Peresmian BI Corner di UM Purworejo

Peresmian Bank Indonesia (BI) Corner di Perpustakaan UM Purworejo dilakukan langsung oleh Deputi Gubernur BI, Dr Sugeng, Kamis (31/10). BI Corner merupakan pojok baca yang menyediakan buku dan referensi seputar BI, buku-buku ekonomi, binis, ataupun perbankan. Pojok baca ini merupakan bantuan dari BI dan telah tersebar di perpustakaan Indonesia.

Dr Sugeng berpesan kepada UM Purworejo agar BI Corner dapat dijaga keberadaanya. “Diharapkan BI Corner bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk memperluas pengetahuan,” tambah Dr Sugeng.

Ucapan terima kasih disampaikan oleh Dr Rofiq Nurhadi MAg selaku rektor UM Purworejo atas bantuan perpustakaan yang telah diberikan. “Semoga ke depan UM Purworejo dapat mewujudkan kerja sama yang baik dengan Bank Indonesia melalui berbagai program yang sejalan dengan visi misi universitas,” ujar Dr Rofiq.

Dosen Farmasi UMP Prakarsai dan Ikuti Program NICCRAT

Dr Asmiyenti Djalilasrin Djalin, Dosen Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), mengikuti pelatihan In-Depth Training on Molecular Diagnostic for Precision Medicine: Development and Clinical Application, di Nottingham (21/9-17/10). Program yang didanai oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) melalui skema Research and Innovation in Science and Technology Project (RISET-Pro) ini melibatkan 10 delegasi gabungan peneliti, klinisi, dan akademisi dari Fakultas Farmasi UMP, LIPI, Fakultas Kedokteran UI, dan Fakultas Kedokteran Ilmu Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan UGM.

Pada minggu pertama, para delegasi menghadiri program Molecular Diagnostics Training School and Image Analysis Training School yang disampaikan oleh Nottingham Molecular Pathology Node dan didukung oleh The Pathological Society of Great Britain and Ireland juga beberapa sponsor industri. Selama pelatihan ini, mereka bertemu dengan Prof Jo Martin, President of the Royal College of Pathologists di Inggris. Minggu berikutnya, kegiatan dipusatkan pada tutorial dan pratikum yang mencakup teori mengenai kanker, bioinformatika, teknik molekural genetik, serta keahlian dasar manajemen dan komunikasi riset.

Diprakarsai oleh Susanti MPhil Apt, dosen Fakultas Farmasi UMP yang sedang menempuh S-3 di kelompok penelitian Prof. Ilyas, NICCRAT (Nottingham-Indonesia Collaboration for Cancer Research and Training) dibentuk untuk memfasilitasi kegiatan penelitian dan pelatihan kolaborasi dengan rekan-rekan di Indonesia dari sejumlah lembaga akademik dan penelitian seperti LIPI, UI, UGM, UMP. Untuk membantu proses translasi hasil riset ke dunia klinis, NICCRAT juga bekerja sama dengan Stem Cell and Cancer Institute (SCI), sebuah lembaga riset yang dimiliki oleh Kalbe Farma Tbk.

Di bawah NICCRAT, Prof Ilyas dan timnya terlibat dalam beberapa kegiatan. Pada Maret 2019, NICCRAT berhasil menyelenggarakan pelatihan bertema Precision Medicine bagi 60-an akademisi dan klinisi Indonesia. Pelatihan di FKKMK UGM ini didanai oleh Kemenristekdikti lewat skema BIMTEK bekerja sama dengan kantor Asia Business Center, UoN. Pada Desember 2019, NICCRAT kembali akan mengadakan kegiatan pelatihan di FKKMK UGM bertema Diagnostic Pathology Masterclass in Gastrointestinal Disease. [TribunNews] [University of Nottingham]

UMP Raih Rangking Kedua LPTK Penyelenggara Pendidikan Profesi Guru

Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) meraih ranking kedua dalam 10 peringkat teratas Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) penyelenggara Pendidikan Profesi Guru (PPG) keluaran Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti).

Hal ini diungkapkan dalam acara diklat penguatan kepala sekolah jenjang TK, SD, dan SMP angkatan ke-1 tahun 2019 kerja sama Lembaga Penyelenggara Diklat (LDP) Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMP, 9-16 September 2019.

Kepala Biro Perencanaan Kemenristekdikti, Dr Ir Erry Ricardo Nurzal MT MPA, dalam penyampaian materinya mengungkapkan UMP berada di peringkat teratas ke-2 di perguruan tinggi negeri maupun swasta. “Berdasarkan aktivitas admin LPTK, admin prodi, instruktur dan mahasiswa. UMP memiliki nilai rata-rata 75,11 dan UNY memiliki nilai 76,45,” jelasnya.

Pekan Seni Mahasiswa PTMA 2019 Mulai Digelar di UM Purwokerto

Pekan Seni Mahasiswa (PSM) 2019 diselenggarakan di Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) dari Selasa (13/8) hingga Kamis (15/8). Kompetisi ini diikuti sebanyak 478 mahasiswa dari Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) se-Indonesia. Terdapat beberapa rangkaian lomba seperti MTQ, seni lukis, seni sastra, seni musik, seni teater, dan sinematografi. Rangkaian tersebut terbagi lagi menjadi 19 lomba yang dinilai oleh juri-juri profesional.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UMP, Ir. Arman Suyadi, mengatakan bahwa PSM kali ini merupakan PSM yang terbanyak pesertanya. “Tahun ini peserta lebih banyak, semua provinsi terwakili,” tambahnya.

Sementara itu Dr. Anjar Nugroho selaku Rektor UMP memaparkan kompetisi ini merupakan ajang silaturahmi mahasiswa-mahasiswa PTMA di seluruh Indonesia. PSM juga dapat dijadikan persiapan untuk Pekan Seni Mahasiswa Nasional (Peksiminas) dan Pekan Seni Mahasiswa Daerah (Peksimida) di wilayahnya masing-masing. “Supaya saling kenal, saling interaksi dan menjadi ajang kompetisi mahasiswa yang memiliki bakat seni di masing-masing PTMA,” ujarnya.

Dosen UM Purwokerto Paparkan Ekonomi Islam di Konferensi Internasional

Dosen Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) Dr Naelati Tubastuvi SE MSi mempresentasikan artikel hasil penelitiannya di British Islamic Economy Society (BIES) Conference Durham University, Inggris (30-31/7).

Acara dibuka langsung oleh Prof. Mehmet Asutay selaku Direktur Durham Centre for Islamic Ecomonics and Finance. Pidato pembukaan disampaikan oleh H.E. Dr Ahmef Mohammed Ali, pendiri dan mantan presiden Islamic Development Bank (IDB) serta Mahmoud Mohieldin, senior vice president Bank Dunia, Washington, USA. Ia menjelaskan bahwa di konferensi ini beragam isu terkini tentang ekonomi dan keuangan Islam dibahas. Mulai dari manajemen risiko, pengembangan produk keuangan Islam, industri halal, asuransi, sukuk dan perkembangan pendidikan, hingga penelitian dalam ekonomi dan keuangan Islam. “Sudah saatnya Indonesia sebagai negara berpenduduk muslim terbesar di dunia menjadi pusat rujukan dalam penerapan ekonomi berlandaskan prinsip syariah Islam,” tambahnya.

DIFSS kali ini diikuti para profesional dan akademisi ekonomi Islam dari berbagai negara antara lain Amerika, Brunei, Inggris, Kuwait, Malaysia, Mesir, Oman, Portugal, Prancis, Qatar, Spanyol, Saudi Arabia, Turki, dan Uni Emirat. Ditemui di Purwokerto, Rabu (7/8), Dr Naelati Tubastuvi mengucapkan rasa sukur atas kesempatan yang diberikan UMP untuk memaparkan Ekonomi Islam di depan perwakilan berbagai negara tersebut. “Beruntung sekali saya mendapat kesempatan mengikuti acara ini untuk menambah wawasan ekonomi dan keuangan Islam secara global,” tuturnya.

UMP gelar Closing Ceremony Program Darmasiswa

Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) menggelar Closing Ceremony Program Darmasiswa 2018-2019, di Ruang Wakil Rektor 4 UMP, Jumat (21/6).

Sukses diadakan selama satu tahun, program beasiswa internasional dari Kemendikbud RI ini bertujuan untuk memberikan wawasan tambahan kepada mahasiswa asing. “Bukan hanya sekedar seni, bahasa atau budaya, mereka juga belajar mengenai kehidupan islam pula”. ujar Shanty Hawanti Ph.D selaku Direktur KUI UMP.

Adam, salah satu peserta Darmasiswa menyampaikan antusiasnya selama mengikuti program. “sangat menyenangkan, banyak pengalaman dan ilmu yang saya dapatkan dari sini” tutupnya.

PERSAMI HIZBUL WATHAN MAHASISWA PGSD UM Palangkaraya

Persami HW mahasiswa UMP yang digelar di Bumi Perkemahan Nyaru Menteng pada tanggal 14-15 Mei 2016, berhasil menyedot massa hingga 824 orang peserta yang berasal dari program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) dan Bimbingan Konseling (BK) yang datang dari Pulang Pisau, Kasongan, dan Palangkaraya untuk semester 2 dan 4.
“Hingga hari terakhir banyak sekali mahasiswa yang ingin mendaftar,” ujar Dedy, salah seorang panitia sekretariat yang juga Dosen di lingkungan Universitas Muhammadiyah Palangkaraya.
Hal itu tidaklah mengherankan dikarenakan bahwa banyak mahasiswa yang tertarik sekali ingin mengikuti perkemahan yang merupakan Pramuka Muhammadiyah itu sendiri.
Acara ini sangat didukung oleh Kwarwil HW Kalteng, pihak Universitas, Fakultas, dan seluruh mahasiswa PGSD di kampus berjuluk “Green Islamic Campus” Tersebut.
Hizbul Wathan sendiri merupakan gerakan kepanduan yang mana bertujuan untuk memperkokoh takwa, membentuk akhlak dan watak kita berdasarkan iman kepada Allah SWT. Sehingga anggota HW sendiri memilik rasa tanggung jawab terhadap keluarga, bangsa , cinta lingkungan dan tanah air.
Menurut ketua panitia kegiatan, John Kennedi, manfaat yang didapat dari kegiatan ini adalah mengajarkan mahasiswa dapat mandiri, yang mana kebanyakan mahasiswa di UM Palangkaraya jauh dari orang tua.
“Kegiatan ini dapat melatih siswa memiliki mental mandiri dan bekal untuk mahasiswa ini nantinya pada saat PPL. Siapa tahu nanti pada saat PPL didaulat oleh pihak sekolah untuk menjadi pelatih kepanduan bagi peserta didik di sekolah, sehingga mereka dapat memanfaatkan ilmu yang telah diberikan,” kata John.
Hal itu ditambahkan oleh Diplan, M.Pd selaku Ka.Prodi PGSD UM Palangkaraya, dia mengatakan bahwa selain untuk mengajarkan mahasiswa untuk membentuk mental, iman dan taqwa, hal yang tidak kalah penting adalah kegiatan sebagai kesempatan untuk bersilaturahim antar mahasiswa PGSD dan Dosen di PGSD.
“Selain ajang untuk memberikan ilmu, kegiatan ini sebagai kesempatan untuk saling bersilaturahmi antar dosen dan mahasiswa PGSD,” kata Diplan selaku ka.prodi yang telah berhasil membawa Program Studi PGSD mendapatkan akreditasi B, serta baru-baru ini mendapat hibah seperti MBS, Penyelenggara MBS dan bermitra terbaik dengan SD Binaan oleh Badan Penilai MBS.
Itulah kenapa tema kegiatan yang diangkat pada tahun ini adalah “Membangun Persatuan dan Kesatuan dengan Jiwa Fastabiqul Khairat” berhasil dengan sukses dilaksanakan.
Menurut info yang didapat oleh redaksi, kegiatan ini akan kembali dilaksanakan tepatnya tahun depan, pada tahun 2017 mendatang. (IlhamBAKA)

HMTS UMP GELAR SEMINAR NASIONAL BANGUNAN GEDUNG HIJAU

Perkembangan teknologi yang sangat pesat menciptakan sebuah teknologi yang baru dalam pembangunan dan saat ini teknologi ramah lingkungan sangat ramai di kampanyekan dan Indonesia merupakan negara tropis yang dilewati oleh garis katuliswa sehingga dilimpahi sinar matahari yang cukup sepanjang tahun, serta suhu yang cukup stabil.

Dengan memperhatikan kondisi geografis tersebut, maka energi alternatif matahari sangat cocok diterapkan di Indonesia. Konstruksi bangunan rumah juga harus memperhatikan  unsur penggunaan bahan/material dan bentuk bangunan yang mampu mengurangi penggunaan lampu untuk pencahayaan, AC untuk pendingin, sistem pembuangan yang baik.

Menanggapi realita tersebut, Himpunan Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Palangkaraya Menyelenggarakan kegiatan berbentuk seminar nasional yang bertemakan “Bangunan Gedung Hijau”. Di Aula Universitas Muhammadiyah Palangkaraya pada tanggal 04 April 2016. Seminar ini bersifat umum diikuti oleh kurang lebih 500 peserta dari mahasiswa dari berbagai institusi yang berada di Kalimantan Tengah, serta berbagai instansi Provinsi Kalteng. Yang menjadi pemateri dalam seminar tersebut adalah : Drs. Bulkani, M.Pd (Rektor UM Palangkaraya), Baryen, ST., M. Eng (Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Kalimantan Tengah, dan Sofyansyah Darmi, SE., MM (Sekretaris Umum BPD Gapensi Provinsi Kalimantan Tengah.

Ketua panitia M. Noor Fazri Edison mengatakan apabila kita (UM Palangkaraya) mampu mewujudkan terselenggaranya bangunan gedung hijau maka kampus ini akan lebih Green dalam segi bangunannya dan UM Palangkaraya membantu mengurangi emisi gas rumah kaca

“seminar ini sangat bermanfaat khususnya teknik sipil untuk menerapkan konsep Green Building dan di kampus UM Palangkaraya telah menerapkan hal tersebut baik seperti pengehematan kertas, penggunaan Solar Cell ” ujar Fazri.

Abdilah Selaku.Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Teknik Sipil UM Palangkaraya juga menambahkan hal yang sama mengenai kegiatan tersebut

“seminar bangunan hijau ini sangat penting dalam menanamkan sikap dan perilaku yang berwawasan lingkungan dalam pembangunan dan semoga dengan diaadakannya seminar green building ini mahasiswa teknik sipil mampu berinovasi dalam pembangunan ramah lingkungan,” tambah Abdillah. (Dll/ky/fz/IlhamBAKA)

 

 

 

UM PALANGKARAYA DAN MA’DIN ACADEMY AKAN SEMINARKAN SOSBUD INDIA-INDONESIA

UMP DAN MA’DIN ACADEMY AKAN SEMINARKAN SOSBUD INDIA-INDONESIA

Universitas Muhammadiyah Palangkaraya terus memperluas aktivitas dan interaksi global dengan jaringan perguruan tinggi trans nasional di berbagai negara, dan dalam waktu dekat ini Universitas Muhammadiyah Palangkaraya akan menggelar Seminar Internasional tentang integrasi sosial budaya Indonesia-India untuk penguatan iklim akademik di kedua negara.

Wakil Rektor IV UM Palangkaraya Bidang Kerjasama dan Hubungan Internasional, Dr.H.M.Yusuf, MAP di Palangka Raya, Selasa, mengatakan UMP dan Ma’din Academy menggelar seminar internasional di kampus Ma’din di Malappuram, Kerala, India pada Tanggal 9 April 2016 sekaligus penandatangan kesepakatan aksi dari MoU diantara kedua perguruan tinggi,

“Rektor UMP secara khusus mengutus dua orang Doktor pada seminar internasional di Kerala, India sebagai bentuk sumbang pemikiran bagi penguatan iklim ilmiah dan penyelenggaraan pendidikan tinggi global,” ucap Yusuf yang juga Direktur Program Pascasarjana Magister Administrasi Publik UMP itu.

Secara bersamaan juga dilakukan kunjungan dan penjajakan kerja sama dengan beberapa perguruan tinggi di Malaysia.

Rektor UMP Bulkani, MPd dijadwalkan ke Kuala Lumpur pada 11 April 2016 guna melakukan pembicaraan kerja sama dengan beberapa rektor dan pimpinan pergurun tinggi di negara jiran itu.

Universitas Muhammadiyah (UM) Palangkaraya yang telah mencanangkan sebagai kampus di daerah pedalaman yang siap go internasional terus memberikan porsi bagi para mahasiswa berbagai Negara untuk menuntut ilmu dan melakukan riset tentang sosial dan budaya masyarakat dengan penduduk asli Suku Dayak.

Selama beberapa tahun terakhir, Universitas Muhammadiyah Palangkaraya merintis berbagai kerjasama dengan institusi dalam maupun negeri, yang mana kesemuanya merupakan impian dan cita-cita Universitas Muhammadiyah untuk selalu unggul, dan terdepan dalam membangun prestasi. Jargon tersebut tidak hanya untuk mahasiswa, namun juga bagi Universitas Muhammadiyah Palangkaraya.

Sebagai langkah kerjasama yang telah ditempuh antara lain KKN-PPL di Luar Negeri, tepatnya di Thailand. Serta beberapa mahasiswa dari Thailand yang kuliah di Universitas Muhammadiyah Palangkaraya selama 4 tahun. Saat ini terdapat 8 orang mahasiswa dan mahasiswi yang kuliah di Universitas Muhammadiyah Palangkaraya, dan memilih program studi favorit mereka di kampus berjuluk “Green Islamic Campus”. (d.y/ilhamBAKA)

UMP TEKEN MoA DENGAN FATONI UNIVERSITY

UM Palangkaraya Teken MoA dengan Fatoni University
Dalam rangka memperluas jaringan kerjasama antar perguruan tinggi, khususnya dalam lingkup ASEAN, maka Universitas Muhammadiyah Palangkaraya (UMP), menjalin kerjasama dengan Fatoni University (FTU) di Thailand Selatan. Kerjasama tersebut ditandatangani dalam bentuk Memorandum of Action (MoA) antara Rektor Universitas Muhammadiyah Palangkaraya dengan Rektor Fatoni University, Asst. Prof. Ismail Lutfi Japakiya. Penandatanganan dilaksanakan di kampus Fatoni University, Propinsi Pattani, Thailand Selatan, pada tanggal 2 Maret 2016 yang lalu.

Rektor UMP, Drs. H. Bulkani, M.Pd menyatakan bahwa MoA ini merupakan point penting bagi peningkatan kerjasama UMP dengan perguruan tinggi luarnegeri, karena lebih realistis untuk diwujudkan bersama. “Kita memiliki banyak kesamaan, antara lain dari segi kultur, ada relevansi bahasa, dan kesamaan program. Hal ini merupakan modal besar bagi kedua belah pihak untuk dapat merealisasikan kesefahaman tersebut” kata Bulkani di kantornya. Lebih lanjut dijelaskan bahwa, dari hasil kesepakatan ini, UMP dan FTU akan segera membuka program double degree model 2+2, khususnya karena kedua perguruan tinggi banyak memiliki program studi yang sama. Model 2+2 ini memungkinkan mahasiswa menempuh pendidikan di UMP untuk 2 tahun pertama, dan 2 tahun berikutnya diselesaikan di FTU. Demikian pula sebaliknya. Keuntungannya antara lain adalah, lulusan program ini bisa mengantongi 2 ijazah, yakni dari UMP dan dari FTU. Selain itu, pengalaman kuliah di luar negeri akan mampu menambah wawasan sekaligus kompetensi bagi lulusan kedua belah fihak.

Menurut Bulkani, kerjasama double degree semacam ini akan terus diperluas, antara lain dengan beberapa perguruan tinggi di Malaysia dan Singapura serta Korea, sehingga mahasiswa UMP akan memiliki kesempatan yang sangat luas untuk mengembangkan potensi dirinya dengan belajar ke luar negeri.