UMP Datangkan Pakar Geografi dari Nepal

Makin kental terasa atmosfir internasionalisasi di Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) dengan rutin diadakannya kuliah umum yang mendatangkan pakar keilmuan dari berbagai Negara. Kali ini giliran Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Pendidikan Geografi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) menggelar kuliah umum bertajuk “Comparative Study Between Yogyakarta and Kathmandu Valley in Geography and Education Perspective” Senin (1/12).

Kuliah umum bertempat di lantai 4, gedung Q, Fakultas Kedokteran UMP dengan mendatangkan pakar geografi dari Nepal, Shreema Rana, B.Eng, MSc, Tribhuvan University, Doctor Candidate in Geography and Resource Studies, Universitas Gadjah Mada.  Wakil Rektor Bidang Pengembangan dan Kerjasama, Ir. Regawa Bayu Pamungkas MT memastikan UMP telah banyak mendatangkan tamu dari luar negeri mulai dari kawasan Afrika, Asia, Australia hingga Eropa. Ini merupakan komitmen nyata UMP untuk menempatkan dirinya sebagai world class university. “Ini juga pertama kalinya bagi prodi pendidikan geografi menggelar kuliah umum dengan tamu internasional,” katanya.

Regawa paham benar bahwa internasionalisasi bukan hanya sebatas mendatangkan pakar luar negeri tetapi juga kemapanan di semua lini universitas. UMP semakin memantapkan diri dengan berbagai program internasional yang sudah dan akan dilaksanakan dalam setiap periodenya. UMP juga telah menjalin komunikasi intensif dengan banyak perguruan tinggi luar negeri. “Kerjasama internasional kita sudah baik dan akan semakin ditingkatkan,” tuturnya.

Di hadapan ratusan mahasiswa, Shreema Rana, B.Eng, MSc banyak memaparkan tentang tantangan terbesar kemanusiaan. Menurutnya, two big challenges facing humanity are climate change and urbanization. “Climate change is natural system and urbanization is human system,” paparnya. Ia menekankan bahwa keduanya disebabkan oleh manusia, berdampak jangka panjang dan sangat mempengaruhi negara berkembang. Shreema juga banyak menceritakan perbandingan Kathmandu, Nepal dan Yogyakarta, Indonesia. Mahasiswa nampak antusias mengikuti kuliah umum ini, tidak sedikit diantara mereka yang aktif melontarkan pertanyaan. (Pra)

Sumber : www.ump.ac.id

Muhammadiyah Medical Student Activities UMY Pecahkan Rekor MURI

Muhammadiyah Medical Student Activities Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (MMSA UMY) kembali memecahkan rekor MURI, kali ini dengan membuat rangkaian pita merah HIV/AIDS terbesar se-Indonesia. Pita AIDS berukuran 3×5 meter tersebut terbuat dari rangkaian 11.214 pita. Pita tersebut dibuat untuk memperingati hari AIDS sedunia yang jatuh pada 1 Desember mendatang.

Ketua Pelaksana, M. Prakasa Wicaksono menuturkan, puluhan ribu pita itu disusun oleh civitas akademika UMY yang datang di sekitar lokasi. Hal itu sebagai bentuk sosialisasi akan bahayanya HIV/AIDS kepada masyarakat khususnya para civitas akademika UMY. Jumlah pita yang digunakan dalam kegiatan itu pun sengaja dibuat spesial agar sesuai dengan hari AIDS sedunia tahun ini. Sedangkan acara pemberian sertifikat pemecahan rekor itu akan diberikan secara resmi oleh MURI pada tanggal 26 Desember mendatang bertepatan dengan ulang tahun MMSA UMY. “Jumlah pita kecilnya 11.214, karena hari aids 11 Desember 2014,” jelas Wicaksono saat ditemui di lokasi pemecahan rekor yang digelar di Lobby gedung Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UMY, Jum’at (28/11).

Wicaksono menjelaskan, selain menyusun pita, mahasiswa yang berada di sekitar lokasi pita HIV/AIDS mendapatkan penjelasan tentang penularan salah satu penyakit paling mematikan di dunia itu. Sebab menuturnya saat ini masih banyak stigma negatif kepada penderita HIV/AIDS yang muncul karena informasi keliru yang beredar di masyarakat seperti takut berdekatan dengan penderita HIV/AIDS.

Padahal HIV/AIDS sendiri, sambung Wicaksono, tidak akan menular melalui sentuhan hingga pelukan, oleh sebab itu sangat penting untuk memberikan informasi yang benar kepada masyarakat, hal itu untuk meningkatkan kesadaran mereka agar lebih peduli terhadap penderita.

“Juga untuk menghilangkan stigma yang salah di masyarakat. Misalnya seperti tidak mau dekat dengan penderita, seperti pelukan dan jabatan tangan, itu salah. Padahal AIDS tidak menular melalui sentuhan dan pelukan. Bahkan, menelan liur penderita pun belum cukup untuk menginfeksi kita,” sambung mahasiswa Kedokteran Umum UMY angkatan 2012 itu.

Wicaksono mengatakan, masyarakat tidak perlu takut untuk berinteraksi dan bergaul dengan penderita HIV/AIDS di kehidupan sehari-hari. Namun, masyarkat jangan pernah untuk melakukan aktifitas yang menularkan penyakit tersebut, seperti gaya hidup tidak sehat dengan prilaku sex bebas. Menurutnya penyadaran itu sangat penting, sebab penderita HIV/AIDS di Pulau Jawa sudah mencapai angka dua belas ribu.

Ia juga mengatakan, kegiatan itu merupakan bentuk tanggung jawabnya sebagai mahasiswa kedokteran untuk memberikan penyadaran kepada masyarakat akan pentingnya gaya hidup sehat agar tidak terkena resiko tertular HIV/AIDS. “Bergaul tidak masalah. Ini juga untuk mempromosikan gaya hidup dan pergaulan yang sehat. Kita belum bisa untuk menyembuhkan penyakit karena kita masih mahasiswa, sehingga kita saat ini hanya bisa menumbuhkan kesadaran.”

Dalam dua tahun terakhir MMSA UMY telah dua kali melakukan pemecahan rekor MURI. Bulan Agustus 2013 lalu para mahasiswa kedokteran itu tercatat memecahkan rekor dengan mengenalkan autisme melalui penataan kubus bergambar pita autisme dari 22.000 puzzle.

Sumber : www.umy.ac.id

CDC Asah Percaya Diri Mahasiwa

Untuk meraih sukses bukan hanya didapat dari sekedar nilai akademik, kurangnya rasa percaya diri akan mengurangi modal pada pencapaian karir sebagai tenaga kerja. Pentingnya self confident disegala aspek kehidupan, terutama bagi mahasiswa yang akan menghadapi persaingan di dunia luar, maka pada Selasa (25/11) Career Development Center (CDC) Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) menggelar training bertajuk “Membangun kepercayaan diri untuk meraih prestasi”. Acara dihadiri oleh Rektor UMP Dr H. Syamsuhadi Irsyad SH MH, Wakli Rektor Bidang Kemahasiswaan Anjar Nugroho MSi, dan narasumber dari Badan Pendidikan dan Latihan Provinsi Jawa Timur Rumliyanto. Bertempat di Aula AK Anshori dengan peserta dari mahassiswa UMP. (25/11)

Ketua CDC Agus Mulyadi Purnawanto SP MP, mengungkapkan, acara ini tentunya guna mengatasi permasalahan  pada diri mahasiswa sebagai produk Sumber Daya Manusia (SDM) yang akan bersaing di lapangan pekerjaan. Ia juga menegaskan, “Produk handal bukan sekedar dari nilai ijazah, kualitas SDM harus dimiliki dari segi kompetensi diri yang perlu diasah sehingga sepadan dengan nilai jual layak sebagai tenaga kerja,” tegas Agus.

Pembuka acara Rektor Dr H. Syamsuhadi Irsyhad SH MH, dalam sambutannya menyampaikan, pelatiahan ini perlu guna memperoleh hal penting sebagai peningkatkan kepercayaan diri, sehingga kebutuhan dan kondisi lapangan yang akan datang dapat tergambar, terjelas dan terfikirkan untuk dapat diantisipasi.  Rektor menambahkan “Kaitannya dengan ini, CDC sendiri memiliki program kegiatan berupa co extraculliculer seperti best, smart, success, dan lainnya, sebagai pelatihan soft skill mahasiswa untuk menyiapkan SDM yang siap bersaing di dunia global,” tambah rektor.

Pengantar materi Ramliyanto membawa tema Membangun dan mengembangkan kepercayaan diri menuju pribadi yang unggul, dalam penyampaiannya Ramli mengungkapkan, paradigma di dunia pekerjaan dari tahun ke tahun mengalami pergeseran, era sekarang bukan lagi mengandalkan ijazah dan tenaga saja, akan tetapi kini bakat menjadi modal utama untuk mencapai karir. “Kompetensi berupa keterampilan, sikap kominkatif, dan etika juga kunci dalam pengembangan kepercayaan diri,” jelas Ramli. (Uut)

Sumber : www.ump.ac.id

Prof Bambang Minta Dosen PTM ‘Ngedan’

Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) harus berani tidak mengikuti pemerintah, jika ingin punya daya saing yang lebih baik.

“Kalau kita terjebak mengikuti pemerintah terus posisinya akan berada di kelas dua. Kita harus berani tidak mengikuti pemerintah agar bisa bersaing atau menjadi nomor satu,” kata Rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Prof Dr Bambang Setiaji MS, pada pembukaan Konferensi Nasional Ekonomi dan Bisnis Forum Dekan Ekonomi & Bisnis PTM se Indonesia, Rabu.

Keberanian ‘ngedan’ dalam melakukan inovasi kurikulum FEB sangat dibutuhkan. Karena masing-masing sebenarnya memiliki kesempatan 40 persen untuk mengisi keunggulan yang diinginkan. “Kalau 100 persen mengikuti kurikulum pemerintah mau tidak mau hanya berada di urutan kedua. Jadi porsi 40 persen yang ada harus dikerjakan secara maksimal untuk memberikan keunggulan lulusan FEB PTM.”

Prof Bambang mengakui untuk mengajak ke sana tidaklah mudah. Dicontohkan UMS dulu pernah memberikan tambahan mata kuliah Bahasa Inggris menjadi 32 SKS. Peningkatan ini perlu dilakukan mengingat instansi dan perusahaan membutuhkan kompetensi tersebut. Ternyata para dekan menyatakan keberatan dan akhirnya kembali ke bobot SKS seperti semula.

Konferensi Nasional Ekonomi dan Bisnis Forum Dekan FEB PTM se Indonesia diikuti 40 peserta dari 15 PTM dari Aceh, Palembang, Palu dan Jawa. Setelah pembukaan dilanjutkan keynote spekers Dr Lukman Hakim dari FEB Universitas Sebelas Maret (UNS). (Qom)

Sumber : www.krjogja.com

Bank Syariah Bukopin Bantu Pembiayaan Kuliah Mahasiswa

Menandai Hari Jadi ke 56, Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memberikan kemudahan bagi para mahasiswa untuk mendapatkan sumber pembiayaan. Pada tahap pertama diberikan kepada mahasiswa yang biaya kuliahnya mahal seperti Fakultas Kedokteran, Kedokteran Gigi dan Double Degree. Sumber pembiayaan diperoleh dari kerjasama dengan Bank Syariah Bukopin (BSB).

“Kami menyambut baik atas kerjasama dengan Bank Syariah Bukopin yang memberikan pembiyaan bagi mahasiswa UMS. Dengan adanya sumber pembiayaan ini, mahasiswa akan lancar dalam menempuh studi,” jelas Prof Dr Bambang Setiaji MS, Rektor UMS usai menandatangani naskah kerjasama dengan Direktur Utama BSB, Riyanto pada Peringatan Hari Jadi UMS ke 56 di auditorium Moh Djazman kampus Pabelan, Jumat (07/11/2014).

Dua fakultas dan program double degree yang mendapatkan fasilitas pembiayaan karena membutuhkan biaya mahal sekitar Rp 300 juta. Dengan adanya pembiayaan dari BSB, rektor Prof Bambang menjadi lebih tenang. Karena mereka tidak akan tersendat studinya karena biaya. “Dan mereka tidak akan mengajukan pinjaman ke UMS, karena sudah disediakan bank,” katanya.

Dirut BSB, Riyanto menjelaskan program pembiayaan iB pendidikan ke UMS adalah yang kali pertama diluncurkan. Untuk memback-up program tersebut telah disiapkan dana sekitar Rp 5 milyar. Ia berharap dalam 1-2 tahun sudah berjalan, berikutnya BSB akan mengembangkan ke Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) yang lain. Dan tak menutup kemungkinan juga dilaksanakan di perguruan tinggi negeri.

Program pembiayaan iB pendidikan yang diluncurkan BSB berbeda dengan Kredit Mahasiswa Indonesia (KMI). Karena pembiayaan diberikan kepada orangtua mahasiswa. Hanya saja ketika dana cair tidak diberikan kepada orangtua atau mahasiswa, melainkan langsung disalurkan ke universitas sesuai dengan kebutuhan. Misalnya, untuk membayar uang kuliah, tambah Evi Yulia K, Head of Coorporate Secretary BSB.

Syarat untuk mendapatkan pembiayaan adalah diterima sebagai mahasiswa, mendapat rekomendasi dari pimpinan universitas dan ada kesanggupan orangtua untuk mengembalikan. Pembiayaan bisa dipergunakan untuk melunasi uang masuk kuliah, ujian semesteran dan sebagainya sesuai yang direkomendasikan UMS. (Qom)

Sumber : www.krjogja.com

Pemuda Punya Pengaruh Kuat Ciptakan Perdamaian Dunia

Saat ini, pemuda dipandang sebagai salah satu ujung tombak pembangunan dan pembawa perdamaian dunia di masa depan. Pemuda memiliki pengaruh yang cukup kuat untuk menciptakan perdamaian di dunia. Pemuda yang selalu punya pikiran kreatif dan inovasi terbaru, dianggap memiliki peluang besar untuk ikut berpartisipasi dalam perdamaian dunia. Akan tetapi, belum banyak pemuda yang menyadari posisi strategisnya tersebut. Karena itulah, forum-forum internasional untuk membangkitkan kesadaran para pemuda agar ikut berkiprah dalam menciptakan perdamian dunia kini mulai digalakkan. Salah satu kegiatan tersebut seperti International Young Leader Assembly.

Dalam International Young Leader Assembly kelima yang diselenggarakan di Bangkok, Thailand pada 27 hingga 31 Oktober 2014 yang lalu ini, yang bertemakan “Moral and Innovative Leadership: Service and Entrepreneurship”, para pemuda perwakilan dari seluruh dunia berkumpul dalam acara yang diinisiasi oleh Global Peace Foundation dan Global Young Leaders Academy. Di sana mereka diberikan pemaparan mengenai peluang pemuda sebagai agen perdamaian dunia. Bahkan mereka juga turut merumuskan pernyataan dan apa saja yang harus dilakukan oleh pemuda untuk berkontribusi menciptakan perdamaian dunia. Pernyataan tersebut terangkum dalam Bangkok Statement yang sudah diresmikan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 28 Oktober 2014 yang lalu.

Dalam forum ini, sebanyak 11 pemuda dari Indonesia pun turut berpartisipasi bersama sebagai representatif Indonesia. 11 pemuda ini merupakan mahasiswa yang berasal dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Universitas Indonesia (UI), Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung, Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya, Universitas Negeri Manado, dan Universitas Nasional Jakarta. Selain kesebelas mahasiswa ini, juga ada satu perwakilan dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI.

Ahmad Jawwad dan Fitri Navisah Fauziyah, selaku perwakilan dari UMY, saat ditemui pada Rabu (26/11) menjelaskan bahwa ada dua kegiatan utama yang mereka jalani dalam forum tersebut. Pertama, diskusi mengenai peran dan potensi pemuda di dunia dalam upaya ikut menciptakan perdamaian. Kedua, membuat penyataan Bangkok Statement yang berisi poin-poin bagaimana dan langkah apa saja yang harus dilakukan pemuda untuk menciptakan perdamaian. “Agenda pertama adalah diskusi yang dilakukan saat jamuan makan malam di kediaman Kedutaan Amerika Serikat untuk Thailand. Dalam jamuan makan malam ini, kami, para pemuda perwakilan dari seluruh dunia, membahas tentang posisi pemuda yang cukup berpengaruh. Dalam diskusi itu, fokus utama yang kita ambil juga mengenai peningkatan kesadaran para pemuda, bahwa kita sebagai pemuda itu sebenarnya punya pengaruh yang kuat untuk menciptakan perdamaian dunia di masa depan,” ujar Ahmad Jawwad.

Pengaruh yang kuat itu menurut Jawwad seperti memaksimalkan potensi pemuda yang memiliki banyak ide kreatif dan inovasi. Selain itu juga ikut melakukan pembangunan berkelanjutan dalam bidang-bidang utama, seperti pelayanan dan peduli lingkungan, entrepreneurship (kewirausahaan) dari kalangan pemuda, melakukan pendidikan interaktif dan diskusi mengenai penanggulangan bencana baik yang murni bencana alam atau karena ulah tangan manusia, membangun budaya perdamaian dengan cara saling memahami budaya orang lain yang berbeda melalui pendidikan dan penyadaran, peduli terhadap kesehatan sesama, khususnya kalangan remaja, dan menjadi sukarelawan serta melakukan program pertukaran budaya dengan negara lain untuk mempromosikan perdamaian dan pembangunan dunia.

“Semua itu juga sudah tertuang dalam draft Bangkok Statement​. Selain itu, untuk membantu menciptakan perdamaian dunia, pemuda juga harus punya beberapa modal utama. Yakni, melibatkan diri dalam pemberdayaan pemuda, hal ini bisa dilakukan juga melalui sosial media yang saat ini sudah sangat disenangi oleh kalangan muda. Kemudian bekerjasama dengan institusi sosial untuk melakukan penelitian mengenai pengetahuan generasi muda tentang isu-isu sosial, meningkatkan kapasitas relawan dari kalangan muda di tingkat nasional dan regional, bergabung dalam perkumpulan sukarelawan multilateral internasional, dan ikut terlibat dalam menyusun kerangka tujuan pembangunan berkelanjutan,” ungkap mahasiswa Hubungan Internasional UMY ini lagi, yang juga menjabat sebagai Deputi Sekretaris Jenderal ASEAN Youth Leaders Association.

Jawwad juga menambahkan bahwa pernyataan dalam Bangkok Statement tersebut nantinya akan dimasukkan dalam Sustainable Development Goals (SDGs) 2015. SDGs 2015 merupakan agenda lanjutan dari MDGs (program pengentasan kemiskinan dunia). Akan tetapi, dalam SDGs ini lebih difokuskan pada agenda pembangunan pasca 2015 untuk pembanguan berkelanjutan yang lebih luas lagi. Dalam acara ini pula, para pemuda yang menjadi representatif dari negaranya diberikan gelar Global Ambassador.

Sumber : www.umy.ac.id

STIKES Muhammadiyah Kudus Gelar Seminar Nasional Kesehatan

Sabtu, 22November 2014, bertempat di Auditorium Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Muhammadiyah Kudus, Mahasiswa STIKES Muhammadiyah Kudus menggelar seminar NasionalKesehatan dengan tema meningkatkan keterampilan Entrepreneur tenaga kesehatan dengan semangat 3 TIF (Produktif, Kreatif, dan Inovatif). Acara ini diikuti oleh 400 mahasiswa calon tenaga medis dari berbagai kampus.

Ketua panitia Seminar Nasional Kesehatan, Yova Arizal mengatakan, kegiatan ini diharapkan mampu membuka wawasan bagi calon tenaga medis agar memiliki semangat produktif, kreatif, dan inovatif.

Acara ini dibuka oleh Wakil Ketua 1 bidang Akademik, Noor Hidayah, A.Kep., M.Kes. Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa Kegiatan kali ini merupakan kegiatan wajib yang rutin diselenggarakan oleh mahasiswa tingkat III S1 Keperawatan. Kegiatan kali ini akan memberikan pemahaman akan konsep praktis dan trik khusus bagaimana menjadi tenaga medis yang sukses.

Bertindak sebagai narasumber dalam kegiatan ini, Dosen Unpad, Iyus Yosep, S.Kep. M.Si., dengan materi membangun jiwa entrepreneur kesehatan yang produktif, kteatif, dan inovatif, Mulastin, S.SiT., M.Kes., dosen Akbid al-Hikmah Jepara dengan materi meningkatkan keterampilan entrepreneur nakes dengan semangat 3tifyang dimoderatori oleh Rizka Himawan, S.Psi., dosen Stikes Muhammadiyah Kudus

Iyus Yosep, dalam paparannya mengatakan, bahwa tenaga medis di Indonesia sangat banyak tetapi tidak kuat karena menghindarkan diri dari media, ekonomi, dan politik. Kebanyakan terjebak kepada doktrin altruism dan linierisme. Menurutnya hal ini akan berakibat kepada prokdutifitas yang sangat rendah yang akan memberikan dampak kepada penghasilan yang rendah pula. Sedangkan Mulastin menambahkan bahwa tenaga kesehatan perlu melihat secara jeli potensi-potensi yang ada khususnya potensi yang ada dalam diri. (*)

Sumber : www.stikesmuhkudus.ac.id

Minggu Pagi Pajang Sehat Bersama Profesi Ners STIKES Aisyiyah Surakarta

Demi terciptanya masyarakat yang sehat dan menjalin kebersamaan yang harmonis antar warga, masyarakat RW 03 Pajang kecamatan Laweyan Surakarta dan mahasiswa profesi Ners STIKES ‘Aisyiyah surakarta menyelenggarakan Jalan Sehat pada hari Minggu, 9 November 2014. Jalan sehat yang diikuti oleh 347 peserta ini berjalan dengan sangat meriah. Warga Laweyan yang terdiri dari berbagai umur sangat antusias untuk mengikuti acara tersebut.

Mahasiswa profesi ners juga memberikan penyuluhan kesehatan kepada warga dan mengadakan Senam Kebugaran dengan instruktur dari mahasiswa profesi ners. Selain itu juga dibuka stand pemeriksaan seperti pemeriksaan tekanan darah, cek gula darah, asam urat dan kolestrol. Pengundian kupon dan doorprice diberikan kepada warga yang dapat menjawab pertanyaan dari pembawa acara terkait dengan penyuluhan kesehatan yang diberikan oleh mahasiswa profesi ners. Jalan sehat ini berhadiah utama satu buah televisi 15 inchi. Ketua RW 03 dan ketua POKJAKES RW 03 juga diminta untuk mengambil kupon untuk puluhan hadiah menarik lainnya. Gilang anak usia 12 tahun yang berhasil membawa pulang hadiah utama, wajahnya nampak sumringah ketika nomer kuponnya dibacakan oleh pembawa acara.

Mahasiswa profesi ners yang diketuai oleh Agung Hendra Saputra S. Kep dengan 8 orang anggota kelompok mengaku sangat puas ketika melihat antusias warga yang sangat tinggi. “ kami sangat puas karena tujuan kami tercapai, kami hanya ingin mengaplikasikan ilmu kami dan yang paling penting kami ingin meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan” kata Anggit Hernani salah satu mahasiswa profesi ners stikes ‘aisyiyah surakarta.

Sumber : www.stikes-aisyiyah.ac.id

Kerjasama Internasional Dan Humas Gelar Pekan Budaya Dan Lomba SMA

Guna membangkitkan rasa cinta terhadap budaya bangsa, untuk mendidik mahasiswa dan seluruh civitas akademika tentang budaya Indonesia yang berasal dari berbagai daerah, bahkan juga yang berasal dari negara-negara lain tentang lokasi geografis mereka, masyarakat, agama, budaya, dan tradisi, Unit Kerjasama Internasional dan Humas (KUIH) STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta (SAY) akan menggelar Edu Culture Fest 2014 (ECF 2014).

Kegiatan yang akan digelar pada 28 Desember 2014 ini juga mengundang kelompok siswa SMU perwakilan di Daerah Istimewa Yogyakarta untuk mengikuti berbagai lomba. Kesempatan yang sangat baik untuk mahasiswa-mahasiswa multikultur untuk mengenal lebih jauh lagi dan mempromosikan kebudayaan dan acara mereka ke seluruh warga masyarakat.

Koordinator KUIH SAY, Indriani, M.Sc mengatakan bahwa event ini merupakan harapan kami untuk menciptakan kesempatan bagi siswa untuk datang bersama-sama untuk merayakan dan berbagi warisan budaya mereka yang kaya dengan semua masyarakat kampus.

Lebih lanjut Indri menjelaskan bahwa ECF 2014 ini juga sebagai wadah untuk menampung kreativitas mahasiswa yang diharapkan mampu menimbulkan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat serta menumbuhkan jiwa enterpreneurship di kalangan mahasiswa. Festival yang mengangkat tema “United in Diversity” ini akan diikuti seluruh mahasiswa Stikes Aisyiyah Yogyakarta mulai dari mahasiswa semester 1 sampai semester 8. Juga turut mengundang siswa kelas X, XI, XII SMA, dan SMK dari perwakilan SMU di daerah istimewa Yogyakarta dan propinsi di Indonesia. Berbagai lomba untuk siswa SMA antara lain lomba tari, puisi, desain logo, poster edukatif dan karya ilmiah remaja. Sedangkan lomba untuk mahasiswa SAY antara lain lomba kreasi stand budaya nasional dan internasional, lomba tari dan fotografi.

Bagi yang berminat segera mendaftar dan unduh formulir di https://www.stikesaisyiyah.ac.id/index.php/public/agenda/detail/118.

Sumber : www.stikes-aisyiyah-jogja.ac.id

OSDIK dan Masta STIKES Muhammadiyah Banjarmasin

Kegiatan orientasi mahasiswa baru STIKES Muhammadiyah Banjarmasin tidak berkahir hanya pada kegiatan Orientasi Perguruan Tinggi (OPT) yang sebelumnya diselenggarakan pada tanggal 12 s.d 14 Septermber 2014 di Kampus 1 STIKES Muhammadiyah Banjarmasin. Lanjutan kegiatan tersebut yaitu diselengga-rakannya kegiatan Orientasi Studi Dasar Islam (OSDIK) dan Masa Ta’aruf (Masta) yang diselenggarakan selama dua hari satu malam yaitu pada tanggal 11 dan 12 November 2014 bertempat di Asrama Haji Landasan Ulin Banjarbaru.

OSDIK adalah sebuah kegiatan rutin yang dilaksanakan tiap tahun di STIKES Muhammadiyah Banjarmasin, merupakan agenda wajib bagi seluruh perguruan tinggi Muhammadiyah di seluruh Indonesia. Namun makna kegiatan OSDIK ini tidaklah sekedar rutinitas formal yang telah menjadi kewajiban semata, secara substantif memiliki makna yang strategis dalam memberikan orientasi dasar agama Islam dan Kemuhammadiyahan bagi mahasiswa. Orientasi ini penting agar atmosfir akademik di lingkungan civitas akademika STIKES Muhammadiyah Banjarmasin tidak tercabut dari napas kampus Islami yang telah menjadi ciri keunggulan yang terabadikan dalam visi jangka panjang STIKES Muhammadiyah Banjarmasin yaitu mencetak tenaga kesehatan yang profesional dan Islami. Kegiatan ini wajib diikuti oleh semua mahasiswa baru STIKES Muhammadiyah Banjarmasin pada tiap tahunnya, dengan lebih mengkhususkan pada pemberian pengetahuan dan pemahaman dasar mengenai ke-Islaman.

Sebanyak 397 mahasiswa STIKES  Muhammadiyah Banjarmasin hari ini, Selasa (11 November 2014) mengikuti pembekalan OSDIK 2014/2015, 107 mahasiswa laki-laki dan 290 mahasiswa perempuan. Mahasiwa Program Studi S1 Keperawatan berjumlah 129 mahasiswa, Program Studi D3 Keperawatan berjumlah 59 mahasiswa, Program Studi D3 Keperawatan KI berjumlah 14 mahasiswa, Program Studi D3 Kebidanan berjumlah 100 mahasiswa, Program Studi D3 Farmasi berjumlah 92 mahasiswa. Acara pembukaan OPT dihadiri oleh unsur Pimpinan STIKES Muhammadiyah Banjarmasin, perwakilan dari Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalsel, serta unsur BPH STIKES Muhammadiyah Banjarmasin. Sambutan pertama acara pembukaan disampaikan oleh Ketua Panitia OSDIK dan Masa Ta’aruf (Masta) STIKES Muhammadiyah Banjarmasin Bapak Muhammad Wahyudi Khairani, S.Pd.I, kemudian dilanjutkan sambutan Ketua STIKES Muhammadiyah Banjarmasin, Bapak M. Syafwani, S.Kp., M.Kep., Sp.Jiwa. Penyampaian pidato iftitah oleh Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalimantan Selatan Prof. DR. Ahmad Khairuddin, M.Ag. sekaligus membuka rangkaian kegiatan OSDIK mahasiswa baru STIKES Muhammadiyah Banjarmasin Tahun Akademik 2014/2015.

Pada tahun 2014 ini kegiatan OSDIK yang dikoordinir langsung oleh Wakil Ketua  STIKES Muhammadiyah Banjarmasin, Bidang Kemahasiswaan & Al Islam Kemuhammadiyahan (AIK) yang juga menjabat sebagai Sekretaris Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Wilayah Kalimantan Selatan, Ibu  Hj. Musphyanti Ch., SST., M.Pd. mengambil tema “Menyiapkan Generasi Profesional Islami Yang Berkemajuan”. Tema sentral ini menarik untuk diangkat keperkemukaan untuk menampilkan wajah Islam yang sebenarnya. Pada momentum ini  yang diusung paling tidak memiliki lima pilar diantaranya; Tauhid yang murni; Pemahaman yang mendalam dan benar terhadap Alqur’an dan Hadits; melembagakan amal sholeh yang fungsional dan solutif; berorientasikan ke-kinian dan masa depan; serta bersikap toleran, moderat dan suka berkerjasama.

Hari pertama pembekalan OSDIK disisipi materi Pengenalan Visi, Misi dan Gerakan Muhammadiyah oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalimantan Selatan Prof. DR. Ahmad Khairuddin, M.Ag., Paham Agama dalam Muhammadiyah oleh Ketua BPH STIKES Muhammadiyah Banjarmasin, Bapak Dr. Ridhahani Fidzi, M.Pd., Ibadah (Panduan Thaharah dan Shalat) oleh Bapak Riza Rahman, Lc., Pengenalan Organisasi Otonom dalam Muhammadiyah oleh Majelis Pendidikan Kader Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalsel.

Rangkaian kegiatan malam diisi dengan Masa Ta’aruf (Masta) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) oleh perwakilan IMM daerah, Cabang, dan Komisariat STIKES Muhammadiyah. Dilanjutkan dengan refleksi diri, muhasabah terhadap kegiatan yang telah berlangsung. Diniharinya, panitia mengajak mahasiswa baru melaksanakan qiyamul lail dan fathul qulub yang dikomandoi oleh Panitia Koordinator Seksi Keagamaan Bapak Nurdin Syahri, S.Ag. beserta timnya.

Sehari penuh rangakaian hari terakhir kegiatan OSDIK dan Masta diisi kegiatan ESQ (Mental Building) yang dipandu oleh Tim Leadership Centre ESQ. Pukul 17.00 WITA kegiatan OSDIK dan Masta STIKES Muhammadiyah ditutup secara resmi melalui Wakil Ketua Bidang Kemahasiswaan  & Al Islam Kemuhammadiyahan (AIK) Ibu Hj. Musphyanti Ch., SST, M.Pd

Sumber : www.stikes-mb.ac.id