Peringatan Earth Day di UM Palangkaraya

“Hutan mudah dihancurkan dalam hitungan detik, akan tetapi untuk memulihkannya membutuhkan waktu yang lama”

                Kata Azhari selaku Dosen di Program Studi Teknik Lingkungan UM Palangkaraya. Hal ini karena 2-2,5 juta Ha  hutan Indonesia rusak setiap tahunnya. Tercatat pada tahun 2015 kota Palangka raya merupakan salah satu daerah terparah yang terkena bencana kabut asap. Berdasarkan data dari salah satu forum pemerhati lingkungan USAID dan forum Lestari, bahwa luas area hutan yang terbakar di kota Palangka Raya pada tahun 2015 sebanyak 13.000 Ha dan terparah di Kabupaten Pulang Pisau. Tentu hutan sebagai paru-paru dunia terancam keberadaan dan fungsinya, seperti rumah bagi keanekaragaman flora dan fauna Asia. Pembakaran hutan dan dampak yang ditimbulkan, serta penebangan liar yang tidak terkontrol menyebabkan kerugian yang tidak bisa dihitung dengan materi. Dengan mengusung motto the green islamic  campus, Universitas Muhammadiyah Palangkaraya berusaha menjadi wadah yang peduli dan peka terhadap kondisi lingkungan. Mulai dari hal yang kecil namun berdampak besar. Sebut saja salah satunya adalah adanya larang merokok di area kampus, sampai dengan penghijauan kembali hutan yang terbakar. Bertepatan dengan diperingatinya hari Bumi atau Earth Day sedunia yang jatuh pada tanggal 22 April 2016, maka Fakultas Teknik dan Fakultas Pertanian Kehutanan Universitas Muhammadiyah Palangkaraya menyelenggarakan kegiatan Penghijauan kembali 3.000 Bibit pohon di salah satu hutan yang terbakar di Kota Palangka Raya, yaitu Hutan Kota Palangka Raya serta Lapangan Golf Kota Palangka raya. Bibit pohon yang ditanam salah satunya adalah bibit pohon Trembesi. Kegiatan tersebut diikuti oleh pengelola dan mahasiswa Fakultas Teknik (Teknik Lingkungan dan Teknik Sipil), Fakultas Pertanian Kehutanan (Agroteknologi & Kehutanan) serta Organisasi Internasional Borneo Nature Foundation (Mr Nick dan Mr Barni). Guna meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, tidak lupa peran dan andil Bapak Drs. Bulkani, M.Pd. Selaku Rektor Universitas Muhammadiyah Palangkaraya dalam memotivasi civitas akademika untuk selalu menjaga dan memperhatikan lingkungan supaya tetap lestari.

“Salam Lestari”

“Salam konservasi”

Dari Universitas Muhammadiyah Palangkaraya untuk lingkungan yang menuju ke arah Go Green. (Ans/edt:IlhamBAKA)

 

 

UM Palangkaraya Mendapatkan Hibah Tracer Study oleh Dikti

UM Palangkaraya merupakan satu-satunya kampus swasta terbesar di Kalimantan Tengah yang mendapatkan hibah bersaing mengenai pengelolaan Tracer Study di kampus tersebut. Informasi didapatkan merujuk pada pengumuman yang dirilis di website Belmawa Dikti pada 22 April 2016 yang lalu.
Dalam rangka penelitian mengenai aktifitas dan situasi alumni khususnya dalam hal pencarian kerja, situasi kerja, dan pemanfaatan perolehan kompetensi selama kuliah di UM Palangkaraya. Secara khusus UM Palangkaraya membentuk Bagian Pusat Karir dan Tracer Study yang berada di bawah Biro Administrasi Kemahasiswaan dan Alumni (BAKA) UM Palangkaraya.

Keberadaan Bagian Pusat Karir dan Tracer Study di UM Palangkaraya memberikan dampak positif karena mampu membantu calon alumni dan alumni dalam pengarahan minat dan kompetensinya untuk mendharma baktikan ilmu yang didapat semasa pendidikan di UM Palangkaraya.

UM Palangkaraya sendiri telah melakukan kegiatan tracer study pada tahun 2015. Pola pelaksanaan yang diterapkan melalui pelacakan data dengan melalui hubungan dengan telepon.

Dari Kemenrsitek Dikti sendiri melalui Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan telah menerima 481 proposal pengajuan namun sesuai hasil evaluasi dan seleksi telah dipilih 276 proposal yang layak dikucuri hibah tersebut.

Menurut Saleh, selaku Kabag. Tracer Study tersebut mengatakan bahwa tidak menyangka sekali pemerintah turut mendukung proposal yang diajukan oleh UM Palangkaraya

“kita sangat bersyukur sekali mendapatkan hibah tersebut, karena tentunya sangat berguna bagi kampus sendiri (red: UM Palangkaraya),” kata Dia. (IlhamBAKA)

UM Palangkaraya: Mewujudkan Pendidikan Nasional Yang Berkemajuan

Kalimat diatas mungkin sudah sering kita lihat jika kita melintasi area jalan RTA.Milono Km.1,5 Komplek Perguruan Muhammadiyah. Ya, Kalimat itu pula yang digagas oleh panitia pelaksana Seminar Nasional Pendidikan Tahun 2016 di Universitas Muhammadiyah Palangkaraya yang dilaksanakan pada Sabtu, (16/04) di Aula Utama UM Palangkaraya beberapa hari yang lalu.
Acara yang dihadiri oleh lebih dari 500 peserta yang datang memadati Aula Terbesar di kampus tersebut, membuat gedung tersebut menjadi penuh sesak dipadati oleh para undangan yang hadir untuk menambah ilmu serta wawasan yang diberikan oleh para narasumber.
Sesuai dengan tema yang diangkat pada seminar tersebut yakni “Mewujudkan Pendidikan Nasional Yang Berkemajuan”, sesuai dengan kenginan dari Universitas Muhammadiyah Palangkaraya sebagai kiblat pendidikan yang terus maju dan berinovasi terhadap perkembangan zaman.
Adapun narasumber yang menjadi pemateri dalam kegiatan ini adalah Muhammad Sohibul Iman, PhD yakni seorang politikus dan Anggota DPR-RI yang memiliki banyak sekali cerita dalam menempuh pengalaman dan perjuangan dari gelar sarjana hingga gelar doktor di negeri matahari terbit, Jepang.
Kemudian turut hadir pula Prof. John Lee yang jauh-jauh datang dari negeri gingseng orang bilang, beliau hadir dalam rangka kunjungan tindak lanjut kerjasama antara UM Palangkaraya dengan Kyung Dong University Global Campus, Korea Selatan.
Dalam kesempatan kali ini John berbicara mengenai kesempatan untuk meraih beasiswa sebanyak-banyaknya dari Kyung Dong University melalui kuliah yang terprogram dari UM Palangkaraya yakni Double Degree Program, 2 tahun di Indonesia dan 2 tahun di Korea.
Sonedi, Wakil Rektor I UM Palangkaraya menanggapi hal tentang kerjasama yang terjalin antara UM Palangkaraya dengan KDU bahwa kerjasama tersebut sangat menguntungkan mahasiswa itu sendiri
“Ijazah yang didapat mahasiswa tentunya ada dua, yakni dari UMP dan KDU selain itu tentunya di KDU mereka mendapat jaminan mendapatkan pekerjaan selama kuliah di Korea Selatan yang tentunya kita tidak ragu lagi dunia industri disana. Jadi, mereka dapat kuliah sambil bekerja,” kata Dia.
Meskipun sebenarnya ada satu pemateri lagi yang hadir, yakni Direktur LPDP Eko Prasetyo yang akan berbicara mengenai peluang beasiswa di LPDP sayangnya beliau tidak dapat memenuhi undangan dari para panitia untuk dapat berbagi informasi di event tersebut.
Ketua Panitia Dr.Chandra Anugrah, S.Ikom., M.Ikom mengatakan bahwa dia sangat bersyukur dan berterima kasih kepada sekolah-sekolah dan para tamu undangan yang berkenan meluangkan waktu untuk hadir dalam kegiatan tersebut. Dia berharap kedepannya kegiatan yang dilaksanakan oleh UM Palangkaraya semakin lebih baik lagi.
“Mudah-mudahan semua kegiatan seminar yang diadakan kampus UMP agar lebih baik lagi, dan tentunya kita akan berusaha,” tutupnya. (IlhamBAKA)

UM PALANGKARAYA SIAPKAN DELEGASI KALTENG KE SYMPOSIUM PPI SE-DUNIA

UMP SIAPKAN DELEGASI KALTENG KE  SYMPOSIUM PPI SE-DUNIA

 

Universitas Muhammadiyah Palangkaraya  yang telah mencanangkan  sebagai “kampus go internasional terus terlibat dalam kegiatan trans nasional seperti  dilakukan saat ini menyiapkan delegasi besar untuk mengikuti Simposium Internasional Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) se-Dunia di Cairo,Mesir pada 27-28 Juli 2016.

Wakil Rektor UMP Bidang Kerja sama dan Hubungan Internasional Dr.HM.Yusuf, S.Sos, MAP di Palangka Raya, Senin mengatakan pihaknya sudah melakukan pembicaraan khusus dengan Ketua Simposium Internasional PPI ke-8 di Cairo  M.Imdad Azizy yang siap meberikan porsi khusus jumlah delegasi UMP untuk pada pada kegiatan yang akan dihadiri delegasi PPI dari 82 negara itu.

M Imdad Azizy mahasiswa Universitas Al Azhar di Cairo yang juga Sekjen Perhimpunan  Pelajar Mahasiswa Indonesia (PPMI)   Mesir itu secara khusus datang ke kampus UMP sebagai pembicara pada Seminar “Peluang Kuliah di Kampus Ternama di Dunia” yang dibuka WR IV UMP Hubungan Antar Lembaga dan Internasional.

Menurut Dr. Yusuf yang juga Direktur  Program Pascasarjana Magister Administrasi Publik (MAP) UMP) itu, peluang  jumlah delegasi besar yang diberikan untuk UMP itu akan dimanfaakan semaksimal mungkin dengan memberikan  kesempatan sebanyak mungkin bagi pelajar perwakilan SMA/MA/SMK se-Kalteng.

Rektor UMP Kandidat  Doktor H Bulkani, M.Pd menyatakan kesiapannya untuk segera mengkoordinasikan dengan Pemprov dan Pemko/Pemkab se-Kalteng  untuk menyiapkan delegasi besar Kalteng ke Simposium PPI se-Dunia di Cairo, Mesir pada akhir Juli 2016.

“Keinginan Kami ada perwakilan pelajar dari seluruh SMA,MA,SMK se-Kalteng yang dikirim ke Cairo, Mesir  sebagai kesempatan langka dan tentu akan sangat bermanfaat bagi upaya penyiapan generasi penerus Kalteng berwawas global,” ucap Bulkani yang juga pakar pendidikan dan ahli bidang ilmu matematika itu.

“International Symposium Overseas Indonesia Students Association Alliance (OISAA)” merupakan kegiatan utama rangkaian Kongres PPI Dunia ke-8 yang dijadwalkan dibuka Presiden RI Joko Widodo pada 27 Juli 2016 di Cairo, Mesir dan dihadiri perwakilan pelajar dan mahasiswa Indonesia yang sedang studi di 82 negara dengan jumlah pelajar dan mahasiswa hingga saat ini mencapai 66 ribu orang.

Rektor UMP Bulkani disiapkan untuk berbicara pada forum internasional  dalam rencana lawatan studi komperatif perbandingan penyelenggaraan pendidikan di negara-negara Timur Tengah, dan Afrika. Rektor UMP bersama tim “UMP Go Internasional” juga telah melakukan studi komperatif di sejumlah negara bagian di Amerika Serikat, Singapura, Malaysia dan Thailand .

Awal April UMP mengirimkan delegasi ke Caralla India untuk seminar internasional perbandingan penyelenggaraa pendidikan tinggi dan intergrasi social budaya antara India dan Indonesia.

(UMP Public Relation)

HMTS UMP GELAR SEMINAR NASIONAL BANGUNAN GEDUNG HIJAU

Perkembangan teknologi yang sangat pesat menciptakan sebuah teknologi yang baru dalam pembangunan dan saat ini teknologi ramah lingkungan sangat ramai di kampanyekan dan Indonesia merupakan negara tropis yang dilewati oleh garis katuliswa sehingga dilimpahi sinar matahari yang cukup sepanjang tahun, serta suhu yang cukup stabil.

Dengan memperhatikan kondisi geografis tersebut, maka energi alternatif matahari sangat cocok diterapkan di Indonesia. Konstruksi bangunan rumah juga harus memperhatikan  unsur penggunaan bahan/material dan bentuk bangunan yang mampu mengurangi penggunaan lampu untuk pencahayaan, AC untuk pendingin, sistem pembuangan yang baik.

Menanggapi realita tersebut, Himpunan Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Palangkaraya Menyelenggarakan kegiatan berbentuk seminar nasional yang bertemakan “Bangunan Gedung Hijau”. Di Aula Universitas Muhammadiyah Palangkaraya pada tanggal 04 April 2016. Seminar ini bersifat umum diikuti oleh kurang lebih 500 peserta dari mahasiswa dari berbagai institusi yang berada di Kalimantan Tengah, serta berbagai instansi Provinsi Kalteng. Yang menjadi pemateri dalam seminar tersebut adalah : Drs. Bulkani, M.Pd (Rektor UM Palangkaraya), Baryen, ST., M. Eng (Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Kalimantan Tengah, dan Sofyansyah Darmi, SE., MM (Sekretaris Umum BPD Gapensi Provinsi Kalimantan Tengah.

Ketua panitia M. Noor Fazri Edison mengatakan apabila kita (UM Palangkaraya) mampu mewujudkan terselenggaranya bangunan gedung hijau maka kampus ini akan lebih Green dalam segi bangunannya dan UM Palangkaraya membantu mengurangi emisi gas rumah kaca

“seminar ini sangat bermanfaat khususnya teknik sipil untuk menerapkan konsep Green Building dan di kampus UM Palangkaraya telah menerapkan hal tersebut baik seperti pengehematan kertas, penggunaan Solar Cell ” ujar Fazri.

Abdilah Selaku.Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Teknik Sipil UM Palangkaraya juga menambahkan hal yang sama mengenai kegiatan tersebut

“seminar bangunan hijau ini sangat penting dalam menanamkan sikap dan perilaku yang berwawasan lingkungan dalam pembangunan dan semoga dengan diaadakannya seminar green building ini mahasiswa teknik sipil mampu berinovasi dalam pembangunan ramah lingkungan,” tambah Abdillah. (Dll/ky/fz/IlhamBAKA)

 

 

 

FAPERTAHUT UM PALANGKARAYA GELAR KULIAH UMUM KETAHANANAN PANGAN

FAPERTAHUT UMP GELAR KULIAH UMUM KETAHANANAN PANGAN

Fapertahut Universitas Muhammadiyah Palangkaraya, pada Rabu, 23 Maret 2016 menggelar kegiatan Kuliah Umum dengan judul “Mewujudkan Ketahanan Pangan di Kalimantan Tengah dan Pasar Bebas ASEAN” di Aula PWM Kalimantan Tengah. Kegiatan ini terlaksana atas kerjasama Pihak Universitas dengan Fakultas Pertanian dan Kehutanan UM Palangka Raya

Ruangan Aula PWM Kalimantan Tengah hampir-hampir tidak cukup untuk peserta yang ingin mengikuti kuliah umum ini, karena sesak dijejali oleh peserta yang datang. Jumlah beserta 155 orang terdiri dari 145 mahasiswa/i dari berbagai bidang disiplin ilmu di UM Palangkaraya dan tamu undangan Rektor, WR, Unit Kerja, Dekan, Dosen di lingkungan UM Palangkaraya.

Narasumber dalam kegiatan ini yakni H. Hamdhani, S.IP., M.Sos anggota DPR RI dari komisi IV yang membidangi Pertanian, Pangan, Maritim dan Kehutanan. Kemudian Narasumber yang ke dua yakni Dr. Sonedi, M.Pd yang juga Wakil Rektor I UM Palangkaraya.

Menurut Ketua Panitia Pienyani Rosawanti, S.P., M.Si materi yang dipaparkan oleh para narasumber sangatlah bermanfaat, khususnya bagi kita selaku warga Kalimantan Tengah.

Menurut dia, Kestabilan dan keseimbangan antara ketersediaan pangan, akses pangan dan pemanfaatan pangan dalam jangka panjang. Jika semuanya itu tercapai maka kita akan mampu bersaing dalam pasar bebas ASEAN dalam memanfaatkan sumber daya dan potensi yang ada di Indonesia pada umumnya dan khususnya di Kalimantan Tengah.

“Kalimantan Tengah sendiri banyak memiliki sumber daya alam yang melimpah yang berpotensi untuk dijadikan sebagai sumber pangan alternatif seperti kelakai, singkah/umbut rotan, bawang dayak dan masih banyak lagi yang belum dieksplor,” kata Dia.

Sejalan dengan hal tersebut Dekan Fapertahut UM Palangkaraya, Siti Maimunah, S.Hut., M.P mengatakan siap untuk menjadi mitra dan fasilitator dalam mewujudkan ketahanan pangan di Kalimantan Tengah.

“Hal ini telah dibuktikan dengan adanya kawasan Agroforestry seluas 200 ha di Hutan Pendidikan Mungku Baru (Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus) Kelurahan Mungku Baru, Kecamatan Rakumpit, Kota Palangka Raya. Namun, hal yang menjadi kendala dalam antara lain: keterbatasan alat dan mesin pertanian (Alsintan) dan transportasi di kawasan tersebut,” terang Siti. (St/pr/edt:IlhamBAKA)

UM PALANGKARAYA DAN MA’DIN ACADEMY AKAN SEMINARKAN SOSBUD INDIA-INDONESIA

UMP DAN MA’DIN ACADEMY AKAN SEMINARKAN SOSBUD INDIA-INDONESIA

Universitas Muhammadiyah Palangkaraya terus memperluas aktivitas dan interaksi global dengan jaringan perguruan tinggi trans nasional di berbagai negara, dan dalam waktu dekat ini Universitas Muhammadiyah Palangkaraya akan menggelar Seminar Internasional tentang integrasi sosial budaya Indonesia-India untuk penguatan iklim akademik di kedua negara.

Wakil Rektor IV UM Palangkaraya Bidang Kerjasama dan Hubungan Internasional, Dr.H.M.Yusuf, MAP di Palangka Raya, Selasa, mengatakan UMP dan Ma’din Academy menggelar seminar internasional di kampus Ma’din di Malappuram, Kerala, India pada Tanggal 9 April 2016 sekaligus penandatangan kesepakatan aksi dari MoU diantara kedua perguruan tinggi,

“Rektor UMP secara khusus mengutus dua orang Doktor pada seminar internasional di Kerala, India sebagai bentuk sumbang pemikiran bagi penguatan iklim ilmiah dan penyelenggaraan pendidikan tinggi global,” ucap Yusuf yang juga Direktur Program Pascasarjana Magister Administrasi Publik UMP itu.

Secara bersamaan juga dilakukan kunjungan dan penjajakan kerja sama dengan beberapa perguruan tinggi di Malaysia.

Rektor UMP Bulkani, MPd dijadwalkan ke Kuala Lumpur pada 11 April 2016 guna melakukan pembicaraan kerja sama dengan beberapa rektor dan pimpinan pergurun tinggi di negara jiran itu.

Universitas Muhammadiyah (UM) Palangkaraya yang telah mencanangkan sebagai kampus di daerah pedalaman yang siap go internasional terus memberikan porsi bagi para mahasiswa berbagai Negara untuk menuntut ilmu dan melakukan riset tentang sosial dan budaya masyarakat dengan penduduk asli Suku Dayak.

Selama beberapa tahun terakhir, Universitas Muhammadiyah Palangkaraya merintis berbagai kerjasama dengan institusi dalam maupun negeri, yang mana kesemuanya merupakan impian dan cita-cita Universitas Muhammadiyah untuk selalu unggul, dan terdepan dalam membangun prestasi. Jargon tersebut tidak hanya untuk mahasiswa, namun juga bagi Universitas Muhammadiyah Palangkaraya.

Sebagai langkah kerjasama yang telah ditempuh antara lain KKN-PPL di Luar Negeri, tepatnya di Thailand. Serta beberapa mahasiswa dari Thailand yang kuliah di Universitas Muhammadiyah Palangkaraya selama 4 tahun. Saat ini terdapat 8 orang mahasiswa dan mahasiswi yang kuliah di Universitas Muhammadiyah Palangkaraya, dan memilih program studi favorit mereka di kampus berjuluk “Green Islamic Campus”. (d.y/ilhamBAKA)

UMP TEKEN MoA DENGAN FATONI UNIVERSITY

UM Palangkaraya Teken MoA dengan Fatoni University
Dalam rangka memperluas jaringan kerjasama antar perguruan tinggi, khususnya dalam lingkup ASEAN, maka Universitas Muhammadiyah Palangkaraya (UMP), menjalin kerjasama dengan Fatoni University (FTU) di Thailand Selatan. Kerjasama tersebut ditandatangani dalam bentuk Memorandum of Action (MoA) antara Rektor Universitas Muhammadiyah Palangkaraya dengan Rektor Fatoni University, Asst. Prof. Ismail Lutfi Japakiya. Penandatanganan dilaksanakan di kampus Fatoni University, Propinsi Pattani, Thailand Selatan, pada tanggal 2 Maret 2016 yang lalu.

Rektor UMP, Drs. H. Bulkani, M.Pd menyatakan bahwa MoA ini merupakan point penting bagi peningkatan kerjasama UMP dengan perguruan tinggi luarnegeri, karena lebih realistis untuk diwujudkan bersama. “Kita memiliki banyak kesamaan, antara lain dari segi kultur, ada relevansi bahasa, dan kesamaan program. Hal ini merupakan modal besar bagi kedua belah pihak untuk dapat merealisasikan kesefahaman tersebut” kata Bulkani di kantornya. Lebih lanjut dijelaskan bahwa, dari hasil kesepakatan ini, UMP dan FTU akan segera membuka program double degree model 2+2, khususnya karena kedua perguruan tinggi banyak memiliki program studi yang sama. Model 2+2 ini memungkinkan mahasiswa menempuh pendidikan di UMP untuk 2 tahun pertama, dan 2 tahun berikutnya diselesaikan di FTU. Demikian pula sebaliknya. Keuntungannya antara lain adalah, lulusan program ini bisa mengantongi 2 ijazah, yakni dari UMP dan dari FTU. Selain itu, pengalaman kuliah di luar negeri akan mampu menambah wawasan sekaligus kompetensi bagi lulusan kedua belah fihak.

Menurut Bulkani, kerjasama double degree semacam ini akan terus diperluas, antara lain dengan beberapa perguruan tinggi di Malaysia dan Singapura serta Korea, sehingga mahasiswa UMP akan memiliki kesempatan yang sangat luas untuk mengembangkan potensi dirinya dengan belajar ke luar negeri.

PENGUKUHAN PWM-PWA KALTENG, SERTA WAKIL REKTOR UM Palangkaraya

Aula Utama Universitas Muhammadiyah Palangkaraya menjadi saksi saat dikukuhkannya pengurus Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalimantan Tengah periode 2015 – 2020 oleh Wakil Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Dr. H. Muhadjir Effendy, M.AP pada Sabtu (20/2).

Tidak hanya mengukuhkan pengurus Pimpinan Wilayah Muhammadiyah, Dr. Muhadjir Effendy juga turut mengukuhkan pengurus Pimpinan Wilayah Aisyiyah Kalimantan Tengah periode 2015-2020.

Adapun Yamin Muchtar, Lc, M.Pd.I pada sambutannya berjanji akan membawa organisasi tersebut lebih baik lagi di Kalimantan Tengah, dengan sinergi membangun bersama dan juga semangat baru, kepengurusan baru diharapkan dapat menjalankan program-program yang telah direncakanakan.

“Semangat baru, kita bangun Muhammadiyah di Kalteng menjadi lebih baik lagi”, ujar Yamin Muchtar pada saat memberikan sambutan.

Acara ini selain dihadiri oleh seluruh Civitas Akademika, turut dihadiri pula oleh para tokoh di Kalimantan Tengah, Wakil Walikota Palangkaraya Dr. Ir. Mofit Saptono S., M.P, Ormas Islam Kalteng, berbagai Ormas di Kalteng, pimpinan organisasi ortom di persyarikatan Muhammadiyah, baik Muhammadiyah, Aisyiyah, Pemuda Muhammadiyah, Nasyiyatul Aisyiyah, Ikatan Pelajar Muhammadiyah, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, Tapak Suci Muhammadiyah, dan Hizbul Wathan. Kemudian amal usaha Muhammadiyah yang lain turut hadir pula baik dari Rumah Sakit Islam PKU Muhammadiyah, dan sekolah – sekolah Muhammadiyah dari TK hingga SMA.

Pada kesempatan yang sama, turut dilantik pula Wakil Rektor Universitas Muhammadiyah Palangkaraya, yang mana pada pelantikan kali ini ada Wakil Rektor baru, yakni Wakil Rektor IV yang akan membidangi kerjasama dan Hubungan Masyarakat, yang mana pada pelantikan kali ini yang berjanji untuk mengemban tugas baru, dan bagian baru dalam Universitas Muhammadiyah adalah Dr. H. Muhammad Yusuf, S.Sos, M.AP.

Dan ada wajah baru dalam jajaran pejabat Rektorat, yakni Laksminarti, SH, MH. Yang mana beliau sendiri sebelumnya menjabat sebagai Wakil Dekan di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik di Universitas Muhammadiyah Palangkaraya, terpilih untuk melanjutkan tugas Dr.Sonedi, M.Pd, sebagai Wakil Rektor III. Dr.Sonedi, M.Pd sekarang melanjutkan tugas baru sebagai Wakil Rektor I, melanjutkan tugas Drs. H. Supardi yang kini menjadi Wakil Rektor II Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Adapun yang melantik Wakil Rektor Universitas Muhammadiyah Palangkaraya adalah Wakil Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah yakni Dr. H. Chairil Anwar. Yang mana pada sambutannya beliau berpesan bahwa kerjasama adalah yang terpenting dalam membangun Universitas Muhammadiyah Palangkaraya, agar lebih baik lagi.

“Pelantikan ini adalah simbol kebersamaan, kebersamaan untuk bekerja keras untuk membangun Universitas Muhammadiyah Palangkaraya. Selamat untuk para Wakil Rektor yang terpilih, mudah-mudahan dapat mengemban amanah menjadi teamwork idaman”, pesan Chairil Anwar. (IlhamBAKA)

Hasil Penelitian Kurang Terdiseminasi: Terjadi Pemborosan Besar Hasil Riset

Hasil Penelitian Kurang Terdiseminasi: Terjadi Pemborosan Besar Hasil Riset

 

Dosen dan peneliti sering beranggapan bahwa suatu riset sudah selesai dengan selesainya laporan penelitian. Padahal masih ada satu tahap lagi yang harus diselesaikan, yakni diseminasi hasil riset tersebut, sehingga dimanfaatkan dan diterapkan. Indiaktor utama keberhasilan riset adalah aplikasi dan pengembangannya. Faktanya, hasil riset kita justru banyak teronggok di perpustakaan pribadi, perpustakaan kampus, dan tidak terpublikasi secara meluas.

Demikian disampaikan Wakil Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Prof Edy Suandi Hamid, dalam pidato kuncinya pada University Research Colloquium yang berlangsung di Sekolah Tinggi Kesehatan Muhammadiyah Kudus, Sabtu (13/2) Sebanyak 170-an hasil riset karya dosen dari lembaga pendidikan tinggi se-Jawa dibahas dalam forum tersebut.

Colloquium dibuka oleh Sekda Kabupaten Kudus Noor Yasin, dan memberikan kata sambutan Ketua STIKES Muhammadiyah Kudus Rusnoto dan Ketua Pelaksana Cholifah.

Dalam sambutannya Ketua Stikes Muhammadiyah Kudus Rusnoto mengatakan, kegiatan ini yg ketiga kali dilakukan. Urecol pertama diadakan di Surakarta, yang kedua di Semarang, yang dari waktu le waktu diikuti pesera yang semakin banyak. Diharapkan, forum ini akan memacu semangat para dosen untuk meneliri dan mensosialisasikannya.

Prof Edy Suandi Hamid, mengatakan, akibat tidak terpublikasikannya hasil riset, ini bukan saja melahirkan pemborosan yang luar biasa, namun juga membuat hasil penelitian tidak diterapkan dan terjadi pengulangan penelitian pada hal yang sama. Banyak penelitian yang tidak ada kebaruan sama sekali, melakukan pengulangan, dan hanya formalitas, dan pemenuham kumuntuk kenaikan pangkat dosen dan peneliti. Padahal dari suatu penelitian diharapkan muncul suatu temuan baru, inovasi, hingga mampu melahirkan teori baru yang terus dikembangkan.

Oleh karena itu, menurut Mantan Ketua Umum Aptisi tersebut, seyogianya setiap penelitian dari lembaga-lembaga dana pemerintah, atau sponsor tertentu, mewajibkan untuk publikasi ini. Bisa saja ini dalam jurnal yang betul-betul ilmiah, namun bisa juga dalam media sosial, ataupun media massa, tergantung target group yang diharapkan bisa memanfaatkan penelitian tersebut. Jika ini tidak dilakukan, maka penelitian kita lebih banyak muspro, pemborosan, dan exercise untuk sekedar belajar meneliti.

Dikatakan, diseminasi luaran riset merupakan proses menyampaikan secara luas ke semua stakeholders sehingga bisa terjadi interaksi, dialog ilmah, hingga pemanfaatan temuan penelitian untuk berkembangnya lebih lanjut suatu pengetahuan dan pengambilan keputusan atau kebijakan. Bagi masyarakat akademik, diseminasi ini dilakukan melalui forum-forum ilmiah dan jurnal-jurnal ilmiah, baik dalam skala nasional maupun internasional. Tidak dibahas dan tersebarnya suatu hasil penelitian merupakan kerugian besar, dan menyebabkan terjadinya berbagai pemborosan. Akibat kurangnya diseminasi ini, bukan saja hasil penelitian yang bisa jadi sangat dibutuhkan oleh pihak lain atau masyarakat menjadi tidak termanfaatkan, tetapi juga mengakibatkan terjadinya pengulangan penelitian pada hal yang sama. Padahal suatu hasil penelitian bukan saja sekedar memperkaya khasanah keilmuan, namun bisa dimanfaatkan oleh individual, komunitas, korporasi, hingga pengambil kebijakan dalam suatu pemerintahan.

Mengutip Robert Solow, pemenang Nobel ekonomi 1987, ia mengatakan bahwa inovasi, khususnya dalam sains dan teknologi, menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi. Sains dan teknologi menggerakkan pertumbuhan ekonomi melalui dua cara, yaitu: peningkatan produktivitas sebagai hasil penerapan teknologi baru dan produk industri baru yang diciptakan oleh penerapan teknologi baru. Dengan demikian, hal tersebut memberikan ide kepada banyak negara untuk mempertahankan pertumbuhan ekonomi dengan mendorong pertumbuhan inovasi sains dan teknologi dan penyediaan sumber daya manusia terdidik. Inovasi tersebut umumnya diperoleh dari suatu proses riset dan pengembangan (R&D) yang dilakukan secara serius, terstruktur, yang hasilnya juga didialogkkan secara ilmiah sebelum menjadi suatu produk riset yang bisa diterapkan atau “dihilirkan”.

Anggaran riset paling kecil

Masalah lain dalam penelitian kita adalah persoalan anggaran, yang masih sangat terbatas alokasinya, disamping pertanggungjawban anggaran riset dari pemerintah yang sangat birokratik dan menyulitkan peneliti. Dana penelitian yang tersedia juga sangat terbatas, dan sebagian besar dosen atau peneliti hanya bisa mengakses sumber dana penelitian yang sangat kecil. Hanya sebagian kecil peneliti bisa memanfaatkan sumber dana riset yang besar, seperti dari korporasi ataupun lembaga internasional, sehingga bisa melaksanakan penelitian yang lebih serius.

Relatif kecilnya anggaran riset di tanah air ini bisa dilihat dari rasio anggaran riset dan pengembangan (R&D) terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Untuk Indonesia rasio anggaran riset terhadap PDB tersebut sejak sepuluh tahun terakhir ini hanya berkisar pada besaran 0,08 persen. Angka ini jauh dari batasan yang ideal, yakni satu persen dari PDB. Data Wikipedia menunjukkan dari 72 negara yang ditampilkan datanya untuk tahun 2010, rasio dana riset terhadap PDB Indonesia merupakan yang terkecil (bersama Aljazair) sebesar hanya 0,07%.

Sekedar perbandingan untuk tahun yang sama India sebesar 0,9%, Jepang 3,67% Singapura 2,2%, Malaysia 0,63%, Thailand 0,25%, Vietnam 0,19%, Tiongkok 2,08%, Sudan 0,23%, Saudi Arabia 0,25%, Azerbaijan 0,17%, Uganda 0,13%, Swedia 3,35, hingga yang tertinggi Korea selatan sebesar 3,3%. Padahal secara umum ada relasi yang erat antara pengeluaran dana riset suatu negara dengan kemajuan suatu bangsa. Hal ini bisa difahami mengingat temuan-temuan riset yang dilakukan secara sungguh-sungguh bisa digunakan untuk menjawab persoalan-persoalan yang dihadapi secara riel oleh Bangsa tersebut. Lebih dari itu, rencana-rencana riset sejak awal sebagian memang sudah diarahkan untuk menjawab policy questions yang dibutuhkan oleh pemerintah maupun dunia usaha atau industrinya.

Kecilnya anggaran penelitian, yang berakibat rendahnya pendapatan peneliti, telah menyebabkan para dosen lebih senang mengajar dari pada meneliti. Penelitian hanya dilakukan sekedar memenhui kewajiban untuk naik pangkat. Untungnya sejak beberapa tahun terakhir terlihat ada usaha cukup serius untuk mengoptimalkan dana penelitian yang terbatas dengan optimalisasi kemanfaatan riset-riset yang dilakukan. Kementerian Ristek-Dikti (d/h Kemendikbud), telah mewajibkan para dosen yang akan mengajukan kenaikan pangkat untuk menghasilkan karya penelitian yang dipublikasikan pada jurnal ilmiah. Lebih-lebih bagi yang ingin mengajukan kenaikan pangkat ke Guru Besar atau Professor, mereka harus memiliki paling tidak satu karya penelitian yang dipublikasikan pada jurnal internasional bereputasi. Kebijakan ini bukan saja membantu diseminasi temuan-temuan penelitian yang dilakukan sehingga menjadi lebih bermanfaat, namun juga secara tidak langsung meningkatkan kualitas penelitian yang akan dipublikasikan.