UM Jakarta Wisuda 1770 Mahasiswa

Rektor UMJ Prof Syaiful Bachri mewisuda 1.770 mahasiswa S3, S2, S2, dan diploma, Senin (18/11) di Shantika ICE Tangerang. “Ini merupakan wisuda terbesar sejak berdirinya UMJ. Tapi kualitas juga tetap ditingkatkan dari waktu ke waktu,” tegas Rektor UMJ.

“Saya berharap seluruh yang di wisuda menjadi insan yang unggul dan berdaya saing. Ini menjadi keharusan dalam era kompetisi yang sangat ketat ini,” kata Prof Din Syamsuddin, mewakili BPH UMJ, yang juga mantan Ketua Umum PPM 2005-2015 ini.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Waket Majelis Dikti Litbang PPM Prof Edy Suandi Hamid. “Saat ini tidak cukup pintar saja untuk bisa sukses dalam kehidupan. Saudara memang harus terus meningkatkan kompetensi. Namun itu saja tidak cukup, saudara harus mengembangkan soft skills, seperti keterampilan komunikasi, leadership, kemampuan adaptasi, dan sebagainya,” ujar Prof Edy.

Dalam kesempatan itu, orasi ilmiah disampaikan Prof Mike Hardy, dari University of Coventry, Inggris. Prof Hardy menyampaikan pidato berjudul “Educating for the Midle Way: Social Capital for Peaceful Relations”. []RED

Konferensi Internasional UM Jakarta: The Digital Era

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Jakarta mengadakan konferensi internasional bertajuk “The Digital Era: Bridging the Integrity, Creativity, Sustainability, and Spirituality,” (20-21/8).  Konferensi yang berlangsung di Hotel Swiss Bell-inn BSD Tangerang ini, diikuti lebih dari 100 peserta dari Thailand, Malaysia, USA, dan beberapa negara lainnya, dan dibuka oleh Prof Edy Suandi Hamid, yang sekaligus sebagai keynote speaker. Juga bertindak sebagai pembicara kunci pengusaha sukses Sandiaga S Uno.  Berbicara juga dalam forum tersebut Prof Cihan Cobanoglu dari Univetsity South Florida, USA, Dr Erseem Karadag dari Robert Morris University Township, USA,  Dr Ho Ree Chan dari Taylors University, Selangor Malaysia, dan lain-lain.

Dalam pidato berjudul ” How Technological Aspects Increase Financial Inclusion in Indonesia.” Prof Edy mengatakan,  perkembangan teknologi yang pesat, telah berpengaruh positif pada perkembangan sektor keuangan, yang semakin meningkat keterjangkauannya. Tingkat keuangan inklusif semakin meningkat di Indonesia. “Sayangnya meningkatkan keuangan inklusif ini tidak selalu sejalan dengan tingkat literasi keuangan,” kata Guru Besar FE UII yang juga Wakil Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah.

Dikatakan, transaksi melalui teknologi finansial (fintech) berkembang pesat di Indonesia. Tahun 2019 transaksi ini sudah mencapai US$ 27,776 miliar, dan diperkirakan akan mencapai US$ 37,845 miliar tahun 2021. “Ini mencakup fintech pruducts dari digital payments, personal finance, alternative lending, dan alternative financing,” tutur Prof Edy Suandi Hamid. []RED

UMJ dan BCNNV Thailand Kerja Sama Soal Keperawatan

Senin, 1 April 2013

 

Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Jakarta (PSIK FKK-UMJ) baru-baru ini menjalin kerjasama dengan Boromarajonano College of Nursing Nopparat Vajira (BCNNV). Continue reading “UMJ dan BCNNV Thailand Kerja Sama Soal Keperawatan”