Perguruan Tinggi Cetak Pengangguran akan Ditinggalkan

Sekarang ini masyarakat semakin melek informasi, termasuk tentang kualitas perguruan tinggi di tanah air yang jumlahnya lebih dari 4300 buah. Oleh karena itu, perguruan tinggi yang hanya tebar ijazah dan menghasilkan pengangguran akan ditinggalkan dan tidak akan dilirik calon mahasiswa.
Demikian dikemukakan Wakil Ketua Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) PP Muhammadiyah di kampus Universitas Muhammadiyah Magelang pada acara Pelantikan Rektor UM Magelang, Sabtu 30 Januari 2016. Rektor yang dilantik untuk periode 2016-2020, Eko Muh Widodo, merupakan rektor periode sebelumnya yang dilantik untuk periode kedua. Hadir dalam pelantikan itu unsur Badan Pembina Harian (BPH), Pemerintah Kabupaten dan Kota Magelang, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM), dan internal UMM. Dengan situasi seperti itu, menurut Edy Suandi Hamid, perguruan tinggi harus meningkatkan mutu akademik dan keterampilan lulusannya sehingga mampu menciptakan pekerjaan untuk dirinya dan masyarakat. Perguruan tinggi perlu lebih mengorientasikan lulusan sebagai pencipta kesempatan kerja ketimbang pencari kerja, di samping juga untuk mengembangkan ilmu pengetahuan.

Dikatakan, masyarakat saat mudah untuk mengetahui jatidiri dan posisi sebuah perguruan tinggi yang ada, baik itu keunggulannya maupun kelemahannya. Masyarakat juga tahu perguruan tinggi yang dengan mudah mengeluarkan ijazah tanpa melihat standar kelulusan yang baku. Saatnya seleksi alamiah akan berlaku, dan perguruan tinggi tidak bermutu dan obral ijazah akan ditinggalkan masyarakat. Dengan makin banyaknya jumlah perguruan tinggi dan juga semalin mudahnya mengakses perguruan tinggi luar negeri, maka persaingan semakin tajam. Hanya perguruan tinggi yang baik dan memenuhi standar nasional dan global yang bisa eksis.

Memang pengawasan dan regulasi pemerintah sekarang semakin ketat pada perguruan tinggi. Namun selalu ada celah yang dimanfaatkan oleh perguruan tinggi yang nakal. Oleh karena itu, masyarakat juga perlu mengawasi dan melaporkan kinerja perguruan tinggi nakal agar masyarakat tidak dirugikan.

Lebih lanjut dikatakan Edy Suandi Hamid mengingatkan agar PT terus menghembangkan budaya akademiik dan benar-benar menjaga norma akademik. Kasus seperti pengeluaan ijazah aspal yang terjadi benerapa waktu lalu tidak boleh dan jangan sampai terjadi, terlebih di PT seperti lembaga
Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM). PTM tidak boleh hanya berorientasi kuantitas, tapi harus mengedepankan mutu, karenanya norma akademik harus dijaga secara ketat. “Kasus penerbitan ijazah aspal itu sungguh menodai dunia pendidikan kita karena pelakunya ada di dalam kampus. Ini berbeda dengan kasus ijazah palsu yang terjadi pada waktu lalu. Karenanya jangan sampai ada kampus menerbitkan ijazah aspal , dan kalau benar-benar terjadi ini harus ditindak tegas” kata Prof Edy Suandi Hamid.
Diingatkan pula, PTM tidak harus berlomba meluluskan alumni dan mencetak ijazah saja, namun yang lebih penting adalah bagaimana menghasilkan insan yang bermanfaat bagi masyarakat; sehingga berperan mewujudkan indonesia berkemajuan dan berperadaban. “Ini berarti mencetak manusia berahlak dan berkompetensi tinggi dan berdaya saing,” ujarnya mengakhiri sambutan.

Pertemuan Lembaga Penelitian PTM

Pertemuan Lembaga Penelitian Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) akan diselenggarakan di UHAMKA Jakarta pada Jumat-Sabtu, 22-23 Januari 2016. Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah :

  1. Peningkatan pemeringkatan Klaster Lembaga Penelitian;
  2. Peningkatan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat berbasis IKUP (Indikator Kinerja Utama Penelitian dan Pengabdian Masyarakat);
  3. Peningkatan Penelitian berbasis pada RIP (Rencana Induk   Penelitian) sesuai dengan orientasi dan core riset di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah.
  4. Tujuan Khusus :

1). Meningkatnya jumlah Klaster Lembaga Penelitian;

2) Meningkatnya Penelitian dan Pengabdian Masyarakat berbasis IKUP (Indikator Kinerja Utama Penelitian dan Pengabdian Masyarakat);

3) Meningkatnya penelitian berbasis pada RIP (Rencana Induk   Penelitian) sesuai dengan orientasi dan core riset di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah.

Adapun narasumber yang diharapkan untuk mengisi adalah:

1) Prof Dr.Ocky Karna Radjasa (Kementerian Ristek-Dikti);

2) Prof. Dr. Agus Soebekti(Kementerian Ristek-Dikti)

3) Prof. Dr. Harun Joko Prayitno (Universitas Muhammadiyah Surakarta)

Informasi lebih lanjut dapat diperoleh di Majelis Diktilitbang PPM di 0274-389485.

Hajriyanto: Jalur Baru Kaderisasi di Muhammadiyah

Belum lama ini Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) menggelar perayaan puncak Milad ke-60. Acara Milad juga diisi dengan Orasi Ilmiah oleh Drs. H. Hajriyanto Y.

Thohari, MA (Ketua PP. Muhammadiyah dan juga Anggota BPH UMJ). Menurut Hajriyanto, pengkaderan di Persyarikatan Muhammadiyah awalnya melalui jalur pengurus ranting hingga pengurus wilayah Muhammadiyah, atau melalui jalur Organisasi Otonom (Ortom).

Namun saat ini pengkaderan di Muhammadiyah sudah bergeser mengikuti perkembangan zaman, yaitu bisa juga melalui Amal Usaha Muhammadiyah (AUM).

Banyak pemimpin AUM yang berhasil dan menjadi pimpinan di Persyarikatan Muhammadiyah, seperti Prof. Dr. Suyatno (Rektor UHAMKA), Dr. Muhajir Effendy (Rektor UMM), dan Dr. Syaiful Bakhri SH, MH (Rektor UMJ).

Dalam Milad UMJ ke 60 ini, Hajriyanto yang pernah menjabat sebagai wakil ketua MPR RI ini berharap agar para pakar di UMJ dapat memberikan sumbangsih pemikirannya di tingkat nasional untuk kemajuan bangsa dan negara Indonesia.

Rektor UMJ, Dr. Syaiful Bakhri, SH, MH menyambut baik harapan tersebut. Menurutnya, UMJ siap menyongsong lahirnya kepemimpinan nasional dengan penguatan pemimpin yang progresif, professional, dan berhasrat moral yang baik.

Sumber: Republika.co.id

Refleksi Akhir Tahun FH UMJ Gelar Launching Buku

“Gairah menulis buku di fakultas hukum ini luar biasa,” jelas Rektor Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) Dr. Syaiful Bakhri saat memberi sambutan pada acara Refleksi Akhir Tahun Fakultas Hukum UMJ dengan tema Penangguhan Hukum Dalam Tindak Pidana Korupsi Antara Kriminalisasi dan Persamaan di Depan Hukum di Ruang Prof. Arso Sostroatmojo, SH., Rabu (30/12) kemarin.

Refleksi akhir tahun ini diisi dengan dua agenda yaitu launching buku karya dua dosen FH UMJ Dr. Nizam Burhanudin, SH., MH., dengan judul Hukum Keuangan Negara dan Ibnu Sina Chandranegara, SH., MH., yang berjudul Legal English dan diskusi dengan narasumber Aktivis Anti Korupsi Dr. Bambang Widjojanto, SH., MH.

Lebih lanjut Rektor menegaskan bahwa gerakan mari menulis yang telah digagas pertama kali di pertengahan tahun ini akan terus dikembangkan. Ia berharap gerakan tersebut dapat memotivasi dosen-dosen di lingkungan UMJ untuk menuliskan gagasan dan pemikirannya ke dalam sebuah buku. “Dosen harus menulis,” pungkasnya.

Saat menguraikan buku terbarunya, Nizam mengatakan bahwa sejak 2004 penyelesaian kerugian Negara belum selesai. Ia dengan tegas menyatakan jika ada unsur melawan hukum pada kerugian Negara. Tapi, menurutnya yang paling penting adalah bagaimana memulihkan kerugian Negara tanpa proses pidana.

Sedangkan Ibnu Sina, saat memberikan ulasan bukunya tentang bahasa hukum, menyayangkan kajian-kajian bahasa hukum yang masih tertinggal dibanding kajian-kajian bahasa lainnya. “(kajian, red) Bahasa Inggris hukum di Indonesia sangat langka,” katanya tegas.

“Dalam pemaknaan bahasa Inggris ilmu hukum, sangat tergantung dari ruang, waktu dan yurisdiksi,” jelasnya lagi. Karena itu, menurutnya, bahasa Inggris ilmu hukum terkait erat dengan masalah kultural.

Sebagai narasumber, Bambang Widjajanto lebih banyak menguraikan seluk beluk korupsi di Indonesia. Sepanjang 2015, menurut mantan Wakil Ketua KPK ini, setidaknya ada 7 (tujuh) fakta penting dalam dinamika pemberantasan korupsi yaitu: tragedi pemberantasan korupsi, penilaian publik tentang adanya absurditas dalam pemilihan dan sikap pimpinan KPK, banyak kasus korupsi sepanjang 2015 yang ditangani lembaga penegak hukum, kepolisian sebagai lembaga penegak hukum memperlihatkan “geliat” pemberantasan korupsi, adanya dualisme proses penegakan hukum yang potensial menyebabkan terjadinya kriminalisasi, kebijakan remisi terpidana korupsi indikasi adanya ketidakkonsistenan dalam pemberantasan korupsi, dan perlunya kebijakan yang kuatdalam mengoptimalkan pemberantasan korupsi. (Humas)

UM Kupang Tambah Prodi Baru dan Tingkatkan Akreditasi Prodinya

Kinerja Universitas Muhammadiyah Kupang (UMK) belakangan ini terus meningkat. Ini bukan saja ditunjukkan dari penambahan jumlah mahasiswa yang sudah lebih dari tiga ribu, namun juga semakin bertambahnya prodi yanga ada, dan kian banyaknya prodi yang terakreditasi dengan nilai “B”.
“Dari 11 prodi yang ada, tujuh diantaranya “B”. Tadinya hanya empat yang “B”. Insha Allah yang “B” ini dalam waktu dekat bertambah satu lagi, karena sedang proses akreditasi,” ujar Prof Sandi Maryanto, Rektor UMK, yang bersama Ketua BPH UMK Ma’mun Machmud berkunjung ke Majelis Diktilitbang, Senin malam (28/12). Mereka diterima Pimpinan Majelis Edy Suandi Hamid, Chairil Anwar, Hardo Basuki, dan Muh Samsudin.
Dikatakan, dalam proses akreditasi yang terakhir, ada tiga yang naik dari “C” ke “B”. Saat ini UMK sedang mempersiapkan untuk akreditasi institusinya.
Saat ini, sudah turun izin tiga pembukaan prodi baru, yaitu Prodi Pendidikan Guru SD S1, Prodi Ilmu Hukum S1, dan Prodi Ilmu Politik S1. Sedangkan dua yang sedang proses adalah Prodi Pendidikan Matematika dan Prodi Sosiologi, “Untuk Sosiologi ini, kita satu-satunya di Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT),” kata Prof Sandi. Ditambahkan, untuk pascasarjana saat ini sudah diajukan untuk program studi Sosiologi tersebut.
Lebih lanjut dikatakan, untuk kurikulum UMK sudah berbasis Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI). Sedangkan untuk EPSBED Pangkalan Data Dikti UMK sudah lengkap 100 persen.
Wakil Ketua Majelis Prof Edy Suandi Hamid mengapresiasi perkembangan di UMK tersebut. “Saya berharap akreditasi institusi sudah bisa diajukan secepatnya. Ini sudah potensial untuk mendapatkan akreditasi “B”. Dan ini akan meningkatkan nilai jual UMK jika segera dilakukan,” ujar Prof Edy.

SAR Mapala Perguruan Tinggi Muhammadiyah Terbentuk

Setelah tertunda cukup lama, SAR Mapala Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) akhirnya terbentuk. Peluncuran dilakukan oleh Ketua Majelis Diktilibang PP Muhammadiyah Prof Lincolin Arsjad dan Rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Prof. Dr. Bambang Setiadji di Aula Djazman Al Kindi  UMS, Sabtu (26/12) yang diikuti elemen dari SAR Mapala dari berbagai PTM di tanah air.
Dalam sambutannya Prof Lincolin mengharapkan wadah ini bisa dimanfaatkan untuk kegiatan MAPALA disamping membantu masyarakat saat terjadi bencana. Ini bagian dari pelaksanaan caturdharma PTM, khususnya yakni pengabdian masyarakat  dan dakwah islamiyah.
Wadah yang sudah lama digagas ini diharapkan mendapat dukungan dari semua PTM sehingga wadah ini bisa eksis dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Dalam acara dialog usai peluncuran, Prof Bambang menyatakan, saat bencana SAR mahasiswa bisa membantu lebih awal, khususnya saat penyelamatan dan pencarian korban. Sebab untuk tahap rehabilitasi peran mahasiswa menjadi sulit karena berbagai keterbatasan. “Saat rehabilitasi, Pemerintah yang harus banyak turun tangan,” katanya.
Sedangkan  Wakil Ketua Majelis Diktilitbang Prof Edy Suandi Hamid pada forum itu menyampaikan, Indonesia banyak sekali kelompok-kelompok pencinta alam, termasuk di kampus-kampus perguruan tinggi, atau yang sering disebut sebagai MAPALA. Mahasiswa pecinta alam umumnya memiliki keterampilan-keterampilan khusus, yang membuatnya bisa melalui medan-medan yang berbahaya dan melakukan pekerjaan cukup berisiko. Oleh karena itu, pecinta alam ini seharusnya bisa dioptimalkan untuk bisa bermanfaat bagi masyarakat luas, untuk membantu masarakat saat terjadi berbagai bencana, ssperti gempa bumi, letusan gunung berapi, kebakaran hutan ataupun rumah, dan tugas-tugas Search and Rescue lainnya. Oleh karena itu, diharapkan SAR dan Mapala Muhammadiyah Indonesia bisa mengambil peran itu.

PROF JIMLY BAHAS PILKADA SERENTAK DI UM PALANGKARAYA

Prof Jimly Asshiddiqie selaku Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) dijadwalkan akan menyampaian analisis dan mengupas secara ilmiah agenda nasional sukses penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak tahap I akhir tahun 2015. Hal tersebut disampaikan oleh Rektor UM Palangkaraya, Drs. H. Bulkani, M.Pd.

“Prof Jimly sudah menyatakan secara langsung kesiapan untuk menyampaikan orasi ilmiah pada Sidang Senat Terbuka Wisuda Sarjana/Diploma Universitas Muhammadiyah Palangkaraya (UMP) pada Sabtu 10 Oktober 2015,” ucap Rektor UM Palangkaraya Kandidat Doktor H Bulkani saat dihubungi usai bertemu Ketua DKPP di Jakarta, Jumat (2/10).

Menurut Bulkani, pemilihan Ketua DKPP sebagai orator ilmiah pada wisuda sarjana/diploma UM Palangkaraya tahun 2015 sebagai bentuk partisipasi kampus untuk memberikan penguatan terhadap Pilkada Serentak yang merupakan uji coba terhadap kebijakan nasional menyatukan proses dan tahapan pemilihan pemimpinan publik pada tingkat daerah se-Indonesia.

Dari analisis dan bahasan ilmiah Prof Jimly selaku penjaga etika penyelenggaraaan agenda politik nasional itu dapat dijadikan panduan bagi para penyelenggara Pilkada maupun semua pihak yang terlibat, termasuk para calon pemimpin daerah.

Dalam rangkaian Milad UM Palangkaraya ke-28 dan Wisuda Sarjana/Diplona 2015, UM Palangkaraya juga menyelenggarakan Seminar dan Temu Tokoh Lintas Generasi Se-Kalteng dengan tema “Transformasi Kepemimpinan Menuju Kalteng Baru” yang digelar atas kerja sama Program Pascasarjana Magister Administrasi Publik (PPs MAP) UM Palangkaraya dengan Jajaran Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Kalimantan Tengah.

Seminar dan Temu Tokoh Lintas Generasi “Transformasi Kepemimpinan Menuju Kalteng Baru” menampilkan pembicara utama Penjabat Gubernur Kalteng Hadi Prabowo dengan pembicara pembanding Ketua PWI Pusat H. Margiono, Rektor Unpar Prof Ferdinand, Rektor Unkrip Dr Siun Jarias, dan Rektor UM Palangkaraya Dr (Kand) Bulkani itu juga menghadirkan ketiga Paslon Gubernur Kalteng periode 2015-2020.

Selain itu juga akan berbicara lima pimpinan Ormas Keagamaan juga ikut bicara yaitu Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Perwalian Gereja Indonesia (PGI), Konfederasi Waligereja Indonesia (KWI), Persatuan Hindu Dharma Indonesia (PHDI), Perwalian Budha Indonesia (Walubi) dan Ormas Kaharingan tingkat Provinsi Kalimantan Tengah. Sedangkan pembicara dari perwakilan kepala daerah yaitu Walikaota Palangka Raya Dr (Kand) Riban Satia, Bupati Barito Timur Ampera, Bupati Pulang Pisau Edy Pratowo dan Bupati Seruyan Darsono.

Rangkaian kegiatan milad dan wisuda UM Palangkaraya yaitu Seminar dan Temu Tokoh Lintas Generasi se-Kalteng digelar Kamis 8 Okrtober 2015, dilanjutkan Ramah Tamah dengan orang tua dan wali lulusan pada Jumat 9 Oktober 2015, dan puncaknya Sidang Senat Terbuka Wisuda pada Sabtu 10 Oktober 2015 dengan orator Ketua DKPP Prof Jimly Asshiddiq.

Menurut Rektor UM Palangkaraya Bulkani, seluruh rangkaian kegiatan ilmiah UM Palangkaraya pada milad dan wisuda 2015 difokuskan untuk penguatan agenda nasional Pilkada serentak agar lebih produktif dan substansial untuk perbaikan dan kemajuan bangsa menghadapi tantangan yang semakin kompleks dan global. (ilham BAKA)

 

Universitas Muhammadiyah Palangkaraya Raih Juara ke II Debat Pemuda Kota Palangka Raya

Seperti sebuah potongan lirik lagu “usaha keras tidak akan mengkhianati” itulah pula yang dirasakan oleh mahasiswa UM Palangkaraya dalam mengikuti kegiatan Lomba Debat Pemuda Kota Palangkaraya Tahun 2015 yang diselenggarakan pada Senin, (21/9) di GPU Palampang Tarung Komplek Kantor Walikota Palangka Raya.

Acara ini diselenggrakan oleh Kepemudaan Pemerintah Kota Palangka Raya bekerja sama dengan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), yang mana dalam kegiatan tersebut bertujuan untuk melatih kepekaan pemuda di Kota Palangka Raya dalam memahami dan menyampaikan aspirasi sebagai seorang pemuda. Acara ini  diikuti oleh berbagai instansi perguruan tinggi antara lain: UM Palangkaraya, IAIN, UNKRIP dan UNPAR.

Tema yang diangkat antara lain mengenai berbagai kebijakan pemerintah Indonesia yang mana dalam tema tersebut terdapat 7 mosi, berisi mengenai sub topik yang sedang hangat menjadi perbincangan baik di kalangan pemuda dan masyarakat.

Sari Selvia Astuti, selaku peserta debat yang mewakili UM Palangkaraya mengatakan bahwa kegiatan ini bermanfaat sekali untuk para pemuda karena melatih diri untuk berfikir secara teoritis, bersikap tenang dan berbicara berdasarkan fakta di lapangan. “Sebagai pemuda kita harus kita menyampaikan aspirasi kita dan tidak hanya asal bicara, tetapi juga ada fakta atau data yang ada di masyarakat”.

Dalam acara tersebut, UM Palangkaraya diwakili oleh mahasiswa dari Fakultas Ilmu Sosial dan Politik dari program studi Ilmu Administrasi Negara yakni: Sari Selvia Astuti, Rizki Andrehan Tri Utama, Widya Rahmat dan UM Palangkaraya meraih juara ke II dalam Lomba Debat Pemuda,  Juara ke I diraih oleh Universitas Palangka Raya dan juara ke III diraih oleh IAIN Palangkaraya. (Ilham BAKA)

Sumber : Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Universitas Muhammadiyah Sukabumi akan Buka Fakultas Kedokteran

Universitas Muhammadiyah Sukabumi (Ummi) berencana mendirikan fakultas kedokteran. Hal ini merupakan sebagai jawaban atas tingginya kebutuhan tenaga medis di Kota/Kabupaten Sukabumi.

“Program monumental akan segera digarap yakni merencanakan pendirian fakultas kedokteran,” ujar Rektor Ummi Sakti Alamsyah kepada Republika Jumat (11/9). Hal ini disampaikannya setelah resmi dilantik sebagai Rektor Ummi menggantikan Asmawi Zainul pada Kamis (10/9) sore.

Untuk mewujudkannya lanjut Sakti, pihaknya akan lebih dahulu membangun rumah sakit Muhammadiyah Sukabumi. Pembangunan rumah sakit ini sebagai syarat untuk dibukanya fakultas kedokteran.

Selain itu karena tingginya pemintaan terhadap tenaga medis baik Kota Sukabumi maupun Kabupaten Sukabumi. Saat ini lanjut Sakti, lahan untuk pembangunan rumah sakit telah disiapkan. Ke depan, rencana pembangunan rumah sakit dan fakultas kedokteran ini akan menjadi skala prioritas Ummi.

Selain berencana membuka fakultas kedokteran ungkap Sakti, pihaknya juga akan mengembangkan layanan akademik dan pembangunan sumber daya manusia (SDM).

“Penguatan layanan akademik menjadi perhatian khusus ke depan,” terang dia.

Saat ini Ummi memiliki beberapa fakultas di antaranya Fakultas Sains dan Teknologi, Pertanian, Ekonomi, Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Ilmu Administrasi dan Humaniora.

sumber : Republika.co.id

UAD Termasuk Universitas Terbaik di Indonesia

“Universitas Ahmad Dahlan termasuk universitas terbaik di Indonesia. Dalam catatan pemerintah, UAD tidak pernah ada masalah atau membuat masalah,” terang Ridwan Roy T, S.H., S.E., M.Si. selaku Ditjen Dikti saat melakukan sidak Program Pengenalan Kampus (P2K), Senin, (31/8/2015).

Ridwan merupakan Kepala Subdirektorat Pembelajaran yang ditugaskan untuk memantau Monitoring dan Avaluasi (Monev) Program Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB).

Ridwan mengatakan, pemerintah yakin UAD telah melihat tantangan ke depan melalui tema yang diusung tentang entrepreneurship,  yaitu “Bersama UAD Membangun Jiwa Kewirausahaan untuk Menghadapi Tantangan Global”.

“Terlebih, UAD mempunyai visi misi yang baik dan moto yang berkarakter, yaitu integritas moral dan intelektual.”

Lebih lanjut, ia berpesan, “Dengan ilmu pengetahuan, Anda akan diakui, membawa orang tua, juga perguruan tinggi. Terlebih di bawah naungan Perguruan Tinggi UAD yang islami. Anda adalah pemimpin bangsa tahun 2020 mendatang.”

Sumber : Universitas Ahmad Dahlan