UM Sorong Gelar International Conference on Frontiers of Environment and Marine Studies

Universitas Muhammadiyah Sorong bersama Forum Dosen Indonesia (FDI) Papua Barat menyelenggarakan International Conference on Frontiers of Environment and Marine Studies (ICFEMS), Selasa-Kamis (25-27/2). Dilaksanakan di Auditorium lantai 3, narasumber dalam acara ini ialah Prof. Dr. Melor Md Yunus dari Universiti Kebangsaan Malaysia, Prof. Dr. Sukree Manyunuh dari Fatoni University Thailand, dan Prof. Dr. Dinil Pushpalal dari Tohoku University Jepang.

Rektor UM Sorong, Dr. H. Hermanto Suaib, menuturkan penyelenggaraan konferensi internasional ini merupakan wujud komitmen UM Sorong untuk membangun iklim akademik. Selain itu ICFEMS juga merupakan respon atas kebijakan akreditasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. “UM Sorong terus berkomitmen untuk memenuhi standar nasional pendidikan tinggi,” tambah Dr. H. Hermanto Suaib.

Pada kesempatan yang sama, diumumkan pembentukan kepengurusan FDI yang baru. Bustamin Wahid Sekretaris Umum FDI Papua Barat berharap FDI dapat menjadi wadah aspirasi dosen dalam pengembangan kapasitas.

Unismuh Makassar Raih Juara Umum Tiga pada Ajang GAAAC

Prodi Akuntansi FEB Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar berhasil membawa pulang prestasi sebagai juara umum ketiga pada ajang Accounting Competition (GAAAC). Unismuh Makassar mengirimkan dua tim yaitu Awi Kurniawan dan Putri Adikalestari, sedangkan di tim II, ada Andi Ahmad Yani dan Ainul Muflih dengan pertandingan pada kategori Accounting and Tax Competition atau lomba akuntansi dan pajak yang berbasis teknologi informasi dan komunikasi.

Menyisihkan 74 tim dari PTN dan PTS seluruh Indonesia, Mira SE MAk selaku dosen pendamping menyampaikan prestasi yang didapatkan merupakan hasil dari kerja keras mahasiswanya. “Alhamdulillah, prestasi tahun ini meningkat dibanding tahun sebelumnya yang hanya sampai pada babak final,” paparnya.

Ditempat yang berbeda, Dr Ismail Badollahi selaku Dekan FEB Unismuh Makassar menyampaikan apresiasi atas capaian tim FEB Unismuh. “Capaian ini merupakan bukti bahwa anak-anak kami mampu bersaing pada even nasional,” tutupnya.

Wisuda STIKOM Muh Jayapura Angkatan XV

STIKOM Muhammadiyah Jayapura menggelar wisuda Sarjana dan Diploma III angkatan XV di Hotel Hom Abepura Jayapura, Kamis (13/2). Sebanyak 102 wisudawan mengikuti Rapat Senat Terbuka ini. Wisuda dibuka oleh Ketua STIKOM Muh Jayapura Dr Ir Muhammad Nur Jaya, MSi. Dihadiri oleh Sekretaris Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Muhammad Sayuti, PhD, Kepala Bagian Akademik Kemahasiswaan dan Sumber Daya LLDIKTI Wil XIV Papua Barat Drs Sudarpo, Perwakilan Pemerintah Provinsi Papua yang diwakili Staf Ahli Johana Ani Rumbika SE, MM, perwakilan TNI Polri, perwakilan PT lain, instansi terkait, Ketua PWM Papua Prof Dr HR Partino MSi, beserta para tamu undangan lainnya.

Ketua STIKOM Muhammadiyah Jayapura dalam sambutannya mengatakan bahwa STIKOM senantiasa siap menghadapi perubahan zaman yang ditandai dengan digitalisasi dalam segala aspek kehidupan. Kesiapan ini ditunjukkan dengan melakukan berbagai perubahan yang baik seperti meningkatkan kualitas SDM Dosen, meningkatkan kompetensi dan profesionalisme dosen, serta meningkatkan publikasi karya ilmiah tingkat nasional maupun internasional. Muhammad Nur Jaya juga menyebutkan mengenai peningkatan sarana prasarana perkuliahan demi menunjang proses pembelajaran. “Dari sisi kurikulum STIKOM Muhammadiyah senantiasa adaptif yang dilakukan melalui peninjauan kurikulum melalui workshop kurikulum, guna menyesuaikan kurikulum pembelajaran bagi mahasiswa sesuai dengan tuntutan saat ini,” papar Muhammad Nur Jaya.

Sementara itu, Muhammad Sayuti dalam sambutannya memaparkan bahwa Muhammadiyah akan selalu mendukung upaya pemenerintah untuk mencerdaskan bangsa dengan pendidikan yang tidak mengenal SARA. Muhammad Sayuti lalu mencontohkan bagaimana kehadiran STIKOM Muh Jayapura yang mengakomodasi 95% putra-putri Papua. Menurutnya ini merupakan bukti konkret toleransi beragama di Indonesia. “Diharapkan adanya dukungan pemerintah daerah agar pembangunan SDM di Papua semakin optimal dalam mencerdaskan generasi muda di Papua,” tambahnya.

PKIM UMSU 2020 Lahirkan 14 produk Inovasi Mahasiswa

Ajang Pekan Kreatifitas dan Inovasi Mahasiswa ke V Tahun 2020 Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara sukses melahirkan sebanyak 14 produk inovasi hasil karya mahasiswa. Demikian terungkap dalam laporan kegiatan PKIM ke V Tahun 2020 yang ditutup Rektor, Dr Agussani, MAP di aula kampus, Jalan Kapten Mukhtar Basri, Medan, Jumat (28/2). “PKIM merupakan even yang penting dalam rangka mempersiapkan mahasiswa untuk mengikuti ajang perlombaan di tingkat regional dan nasional serta internasional,” papar Rektor.

Sementara Wakil Rektor 3 Bidang Kemahasiswaan, Dr Rudianto, S.Sos, MSi mengatakan, PKIM UMSU yang digelar setiap tahunnya merupakan event yang dimaksudkan sebagai upaya untuk menjaring mahasiswa berprestasi yang nantinya dipersiapkan guna mengikuti kompetisi di tingkat regional dan nasional.

Produk inovasi yang dihasilkan mahasiswa ini bersaing untuk memdapatkan posisi terbaik. Dari sebanyak 14 produk tersebut diantaranya berbasis teknologi digital untuk selanjutnya dipilih lima terbaik yakni, Juara I, FKIP (Sarpu: Smart Crossword puzzle) Juara II, Fatek ( Pintu Pintar sidik jari Android), III FKIP ( Laporan keuangan akuntansi berbasis aplikasi). Selanjutnya juara harapan I (pakan Puyuh) kedua ( Vinpple pest kill Pembasmi hama tanaman) dan harapan III ( SC Noel sepatu inovasi).

UM Malang Lakukan Pembangunan PLMTH

UM Malang bekerja sama dengan Bank Nasional Indonesia (BNI) Kanwil Malang melakukan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) di lingkungan Eco Wisata Boon Pring Andeman, Minggu (1/2). Diresmikan oleh Bupati Malang Drs Sanusi MM, program ini juga diprakarsai oleh Jawa Pos Radar Malang, Bumdes Kerto Raharjo serta didukung oleh Pemerintah Kabupaten Malang.

Mengeluarkan dana sebesar 348 juta rupiah, pengerjaan diperkirakan selama 10 bulan. Ir Suwignyo, MT selaku Ketua Tim Teknis PLTH UMM memaparkan proyek ini bertujuan untuk mendukung konservasi sumber air Andeman dan pengembangan ekowisata terpadu. “Pengembangan sumberdaya mata air ini diharapkan dapat terbentuknya pusat perkembangan ekonomi pedesaan berbasis masyarakat. Tujuannya guna meningkatkan kesejahteraan ekonomi, pengembangan lapangan kerja dan masyarakat produktif pendukung pariwisata serta pengembangan lingkungan sosial berkelanjutan,” sambung Wignyo.

Dikutip dari website UM Malang, Suwignyo melanjutkan bahwa proyek ini merupakan rancangan tim Fakultas Teknik UMM. Energi yang digerakkan dari turbin rancangannya mencapai 14 kWatt sepanjang tahun. Dalam pembuatan PLTMH Boonpring Desa Sanankerto ini direncanakan akan di mulai pada bulan Mei dan rampung pada akhir September. “PLTMH Boonpring selanjutnya akan menjadi laboratorium lapangan bagi Fakultas Teknik UMM,” tambah Wignyo.

SPMI Jadi Ciri Khas PTMA

Sebagai sebuah perguruan tinggi di bawah Persyarikatan Muhammadiyah, maka kualitas lulusan dari PTM harus memiliki karakteristik khusus yang spesifik. Ini harus masuk dan terelaborasi dalam Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) PTM, sehingga melekat ciri khas lulusan dan pengelolaan PTM.

Waka Majelis Diktilitbang PTM Prof Edy Suandi Hamid menyampaikan hal tersebut dalam sambutan pembukaan Sosialisasi SPMI PTMA 4.0 dan Standar Mutu AIK di Hotel Sahid Yogyakarta (3/3). Kegiatan yang berlangsung dua hari tersebut diikuti 78 peserta dengan nara sumber Dr M Sayuti, Munawar Khalil MAg, Dr Suliswiyadi, disamping Prof Edy sendiri.

Menurut Prof Edy, dengan dinamika yang tinggi dalam dunia PT mengharuskan PTMA harus menyikapi berbagai perubahan yang ada sebaik mungkin. “Regulasi juga berubah cepat. Selera pasar juga berubah. Itu harus diikuti dengan langkah perubahan yang inovatif juga oleh PTMA, yang muaranya meningkatkan kualitas dan daya saing,” ungkap Prof Edy.

Sementara Munawar Khalil.MAg, menegaskan bahwa kegiatan ini dimaksudkan bukan sekedar memahami tentang SPMI dan AIK, tetapi lebih dari itu adalah menyiapkan standar mutu AIK di PTMA masing-masing. []RED

PTMA Harus Jadi Pionir PJJ

Pimpinan PTMA agar lebih progresif untuk memulai proses belajar mengajar berbasis e-learning, baik dilakukan dalam kampus maupun dengan pola pendidikan jarak jauh. “Ini menjadi suatu yang tidak bisa ditunda sebagai respon tuntutan pasar. Lebih lagi Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah mendeklarasikan Muhammadiyah Online atau MOU yang merupakan proses pendidikan jarak jauh berbasis perguruan tinggi,” demikian disampaikan Wakil Ketua Majelis Diktilitbang PPM Prof Edy Suandi Hamid dalam acara workshop penyusunan kurikulum untuk PJJ di Hotel Sahid Yogyakarta, Senin (1/5).

Kegiatan diikuti sebanyak 57 peserta, dengan nara sumber dari team kelembagaan dan contents untuk pendirian MOU.
Lebih lanjut Prof Edy mengemukakan, ide dasar workshop awalnya hanya untuk menstimulus PTMA agar memulai PJJ berbasis matakuliah dan prodi. Namun sebagai organisasi yang memiliki 167 PT, PPM melihat bahwa Muhammadiyah harus mengambil inisiatif memulai PJJ berbasis PT.

“Kita memiliki modal sosial, sarana prasarana, dan SDM lebih dari PTS yang lain. Oleh karena itu kita harus menjadi pionir walau proses administrasi pendirian masih panjang. Namun target kita tahun ini MOU sudah berdiri dan berizin,” ujar Prof Edy. Kegiatan workshop diisi oleh team pengembangan yang terdiri Dr Bambang, Dr Wahyudi, Punang Puja MSi, Dr Adam Jerusalem, dan Munawar Kholil. []RED

Tapak Suci STKIP Muh Kuningan Borong Medali

Tim Tapak Suci STKIP Muhammadiyah Kuningan memborong medali di Kejuraan Pencak Silat Paku Bumi Open. Kejuaraan yang digelar di Gelanggang Olahraga (GOR) Laga Tangkas, Cibinong, Bogor ini dilaksaakan selama tiga hari, Kamis-Sabtu (27-29/2).

Sejumlah 13 medali berhasil diperoleh. Tujuh medali emas dari Angga Septian, Asep Saefulhadi, M. Rinaldi, Sri Prihatini, Nur Ainunnayah Isnaini, Dinda Asih Lestari, dan Dita Ismi Safitri. Tiga medali perak dipersembahkan oleh Laras Suristiawati, Riko Arya Inzaghi, Arie Hanggara. Sedangkan tiga medali perunggu lainnya diraih Szalsa Shabrina, M. Luki Nurdin, dan Rafikkar Adipratama.

Rovy Ofy Haefulloh, S.Pd.I selaku pelatih UKM Tapak Suci STKIP Muh Kuningan merasa cukup puas dengan hasil yang diraih anak didiknya. Menurutnya ini merupakan kerja keras mereka selama latihan. Sementara itu, Ketua STKIP Muh Kuningan, Nanan Abdul Manan, M.Pd, menyatakan adanya perolehan gemilang dari Tapak Suci ini bisa semakin menunjukkan identitas yang kuat sebagai wadah pengkaderan Muhammadiyah.

Tekan Kasus Diabetes Melitus, STKIP Muh Pontianak adakan Penyuluhan

Dalam rangka membantu pemerintah untuk menekan kasus amputasi pada penderita diabetes melitus serta meningkatkan kualitas hidup penderita diabetes melitus, STKIP Muh Pontianak mengadakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat, berupa pelatihan pencegahan luka dasar diabetes melitus di Desa Sungai Ambangah, Rabu (26/02).

Kegiatan ini dilakukan mengingat tingginya angka penderita ulkus kaki diabetikum pada penderita diabetes melitus yang disertai banyaknya kasus amputasi pada penderita tersebut. Sehingga perlu adanya upaya dalam mendidik dan melatih kader kesehatan dan keluarga pasien agar mampu melakukan perawatan pada penderita diabetes khususnya dalam melakukan perawatan luka kaki penderita diabetes melitus.

Turut hadir oleh Kepala Desa Sungai Ambangan, Pak Samsuri dan perangkat desa, serta partisipan dari kader kesehatan desa dan keluarga yang memiliki penderita diabetes mellitus. Selain penyuluhan, kegiatan ini juga menyediakan forum diskusi serta peragaan perawatan luka mulai dari mencuci/ membersihkan luka, mengangkat jaringan mati, dan penggunaan dresing atau penutup luka yang tepat dengan konsep perawatan luka moderen.

“Kegiatan ini memberikan dampak positif bagi pengetahuan kader desa terhadap perawatan penderita diabetes serta pencegahan komplikasi khususnya dalam melakukan perawatan luka pada kaki pendertita diabetes,” papar salah satu peserta.

Peresmian Gedung STKIP MBB oleh Prof Haedar Nashir

Kamis (27/2), gedung perkuliahan Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Muhammadiyah Bangka Belitung (STKIP MBB) diresmikan langsung oleh Ketua PP Muhammadiyah Prof Haedar Nashir. Diungkapkan rasa kagum oleh Prof Haedar Nashir atas perubahan yang cukup signifikan ini. “Peresmian ini harus disyukuri dan diharap nantinya jika berubah menjadi universitas, sudah didukung infrastruktur yang memadai,” tambah Prof Haedar.

Prof Haedar tak lupa menyemangati para pengurus Muhammadiyah Bangka Belitung. Spirit dan etos dalam berorganisasi harus dijaga agar tidak luntur. “Seperti di balik gedung ini, ada ruh, spirit, dan etos dalam menggerakkan Muhammadiyah sebagai gerakan Islam. Spirit inilah yang perlu kita tularkan dan perbarui, karena sangat mungkin untuk luruh dan terdistorsi,” papar Prof Haedar.

Pada kesempatan tersebut terdapat juga penandatangan MoU dengan tiga perguruan tinggi, yaitu Universitas Islam Indonesia (UII), Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), dan Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ). Rektor UMJ, Prof Syaiful Bahri, menyatakan untuk memajukan STKIP MBB diperlukan banyak doktor. “Silahkan, kami siap memberikan beasiswa bagi beberapa dosen yang melanjutkan studi doktornya di UMJ,” jelasnya.