UM Jakarta Wisuda 1770 Mahasiswa

Rektor UMJ Prof Syaiful Bachri mewisuda 1.770 mahasiswa S3, S2, S2, dan diploma, Senin (18/11) di Shantika ICE Tangerang. “Ini merupakan wisuda terbesar sejak berdirinya UMJ. Tapi kualitas juga tetap ditingkatkan dari waktu ke waktu,” tegas Rektor UMJ.

“Saya berharap seluruh yang di wisuda menjadi insan yang unggul dan berdaya saing. Ini menjadi keharusan dalam era kompetisi yang sangat ketat ini,” kata Prof Din Syamsuddin, mewakili BPH UMJ, yang juga mantan Ketua Umum PPM 2005-2015 ini.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Waket Majelis Dikti Litbang PPM Prof Edy Suandi Hamid. “Saat ini tidak cukup pintar saja untuk bisa sukses dalam kehidupan. Saudara memang harus terus meningkatkan kompetensi. Namun itu saja tidak cukup, saudara harus mengembangkan soft skills, seperti keterampilan komunikasi, leadership, kemampuan adaptasi, dan sebagainya,” ujar Prof Edy.

Dalam kesempatan itu, orasi ilmiah disampaikan Prof Mike Hardy, dari University of Coventry, Inggris. Prof Hardy menyampaikan pidato berjudul “Educating for the Midle Way: Social Capital for Peaceful Relations”. []RED

Wisuda Angkatan Pertama UMS Rappang

Wisuda angkatan pertama Universitas Muhammadiyah Sidenreng (UMS) Rappang dilaksanakan pada hari Sabtu (19/10). Wisuda kali ini diikuti oleh 335 wisudawan dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) dan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP).

Dalam sambutannya, Dr. H. Jamaluddin selaku Rektor UMS Rappang  memaparkan tentang harapannya terkait keputusan pembukaan program studi baru dari Kementerian Riset Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Ristekdikti) agar segera terwujud. Saat ini UMS Rappang membina tiga fakultas, yaitu Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), dan Fakultas Sains Teknologi.

“Jika Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara dikenal dengan astronominya dan Universitas Muhammadiyah Makassar dikenal dengan kelautannya, Insyaallah UMS Rappang akan dikenal sebagai kiblat pelabelan produk halal berbasis digital,” ujarnya. Menurutnya untuk dapat mewujudkan hal tersebut, digitalisasi, perbaikan layanan serta proses pembelajaran akan terus dilakukan oleh kampus.

Sebagai penutup Jamaluddin tak lupa mengingatkan para alumni agar menjadi lulusan yang unggul, professional, dan Islami. Ia menambahkan sarjana harus senantiasa berprinsip dalam menegakkan kebenaran.

Wisudawan Umtas Hendaknya Implementasikan Nilai-Nilai Keislaman

Kamis (17/10), Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya (Umtas) melaksanakan wisuda serta angkat sumpah dan Janji Ahli Madya Kebidanan, Ahli Madya Keperawatan, dan Ners Tahun Akademik 2018/2019 di Graha Umtas. Diikuti oleh 256 wisudawan, kegiatan ini dihadiri oleh Majelis Diktilitbang Muhammadiyah, PWM Jawa Barat, LL Dikti Wilayah IV, PDM Kota Tasikmalaya beserta organisasi otonom, perbankan, perhotelan, dan juga unsur muspida.

Dr Ahmad Qonit AD, MA selaku Rektor Umtas berpesan agar para wisudawan tidak berhenti belajar dan terus meningkatkan kemanusiaan yang berbanding lurus dengan produktivitas solusi yang dapat dipersembahkan bagi kemaslahatan masyarakat. Ia juga menambahkan mengenai pentingnya ridha Allah. “Ridha Allah itu tergantung kepada ridha kedua orang tua. Maka dari itu saya ingatkan dan amanatkan agar Anda senantiasa tidak menyakiti mereka, tetapi senantiasa menggembirakan mereka dengan cara yang baik,” tambahnya.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Sub Bagian Akademik LL Dikti Wilayah IV, Agus Supriatna, M. Si. mewakili Kepala LL Dikti Wilayah IV memberikan apresiasi dengan mengucapkan selamat atas dilantiknya wisudawan Umtas. Ia juga menyampaikan bahwa lulusan Umtas harus peka terhadap era disrupsi yang menuntut digitalisasi dalam segala bidang. “Wisudawan Umtas hendaknya adaptif dalam segala menyikapi perubahan sehingga dapat berterima di masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu Sekretaris Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan PP Muhammadiyah, Dr. M. Samsudin, M. Pd., menekankan kepada para wisudawan perihal implementasi akhlak Islami yang melekat dalam diri mereka yang disemai melalui pembelajaran Al Islam dan Kemuhammadiyahan. “Ciri khas lulusan PTM adalah profesional di bidangnya sekaligus memiliki akhlak yang baik. Lulusan Umtas hendaknya dapat membumikan nilai-nilai yang telah didapat dari kampus ke tengah-tengah masyarakat di era disrupsi ini,” paparnya.  (nu)

Wisuda AIS Muh Semarang ke-25, Siapkan Lulusan Unggul

Rabu (2/10), Akademi Statistika (AIS) Muhammadiyah Semarang menggelar sidang wisuda ke-25 di Hotel Pandanaran, Semarang. Sebanyak 23 orang dari 49 wisudawan berhasil lulus dengan nilai cumlaude. Direktur AIS Muhammadiyah Semarang, Dra Wellie Sulistijanti MSc, mengapresiasi pencapaian ini. Menurutnya ada peningkatan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Dalam sambutannya, Wellie juga mejamin kualitas lulusan AIS Muhammadiyah Semarang. Beberapa pembekalan diberikan kepada mahasiswa demi menghasilkan lulusan bermutu tinggi, seperti mewajibkan mahasiswa tinggal di pesantren Al Khawarizmi selama satu tahun dan mengikuti kegiatan praktik mata kuliah setiap semesternya.

“Di pesantren, mahasiswa dibentuk karakter dan kemampuan berbahasa Inggrisnya sehingga bisa dijamin mereka fasih berbahasa Inggris. Ini juga dapat memperkuat ketajaman critical skill sebagai kader dakwah Muhammadiyah. Hal yang tidak kalah penting, kami senantiasa memperkuat dan meningkatkan kualitas interpersonal skill terhadap mahasiswa sebelum lulus. Sehingga alumni tidak canggung dalam bertarung memperebutkan pasar kerja,” paparnya.

Hadir perwakilan dari Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Prof. Dr. Sutrisno, M. Ag. Prof. Sutrisno menyampaikan saat ini seseorang bisa menjadi konglomerat di usia muda, seperti pendiri Google, Bukalapak, atau Gojek. Dari itu, ia meminta AIS Muhammadiyah untuk meningkatkan softskill mahasiswanya. “Mahasiswa AIS Muhammadiyah sangat berpotensi menjadi lulusan yang handal,” ujarnya.

Wisuda UM Purworejo ke-61, Wujudkan Intektual Bermoral dan Bereligius Tinggi

Universitas Muhammadiyah (UM) Purworejo menggelar Wisuda Sarjana ke-61 di Auditorium Kasman Singodimejo, Rabu (2/10). Sebanyak 426 wisudawan yang terdiri dari 65 mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI), 5 mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa (PBSJ), 68 mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris (PBI), 60 mahasiswa Pendidikan Ekonomi, 83 mahasiswa Pendidikan Matematika, 21 mahasiswa Pendidikan Fisika, 35 mahasiswa Prodi Pendidikan Teknik Otomotif, 50 mahasiswa Manajemen, 14 mahasiswa Agribisnis, 7 mahasiswa Peternakan, 17 mahasiswa Teknik Sipil, dan 1 mahasiswa Psikologi mengikuti rapat senat terbuka.

Dekan Fakultas Pertanian selaku Ketua Panitia Wisuda, Ir Zulfanita MP, menyebutkan bahwa sebelum diwisuda, seluruh lulusan telah mendapatkan pembekalan selama dua hari. Dua pemateri dari UM Purworejo yaitu Faruq Iskandar MSi membawakan materi “Strategi Sukses Memasuki Bursa Kerja” dan Ir Didik Widiyantono MAgr dengan materi “Sukses Membangun Bisnis dan Jaringan”. Satu pemateri dari UAD yakni Prof. Dr. Ir. Dwi Sulisworo, M.T dengan materi “Strategi Sukses Meraih Beasiswa Studi Lanjut S-2”.

Dalam sambutannya, Rektor UM Purworejo, Dr Rofiq Nurhadi MAg berharap agar wisudawan yang baru lulus dapat menyesuaikan diri menghadapi tantangan era Revolusi Industri 4.0. Lulusan UM Purworejo harus memiliki jiwa kewirausahana dan tidak pernah berhenti untuk menuntut ilmu. “Sarjana lulusan UMP harus menunjukkan sikap seorang intelektual yang memiliki moral dan etika luhur serta religiusitas tinggi yang mencerminkan akhlakul karimah sesuai dengan visi UMP yaitu Unggul dalam Ilmu, Mulia dalam Akhlak,” tegasnya.

STKIP Muh Pringsewu dan STIE Muh Pringsewu Lampung Gelar Wisuda Bersama

Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Muhammadiyah Pringsewu dan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Muhammadiyah Pringsewu Lampung menggelar wisuda bersama tahun akademik 2018/2019 yang diikuti oleh 287 mahasiswa di komplek Perguruan Tinggi Muhammadiyah Pringsewu, Rabu (25/9). Ini merupakan wisuda terakhir dengan menyandang nama institusi masing-masing karena per tahun akademik 2019/2020, akan berubah menjadi wisuda Universitas Muhammadiyah Pringsewu (UMPRI) Lampung.

Wisudawan terdiri dari 172 mahasiswa STKIP Muhammadiyah Pringsewu Lampung dengan Program Studi Bimbingan Konseling Mahasiswa, Program Studi Pendidikan Matematika, Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, serta Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris. Sedangkan 115 mahasiswa dari STIE Muhammadiyah Pringsewu Lampung Program Studi Manajemen.

Sejak berdiri tahun 1979, STKIP Muhammadiyah Pringsewu Lampung sudah meluluskan lebih dari  8.414 sarjana. Dengan pengalaman lebih dari 40 tahun, STKIP Muhammadiyah Pringsewu Lampung terus berkomitmen melahirkan tenaga pendidikan dan kependidikan yang berkompoten di bidangnya. Sementara itu STIE Muhammadiyah Pringsewu Lampung telah meluluskan 1.092 sarjana sejak berdiri pada tahun 1996.

Sapto Yuwono selaku ketua STIE Muhammadiyah Pringsewu Lampung berharap para wisudawan/wisudawati mampu mengimplementasikan ilmu yang didapat selama menempuh pendidikan serta menjaga nama baik almamater melalui sikap, norma, dan moral di setiap tindakan di masyarakat. Untuk menjadikan lulusan yang memenuhi standar kebutuhan dunia kerja dan masyarakat pada umumnya  STIE Muhammadiyah dan STKIP Muhammadiyah Pringsewu Lampung terus meningkatkan kualitas sistem pembelajaran melalui infrastuktur, sumber daya dosen, kualitas pelayanan, dan peningkatan kerja sama dengan institusi lain. “Kita terus berbenah dalam rangka menghasilkan lulusan-lulusan yang memenuhi standar kebutuhan dunia kerja saat ini, seperti mendorong dosen-dosen untuk meningkatkan pengetahuan dan kompetensinya,” jelasnya.

Sapto Yuwono secara khusus mengucapkan terima kasih kepada orang tua atau wali mahasiswa atas kepercayaanya memilih STIE Muhammadiyah dan STKIP Muhammadiyah Pringsewu Lampung menjadi bagian dalam meraih masa depan anak-anaknya.

Disampaikan pula bahwa mulai tahun akademik 2019/2020 Perguruan Tinggi Muhammadiyah Pringsewu merger menjadi Universitas Muhammadiyah Pringsewu (UMPRI) Lampung, berdasarkan Surat Keputusan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Nomor 654/KPT/I/2019 tanggal 29 Juli 2019. Launching Universitas Muhammadiyah Pringsewu (UMPRI) Lampung segera akan dilaksanakan. [Kepala humas/Eko Suncaka]

Wisuda STIKes Muhammadiyah Pringsewu : Siapkan Tenaga Kesehatan Profesional

STIKes Muhammadiyah Pringsewu menggelar wisuda tahun akademik 2018/2019, Jumat (23/8). Sebanyak 608 mahasiswa dari Program studi (Prodi) S-1 Ilmu Keperawatan, Prodi D-3 Keperawatan, Prodi D-3 Kebidanan, dan Prodi Profesi Ners dikukuhkan dalam prosesi wisuda tersebut.

Sejak berdiri tahun 1996 sudah lebih dari 3500 mahasiswa dihantarkan menjadi tenaga kesehatan yang profesional dan berkompeten. Komitmen STIKes Muhammadiyah Pringsewu berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan tidak bisa diragukan lagi. Semakin banyaknya mahasiswa baru yang mendaftar menjadi bukti semakin tingginya kepercayaan masyarakat terhadap STIKes Muhammadiyah Pringsewu.

Dalam sambutannya, Ns. Arena Lestari, M.Kep., Sp.Kep.J selaku Ketua STIKes Muhammadiyah Pringsewu mengatakan bahwa prosesi wisuda merupakan babak baru bagi wisudawan untuk berbaur dan bersaing di tengah masyarakat dan dunia kerja. “Ke depannya, semoga para wisudawan dapat mengimplementasikan ilmu yang didapat selama menempuh pendidikan dengan baik dan profesional serta selalu menjaga nama baik almamater melalui sikap, norma, dan moral dalam setiap tindakan di masyarakat,” harapnya.

Wisuda ke-48 Unismuh Palu, Rektor Beri Lima Pesan untuk Wisudawan

Wisuda ke-48 Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Palu pada hari Sabtu (3/8) bertepatan dengan hari jadi Unismuh Palu yang ke-36. Sebanyak 431 mahasiswa program sarjana dan pascasarjana diwisuda di Gedung Islamic Center Unismuh Palu.

Beberapa wisudawan dan wisudawati yang berprestasi mendapat hadiah atas capaiannya. “Reward ini diharapkan dapat menjadi spirit untuk tetap berprestasi dan juga cambuk bagi mahasiswa yang sedang menjalani masa studinya,” ujar Rektor Unismuh Palu, Dr H Rajindra SE MM.

Selain itu Dr H Rajindra menyampaikan lima pesan untuk para wisudawan. Pertama adalah keberhasilan yang didapat ini merupakan ridho dari Allah dan juga dukungan dari semua pihak, yang kedua ialah adanya amanah dari gelar akademik yang diraih untuk mencerdaskan bangsa, yang letiga adalah arahan untuk memiliki pribadi yang unggul dan tidak mudah putus asa di era kompetitif ini, berikutnya adalah anjuran untuk menjaga etika dan akhlak dalam berinteraksi, dan terakhir adalah menjaga nama baik civitas academica Unismuh Palu serta terus berkarya untuk mengharumkan universitas.

Target Unggul tingkat ASEAN 2038

Universitas Muhamamdiyah Sidoarjo (Umsida) menggelar wisuda ke-XXXIII Tahun 2018/2019, di Auditorium K.H Ahmad Dahlan Kampus 1 Umsida, Sabtu (22/6/2019).

Sebanyak 416 peserta wisuda mengikuti rangkaian prosesi wisuda yang dibuka oleh Dr Hidayatulloh MSi. Ia menyebutkan, perkembangan UMSIDA semakin pesat. “Tiga program studi telah terkakreditasi A” ungkapnya selaku Rektor Umsida.

Ia melanjutkan, Umsida akan terus meningkatkan mutu sumber data manusianya agar mencapai target menjadi Universitas unggul ditingkat ASEAN tahun 2038.

Wisuda UMSB: Kompetensi di era Globalisasi

“Generasi era milenial harus mengedepankan kompetensi tinggi, bermodalkan inovasi dan kreatifitas” ujar Wakil Gubernur Nasrul Abit Sumatera Barat saat menghadiri upacara wisuda Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (UMSB) ke 64 periode I Tahun Akademik 2018/2019, Sabtu (22/6).

Bertempat di Convention Hall UMSB, sebanyak 97 mahasiswa resmi dinyatakan lulus. Dr Riki Saputra memaparkan perlunya wisudawan menrapkan pengalaman dan ilmu pada masyarakat. “Berjuang untuk bangsa, negara, khususnya daerah Sumbar”ujarnya selaku Rektor UMSB.

Turut hadir, Reza Pahlevi selaku Wali Kota Payakumbuh, Majelis Diktilitbang PPM diwakilkan oleh Prof Dr H Sutrisno, Kepala LLDIKTI Wilayah X, Kopertis Wilayah, Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah serta sivitas akademika UMSB.