Kuliah Umum UM Jakarta Bahas Perlindungan Konsumen

Kuliah Umum UM Jakarta Bahas Perlindungan Konsumen

Universitas Muhammadiyah (UM) Jakarta menyelenggarakan Kuliah Umum tentang BPKN RI dan perlindungan konsumen pada Selasa (27/9) lalu. Kuliah umum UM Jakarta ini bertajuk “Peran Badan Perlindungan Konsumen Nasional Republik Indonesia (BPKN RI) dalam Perlindungan Konsumen di Indonesia”. Dalam kegiatan ini hadir beberapa pihak, di antaranya Ketua Komisi Advokasi BPKN RI, Dr Rolas B Sitinjak SH MH; Dekan FH UMJ, Dr Dwi Putri Cahyawati SH MH dan jajarannya; dan kurang lebih seratus sivitas akademika FH UMJ. Hal ini bertujuan untuk memastikan perlindungan konsumen sebagai konsekuensi bagian dari sumber daya manusia yang cakap hukum.

Kegiatan tersebut terlaksana secara hybrid via Zoom Meeting dan di Ruang Peradilan Semu FH UMJ. Dr. Dwi Putri Cahyawati, SH., MH. selaku Dekan FH UMJ, dalam sambutannya mengatakan bahwa Kuliah Umum ini untuk mengetahui peran BPKN RI dalam memberikan perlindungan yang berkeadilan pada masyarakat. “Mudah-mudah dengan hadirnya Pak Rolas, saudara akan banyak mendapatkan masukan tentang, apa itu BPKN RI? Mengapa harus ada BPKN RI? Lalu, bagaimana sebenarnya implementasi BPKN RI dalam memberikan perlindungan yang berkeadilan pada masyarakat? Karena tuntutan masyarakat adalah mengetahui pengaduan dan penyelesaian persoalannya itu ke mana. Selanjutnya, saudara juga dapat mengetahui siapa-siapa saja yang berhak mendapatkan perlindungan konsumen,” jelas Dwi.

Komisi Advokasi BPKN RI, Dr. Rolas B. Sitinjak, SH., MH. sebagai narasumber, menyampaikan materinya dimulai dari filosofis serta sejarah perlindungan konsumen dan BPKN RI. Rolas juga memaparkan perbuatan yang dilarang oleh pelaku usaha untuk memberikan perlindungan konsumen. Menurutnya ada enam poin yaitu dari sisi standar, informasi, cara menjual, cedera janji, dan iklan, yang kesemuanya ada dalam Pasal 8-18 UUPK. Selain itu, Rolas juga memberikan contoh kasus Ibu Zubaedah selaku konsumen, yang harus kehilangan rumahnya karena oknum dari pelaku usaha. Ia berpesan, “Seharusnya itu (kasus Ibu Zubaedah) tidak perlu terjadi. Negara harus hadir memastikan konsumen mendapatkan perlindungan,” tutur Rolas.

Pelatihan Kewirausahaan UM Jakarta Berdayakan UMKM Desa Hambaro

Pelatihan Kewirausahaan UM Jakarta Berdayakan UMKM Desa Hambaro

Universitas Muhammadiyah Jakarta menyelenggarakan pelatihan kewirausahaan UMJ pada Jumat (19/8) lalu. Pelatihan ini mengusung program Pengembangan Usaha Ekonomi Berbasis Kearifan Lokal dengan konsep sociopreneur. Penyelenggara kegiatan ini adalah Kelompok Program Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa). PPK Ormawa merupakan bagian dari Himpunan Mahasiswa Kesejahteraan Sosial (HMKS), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UMJ. Lokasi kegiatan ini yakni di Desa Hambaro, Nanggung, Kabupaten Bogor. Para peserta pelatihan kewirausahaan yakni para pelaku usaha Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Tim PPK Ormawa, dengan ketua Akbar Mukti Laksana di bawah bimbingan Muhammad Sahrul SSos MSi sebagai Kaprodi Kesejahteraan Sosial memang memiliki komitmen tersebut. Mereka berkomitmen untuk terus melakukan pengembangan potensi UMKM Desa Hambaro. Tema dari program ini adalah Penguatan Kapasitas dan Pemetaan Potensi Sumber Daya Alam dan Budaya Masyarakat.

Program ini menghadirkan pembicara Dr Endang Rudiatin MSi, Ketua Muhammadiyah Center of Entrepreneurship & Business Incubator Association. Latar belakang kegiatan ini adalah untuk mendorong masyarakat Desa Hambaro dalam mengembangkan potensi UMKM dengan memaksimalkan potensi sumber daya alam dan nilai budaya. “Ini sudah ada kemauan dan potensi alamnya sangat mendukung. Kemudian perlu ada bantuan Pemerintah Daerah ataupun UMJ sebagai perguruan tinggi untuk membantu bagaimana mereka bisa mengelola usahanya dengan baik,” ungkap Endang.

Wahyu, peserta kegiatan pelatihan kewirausahaan, mengatakan masyarakat Desa Hambaro memiliki banyak potensi. Namun masyarakat tidak memiliki pemahaman untuk mengembangkan usaha mikronya. Maka dari itu, ia sangat mengapresiasi dengan diselenggarakannya kegiatan pelatihan oleh mahasiswa PPK Ormawa HMKS UMJ. “Sebetulnya warga masyarakat Hambaro memiliki banyak potensi. Namun, mereka bingung untuk bagaimana memulainya. Dengan adanya mahasiswa UMJ, sudah sangat membantu untuk membangkitkan potensi yang ada di wilayah ini, dengan beraneka ragam usaha makanan yang dimiliki terutama jenis keripik antara lain pisang, terong, pepaya, singkong dan lainnya,” jelas Wahyu.

Webinar UMJ Garis Bawahi Pentingnya Pelayanan Terbaik bagi Perawat

Webinar UMJ Garis Bawahi Pentingnya Pelayanan Terbaik bagi Perawat

Universitas Muhammadiyah Jakarta menyelenggarakan webinar nasional UMJ pada Rabu (10/8). Webinar nasional tersebut terselenggarakan berdasarkan inisiatif Fakultas Ilmu Keperawatan (FIK) UMJ. Dekan FIK UMJ, Miciko Umeda SKp MBiomed memberikan materi webinar yang bertajuk “Diseminasi Evidence-Based Nursing Practice“. Kegiatan ini terselenggara karena FIK menilai bahwa perlu pembelajaran layanan dasar untuk bagaimana memberi pelayanan terbaik.

Sebanyak lebih dari 200 peserta hadir dalam webinar ini. Webinar ini juga menghadirkan keynote speaker, Ninik Yunitri, M.Kep, Sp.Kep.J, Ns, S.Kep yang juga dosen Program Studi Magister Ilmu Keperawatan FIK UMJ.

Ninik menyampaikan Evidence Based Practice (EBP) memiliki dampak kepada peningkatan kualitas pelayanan kesehatan seperti; kualitas perawatan yang baik, mengurangi biaya perawatan kesehatan, mengurangi lingkup geografis dalam pemberian perawatan, meningkatkan pemberdayaan klinis, dan memenuhi kepuasan publik mengenai informasi.

Lebih lanjut, Ninik menjelaskan menurut penelitian bahwa 20-30% pasien tidak menerima perawatan sesuai dengan bukti ilmiah. Tidak hanya itu, lebih dari 20% perawatan yang ada tidak perlu atau berpotensi membahayakan pasien. “Evidence dari riset berdampak ketika terimplementasi. Jadi kita harus sama-sama mulai menerapkan kepada tatanan pelayanan dan pendidikan. Tujuannya untuk meningkatkan hasil-hasil penyerapan itu (EBP). Kemudian, kita memberi pengalaman klinis ke dalam lingkungan klinik sehingga perawat bisa memberikan masukan terbaiknya,” ujar Ninik.

Pada kesempatan yang sama, di webinar UMJ ini, Miciko menyampaikan harapannya bahwa perlu adanya capaian pembelajaran EBP untuk melihat dasar dalam memberikan pelayanan sehingga mendapatkan mutu yang terbaik. Hal itu juga dapat mengembangkan ilmu pengetahuan di dalam perkembangan pelayananan intervensi kesehatan. “Perlu adanya capaian pembelajaran yaitu tentang EBP untuk melihat dasar dalam memberikan pelayanan terbaik dan terdepan, sehingga mendapatkan hal yang sangat baik dan bermutu. Tetapi, bisa juga mengembangkan ilmu pengetahuan,” tutup Miciko. (FZ/KSU)

Pengukuhan Guru Besar FIP UMJ Pertama Terlaksana

Pengukuhan Guru Besar FIP UMJ Pertama Terlaksana

UM Jakarta melaksanakan pengukuhan Guru Besar Prof Herwina Bahar pada Rabu (29/6). Prof Herwina yang menyampaikan orasi ilmiah berjudul “Model Pembelajaran Terpadu Berbasis Asmaul Husna dalam Penguatan Pendidikan Karakter Anak Usia Dini”. Prof Herwina menjadi guru besar pertama yang lahir dari Fakultas Ilmu Pendidikan UMJ melalui pengintegrasian pembelajaran berbasis asmaul husna

Baginya, proses pendidikan anak sejak dini sangat penting, terutama dalam hal pendidikan karakter. Oleh karena itu, pengenalan asmaul husna dapat memberi peluang bagi anak untuk mengenal Allah Swt lebih dekat melalui nama dan sifat-sifat-Nya. “Asmaul husna adalah alternatif yang tepat bagi anak. Hal ini berguna untuk meningkatkan kecerdasan kognitif melalui konsep tema yang dikembangkan. Juga, dapat menanamkan nilai-nilai keagungan Allah Swt untuk menyentuh aspek agama dan moral melalui kecerdasan spiritualnya,” ucapnya.

Prof Herwina dalam acara pengukuhan tersebut berteori bahwa anak dapat mudah mengeksplorasi pikirannya dengan asmaul husna. Bahkan, Prof Herwina mengatakan kembali bahwa mereka bisa menunjukkan secara langsung keunggulan dari sifat-sifat Allah Swt. Dalam kehidupan mereka sehari-hari, asmaul husna akan melekat dalam kepribadiannya, sehingga anak akan meniru sifat-sifat Allah. Oleh karena itu, secara otomatis, pendidikan karakter anak akan terbentuk dengan efektif. “Hal ini akan terinternalisasi ke dalam individu anak. Jadi, asmaul husna menjadi basis yang bisa dikembangkan dalam membentuk karakter anak usia dini,” tandasnya.

Webinar UMJ Teguhkan Demokrasi dalam Lensa Politik Indonesia

Webinar UMJ Teguhkan Demokrasi dalam Lensa Politik Indonesia

Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) menggelar webinar pada Kamis (30/6) lalu. Webinar ini bertemakan “Reformasi Partai Politik, Meneguhkan Kembali Perannya sebagai Pilar Demokrasi”. Magister Ilmu Politik (MIPOL) FISIP UMJ menjadi penyelenggara dalam webinar ini. Webinar ini menghadirkan beberapa narasumber yang terdiri atas akademisi, praktisi, dan mahasiswa. Di antaranya, pertama, Habib Aboe Bakar Al Habsyi SE, Sejken PKS 2020-2025. Kedua, Zulfikar Arse Sadikin SIP MSi, anggota DPR RI Fraksi Golkar. Ketiga, Chusnul Mar’iyah PhD, dosen Magister Ilmu Politik UMJ. Keempat, Iqbal Hafsari SPd, mahasiswa magister Ilmu Politik UMJ.

Tema tersebut terpilih setelah melihat kondisi politik Indonesia. Dr Asep Setiawan MA, Ketua Prodi Magister Ilmu Politik menjelaskan fungsi partai politik. “Partai politik menjadi bagian dari infrastruktur yang dapat menghadirkan kader-kader tangguh, berwawasan global, dan visioner. Masyarakat jadi dapat merasakan kehadirannya,” ujarnya. Kemudian, Habib Aboe Bakar mengawali diskusi dengan mengingatkan kembali alasan terbentuknya partai politik. “Partai politik memainkan peran yang sangat penting dalam sistem politik, yakni sebagai penghubung antara pemerintah dengan warga negara,” ujarnya.

Aboe Bakar mengkritisi peran parpol yang tidak dapat memainkan peran yang sebenarnya. Hal ini juga dibenarkan oleh Chusnul Mar’iyah PhD. Chusnul mempertanyakan posisi parpol sebagai respons atas pernyataan Aboe Bakar yang menilai bahwa parpol berperan penting sebagai jembatan (channeling) antara rakyat dan pemerintah. Kemudian, Zulfikar Arse Sadikin mengatakan bahwa fungsi parpol yang tidak berjalan ini merupakan dampak dari beberapa faktor, yakni modernisasi perpecahan elite dan intervensi negara. “Yang perlu kita lakukan adalah mengembalikan partai pada aspek modernisasi. Jadi parpol bukan hanya infrastruktur, tapi juga suprastruktur,” tegas Zulfikar. Kemudian, Iqbal Hafsari SPd turut menyampaikan terkait dengan problem parpol.

UMJ Akan Membuka Prodi Doktor Ilmu Administrasi Publik

UMJ Akan Membuka Prodi Doktor Ilmu Administrasi Publik

Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) akan segera membuka Program Studi Doktor Ilmu Administrasi Publik. Evaluasi lapangan dan usul penyelenggaraan program studi tersebut telah terlaksana pada Rabu (18/5) lalu. Hal tersebut terwujud dalam bentuk penerimaan visitasi LLDIKTI Wilayah III, DIKTI, serta asesor. Kegiatan terlaksana di Aula Kasman Singodimedjo, FISIP, UMJ. Dalam kegiatan ini hadir Rektor UM Jakarta beserta jajarannya, para dekan, dan sivitas akademika di lingkungan UMJ untuk menyambut asesor tersebut.

Saat ini, FISIP UM Jakarta sendiri telah memiliki empat prodi sarjana dan tiga prodi magister. Prodi sarjana tersebut di antaranya Ilmu Kesejahteraan Sosial, Ilmu Politik, Ilmu Komunikasi, dan Ilmu Administrasi Publik. Sementara itu, tiga prodi magister yakni Ilmu Komunikasi, Ilmu Politik dan Ilmu Administrasi Publik. Selama dua tahun terakhir, sivitas akademika FISIP UMJ fokus mengupayakan usul akan penyelenggaraan Program Studi Doktor Ilmu Administrasi Publik.

Rektor UMJ, Dr. Ma’mun Murod, M.Si., dalam sambutannya berkata, “FISIP adalah fakultas tertua di UMJ. FISIP memiliki empat program studi sarjana dan tiga program magister. Insya Allah, kita doakan Program Doktor Administrasi Publik bisa segera mendapatkan SK. Harapannya tentu akan lahir prodi peningkatan, yakni Prodi Administrasi Publik,” ujarnya dalam situs resmi UMJ.

Koordinator Kelembagaan mewakili Kepala LLDIKTI Wilayah III, Tri Munanto membenarkan. Berdasarkan paparannya, usulan penyelenggaraan Program Studi Doktor Ilmu Administrasi Publik telah LLDIKTI terima pada akhir tahun 2021 dan langsung mereka rekomendasikan. “Kami sangat mendukung adanya prodi ini,” ujarnya.

Visitasi ini merupakan tahapan lanjutan setelah adanya tahapan pertama, yaitu kelengkapan penunjang penyelenggaraan prodi. Tiga asesor tersebut adalah Prof. Dr. H. Joni Emirzon, S.H., M.Hum; Prof. Dr. Ir., Euphrasia Susy Suhendra, MS; dan Prof. Dr. Yulianto, M.S. Kemudian, kegiatan berlanjut dengan evaluasi oleh tim asesor yang meliputi kurikulum, tenaga kependidikan dan sarana prasarana.

Tim Mahasiswa UMJ Beri Bantuan pada Korban Banjir Serang

Tim Mahasiswa UMJ Beri Bantuan pada Korban Banjir Serang

Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) memberangkatkan tim mahasiswa, kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM)-nya pada Jumat (4/3) lalu. Tim yang berangkat merupakan kader dari IMM Komisariat Fakultas Pertanian (FT-an) UMJ. Dalam keberangkatan tersebut hadir Dekan Fakultas Pertanian, Ir Sularno MSi. Turut mendampingi beliau ialah Kepala Tata Usaha (TU) Fakultas Pertanian, Nofyan Safri. Ketua IMM Komisariat Fakultas Pertanian, Lefri, juga ikut serta. Mereka berangkat dengan misi kemanusiaan. Tujuannya adalah menyalurkan langsung sumbangan pakaian kepada korban banjir Serang, Banten.

Menjelang keberangkatan Tim IMM Fakultas Pertanian, Ir Sularno MSi mengucapkan terima kasih kepada kader-kader IMM yang telah berinisiatif menghimpun sumbangan bagi para korban banjir. Selain itu, beliau juga mengucapkan terima kasih kepada para donatur yang telah memberikan sumbangan. “Semoga Allah Swt memberikan ketabahan kepada saudara-saudara kita yang terkena musibah banjir di Serang,” tutur Sularno dalam situs resmi UMJ, memberikan harapan kepada para korban banjir Serang, Banten.

Setiba mereka di lokasi bencana, tim mahasiswa dari Fakultas Pertanian UMJ tersebut menerima sambutan dari Ketua RW setempat, Dedi. Beliau mengatakan bahwa musibah kali ini merupakan banjir yang paling parah terjadi selama ini. “Biasanya, banjir itu hanya satu RT saja yang kena. Namun, kali ini banjir melanda hingga 4 RT,” ujarnya memberikan pemaparan.

Pada pertemuan antara tim mahasiswa Fakultas Pertanian UMJ tersebut dengan Dedi, Ketua RW, terlaksana juga serah terima sumbangan. Dedi mengucapkan terima kasih atas bantuan dari para mahasiswa IMM Fakultas Pertanian UMJ dan mengatakan bahwa mereka, para korban banjir Serang, memang membutuhkan banyak bantuan, terutama bantuan pakaian. “Kami sangat membutuhkan pakaian, karena memang banyak sekali pakaian kami yang hanyut terbawa oleh arus. Atau, kumuh karena lumpur,” terangnya.

Tiga Mahasiswi UMJ Delegasi Istanbul Youth Summit 2022

Tiga Mahasiswi UMJ Delegasi Istanbul Youth Summit 2022

Sebanyak tiga mahasiswi Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) menjadi peserta IYS 2022 yang berangkat pada Selasa (8/2) lalu. IYS 2022, atau The 5th Istanbul Youth Summit (IYS) 2022 merupakan Konferensi Tingkat Internasional (KTI) kelima. Yayasan Youth Break the Boundaries (YBB) menjadi penyelenggara KTT tersebut di Istanbul, Turki. KTI ini bertujuan untuk mendorong para pemimpin masa depan. IYS 2022 kali ini mengangkat tema “Respons Rancangan Pembangunan Pemuda dalam Pemulihan Krisis”.

Tiga mahasiswi masing-masing bernama Julita Nurhaliza, Maulida Nurul Izzah dan Nurwulandari. IYS 2022 akan terlaksana Senin (14/02) sampai Kamis (17/02) nanti. Sebelumnya, mereka bertemu dengan pimpinan UMJ antara lain Dr. Mutmainah, MM., Wakil Rektor II; Dr. Septa Chandra, SH., MH., Wakil Rektor IV; dan Endang Zakaria, MH, Kepala Kantor Urusan Internasional (KUI) UMJ. Pertemuan terlaksana di ruang Wakil Rektor IV.  “Ini suatu hal yang harus ditularkan ke teman-teman dan ke depan cari lagi bentuk kreativitas yang lain. Ini juga awal untuk go international,” demikian pesan Muthmainnah kepada ketiga mahasiswi tersebut.

Bagi Endang, Kepala KUI UMJ, keberangkatan ketiga mahasiswi ini merupakan suatu kebanggaan. “Luar biasa mahasiswa kita bisa ke Eropa. Ini prestasi yang membanggakan,” katanya. Sebagai Kepala KUI UMJ, Endang sedang mencari bibit untuk program pertukaran mahasiswa ke luar negeri dan berharap ketiganya bagian dari bibit tersebut. Ia juga berpesan agar tidak hanya menjaga nama baik UMJ, tapi juga Muhammadiyah dan Indonesia. “Kalian ini akan menjadi duta Indonesia, duta Muhammadiyah dan duta UMJ sekaligus,” pesannya.

Seirama dengan Endang Zakaria, Warek IV juga menyampaikan rasa bangganya kepada mahasiswi tersebut, katanya, “Kami secara institusi sangat bangga untuk melepas keberangkatan adik-adik semua mengikuti program tersebut. Atas nama pimpinan saya ucapkan selamat dan sedapat mungkin aktif dalam kegiatan, jaga etika dan setelah pulang bangun relasi internasional,” demikian pesan Warek IV sebelum menutup sesi pertemuan itu.

49 Lulusan D-3 Keperawatan UMJ Ikuti Prosesi Angkat Sumpah

49 Lulusan D-3 Keperawatan UMJ Ikuti Prosesi Angkat Sumpah

Sebanyak 49 lulusan D-3 Keperawatan FIK UM Jakarta mengikuti prosesi angkat sumpah pada Rabu (1/12) lalu. Rektor UMJ, Dr Ma’mun Murod bersama Dekan FIK UMK, Miciko Umeda SKp MBiomed memimpin prosesi tersebut. Hadir dalam prosesi ini BPH UMJ, Drs Ateng; Direktur Utama Rumah Sakit Islam Jakarta, dr Pradono Handojo MBA MHA; dan segenap pimpinan FIK UMJ.

Pada sambutannya, dr Pradono mengatakan bahwa sebanyak 75% karyawan RSIJ merupakan alumnni FIK UMJ. Ia menyebutkan terjalinnya kerja sama antara UMJ dan RSIJ bahwa lulusan terbaik dapat menjadi pegawai di RSIJ. Ia menegaskan bahwa para lulusan FIK UMJ dapat berkhidmat di RSIJ, terutama karena RSIJ sedang melakukan perbaikan tiga pilar. “Yakni renovasi peralatan, ruangan poliklinik untuk BPJS, dan sumber daya insani,” sebutnya.

Selanjutnya, Dr Ma’mun Murod menyambut baik perkataan dr Pradono. Selain itu, ia juga memberikan pesan kepada para lulusan yang menjalani angkat sumpah agar tetap menjalin komunikasi baik dengan kampus. Dilansir oleh situs resmi UMJ, ia mengingatkan bahwa kerja keperawatan merupakan kerja kemanusiaan, sebab mereka melayani orang yang membutuhkan. Berikutnya, Drs Ateng memberikan penjelasan mengenai arti Muhammadiyah. “Lanjutkanlah cita-cita Muhammadiyah, yang mewarnai masyarakat Islam Indonesia dan melakukan pembinaan di masyarakat,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa UMJ juga hadir sebagai alat dakwah Muhammadiyah dalam menggerakkan dakwah amar maruf nahi munkar.

Pelantikan Wadek FAI dan FEB UMJ

Rektor UMJ Prof. Syaiful Bakhri melantik Wakil Dekan (Wadek) Fakultas Agama Islam (FAI) dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) periode 2020-2024 di Aula FEB lantai 4, Sabtu (17/10). Dalam sambutannya, Prof Syaiful berpesan agar wakil dekan haru dapat bekerja sama dengan dekan. Menurutnya kemajuan fakultas tidak bisa hanya bertumpu pada ide dan gagasan dekan tapi juga wadek. “Tidak hanya apa adanya dalam membantu dekan. Harus ada inovasi dan terobosan demi kemajuan fakultas,” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, anggota BPH UMJ Bidang AIK Drs. Ateng berpesan agar pimpinan di UMJ dapat menunaikan amanah sebaik-baiknya. Tak lupa Drs. Ateng mengingatkan salah satu visi UMJ. “Kampus Islami adalah kampus yang melaksanakan, bukan hanya memahami, nilai-nilai keislaman,” ujarnya.

Adapun wadek yang dilantik adalah Wadek I FAI Dr. Suharsiwi, Wadek II FAI Dra. Romlah, M.Pd., Wadek III FAI Nurhadi, S.Ag., M.A., Wadek I FEB Dr. Nuraeni, M.M., Wadek II FEB Hairul Triwarti, S.E.,Ak., M.M. dan Wadek III FEB Dr. Imam Muhtadin, M.M.