Bank Aceh Syariah Terima Kerja Sama dengan Unmuha

Bank Aceh Syariah Terima Kerja Sama dengan Unmuha

Universitas Muhammadiyah Aceh menjalin kerja sama dengan Bank Aceh Syariah pada Rabu (28/12) lalu. Bentuk kerja sama ini tersepakati melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara kedua belah pihak. Lokasi penyepakatan kerja sama bertempat di kampus Unmuha. Kedua pihak yang mewakili adalah Rektor Unmuha, Dr H Aslam Nur MA, dan Plt Direktur Utama Bank Aceh, Bob Rinaldi.

Pimpinan yang turut hadir membersamai Rektor Unmuha adalah Wakil Rektor II, H Almanar SH MH; Wakil Rektor III, Dr Ir H M Zardan Araby MT; Dekan Fakultas Ekonomi, Drs Tarmizi Gadeng SE MSi MM; Dekan Fakultas Agama Islam, Dr Rosnidarwati MA; Wakil Dekan I Fakultas Hukum, Mainita SH MHKes; Kepala Biro Administrasi Umum, Dr H Nuzulman SE MSi; Kepala Biro Administrasi Keuangan, H M Yamin SE MSi; Bendahara, Ella Sulfita SE MSi; Kepala Kantor Urusan Internasional dan Kerja Sama, Dr Febyolla Presilawati SE MM; dan Kepala Bagian Humas, Mimiasri SE MM.

Rektor Unmuha menyampaikan selamat datang kepada Plt Direktur Utama Bank Aceh Syariah. “Selamat datang, Bapak Bob Rinaldi dan rombongan di Unmuha. Terima kasih sudah meluangkan waktu. Semoga ini menjadi awal yang baik antara kedua belah pihak,” ujarnya. Kemudian, Plt Direktur Utama mengatakan bahwa mereka juga bersedia untuk menrima kunjungan dalam rangka kerja sama Unmuha dan Bank Aceh ke depannya.

Bank Aceh Syariah menyerahkan bantuan dua unit personal computer kepada Unmuha melalui Wakil Rektor II, H Almanar SH MH.

Tim P2AD Adakan Pelatihan Pengelolaan Web Desa Wisata Kemuning

Tim P2AD Adakan Pelatihan Pengelolaan Web Desa Wisata Kemuning

Tim Pengabdian Masyarakat Persyarikatan/AUM/Desa Binaan (P2AD) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melaksanakan program pendampingan bagi Perangkat Desa Kemuning, Karanganyar Jawa Tengah, dengan tema “Pelatihan Pengelolaan Web Wisata Desa Kemuning”. Pelatihan pengelolaan web tersebut dilaksanakan di Pondok Ngopi, salah satu tempat nongkrong aesthetic di Desa Kemuning beberapa waktu lalu. Kegiatan ini bermula dari kebutuhan Desa Kemuning yang berkeinginan untuk mengembangkan dan memperluas promosi wisata resmi desa versi digital agar dapat lebih mudah diakses oleh masyarakat luas. Diharapkan melalui web wisata resmi, akan memberikan informasi yang lebih akurat dan dipercaya oleh masyarakat.

Tim P2AD UMS yang diketuai oleh Putri Agustina memfasilitasi pengembangan Web Wisata Desa Kemuning. Web dapat dikunjungi pada laman wonderfulkemuning.com yang dikembangkan atas kerja sama antara dosen dan mahasiswa dari beberapa program studi di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMS. “Melalui pengembangan web dan pelatihan pengelolaan web yang diberikan oleh pemateri membuat kami terpacu untuk terus berinovasi membawa nama Desa Wisata Kemuning lebih viral lagi,” ujar Aris, salah satu peserta pelatihan.

Putri Agustina menerangkan dulunya masyarakat hanya dapat browsing keindahan wisata Desa Kemuning melalui instagram atau googling dari pelancong sebelumnya yang berbagi review di media sosial. “Nah, melalui pelatihan pengelolaan web wisata Desa Kemuning pada pemerintah desa ini diharapkan dapat memberikan modal pengetahuan dan keterampilan kepada mereka untuk mengenalkan wisata Desa Kemuning kepada masyarakat berbasis data terkini yang mereka punyai,” terang Putri Agustin, Ketua Tim P2AD, Rabu (28/12).

Web wisata Desa Kemuning ini nantinya akan dikelola oleh pemerintah desa bekerja sama dengan Bumdes melalui pemberitaan update tentang perkembangan wisata Desa Kemuning yang saat ini terus dikembangkan. Web yang telah dikembangkan akan menyajikan beragam fitur-fitur informatif berkaitan dengan Desa Wisata Kemuning, di antaranya adalah berita pemerintah desa, informasi wisata yang tersedia (wisata alam, dan kuliner ) virtual tour, hingga informasi penginapan.

Haedar Nashir Berikan Pembekalan untuk Mahasiswa Internasional UMP

Haedar Nashir Berikan Pembekalan untuk Mahasiswa Internasional UMP

Mahasiswa Internasional Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) melakukan kunjungan ke kantor Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Cik Ditiro, Kota Yogyakarta, Jumat (23/12). Kunjungan yang didampingi oleh Rektor UMP Dr Jebul Suroso tersebut diterima langsung oleh Prof Haedar Nashir, Ketua Umum PP Muhammadiyah didampingi Sekretaris PP Muhammadiyah, Muhammad Sayuti.

Dalam sambutannya, Jebul Suroso mengatakan beberapa mahasiswa internasional yang kuliah di UMP mendapatkan beasiswa dan ada yang membiayai sendiri. UMP telah mempersiapkan mahasiswa internasional sebelum dimulainya perkuliahan. Rektor juga menceritakan kisah lucu karena ada mahasiswa yang berasal dari Thailand tetapi pintar berbahasa Indonesia dan fasih berbahasa Jawa dialek Banyumas. “Ngapak-nya (bahasa Jawa Banyumasan, red.) mahir sekali karena mereka dilepas ke masyarakat, kos-kosan seperti itu. Sebagian ada di asrama dan sebagian ada di kos-kosan,” jelas Rektor.

Prof Haedar Nashir, Ketua Umum PP Muhammadiyah
Prof Haedar Nashir, Ketua Umum PP Muhammadiyah

Dalam pembekalannya, Haedar Nashir menjelaskan sejarah dan perkembangan Muhammadiyah. Ia menyarankan agar mahasiswa internasional juga dapat berkunjung ke Papua agar bisa lebih memahami peranan Muhammadiyah dalam memberdayakan masyarakat setempat. Di Papua, Muhammadiyah masih minoritas begitupun Islam. “Tetapi kami membangun sekolah, rumah sakit, pendidikan tinggi tanpa berpikir tentang bagaimana orang untuk pindah agama, itu adalah pilihan,” paparnya.

Bagi Haedar Nashir, peran pengabdian masyarakat merupakan praktik Muhammadiyah dalam merealisasikan ajaran dalam Al Quran khususnya pada surat Al Hujurat ayat 13. Hal tersebut dilakukan Muhammadiyah dalam konteks global dengan mendirikan sekolah Muhammadiyah di sejumlah negara termasuk Universitas Muhammadiyah di Malaysia. “Di Libanon, kami bikin dua sekolah madrasah untuk pengungsi Palestina, anak-anak Palestina. Itu cara kami untuk membuktikan bahwa Islam adalah rahmatan lil alamin,” kata Prof Haedar.

Uhamka Kini Miliki Progam Studi Ilmu Farmasi Program Magister

Uhamka Kini Miliki Progam Studi Ilmu Farmasi Program Magister

Universitas Muhammadiyah Prof DR HAMKA (Uhamka) merupakan perguruan tinggi Islam terbaik di Indonesia yang sembilan fakultas dan sekolah pascasarjana, yang mencakup 44 program studi (prodi), termasuk satu prodi Doktor Pendidikan Bahasa Indonesia. Selaras dengan visi-nya menjadi prophetic teaching university yang mencerdaskan secara spiritual, intelektual, emosional, dan sosial untuk mewujudkan peradaban berkemajuan, kini Uhamka telah resmi memiliki Program Studi Ilmu Farmasi Program Magister (S-2) sesuai dengan surat keputusan Menteri Pendidikan,  Kebudayaan,  Riset,  dan Teknologi RI Nomor 889/E/O/2022, pada Selasa (27/12).

Prof Gunawan Suryoputro selaku Rektor Uhamka mengucapkan rasa syukur yang mendalam karena Uhamka telah berhasil meningkatkan kinerjanya secara terus menerus, sehingga resmi memiliki  Program Studi Ilmu Farmasi Program Magister (S-2).

“Alhamdulillah sesuai dengan surat keputusan Menteri Pendidikan,  Kebudayaan,  Riset,  dan Teknologi RI, Uhamka telah resmi memiliki Program Studi Ilmu Farmasi Program Magister. Program Studi baru adalah bagian penting perjalanan Rencana Strategis pada tahun 2020-2024. Insya Allah akan bertambah program-program studi baru yang bisa menjadi semangat baru kita untuk terus berkontribusi memajukan bangsa dan Negara,” tutur Prof Gunawan.

Prof Gunawan Suryoputro juga berharap dengan adanya program studi baru ini bisa menjadikan Uhamka semakin mempertahankan keunggulannya dan terus meningkatkan kualitasnya.

“Saya berharap Universitas ini dapat mempertahankan keunggulannya melalui prestasi-prestasi yang kedepannya akan diraih. Dan program studi Ilmu Farmasi program magister perlahan juga menyusul unggul, baik dalam akreditas prodinya maupun dengan sivitas akademikanya,” tambah Prof Gunawan.

Mahasiswa UMM Tekuni Hobi di Bidang Seni Lukis

Mahasiswi UMM Tekuni Hobi di Bidang Seni Lukis

Mahasiswi UM Malang (UMM), Aprilisfiya Handayani, menjadi sosok inspiratif yang berhasil membuktikan ketekunannya pada bidang seni lukis. April, mahasiswi Prodi Akuntansi UMM, akhirnya mewujudkan cita-citanya yang telah bermimpi sejak kecil untuk memecahkan sebuah rekor. Ia menyampaikannya kepada Humas UMM bahwasanya cita-cita tersebut terinspirasi dari acara televisi Ripley’s Believe It or Not. Acara televisi tersebut menayangkan hal unik dan pencapaian berbagai pemecahan rekor berskala internasional. “Sejak kecil, aku bertekad untuk bisa memecahkan rekor di bidang kesenian. Termasuk seperti sekarang, sekalipun pemecahan rekornya bersama dengan orang banyak,” ujarnya. Rekor yang April maksud adalah event Yayasan Seni untuk Bangsaku (YSUB) bertajuk “Indonesia Melukis 1.000 Wajah” yang telah terlaksana awal November lalu.

April memang telah banyak berkontribusi di bidang seni. Lukisannya masuk sepuluh besar dalam ajang nasional yang di dalamnya turut hadir Gubernur Jawa Timur. Selain itu, karya-karya April juga sering ikut di dalam pameran. Bahkan, April juga pernah meraih capaian sebagai pelukis termuda dalam event Pasar Seni Lukis Indonesia 2018. Ia juga pernah meraih prestasi internasional dengan membawa pulang Bronze Award dalam kompetisi lukis di Yayasan Musik Jakarta.

Selain aktif melukis, mahasiswi UMM ini juga merintis usaha galeri seni bersama Prilis Gallery. Ia berharap, galeri ini dapat menjadi ruang apresiasi seni untuk masyarakat agar lebih peduli pada karya seniman-seniman lokal. “Aku juga pernah mendapatkan pendanaan Kemenristekdikti dan sukses meraih Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (KMI) pada November lalu,” ujarnya bangga.

Driver Ojek Online Semangat Kuliah S-2 di UMM

Driver Ojek Online Semangat Kuliah S-2 di UMM

Saya kuliah tidak semata-semata untuk memperoleh gelar, namun juga untuk menambah ilmu sebanyak mungkin dan menambah relasi. Saya ingin belajar tentang sosiologi dan politik, karena ingin menjadi negarawan. Begitu papar Syaiful Muhammad Usman mahasiswa Jurusan Sosiologi Program Pascasarjana UMM asal Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Selain menjadi seorang mahasiswa, Syaiful juga menghabiskan waktunya sebagai driver ojek online. Dengan manajemen waktu yang baik, Syaiful dapat menyeimbangkan waktunya untuk tetap bekerja dan kuliah. Meskipun perkuliahan dilakukan secara online, Syaiful tetap menyisihkan waktunya untuk belajar. “Kerja mulai pagi sampai malam. Kalau sedang ada jadwal kuliah, saya off-kan dulu aplikasinya. Selesai kuliah lanjut ngojek lagi,” ujarnya.

Syaiful mengaku tidak merasa minder terhadap pekerjaannya yang sedang ia geluti saat ini. Meskipun tak sedikit orang yang menganggapnya sebelah mata. Menjadi driver ojek memberikan banyak kemudahan pada hidupnya. Dalam sehari Syaiful dapat mengumpulkan sebanyak ratusan ribu. Hasil tersebut sedikit-sedikit ia kumpulkan untuk membiayai kehidupan sehari-hari dan untuk membayar biaya kuliah. “Kuncinya adalah tidak merasa gengsi karena yang penting pekerjaan bisa menghasilkan dan berkah,” paparnya.

Tekad Syaiful yang besar untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi juga ia usahakan melalui jalur beasiswa. “Alhamdulillah Allah memberikan jalan dan kemudahan dari arah yang tidak di sangka-sangka. Saya mendapatkan potongan biaya dari pihak kampus karena aktif di Pemuda Muhammadiyah Kupang, selain itu juga ada bantuan dari BAZNAS, dompet Dhuafa dan LAZISMU,” ucapnya senang.

Kesempatan emas ini tak ingin Syaiful sia-siakan. Meski terpisah jarak yang cukup jauh, semangat dan keinginannya besar. Ia optimis, ikhtiarnya dapat menjadi tangga yang mengantarkan dirinya untuk mewujudkan mimpi. Membantu orang dalam jumlah yang lebih banyak melalui berbagai kebijakan yang dibuat.

Syaiful memilih UMM sebagai salah satu tempat studi karena mengaku UMM merupakan tempat yang tepat. “Meskipun jaraknya cukup jauh, kami orang-orang NTT terutama yang muslim merasa bangga berkuliah di UMM yang memiliki nuansa religius dan berskala internasional,” ujarnya. Selain banyak kesempatan beasiswa, Pendidikan Pascasarjana di UMM menurutnya cukup terjangkau karena dapar dibayar secara berangsur. Ini menjadi salah satu yang meringankan langkahnya. Para dosen yang sangat kooperatif juga menjadi salah satu hal yang membuat dirinya merasan nyaman.

Satria, Dosen UM Surabaya yang Gigih Perjuangkan Pendidikan

Satria, Dosen UM Surabaya yang Gigih Perjuangkan Pendidikan

Satria Unggul Wicaksana, Dosen sekaligus Direktur Pusat Studi Antikorupsi dan Demokrasi (PUSAD) UM Surabaya mengisahkan kisah hidupnya kepada Humas UM Surabaya pada Selasa (27/12) lalu. Dalam kisahnya, Satria melakukan kilas balik sejak sebelum menjadi Wakil Dekan dan pengorbanan-pengorbanan dalam perjalanan menuju puncak kariernya. Di keluarga kecilnya, Satria merupakan anak bungsu dari tiga bersaudara dengan orang tua bekerja sebagai pejual rombeng baju bekas di desa-desa.

Ketika SMP, ia pernah tidak naik kelas karena tidak bisa membeli buku-buku sekolah dan tidak memperoleh nilai dari lima guru. “Saya sempat frustrasi dan mengurung diri di kamar selama dua hari. Karena banyak sekali yang mem-bully,” paparnya. Dari situ, ia memutuskan untuk tidak berlama-lama meratapi nasib. Satria melanjutkan sekolah dengan tekad menjadi siswa yang lebih aktif mengikuti berbagai olimpiade dan organisasi.

Naik tingkat ke SMA, Satria dikenalkan dengan Muhammadiyah oleh seorang gurunya, Yusuf Ismail. “Saya tahu organisasi Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), lalu juga belajar mengaji dan agama. Pak Yusuf mengajari banyak hal dan sering mempresensi salat saya,” kenangnya. Selama SMA, ia bekerja sebagai waiter. Pekerjaan ini ia lakoni hingga semester tiga di bangku kuliah di UM Surabaya sebagai mahasiswa Ilmu Hukum.

“Pendidikan adalah cara terbaik memutus mata rantai kemiskinan,” demikian pungkasnya. Selama kuliah, sekalipun tetap melalui jatuh-bangun. Satria gigih mempertahankan pendidikannya. Ia menjadi asisten dosen di Fakultas Hukum, kemudian mendapat beasiswa untuk studi di Universitas Airlangga dengan jurusan konsentrasi Hukum Internasional. Prestasi Satria terbaru adalah penobatan Dosen Terimplementatif di kegiatan workshop hasil luaran dana inovasi pembelajaran dan teknologi asistif bagi mahasiswa berkebutuhan khusus.

Pelatihan Kehumasan UM Jakarta Dorong Partisipasi Tendik

Pelatihan Kehumasan UM Jakarta Dorong Partisipasi Tendik

Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) mengadakan Pelatihan Kehumasan pada Senin (26/12) lalu. Pelatihan ini menyasar tenaga kependidikan UMJ dan terlaksana di Aulaa FIP UMJ. Ketua Prodi Ilmu Komunikasi UMM, Nasrullah MSi, hadir dalam pelatihan ini sebagai narasumber. Seluruh humas UMJ, baik tingkat universitas maupun fakultas, peserta undangan, dan Tim Humas Institute Bisnis Muhammadiyah (IBM) Bekasi turut hadir.

Kepala Kantor Sekretaris Universitas UMJ, Tria Patrianti SSos MIKom dan Wakil Rektor II, Dr Ir Mutmainah MM membuka kegiatan. Tria, dalam sambutannya, mengatakan bahwa kegiatan pelatihan kehumasan mengajarkan bagaimana tenaga kependidikan universitas akan dapat mencapai indeks keberhasilan. “Ini menjadi tujuan utama pelatihan ini terlaksana. Harapannya semua peserta bisa mengimplementasikannya,” ujarnya.

Nasrullah memaparkan dalam Pelatihan Kehumasan tentang sistem pengelolan dan dokumentasi kampus, terutama dalam menghadapi dunia digital dan media sosial. “Rumus penting humas adalah membuat internal publik bangga, dan membuat eksternal publik kagum,” tuturnya. Selain itu, ia juga menjelaskan bagaimana cara membangun media relations dalam memanfaakan media sosial sebagai alat promosi.

Selanjutnya, Nasrullah memaparkan rumus atas sebuah produk, yaitu 3P yang merupakan singkatan dari push, pull, dan pass. “Push merupakan bagaimana cara mendorong produk pada pasar. Pull adalah cara menarik pelanggan menandatangai produk. Dan, pass, adalah membuat pelanggan datang kembali,” tegasnya. Pada akhir pelatihan, Mutmainah mengatakan bahwa tenaga kependidikan perlu membentuk citra positif baik dengan lembaga-lembaga. “Juga, semua perlu mampu berkolaborasi, mendukung, dan menguatkan,” ujarnya.

UMPO Jadi Lokasi Persidangan Muktamar

UMPO Jadi Lokasi Persidangan Muktamar

Universitas Muhammadiyah Ponorogo (UMPO) jadi lokasi persidangan Musyawarah Wilayah (Musywil) ke-16 Jawa Timur, Sabtu (24/12) lalu. Sebelum menuju lokasi persidangan, para peserta dan penggembira hadir dalam pembukaan di Alun-Alun Ponorogo. Ketua PP Muhammadiyah membuka kegiatan yang berakhir pukul 11.00 WIB tersebut.

UM Ponorogo menyajikan pertunjukan sebagai sambutan bagi para peserta dan penggembira, di antaranya atraksi seni bela diri; musik; orkestra; dan kreativitas-kreativitas lainnya. Anak-anak difabel netra dari Panti Asuhan Tunanetra Terpadu ‘Aisyiyah Ponorogo turut terlibat dalam pertunjukan seni musik. Salah satu penggembira dari Kabupaten Gresik, Yeni, terhibur dengan pertunjukan yang ada. “Ini menjadi obat lelah setelah berpanas-panasan di alun-alun,” ujarnya. Selain menarik, pertunjukan panggung seni di UMPO jadi menumbuhkan jiwa kreativitas anak bangsa.

Taufik Sidqi, Tim Acara Musywil menerangkan sengaja menampilkan dengan jumlah 16. “Karena Musywil di Ponorogo ini Musywil kali ke-16 dan yang pertama pasca-Muktamar di Solo, sebulan lalu,” ujarnya.

Halim Maula, ustaz pembimbing dari Pondok Ahmad Dahlan menuturkan pihaknya bersama santri-santri berlatih mulai bulan September. “Sejak September kita berlatih secara terpisah. Mulai Oktober kita berlatih bersama antara santri putra dan putri,” jelasnya. Bahkan untuk bisa totalitas tampil di panggung Musywil, latihan bersama mereka lakukan sepekan empat kali. Pada penampilan kali ini para Qari membacakan Qur’an Surat Ali-Imron ayat 159-160.

Humas PTMA Perlu Tingkatkan Kompetensi Komunikasi di Era Digital

Humas PTMA Perlu Tingkatkan Kompetensi Komunikasi di Era Digital

Belajar kehumasan adalah perihal menghubungkan banyak pihak dan stakeholder baik internal maupun eksternal. Humas dapat berperan sebagai penghubung agar terciptanya kesepahaman antar kedua belah pihak. Hal ini disampaikan Prof Dr Widodo Muktiyo SE MCom pada kegiatan Silaturahmi Asosiasi Pendidikan Ilmu Komunikasi (Silat APIK) yang diselenggarakan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida). Dalam materinya beliau menyampaikan tugas seorang humas dan korelasinya dengan personal branding setiap individu. “Hal ini juga berlaku bagi diri kita sebagai individu yang disebut dengan personal branding. Ini menjadi penting karena setiap dari kita memiliki kekuatan untuk membrandring diri sendiri,” paparnya.

Branding juga dibutuhkan bagi sebuah organisasi terutama sebuah perguruan tinggi. Kampus juga perlu memahami bahwa dalam sebuah perguruan tinggi intangible assests itu lebih penting dibandingkan dengan tangible. Bangunan, sarana, dan prasarana dapat disulap menjadi lebih baik, namun reputasi dan image itu tidak bisa disulap begitu saja. “Maka hal yang juga penting yakni intangible yang perlu dimainkan dengan baik di era komunikasi dan digital communication,” paparnya.

Peran humas sangatlah penting, untuk itu mahasiswa maupun dosen diharapkan mampu mengaktualisasikan kehumasan dalam diri masing masing dan punya implikasi pada organisasi hingga peradaban bangsa Indonesia. Salah satu contoh tagline yang berhasil di buat oleh humas pada saat Muktamar ke-48 yakni “Memajukan Indonesia Mencerahkan Semesta”. Dengan makna yang mendalam itu Prof Widodo mengapresiasi kinerja humas di Muhammadiyah. Tidak hanya peran dan fungsi penting sebagai public relation tapi kapan awal mula negara Indonesia melakukan kegiatan kehumasan juga dipaparkan dalam kesempatan kali ini. Ia menegaskan bahwa pentingnya humas dalam meningkatkan kompetensi komunikasi. “Kompetensi komunikasi adalah kompetensi jantung, hidupnya institusi, organisasi, dan bangsa ini,” paparnya. Tak lupa ia juga mendorong agar humas dapat melek dalam era digitalisasi. “Kita bisa bertahan 5 hingga 10 tahun kedepan bukan kerena kita anak orang kaya atau pejabat, tetapi orang-orang yang mau adaptasi. Siapapun kita yang tidak mau beradaptasi akan tertinggal. Nah mari kita songsong teknologi yang sudah disiapkan government tadi untuk kegiatan perilaku ekonomi produktif,” pungkasnya.