STIKES Muh Gombong Tuan Rumah Raker Forkom LPPM Jawa Tengah

Forum Komunikasi (Forkom) Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Perguruan Tinggi Wilayah Jawa Tengah menggelar rapat kerja (raker) dan seminar nasional (semnas) di Kabupaten Kebumen. Mengusung tema “Kebijakan Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat di Perguruan Tinggi Mendukung SDM Unggul dan Berdaya Saing”, semnas digelar di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Muhammadiyah Gombong, Kamis (27/2). Sementara raker dilaksanakan di Hotel Moetel Kebumen, Jumat (28/2).

Kegiatan tersebut diikuti oleh 74 Kepala LPPM Perguruan Tinggi Negeri dan Perguruan Tinggi Swasta se-Jateng. Dalam sambutannya, Ketua STIKES Muh Gombong Hj. Herniyatun M.Kep., Sp. Mat menyatakan komitmen STIKES Muh Gombong dalam mendukung kegiatan Forkom LPPM Wilayah Jateng. Menurutnya kerja sama ini dapat meningkatkan pencapaian target dalam kegiatan LPPM.

Ketua Forkom LPPM Perguruan Tinggi Wilayah Jateng Ir. Suwarno Widodo M.Si menyampaikan rasa terima kasih kepada STIKES Muh Gombong telah menjadi tuan rumah semnas dan raker ini. Suwarno berharap melalui ajang ini, kerja sama antara LPPM perguruan tinggi se-Jateng semakin kuat. Lembaga yang sudah bertaraf tinggi dapat berbagi ilmu. Selain itu, dikatakan juga oleh Suwarno pada tahun 2020 ini target perguruan tinggi wilayah Jateng untuk bisa masuk minimal klaster binaan.

Mahasiswa PPKn UMP Terapkan Mobel Pembelajaran Projeck Citizen

Mahasiswa Program Studi (Prodi) Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan ( PPKn ) Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) didorong agar menerapkan pembelajaran berbasis masalah (Problem solving).  Salah satu caranya melalui tugas akhir mata kuliah Kebijakan Publik dan Konsep Demokrasi dan HAM dengan menerapkan model pembelajaran Project Citizen.

Ketua Prodi PPKn sekaligus dosen mata kuliah Konsep Demokrasi dan HAM, Efi Miftah Faridli M.Pd mengatakan awal mula Project Citizen digunakan untuk mata pelajaran Civic and Goverment  di Amerika Serikat, namun sekarang Priject Citizen juga diterapkan di tingkat sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas dalam bidang Social Studies.

Model pembelajaran Project Citizen dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan sangatlah cocok diterapkan, hal ini berkaitan dengan kecakapan kewarganegaraan (civic skill),” jelasnya. Dalam sesi ini setiap kelompok mempresentasikan hasil penelitiannya dihadapan dewan juri, yang disebut dengan Showcase. Mahasiswa PPKn UMP Angkatan 2017 Tegar Lestari mengatakan, presentasi dilakukan secara bergantian dalam setiap kelompok. Dalam pelaksanaanya setiap kelompok memperkenalkan diri dan meneriakkan yel-yel kelompoknya.

“Kami terbagi menjadi 2 kelompok yang didalamnya terbagi juga menjadi tiap kelompok portopolio. Kelompok pertama di ketuai oleh Sandra Tegar Larasati (20) dengan tema Tarif Retribusi Parkir di Kabupaten Banyumas dan kelompok kedua di ketuai oleh Meta Roh Hijah (20) dengan tema Merokok Saat Mengendarai Sepeda Motor,” pungkasnya. (uli)

UMM Tuan Rumah Monev Darasiswa Kemdikbud

BIRO Perencanaan dan Kerjasama Luar Negeri (BPKLN) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemdikbud RI), bekerjasama dengan Bahasa Indonesia Bagi Penutur Asing (BIPA) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menyelenggarakan Monitoring Evaluasi Program Beasiswa Darmasiswa, wilayah Regional Malang Raya, Senin (24/02).

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan bagi mahasiswa asing untuk belajar mendalami Budaya dan Bahasa Indonesia. “Kegiatan beasiswa Darmasiswa ini sangat positif untuk mengenalkan budaya Indonesia dan belajar Bahasa Indonesia agar lebih dikenal negara asing. Selain itu pembelajaran penting lainnya, mahasiswa asing juga mendapat pembelajar toleransi, karena budaya Indonesia yang sangat beragam,” ucap Arif Budi Wurianto MSi selaku Kepala BIPA UMM.

Sependapat dengan Arif, Sherly Lantang selaku Pembantu Pimpinan Subbag KNIU, Bagian FI, Biro PKLN, Kemdikbud mengatakan bahwa masukan serta keluh kesah mahasiswa asing selama kegiatan beasiswa akan dievaluasi kembali. “Nantinya, bukan hanya mendapat gelar pendidikan, tapi mahasiswa asing juga ditempa untuk menjadi duta Bahasa dan Budaya Indonesia di negara asalnya,” paparnya.

Mahasiswa asing yang hadir berasal dari pengelola beasiswa Darmasiswa yakni Universitas Brawijaya, Politeknik Negeri Malang, Universitas Negeri Malang, STIE Malang Kucecwera, serta IKIP Budi Utomo.

STIKES Muh Sidrap Siapkan Prodi Profesi Bidan

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Muhammadiyah Sidrap menyelanggarakan workshop kurikulum pendidikan profesi bidan (21/2). Tepat sehari sebelumnya, STIKES Muh Sidrap melaksanakan pelatihan preceptor bagi para pengelola dan bidan-bidan di rumah sakit yang akan menjadi tempat praktik program studi pendidikan profesi bidan di STIKES Muh Sidrap.

Bekerja sama dengan Ikatan Bidan Indonesia (IBI) dan Asosiasi Institusi Pendidikan Kebidanan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (AIPKEMA), kegiatan ini diikuti oleh 85 peserta dari berbagai institusi. Ketua AIPKEMA Dr Mufdillah, M.Sc, salah satu narasumber mendorong STIKES Muh Sidrap untuk menjadi center of excellence.

Workshop dan pelatihan ini merupakan persiapan pelaksanaan Prodi Pendidikan Profesi Bidan di STIKES Muh Sidrap. “Kegiatan ini juga salah satu upaya dalam meningkatkan kemampuan bidan dalam melaksanakan tugas mereka,” ujar drg. Bambang Roesmono selaku Ketua STIKES Muh Sidrap.

STKIP Muh Kuningan Lakukan Sosialisasi Parenting di Desa Cipancur

Saat ini, orang tua perlu berkolaborasi dengan sekolah dalam memberikan pendidikan terbaik sejak dini. Hal ini sebagai ikhtiar orang tua agar kedepannya pendidikan anak tidak salah kaprah. Pesan Erik MPd selaku Ketua Prodi PAUD STKIP Muh Kuningan saat memberikan sambutan pada Sosialisasi ilmu parenting di Desa Cipanj\cur, Senin (24/02).

Kegiatan ini merupakan lanjutan dari MoU yang telah ditandatangani oleh Prodi PG-PAUD STKIP Muh Kuningan dengan Desa Cipancur dalam mengedukasi orang tua terhadap pentingnya seribu hari pertama sebagai Golden Age anak. “Prodi PAUD akan terus fokus kepada pendidikan anak, kami siap untuk Cipancur manakala kami dibutuhkan”, pungkas Erik.

Turut hadir sebagai narasumber yaitu Erna Juherna selaku dosen STKIP Muh Kuningan dengan membawa materi pentingnya pembentukan karakter anak usia dini dalam Islam sesuai dengan tahapan perkembangannya. Pada sesi berikutnya, materi akan diisi oleh Eva Gustian dengan pembahasan mengajak orang tua dan siswa untuk diet gadget, sebagai solusi mengatasi kecanduan anak terhadap gadget di era 4.0.

UMSidrap Jalin Kerja Sama dengan KPU Sidrap

Universitas Muhammadiyah Sidrap (UMS) Rappang melakuan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Aula KPU Sidrap, Senin (24/02).

Perjanjian kerja sama dalam rangka mendukung perkembangan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat dengan memanfaatkan sumber daya yang dimiliki kedua pihak. “Selain itu, perjanjian kerja sama ini juga dilakukan untuk pengembangan teknologi informasi kepemiluan dan demokrasi diantaranya Web KPU Sidenreng Rappang dan Digitalisasi Kearsipan,” papar Syamsuddin Saleng selaku Ketua KPU Sidrap.

Sepakat dengan hal tersebut, Jamaluddin selaku Rektor UMS Rappang memaparkan perlunya PTMA untuk aktif mengikuti perkembangan teknologi. “Memasuki revolusi industri 4.0 pendekatan yang harus dilakukan adalah publik service,” paparnya.

Mahasiswa STIKES Muh Gombong Pelajari K3 APAR

Mahasiswa STIKES Muhammadiyah Gombong melakukan praktik belajar Mata Kuliah Unggulan K3 (Keselamatan Kesehatan Kerja), Rabu (19/2). Kali ini pembelajaran difokuskan pada APAR (Alat Pemadam Api Ringan). Dalam hal Keselamatan dan Kesehatan Kerja, APAR menjadi peralatan wajib untuk mencegah terjadinya kebakaran yang mengancam keselamatan pekerja dan aset.

Sebanyak 25 mahasiswa antusias mengikuti kegiatan ini. Instruktur merupakan security STIKES Muhammadiyah Gombong yang telah mengikuti pelatihan APAR K3. Sebelumnya mereka telah dibekali materi mengenai konsep dan teori K3.

Ibu Ernawati M.KEp selaku Dosen Pengampu Mata Kuliah Unggulan K3 menyatakan pembelajaran ini merupakan salah satu bentuk penanganan keselamatan kerja. “Tentunya ini akan berguna dalam penerapan di dunia kerja,” tambahnya.

UNIMUS Kembali Raih Penghargaan Internasional

Kontingen mahasiswa Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) kembali meraih prestasi di kompetisi internasional. Tiga kontingen mahasiswa S-1 Pendidikan Kimia UNIMUS meraih satu medali emas dan dua medali perunggu. Berlaga di Asean Innovative Science and Entrepreneur Fair (AISEF) pada 14-16 Februari, kontingen UNIMUS melawan 160 tim dari negara-negara ASEAN.

Medali emas diraih oleh Nurihika Fitri Savira, Destyana Larasati, Rizki Permatasari pada kategori Innovation Science (Chemistry) dengan karya DEO-DE’BANA: Deodarant roll on dari limbah kulit pisang (musa sp) untuk mencegah aktiftas bakteri Staphylococcus epidermidis penyebab bau ketiak. Medali perunggu diperoleh pada kategori Innovation Science (Entrepreneur) dengan anggota tim Moh Makhbub Aly, Zulfa, Rizky Febriansyah, Setyani, Sri Lestari melalui karya Boneka Proling  yaitu boneka ramah lingkungan berbahan dasar limbah kaos kaki dan limbah plastik. Sedangkan medali perunggu pada kategori Innovation Science (Chemistry) diraih oleh Rizki Isnaennur Khikmah, Nissa Ulfatu Rohmah, Supriyani, Santi Sri Hartanti melalui karya pemanfaatan Zat Kitin dari Cangkang Keong Mas (Pomacea Canaliculata L) untuk Pengawet Organik Buah Klimetarik Lokal Indonesia.

Fitria Fatichul Hidayah, MPd selaku ketua Program Studi (Prodi) S-1 Pendidikan Kimia mengungkapkan bahwa sejak tahun 2018, Prodi S-1 Kimia kerap kali memenangkan perlombaan baik di dalam maupun luar negeri. “Ini semakin membuktikan bahwa manusia UNIMUS mampu bersaing dengan mahasiswa dari dalam maupaun luar negerin,” pungkas Fitria.

Prof Haedar Nashir: Pemimpin PTMA Harus Punya Kemampuan Membangun

Disaat genting pemimpin harus tetap kekeh ketika memiliki prinsip untuk menyelamatkan keadaan. Ia harus memiliki kapasitas untuk membangun sesuatu dan itu memerlukan visi, pemikiran serta kemampuan. Berikut papar Prof Haedar Nashir sebagai keynote speaker pada pembukaan Leadership Training Angkatan 5 yang diadakan Majelis Diktilitbang PPM di Hotel Jayakarya Yogyakarta, Senin (24/02).

Prof Haedar melanjutkan, Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) dapat tumbuh dari kecil menjadi besar dikarenakan kemampuan membangun para pimpinannya. “Muhammadiyah kultur membangunnya itu kuat, sehingga kita harus punya gagasan untuk menjadikan PTMA sebagai center of excellent dan pusat kemajuan atau keunggulan, itu tidak lain kita harus punya kemampuan membangun,” paparnya.

Periode ini, LT angkatan ke 5 mencapai jumlah peserta terbanyak hingga 42 peserta. “Peserta terjauh berasal dari Sorong dan yang terdekat dari Magelang dengan usia tertua 64 tahun dan termuda 32 tahun,” jelas Ahmad Muttaqin saat menyampaikan laporan.

Seperti angkatan sebelumnya, Leadership Training akan diisi oleh beberapa narasumber baik dari dalam maupun luar PTMA. Narasumber dari luar yaitu BAN-PT dihadiri Prof Dr Fauzi dan Kemendikbud yang akan dihadiri Prof dr Ali Ghufron Mukti. “Kemudian akan diisi pula oleh beberapa Pimpinan PTMA yang akan membagi pengalaman serta ilmunya selama memimpin dan memajukan kampusnya,” lanjut Muttaqin.

Selain itu, akan diadakan pula National Leadership Conference On Muhammadiyah Higher Education yang pesertanya adalah para alumni angkatan 1 sampai 4. Kegiatan ini bertujuan untuk memantau progress pelaksanaan rencana tindak lanjut yang sudah dibuat ketika di akhir LT yang diikuti. “InsyaAllah sebelum muktamar, kami akan melakukan satu lagi leadership training afirmatif untuk PTMA yang jumlah mahasiswanya masih sedikit dan perlu pembinaan khusus. []APR

Sambut Muktamar ke-48, UMSU adakan Seminar Pra Muktamar

Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) menggelar Seminar Pra Muktamar Muhammadiyah 2020 di Kampus Utama UMSU, Jalan Kapten Mukhtar Basri, Medan, Sabtu (22/2). Seminar bertajuk “Jalan Baru Gerakan Kemanusiaan Muhammadiyah” dibuka oleh Bendahara PP Muhammadiyah, Dr H Marpuji Ali yang juga menjadi keynote speaker.

Dr Marpuji Ali memaparkan bahwa Muhammadiyah adalah gerakan Islam yang semata-mata melakukan amal shaleh untuk umat, bangsa dan kemanusiaan yang didorong spirit Qur’an Surah Al-Ma’un dan dipraktekkan oleh KH Ahmad Dahlan. “Upaya menginternalisasikan spririt dengan sabar dan tanpa bosan seperti yang dilakukan pendiri Muhammadiyah itu yang kemudian diteruskan oleh banyak sang pencerah hari ini,” lanjutnya.

Ia juga menjelaskan bahwa gerakan baru kemanusiaan Muhammadiyah yang menjadi tema muktamar bukan dimaksudkan menghapus gerakan almarhum KH Ahmad Dahlan yang lama. “Namun gerakan yang sudah menusantara dan mendunia itu perlu kita pertajam sehingga cakrawala spektrumnya bisa lebih luas dan gerakan kemanusiaan Muhammadiyah itu benar-benar akan bisa dirasakan oleh masyarakat luas baik di Indonesia maupun di dunia,” tambahnya.

Sementara itu, Rektor UMSU Agussani menyampaikan bagaimana agar sosialisasi syiar muktamar itu bisa dimulai dari cabang, daerah dan wilayah Muhammadiyah dapat memberikan rekomendasi yang dibawa oleh tim perumus yang telah disusun sehingga menjadi masukan yang diharapkan oleh pengurus pusat Muhammadiyah.

“Saya harap dalam menyukseskan Muktamar Muhammadiyah dapat berjalan sukses, baik dalam rangka penyelenggaraan, sukses dalam berorganisasi dan sukses hasil,” katanya. Sedangkan Ketua PWM Sumut Prof. Hasyimsyah Nasution mengatakan gelora Muktamar sudah sangat dirasakan di Sumatera Utara. Menyangkut dengan seminar Pra Muktamar  dia  berharap akan diperoleh gambaran yang jelas seputar Jalan Baru Gerakan Kemanusiaan Muhammadiyah.