Rektor Unmuh Babel Beri Pesan pada Perayaan Hari Jadi Provinsi Babel

Rektor Unmuh Babel Beri Pesan pada Perayaan Hari Jadi Provinsi Babel

Rektor Unmuh Babel, Fadillah Sabri ST MEng mengucapkan dirgahayu pada Puncak Perayaan Hari Jadi Provinsi Bangka Belitung ke-21 Tahun, Senin (22/11) lalu. Ia berharap, seluruh komponen dalam Provinsi Bangka Belitung bersama-sama menguatkan pembelajaran. Tujuannya agar Provinsi Bangka Belitung nantinya dapat unggul menjadi provinsi di masa mudanya yang kedua, hingga nanti ke fase mencapai usia 40 tahub,

“Bangka Belitung betul-betul perlu mampu menjadi provinsi yang sudah selesai belajar, untuk kemudian mengamalkan ilmunya,” ujarnya. Fadillah Sabri sendiri, sebagai rektor Unmuh Babel, dilansir oleh situs resmi Unmuh Babel, merupakan salah satu tokoh penggagas lahirnya presidium pembentukan Provinsi Bangka Belitung 1999-2000. Ia juga mendorong semua pihak untuk bekerja sama menjadikan provinsi ii unggul dan teladan. Dampaknya, provinsi ini dapat memberikan inspirasi untuk mencapai kemajuan, kesejahteraan masyarakat, dan contoh bagi daerah-daerah lainnya.

Puncak Perayaan Hari Jadi Provinsi Bangka Belitung ke-21 terlaksana di Pulau Belitung. Perayaan ini dalam rangka menjaga dan meningkatkan semangat persatuan di Bangka Belitung. Fadillah berpesan bahwa Babel perlu mampu melanjutkan perjuangan menjadi provinsi yang mandiri, berdaya saing, dan maju secara perekonomian. “Bangka Belitung perlu menjadi semakin lebih kental, harmonis dan kondusif. Sehingga apabila Babel ini terus aman, maka ini salah satunya akan berdampak kepada kepercayaan investor untuk menanamkan modalnya di Babel. Sehingga, akan banyak sekali dampak-dampak turunan lainnya yang sangat baik bagi kemajuan perekonomian masyarakat di Babel,” tutupnya.

Simpatisan Muhammadiyah harus Militan, Peduli, Berakal dan Inovatif

Simpatisan Muhammadiyah harus Militan, Peduli, Berakal dan Inovatif

“Muhammadiyah itu adalah berbuat amal untuk menghasilkan sesuatu yang terbaik dan memberikan kebermanfaatan demi kemasalahatan umat dan bangsa. Contohnya kita tidak hanya mengisi absensi atau hadir di dalam sebuah lembaga ataupun di dalam masjid Muhajjirin yang megah ini, melainkan kita juga dituntut untuk memakmurkan masjid ini,” begitu papar Prof. Dr. H. Achmad Nurmandi, M.Sc., saat berkesempatan memberikan kuliah subuh di Masjid Muhajirin Pangkalpinang.

Turut hadir Rektor Unmuh Babel sekaligus Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Bangka Belitung , Fadillah Sabri, Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Membidangi Majelis Ekonomi, H. Warsangka dan sejumlah pengurus dan kader pemuda Muhammadiyah Babel lainya.

Peneliti sekaligus Pakar Ahli Ilmu Pemerintahan ini juga mengajak kepada seluruh kader, baik pengikut, pengurus maupun simpatisan Muhammadiyah yang ada di Provinsi Bangka Belitung untuk senantiasa menanamkan semangat untuk berbuat kebaikan. “Tapi dalam melakukan atau berbuat itu juga harus dilakukan menggunakan akal. Oleh karena itu dalam matan keyakinan Muhammadiyah bahwa beragama itu harus menggunakan akal dan tidak cenderung hanya asal berbuat. Contohnya adalah kenapa Muhammadiyah juga mendukung pemerintah menggunakan masker? jawabnya adalah karena ada akal dan ada ilmunya,” tambahnya.

Untuk bisa beramal, maka juga perlu berorganisasi. Oleh karena itu di Muhammadiyah juga ada yang namanya cabang, ranting, Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), Majelis, Ortom. Karena ini adalah tubuh dari organisasi Muhammadiyah. Karena tidak mungkin juga kita mau berbuat baik tanpa ada organisasi yang baik. “Sebab sejatinya seorang simpatisan Muhammadiyah itu selain dituntut militan, peduli, berakal dan juga harus inovatif dan terampil dalam berorganisasi. Yakni kader organisasi yang mampu memberikan peran, mengayomi untuk betul-betul beramal kebaikan bagi kepentingan agama, masyarakat bangsa dan negara,” pungkasnya. []Sumber: Humas Unmuh Babe