UMSU

UMSU Adakan Pertemuan dengan 112 Kepsek Cabdis Sunggal

Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) mengadakan silaturahami dengan kepala sekolah SMA/SMK se Cabang Dinas Sunggal di Pancur Gading Hotel, Jalan Kwala Simeme, Deli Tua, Kamis (4/2). Silaturahmi diikuti 112 kepala SMA/SMK negeri dan swasta.

Tampak hadir, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Sunggal, Muhammad Basir Hasibuan, MPd. Dari UMSU, Rektor diwakili Wakil Rektor I, Dr Muhammad Arifin Gultom, SH, MHum.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Sunggal, Muhammad Basir Hasibuan, MPd mengatakan, kepala sekolah harus memotivasi anak didiknya untuk bisa melanjut ke perguruan tinggi. Jika pun tidak, minimal harus bekerja dan tidak menjadi penganggguran. “Kalau untuk SMA orientasinya itu anak didiknya harus melanjutnya pendidikan, tetapi kalau SMK orientasinya bekerja, tetapi bisa saja melanjutkan pendidikan,” katanya.

Kepala sekolah, lanjutnya harus lebih kreatif, inovatif, komunikatif dan berkolaborasi dengan perguruan tinggi karena di era sekarang, informasi untuk melanjut ke perguruan tinggi memiliki banyak peluang dan kesempatan. Apalagi informasi tentang perguruan tinggi mudah didapatkan. Makanya, kepala sekolah diminta untuk menyebarkan informasi tentang perguruan tinggi kepada siswa.

“Banyak memang siswa bingung soal biaya. Tetapi itu tidak usah dipikirkan karena memang banyak perguruan tinggi itu menawarkan beasiswa. Salah satunya UMSU, sebagai perguruan tinggi banyak dalam merekrut mahasiswa baru ada jalur prestasi dan undangan serta jalur beasiswa. Ini bisa disampaikan kepada anak-anak,” pintanya.

Muhammad Basir juga meminta kepala sekolah untuk meningkatkan pendidikan, tidak hanya sarjana tetapi bisa melanjut ke program magister. Sebagai Kepala Cabang Dinas Sunggal, dia menegaskan siap memberi kemudahan rekomendasi. Untuk perguruan tinggi UMSU bisa pilihan untuk melanjut karena akreditasi institusinya sudah A, ada ada 15 program studi yang terakreditasi A.

 

Sumber : Humas UMSU

UMY Fasilitasi Guru SD Kembangkan Podcast Edukasi

UMY Fasilitasi Guru SD Kembangkan Podcast Edukasi

Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) melakukan workshop produksi podcast untuk media ajar di Sekolah Dasar (SD) Muhammadiyah Al Mujahidin Wonosari, Gunungkidul, Yogyakarta, Kamis (4/2). 

“Workshop dilakukan dengan model training for trainer kepada para guru di SD Muhammadiyah Al Mujahidin Wonosari. Tujuannya, setelah mengikuti workshop para peserta bisa menularkan ilmunya kepada guru-guru yang lain, baik dari lingkungan internal sekolah maupun dari sekolah-sekolah yang lain di Gunungkidul,” jelas Fajar Junaedi, ketua tim pengabdian UMY.

Selain Fajar, tim UMY  terdiri dari Filosa Gita Sukmono, dosen Prodi Ilmu Komunikasi UMY, dan Agung Hermawan, mahasiswa Ilmu Komunikasi UMY.

Selama mengikuti workshop, para guru mendapatkan modul yang bisa digunakan untuk mengajari para guru yang lain baik di lingkungan internal sekolah, maupun sekolah. Fajar menambahkan bahwa keberadaan podcast bisa menambah aset digital sekolah yang akan bermanfaat baik dalam kondisi pandemi maupun kondisi normal. Dengan mengembangkan konsep ini, SD Muhammadiyah Al Mujahidin Wonosari bisa menjadi percontohan bagi sekolah-sekolah lain, bukan hanya di Gunungkidul, namun juga di Yogyakarta dan sekitarnta.

Workshop ini dipilih dengan latar belakang bahwa podcast bisa dikembangkan sebagai media pembelajaran di masa pandemi Covid-19. Karakter podcast yang auditif, menarik minat generasi muda, dan mudah diproduksi menjadi keunggulan. Namun sayangnya, belum banyak sekolah yang mengembangkan konsep ini sebagai media pembelajaran. 

Selama proses workshop, para peserta langsung diajak melakukan praktek pembuatan podcast materi pembelajaran. Para guru langsung memiliki akun yang akan terus dimanfaatkan untuk kegiatan pembelajaran di sekolah. Para guru antusias mengikuti workshop, terutama ketika mengenal manfaat dan proses produksi yang mudah. Bahkan tercetus ide agar dikembangkan sebagai salah satu kegiatan ekstra kurikuler. Belum ada sekolah yang memiliki ekstrakurikuler podcast. Jika SD Muhammadiyah Al Mujahidin Wonosari mengembangkan podcast sebagai ekstra kurikuler, maka bisa menjadi sekolah pertama yang mengembangkan podcast sebagai ekstra kurikuler.

Kepala SD Muhammadiyah Al Mujahidin Wonosari, Joko Kiswanto, menyatakan bahwa workshop produksi media pembelajaran ini sangat bermanfaat bagi guru. “Di masa pandemi, sekolah harus segera beradaptasi dalam pemanfaatan media digital, salah satunya adalah para guru aktif memproduksi konten podcast untuk para siswa. Termasuk juga sekolah mengembangkan produksi media pembelajaran multimedia,” jelas Joko. [] Sumber : Dosen Ilmu Komunikasi UMY

FKG Unimus

FKG Unimus Ambil Sumpah 15 Dokter Gigi Baru

Sebanyak 15 orang dokter gigi baru mengikuti prosesi angkat sumpah dokter gigi kedua Profesi Dokter Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) dengan protokol pencegahan Covid-19. Dilaksanakan di Quest Hotel Semarang, Rabu (03/02/2021).

Acara angkat sumpah dihadiri oleh Wakil Rektor III Unimus (Dr. Samsudi Rahardjo, MM. , MT.), Ketua Persatuan Dokter Gigi Indonesia Pengurus Wilayah Jawa Tengah cabang Semarang (Prof. Dr. drg. Dyah Fatmasari, MDSc), Direktur RSGM Unimus (drg. Dwi Windu Kinanti A, MMR) serta segenap sivitas akademika FKG Unimus.

Dekan FKG Unimus Dr. drg. Risyandi Anwar., Sp.KGA mengambil sumpah 15 dokter gigi baru. Ke-15 dokter baru FKG Unimus yang mengikuti sumpah dokter hadir didampingi orang tuanya. Dalam prosesi angkat sumpah dokter gigi tersebut, drg. Tri Utari Sari Dewi menjadi lulusan terbaik dengan raihan IPK 3.93.

Wakil Rektor III Unimus dalam sambutannya memberikan selamat atas pengambilan sumpah dokter gigi periode II. “Ilmu kalian akan diakui oleh masyarakat sehingga keprofesionalisme kalian tetap harus ditingkatkan. Dengan dilantiknya 15 dokter gigi baru Unimus telah meluluskan 20 dokter sampai saat ini, dan mereka telah tersebar untuk mengabdikan diri di berbagai wilayah di Indonesia, “ ungkapnya.

Sumber : Humas Unimus

Baitul Arqom Purna Studi UM Pringsewu Lampung

Baitul Arqom Purna Studi UM Pringsewu Lampung

UM Pringsewu Lampung mengadakan Baitul Arqom Purna Studi dengan tema “Internalisasi Nilai-nilai Kemuhammadiyahan Untuk Melahirkan Alumni Unggul dan Dinamis”. Kegiatan ini diadakan selama dua hari yaitu Jumat-Minggu (5-7/02) dan diikuti 644 mahasiswa secara offline dan online.

Drs. H. Wanawir Am.M.M.,M.Pd. menyampaikan kegiatan Baitul Arqom Purna Studi merupakan gabungan dari AIK yang telah dilalui mahasiswa pada semester I-VIII. “Bentuk tanggung jawab dan pelayanan purna studi adalah memberikan bekal kepada calon alumni berupa persiapan untuk menghadapi dunia kerja dan kehidupan sosial di masyarakat,” paparnya.

Ia melanjutkan kegiatantersebut perlu diintegrasikan dengan yudisium. “Hal ini penting supaya yudisium bukan sekedar bersifat seremonial, namun juga memiliki makna dan manfaat yang lebih bagi calon alumni yang akan memasuki dunia kerja dan kehidupan sosial di masyarakat,” pungkasnya. (Humas Bapus)

UPI UM Metro Adakan Pelatihan Karya Ilmiah

Unit Publikasi Ilmiah (UPI) UM Metro kembali mengadakan pelatihan penulisan karya ilmiah bagi mahasiswa angkatan 2016-2019 via daring, Selasa (02/02). 

Dilansir melalui website resmi UM Metro, Pelatihan ini diadakan setiap tahun untuk mensosialisasikan berbagai hal terkait dengan penulisan mahasiswa, seperti makalah, tugas akhir, skripsi maupun tesis. “Karya tulis akademik adalah karya nonfiksi yang dihasilkan sebagai bagian dari karya akademik. Tulisan yang melaporkan penelitian universitas, tulisan yang dihasilkan oleh mahasiswa, dan tulisan dimana para sarjana menganalisis budaya atau mengusulkan teori baru, semuanya itu digambarkan sebagai tulisan akademis,” ungkapnya.

Drs Jazim Ahmad MPd Rektor UM Metro juga menyebutkan pelatihan ini menjadi upaya untuk meningkatkan kualitas karya ilmiah mahasiswa berupa artikel ilmiah, skripsi maupun tesis saat ini UPI mengadakan sosialisasi. Semoga dapat memberi dampak positif terkait dengan akreditasi kelembagaan program studinya,” ungkapnya. 

Turut hadir selaku narasumber Dr. Agus Sujarwanta, M.Pd., menyampaikan materi terkait Kebijakan Penulisan Karya Ilmiah, Swaditya Rizki, M.Sc., narasumber kedua memaparkan materi terkait pedoman penulisan karya Ilmiah dan Tata Cara Mencari Referensi Pada Jurnal Online Nasional Terakreditasi dan Internasional Terindex DOAJ, SCOPUS, dan THOMSON. Sementara Wardhani Utami Dewi, narasumber ke tiga memaparkan materi terkait Similarity Check. []Sumber Humas UM Metro

Doktor UM Palembang

Boby Muslimin Jadi Doktor UM Palembang ke-84

Doktor UM Palembang bertambah menjadi 84 orang sepanjang sejarahnya. Kali ini Fakultas Pertanian UM Palembang yang menyumbang satu dosen bergelar Doktor, setelah menyelesaikan studi Strata 3 (S3), Dr. Boby Muslimin, M.Si., menyelesaikan Strata 3 Doktor Ilmu Pertanian dan menjadi dosen bergelar Doktor ke-84 di Universitas Muhammadiyah Palembang.

Pria kelahiran Palembang, 07 Desember 1984 ini berhasil lulus dari Prodi Doktor Ilmu Pertanian Program Pascasarjana Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, dan berhak mendapatkan gelar Doktor setelah melalui ujian Promosi Doktor secara daring, pada Rabu 27 Januari 2021.

Dalam Ujian Promosi Doktor tersebut, Dr. Boby Muslimin, M.Si., mengambil judul Disertasi “Karakter Morfologi dan Genetik Ikan Gabus Channa Striata (Bloch, 1793) Intraspesies dari Perairan Umum Sumatera untuk Pengembangan Budidaya”, dengan Promotor: Prof. Dr. Ir. Rustadi, M.Sc., Co-Promotor 1: Dr. Ir. Ignatius Hardaningsih, M.Si., dan Co-Promotor 2: Dr. Bambang Retnoaji, M.Sc.

Pada kesempatan ini, Rektor UM Palembang Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., memberikan apresiasi dan ucapan selamat kepada Dr. Boby Muslimin, M.Si., atas Ujian Terbuka Promosi Doktor Ilmu Pertanian Program Pascasarjana Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.

Sumber : Humas UM Palembang

 

 

UM Sidoarjo

Etno-Stem Kombinasikan Materi IPA dan Kearifan Lokal untuk Siswa

Dr Septi Budi Sartika MPd dosen UM Sidoarjo menemukan model ETNO-STEM dalam strategi pembelajaran IPA yang efektif bagi siswa dan guru selama masa pandemi. Model ini ia peroleh berawal dari keresahan akan sistem pembelajaran yang dilakukan tanpa bertatap muka. Etno merupakan model pembelajaran yang diambil dari pengamatan terhadap kearifan lokal.

Kata Etno berhubungan dengan kearifan lokal yang dijadikan model dalam pembelajaran IPA. Dr Septi mencoba untuk mengangkat kearifan lokal yang dapat dihubungkan dengan pembelajaran IPA sehingga ditangkap dengan mudah oleh siswa. “Misalnya saja kita belajar konsep tekanan, hal ini dapat dipelajari melalui konsep pembuatan industri tas Sidoarjo yang dikombinasikan dengan materi IPA tekanan zat,” ungkapnya melalui podcast UMSIDA menyapa, (02/02).

Sedangkan STEM merupakan penggabungan antara Science, Technology, Engineering, dan Mathematic. “Karena tuntutan era revolusi industri 4.0, dengan itu STEM melatih konsep IPA, matematika, juga melatih teknologi,” ujarnya.

Dari penelitian ini kami sudah menghasilkan pengembangan perangkat instrumen pembelajaran. “Bidikan kita agar siswa dapat berpikir tingkat tinggi, kami telah membuat instrumen yang sudah divalidasi dan sudah diujicoba yang mana hasil nilai siswa cukup signifikan meningkat,” ungkapnya. Saat ini sudah ada 10 sekolah yang telah diaplikasikan kepada guru IPA SMP Muhammadiyah se-Sidoarjo.

Jurnal Ilmiah Umsida

Jurnal Ilmiah PBI Umsida Raih Akreditasi Sinta 2

Salah satu jurnal ilmiah umsida berhasil meraih capaian menarik. Journal of English Educators Society (JEES) yang disusun tim Prodi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) terakreditasi peringkat 2 dalam Science and Technology Index (SINTA) oleh Kementrian Riset dan Teknologi/ Badan Riset dan Inovasi Nasional (Kemenristek/BRIN).

SINTA merupakan lembaga pengindeks jurnal ilmiah di Indonesia yang terbagi menjadi 6 peringkat level akreditasi. “Dalam penyusunan jurnal PBI tersebut melibatkan P3I Umsida bersama tim prodi PBI dan fakultas FPIP, yaitu Pak Tanzil Multazam M Kn, Bu Yuli Astutik M Pd (Kaprodi), Dr Nur Effendi M Pd (Dekan FKIP) dan saya,” kata Editor in Chief, Fika Megawati M Pd, saat diwawancara Umsida.ac.id, Jumat (29/01).

JEES yang juga raih posisi teratas Se-Umsida dalam SINTA 2 memiliki cakupan yakni pendidikan, linguistik, dan literatur bahasa inggris. “Tujuan JEES sendiri sebagai wadah para akademisi untuk mempublikasikan artikel ilmiah baik berupa hasil penelitian, review, atau brief report terutama di bidang English Language Teaching,” tutur Sekretariat Prodi PBI tersebut.

Ia mengatakan bahwa Keberhasilan JEES yang disusun sejak 2016 hingga proses pengajuan akreditasi 2019, tidak terlepas dari dukungan penuh tim editor managing dan reviewers. Dalam proses mencapai akreditasi tersebut, tim PBI mengupayakan berbagai strategi, diantaranya turut serta dalam workshop jurnal internal maupun eksternal, misalnya yang diselenggarakan oleh Relawan Jurnal Indonesia (RJI). “Lalu selektif dalam mencari artikel yang berkualitas, melakukan promosi Call for Paper baik nasional maupun internasional supaya menarik author dan reviewer dari luar negeri, serta aktif mengikuti komunitas pengelola jurnal dan koordinasi dengan P3I Umsida,” ujarnya.

Terakhir, Fika juga menyampaikan rencana JEES kedepan agar dapat melanjutkan reakreditasi dengan target SINTA 1 pada tahun 2023 dan peningkatan kualitas JEES yang baik dari segi pengelolaan manajemen sistem jurnal maupun kualitas paper yang dipublikasikan agar dapat dipublikasikan secara rutin dan tepat waktu. “Dengan demikian perlu adanya komitmen kuat serta kerjasama dari tim dewan redaksi JEES,” pungkasnya.

Sumber : Humas Umsida

Fai UMSU

FAI UMSU Adakan Seminar Internasional

Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) menggelar The 2nd Annual International Seminar on Islamic Studies (INSIS) yang diikuti para pakar dari sejumlah negara di Asia Tenggara.

Dekan Fakultas Agama Islam, Dr Muhammad Qorib, MA mengatakan kegiatan yang bertema the readiness of islamic studies in new normal era (multidisciplinary approach) digelar guna berbagi pengalaman dan gagasan dalam pengembangan pendidikan Islam di masa pandemi. “Seminar internasional ini juga dimaksudkan sebagai tindak lanjut kerjasama antara universitas di lingkungan Negara-Negara ASEAN yang memiliki fakultas dan kajian Keislaman,” katanya kepada wartawan di Medan, Minggu (31/1).

Pendidikan Islam ditinjau dari berbagai perspektif ilmu dan beragam pendekatan di masa pandemi Covid-19 menjadi tantangan tersendiri. Ada banyak tantangan yang dihadapi karena pandemi Covid-19 menuntut penegakkan protokol kesehatan sehingga perlu ada cara dan strategi guna menanamkan nilai-nilai dan pendidikan keIslaman.

Dijelaskan dia, kegiatan seminar internasional tentang Keislaman (INSIS) merupakan even tahunan yang melibatkan sejumlah perguruan tinggi dan pusat kajian Islam di lingkungan Negara ASEAN. Bagi FAI UMSU, kegiatan ini merupakan kedua kalinya dipercaya sebagai tuan rumah.

“INSIS sendiri sudah digelar selama tiga tahun berturut dengan menghadirkan para pakar dari sejumlah universitas ternama di lingkup ASEAN,” katanya.

Lebih lanjut, INSIS yang tahun ini digelar secara daring karena masih dalam suasana pandemi Covid-19 diikuti lebih 1000 peserta. Para peserta yang tidak bisa mengikuti langsung melalui aplikasi zoom menyaksikan via youtube.

Tahun ini INSIS diikuti enam negara ASEAN yakni, Indonesia, Thailand, Kamboja, Vietnam, Singapore dan Malaysia. Tampil sebagai narasumber yakni, dari Fatoni University Thailand Prof. Sukree Langputeh, Ph.D, Dekan FAI UMSU Dr. Muhammad Qorib, MA, Indonesia President Youth Network for Community Development Kamboja MR. Alpy Math, Director Halal Authority Vietnam Dr. Basiron Abdullah, Batri Director Pusat Pendidikan An Nikmah Singapore, Dr. Nek Mah Batri, Ph. D, Kolej Universiti Islam Antarbangsa Selanggor Malaysia, Dr. Muhammad Noor. Dari FAI UMSU, tampil sebagai narasumber, Wakil Dekan I FAI UMSU, Zailani, S.Pd.I, M.A, Wakil Dekan II FAI UMSU, Dr. Munawir Pasaribu, M.A.

INSIS yang dilaksanakan pada 27 dan 28 Januari 2021 dibuka Rektor UMSU, Dr Agussani, MAP diwakili Wakil Rektor 1 Dr. Muhammad Arifin M. Hum. “Meski dalam suasana pandemi Covid-19, namun tak menjadi penghalang untuk tetap melaksanakan kegiatan seminar internasional,” katanya.

Dijelaskan, topik yang dipilih yakni the readiness of islamic studies in new normal era (multidisciplinary approach)” menarik karena berkaitan dengan masalah aktual. Situasi Pandemi Covid-19 menjadi tantangan tersendiri khususnya dalam pengembangan dan peningkatan pendidikan Keislaman karena penerapan protokol kesehatan memaksa penyelenggaraan pendidikan dilakukan secara daring.

“Melalui INSIS diharapkan akan lahir banyak ide dan gagasan dalam pengembangan dan peningkatan pendidikan dan pengajaran Agama Islam,” katanya.

Sumber : Humas UMSU

Keripik Pelpi Mahasiswa UMB Viral

Mutiara, Khusnul Hatima, dan Nursyamsi mahasiswa UM Bulukumba berhasil menciptakan keripik viral dan menjadi perbincangan di Bulukumba. Kripik Pelpi (Pelepah Pisang) merupakan keripik dari pelepah batang pisang yang gurih, garing, dan bermanfaat untuk tubuh. 

Eksperimen ini didapatkan Mutiara bersama dua temannya atas tugas kewirausahaan yang diberikan oleh dosen. “Alhamdulillah, produk kripik Pelpi kami sudah diterima dimayarakat. Dari produksi pertama 50 bungkus, semuanya habis terjual,” ungkap Tiara. 

Drs Jumase Basra, Rektor UMB menyampaikan eksperimen ini merupakan temuan langka yang harus didukung produksinya. “Untuk memperhatikan kahalalan, kualitas produknya keripik ini, nanti akan kami bantu untuk membangun komunikasi dengan Dinas Kesehatan, MUI untuk kehalalan dari produk ini,” kata Jumase dilansir melalui Infotanews, Senin (01/02). 

Wakil Rektor 1 Asdar SPd, MPd mengaku keripik pisang buatan Mahasiswa ini rekomended dan layak untuk konsumsi. “Saya juga berharap produk ini ditingkatkan ke BPOM nya, yang kedua bisa di urus kehalalannya ke MUI. Yang luar biasanya dimulai dari kampus, terus berkarya,” jelas Asdar.