Mahasiswa UM Purwokerto Kembangkan Penghasil Kopi Gayo

Sadar dengan potensi pertanian yang dimiliki Desa Dawuhan Kabupaten Brebes Jawa Tengah. Kelompok KKN Percepatan Penanganan Covid-19 Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) melakukan penanaman 1 juta tanaman kopi Gayo di dusun tersebut, Kamis (28/01).

Tujuan kegiatan penanaman kopi untuk mengantisipasi terjadinya banjir karena kondisi hutan di desa Dawuhan saat ini gundul. Kondisi ini menyebabkan air hujan tidak akan bisa terserap ke dalam tanah karena mayoritas penduduk di Desa Dawuhan menanam tanaman semusim seperti kentang, kol dan daun bawang.

Bupati Kabupaten Brebes Hj Idza Priyanti menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada peserta KKN UMP. “Mahasiswa juga dapat membantu masyarakat dalam bidang pertanian, perekonomian maupun sosialnya,” pungkasnya. Sudarsono Kepala Desa Dawuhan juga berharap kegiatan ini bukan hanya memberikan kontribusi dalam meningkatkan perekonomian namun sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. []Sumber Humas UM Purwokerto

Rektor UMP Lepas KKN di 8 Kabupaten

“Kegiatan KKN Kali ini merupakan KKN tematik percepatan penanganan Covid 19 maka program  KKN 60% lebih harus bertemakan tentang Covid, baru kegiatan yang lain”. Begitu papar Dr Suwarno selaku Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) saat pelepasan mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP). Ia melanjutkan program KKN kali ini menerjunkan sebanyak 1120 mahasiswa ke 8 kabupaten dengan total 102 Kelurahan dan desa. “Mahasiswa berasal dari semua fakultas kecuali fakultas kedokteran yang sudah melakukan KKN di semester gasal lalu,” paparnya secara daring, Kamis (21/01).

Sementara itu, Rektor UMP Dr Jebul Suroso mengatakan KKN kali ini dipastikan mahasiswa yang mengikuti dinyatakan sehat dengan dibuktikan dengan hasil rapid non reaktif dan sudah mendapatkan pembekalan dari kampus. “Saya lepas (KKN ini) setelah Kami mendapatkan beberapa jaminan. Pertama mahasiswa itu sehat sehingga tidak membahayakan diri sendiri bagi mahasiswa dan juga tidak menjadi penyebab sakit orang yang kedatangan mahasiswa. Hal ini dibuktikan dengan hasil rapid bagus non reaktif,” jelasnya.

Menurutnya hal itu bisa menjadi berubah hasil kalau kita tidak menjaga diri. Kedua saat berangkat ke lokasi KKN sudah mendapatkan restu dan izin dari orang tua dan yang ketiga adanya pembekalan yang sangat lengkap bisa mendapatkan laporan dari ketua LPPM dan juga dari ketua KKN yang intinya mahasiswa telah mendapatkan pembekalan.

“Pembekalan bukan hanya terkait dengan program KKN. Lebih dari itu adalah konsep tips yang saya kira sudah disampaikan. sampai dengan manajemen resiko yang mungkin harus diambil ketika terjadi hal yang tidak diinginkan. Berdasarkan pertimbangan-pertimbangan itulah maka kemudian Kami di UMP saya selaku Rektor nanti akan melepas mahasiswa untuk melakukan KKN,” tutupnya.

Sumpah Profesi Apoteker UM Purwokerto Angkatan 31

Selasa (24/11), UM Purwokerto menggelar acara Sumpah Profesi Apoteker angkatan 31 di Auditorium Ukhwah Islamiyah UMP. Acara digelar secara luring dengan protokol kesehatan yang ketat dan dihadiri 109 peserta. Ketua Prodi Program Pendidikan Profesi Apoteker Fakultas Farmasi Dr. Apt. Nunuk Aries Nurlita, M.Si melaporkan tingkat kelulusan angkatan 31 pada uji apoteker Indonesia sebesar 97,6% di atas rata-rata kelulusan nasional. “Ini merupakan prestasi yang membanggakan bagi Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Purwokerto,” jelasnya.

Rektor UMP Dr Anjar Nugroho mengucapkan selamat dan bersyukur atas capaian yang telah diraihnya. “Harus ada kesadaran bersyukur di dalam diri anda semuanya. Syukur itu ada dua hal. Yang pertama bersyukur karena capaian ini berkat kedua orang tua dan dosen di lingkungan Farmasi UMP. Syukur yang kedua, bersyukur menjadi orang yang tidak puas, menjadi orang yang tidak boleh berhenti dengan status posisi sekarang. Setelah menjadi apoteker, terus berkembang menjadi apoteker yang hebat,” tegasnya.

Sebelumnya Dekan Fakultas Farmasi apt. Didik Setiawan MSc PhD menyampaikan amanah kepada lulusan profesi apoteker agar tetap memiliki komitmen, sifat keilmuan, perkembangan teknologi dan pelayanan pada masyarakat serta menjunjung almamater. “Dalam menjalankan profesi hendaknya mendahulukan kesadaran bertanggung jawab terhadap kesejahteraan Indonesia khususnya dan dunia pada umumnya sesuai cita-cita bangsa Indonesia yang tercantum dalam Pancasila,” ujarnya.

UMP Bantu Korban Banjir Kemranjen Banyumas

Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Banyumas, Jawa Tengah memberikan pengobatan gratis kepada korban banjir di Desa Sidamulya, Kemranjen, Banyumas, Jawa Tengah.

“Kami adakan pengobatan gratis untuk membantu masyarakat tekena banjir. Fakultas Kedokteran UMP menerjunkan Tim Medis Tanggap Bencana di Desa Sidamulya. Ini merupakan bentuk pengabdian pada masyarakat yang kami lakukan,” kata Wakil Dekan 1 dr. Susiyadi, Sp.An., Senin, (2/11).

Dijelaskan, dari Purwokerto, sebanyak enam Dokter sekaligus pengajar di Fakultas Kedokteran UMP diterjunkan, diantaranya dr. Susiyadi, Sp.An., dr. M. Fadhol Romdhoni, M.Si., dr. Dewi Karita, M.Sc., dr. Ira Citra Ningrom, Sp.PA, dr. Refni Riyanto, Sp.An., dan dr. Yunia Annisa., Sp.PD., M.Kes.

“Kegiatan Pengabdian Masyarakat yang dilakukan oleh tim medis FK UMP ini berkoordinasi pula dengan MDMC Banyumas dan Instasi terkait di wilayah tersebut. Lokasi Posko Kesehatan bertempat di SDN 1 Sidamulya menjadi sangat penting bagi masyarakat sekitar yang terdampak banjir,” jelasnya.

Kaprodi Kedokteran UMP dr. M. Fadhol Romdhoni, M.Si. menambahkan, sebagian besar masyarakat yang datang memeriksakan kesehatannya di posko kesehatan tersebut mengeluh gatal dan juga demam. “Warga yang datang sebagian besar menderita demam, dan juga gatal-gatal, hal ini biasa terjadi pada musibah banjir, insyaallah dengan minum obat dan istirahat cukup bisa sembuh seperti sedia kala,” katanya.

Sementara itu, Pemerintah Desa Sidamulya Ahmad Sauqi mengapresiasi langkah cepat yang dilakukan oleh MDMC Banyumas yang bekerja sama dengan FK UMP. “Kami berterimakasih kepada MDMC Banyumas dan FK UMP juga relawan lain yang sudah mendarmakan waktu dan tenaganya untuk membantu warga kami, semoga banjir segera surut sehingga warga bisa beratifitas seperti sedia kala,” katanya.

Menurutnya, banjir yang menggenangi wilayah Kemranjen, Banyumas 3 hari belakangan ini merupakan terparah selama 16 tahun terakhir. Puluhan rumah di wilayah tersebut tergenang setinggi dada orang dewasa, Masyarakat yang terdampak banjir ini berada di wilayah desa Sirau, Grujungan dan Sidamulya, Kecamatan Kemrajen. (mjd/tgr)

Mahasiswa UM Purwokerto Jadi Duta Wisata Cilacap

Sya’bana Putra Pamungkas, Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) dinobatkan sebagai Mas Duta Wisata Cilacap 2020 (DWC2020). Pemilihan duta wisata kali ini cukup berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Pasalnya pandemi Covid-19 masih belum reda sehingga jalannya proses penobatan harus berstandar protokol kesehatan Covid-19 yang ketat.

Bana mengakui dirinya memang sudah aktif berorganisasi sejak SMP. Kegiatan kepemimpinan merupakan hobi yang paling digemari. “Mulai dari Pramuka, OSIS, IPM, Hizbul Wathan, hingga Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) saya ikuti. Saya juga dipercaya sebagai ketua IPM/OSIS di sekolah selama 1 periode. Dan berbagai perlombaan seperti karya ilmiah remaja pun diikuti dengan beberapa penghargaan diraih,” paparnya.

Disadari Bana, penobatan dirinya sebagai DWC akan membawa tanggung jawab yang lebih besar dalam memajukan pariwisata di Cilacap. Selain itu pandemi Covid-19 juga menjadikan pariwisata sebagai sektor paling terdampak. Oleh karenanya, ia melihat di era 4.0 ini teknologi seharusnya dapat dimaksimalkan dalam mengembangkan pariwisata daerah. “Dengan menggunakan berbagai media bisa memperkenalkan pariwisata kepada masyarakat luas dan ini merupakan tanggung jawab dan target utama saya di mana setelah pandemi ini usai, pariwisata yang ada di Cilacap harus bangkit kembali,” ujar Bana.

UM Purwokerto Kerja Sama dengan Majelis Dikdasmen PPM

Sabtu (5/9), Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) melakukan penandatanganan naskah kerja sama dengan Majelis Dikdasmen PP Muhammadiyah di gedung Rektorat UMP. Dipaparkan oleh Rektor UMP Dr Anjar Nugroho fokus kerja sama ada pada pembuatan aplikasi pembelajaran daring dan belajar dari rumah (BDR) di sekolah, madrasah, dan pesantren.

Lebih lanjut, rektor menyatakan kerja sama ditujukan untuk digitalisasi bahan ajar sekolah, madrasah, dan pesantren Muhammadiyah. “Kerja sama juga untuk pelatihan pembelajaran yang efektif dan efisien yang ditekankan pada karakter, literasi, dan numerasi bagi para guru dan ustadz, serta pelatihan manajerial tentang pengelolaan dan penyelenggaraan sekolah, madrasah, dan pesantren Muhammadiyah yang efektif dan efisien,” jelasnya.

UMP berkomitmen untuk terus meningkatkan mutu dan kualitas pendidikannya dengan menjalin kerja sama dengan berbagai lembaga terbaik di dalam negeri maupun di beberapa negara. “Melalui ini, kualitas pendidikan UMP dapat ditingkatkan dengan berbagai kegiatan yang sudah dikerjasamakan,” pungkasnya

KUI UM Purwokerto Gelar International Summer Course Virtual

Senin-Jumat (31/8-4/9), Kantor Urusan Internasional (KUI) UM Purworejo menyelenggarakan acara tahunan International Summer Course 2020. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumya, tahun ini kegiatan diadakan secara virtual karena kondisi masih dalam keadaan pandemi. Sebanyak 345 orang telah terdaftar untuk mengikuti rangkaian kegiatan.

Condro Nur Alim selaku Ketua KUI UM Purworejo memaparkan International Summer Course bertujuan untuk memperluas hubungan antara UM Purworejo dan mahasiswa internasional. Kegiatan ini juga untuk memperkenalkan potensi dari UMP yang merupakan tempat riset besar tentang pengobatan dan kosmetik herbal.

“Sayangnya dikarenakan kondisi pandemi, partisipan tidak bisa merasakan langsung pengalaman bagaimana membuat jamu, menggoreng mendoan, dan juga jalan-jalan di sekitar Purwokerto,” ujar Condro. Namun ia tetap berharap para peserta dapat mendapatkan pemahaman tentang pengobatan dan kosmetik herbal yang ada di Indonesia meskipun tidak diadakan secara tatap muka.

Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Dokter UMP Secara Daring

Pelantikan dan pengambilan sumpah dokter baru Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) dilaksanakan secara daring, Kamis (30/4). 18 dokter yang terdiri dari 12 dokter perempuan dan 6 dokter laki-laki mengikuti agenda ini. Meskipun diselenggarakan secara daring, pelantikan dan pengambilan sumpah ini menghadirkan perangkat acara yang lengkap, seperti panitia, pembawa acara, pembaca Alquran, rektor, dekan, Ketua IDI Cabang Banyumas, dan pembaca doa.

dr. Muhammad Mansyur Romi, SU, PA(K) selaku Dekan Fakultas Kedokteran memaparkan periode ini ujian kompetensi mahasiswa profesi kedokteran mencapi 76% kelulusan. “Semoga prestasi ini bisa dipertahankandan FK UMP bisa tetap menjadi institusi yang mendapat kepercayaan di masyarakat,” ujar Mansyur Romi.

Ketua IDI Cabang Banyumas, dr. Nugroho Harbani, Sp.S., M.Sc, yang hadir melalui aplikasi zoom berharap para alumni FK UMP dapat memberikan proses pelayanan kesehatan kepada masyarakat secara islami, syar’i, serta komprehensif. Sementara itu Rektor UMP, Dr Anjar Nugroho, berpesan agar para dokter baru ini dapat menikmati proses karena seluruh kehidupan memerlukan perjuangan di setiap fasenya. “Fase belajar kita nikmatilah proses itu supaya kalian merasa senang dalam melewati fase itu,” tutupnya.

Satgas Covid-19 UMP Dirikan Posko

Satgas Covid-19 Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) mendidirikan posko pelayanan masyarakat. Posko ini siap membantu masyarakat yang membutuhkan informasi atau keluhan yang harus ditangani. Dr Anjar Nugroho selaku Rektor UMP menjelaskan bahwa ini merupakan wujud pengabdian kepada bangsa. “Kita tahu bawa Covid-19 adalah bencana kita semua, bencana di Indonesia. Maka sudah selayaknya UMP membantu masyarakat sekitar dalam penanganan masalah Covid-19 ini,” tambahnya.

Sebelumnya, berbagai upaya juga telah dilakukan oleh UMP. Mulai dari cek kesehatan gratis oleh mahasiswa Fakultas Kedoteran UMP, sosialisasi cuci tangan yang benar, membagikan masker dan hand sanitizer secara gratis, hingga penyemprotan disinfektan.

Kepala Laboratorium sekaligus Dosen Fakultas Farmasi UMP, Dr Ika Yuni Astuti MSi Apt menyampaikan kondisi langkanya hand sanitizer mendorong UMP untuk membuatnya. “Adapun harganya juga sangat mahal, jadi kita berupaya untuk membantu masyarakat dengan memberikannya secara gratis,” ujar Ika.

UMP Tambah Prodi Berakreditasi A

Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) menambah enam prodi berakreditasi A. Akreditasi ini didapat dari dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Keenam prodi tersebut adalah Pendidikan Geografi, Pendidikan Sejarah, Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Pendidikan Bahasa Inggris, Manajemen, dan Akuntansi. Hasil ini merupakan upaya UMP dalam meningkatkan Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi (AIPT).

UMP saat ini memiliki lebih dari 43 program studi dan 11 fakultas. UMP juga memiliki 5 program profesi. “Untuk Program Profesi, terdapat Profesi Apoteker, Profesi Ners, Profesi Dokter, Profesi Kebidanan, dan Profesi Pendidikan Guru,” ujar Dr Jebul, selaku Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kerja sama UMP.

Dijelaskan oleh Dr Jebul, UMP telah dilengkapi berbagai fasilitas demi menunjang kegiatan pembelajaran. Seluruh lokal perkuliahan ber-AC, ber-LCD, dan memiliki broadband internet 16 kali standar akreditasi. Berbagai Unit Kegiatan Mahasiswa juga tersedia untuk menyalurkan minat dan bakat. Tak hanya itu, sejumlah program ditawarkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan seperti, pertukaran mahasiswa ke luar negeri, beasiswa belajar bahasa Arab selama 2 tahu, Beasiswa Erasmus, Program KKN ke luar negeri, dan masih ada beberapa lagi.