama negara Jepang, Malaysia, India dan Indonesia,” tambahnya. Ketua STIK Muhammadiyah Pontianak Ns. Haryanto, MSN, Ph.D., mengharapkan 1st BICOMHET 2021 ini sebagai forum yang efektif bagi Akademisi, Peneliti, dan Praktisi untuk bertukar pikiran dan berpartisipasi untuk memajukan pengetahuan, penelitian, dan teknologi. “Konferensi ini mencakup berbagai topik menarik yang terkait dengan semua aspek teoritis dan praktis, tidak hanya terbatas pada manajemen, kesehatan, keperawatan, kebidanan, psikologi, pendidikan, studi agama, sosiologi, teknik, teknologi dan farmasi,” tambahnya.

Adapun pembicara dalam Kegiatan 1st BICOMHET 2021 ini yaitu Ns. Imran, MHS, Ph.D., dari STIK Muhammadiyah Pontianak, Ns. Fitri Arofiati, MAN, Ph.D., mewakili Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Dr. Muhammad Hadi, M.Kep. dari Universitas Muhammadiyah Jakarta. Prof. Dr. Makoto Oe, dari Kanazawa University Jepang, Prof. Dr. Mah Boon dari Uneversiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia serta Prof. Dr. Inderbir Singh dari Chitkara University India. Kegiatan ini juga diisi dengan kompetisi Video, Poster Edukasi dan Oral Presentasi hasil penelitian yang berasal dari Indonesia dan Malaysia. Prosiding kegiatan ini juga terindek Scopus/ WoS. [] STIK Muh Pontianak/ Diktilitbang

Kuliah Pakar Hematologi Berdayakan Mahasiswa Kesehatan Unimus

Kuliah Pakar Hematologi Berdayakan Mahasiswa Kesehatan Unimus

Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) menggelar kuliah pakar pada Ahad (19/12) lalu. Kuliah ini bertajuk “Gambaran Hematologi dalam Membantu Diagnosis” yang menghadirkan Tonang Dwi Ardyanto dr SpPK PhD sebagai narasumber. Ia merupakan dosen dari Universitas Sebelas Maret. Andri Sukeksih SKM Msi menjadi moderator dalam kegiatan ini. Peserta yang wajib menghadiri kegiatan ini ialah mahasiswa semester 5 yang akan mengikuti kegiatan magang di Laboratorium Rumah Sakit mulai Januari 2022 mendatang. Sebanyak hampir 100 peserta memenuhi ruang Zoom dan menghadiri kuliah secara daring.

Pemeriksaan hematologi sebagai studi kesehatan yang mempelajari mengenai darah dan gangguannya memiliki beragam manfaat. Di antaranya, mulai dari penilaian terhadap kondisi kesehatan secara umum, menelisik tanda-tanda infeksi, dan membantu dokter mendiagnosis penyakit. Oleh karena itu, tujuan dari adanya kuliah ini adalah untuk mendukung peningkatan kompetensi di bidang hematologi. Hal ini menjadi bentuk suplemen bagi Program Studi D-III Analis Kesehatan, Fakultas Ilmu Keperawatan dan Kesehatan.

Dilansir oleh situs resmi Unimus, pemeriksaan hematologi juga berguna untuk prosedur donor dan transfusi darah. Hal tersebut menjadikan urgensi adanya tenaga atau ahli laboratorium medis yang memiliki kompetensi mengenai pemeriksaan hematologi. Kuliah hematologi ini menjadi kuliah pakar keenam yang terselenggara. Sebelumnya, kuliah pakar D-III Analis Kesehatan di antaranya sitohistoteknologi, parasitologi, kimia klinik, mikrobiologi, dan toksikologi.

Rencana ke depannya, kuliah ini tidak berhenti dalam kuliah mengenai hematologi saja. Selanjutnya, kuliah pakar selanjutnya membahas tentang imun dan tubex.

IMM STIT Muh Bojonegoro Adakan Follow Up DAD

IMM STIT Muh Bojonegoro Adakan Follow Up DAD

Pimpinan komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Ahmad Dahlan STIT Muh Bojonegoro menyelenggarakan kegiatan Follow UP (Tindak Lanjut) Darul Arqam Dasar (DAD) tahun 2021, yang bertempat di Ds.Katur Kec. Gayam, pada Sabtu-Ahad, (18-19/12). Bertemakan “Menumbuhkan jiwa kepemimpinan mahasiswa yang bertanggung jawab serta berpegang teguh pada Tri Kompetisi Dasar” kegiatan ini turut didukung PDM Bojonegoro, LAZISMU Bojonegoro, PDA Bojonegoro, Ketua STIT Muhammadiyah Bojonegoro, Forum Komunikasi Alumni (Fokal) IMM Bojonegoro, dan beberapa pihak lain.

Diharapkan IMM dapat bergerak serta memberikan kontribusi tidak hanya untuk kader-kadernya, namun juga untuk masyarakat secara luas meskipun dimasa pandemi Covid 19. Gerakan IMM didasarkan pada tiga aspek yang sering disebut dengan Tri Kompetensi Dasar yang meliputi tiga aspek yaitu Religiusitas (Kecerdasar beragama Islam), intelektualitas (kecerdasan Intelektual / nalar berfikir), dan Humanitas (Pengabdian Kepada Masyarakat).

Selain itu turut diadakan lomba Tahfidzul Quran untuk santri TPA, Talk show tentang Kepemimpinan Generasi Muda, Diskusi Problematika Organisasi Kemahasiswaan IMM dan Kemasyarakatan, pelatihan pembuatan deterjen cair dengan peserta ibu-ibu PKK Desa Katur dan follow up DAD PK IMM Ahmad Dahlan STIT Muhammadiyah Bojonegoro. Puncak kegiatan dengan pentasyarufan Bantuan Sosial berupa sembako sebanyak 70 paket masyarakat yang kurang mampu bekerjasama dengan Pemerintah Desa Katur dan Lazismu Bojonegoro.

Sukono selaku Kepala Desa Katur menyampaikan apresiasi dan terimakasih. “Adik-adik IMM Komisariat Ahmad Dahlan telah memberikan sesuatu yang sangat bermanfaat untuk warga kami, semoga kegiatan-kegiatan serupa akan terus dilaksanakan dan kami selaku Pemdes Katus siap bekerjasama dengan adik-adik IMM,” paparnya. Ketua PCM Gayam, Ust. Amin Ramadhoni juga turut menyampaikan pesan yang dikutip dari QS. An-Nisa’ ayat 122, “Dan orang yang beriman dan mengerjakan amal kebajikan, kelak akan Kami masukkan ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Dan janji Allah itu benar. Siapakah yang lebih benar perkataannya daripada Allah?”

Disisi lain ketua Komisariat IMM Ahmad Dahlan Miftakhur Rizki Ramadlan menyampaikan bahwa Untuk menjadi kader Militan itu butuh proses yang panjang, kesabaran, ketekunan menempa diri, dan hilangkan keraguan, selanjutnya dikutip dari pernyataan Jenderal Soedirman bahwa “Memang berat menjadi kader Muhammadiyah, jika ragu dan bimbang lebih baik pulang saja,” ucapnya.

Diwaktu yang sama Ahmad Rohman selaku panitia pelaksana kegiatan Follow Up DAD menyampaikan harapan besar pada kader IMM. “Semoga melalui IMM kami bisa aktif bergerak untuk membina diri baik dikampus maupun masyarakat, kami adalah kader-kader baru yang masih memerlukan pendampingan dan binaan dari para senior dan Fokal IMM serta berbagai pihak, semoga kami dapat mengamalkan jargon IMM yaitu “Anggun Dalam Moral, Unggul Dalam Intelektual,” Ucapnya. [] STIT Muh Bojonegoro/ Diktilitbang

Rektor UMSU Resmi Jadi Guru Besar

Rektor UMSU Resmi Jadi Guru Besar

Rektor Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Prof. Dr. Agussani, M.AP resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Sosial Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UMSU, di Auditorium Kampus Utama UMSU, (18/12).

H. Edy Rahmayadi, Gubernur Sumatera Utara dalam sambutannya menyebutkan seorang profesor tidak hanya mengejar kuantitas namun juga meningkatkan kualitas. Ia berharap agar wujud pencapaian dari Prof. Agussani dapat berperan untuk mengajukan jumlah Guru Besar di Wilayah Sumatera Utara. “Tentu saya juga berharap agar wilayah Sumut dapat meningkatkan jumlah Guru Besarnya, namun bukan menjadi Guru Besar yang tinggi dari kuantitas namun juga kualitas,” pesannya.

Prof. Dr. Ibnu Fajar, perwakilan dari LLDIKTI wilayah Sumut menyebutkan tugas Profesor itu tidak mudah, namun menjadi Guru Besar perlu meningkatkan mutu pendidikan. “Ada beban yang harus dipikul, terutama Prof Agussani merupakan Rektor di UMSU. Semoga dapat mendorong lahirnya guru besar lain,” paparnya. Ia berharap agar gelar yang diperoleh oleh Prof Agussani bukan hanya untuk diri sendiri dan UMSU namun juga turut mendorong dan memajukan pendidikan tinggi di daerah Sumatera Utara.

Jika dikaitkan dalam dunia akademik, seorang Profesor tidak hanya sekedar seorang intelektual namun juga dapat bertanggung jawab pada ilmu pengetahuan. Prof. Abdul Mukti menegaskan seorang profesor perlu menjadi gawang dan punggawa, serta menjaga marwah dan muru’ah perguruan tinggi. “Dengan menjadi profesor seseorang dapat menjadi promotor,” papar Sekretaris Umum Muhammadiyah tersebut. [] Diktilitbang

Sosialisasi KKN UM Metro Tegaskan Pentingnya Kebermanfaatan

Sosialisasi KKN UM Metro Tegaskan Pentingnya Kebermanfaatan

Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah (UM) Metro menggelar sosialisasi KKN pada Selasa (14/12) lalu. Sosialisasi KKN tersebut merupakan sosialisasi panduan Badan Pengelola Kuliah Kerja Nyata (KKN). Lokasi kegiatan tersebut yakni aula Gedung HI UM Metro. Pimpinan yang turut menghadiri sosialisasi tersebut adalah Rektor UM Metro, Drs H Jazim Ahmad MPd. Hadir pula Wakil Rektor I bidang Akademik, Dr Agus Sujarwanta MPd. Kemudian, Ketua LPPM UM Metro, Dr Achyani MSi, dan Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat LPPM UM Metro, Riswanto MPdSi yang juga sebagai pemateri.

Mula-mula, Drs Jazim Ahmad menjelaskan mengenai kebermanfaatan pelaksanaan KKN UM Metro bagi banyak pihak. Menurutnya, selain untuk memenuhi kurikulum akademik mahasiswa, kegiatan KKN ini juga menjadi ajang bagi fakultas untuk turut menulis keunggulanya. “Misalnya, Fakultas Teknik dengan ilmu tekniknya, FEB dengan ilmu pemasarannya, Fikom dengan kemampuan IT-nya, dan lain-lain. Dengan bergabungnya tiap fakultas, antarfakultas menjadi saling menopang dan mendukung,” jelasnya.

Sosialisasi KKN UM Metro Tegaskan Pentingnya Kebermanfaatan
 Dr Achyani, Ketua LPPM UM Metro.

Selanjutnya, Dr Achyani menjelaskan tujuan KKN sebagai kesempatan bagi mahasiswa untuk meningkatkan kemampuan soft skills. Beberapa hal yang menjadi sorotan adalah, pertama, sikap. “Mahasiswa dapat belajar menunjukkan sikap percaya diri, jujur, tulus, dan berkomunikasi dengan baik,” ujarnya. Kemudian, ia juga mengatakan butir kedua dari kompetensi penting soft skills, yakni empati. “Mahasiswa juga dapat belajar untuk mengetahui apa yang orang lain rasakan,” ujarnya.

Bupati Asahan Dukung STIE dan STIH Muh Asahan jadi Universitas

Bupati Asahan Dukung STIE dan STIH Muh Asahan jadi Universitas

Bupati Asahan M Surya memberikan apresiasi dan  berjanji untuk mendukung pendirian Universitas  Muhammadiyah di Asahan. “Di sini sedang diproses hibah lahan dari perusahaan besar yang ada di sini untuk Pemda. Lahan itu boleh digunakan untuk aktivitas pendidikan. Jika proses administrasi sudah selesai, Pemda bisa memberikan ke Muhammadiyah untuk pendirian universitas,” ujar Bupati Asahan menerima Wakil Ketua Majelis Diktilitbang PPM Prof Edy Suandi Hamid yang didampingi Prof Sjafri Sairin, serta Ketua dan Sekretaris PDM Asahan Drs M Akhyar MA dan Idham, Jumat (17/12) di rumah dinas Bupati Asahan.

Prof Edy menyampaikan, dalam jangka menengah kini sedang dipersiapkan untuk mendirikan universitas di Asahan. “Kita akan menggabungkan STIE dan STIH Muhammadiyah yang ada di kabupaten ini. Tinggal dibutuhkan penambahan dua prodi untuk bisa alih bentuk melalui merger ini,” ujarnya.

Untuk itu, lanjut Prof Edy, dibutuhkan dukungan semua pihak untuk mewujudkan itu, termasuk dari Pemda. “Hal yang harus dipersiapkan adalah SDM dan lahan. Karena saat ini STIH dan STIE Muhammadiyah masih bergabung dengan sekolah-sekolah Muhammadiyah. Lahannya masih jauh dari syarat minimal untuk pendirian universitas,” tutup Prof Edy Suandi Hamid. [] RED/ STIE dan STIH Muh Asahan/ Diktilitbang