SALAH satu aksi nyata yang dilakukan UniversitasMuhammadiyah Malang (UMM) untukmengurangi dampak pemanasan global telah dicanangkan lewat program Green and Clean sejak 2013. Program ini diupayakan untuk membangun kesadaran mahasiswa dan civitas akademika bahwa lingkungan yang hijau dan bersih merupakan kebutuhan hidup sehari-hari.

Untuk mendukung hal ini, Pusat Studi Lingkungan dan Kependudukan (PSLK) UMM membuat beberapa terobosan. Kepala PSLK UMM Husamah mengatakan, selain kebijakan UMM tentang penggunaan sepeda di lingkungan kampus dan adanya kawasan konservasi Arboretum, PSLK saat ini tengah menggalakkan penanaman tumbuhan, dan reduksi sampah.

Untuk kebijakan soal sepeda, kata Husamah, memang bertujuan untuk mengurangi penggunaan kendaraan bermotor di kawasan kampus, baik oleh dosen maupun mahasiswa, serta mendorong kebiasaan jalan kaki.

“Harapannya, mampu mengurangi emisi gas karbondioksida dan karbonmonoksida yang dihasilkan kendaraan. Hal ini karena kedua gas tersebut merupakan penyumbang global warming dan perubahan iklim.”

Sedangkan tumbuhan, lanjut Husamah, selain menyerap karbondioksida, juga menghasilkan oksigen. Tumbuhan, berdasarkan perhitungan terbaru, mampu menyerap karbondioksida 123 ton per tahunnya di kawasan Kampus III UMM. Penggunaan kertas yang proporsional juga menjadi perhatian bagi UMM.  Salah satunya melalui penggunaan kertas seperlunya. Bila tidak perlu menggunakan kertas, informasi yang akan disebarluaskan bisa disiasati melalui media sosial, penggunaan kertas secara bolak-balik, atau kertas bekas yang disulap jadi amplop.

Sementara itu, arboretum merupakan kawasan di mana berbagai macam pohon ditanam untuk tujuan penelitian dan pendidikan. Di UMM, arboretum sedang difokuskan untuk penanaman tanaman langka. Saat ini, PSLK masuk pada tahap penambahan jumlah tumbuhan, termasuk tumbuhan langka. Kurang lebih ada 200 spesies tumbuhan langka yang memiliki fungsinya masing-masing. Selain menyerap polusi, juga berbuah enak. Misalnya buah jambu darsono.

“Harapannya, arboretum akan menjadi laboratorium,  selain untuk mencegah pemanasan global, juga untuk menambah angka tumbuhan langka. Tujuannya saat wisata kampus, kunjungan dari sekolah lain, wisata lain, atau daerah lain, arboretum bisa menjadi media edukasi,” urai Husamah.

Ada yang unik dan menarik dari pengembangan arboretum ini. Tahun ini, PSLK bekerjasama dengan dosen dan mahasiswa teknik tengah menciptakan QR code yang akan dipasang pada tiap-tiap tanaman. QR code ini akan dicetak pada sebuah papan dan dipasang pada pohon menggunakan kawat yang dipasang melingkari pohon.

“Jadi tak ada lagi nama pohon yang dipasang dengan paku. Paku sejatinya akan merusak pohon,” lanjut Husamah.

Terobosan QR code ini akan sangat berguna nantinya. Karena, ketika discan, akan muncul informasi akurat meliputi nama pohon, fungsi, dan deskripsi pohon tersebut. Hal ini akan memudahkan pengunjung untuk mengetahui informasi terkait semua tanaman yang ada di arboretum. Husamah menekankan, sebagai kampus berbasis teknologi, UMM harus bisa jadi pelopor. Ia mengatakan persiapan untuk ini tidak lama, hanya satu bulan, lalu mulai dikerjakan.

Keempat program yang sedang dalam proses realisasi ini, kata Husamah, terbukti mampu meningkatkan kepekaan mahasiswa UMM terhadap kesadaran membuang sampah dan menjaga lingkungan UMM. Tak hanya itu, dalam waktu dekat, PSLK bekerjasama dengan Program Penelitian dan Pengembangan Energi Baru dan Terbarukan (P3EBT) UMM sedang bersiap untuk menggarap sampah di Tempat Pembuangan Akhir Supit Urang kota Malang untuk mengelola sampah menjadi  pupuk, energi, atau bentuk bahan bakar. (ich/han)

 

Sumber : www.umm.ac.id

UMM Dorong Mitigasi Pemanasan Global

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *