UMSB mendapat hibah tanah dari masyarakat Jorong Rumbai, Kanagarian Muaro Tais, Kabupaten Pasaman pada Jumat (19/02). Penyerahan secara simbolis tanah seluas 3 hektare ini dilakukan oleh perwakilan Niniak Mamak Jorong Rumbai kepada Ketua Badan Pembina Harian (BPH) Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (UMSB).
Hadir pada kesempatan ini Rektor UMSB didampingi oleh Wakil Rektor III Bidang Kerjasama, Sekretaris Badan Pembina Harian UMSB, Tim Taskforce UMSB, Camat Mapat Tunggul, Tokoh Masyarakat, Bundo Kanduang serta unsur PDM, PCM dan PRM Muhammadiyah.
Dalam sambutannya, Tokoh Masyarakat Jorong Rumbai mengungkapkan bahwa, penyerahan hibah tanah ini sebagai salah satu wujud kepercayaan kami kepada Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat, dengan harapan lahan ini dapat dikembangkan menjadi sentral pengembangan sumber daya manusia bagi generasi Jorong Rumbai khususnya dan Kanagarian Muaro Tais dan Mapat Tunggul serta Pasaman pada umumnya.
Prof. Dr. H. Rusdi. AM selaku Ketua BPH UMSB menyatakan bahwa hibah tanah pada UMSB ini akan dioptimalkan pemanfaatannya. Ia juga mengucapkan apresiasi terhadap masyarakat yang telah berperan dalam memajukan pendidikan.
Melakukan kerja sama seperti pendantanganan Momerandum of Agreement (MoA) memang sangat bagus namun hal yang terpenting adalah membumikannya. Pasalnya kalau hanya sebatas MoU maupun MoA itu tidak akan ada karya kalau tidak ada lampiran tindakan berikutnya. Begitu papar Dr. Rustamdji, M.Si., rektor UNIMUDA Sorong saat menandatangani Momerandum of Agreement (MoA) bersama 6 (enam) Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) di provinsi Sulawesi Selatan, Rabu (24/02).
Enam PTM yang bekerja sama dengan UNIMUDA Sorong diantaranya Universitas Muhammadiyah Sinjai, Universitas Muhammadiyah Bone, Universitas Muhammadiyah Bulukumba, Universitas Muhammadiyah Enrekang, STKIP Muhammadiyah Barru dan Institut Teknologi Kesahatan Sains Muhammadiyah Sindrap.
Rustamadji beranggapan kegiatan kerja sama harus dibuktikan dengan action yang nyata. “Kalau hanya tanda tangan dan dokumen kita simpan, itu tidak akan ada karya yang membumi yang akan memberikan manfaat, maka setelah kegiatan ini mari kita kembali ke PT masing-masing dan langsung kita bumikan apa yang telah kita sepakati,” tegasnya.
PTM harus itu harus lebih responsif dalam memerankan fungsinya terutama untuk menghasilkan sumber daya manusia yang adaptif terhadap kebutuhan, tuntutan, dan tren yang terjadi pada dunia nyata saat ini, terutama tuntutan dunia usaha dan dunia industri (DUDI). “Dalam teori manajemen seorang pimpinan harus berfikir jauh kedepan, berfikir lebih strategis dan harus mempunyai lukisan dan film-filmnya indah dalam otak kita tentang kemajuan institusinya,” imbuh Tokoh perubahan Republika 2019.
Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) telah sepakat menjalin kerja sama dengan Universitas Ivet Semarang (Unisvet) serta Universitas Islam Sultan Agung Semarang (Unissula) pada Selasa (23/02).
Bertempat di ruang rapat rektorat dengan tetap memperhatikan protokol pencegahan Covid-19, Unimus bersama dengan Unisvet dan Unissula telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU). Dalam pertemuan tersebut, Unimus diwakili langsung oleh Prof. Dr. Masrukhi, M.Pd (Rektor), Unisvet diwakili oleh Prof. Dr. Rustono, M.Hum (Rektor) dan Unissula diwakili oleh Dr. Umar Ma’ruf, S.H., Sp.N., M.Hum (Wakil Rektor I).
Dalam sambutannya, Rektor menyampaikan bahwa kerja sama Unimus tersebut sekaligus memperkuat mutu kelembagaan antar pihak. “Dukungan dari Unisvet maupun Unissula akan turut berkontribusi terhadap peningkatan kualitas pendidikan di Unimus yang meliputi bidang pendidikan & pengajaran, penelitian serta pengabdian masyarakat, “ ungkapnya.
Sidenreng Rappang, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof Haedar Nasir, berharap Universitas Muhammadiyah Sidenreng (UMS) Rappang, menjadi fasilitator “Ummatan Wasahatan”. Hal tersebut disampaikan Prof Haedar Nasir, saat menjadi kaynote speaker, dalam tablig akbar milad ke 2 UMS Rappang, yang digelar secara virtual.
“Kami berharap UMS Rappang, terus menebarkan kebaikan ke tengah tengah masyarakat, atau menjadi Ummatan Washatan, menjadikan seluruh gerakan, visi, dalam bentuk harmoni, dalam mengaktualisasikan cita cita Muhammadiyah yakni, mewujudkan masyarakat Islam yang sebenar benarnya,” Ujar Haedar Nasir Kamis (18/2). Tak hanya itu, dalam kegiatan tersebut Haedar Nasir, juga menyampaikan napak tilas, dan lika liku beberapa tokoh Muhammadiyah seperti Ahmad Dahlan dan AR Fachruddin dan lain sebagainya, dalam mendirikan dan mengawal organisasi kemasyarakatan tersebut. Bahkan diakhir sambutannya, Haedar Nasir yang terpilih menjadi Pimpinan Pusat Muhammadiyah pada muktamar 47 di Makassar, sempat mengingatkan para warga Muhammadiyah untuk selalu berpedoman pada 10 kepribadian Muhammadiyah, dalam menjalani kehidupan sehari hari.
“Tentu Prof Ambo Asse, sebagai Rektor Unismuh Makassar, dan DR Jamaluddin Ahmad sebagai Rektor UMS Rappang, kini merasakan bagaimana suka duka mengurus Muhammadiyah. Pesan saya teruslah menebarkan kebaikan, dikritik adalah hal yang lumrah. Karena ‘membangun’ sesuatu membutuh pengorbanan dan waktu lama, berbanding terbalik dengan menghancurkan sesuatu hanya dalam waktu yang sesingkat singkatnya,” jelasnya.
Tak hanya itu, Haedar Nasir juga mengingatkan seluruh warga Muhammadiyah, secara khusus kepada civitas akademika UMS Rappang, untuk terus membangun sistem. Menurutnya, orang selalu silih berganti datang dan berproses di Muhammadiyah. Namun saatnya tiba, akan ada kata akhir. “Inilah alasan mengapa Khittah dan Kepribadian Muhammadiyah harus selalu dijaga, dan diamalkan oleh warga persyarikatan,” jelas Haedar Nasir. Informasi tang dihimpun, Tablig Akbar tersebut juga dihadiri Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan, Prof Ambo Asse, bersama beberama tokoh Muhammadiyah Sulsel, Rektor UMS Rappang, Dr Jamalauddin Ahmad, dan civitas akademika kampus setempat. [] Sumber: Humas UM Sidenreng Rappang
Online Courses Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta hadirkan tiga Universitas dari mancanegara yaitu University of Leeds (Inggris), Nagasaki University (Jepang), dan Taiwan International Healthcare Training Center (TIHTC) (Taiwan). Diadakan pada Senin (22/02), Online Courses akan dilaksanakan selama 3 hari, 22, 24, dan 26 Februari 2021.
Andari Wuri Astuti, S.Si.T., M.P.H., Ph.D., selaku Ketua Program Studi Magister Kebidanan UNISA Yogya, menjelaskan Online Courses ini merupakan bagian dari International Practice Project (IPP), khususnya bagi mahasiswa angkatan ke-7 Prodi Magister Kebidanan UNISA Yogya.
Dilansir melalui website resmi UNISA, IPP merupakan suatu kompetensi wajib bagi mahasiswa Magister Kebidanan UNISA Yogya, untuk studi banding tentang Maternitas dan Kesehatan di luar negeri. Umumnya, IPP dilaksanakan dengan memberangkatkan langsung mahasiswa ke Universitas di luar negeri yang telah bekerjasama dengan UNISA Yogya.
“Untuk saat ini kegiatan IPP dilaksanakan secara online dikarenakan pandemi Covid-19, semoga pandemi ini segera bisa usai dan kita bisa berkunjung ke Nagasaki University secara offline.” Ucap Andari, dalam pembukaan hari pertama yang diawali oleh Nagasaki University. [] Sumber : Humas Unisa
Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menambah guru besar. Dr. Waston, M.Hum menerima SK Guru Besar (Profesor) dalam Bidang Ilmu Agama dan Filsafat. Penyerahan Surat Keputusan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 140398/MPK/KP/2020 tentang Kenaikan Jabatan Akademik Fungsional Dosen sebagai Guru Besar dilakukan oleh Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VI Jawa Tengah Prof. Dr. Ir. Muhammad Zainuri DEA di Gedung Induk Siti Walidah UMS, Senin (22/2).
Prof. Dr. Waston menjadi guru besar ke-25 UMS sekaligus menjadi yang pertama di Fakultas Agama Islam. Kepala LLDIKTI Prof. Dr. Ir. Zainuri DEA menyampaikan pesan pentingnya PDDikti untuk mewujudkan pendidikan tinggi bermutu secara realtime. Ia juga berharap menyusul guru besar lainnya dari UMS.
Prof. Dr. Musa Asy’arie selaku Ketua Program Doktor Pendidikan Agama Islam UMS dan sekaligus mentor bagi Prof waston berharap ia segera melanjutkan estafet kepemimpinan yang membidangi Prodi PAI UMS sekaligus untuk Fakultas Agama Islam semakin kuat karena telah memiliki jenjang pendidikan mulai dari sarjana sampai dengan doktor dalam bidang pendidikan islam. “Dengan Mas Waston menjadi profesor kan di Fakultas Agama Islam ada profesornya. Di samping itu di Program S3 Pasca UMS dalam waktu 3 tahun dapat meluluskan 4 orang doktor dan sekertaris prodinya telah menjadi profesor selain itu juga saya berharap Profesor Waston dapat melanjutkan bukan cuman sebagai Sekretaris Prodi namun sebagai Ketua Prodi Program Doktor Pendidikan Islam di UMS menggantikan saya,” ujar Prof. Dr. Musa Asy’arie.
Sementara itu, Prof. Dr. Drs. Waston berharap untuk rekan yang di Fakultas Agama Islam segera mempersiapan pengajuan Jabatan Akademik Guru Besar yang dapat didampingi BPSDM UMS dalam pengajuan Guru Besar sekaligus memberikan “tips”. ““Mulai dari sekarang untuk dosen baru dapat mempersiapan dokumen pengembangan karir dan berharap dalam 12 tahun dosen dosen baru akan dapat menjadi Guru Besar sesuai bidangnya,” pungkasnya. [] Sumber: Humas UMS/Brondy S
Muhammadiyah dan ‘Aisyiah hingga hingga Maret 2021 memiliki 165 perguruan tinggi. Beberapa di antaranya memiliki program studi terbanyak dari yang lain. Banyaknya program studi (prodi) menjadi salah satu bentuk keragaman disiplin ilmu yang didalami oleh kader-kader persyarikatan.
Prodi yang ada terbagi dalam jenjang D1, D3, D4, Profesi, S1 Spesialis, S1, S2, hingga S3. Berikut daftar perguruan tinggi Muhammadiyah dengan prodi terbanyak dirangkum dari Forlap Dikti 2020 :
Universitas Muhammadiyah Surakarta (77)
Universitas Muhammadiyah Surakarta adalah lembaga pendidikan tinggi di bawah persyarikatan Muhammadiyah. UMS berdiri berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI No. 0330/O/1981 tanggal 24 Oktober 1981 sebagai perubahan bentuk dari IKIP Muhammadiyah Surakarta dan menjadi PTM dengan prodi terbanyak di Indonesia.
Hingga Desember 2020, UMS tercatat memiliki 77 prodi yang terbagi dalam beberapa fakultas dan jenjang pendidikan.
program studi terbanyak
Universitas Muhammadiyah Malang (70)
Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) belum lama ini menduduki peringkat satu perguruan tinggi Islam terbaik di dunia versi Unirank. Tak hanya itu, kampus kebanggaan Malang ini juga merupakan Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) dengan prodi terbanyak.
Hingga Desember 2020, UMS tercatat memiliki 70 prodi yang terbagi dalam beberapa fakultas dan jenjang pendidikan.
Universitas Muhammadiyah Purwokerto (57)
Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) merupakan alih bentuk dari IKIP Muhammadiyah Purwokerto, yang sudah berdiri pada tanggal 5 April 1965. Dengan dasar SK Dirjen Dikti Depdikbud No. 345/DIKTI/Kep/1995 tanggal 26 Juli 1995, IKIP Muhammadiyah Purwokerto berubah menjadi UMP.
Hingga Desember 2020, UMP tercatat memiliki 57 prodi yang terbagi dalam beberapa fakultas dan jenjang pendidikan.
Universitas Muhammadiyah Jakarta (55)
Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) merupakan salah satu PTM tertua dan terbesar di Indonesia. Berlokasi di Tangerang Selatan, UMJ kini memiliki program studi yang cukup banyak.
Hingga Desember 2020, UMJ tercatat memiliki 55 prodi yang terbagi dalam beberapa fakultas dan jenjang pendidikan.
Universitas Muhammadiyah Makassar (54)
Universitas Muhammadiyah Makassar (UM Makassar) merupakan salah satu PTM terbesar di wilayah timur Indonesia. Hingga kini UM Makassar terus berkembang di berbagai aspek, salah satunya program studi.
Hingga Desember 2020, UM Makassar tercatat memiliki 54 program studi yang terbagi dalam beberapa fakultas dan jenjang pendidikan.
Prestasi Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) meningkat. Tahun ini Umsida berhasil meraih 119 medali pada Kompetisi Sains Indonesia (KSI) 2021 tingkat mahasiswa se-Indonesia yang diselenggarakan oleh Pelatihan Olimpiade Sains Indonesia (POSI). Kompetisi yang diikuti oleh puluhan ribu peserta dari perguruan tinggi negeri dan swasta se-Indonesia tersebut dilaksanakan serentak secara online, Minggu (14/02).
Umsida berhasil membawa pulang 119 medali dengan 8 medali emas, 28 medali perak, dan 83 medali perunggu. Kepala Seksi Kemahasiswaan Umsida Syahrul Ardiansyah mengungkapkan prestasi yang diraih mahasiswa Umsida tahun ini mengalami peningkatan. “Alhamdulillah, pada kompetisi ini prestasi mahasiswa Umsida mengalami peningkatan yang signifikan. Jika pada kompetisi serupa di tahun lalu Umsida meraih 28 medali, pada tahun ini kami berhasil meraih 119 medali,” ungkapnya.
Syahrul berharap raihan prestasi ini dapat memotivasi mahasiswa dan menjadi bekal positif saat lulus dari dunia perkuliahan. “Prestasi ini juga tidak lepas dari peran serta seluruh sivitas akademika yang ada di Umsida. Termasuk dosen dan program studi yang telah memberikan pembinaan kepada mahasiswanya,” pungkasnya.
Rektor Umsida Dr Hidayatulloh MSi menerangkan, seluruh mahasiswa diberi kesempatan yang sama untuk mengikuti berbagai lomba, baik akademik maupun non-akademik. “Terutama kita dorong untuk mengikuti kompetisi atau olimpiade tingkat nasional dan internasional. Mereka yang berprestasi diberikan imbalan prestasi dari Umsida dan pengakuan prestasinya dimasukkan dalam SKPI (Surat Keterangan Pendamping Ijazah),” terang dia. Dia menyampaikan, bagi Umsida, prestasi mahasiswa ini dapat menambah poin dalam berbagai penilaian. Baik pada akreditasi program studi dan institusi, pemeringkatan kampus oleh Kemendikbud RI, maupun Anugrah Kampus Unggul oleh LLDKTI 7. [] Sumber: Humas Umsida
Berlokasi di Desa Kalibagor, Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas usaha pertama pertashop dibuka, Selasa (16/2). Rektor UMP, Dr Jebul Suroso menyatakan, usaha tersebut pertama adalah langkah UMP ekonomi masyarakat desa dan kedua baru merupakan aspek bisnis.
“Kita berharap banyak kemanfaatan yang bisa dipetik oleh masyarakat sekitar dan syiar kita juga semakin kuat,” katanya.
Dipilihnya lokasi di Desa Kalibagor, karena desa tersebut letaknya cukup strategis, dilalui jalur alternatif yang cukup ramai. Sehingga ke depan diharapkan pertumbuhan ekonomi masyarakat desa semakin maju. Lokasi tersebut juga merupakan salah satu lokasi yang ditentukan pihak Pertamina untuk pengembangan pertashop.
Rektor UMP mengungkapkan, pihaknya siap untuk berkolaborasi dengan Pertamina dalam mengembangkan unit pertashop. Sehingga tidak hanya pada satu titik tersebut pertashop UMP hadir di tengah masyarakat.
Sementara itu, Bupati Banyumas, Achmad Husein yang juga hadir dalam grand opening pertashop di Kalibagor mengatakan, pertashop yang dilengkapi dengan tempat cuci motor, cafe serta musala, akan banyak menyerap tenaga kerja. Sehingga manfaat keberadaan pertashop akan benar-benar dirasakan masyarakat.
“Saya sangat mendukung program pertashop di desa-desa. Kalau perlu semua desa dibuatkan pertashop, untuk mendekatkan pelayanan BBM kepada masyarakat,” katanya.
Sales Branch Manager Pertamina Rayon IV Cilacap, Andeka Sangtraga Hutapriya mengatakan, untuk tahun ini, pihaknya mentargetkan setiap bulan adanya penambahan minimal 6 pertashop di wilayah kerjanya yang meliputi Banyumas-Cilacap. Namun, sebelumnya harus dilakukan survei lokasi dan perkembangan bisnis ke depannya, supaya pertashop tidak terbengkelai dan bisa berjalan sebagaiana yang diharapkan.
“Saat ini pertashop masuk dalam program kemitraan. Jadi ada mekanisme internal antara mitra dengan pihak desa. Harapannya bisnis berjalan lancar dan masyarakat sekitar juga mendapatkan kemanfaatan,” tuturnya.
Untuk wilayah Banyumas sediri sudah ada 9 pertashop yang sudah beroperasi. Sejauh ini perkembangannya cukup bagus. Dan UMP akan terus mendorong ekonomi desa agar lebih maju.
“Muhammadiyah itu adalah berbuat amal untuk menghasilkan sesuatu yang terbaik dan memberikan kebermanfaatan demi kemasalahatan umat dan bangsa. Contohnya kita tidak hanya mengisi absensi atau hadir di dalam sebuah lembaga ataupun di dalam masjid Muhajjirin yang megah ini, melainkan kita juga dituntut untuk memakmurkan masjid ini,” begitu papar Prof. Dr. H. Achmad Nurmandi, M.Sc., saat berkesempatan memberikan kuliah subuh di Masjid Muhajirin Pangkalpinang.
Turut hadir Rektor Unmuh Babel sekaligus Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Bangka Belitung , Fadillah Sabri, Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Membidangi Majelis Ekonomi, H. Warsangka dan sejumlah pengurus dan kader pemuda Muhammadiyah Babel lainya.
Peneliti sekaligus Pakar Ahli Ilmu Pemerintahan ini juga mengajak kepada seluruh kader, baik pengikut, pengurus maupun simpatisan Muhammadiyah yang ada di Provinsi Bangka Belitung untuk senantiasa menanamkan semangat untuk berbuat kebaikan. “Tapi dalam melakukan atau berbuat itu juga harus dilakukan menggunakan akal. Oleh karena itu dalam matan keyakinan Muhammadiyah bahwa beragama itu harus menggunakan akal dan tidak cenderung hanya asal berbuat. Contohnya adalah kenapa Muhammadiyah juga mendukung pemerintah menggunakan masker? jawabnya adalah karena ada akal dan ada ilmunya,” tambahnya.
Untuk bisa beramal, maka juga perlu berorganisasi. Oleh karena itu di Muhammadiyah juga ada yang namanya cabang, ranting, Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), Majelis, Ortom. Karena ini adalah tubuh dari organisasi Muhammadiyah. Karena tidak mungkin juga kita mau berbuat baik tanpa ada organisasi yang baik. “Sebab sejatinya seorang simpatisan Muhammadiyah itu selain dituntut militan, peduli, berakal dan juga harus inovatif dan terampil dalam berorganisasi. Yakni kader organisasi yang mampu memberikan peran, mengayomi untuk betul-betul beramal kebaikan bagi kepentingan agama, masyarakat bangsa dan negara,” pungkasnya. []Sumber: Humas Unmuh Babe