Ilmu Komunikasi UMY Adakan Kongres Prodi Ilmu Komunikasi PTM Se-Indonesia

Penguatan jaringan dan hubungan kerjasama antar perguruan tinggi sangat perlu dilakukan untuk mencapai akselerasi kinerja serta meningkatkan kontribusi perguruan tinggi kepada masyarakat. Apalagi Perguruan Tinggi Muhammdiyah tersebar di seluruh Indonesia sehingga perlu wadah kusus untuk berkoordinasi. Hal itu disampaikan oleh Budi Arifianto,S.Sn, M.Sn ketua panitia pelaksana Kongres Pertama Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi Perguruan Tinggi Muhammadiyah (APIK PTM) bertempat di Hotel Gowongan Inn Yogyakarta yang akan diselenggarakan Jum’at dan Sabtu (21-22/11)​. Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan dari program studi Ilmu Komunikasi Perguruan Tinggi Muhammadiyah Se-Indonesia serta dari beberapa universitas lain seperti Univeritas Gajah Mada, Universitas Padjajdaran dan Universitas Sebelas Maret.

Kongres APIK PTM Pertama ini, dibuka langsung oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Prof. Dr. Bambang Cipto, MA, secara simbolis dengan pemukulan Gong usai memberi sambutan, setelah itu dilanjutkan dengan Keynote Speech oleh Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Ilmu Komunikasi (ASPIKOM) Dr. Atwar Bajari, M.Si yang juga merupakan dosen Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran Bandung.

Dalam sambutannya Prof. Bambang Cipto mengungkapkan terimakasih yang sebesar-besarnya atas gagasan pengadaan Kongres tersebut, bahkan Prof. Bambang Cipto juga berharap dengan adanya Kongres APIK PTM ini dapat memberikan sumbangsih pemikiran antar perguruan tinggi Muhammadiyah untuk mengembangkan kemajuan Universitas khususnya di Bidang Ilmu KomunikasI.

Selain itu Prof. Bambang Cipto mengungkapkan bahwa Ilmu Komunikasi adalah ilmu yang menjembatani manusia, yang berkomunikasi secara langsung semenjak manusia lahir komunikasi sudah mulai dibutuhkan. Ilmu komunikasi adalah ilmu yang bisa menyelamatkan kita dalam menghadapi berbagai permasalahan kehidupan, karena komunikasi mempunyai fungsi untuk menyampaikan ilmu pengetahun dalam segala bidang ilmu, baik ilmu sains maupun ilmu sosial.

“Ilmu Komunikasi adalah ilmu yang sebenarnya sudah diaplikasikan oleh manusia semenjak manusia lahir, karena semenjak manusia itu lahir Ilmu Komunikasi sudah ada dan dibutuhkan. Selain itu juga perlu kita sadari Ilmu Komunikasi adalah ilmu yang menyelamatkan kita dalam menghadapi berbagai permasalahan kehidupan, karena komunikasi mempunyai fungsi dalam hal menyampaikan, mentransfer ilmu pengetahuan yang lain dalam segala ilmu, misalnya saja seperti ilmu sains dan ilmu sosial” jelas Prof. Bambang Cipto.

Sedangkan dalam sambutan ketua ASPIKOM, Dr. Atwar Bajari mengungkapkan bahwa kongres tersebut merupakan momentum yang baik, karena kehadiran APIK PTM memiliki ikatan intelektual dan ikatan emosional diatara keduanya yaitu Kongres Pertama APIK dan ASPIKOM Indonesia. Atwar juga mengungkapkan dirinya yakin bahwa penggagas dan pendiri APIK sebagian diantaranya adalah kerabat dari ASPIKOM itu sendiri.

“Momentum ini adalah momentum baik, karena kehadirian APIK ini memiliki ikatan intelektual dan ikatan emosional diantara keduanya (APIK dan APIKOM- Red). Saya yakin bahwa para penggagas dan pendiri APIK, sebagian diantaranya adalah kawan dan kerabat dari ASPIKOM yang telah lebih dulu hadir disini. Beberapa nama sudah tidak asing dan merupakan individu yang senantiasa terlibat dengan jejek langkah ASPIKOM” imbuhnya.

Atwar menambahkan, bahwa dengan adanya kongres APIK yang pertama ini nantinya dapat menjadi ruang untuk membahas Isu-Isu Strategis dalam pengelolaan Ilmu Komunikasi, isu tersebut meliputi perubahan nomeklatur Ilmu Komunikasi yang berubah menjadi beberapa Ilmu dalam rumpun Ilmu Komunikasi, perubahan kurikulum berorientasi Kerangkan Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI), Standar Kompetensi dan penyusunan standar profesi dan hal-hal lain yang berkaitan dengan Isu Strategis Pengelolaan Ilmu Komunikasi.

“Saya berharap dengan adanya APIK ini, nantinya dapat dimanfaatkan untuk membahas isu-isu strategis dalam pengelolaan ilmu komunikasi, isu yang mana terkait dengan perubahan nomenklatur rumpun ilmu komunikasi, perubahan kurikulum , standar kompetensi dan hal-hal lain yang mana kita ketahui mempunyai kaitan dengan isu strategis pengelolaan prodi-prodi ilmu komunikasi” jelasnya.

Kegiatan yang dijadwalkan akan berlangsung selama Jum’at hingga Sabtu 21-22 November 2014 ini akan diisi oleh serangkaian acara seperti workshop yang akan disampaikan oleh Peneliti Pimpinan Pusat Asisyiyah dan juga Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Sebelas Maret. Selain itu juga akan diakannya Lokakarya, dan juga pemilihan ketua APIK PTM 2014. (Shidqi)

Sumber : www.umy.ac.id

Stikes Aisyiyah Surakarta mengunjungi UMJ

Badan Pengurus Harian (BPH) Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Aisyiyah Surakarta berkunjung ke UMJ dalam rangka studi banding, Rabu (19/11) lalu. Rombongan BPH Stikes Aisyiyah Surakarta yang terdiri dari Ketua BPH Sri Hartini, Wakil Ketua Elly Elliyun, dan anggota BPH lainnya diterima BPH UMJ di Aula Rektorat lantai 2.

Pada kesempatan itu terjadi dialog dan diskusi tentang peran BPH. Ketua BPH UMJ Husni Thoyyar menjelaskan bahwa BPH di UMJ berperan mengadakan sarana dan prasarana UMJ. Menurutnya, diantaranya adalah pembangunan. Selain itu pengadaan dan penghapusan kendaraan juga dilakukan melalui BPH, “dulunya melalui unit masing-masing,” jelasnya. “Yang belum berjalan adalah inventarisir,” tambahnya.

Kepala Biro Keuangan UMJ pada kesempatan yang sama menjelaskan bahwa untuk memudahkan pendaftaran asset maka semua asset atas nama PP Muhammadiyah. “Karena UMJ terdaftar sebagai cabang maka ketika beli asset UMJ menggunakan nama lembaga yaitu PP Muhammadiyah,” jelasnya menambahkan.

Selain itu, BPH UMJ juga menjelaskan bagaimana penerapan seputar SDM, dana pensiun dan pajak di UMJ. “Terima kasih atas waktu dan kesempatannya. Kami mendapat banyak penjelasan mengenai SDM, dana pensiun, dan lainnya. Mudah-mudahan bisa diterapkan di Stikes Aisyiyah Surakarta,” demikian Sri Hartini menutup pertemuan pada kesempatan tersebut.(Abik/ Humas UMJ)

Sumber : www.umj.ac.id

Saatnya Implementasikan KJI-KBGI di Masyarakat

Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) ke-10 dan Kompetisi Bangunan Gedung Indonesia (KBGI) ke-6 ditutup Minggu malam (23/11). Para pemenang pun telah diumumkan setalah bertanding selama tiga hari di kampus Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Event tahunan Dirjen Dikti itu dinilai sukses, baik sebagai ajang kompetisi maupun silaturahim para mahasiswa Teknik Sipil se-Indonesia.

“UMM telah sukses menyelenggarakan KJI dan KBGI tahun ini. Selamat kepada UMM,” ujar Kepala Sie Kreativitas dan Inovasi Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (Ditlitabmas) Kementerian Ristek dan Dikti, Yudi Harianto yang mengaku masih menggodok kampus calon tuan rumah tahun depan. UMM merupakan PTS pertama yang menyelenggarakan dua event nasional ini, sebelumnya gelaran KJI dan KBGI selalu diadakan di kampus negeri.

Pembantu Rektor III UMM Dr Diah Karmiyati Psi berharap kesuksesan penyelenggaraan di UMM menular di PTS-PTS lain. “Semoga kampus-kampus swasta lain bisa lebih percaya diri dapat menjadi tuan rumah di masa yang akan dating,” harap Diah.

Ditegaskan PR III, semua peserta adalah pemenang. Oleh karenanya, pihaknya berharap hasil kompetisi ini dapat diimplementasikan untuk membantu masyarakat dan membangun bangsa Indonesia.

Senada dengan Diah, Yudi yakin peserta yang berasal dari beragam daerah bisa langsung mengaplikasikan di daerah masing-masing. Ia juga memberi apresiasi sebesar-besarnya pada peserta kompetisi karena menjunjung tinggi fairness selama pelaksanaan agenda ini.

Sementara itu, di KJI kali ini, Universitas Brawijaya (UB) kembali mempertahankan piala bergilir yaitu piala Reka Cipta Titian Indonesia. Sedangkan juara umum KBGI adalah Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) dan membawa pulang piala bergilir Reka Cipta Griya.

Ketua dewan juri KJI, Dr Ir Heru Purnomo DEA mengumumkan, untuk KJI kategori jembatan baja, ITS memperoleh predikat jembatan paling terealistis, UB memperoleh predikat peralatan K3 terlengkap, jembatan pengerjaan tercepat, jembatan terindah, dan terkokoh. Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) juga mendapat predikat jembatan terimplementatif.

“Untuk KJI kategori jembatan baja, juara pertama diraih Politeknik Negeri Jakarta,” ungkap Heru. Juara pertama, kedua, dan ketiga masing-masing membawa pulang piagam, piala, dan uang pembinaan dengan nominal Rp15 juta, Rp12,5 juta dan Rp10 juta. Sedangkan juara kategori hanya mendapatkan piala dan piagam.

Di KJI kategori jembatan beton ringan, ITB memperoleh predikat jembatan paling realistis dan terindah. Kemudian disusul UB yang membawa predikat peralatan K3 terlengkap, pengerjaan tercepat, jembatan terimplementatif, dan jembatan terkokoh. Atas raihan itu, UB dinobatkan sebagai juara pertama kategori jembatan beton ringan, dan ITB meraih juara kedua. Masing-masing berhak mendapatkan piagam, piala, dan uang pembinaan masing-masing sebesar Rp12 juta dan Rp10 juta.

Di kategori jembatan busur, juara pertama diraih ITS. Universitas Negeri Malang (UM) meraih predikat jembatan terindah, diikuti Universitas Mataram (Unram) yang meraih predikat jembatan terimplementatif dan kreatif, serta ITS yang memperoleh predikat jembatan terkokoh.

Untuk KBGI,  dewan juri yang dipimpin Dr Ir Sigit Darmawan memutuskan Juara I ITS, II Polban dan III diraih UB. Selain itu UB mendapatkan predikat juara di bidang keindahan dan estetika, ITS juara kategori kreativitas dalam rancang bangun, kinerja struktural, dan metoda pelaksanaan, dan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) meraih predikat juara kategori kesesuaian implementasi. (zul/han/nas)

Sumber : www.umm.ac.id

Upaya Muhammadiyah dalam Mewujudkan PT Bermartabat dan Berkemajuan

Majelis Pendidikan Tinggi Pimpinan Pusat Muhammadiyah bekerja sama dengan Universitas Ahmad Dahlan (UAD) gelar rapat koordinasi Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Perguruan Tinggi Aisyiyah se-DIY dan Jateng. Acara yang mengangkat tema “Mewujudkan Perguruan Tinggi Muhammadiyah-Aisyiyah yang Bermartabat dan Berkemajuan” ini berlangsung di Inna Garuda Hotel, Yogyakarta, Selasa (18/11).

Pada kesempatan tersebut, hadir Dr. Kasiyarno, M.Hum. (Rektor UAD), Prof. Dr. Bambang Setiaji (Rektor UMS), dan Prof. Dr Bambang Cipto (Rektor UMY) sebagai pemateri tentang Strategi Penguatan PTM dalam Arus Dinamika Perguruan Tinggi di Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY)  dan Jawa Tengah (Jateng).

Selain mengangkat materi tersebut, juga terdapat materi dengan tema “Mempertegas PTM Sebagai Sarana Dakwah Islam Bermartabat dan Berkemajuan dalam Mencerdaskan Kehidupan Bangsa” yang disampaikan oleh Prof. H. Abdul Malik Fajar, M.Sc.

Menurut Abdul Malik Fajar, yang memiliki martabat dan berkemajuan akan memberikan kemajuan, baik secara psikologis maupun materil kepada orang-orang sekitar. Untuk mencapai kemajuan, butuh seni dalam menggerakkan Muhammadiyah dan tentu konsep-konsep baru agar lebih baik.

“Yang paling utama adalah ide dan cita-cita. Jika kita tidak punya cita-cita, berarti sudah tidak punya mimpi,” lanjutnya.

Acara yang dihadiri 149 peserta dari PTS serta PTA se-DIY dan Jateng tersebut direspons baik oleh Kasiyarno. Sebelum menutup acara, ia menyampaikan, “Untuk mencapai mimpi, kita harus maju bersama agar lebih berkembang. Saya kira acara seperti ini bagus dilaksanakan tiap tahun sekali. Di sini banyak informasi yang kita dapatkan dan menjadi evaluasi untuk lebih berkembang lagi kedepannya.”

Selain itu, Malik Fajar menimpali, “Acara seperti ini sangat bagus dan perlu dilestarikan karena di sini ada komunikasi dan berbagi antar-PTS Muhammadiyah.”

Muhammadiyah Launching Logo dan Lagu Muktamar di UMY

Ada yang berbeda dalam pengajian milad Muhammadiyah ke 105 H/102 M kali ini, yang diselenggarakan di Sportorium Kampus Terpadu UMY, Selasa malam (18/11). Sebab bertepatan dengan milad kali ini, Muhammadiyah melakukan launching logo dan lagu Muktamar Muhammadiyah ke-47 yang akan diselenggarakan di Makassar, Sulawesi Selatan pada 3 hingga 7 Agustus 2015 mendatang. Launching logo dan lagu muktamar Muhammadiyah ke-47 ini dipimpin langsung oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof. Dr. H. M. Din Syamsuddin.

Logo muktamar Muhammadiyah yang dilaunching pada milad Muhammadiyah kali itu bergambar sebuah kapal Pinisi yang sedang mengarungi lautan, dengan layar terkembang berupa angka 47 yang menunjukkan Muktamar Muhammadiyah ke-47. Kapal pinisi yang membawa layar berbentuk angka 47 ini dilatari oleh sinar matahari terbit yang juga memuat tulisan Muhammadiyah dalam bahasa Arab. Simbol matahari terbit dengan tulisan Muhammadiyah ini sebagai lambang resmi organisasi Muhammadiyah. Adapun penggunaan kapal Pinisi sebagai salah satu unsur logo muktamar ini karena muktamar tahun depan akan diselenggarakan di Makassar. Kapal Pinisi merupakan kapal layar tradisional dari suku Bugis dan Makassar.

Sementara itu, lagu muktamar Muhammadiyah yang juga dilaunching pada puncak acara milad Muhammadiyah kali itu, merupakan lagu yang berisikan tentang perjuangan Muhammadiyah sebagai gerakan dakwah pencerahan. Syair lagu muktamar ini ditulis sendiri oleh Prof. Din Syamsuddin selaku Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, kemudian diaransemen oleh seorang musisi terkenal Indonesia, Dwiki Dharmawan. Dalam sela-sela sambutannya, Prof. Din Syamsuddin mengatakan, jika syair lagu tersebut terinspirasi saat dirinya sedang melaksanakan ibadah haji tahun ini. Tepatnya saat dirinya sedang melakukan wukuf di Arafah.

[fusion_builder_container hundred_percent=”yes” overflow=”visible”][fusion_builder_row][fusion_builder_column type=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”no” center_content=”no” min_height=”none”]

Prof. Din Syamsuddin menerima logo muktamar Muhammadiyah ke-47 dari pasukan kraton Ngayogyakarta Hadiningrat
Prof. Din Syamsuddin menerima logo muktamar Muhammadiyah ke-47 dari pasukan kraton Ngayogyakarta Hadiningrat

Selain itu, dalam sambutannya Din mengatakan bahwa malam itu menjadi awal dari langkah panjang untuk muktamar Muhammadiyah dan Aisyiyah di Makassar pada Agustus 2015 yang akan datang. Sebab tantangan yang akan dihadapi Muhammadiyah ke depan semakin berat dan komplek, baik tantangan yang datang dari dalam maupun luar negeri. Namun, hal itu harus tetap menjadikan Muhammadiyah untuk semakin memantapkan tekadnya sebagai gerakan dakwah dan siap menghadapi tantangan yang ada. “Dan Alhamdulillah, dalam putaran waktu, gerakan dakwah pencerahan Muhammadiyah menunjukkan kemajuan yang membanggakan. Dan hal ini patut kita syukuri bersama,” ungkapnya.

Din juga berharap, muktamar yang akan diselenggarakan di Makassar tersebut dapat terselenggara dengan baik dan lancar. Ia juga berharap agar muktamar Muhammadiyah ke-47 dan muktamar 1 Abad Aisyiyah itu dapat menjadi tonggak untuk melancarkan gerakan dakwah pencerahan menuju Indonesia berkemajuan. “Sesuai dengan tema muktamar ke-47, muktamar yang akan datang kita harap bisa menjadi tonggak untuk melancarkan “Dakwah Pencerahan Untuk Indonesia Berkemajuan”. Inilah yang harus jadi komitmen kita bersama. Apa pun yang terjadi di negeri ini, Muhammadiyah tidak akan kehilangan asa dan orientasi untuk tetap menjadi gerakan dakwah demi memajukan agama, bangsa, dan negara,” pungkasnya. (sakinah)

Sumber : www.umy.ac.id

[/fusion_builder_column][/fusion_builder_row][/fusion_builder_container]

Prodi Teknologi Pangan Unimus teken MoU dengan Coolnova® Technology dari Jerman

Jumat, 31 Oktober 2014 barangkali menjadi hari bersejarah bagi Unimus khususnya Program Studi Teknologi Pangan, karena berhasil menggait Coolnova Technology dari Jerman sebagai mitra dalam pelaksanaan workshop di Indonesia, termasuk riset dan pengembangan aplikasi Coolnova dalam industri penyimpanan ikan, daging dan hasil-hasil pertanian lainnya.  Coolnova® merupakan peralatan modern untuk Freezing (pembekuan) defrosting (pencairan kembali) setelah pembekuan untuk produk daging, ikan dan pangan lainnya. Bertindak sebagai pihak yang melakukan tanda tangan adalah Coolnova Technology diwakili Komisaris Perusahaan yaitu Prof Trobjorn Trondsen dan Ketua Program Studi Teknologi Pangan Unimus Siti Aminah STP MSi, disaksikan Rektor Unimus Prof Dr H Djamaluddin Darwis, MA.

Coolnova® menawarkan kualitas hasil defrosted = Kualitas Segar seperti sebelumnya pembekuan sehingga memiliki kualitas yang sama seperti saat ikan ditangkap, daging sehabis penyembelihan, dan buah sehabis dipetik, papar Profesor perikanan dari Norwegia ini. “Tidak ada drip loss, dehidrasi atau oksidasi, pada hal biasanya kehilangan berat bisa mencapai 3-5% setelah pembekuan. Dehidrasi dan oksidasi biasanya tidak bisa dihindari dari produk yang disimpan sehingga menyebabkan discoloring ikan dan daging merah. Coolnova® menawarkan efisiensi pengolahan hingga 75% yaitu penurunan waktu pencairan, juga hemat energi karena hanya membutuhkan 2-5% energi dibandingkan metode defrosting secara manual,” tambahnya.

Rektor Unimus disaksikan Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan  dan Kerjasama Dr H Djoko Setyo Hartono SE MM SH, MKn dan Wakil Rektor I Bidang Akademik Dr Ir Nurrahman MSi menyambut baik rintisan yang dilakukan oleh Prodi Teknologi Pangan Unimus, dimana hal ini sejalan dengan visi Unimus menuju kualitas global untuk melaksanakan riset-riset di tingkat internasional. M Yusuf PhD selaku biro kerjasama luar negeri Unimus berharap pada Dosen dan Mahasiswa di Prodi Teknologi Pangan, Prodi Pendidikan Kimia demikian juga Prodi Teknik Mesin dapat mengambil manfaat dengan kerjasama ini untuk meningkatkan kapasitas kelembagaan dengan belajar kepada pionernya teknologi yaitu Jerman. (admin/gus)

Sumber : www.unimus.ac.id

UMY Jadi Perguruan Tinggi Paling Banyak Terima Dana Hibah Bina Desa​

Capaian prestasi Program Hibah Bina Desa (PHBD) UMY tahun 2014 ini terbilang menggembirakan. Tahun ini tiga kelompok mahasiswa UMY berhasil mendapatkan pendanaan program yang didanai oleh Dirjen DIKTI tersebut. Meningkat dari tahun lalu yang hanya mendapatkan satu pendanaan. Capaian tersebut menempatkan UMY menjadi perguruan tinggi yang paling banyak mendapatkan pendaan diantara enam belas kelompk yang berasal dari sebelas perguruan tinggi negeri maupun swasta yang mengikuti program tersebut di DIY.

Kepala Lembaga Pegembangan Kemahasiswaan dan Alumni UMY, Ir. Agus Nugroho Setiawan, MP beberapa waktu lalu menjelaskan, tiga kelompok mahasiswa yang mendapatkan pendanaan tersebut di antaranya Unit Kegiatan Mahasiswa Pramuka, Himpunan Mahasiswa Akuntansi, dan Badan Eksekutif Mahasiswa FISIPOL. Ia mengungkapkan, kedepannya UMY berkomitmen untuk semakin mendorong dan mendampingi organisasi mahasiswa untuk berkompetisi dalam PHBD guna meningkatkan peran mahasiswa dalam pemberdayaan masyarakat.

Lebih jauh ia menjelaskan, total dana yang didapatkan untuk pelaksanaan PHBD tersebut sebesar Rp. 119.000.000 untuk membina desa yang terkonsentrasi di daerah Pajangan, Bantul. Adapun program pemberdayaan yang dilakukan adalah pemberdayaan anak berkebutuhan khusus di Panti Bina Siwi agar dapat lebih mandiri dengan berkarya melalui kerajinan. Kemudian pengembangan desa eduwisata di Mangir, dan yang terakhir adalah pengembangan Kampung Wisata Santan melalui perbaikan tata kelola keuangan dan teknologi informasi.

Pada tahun ini juga UMY ditunjuk Dirjen Dikti RI sebagai tuan rumah Monitoring Evaluation PHBD 2014 yang akan berlangsung dari tanggal 12 hingga 15 November 2014 mendatang. Sebanyak enam belas kelompok Mahasiswa yang berasal dari sebelas perguruan tinggi negeri maupun swasta di DIY dan Jateng akan mempresentasikan kemajuan pelaksanaan PHBD yang telah dilakasanakan oleh masing-masing tim sejak bulan Juli 2014 lalu.

PHBD merupakan kegiatan pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh para mahasiswa melalui organisasi mahasiswa baik Ikatan Organisasi Mahasiswa Sejenis (IOMS), Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan atau Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM). Diharapkan mahasiswa yang tergabung dalam organisasi pelaksana PHBD ini diharapkan mampu menumbuhkan rasa peduli dan berkontribusi kepada masyarakat di desa agar terbangun desa binaan yang aktif, mandiri, berwirausaha, dan sejahtera. ​

Sumber : www.umy.ac.id

Dinkes Jateng Gandeng Fikes Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Kamis, 13 November 2014, bertempat di Auditorium Ukhuwah Islamiyah, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah bekerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) mengadakan kuliah Umum bertemakan “Transformational Learning Untuk Pengembangan Mutu Sumber Daya Manusia Kesehatan Di Jawa Tengan Dalam Rangka AEC 2015”. Acara dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Pengembangan dan Kerja sama Ir. Regawa Bayu Pamungkas, M.T., Dinas Provinsi Jawa Tengah Sapto Yuniarto, M. Kes, ketua PPNI dan Ketua APTIKES Provinsi Jawa Tengah Ns H. Edy Warayanto, M. Kes, serta diikuti oleh peserta dari perguruan tinggi di bidang kesehatan se-Barlingmascakeb. (15/11)

Dalam kesempatan ini, bertindak sebagai pembuka acara Ir. Regawa Bayu Pamungkas, M.T., mengungkapkan rasa bangga digandeng oleh Dinas Kesehatan Jateng dalam rangka kuliah umum, ia berharap pemerintah bersama Dinas Kesehatan dapat betu-betul bekerjasama dalam menghadapi pasar bebas 2015, sehingga produk yang bersaing di Asean dapat mengeluarkan produk yang unggul dari segi kualitas. Dalam sambutannya Regawa juga menuturkan “Semoga acara ini dapat mendasari pembetukan karakter para calon tenaga kesehatan, agar profesional dibidangnya dan mampu berperan diranah nasional, serta memberikan sumbangsihnya di Asean baik dari segi kognisi maupun non kognisi.” tuturnya.

Acara dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Sapto Yuniaro, M. Kes., dari Dinas Provinsi Jawa Tengah mengenai Kesiapan Tenaga Kesehatan Dalam Menghadapi Pasar Bebas ASEAN 2015, menurutnya dalam menyambut AEC 2015 para calon tenaga yang akan bekerja di bidangnya masing-masing, harus memiliki sikap optimis dan profesional. Dengan pengalaman lebih dari 10 tahun menjadikan Sapto terus mengobarkan semangat kepada para tenaga kesahatan, agar memiliki tujuan sama dalam pembangunan masyarakat demi mengingkatnya kesejahteraan kesehatan . ia juga menyampaikan bahwa ada simpul sehat untuk mencapai sehat yang sempurna yaitu dari segi jiwa, perilaku, konsumsi, dan lingkungan . (Uut)

Sumber : www.ump.ac.id

Universitas Muhamadiyah Jakarta adakan International Multidisciplinary Conference 2014

Rektor Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) Prof. Dr.Hj. Masyitoh Chusnan, M.Ag telah resmi membuka kegiatan International Multidisciplinary Conference 2014 (IMC 2014) di Gedung Sekolah Pascasarjana UMJ lt. 3 Jl. K.H. Ahmad  Dahlan  Cirendeu  Ciputat Timur  Tangerang Selatan. Rabu (12/11)

Prof.Dr. Hj.Masyitoh chusnan, M.Ag dalam sambutannya menyampaikan penghargaannya kepada para peserta konfrensi yang hadir dari berbagai Negara dan tidak lupa pula mengucapkan terima kasih kepada penyelenggara Pascasarjana UMJ yang telah berupaya dan bekerja keras dalam mensukseskan acara International Multidisciplinary Conference 2014 (IMC 2014) ini. “welcome to the University of Muhammadiyah Jakarta” sambut Rektor UMJ.

Menurutnya, Konfrensi ini memberikan arti tersendiri kepada Perguaruan Tinggi, terutama Universitas Muhammadiyah Jakarta untuk menjawab tantangan yang akan dihadapi pada Masyarakat Ekonomi Asean. Masyitoh menjelaskan kalau Perguruan Tinggi harus mempersiapkan diri, karena  mempunyai tugas penting dalam membentuk sumber daya manusia Indonesia untuk menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean mendatang.

“Indonesia saat ini mempunyai stok pengusaha kurang dari 4%, sedangkan setiap Negara harus mempunyai minimal 4% pengusaha agar pertumbuhan ekonomi baik” Jelas Rektor.

Ketua Panitia Pelaksana Prof.Adi Fahrudin,P.hd menyampaikain International Multidisciplinary Conference 2014 (IMC 2014) yang digelar dari tanggal 12-13 November 2014  ini diberi tema “Asean Economic Community: Transformation, Policy, Partnership and Action Toward Regional Prosperity” yang diikuti oleh berbagai kalangan akademisi dan praktisi dari beberapa Negara seperti Malaysia, Filipina, Korea,  Taiwan, Turki, Denmark, Kirgistan, Australia dan Indonesia. Dan diisi oleh Dr. AKP Mochtan (Deputy Secretary-General of ASEAN for Community and Corporate Affairs), Professor Datuk Dr. Yahaya Bin Ibrahim (Vice Consellor – University Sultan Zainal Abidin, Malaysia), dan Professor Dr. Choi Won-Gyu, MSW (Vice-President for Student Affair, Chonbuk National University, Chonju, Korea Selatan).

Ada delapan tema pembahasan pada konfrensi ini yaitu 1).Politic, Policy, Law and Governance, 2).Economic, FInance and Management, 3)Science, Environment and Technology, 4)Language, Media and Communication, 5)Psychology, Education and Development, 6)Health Nursing and Social Work, 7). Religion, Art, Culture and Tourism, 8).Children, Women and Family. “Hasil konfrensi ini akan memberikan masukan atau usulan kepada pemerintah terkait ekonomi Asean”Jelas Prof.Adi Fahrudin saat diwanwancai. (Ibl)

Sumber Berita: www.umj.ac.id

Tinjau Pengembangan Islam, UNISZA Malaysia Kunjungi UMY

Dalam memajukan institusi pendidikan, ada hal-hal yang belum mampu dimaksimalkan oleh institusi pendidikan itu untuk menjadi pendidikan yang mampu memenuhi standar pendidikan sesuai dengan visi misi institusi pendidikan. Dalam hal pengembangan wawasan Islam dalam istitusi pendidikan perlu adanya tinjauan lebih dalam kepada insitusi pendidikan yang sudah mampu dengan baik dalam hal mengembangkan wawasan Islam dalam sebuah universitas.

Itulah yang disampaikan oleh DR. Muhammad Syafiee Bin Hamzah selaku Direktur Islamic Center Universitas Sultan Zainal Abidin Malaysia (UNISZA) saat kunjunganya ke Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Dalam kunjungan tersebut Syafiee ditemani oleh Kepala Biro Kemahasiswaan, Dekan Fakultas Agama Islam dan Staff yang disambut oleh Dr. H. Khairuddin Khamsin. Lc ketua Lembaga Pengkajian dan Pengamalan Islam (LPPI) UMY beserta staff di Ruang Sidang AR. Fachruddin A UMY, Rabu (12/11).

Dalam kunjungan tersebut Syafiee juga menyampaikan bahwa pihaknya datang untuk meningkatkan hubungan dan jaringan universitas di kedua negara, dan juga pihaknya ingin bertukar pendapat dalam membangun universitas Islam. Karena menurutnya UMY berhasil dalam pengembangan tersebut.

“Kami datang yang pertama adalah untuk jaringan universitas antar bangsa, dan yang kedua adalah bagaimana kita dapat bertukar pikiran serta pendapat dalam membangun universitas Islam. Sehingga hal tersebut nantinya bisa juga dikembangkan oleh UNISZA di Malaysia, karena menurut saya bahwa UNISZA dan UMY mempunyai kesamaan dalam visi misinya mengembangkan pendidikan di universitas,” ujarnya.

Senada dengan Syafiee, Khairuddin Khamsin selaku ketua LPPI mengungkapkan bahwa di luar konteks acara kunjungan, UMY dan Universitas-Universitas yang ada di Malaysia sudah sejak lama memiliki hubungan yang sangat erat. Banyak pertukaran pelajar yang diadakan ke Malaysia begitu juga sebaliknya, dan di UMY juga banyak dosen-dosen dari alumni universitas yang ada di Malaysia. Hal ini terjadi karena memang banyak universitas di Malaysia memiliki kesamaan peran dalam hal Dakwah Islam dengan UMY.

“Terlepas dari acara ini, memang sudah lama kami menjalin hubungan erat dengan universitas yang ada di Malaysia, kita mengadakan pertukaran mahasiswa setiap tahun. Selain itu juga banyak dosen-dosen di UMY dan ada beberapa dosen hukum kami lulusan dari Universitas di Malaysia. Misalnya seperti IIUM atau Universitas Antar Bangsa Malaysia,” ungkap Khairuddin.

Dalam sesi kunjungan, Khairuddin menyampaikan penjelesan melalui Slide Presentasi mengenai profil UMY, dan juga hal apa saja yang telah dilakukan UMY dalam hal pengembangan Agama Islam serta ilmu Kemuhammadiyahan kepada staff akademik dan juga mahasiswa secara menyeluruh dalam aktifitas akademik di UMY sehari-hari. (Shidqi)

Sumber : www.umy.ac.id