Fakultas Hukum UM Palembang dan DPN Peradi Gelar PKPA Batch VIII

Fakultas Hukum UM Palembang dan DPN Peradi Gelar PKPA Batch VIII

Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Palembang (UM Palembang) menyelenggarakan PKPA Batch VIII pada Sabtu (2/7) lalu. PKPA merupakan Pendidikan Khusus Profesi Advokat bagi sarjana hukum untuk melanjutkan karier sebagai advokat. Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama dengan Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi). Kegiatan ini secara rutin terlaksana di Fakultas Hukum UM Palembang. Bahkan, kegiatan ini telah memasuki angkatan ke-8. “Sebanyak 17 peserta, baik dari akademisi maupun praktisi, menghadiri kegiatan ini,” demikian ujar Abdul Jafar SH MH, Ketua Panitia Pelaksana PKPA dalam laporannya.

Selanjutnya, Soleh Idrus SH MS, Wakil Dekan I Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Palembang, mengapresiasi kegiatan ini. Berdasarkan penuturannya, hal ini merupakan tindak lanjut dari MoU antara Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Palembang dengan Peradi. “Ini akan menjadi nilai tambah bagi Universitas Muhammadiyah Palembang, khususnya Fakultas Hukum,” ujarnya. Soleh Idrus berharap, PKPA dapat terus berkelanjutan mengadakan kegiatan batch berikutnya. Kemudian, Fakultas Hukum UM Palembang harapannya dapat terus menjadi bagian dalam mencetak advokat berintegritas dan profesional.

Kemudian, MR Soki SH MH, Dewan Pembina Peradi Kota Palembang, memberi pesan kepada peserta. Ia mengatakan bahwa PKPA merupakan langkah awal untuk menjadi advokat. “Oleh karenanya, adanya pengambilan sumpah sebagai advokat dalam rangka menjamin dan menjaga kualitas profesi tersebut,” ujarnya. Setelah para peserta selesai mengikuti PKPA, mereka memperoleh sertifikat dari DPN Peradi. Sertifikat ini dapat mereka gunakan sebagai salah satu syarat mengikuti ujian profesi advokat.

UM Palembang Beri Penghargaan untuk Dosen Penulis Karya Tulis Ilmiah

UM Palembang Beri Penghargaan untuk Dosen Penulis Karya Tulis Ilmiah

Universitas Muhammadiyah Palembang (UM Palembang) beri penghargaan kepada dosen tetap pada Kamis (19/5). Penghargaan itu untuk dosen-dosen tetap yang memiliki karya ilmiah terpublikasi. Jumlah artikel terpublikasi itu sendiri mencapai 305 artikel ilmiah. Artikel tersebut merupakan artikel yang terunggah dalam rentang 1 April 2021 s.d. 16 April 2022. Di antara 305 artikel tersebut, sebanyak 17 artikel terindeks Scopus. Selain itu, ada pula jurnal di UM Palembang yang telah terakreditasi SINTA. Total artikel di dalamnya mencapai 239 artikel.

Dana dari penghargaan yang UM Palembang beri ini mencapai 1,2 miliar kepada para dosen tetap tersebut. Jurnal Q1 dengan status First Author sebesar 25 juta rupiah; Q2 status First Author sebesar 20 juta rupiah; Q3 First Author sebesar 15 juta rupiah; Q4 First Author sebesar 10 juta rupiah. Kemudian, SINTA 2 First Author sebesar 7,5 juta rupiah. Selanjutnya, SINTA 3 First Author sebesar 2,5 juta rupiah. Sementara itu, SINTA 4 First Author sebesar 2,5 juta rupiah dan SINTA 5 First Author sebesar 1 juta rupiah.

Dalam kegiatan ini hadir Wakil Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Prof Dr Edy Suandi Hamid MEc; Ketua PWIM Sumatera Selatan, Prof Dr Romli SA MAg; dan Ketua BPH UM Palembang, Dr HM Idris MSi. Ada pula Wakil Rektor, Dekan, Wakil Dekan, dan Kaprodi. Rektor UM Palembang, Dr Abid Djazuli SE MM memberikan sambutan dalam kegiatan ini. Ia mengatakan bahwa UM Palembang terus berusaha mengembagkan diri untuk bersaing hingga tatanan internasional.

UM Palembang Beri Bantuan pada Korban Peristiwa Kebakaran Sumsel

UM Palembang Beri Bantuan pada Korban Peristiwa Kebakaran Sumsel

Universitas Muhammadiyah Palembang (UM Palembang) beri bantuan pada korban peristiwa kebakaran pada Selasa (12/4) lalu. Peristiwa kebakaran terjadi di Desa Sungsang I, Kabupaten Banyuasin. Rektor Universitas Muhammadiyah Palembang, Dr Abid Djazuli SE MM hadir secara langsung di lokasi tersebut. Tidak hanya Universitas Muhammadiyah Palembang saja, melainkan Masyarakat Ekonomi Sumsel (MES) turut hadir. Ketua MES, Achmad Syamsudin yang juga Direktur Utama Bank Sumsel Babel turut mendatangi lokasi. Dr Sri Rahayu SE MM, Direktur Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Palembang ikut hadir.

Universitas Muhammadiyah Palembang dan MES Sumatera Selatan memberikan bantuan yang merupakan himpunan dari keluarga besar kedua belah pihak. Dr Abid Djazuli SE MM mengatakan bahwa UM Palembang beri bantuan ini sebagai wujud solidaritas terhadap para korban kebakaran. “Ini menjadi bentuk kepedulian kami untuk meringankan beban para korban,” ujarnya.

Selanjutnya, ia menjelaskan bahwa bantuan tersebut meliputi beberapa hal. Di antaranya adalah bantuan paket sembako. Ada pula bantuan berupa pakaian layak pakai. Bantuan uang tunai juga turut terselip di antara paket bantuan yang diberikan. Kemudian, Dr Abid Djazuli SE MM menjelaskan bahwa latar belakang adanya pemberian bantuan ini berangkat dari pembicaraan antara kedua pihak yang menarik rasa sosial masing-masing. “Kami berikan bantuan ini melalui obrolan kecil yang akhirnya menarik rasa sosial keluarga besar UM Palembang dan MES Sumsel,” paparnya dalam situs resmi UM Palembang.

Mahasiswa UM Palembang Jadi Duta Kuliner Sulsel

Mahasiswa UM Palembang Jadi Duta Kuliner Sumsel

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Palembang (UM Palembang) meraih prestasi pada Ahad (27/2) lalu. Prestasi tersebut ialah meraih Juara Putra Berbakat Duta Kuliner Sumatera Selatan (Sumsel) pada 2022. Mahasiswa tersebut merupakan mahasiswa Program Studi Ekonomi Islam, Fakultas Agama Islam (FAI) UM Palembang, Mamun Ajaib. Mamun Ajaib mengatakan bahwa motivasinya mengikuti ajang ini karena ia peduli untuk mempromosikan kuliner yang ada di Sumatera Selatan.

Mamun Ajaib mengatakan bahwa ia berharap mahasiswa lain dapat tergerak untuk berprestasi di luar kampus. “Meraih prestasi bisa menjadi bentuk kepedulian kita untuk mempersiapkan masa depan yang lebih baik,” jelasnya. Selanjutnya, Wakil Rektor III UM Palembang, Dr Ir Mukhtaruddin Muchsiri MP, mengapresiasi prestasi Mamun Ajaib. Ia mengatakan bahwa perolehan prestasi ini menjadi bukti dan jawaban nyata. “Bahwa, ternyata mahasiswa-mahasiswa UM Palembang dapat meraih prestasi dan berkembang di luar kampus,” ujarnya dilansir dalam situs resmi UM Palembang.

Kemudian, Dr Mukhtaruddin juga berharap agar ke depannya, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Palembang dapat melakukan hal yang sama, yakni meraih prestasi sesuai potensi mereka. Sebab, dengan adanya pengembangan potensi mahasiswa, ini akan dapat berdampak bagi peningkatan kompetensi bakat dan minat mahasiswa. “Oleh karena itu, prestasi Mamun Ajaib ini semoga bisa menginspirasi semua mahasiswa UM Palembang. Semoga mereka terinspirasi bahwa kita semua dapat meraih prestasi apabila menekuni bakat dan minat yang kita miliki,” tutupnya.

Rektor UM Palembang Lakukan Supervisi Lokasi KKN

Rektor UM Palembang Lakukan Supervisi Lokasi KKN

Rektor Universitas Muhammadiyah Palembang (UM Palembang), Dr Abid Djazuli SE MM, melakukan supervisi dan monitoring KKN UM Palembang pada Selasa (25/1) lalu. Tempat tujuannya yakni lokasi KKN di Semi-Posko Angkatan Ke-57, Desa Tanjung Atap Kecamatan Tanjung Batu, Kabupaten Ogan Ilir.

Sebanyak 71 mahasiswa dari Kabupaten Ogan Ilir menjadi peserta KKN tersebut. Semi Posko ini merupakan integrasi dari pendampingan BUMDes di Kecamatan Tanjung Batu, Kabupaten Ogan Ilir. Program ini adalah pendirian posko, tetapi pelaksanaannya tidak menginap di posko tersebut. Kegiatan KKN terselenggara sejak 24 Januari lalu. Nantinya, akan berakhir pada 4 Maret 2022.

“Kegiatan supervisi dan monitoring ini merupakan cara memastikan sejauh mana partisipasi mahasiswa KKN di tengah masyarakat,” jelas Dr Abid Djazuli. Ia menjelaskan, bahwa supervisi melingkupi kegiatan-kegiatan apa saja yang dilaksanakan. Kemudian, supervisi juga mencakup sejauh mana dampak program tersebut bagi masyarakat Desa Tanjung Atap. Ke depannya, periode KKN mendatang di UM Palembang akan tetap menjadikan Kecamatan Tanjung sebagai tempat pelaksanaan KKN. Baik merupakan KKN Terpadu maupun KKN Reguler.

Dr Abid Djazuki mengharapkan bahwa pemerintah Kabupaten Ogan Ilir dapat turut berakselerasi dan berkolaborasi bersama. Terutama, dalam bidang pembangunan sumber daya masyarakat. “Potensi pembangunan daerah perlu mulai dengan pembangunan sumber daya manusia. Ke depannya, UM Palembang siap berkolaborasi bersama pemerintah Kabupaten Ogan Ilir untuk membangun dan meningkatkan kualitas SDM,” tutupnya dalam situs resmi UM Palembang.

Doktor UM Palembang dari Kalangan Dosen Bertambah

Doktor UM Palembang dari Kalangan Dosen Bertambah

Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Palembang menambah satu dosen bergelar doktor pada Rabu (22/12) lalu. Dr Reny Okpirianti SH MH merupakan dosen ke-94 dengan gelar doktor di UM Palembang. Dilansir oleh situs resmi UM Palembang, Dr Reny Okpirianti lulus dengan nilai predikat Sangat Memuaskan. Ia meraih gelar doktor setelah melalui Ujian Terbuka Program Doktor di Ilmu Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya. Ujian tersebut terselenggara di Hall Tower Lantai 8 Kampus Bukit Besar Palembang.

Dalam kegiatan tersebut, hadir Wakil Rektor I, Prof Dr Indawan Syahri MPd; Wakil Rektor II, Dr Hj Fatimah SE MSi; Wakil Rektor III, Dr Ir Mukhtarudin Muchsiri MP. Selanjutnya, ada pula Direktur Program Pascasarjana, Dr Sri Rahayu SE MM; Dekan Fakultas Hukum, Nur Husni Emilson SH SpN MH. Kemudian, sivitas akademika Fakultas Hukum UM Palembang pun turut hadir. Setelahnya, Dr Abid Djazuli SE MM, Rektor Universitas Muhammadiyah Palembang, memberi apresiasi dan selamat kepada Dr Reni.

Dr Reni Okpirianti SH MH membawa judul disertasinya “Kebijakan Kriminal terhadap Gratifikasi di Indonesia”. Prof Dr Teguh Prasetyo SH MSi menjadi promotor dalam ujian terbuka meraih gelar doktor bagi dosen UM Palembang tersebut. Bersama dengan Dr Otto Yudianto SH MHum sebagai co-promotor; Prof Dr Topo Santoso sebagai promotor; dan Dr Hj Nasriana SH MHum sebagai co-promotor. Tim penguji terdiri atas Dr Febian SH MS, Dr KN Sofyan Hasan SH MH, Dr Ruben Ahmad SH MH, Dr Ridwan SH MH, dan Dr Happy Warsito SH MH. Kemudian, penguji eksternal terdiri atas Dr Sigit Suseno SH MH dari Universitas Padjajaran Bandung. Ada pula Dr Feby Mutiara SH MH dari Universitas Indonesia.

UM Palembang Kembali Tambah Jumlah Doktor

UM Palembang Kembali Tambah Jumlah Doktor

Program Studi (Prodi) Hukum Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Palembang kembali menambah satu dosen bergelar Doktor, setelah menyelesaikan studi Strata Tiga, Dr. Ismail Pattenase, S.H., M.H., menjadi dosen bergelar Doktor ke-93 di UM Palembang. Ia dinyatakan lulus dengan nilai predikat Sangat Memuaskan, dan berhak mendapatkan gelar Doktor setelah melalui Ujian Terbuka Program Doktor Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya yang diselenggarakan, pada Jumat (5/11).

Dr. Ismail Pattenase, S.H., M.H., mengambil judul Disertasi “Model Penyelesaian Terhadap Anak Yang Berkonflik dengan Hukum Yang Diancam Pidana Penjara 7 Tahun Ke Atas Berbasis Nilai Keadilan Bermartabat” dengan Promotor Prof. Dr. Teguh Prasetyo, S.H., M.Si., dan Co-Promotor Dr. Otto Yudianto, S.H., M.Hum. Dr. Khalisah Hayatuddin, S.H., M.Hum., Kaprodi Hukum Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Palembang turut menjadi tim penguji dalam Ujian Terbuka Dr. Ismail Pattenase, S.H., M.H., Program Doktor Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya.

Pada kesempatan ini, Rektor Universitas Muhammadiyah Palembang Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., memberikan apresiasi dan ucapan selamat kepada Dr. Ismail Pattenase, S.H., M.H., atas capaian digelarnya Ujian Terbuka Program Doktor Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya. Lebih lanjut Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., juga mengucapkan selamat atas keberhasilan Dr. Ismail Pattenase, S.H., M.H., dalam menyelesaikan Program Doktor Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, dan menjadi dosen bergelar Doktor ke-93 di Universitas Muhammadiyah Palembang.

Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., juga mengajak dosen-dosen UM Palembang yang sedang menjalani studi S3 di dalam atau di luar negeri, untuk terus semangat dalam menyelesaikan studinya, dan kembali ke Universitas Muhammadiyah Palembang dalam mendukung peningkatan mutu lulusan. []UM Palembang /Diktilitbang

Doktor UM Palembang

Boby Muslimin Jadi Doktor UM Palembang ke-84

Doktor UM Palembang bertambah menjadi 84 orang sepanjang sejarahnya. Kali ini Fakultas Pertanian UM Palembang yang menyumbang satu dosen bergelar Doktor, setelah menyelesaikan studi Strata 3 (S3), Dr. Boby Muslimin, M.Si., menyelesaikan Strata 3 Doktor Ilmu Pertanian dan menjadi dosen bergelar Doktor ke-84 di Universitas Muhammadiyah Palembang.

Pria kelahiran Palembang, 07 Desember 1984 ini berhasil lulus dari Prodi Doktor Ilmu Pertanian Program Pascasarjana Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, dan berhak mendapatkan gelar Doktor setelah melalui ujian Promosi Doktor secara daring, pada Rabu 27 Januari 2021.

Dalam Ujian Promosi Doktor tersebut, Dr. Boby Muslimin, M.Si., mengambil judul Disertasi “Karakter Morfologi dan Genetik Ikan Gabus Channa Striata (Bloch, 1793) Intraspesies dari Perairan Umum Sumatera untuk Pengembangan Budidaya”, dengan Promotor: Prof. Dr. Ir. Rustadi, M.Sc., Co-Promotor 1: Dr. Ir. Ignatius Hardaningsih, M.Si., dan Co-Promotor 2: Dr. Bambang Retnoaji, M.Sc.

Pada kesempatan ini, Rektor UM Palembang Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., memberikan apresiasi dan ucapan selamat kepada Dr. Boby Muslimin, M.Si., atas Ujian Terbuka Promosi Doktor Ilmu Pertanian Program Pascasarjana Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.

Sumber : Humas UM Palembang

 

 

PTMA Harus Gencarkan Globalisasi Dunia Pendidikan Tinggi

Pemerintah menyadari saat ini perguruan tinggi telah memasuki Global Megatrend. Fase ini mau tidak mau harus diadaptasi oleh perguruan tinggi agar mampu bersaing dalam tatanan global. Dengan begitu upaya yang harus dilakukan salah satunya yaitu memperbanyak kerja sama baik lokal maupun internasional. Begitu papar Dr Abid Djazuli, SE MM setelah melakukan penandatanganan MoU dengan Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Turkey yang diwakili Syamsul Hidayat Daud, Ph.D (cand), Head of PCIM Dewan PCIM Turkey secara daring, Selasa (26/01).

Kolaborasi yang diinisiasi KUI UM Palembang ini juga menyelenggarakan Webinar Internasional “Collaboration Opportunity of Indonesia and Turkey” dengan narasumber Dr. Lalu Muhamad Iqbal, Ambassador of Indonesian Embassy in Ankara Turkey, dan M. Handi Khalifah, MSi PCIM Turkey.

Dr Abid menambahkan, UM Palembang sebagai Amal Usaha Muhammadiyah juga turut memanfaatkan jaringan Persyarikatan Muhammadiyah yang telah mencapai tingkat internasionalisasi sebagai ikhtiar dalam menerapkan Globalisasi dunia Pendidikan Tinggi. “Globalisasi dunia Pendidikan Tinggi adalah suatu fenomena terhadap meningkatnya hubungan global yang meliputi ekonomi, budaya, dan perubahan sosial. Perguruan tinggi diharapkan sebagai tempat yang dapat menghasilkan tenaga kerja yang mumpuni/ahli serta berkontribusi dalam penelitian dan inovasi” paparnya.

Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Rektor I Prof. Dr. Indawan Syahri, M.Pd., Wakil Rektor II Dr. Fatimah, S.E, M.Si., Wakil Rektor IV Dr. Antoni, M.H.I., Direktur Pascasarjanan Dr. Sri Rahayu, S.E., M.M., dan Erna Yulinawati, Ph.D., Kepala Kantor Urusan Internasional.

FK UM Palembang

FK UM Palembang Lantik 28 Dokter Baru

Di tengah pandemi, perjuangan mencari ilmu tetap dilakukan sebaik mungkin. Begitu kiranya yang dilakukan oleh 28 dokter baru Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muhammadiyah Palembang (UM Palembang) yang melakukan pelantikan dokter baru di masa pandemi ini oleh Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Palembang dr. Yanti Rosita, M.Kes.

Prosesi pengambilan sumpah sebanyak 28 dokter baru lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Palembang berlangsung khidmat, di Aula FK UM Palembang, Sabtu (16/1/2021) yang turut dihadiri Direktur RS BARI Palembang dr. Hj. Makkiani, S.H. MARS., dan Direktur RS Muhammadiyah Palembang dr. Pangestu Widodo, MARS. Dengan demikian, Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Palembang tercatat sudah menghasilkan 415 orang dokter sejak berdirinya pada tahun 2008.

Dalam sambutanya, Rektor Universitas Muhammadiyah Palembang Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., mengucapkan selamat kepada para dokter baru, keluarga dan para pimpinan dan dosen Fakultas Kedokteran atas kesuksesannya hingga terlaksananya sumpah dokter ini tahun akademik 2020/2021.

Ia melanjutkan, pengambilan Sumpah Dokter merupakan bentuk pernyataan diri dari lulusan program studi Kedokteran yang telah menyelesaikan dua proses pendidikan yaitu Pendidikan Sarjana Kedokteran dan Pendidikan Profesi. Dengan pengambilan sumpah tersebut seorang dokter baru berhak untuk mengabdikan diri kepada masyarakat dan bekerja sesuai dengan keprofesiannya.

Sumber : Humas UM Palembang