UNISMUH Gelar Pelatihan dan Sertifikasi AMI

Untuk kedua kalinya dalam tempo kurang dari enam bulan, Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar melaksanakan in-house training dan Sertifikasi Auditor Mutu Internal (AMI). Kegiatan yang dilaksanakan bersama Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah,  digelar selama dua hari (30/11-1/12) di Hotel Aryaduta,  Makassar, diikuti 43 peserta dari Unismuh, dan 22 dari 14 PTMA di Indonesia Timur, di samping satu dari non-PTMA.

“Kegiatan ini sangat serius, dan usai pelatihan akan langsung ada ujian. Pengalaman dari angkatan pertama yang lalu, hanya 80 persen yang lulus. Oleh karena itu peserta harus mengikuti agenda ini secara sungguh-sungguh, sehingga bisa lulus dan mendapatkan sertifikat kelulusan. Juga menghasilkan auditor mutu yang handal dalam rangka terselenggaranya pengelolaan perguruan tinggi sesuai Standar Nasional Perguruan Tinggi,” ujar Warek 1  Plh Rektor Unismuh Dr Abdul Rahim Nanda saat membuka acara tersebut. Pelatihan ini didampingi tim dari Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, yakni Prof Edy Suandi Hamid dan Dr Budhi Akbar.

Lebih lanjut, Plh Rektor Unismuh ini menyatakan,  pelatihan  dan sertifikasi AMI tersebut merupakan bagian dari langkah pencapaian visi Unismuh 2044. Dikatakan, pada  2020-2024 Unismuh menargetkan menjadi  PT  terakreditasi Unggul), dan 2024-2028 Unismuh menyiapkan diri Menuju Bereputasi Terakreditasi Internasional. “Lalu periode 2028-2032, Unismuh menyasar untuk terakreditasi internasional, dan pada 2032-2036 diharapkan sudah menjadi Perguruan Tinggi Riset, serta periode 2036-2040 Unismuh menjadi Education and Entrepreneur University,” jelas Rahim Nanda dalam sambutan yang  komprehensif berbasis data.

Sementara itu, Wakil Ketua Majelis Diktilitbang Prof Edy Suandi Hamid dalam sambutannya menyatakan, kegiatan AMI sebagai bagian  dari SPMI merupakan suatu keniscayaan untuk membangun PT bermutu. “Karenanya perlu didukung banyak auditor mutu yang cakap. Bagi Muhammadiyah, peningkatan mutu dan menghadirkan PT bermutu merupakan hal yang tidak bis ditawar. Ini sebagai bagian dari tanggung jawab kita kepada publik,” ujarnya.

Oleh karena itu, pimpinan PTMA harus  peduli dan mengawal kegiatan AMI. “Dan yang lebih penting lagi, setelah AMI selesai dilaksanakan harus ada tindak lanjutnya. Jika tidak, maka kegiatan AMI akan sia-sia,” tutupnya. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua BPH Prof Gagarijg,  WR II Prof Andi Sukri Syamsuri, WR IV  Mawardi Pewangi MPdI, Direktur Program Pascasarjana Prof Irwan Akib, Ketua Badan Penjaminan Mutu Dr Burhanuddin serta para Dekan dalam lingkup Unismuh. []RED

UNISMUH Gelar Pelatihan dan Sertifikasi AMI

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.