Mahasiswa Dibekali Ilmu Technopreneur

Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) menerima 1.500 mahasiswa baru pada tahun ajaran tahun 2015. Jumlah tersebut cukup meningkat dibandingkan tahun lalu. “Sebanyak 1.500 mahasiswa baru ini tersebar pada tujuh fakultas yang ada,” ujar Wakil Rektor I UMRI dr. H. Taswin Yacob, Sp.S pada Tribun, Senin (6/7). Jumlah mahasiswa ini, lanjut Wakil Rektor I, sesuai dengan ketersediaan ruangan di UMRI.

Dengan jumlah sekitar 1.500 mahasiswa tiap angkatan, empat tahun kedepan akan terdapat enam ribu mahasiswa aktif. Hingga saat ini, UMRI baru memiliki empat ribu mahasiswa dari tujuh fakultas yang ada. Diakui Warek I Taswin Yacob, Fakultas Ekonomi menjadi favorit saat ini. Sekitar 20 persen mahasiswa baru, memilih program studi di fakultas ini.

“Ekonomi favorit karena alumni jurusan fakultas ini banyak diterima kerja. Mungkin ini jadi patokan bagi mahasiswa baru”, katanya.

Berbeda dengan penguruan tinggi lainnya, UMRI memiliki program technopreneur yang dikenalkan langsung pada mahasiswa. Program unggulan ini upaya menghasilkan sarjana yang punya jiwa bisnis. Diakui Warek I  Taswin Yacob, technopreneur ini menjadi andalan dan salah satu alasan alumni banyak diterima di perusahaan.

Tidak saja di ekonomi, technopreneur ini juga diberikan pada mahasiswa fakultas yang ada di Universitas Muhammadiyah Riau. Di seluruh fakultas diajarkan mata kuliah technopreneur. “Kita ciptakan alumni yang mampu menciptakan pekerjaan bukan mencari pekerjaan”, katanya.

Disamping dikenalkan melalui mata kuliah, secara berkala di UMRI juga mendatangkan motivator usaha. Jiwa usaha ini juga dikenalkan melalui praktek.

Selain ada Kuliah kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Riau juga menyediakan program Mahasiswa Wirausaha (PMW). PMW merupakan pilihan bagi mahasiswa semester tujuh yang ingin mendapatkan pengetahuan dan pengalaman wirausaha. Bila KKN berlangsung sebulan, PMW dilaksanakan selama tiga bulan.

“Tahun ini mahasiswa masih memiliki ikut KKN atau PMW. Bila PMW, melatih mahasiswa berwirausaha”, kata Wakil Rektor I Taswin Yacob.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) M Ridha menambahkan, PMW dihadirkan sebagai Kampus Entrepreneurship. Sejak masih kuliah mahasiswa diajak menggali potensi mereka sebagai wirausaha. Dengan digeluti sejak dini, diharapkan ketika lulus mereka tetap bisa melanjutkan usaha yang sudah dirintis. “Artinya setelah kuliah, mereka tidak lagi mencari kerja”, katanya. Diikuti mahasiswa semester tujuh, Agustus ini 207 mahasiswa yang memilih PMW sebagai pengganti KKN. Jumlah ini, lanjut Ridha, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan tahun lalu. Perbandingan dengan pemilih KKN pun berimbang.

Sumber : Universitas Muhammadiyah Riau

Pelantikan Rektor Univerisas Muhammadiyah Purwokerto, Periode 2015 – 2019

Rektor Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) terpilih, Dr. H. Syamsuhadi Irsyad MH resmik dilantik di aula AK. Anshori, kantor pusat UMP oleh PP Muhammadiyah untuk periode jabatan 2015-2019. Acara dihadiri unsur pimpinan daerah kabupaten Banyumas, TNI, Polri dan civitas akademika UMP. Ini adalah ketiga kalinya Syamsuhadi kembali memimpin UMP setelah sebelumnya pernah memimpin di periode 1976-1988, 2007-2011, dan 2011-2015. Bukan tanpa alasan ia terpilih kembali, tidak sedikit catatan UMP yang menjelaskan begitu banyak kemajuan yang berhasil dilakukan olehnya. UMP mampu bertahan dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat sebagai salah satu perguruan tinggi terkemuka di Jawa Tengah.

001 ttd rekotr baruDalam sambutannya, Dr. H. Syamsuhadi Irsyad MH mengatakan, UMP berperan aktif menyumbang pencerahan untuk Indonesia berkemajuan melalui bidang pendidikan. Ia mengucapkan terima kasih pada semua civitas akademika yang telah membantunya memimpin UMP untuk berjuang meningkatkan daya saing dan mewujudkan UMP sebagai pusat keunggulan di bidang pendidikan, penelitian dan penggerak dakwah Muhammadiyah. Ia juga memaparkan pencapaian yang berhasil diraihnya sejak tahun 2007 yaitu UMP telah mampu meningkatkan beberapa hal seperti perluasan tanah, bangunan, anggaran, kesejahteraan pegawai (tenaga pengajar dan non pengajar) yang berpenghasilan setara dengan PNS, pencapaian IPK mahasiswa yang meningkat, akreditasi prodi yang semakin baik, dan penambahan beberapa prodi serta fakultas. Ia pun berharap di periode 2015-2019 ini mampu membawa UMP menjadi lebih maju, “Sesuai amanah PP Muhammadiyah, semoga semua yang telah saya ikrarkan dapat dilaksanakan dengan baik, semoga semua langkah saya akan mendapatkan ridho Allah SWT agar dapat menjadi sebuah gerakan pencerahan Indonesia yang berkemajuan,” katanya.

Koordinator Kopertis wilayah VI Jawa Tengah Prof. Dr. Dwi Yuwono Puji Sugiharto M.Pd. Kons, menuturkan menyampaikan selamat dan sukses pada civitas akademika ump yang telah terpilihnya rektor masa jabatan 2015-2019. Menurutnya, dibawah kepemimpinan Syamsuhadi UMP telah menyelenggarakan tri darma pendidikan dengan baik dan taat azas. Sugiharto juga menekankan, untuk mencapai dan mewujudkan visi dan misi UMP yang  unggul, modern dan Islami, ada beberapa catatan yang harus dilakukan UMP yaitu penguatan leadership, perbaikan tata kelola yang diinginkan khususnya penguatan SDM dan budaya akademikserta pengembangan dosen.

Sumber : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Di Balik Kesuksesan Radhiatul Fitri, sebagai Mahasiswa Berprestasi Nasional 2015

Radhiatul Fitri berhasil meraih peringkat 7 dari 15 mahasiswa terpilih pada Pemilihan Mahasiswa Berprestasi Tingkat Nasional 2015 yang berlangsung di Malang pada 28 Juni sampai 01 Juli 2015 lalu.

Mahasiswa psikologi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) ini sebelumnya telah meraih juara 2 Mahasiswa Berprestasi (Mawapres) tingkat Kopertis Wilayah V DIY tahun 2015. Dalam akun Facebook-nya, perempuan yang akrab dipanggil Fitri ini mengaku, hal yang paling dramatis dan membuatnya menangis adalah saat mengetahui bahwa dirinya mampu bergerak di luar batas. Sebab, sejatinya, berlomba merupakan proses mengalahkan ego, kemalasan, dan kenyamanan diri sendiri.

“Berjuang keluar dari zona nyaman untuk hak hidup yang lebih baik dan prospektif di masa mendatang, tentu tidak mudah. Saya memutar otak untuk dapat tetap berada on the track. Ketika mahasiswa lain punya koleksi buku kuliah, sedang saya harus bolak balik meminjam buku perpustakaan kampus untuk bisa mendapat ilmu yang lebih, bahkan nilai terbaik di kelas. Kesempitan dan keterbatasan tidak boleh menjadi alasan untuk bergerak maju dan bermanfaat buat orang lain,” terangnya.

Menurutnya, kesuksesan yang diraih tidak terlepas dari peran dosen-dosen Fakultas Psikologi UAD yang selalu mendukung penuh dalam berbagai keadaan.

“Terima kasih kepada Tuhan yang maha pengasih dan penyayang, para dosen, juga teman-teman. Kesuksesan ini juga karena campur tangan Biro Kemahasiswaan dan Alumni (Bimawa) yang selalu memberikan support moril dan materiil kepada daya,” tutu Fitri.

Sumber : Universitas Ahmad Dahlan

Al-Qur’an Bisa Menjadi Basis Bangunan Ilmu Alam

Tak dapat disangkal lagi jika banyak sekali mukjizat ilmiah dan fenomena-fenomena ilmiah yang sebenarnya telah ada dalam Al-Qur’an, bahkan sebelum pengetahuan atau fenomena itu terjadi. Ayat Al-Qur’an yang menunjukkan dan memberi informasi mengenai teori dan fenomena tertentu pun juga dinyatakan dalam Al-Qur’an surah Al-Baqarah ayat 185, kemudian dikuatkan oleh surah Ali-Imran ayat 138. Inti dari dua ayat ini menyatakan bahwa Al-Qur’an dapat menjadi sumber pengetahuan alam dan berbagai fenomenanya. Dengan kata lain, Al-Qur’an dapat menjadi basis bagi bangunan ilmu alam.

Demikian dijelaskan Dr. Agus Purwanto, dosen Fisika Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), saat menjadi pemateri dalam acara pengajian Ramadhan 1436 H bagi dosen dan karyawan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Senin sore (6/7). Pengajian Ramadhan yang diselenggarakan di ruang sidang AR. Fachruddin B lantai 5 ini digelar hingga hari ini, Selasa (7/7).

Menurut Agus, pandangan bahwa Al-Qur’an dapat menawarkan mukjizat ilmiah maupun mukjizat lainnya memang tidak salah. Akan tetapi menurutnya, menjadi kurang elegan jika hanya memandang Al-Qur’an sebagai pembenar saja, bukan sebagai sumber nilai atau pengetahuan sendiri. “Al-Qur’an sebagai petunjuk seharusnya juga dipahami secara spesifik sebagai petunjuk bagi ilmuwan dalam mendapatkan ide dan membangun suatu teori. Karena Al-Qur’an sebenarnya juga bisa menjadi basis bagi bangunan ilmu alam. Ini tentunya juga karena hubungan antara fenomena alam dan kebenaran Al-Qur’an itu bersifat pasti, maka hubungan sebaliknya juga berlaku,” paparnya.

Namun, menurut Agus, agar ilmuwan itu juga bisa mendapatkan ide dan teori pengetahuan, baik tentang sifat atau pun perilaku alam yang bersumber dari Al-Qur’an, seorang ilmuwan itu harus intensif berdialog dengan Al-Qur’an. Dan dialog akan berlangsung intensif jika seseorang mampu memahami bahasa yang digunakan Al-Qur’an, yakni bahasa Arab. “Karena Al-Qur’an itu menggunakan tiga pola penuturan tentang alam, yaitu secara eksplisit, implicit, dan simbolik. Untuk itulah kenapa kita harus mampu memahami bahasa Al-Qur’an ini,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Rektor UMY, Prof. Dr. Bambang Cipto, MA. Menurutnya, melalui pengajian Ramadhan tersebut, para dosen dan karyawan UMY dapat terbantu dalam memahami ilmu agama. Karena pada dasarnya Al-Qur’an memang sangat berhubungan dengan perkembangan keilmuwan. “Kita memang melihat ilmu pengetahuan itu dapat mencerahkan manusia. Namun lebih dari itu, Al-Qur’an bisa mencerahkan ilmu pengetahuan dan manusia,” tuturnya.

Untuk itulah, diadakan pengajian Ramadhan tersebut yang memfokuskan pada pengembangan dan pemahaman lebih jauh dalam ilmu agama Islam, khususnya dalam kajian Al-Qur’an dan Hadits terhadap perkembangan keilmuan. Hal ini sebagaimana diungkapkan ketua Badan Pembina Harian (BPH) UMY, Prof. Dr. Syamsul Anwar, bahwa pengajian tersebut juga sekaligus untuk mengimplementasikan keislaman dosen dan karyawan UMY melalui kajian Al-Qur’an dan Hadits terhadap perkembangan keilmuwan. “Integrasi antara perkembangan ilmu dan agama itu sangat penting, karena keduanya tidak dapat dipisahkan. Untuk itulah diadakan forum pengajian bagi dosen dan karyawan ini, untuk mempelajari dan mendalami lebih jauh tentang korelasi Al-Qur’an dengan perkembangan keilmuan,” ungkapnya.

Pengajian Ramadhan bagi dosen dan karyawan UMY ini juga menghadirkan beberapa pembicara lainnya seperti, Dr. Haedar Nashir, Dr. (Hc) Habib Chirzin, Prof. Dr. Chamamah Soeratno, dan Dr. Anwar Abbas, MM. M.Ag. Selain itu, pada acara pengajian ini turut pula diadakan launching Buku Pedoman Hidup Islami Warga UMY serta launching Visual Ibadah Praktis. (adm)

Sumber : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

BAITUL ARQAM DAN RE-ORIENTASI KEMUHAMMADIYAHAN DI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALANGKARAYA

Pentingnya selalu untuk terus belajar karena memori otak tidak akan bisa habis itulah kenapa kegiatan Palangkaraya – Dalam rangka meningkatkan iman dan pengetahuan di bulan suci Ramadhan dan merupakan agenda tahunan yang dilaksanakan di UM Palangkaraya, Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Keislaman dan Kemuhammadiyahan (LPPKK) di Universitas Muhammadiyah Palangkaraya menggelar acara yang mana di tahun ini merupakan tahun ke -4 kegiatan Baitul Arqam dan Re-orientasi Kemuhammadiyahan di UM Palangkaraya. Acara yang dimulai tanggal 7 Juli 2015 ini bertempat di Aula Utama UM Palangkaraya dan dihadiri oleh Dosen, karyawan di lingkungan UM Palangkaraya, serta ikut berpartisipasi pula karyawan dari RSI PKU Muhammmadiyah Palangkaraya, yang mana menurut panitia acara ini dihadiri oleh 146 Karyawan dan dosen dan ada 32 peserta dari total jumlah yang ada merupakan peserta baru yang mengikuti Baitul Arqam.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Baitul Arqam sendiri ialah suatu bentuk dari kegiatan pengkaderan Muhammadiyah yang mana berorientasi pada pembinaan ideologi dan kepemimpinan untuk menciptakan suatu kesatuan pemahaman dalam sikap, integritas, wawasan dan cara berfikir dalam melaksanakan misi Muhammadiyah.

Dalam kegiatan tahun ini dibagi menjadi 2 bagian, yakni Baitul Arqam untuk karyawan dan dosen yang belum pernah mengikuti kegiatan Baitul Arqam sebelumnya dan juga Re-orientasi Kemuhammadiyahan yakni kegiatan yang mana ditujukan bagi karyawan dan dosen yang sebelumnya telah lulus Baitul Arqam, acara ini sendiri dilaksanakan pada tanggal 7-10 Juli 2015

Pada tahun ini acara di ketuai oleh Nurul Hikmah Kartini, S.Si, M.Pd selaku ketua Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Keislaman dan Kemuhammadiyahan di Universitas Muhammadiyah Palangkaraya (LPPKK) UM palangkaraya, dalam sambutannya kenapa acara ini selalu rutin diadakan bahkan “wajib” bagi seluruh karyawan dan dosen karena tidak lain dan tidak bukan adalah sebagai penyatuan pemahaman dan meningkatkan pemahaman kita sendiri mengenai persyarikatan Muhammadiyah.

Acara ini dibuka secara langsung oleh Rektor UM Palangkaraya, Drs. H. Bulkani, M.Pd yang mana beliau juga menekankan ini selalu ada setiap tahun rutin dilaksanakan, “Pemahaman kita tentang Agama harus selalu di Charge” karena yang namanya ilmu pengetahuan selalu mengalami perkembangan, tutup Rektor UM Palangkaraya, Drs. H. Bulkani, M.Pd saat membuka acara Baitul Arqam.

Sejalan dengan sambutan ketua panitia dan Rektor Universitas Muhammadiyah Palangkaraya, para peserta menyambut baik dan penuh semangat untuk mengikuti kegiatan tersebut, terutama terkait dengan cara berwudhu, tayammum, dan sholat. Hal ini memperjelas bahwa masih banyak ilmu dan pengetahuan yang bisa didapat melalui kegiatan ini. Semangat untuk penyatuan persepsi, pengetahuan, serta pemahan tentang keagamaan ini menjadi prioritas utama bagi Universitas Muhammadiyah Palangkaraya.

Sumber : Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

UMY Dirikan Ahmad Syafi’i Ma’arif School Of Political Though And Humanity

Pemikiran-pemikiran Syai’i Maarif atau yang akrab dipanggil Buya Syafi’i ini dapat dijadikan sebuah ide yang sangat menarik yang tentu saja perlu dikembangkan. Buya selalu menawarkan pemikiran Islam moderat progessif yang inklusif bagi kemanusian. Oleh karena itu, tak heran jika Buya dipandang sebagai salah satu Guru Bangsa Indonesia. Oleh sebab itu Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mendirikan “Ahmad Syafii Maarif Of Political Thought And Humanity”, yang bertujuan agar pemikiran-pemikiran Buya ini nantinya dapat diwariskan kepada pemuda dan pemudi Indonesia. “Sekolah ini dapat mengekspor pemikiran Islam anak bangsa dalam tahapan internasionalisasi dalam bentuk publikasi. Serta mendorong pemikiran-pemikiran ulama yang ada dalam lingkungan Muhammadiyah. Tentunya pemikiran-pemikiran Buya ini nantinya akan diterjemahkan ke dalam 2 bahasa yaitu Bahasa Arab dan Bahasa Inggris, “ jelas Direktur Pascasarjana UMY Dr Achmad Nurmandi M.Sc pada Soft Launching ASM School Of Political Thought and Humanity dan Bedah Buku di Mini Theater Gedung Pasca Sarjana Lt.4 pada Selasa Sore (7/7).

Pembawaan Buya yang lembut dan halus ini yang membuat dirinya selalu merasa rendah hati dalam hal apapun. “Sebenarnya saya ini masih merasa kalau hidup saya ini masih sia-sia, coba kita lihat saja Bung Hatta pada umur 26 tahun saja sudah melanglang buana dengan pemikirannya. Seharusnya pemikiran atau gagasan baru itu muncul ketika berumur 30 tahun. Meskipun ide sekolah ini bukan dari pemikiran saya, tapi saya berharap dengan berdirinya sekolah ini dapat bermanfaat bagi para pemuda dan pemudi bangsa Indonesia,“ terang Buya dalam sambutannya.

Buya melanjutkan bahwa beberapa minggu yang lalu dirinya baru saja berdiskusi dalam sebuah konferensi, ketika salah seorang diberi kekuasaan, kemudian orang tersebut menolaknya. “Menurut saya kekuasaan itu sangat penting demi kemajuan bangsa apalagi kekuasaan tersebut berpengaruh terhadap kesejahteraan masyarakat Indonesia. Penolakkan kekuasaan ini banyak dilakukan oleh orang Muhammadiyah tapi, tidak berlaku untuk orang Muhammadiyah yang lama,“ ungkapnya yang membuat gelak tawa peserta.

Semenntara itu, Prof. Dr. Tulus Warsito mengatakan, ide Buya yang apik tentunya harus diwariskan, selain itu ide-ide yang dikembangkan pun dapat menginspirasi banyak hal. “Buya memiliki pemikiran yang inklusif, Buya pernah berpandangan jika ada asosiasi setan beliau ingin menjadi muridnya, kemudian saya berpikir bahwa pemikiran yang diciptakan oleh Buya ini bukanlah dalam lintas kemanusiaan namun hingga lintas kemakhlukkan. Hal inilah yang ingin kami ketahui, pemikiran apa yang sebenarnya diterapkan oleh beliau,“ ujarnya selaku ketua pelaksana ASM School Of Political Thought and Humanity di UMY.

Prof. Tulus berharap sekolah ini nantinya dapat menyelenggarakan dan mewariskan pemikiran Buya, meskipun ide nama atau pembuatan sekolah ini bukan dari ide Buya. “Tapi kami akan tetap meminta ridho atau mohon restu kepada beliau. Karena, atas ridhonya semoga institut ini akan terus berjalan dengan lancar. Untuk itu karena ini baru soft launching, maka untuk grand launchingnya insyaAllah akan dilaksanakan bulan Oktober,“ terangnya.

Pendirian ASM School Of Political Thought and Humanity bukan tanpa alasan dan tujuan, salah satu tujuan dari didirikannya ASM School Of Political Thought and Humanity adalah menyebarluaskan pandangan islam yang rahmatan lil alamin secara konstruktif untuk kemajuan peradaban manusia. “Artinya, bahwa kami akan menjadi anak ideologis Buya dan mewarisi pemikiran-pemikirannya, jadi bukan hanya sekedar pengikutnya saja. Tapi, ide atau pemikiran Buya akan terus kita kembangkan. Saya berharap nantinya lembaga ini akan dijadikan sebuah lembaga rujukan yang terkemuka dalam kajian mengenai islam moderat yang berkemajuan, “ imbuh Prof. Tulus lagi.

Hal berbeda diungkapkan oleh Dr. Ir. Gunawan Budiyanto, MP selaku Wakil Rektor I UMY. ASM School Of Political Thought and Humanity ini, menurutnya merupakan sebuah pemberitahuan bagi kita bahwa ilmu pengetahuan dan tekonologi tanpa Political Thought tidak akan berjalan dengan baik. “Jadi saya juga berharap dengan adanya ASM ini nantinya akan menghasilkan penerus-penerus yang mengikuti ideologi dari pak Buya,“ tegasnya.

Ahmad Imam Mujadid Rais M.A selaku Direktur Riset Maarif Institute juga mengatakan bahwa, sekolah ini nantinya akan menjadi sebuah ide baru untuk mengembangkan pemikiran atau gagasan Buya. “Sama halnya ketika bangsa sedang risuh dan gaduh akibat kisruhnya antara polri dan KPK, kemudian beberapa orang pun menyarankan Jokowi untuk telfon Buya untuk meminta sarannya seperti apa, dan hasilnya pun Budi Gunawan tidak jadi dilantik yang akhirnya dapat meredakan gegaduhan bangsa ini. Dari beberapa kasus tersebut terbukti bahwa ide atau pemikiran yang dalam dari Buya ini memiliki peran penting dalam sebuah bangsa, “ jelasnya.

Adapun keunggulan yang ditawarkan oleh ASM Political Thought And Humanity antara lain seperti, adanya konferensi nasional dan internasional yang akan diselenggarakan pada setiap tahunnya, pemberian beasiswa bagi mahasiswa S3 khususnya di lingkungan Muhammadiyah, pemberian dana bagi penelitian dosen maupun mahasiswa yang terkait dengan kajian islam yang berkemajuan, dan pembuatan jurnal dan mempublikasikannya dalam bentuk sebuah buku. (Ica)

Sumber : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Safari Ramadhan Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Pada beberapa waktu yang lalu UM Palangkaraya selenggarakan kegiatan Safari Ramadhan Buka Puasa Bersama di wilayah Pulang Pisau, yang mana kegiatan ini dalam rangka meramaikan kegiatan di Bulan Ramadhan yang rutin diadakan setiap tahunnya. Tidak hanya itu, UM Palangkaraya juga mengadakan kegiatan Baitul Arqam dan Re-orientasi Kemuhammadiyahan untuk karyawan UM Palangkaraya, karyawan RSI PKU Muhammadiyah dan Dosen di UM Palangkaraya sejak tanggal 7 Juli hingga 10 Juli 2015, kegiatan ini dimaksudkan untuk meningkatkan pengetahuan karyawan dan dosen dalam Agama Islam dan kemuhammadiyahan.

Salah satu agenda pada acara Baitul Arqam dan Re-orientasi adalah Safari Ramadhan pada Pimpinan Daerah Muhammadiyah wilayah Katingan sekaligus buka puasa bersama warga Muhammadiyah pada Kamis, (9/7) di Masjid Nurul Iman Kasongan. Acara ini dihadiri oleh peserta Baitul Arqam dan Re-orientasi Kemuhammadiyahan UM Palangkaraya, turut hadir pula tokoh Pimpinan Daerah Muhammadiyah wilayah Katingan dan warga Muhammadiyah yang berada di Katingan.

Ceramah Safari Ramadhan kali ini dibawakan oleh, H. Jamaludin Ahmad, Psi dari PP Muhammadiyah yang mana beliau mengungkapkan bahwa betapa pentingnya isi kandungan Al-Qur’an jika dipelajari dengan sungguh-sungguh dan tidak hanya dibaca saja, karena di dalam Al-Qur’an terdapat ilmu atau pesan untuk manusia agar dapat hidup berbahagia di dunia dan akhirat. Salah satu peserta, Supriadi yang mana juga merupakan dosen pada Fakultas Agama Islam di UM Palangkaraya mendukung sekali kegiatan Baitul Arqam dan Safari Ramadhan ini. “Belajar tidak harus didalam ruangan kelas atau bahkan gedung, kegiatan Safari Ramadhan ini juga salah satu kegiatan belajar yang mana kita dapat belajar untuk bisa saling bersosialisasi dengan baik di masyarakat” tututpnya. (Ilham BAKA)

Sumber : Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

IRMADAH UMP Bangkitkan Semangat Berdakwah

Semarakkan bulan suci ramadhan 1436 H Ikatan Remaja Masjid K.H Ahmad Dahlan (IRMADAH) Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) tumbuhkan semangat mahasiswa untuk menjalankan ibadah puasa melalui berbagai kegiatan yang telah dipersiapakan Panitia Amaliah Ramadhan (PAR). Bertajukkan ajakan untuk senantiasa berjuang dijalan Allah melalui kegiatan berdakwah IRMADAH adakan seminar motivasi bertemakan berkarya dalam dakwah, untuk membentuk akhlakul karimah yang unggul.

Kamis, (25/6) acara yang berlangsung di A.K Anshori lantai 3 kantor pusat UMP berhasil menarik hati mahasiswa.  Kegiatan yang dimulai dengan penyampaian sambutan dari Akhi Cikun selaku ketua IRMADAH yang dalam kesempatannya menyampaikan bahwa acara ini merupakan salah satu upaya untuk dapat mengajak para pemuda khususnya mahasiswa UMP agar bisa bersemangat melakukan kegiatan baik yang salah satunya yaitu berdakwah.

Tidak hanya itu Ibnu Hasan, S. Ag., M. S. I selaku Dekan Fakultas Agama Islam (FAI) UMP yang juga memberikan sambutan sekaligus juga membuka acara seminar tersebut turut menyampaikan dukungannya terhadap IRMADAH UMP yang telah mengupayakan berbagai kegiatan untuk menyemarakkan bulan ramadhan tahun ini. Berharap semua kegiatan yang sudah direncanakan dapat berjalan lancar dan dapat secara aktif diikuti oleh seluruh kalangan khususnya mahasiswa UMP.

Acara yang diikuti hampir 100 peserta lebih tersebut berlangsung dengan penuh antusias. Mendatangkan pembicara kondang asal Kebumen Ustad Solikhin Abu Izzudin yang dikenal melalui hasil karya bukunya berjudul Zero to Hero, berhasil menjadikan seluruh peserta seminar semangat. Penyampaian materi yang dikemas secara menarik tidak hanya sebatas pada transfer ilmu yang membangkitkan motivasi namun shaering langsung yang dilakukan secara santai menjadikan kegiatan seminar ini berhasil memberi kesan tersendiri untuk seluruh peserta yang hadir.

Kegiatan membangkitakan semangat dakwah tersebut ditutup dengan pengumuman lomba menulis cerpen islami dan desain grafis yang ssebelumnya telah IRMADAH UMP selenggarakan. Eka Nur Fajriah dan Hendrik Everyadi yang sama-sama mahasiswa dari Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) berhasil memenangkan juara 1&2 untuk jenis lomba menulis cerpen islami, sedangakan pemenang lomba desain grafis islami jatuh pada Nurul Pinastika dari Prodi Matematika.(Est)

Sumber : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

KETIDAKNYAMANAN SELAMA MELAHIRKAN HARUS DIATASI

Ketidaknyamanan selama melahirkan merupakan masalah yang paling banyak dirasakan oleh ibu bersalin. Ketidaknyamanan tersebut sangat mengganggu berjalannya proses persalinan sehingga berdampakpada keselamatan ibu dan janin. Baru-baru ini Heni Setyowati ER, SKp,Mkes, Dosen Fakultas Ilmu Kesehatan UM Magelang telah memodifikasi alat PDA (Pain Digital Acupresure) menjadi MPDA (Modified Pain Digital Acupresure) yang berfungsiuntukmemberikenyamanan dan mempercepat proses persalinan.

Sebelumnya, PDA diciptakan oleh tim dari Universitas Indonesia yang terdiri dari Dr.Setyowati,SKp,Mapp.Sc dari Fakultas Ilmu Keperawatan UI, Prof. Dr.Ir.Raldi Artono Koestoer, DEA dari Fakultas Teknik UI dan Heni Seyowati ER, SKp,M.Kes yang tengah menempuh Program Doktor Fakultas Ilmu Keperawatan UI.

PDA telah diterapkan pada 76 ibu bersalin dan terbukti mengatasi nyeri persalinan. Skor nyeri dirasakan lebih rendah pada ibu yang dipasang alat PDA dibandingkan dengan ibu bersalin yang tidak dipasang alat PDA. Hasil penelitian ini telah dipresentasikan pada International Conference di Manipal University, Karnatakan, India beberapa waktu lalu.

Ketidaknyamanan selama melahirkan tidak hanya mencakup masalah nyeri saja, namun meliputi fisik, psikospiritual, sosial dan lingkungan, sehingga Heni mengembangkan alat PDA yang diciptakan oleh tim dari Universitas Indonesia dimana Heni termasuk dalam anggota tim tersebut. Berikutnya, Heni mengembangkan alat PDA menjadi MPDA yang bekerja dengan sistem acupressure atau memijat sekaligus memutar musik klasik instrumen piano.

Heni menjelaskan, Ibu bersalin mendapatkan pijatan pada acupoint dan sekaligus mendengarkan musik klasik instrumen piano. Setelah diterapkan pada 150 orang ibu bersalin di Kota dan Kabupaten Magelang, ternyata MPDA sangat memberikan kenyamanan dan mempercepat proses persalinan kala satu fase aktif.

Perbedaan lama fase aktifkalasatu antara ibu bersalin yang dipasang alat MPDA dengan ibu bersalin yang tidakdipasang alat MPDA adalah 1 jam 18 menit. Waktu1 jam 18 menit tentunya sangat membantu bagi ibu bersalin untuk mencegah terjadinya partus lama yang merupakan salah satu penyebab kematian ibu di Indonesia.(YUDIA-HUMAS)

Sumber : Universitas Muhammadiyah Magelang

Dilatih AIESEC UMM, Mahasiswa Asing Siap Lakukan Revolusi Wirausaha

Sebanyak sepuluh mahasiswa asing asal Belanda, Maroko, Mesir, Rusia dan Vietnam menjadi bagian dari kegiatan revolusi wirausaha bertajuk Entrevolution yang diadakan Association Internationale des Etudiants en Sciences Economiques et Commerciales (AIESEC) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Peluncuran Entrevolution yang merupakan proyek nasional AIESEC Indonesia ini dilaksanakan di Aula Biro Administrasi Umum (BAU) UMM, Kamis (2/7).

Kesepuluh mahasiswa asing ini akan terjun kepada masyarakat melakukan proyek wirausaha di bidang seni, pendidikan, dan pengabdian masyarakat. “Selama 1-3 bulan, mereka akan observasi di tiga UKM (Usaha Kecil dan Menengah) di Malang dan akan merekomendasikan kepada UKM tersebut hal-hal seperti manajerial, pemasaran, teknis, dan lain-lain,” ungkap Drs Soeparto MPd, Asisten Rektor Bidang Kerjasama Luar Negeri.

Sementara itu, Kepala Bagian (Kabag) Pengembangan Karir Mahasiswa dan Alumni (PKMA) UMM, Dr Fien Zulfikarijah MM mendukung penuh proyek yang diadakan oleh AIESEC. “PKMA sebenarnya punya banyak program di bidang kewirausahaan bagi mahasiswa dan alumni. Namun baru AIESEC yang pertama kali bekerjasama dengan PKMA untuk mewujudkan program-program tersebut,” katanya.

Ia mengungkapkan, jumlah penduduk Indonesia yang berwirausaha masih berada di kisaran satu persen. “Minimal 2,5 persen penduduk yang berwirausaha, maka pertumbuhan negara tersebut akan maju. Malaysia saja ada di kisaran 4,5 persen, bahkan Singapura sekitar 7 persen. Indonesia dengan 200 juta penduduknya punya kesempatan yang lebih besar untuk tumbuh,” ujar Fien.

Entrevolution diisi dengan berbagai rangkaian kegiatan, di antaranya Ledpreneur, Charity, Exchange Master Class, Liveware Seminar, Visit SME, Visit School, Global Village Expo, dan Entre Goes to Village. Peluncuran program ini ditandai dengan pemotongan pita oleh Kabag PKMA dan Ketua Panitia Launching Entrevolution. “Semoga dengan adanya program ini dapat mengubah masyarakat menjadi lebih baik,” ungkap local committe Presiden AIESEC UMM, Ivan Ahsanul Insan. (zul/han)

Sumber : Universitas Muhammadiyah Malang