49 Lulusan D-3 Keperawatan UMJ Ikuti Prosesi Angkat Sumpah

49 Lulusan D-3 Keperawatan UMJ Ikuti Prosesi Angkat Sumpah

Sebanyak 49 lulusan D-3 Keperawatan FIK UM Jakarta mengikuti prosesi angkat sumpah pada Rabu (1/12) lalu. Rektor UMJ, Dr Ma’mun Murod bersama Dekan FIK UMK, Miciko Umeda SKp MBiomed memimpin prosesi tersebut. Hadir dalam prosesi ini BPH UMJ, Drs Ateng; Direktur Utama Rumah Sakit Islam Jakarta, dr Pradono Handojo MBA MHA; dan segenap pimpinan FIK UMJ.

Pada sambutannya, dr Pradono mengatakan bahwa sebanyak 75% karyawan RSIJ merupakan alumnni FIK UMJ. Ia menyebutkan terjalinnya kerja sama antara UMJ dan RSIJ bahwa lulusan terbaik dapat menjadi pegawai di RSIJ. Ia menegaskan bahwa para lulusan FIK UMJ dapat berkhidmat di RSIJ, terutama karena RSIJ sedang melakukan perbaikan tiga pilar. “Yakni renovasi peralatan, ruangan poliklinik untuk BPJS, dan sumber daya insani,” sebutnya.

Selanjutnya, Dr Ma’mun Murod menyambut baik perkataan dr Pradono. Selain itu, ia juga memberikan pesan kepada para lulusan yang menjalani angkat sumpah agar tetap menjalin komunikasi baik dengan kampus. Dilansir oleh situs resmi UMJ, ia mengingatkan bahwa kerja keperawatan merupakan kerja kemanusiaan, sebab mereka melayani orang yang membutuhkan. Berikutnya, Drs Ateng memberikan penjelasan mengenai arti Muhammadiyah. “Lanjutkanlah cita-cita Muhammadiyah, yang mewarnai masyarakat Islam Indonesia dan melakukan pembinaan di masyarakat,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa UMJ juga hadir sebagai alat dakwah Muhammadiyah dalam menggerakkan dakwah amar maruf nahi munkar.

Pelantikan Wadek FAI dan FEB UMJ

Rektor UMJ Prof. Syaiful Bakhri melantik Wakil Dekan (Wadek) Fakultas Agama Islam (FAI) dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) periode 2020-2024 di Aula FEB lantai 4, Sabtu (17/10). Dalam sambutannya, Prof Syaiful berpesan agar wakil dekan haru dapat bekerja sama dengan dekan. Menurutnya kemajuan fakultas tidak bisa hanya bertumpu pada ide dan gagasan dekan tapi juga wadek. “Tidak hanya apa adanya dalam membantu dekan. Harus ada inovasi dan terobosan demi kemajuan fakultas,” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, anggota BPH UMJ Bidang AIK Drs. Ateng berpesan agar pimpinan di UMJ dapat menunaikan amanah sebaik-baiknya. Tak lupa Drs. Ateng mengingatkan salah satu visi UMJ. “Kampus Islami adalah kampus yang melaksanakan, bukan hanya memahami, nilai-nilai keislaman,” ujarnya.

Adapun wadek yang dilantik adalah Wadek I FAI Dr. Suharsiwi, Wadek II FAI Dra. Romlah, M.Pd., Wadek III FAI Nurhadi, S.Ag., M.A., Wadek I FEB Dr. Nuraeni, M.M., Wadek II FEB Hairul Triwarti, S.E.,Ak., M.M. dan Wadek III FEB Dr. Imam Muhtadin, M.M.

Mahasiswa UM Jakarta dan Singapore Terjun Bareng Ke Masyarakat

Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) bekerjasama dengan Singapore Polytechnic (SP) menyelenggaraan Program Learning Express (LeX) bersama. Program LeX ini baru pertama kalinya dilakukan oleh SP yang bermitra dengan UMJ, yang saat ini dilaksanakn oleh Fakultas Agama Islam UMJ. SP mengirimkan 25 mahasiswa, dan FAI UMJ menyiapkan 25 mahasiswa juga untuk mendampingi mereka. Program LeX ini berbentuk community development yang akan berlokasi di desa Tegal Waru – Bogor, yang merupakan desa pembuat kerajinan tangan. Di sana mahasiswa SP dan UMJ akan belajar cara membuat kerajinan tangan bersama warga masyarakat yang ada di lokasi tersebut. Mahasiwa SP dan UMJ akan berada di desa Tegal Waru selama 4 hari dan bermalam di rumah penduduk di desa tersebut, mereka akan belajar dan berbaur dengan masyarakat. Kemudian mereka akan kembali ke Kampus UMJ untuk melakukan diskusi tentang hasil observasi mereka dan melakukan design thinking (DT) dan Empathy Study bersama.

Selama berjalannya program, mahasiswa didampingi oleh 3 dosen pendamping dari SP, dan 4 dosen pendamping dari Fakultas Agama Islam UMJ, yaitu Suharsiwi, Rabiatul Adawiyah,  Nur Hidayat, dan Saomi Rizqiyanto. Acara pembukaan Program LeX dilakukan di Aula Pascasarjana UMJ pada hari Senin, 19 Maret 2018 dan dibuka oleh Rektor UMJ, Prof. Dr. Syaiful Bakhri, SH, MH. Syaiful menyambut baik kegiatan ini sebagai bagian dari pembelajaran bersama antara mahasiswa UMJ dan SP.  Dekan FAI UMJ, Rini Fatma Kartika, MH yang juga hadir dalam acara pembukaan tersebut menyampaikan bahwa mahasiswa FAI UMJ sangat senang dalam mengikuti program ini, dan dengan program LeX ini, mahasiswa dapat belajar design thinking dari mahasiswa SP selama 12 hari mereka di Jakarta. Rini menambahkan, melalui program ini mahasiswa dapat saling mengisi dan melengkapi.

Sementara itu, Kepala Kantor Urusan Internasional (KUI) UMJ, Endang Zakaria, menyampaikan bahwa program LeX antara UMJ dengan SP ini merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat bersama antara mahasiswa kedua lembaga pendidikan tinggi ini, untuk belajar bersama masyarakat dalam membuat kerajinan tangan, yang mana hal tersebut tidak didapatkan oleh mahasiswa SP di Singapore. (EZ/AW)

UM Jakarta Jembatani Kerja sama PTM Dengan Chikyujin Japan

Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) menjadi tuan rumah acara Pertemuan Inisiasi Kerjasama antara 14 Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) dengan Chikyujin Foundation untuk program Student Internship bagi mahasiswa Fakultas Pertanian di Jepang. Pertemuan ini dihadiri oleh 26 perwakilan dari 14 PTM dari seluruh Indonesia, yang terdiri dari Rektor, Dekan Fakultas Pertanian dan Kepala Kantor Urusan Internasional (KUI) masing-masing PTM. Sebelumnya, Chikyujin Foundation telah menjalin kerjasama dengan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), di mana UMSU telah mengirimkan 12 mahasiswanya untuk program magang di Perusahaan Jamur Yukiguni Maitake di Niigata, Jepang, pada periode Agustus 2017 sd Februari 2018.

Chikyujin Foundation sendiri memiliki tujuan untuk menyediakan berbagai pelayanan pendukung untuk mahasiswa asing dari berbagai belahan dunia yang ingin belajar di Jepang, dimana mereka dapat belajar mengenai kebudayaan, tradisi, teknologi di Jepang. Pertemuan di UMJ dihadiri langsung oleh pendiri Chikyujin Foundation, Iwamoto Shinichi dan Managing Director Chikyujin Foundation, yait

UM Jakarta Jalin Kerja Sama dengan 4 Kampus di Inggris

Rektor Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) Syaiful Bakhri melakukan kunjungan kerjasama ke empat kampus di Inggris. Syaiful Bakhri mengatakan bahwa kunjungan ini merupakan upaya kerjasama dalam peningkatan mutu akademik universitas yang dilakukan secara bersama-sama oleh PTM agar PTM bisa maju bersama dalam internasionalisasi kampusnya.

Kunjungan dilakukan bersama dengan Majelis Diktilitbang PP. Muhammadiyah dan 28 pimpinan Universitas Muhammadiyah lainnya. Kunjungan yang dilakukan tanggal 11-14 September 2017 bertujuan untuk menjalin kerjasama dengan empat universitas ternama di Inggris, yaitu Coventry University (ranking 20 di UK), De Montfort University (kerjasama dalam bidang kesehatan dan hukum bisnis), Westminster University (kerjasama dalam bidang Tehnik, Hukum Politik dan Kesehatan), Oxfort University (ranking 6 dunia dan tertua di UK).

Oxfort University memiliki jumlah mahasiswa sebanyak 22 juta dari 70 Fakultas. Mahasiswa barunya berjumlah 22 ribu setiap semester. Kampus ini kuat sekali di bidang filsafat. Kemudian Harper Adams University (keunggulannya dalam bidang Agroteknologi). Setiap kunjungan ke kampus mitra kerjasama, Rektor UMJ dan pimpinan beberapa perguruan tinggi Muhammadiyah (PTM) lainnya menandatangani Perjanjian Kerjasama (MoU), dan membuka jalan untuk studi lanjut Master dan Doktor serta joint riset, dan publikasi ilmiah bersama.

Kunjungan diakhiri dengan undangan silaturrahim dari duta besar Indonesia di Inggris Rizal Sukma. Kunjungan kerja ini dinilai bermanfaat bagi proses kemajuan UMJ dan PTM lainnya menuju internasionalisasi universitas dengan dibukanya jendela dinamisasi keilmuan di Inggris.

Setelah dari Inggris, kunjungan berikutnya selama dua hari ke Prancis yang akan melakukan kerjasama dengan Sorbonne University. Hari berikutnya ke Belgia, dan Belanda dengan tujuan kerjasama Leiden University. Kunjungan akan berakhir tanggal 20 September 2017.

Sementara itu Ketua Majelis Diktilitbang PP. Muhammadiyah Lincolin Arsyad menekankan kepada para pimpinan PTM akan perlunya menjalin kerjasama dengan universitas di luar negeri. “Selain untuk menambah wawasan juga untuk mempromosikan kampus kita di dunia internasional agar lebih dikenal, yang pada akhirnya akan berdampak pada meningkatnya reputasi universitas,” kata dia.

republika.co.id

10 Dosen Mengikuti Sosialisasi Sertifikasi Dosen

Berdasarkan fakta empiris penyebab ketidaklulusan serdos karena ketidakjelasan bagi DYS (dosen yang disertifikasi) tentang proses serdos itu sendiri, baik dalam segi teknis maupun substantif. Hal tersebut sebagaimana dikatakan Prof. Fachriyan H Pasaribu, PTP Serdos Pembina UMJ, pada kegiatan Sosialisasi Sertifikasi Pendidik  untuk Dosen (Seros) Terintegrasi Tahap II tahun 2016 PTU Universitas Muhammadiyah Jakarta, di ruang pertemuan rektor, gedung rektorat lantai 2, Jumat (30/9) lalu.
Menurutnya, sosialisasi serdos sendiri merupakan tugas dan wewenang PTU (perguruan tinggi pengusul) dan Kopertis bagi seluruh DYS yang memenuhi syarat termasuk dosen yang sedang studi lanjut di luar negeri. Bagi dosen yang tidak mengikuti sosialisasi, lanjutnya, maka PTU dan Kopertis berwenang untuk tidak menyerahkan akun kepada DYS.
Prof. Fachriyan melanjutkan bahwa terdapat 4 (empat) unsur nilai kelulusan. Pertama, persepsional mahasiswa, teman sejawat, atasan, dan diri sendiri; kedua, deskripsi diri oleh asesor; ketiga, konsistensi antara nilai persepsional dan deskripsi diri, dan; keempat, gabungan nilai angka kredit, skor persepsional, skor kemampuan berbahasa inggris, dan skor potensi akademik atau skor PEKERTI dan/atau AA. “DYS dinyatakan tidak lulus apabila tidak lulus salah satu di antara keempat unsur penilaian tersebut,” katanya jelas.
Pada kegiatan ini, sosialisasi serdos hanya diikuti oleh 10 peserta. Menurut Rektor UMJ Prof. Syaiful Bakhri, sebagai pembina UMJ Prof. Fachriyan sudah berhasil 100 persen dalam melakukan pembinaan. “Dosen yang tidak lulus kan karena sebelumnya tidak hadir (sosialisasi),” jelasnya.
Sumber : www.umj.ac.id

UMJ Kirim Mahasiswa Ke Malaysia dan Thailand

FIP UMJ mengirimkan sebanyak 29 mahasiswa program studi Pendidikan Bahasa Inggris dalam rangka PPL (Praktik Pengalaman Lapangan) atau KKN (Kuliah Kerja Nyata) Internasional di dua negara. Tujuan KKN masing-masing adalah Universiti Teknologi Malaysia (UTM), Johor Bahru sebanyak 18 mahasiswa selama 26 hari dan tiga sekolah di Provinsi Krabi, Thailand sebanyak 11 mahasiswa, selama 23 hari.

Saat pelepasan, Sabtu(17/9), Rektor UMJ Prof Syaiful Bakhri memberikan pesan kepada mahasiswa peserta KKN agar dapat menjaga nama baik UMJ dan bangsa Indonesia. “Di sana, mahasiswa UMJ adalah duta bagi universitas ini dan bangsanya,” katanya.

Rektor menyambut baik KKN Internasional ini sebab dapat memberikan pengalaman global bagi mahasiswa. Baginya, di era globalisasi ini, pergaulan internasional sudah tidak dapat lagi dibendung. Karenanya, lanjut rektor, mahasiswa UMJ perlu memiliki perspektif global.

Dekan FIP UMJ, Herwina Bahar, mengatakan bahwa KKN Internasional merupakan program unggulan FIP UMJ. “Tahun ini merupakan kali kedua program studi bahasa inggris menyelenggarakan KKN Internasional,” katanya. Ia juga mengingatkan agar seluruh peserta KKN dapat menjaga diri dan nama baik.

Senada dengan itu, Wakil Rektor I Kahar Maranjaya, juga menegaskan bahwa pada diri mahasiswa melekat nama nama besar Muhammadiyah. “Mahasiswa dintuntut sikapnya,” katanya.Baginya, KKN Internasional akan memberikan nilai tambah tersendiri bagi mahasiswa, “pengetahuan ditambah pengalaman internasional akan berasimilasi menjadi sarjana unggul. Orientasinya adalah pengalaman,” jelasnya lagi.

Sumber : www.umj.ac.id

Peran KPI Dalam Pengawasan Isi Siaran

KPI (Komisi Penyiaran Indonesia) merupakan lembaga independen yang kedudukannya setingkat dengan lembaga negara lainnya yang berfungsi sebagai regulator penyelenggaraan penyiaran di Indonesia. Untuk itu KPI memiliki peran strategis dalam mengawasi dan memberikan teguran atau sanksi terhadap isi siaran televisi atau radio. “Kita tunggu peran KPI,” harap Amin Thohari, Wakil Dekan I FISIP UMJ, saat memberikan sambutan pada kuliah umum komunikasi, Jumat (9/9) lalu di Aula FISIP UMJ lantai 4.
Menurutnya sejauh ini masih banyak tayangan yang mengilhami tindakan-tindakan negatif. “beberapa hal karena terlalu detail,” jelasnya.
Sejalan dengan Amin, Irfan Purnawan, S.T., M.Chem. Eng, Wakil Rektor III, menyayangkan beberapa tayangan yang tidak mendidik. Bahkan, katanya, berpotensi merusak moral. “Ada pernyataan guru dibayar murah untuk mendidik etika, sedangkan selebritis (yang tidak bertanggung jawab, red) dibayar mahal untuk merusaknya,” katanya.
Dalam hal ini Irfan melihat adanya ketidaksamaan persepsi soal nilai tayangan, “ini kendala KPI,” jelasnya lagi.
Sebagai narasumber, Yuliandre Darwis, Ketua KPI, mengajak segenap civitas akademika agar memiliki pandangan yang sama terhadap cita-cita bangsa yakni maju dan sejahtera. Pandangan selaras tersebut dapat diwujudkan melalui tanggungjawab mereka mengembangkan penyelenggaraan penyiaran Indonesia lebih baik, berkualitas dan edukatif.
Ia juga mengingatkan bahwa publik memiliki peran terhadap isi siaran karena di dalam UU Penyiaran dituliskan bahwa setiap warga negara Indonesia memiliki hak, kewajiban, dan tanggung jawab dalam berperan serta mengembangkan penyelenggaraan penyiaran nasional.
Sumber : www.umj.ac.id

UMJ Tuan Rumah Rakornas APTAIM

Majelis Diktilitbang PP. Muhammadiyah menyelenggarakan Silaturrahim dan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Perguruan Tinggi Agama Islam Muhammadiyah (APTAIM) se-Indonesia di Kampus  Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Selasa (27/9). Dekan FAI-UMJ Rini Fatma Kartika mengatakan  acara Rakornas APTAIM dihadiri oleh 62 peserta dari Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) se-Indonesia, dan akan berlangsung hingga tanggal 29 Sept mendatang.

Acara Rakornas APTAIM dibuka oleh Rektor UMJ Syaiful Bakhri. Menurut Syaiful Bakhri, Al-Islam Kemuhammadiyahan menjadi butir pertama dalam catur dharma Perguruan Tinggi Muhammadiyah. Sehingga suasana keislaman diharapkan dapat mewarnai semua kegiatan di kampus Muhammadiyah agar lebih Islami.

“FAI-UMJ juga merupakan fakultas pertama di UMJ yang menginspirasi munculnya fakultas lainnya di lingkungan UMJ yang hingga sekarang sudah memiliki 43 program studi di UMJ,” kata Syaiful Bakhri.

Wakil Ketua Majelis Diktilitbang PP. Muhammadiyah, Sudarnoto Abdul Hakim menekankan agar Perguruan Tinggi Agama Islam ke depan harus mampu membangun sinergi. Misalnya dengan Majelis Dikdasmen dan Lembaga Pengambangan Pesantren Muhammadiyah untuk menjawab tantangan semakin langkanya Ulama. Kehadiran ulama itu sangat penting untuk merawat bangsa dan Muhammadiyah melalui PTM bisa memberikan jawaban yang tepat.

Sumber : www.republika.co.id

Hajriyanto: Jalur Baru Kaderisasi di Muhammadiyah

Belum lama ini Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) menggelar perayaan puncak Milad ke-60. Acara Milad juga diisi dengan Orasi Ilmiah oleh Drs. H. Hajriyanto Y.

Thohari, MA (Ketua PP. Muhammadiyah dan juga Anggota BPH UMJ). Menurut Hajriyanto, pengkaderan di Persyarikatan Muhammadiyah awalnya melalui jalur pengurus ranting hingga pengurus wilayah Muhammadiyah, atau melalui jalur Organisasi Otonom (Ortom).

Namun saat ini pengkaderan di Muhammadiyah sudah bergeser mengikuti perkembangan zaman, yaitu bisa juga melalui Amal Usaha Muhammadiyah (AUM).

Banyak pemimpin AUM yang berhasil dan menjadi pimpinan di Persyarikatan Muhammadiyah, seperti Prof. Dr. Suyatno (Rektor UHAMKA), Dr. Muhajir Effendy (Rektor UMM), dan Dr. Syaiful Bakhri SH, MH (Rektor UMJ).

Dalam Milad UMJ ke 60 ini, Hajriyanto yang pernah menjabat sebagai wakil ketua MPR RI ini berharap agar para pakar di UMJ dapat memberikan sumbangsih pemikirannya di tingkat nasional untuk kemajuan bangsa dan negara Indonesia.

Rektor UMJ, Dr. Syaiful Bakhri, SH, MH menyambut baik harapan tersebut. Menurutnya, UMJ siap menyongsong lahirnya kepemimpinan nasional dengan penguatan pemimpin yang progresif, professional, dan berhasrat moral yang baik.

Sumber: Republika.co.id