Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) melakukan penerjunan program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM) pada Senin (4/11) lalu. Kegiatan ini terlaksana di Kantor Kelurahan Desa Seloprojo, Kabupaten Magelang. Dekan, Ketua Prodi, Dosen, dan perwakilan dari Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Mahasiswa (LP2MA) hadir secara daring. Kemudian, lurah, Gunadi, dan petinggi dari masing-masing dusun, Dusun Pernolo, Dusun Seloprojo, Dusun Ngaglik, dan Dusun Praten hadir secara luring,
Dalam sambutannya, Gunadi menyampaikan harapan agar kerja sama antara kedua belah pihak berjalan dengan baik. “Dengan kerja sama yang baik, maka dapat terwujud Seloprojo sebagai desa yang maju,” ucapnya. Selanjutnya, ia memaparkan masalah-masalah di desa yang dapat menjadi bahan penelitian mahasiswa mengenai solusinya. Misalnya, masalah ketimpangan air di Dusun Praten yang tidak lancar, berbanding terbalik dengan keadaan perairan di Dusun Seloprojo. Kemudian, masalah akses jalan di Dusun Seloprojo untuk kendaraan roda empat. Ia juga mengusulkan agar sejumlah 21 mahasiswa terbagi ke dalam 4 dusun di Desa Seloprojo.
Kegiatan penerjunan ini menjadi bentuk pengaplikasian mata kuliah Manajemen Acara. Panitianya merupakan seluruh mahasiswa Ilkom Unimma semester 5. Kemudian, acara ini juga merupakan sarana kolaborasi dalam bentuk KKN Tematik MBKM antara Prodi Ilkom dan masyarakat Desa Seloprojo. Kaprodi Ilkom, Dwi Susanti SIKom MA, yang juga merupakan Dosen Pembimbing berpesan agar mahasiswa dapat memberi kebermanfaatan bagi masyarakat desa.
Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat gelar Roadshow Icontish (International Conference on Natural Sciences, Technology, Islamic Studies, Social Sciences and Humanity) dan Pelatihan Systematic Literature Review, Selasa (12/10).
Acara ini dilaksanakan secara daring dan disiarkan langsung secara luring melalui Convention Hall Yunahar Ilyas Kampus III UM Sumbar Bukittinggi. Kegiatan Icontish merupakan roadshow menuju kegiatan seminar internasional Icontish yang akan dilaksanakan pada 23-24 November 2021.
Dalam sambutannya ketua Acara Icontish Isral Naska, MA mengatakan terimakasih atas kehadiran dan partisipasi dari Dekan, dan Dosen di lingkungan UM Sumbar. kegiatan ini merupakan roadshow dari seminar internasional Icontish yang insyaAllah akan dilaksanakanpada bulan november nanti. “Setelah pemaparan materi dari narasumber nanti, akan ada sesi untuk menjelaskan terkait Icontish dan teknis persiapan dalam menghadapi konferensi internasional ini nantinya,” Ujar beliau dilansir dari website UMSB.
Wakil Rektor I UM Sumbar Dr. Wedy Nasrul, M.Si yang sekaligus membuka acara ini menyampaikan bahwa pihak universitas akan siap mensupport kegiatan dari civitas akademika UM Sumbar selama tidak menyalahi aturan yang ada, selamat mengikuti pelatihan dan semoga nanti acara seminar internasional ini berjalan dengan lancar dan dapat meberikan dampak yang baik terhadap Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat. beliau berpesan agar mengikuti pelatihan dengan baik karena ini berhubungan dengan penulisan dan penelitian yang harus dilakukan oleh para dosen. “Semoga kegiatan ini dapat menambah pengetahuan kita terkait literatur dalam penulisan,” tutupnya. [] UMSB/ Diktilitbang
Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kudus meraih prestasi membanggakan. Ahmad Adam Hisbulloh, mahasiswa S-1 Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar menyabet medali perunggu tingkat nasional dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2021 yang terselenggara di Papua. Adam meraih prestasi pada pertandingan Wushu pada Jumat (1/10) lalu. Pertandingan terlaksana di Gedung Olah Raga (GOR) Head Sai, Merauke, Papua. Melalui situs resmi UM Kudus, ia meraih medali perunggu di kelas 65 kg.
Rektor UM Kudus, Rusnoto SKM MKes (Epid), menyampaikan selamat pada capaian yang telah berhasil tercapai itu. Ia juga mengucapkan syukur karena mahasiswa UMKU dapat memberikan kontribusi untuk kontingen Jawa Tengah. Hal ini sendiri juga mengharumkan Kabupaten Kudus di tingkat nasional. Harapannya, keberhasilan yang diraih oleh Adam dapat menjadi pendorong semangat kepada mahasiswa-mahasiswa lainnya untuk mengukir prestasi membanggakan yang lainnya. “Semoga menjadi penyemangat untuk mahasiswa lain meraih prestasi di kancah nasional, bahkan internasional,” tutupnya.
Pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2021 yang terselenggara di Papua ini, Adam sendiri bertanding dalam dua partai. Pertandingan pertama yakni perebutan juara ketiga. Di sanalah ia berhasil memenangkan pertandingan. Ia mengalahkan petarung dari Lampung. Sementara itu, pada partai kedua, yakni perebutan juara kedua. Adam kalah dari kontingen Sumatera Utara. Sementara itu, juara pertamanya diraih oleh kontingen dari DKI Jakarta.
Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial UM Kotabumi menjadi lokasi penyelenggaraan vaksinasi pada Jumat (8/10) lalu. Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) dan bidang Pendidikan Dasar dan Menengah Provinsi Lampung menjadi penyelenggara vaksinasi tersebut. Sebanyak 250 orang peserta hadir dalam kegiatan itu. Di antaranya mulai dari warga Muhammadiyah Lampung Utara hingga pelajar SMK/SMA Muhammadiyah se-Kabupaten Lampung Utara. Akan tetapi, tidak hanya itu. Mahasiswa dan masyarakat umum juga menghadiri vaksinasi tersebut.
Salis M Abduh, Ketua MCCC Lampung Utara, mengatakan bahwa penyelenggaraan vaksinasi menjadi salah satu ikhtiar agar bisa menurunkan angka Covid-19 di Lampung. Meskipun demikian, masyarakat juga perlu melaksanakan prokes dengan ketat. Salis M Abduh menyebutkan aturan prokes di antaranya adalah mencuci tangan dan memakai masker. Selain itu, setiap orang juga perlu menjaga jarak dengan orang lain. Ia kemudian berterima kasih kepada pihak yang membantu pelaksanaan vaksinasi. “Saya juga mengucapkan terima kasih kepada pihak medis Dinkes Pembda Lampung Utara atas bantuannya,” lanjutnya kepada Wartamu.id.
Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Pimpinan WIlayah Muhammadiyah Provinsi Lampung, Suwandi Umar, mengatakan bahwa gerakan vaksinasi di UM Kotabumi menjadi wujud kepedulian negara. MCCC sebagai salah satu penggerak yang menyelenggarakan vaksinasi. “Harapannya, vaksinasi dapat menyelesaikan pandemi, khususnya di Lampung,” ujarnya. Selanjutnya, Suwandi Umar juga menyebutkan bahwa pihak-pihak yang menyelenggaraan vaksinasi telah banyak terlaksanakan di beberapa kabupaten lainnya.
Dr. H. Ahmad Amarullah, M.pd kembali ditetapkan sebagai Rektor Universitas Muhammadiyah Tangerang setelah resmi dilantik di Aula Universitas Muhammadiyah Tangerang, Senin (11/10). Dalam sambutannya Ahmad Amarullah bertekad untuk terus berupaya memajukan kampus dengan upaya dan usaha yang maksimal.
Bagi Ahmad, kembali diberikan amanah merupakan bentuk kepercayaan dari Persyarikatan Muhammadiyah untuk mewujudkan kerja cerdas, kerja ikhlas, kerja tuntas, dan kerja keras. Ia juga bertekad agar selama menjabat dapat menciptakan lulusan mahasiswa yang berdaya saing sehingga siap untuk terjun dan dibutuhkan dunia industri. “Kami menargetkan untuk menambah program studi S-1 dan pascasarjana. Tentunya program tersebut akan menghasilkan lulusan yang siap diserap dunia industri. Saya kira masyarakat akan bisa menilai terus bisa diakui masyarakat dengan banyaknya mahasiswa baru di masa pandemi,” jelasnya.
Wakil Wali Kota Tangerang H. Sachrudin yang turut hadir pada pelantikan tersebut berpesan agar rektor dapat membawa UMT menjadi Universitas yang penuh dengan inovasi dan kebermanfaatan bagi seluruh warga kampus serta masyarakat Kota Tangerang. “Dengan begitu akan banyak manfaat yang dirasakan oleh masyarakat, khususnya untuk bangkit bersama dalam situasi saat ini,” ungkap Sachrudin. Ia juga berharap agar amanah yang dipegang oleh Rektor UMT tersebut dapat memajukan dunia pendidikan di Kota Tangerang,” paparnya.
Universitas Muhammadiyah Gresik mengadakan Pameran Hasil Kuliah Kerja Nyata (KKN) pada Jumat (8/10) s.d. Sabtu (9/10) lalu. Selasar Gedung Teknik UMG menjadi lokasi pameran tersebut. Penyelenggara kegiatan adalah Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (DPPM) UMG, khususnya Bagian Inovasi dan Inkubasi. Dalam pameran tersebut, sebanyak 24 kelompok KKN dengan 10 di antaranya stand KKN Reguler, 9 stand KKN Tematik, 1 stand KKN Internasional (Taiwan), 1 stand KKN Magang Kerja, dan 2 stand MBKM. Seluruh prodi di lingkungan UMG mengikuti program KKN selama 40 hari (untuk KKN Reguler) dan 2 bulan (untuk KKN Tematik).
Ketua Panitia Program KKN Semester Genap UMG, Nur Cayhadi SST MM, mahasiswa mendapat kebebasan untuk menentukan prioritas masalah hingga merancang pemecahan masalah di daerah KKN mereka. “Contohnya, Kecamatan Cerme dengan hasil panen bandeng melimpah memiliki masalah penurunan harga jual bandeng. Jadi mahasiswa berinisiatif mengolah kembali bandeng menjadi produk inovasi,” tuturnya. Ia melanjutkan, ada salah satu produk inovasi pangan untuk ibu-ibu PKK dan Karang Taruna.
Mahasiswa Prodi Perikanan yang melakukan KKN Magang Kerja membuat produk inovasi Keramba Kerang Hijau yang bersifat multiyears. Produk ini membantu masyarakat di Desa Banyuurip Ujungpangkah untuk budidaya kerang hijau. Panitia memberikan reward untuk lima stand terbaik dengan beberapa kriteria. Kriteria di antaranya kesesuaian tema, kebersihan, inovasi produk, dan keberlanjutan program.
Nur Cayhadi berharap agar pameran hasil KKN ini dapat terus berlanjut hingga tahun yang akan datang. “Dan semoga yang dilakukan oleh mahasiswa dapat memiliki kontribusi pada masyarakat dan berdampak positif,” tutupnya dalam situs resmi UMG.
Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof Haedar Nashir meresmikan Gedung Rektorat Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP) di kampus setempat, Sabtu (9/10). Prof Haedar memaparkan UMPP merupakan bagian integral dengan 164 PTMA sebagai Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) melalui pendidikan. Ia beranggapan melimpahnya AUM bukan hanya ada namun juga menjadi terbaik di bidangnya masing-masing. Sebab, hal itu selaras dengan perintah Al Qur’an untuk menjadikan umat Islam sebagai umat yang terbaik.
Prof Haedar berharap agar gedung tertinggi di Kabupaten Pekalongan ini dapat melahirkan lulusan yang memberikan manfaat dan keilmuannya. “Muhammadiyah memang selalu berusaha membangun, membangun, dan membangun, dan pembangunan ini selalu merasa tidak puas. Ini tandanya ada kehidupan,” ucapnya dilansir dari muhammadiyah.id.
Rektor UMPP, Nur Izzah dalam sambutannya menjelaskan, pembangunan gedung memakan waktu sampai 1 tahun 5 bulan. Pembangunan sempat terhambat kurang lebih 500 hari akibat pandemi Covid-19. Gedung rektorat ini terdiri 7 lantai dengan luas total 4777 M persegi dan total anggaran lebih dari 40 M. “Gedung ini menjadi ikon di Pekalongan, selain sebagai gedung tertinggi di sini, bentuknya juga unik. Sempat viral di media sosial, disebut sebagai markas Avenger,” tuturnya.
Dia berharap gedung ikonik ini buka hanya kokoh secara fisik, namun juga kuat secara keilmuan yang bisa memberikan manfaat secara luas. Sisi artistik gedung selain dimaksudkan untuk mempercantik tampilan, juga sebagai ikhtiar menjadi tempat yang nyaman untuk belajar. “Gedung ini sebagai tambahan fasilitas terkait dengan penambahan tiga program studi baru di UMPP,” imbuhnya.
Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) kembali melahirkan Guru Besar yang diraih Prof. H. Eko Priyo Purnomo, S.IP., M.Si., M.Res., Ph.D., pada bidang Ilmu Pemerintahan. Naiknya jabatan fungsional Guru Besar termuda pada bidang Ilmu Pemerintahan ini mengacu pada Surat Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 65203/MPK.A/KP.05.01/2021 yang diserahkan secara langsung di Gedung Ar Fachruddin A, Lt.1 UMY, Sabtu (09/10).
Bhimo Widyo Andoko, S.H., M.H., Plt Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah V, dalam sambutannya berharap gelar tersebut akan menjadi motivasi bagi lahirnya tokoh-tokoh muda Muhammadiyah lainnya. Beliau juga berpesan kepada Prof. H. Eko, untuk tidak berhenti berkarya utamanya dalam bidang akademik. Dr. Sukirman, Bendahara Badan Pembina Harian (BPH) UMY, menjelaskan bahwa menurutnya sebagai jabatan paling besar di perguruan tinggi, lahirnya Guru Besar merupakan sebuah tantangan tersendiri. “Di satu sisi, pada hari ini Prof. Eko sudah berhasil menjadi seorang Guru Besar. Namun di sisi lain hal ini menjadi sebuah tantangan untuk membimbing saudar-saudaranya yang lain,” imbuhnya dilansir dari website UMY.
Hal yang sama juga dipaparkan Dr. Ir. Gunawan Budiyanto, M.P., IPM., Rektor UMY yang mengungkapkan bahwa jabatan yang diraih oleh Prof Eko ini bukanlah semata untuk kepentingan pribadi. Menjadi seorang guru besar adalah sebuah amanah untuk membimbing saudara-saudara yang lain untuk ikut menjadi guru besar, bukan malah menjadi penghambat. “Potensi yang dimiliki oleh dosen-dosen di UMY sangat luar biasa, jika didorong dan terus didukung maka saya yakin bahwa kedepannya akan menapaki tangga yang lebih dari saat ini,” pesannya. [] UM Yogyakarta/ Diktilitbang
Para penerima beasiswa Muhammadiyah Scholarship Preparation Program (MSPP) Batch IV hadir dalam Penutupan Baitul Arqam MSPP Batch IV, Jumat (8/10) lalu. Kegiatan ini terlaksana di Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BBPPMPV) Seni dan Budaya. Kegiatan diadakan secara luring bersamaan pula tersiar dalam akun YouTube Majelis Diktilitbang PPM.
Pertama-tama adalah pemberian testimoni dari perwakilan penerima beasiswa. Rizal, salah satu penerima beasiswa MSPP Batch IV, mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya. Terima kasih tersebut teralamatkan kepada para fasilitator, pemberi pelatihan, Majelis Diktilitbang PPM, Majelis Kader PPM, dan Lazismu atas kesempatannya di Baitul Arqam MSPP IV. Dia juga mengucapkan terima kasih kepada teman-teman sesama penerima beasiswa atas antusiasme dan semangat solidaritasnya selama pelaksanaan kegiatan. Penerima beasiswa lainnya, Hardianti, juga menyambung ucapan terima kasih kepada UMY dan UMS karena bersedia memberi pelatihan bahasa Inggris. Hardianti berpesan kepada teman-temannya agar tidak pernah menyerah dan berhenti dalam meraih cita-cita.
Selanjutnya, Master of Training (MoT) MSPP Batch IV, Paryanto SAg MIP, menyampaikan laporan mengenai MSPP Batch IV ini. Mula-mula dari biodata seperti jenis kelamin (perempuan 59%; laki-laki 41%), usia (20-30 tahun 50%; 31-40 tahun 50%), jenjang pendidikan (S-1 26%; S-2 74%), kemampuan berbahasa asing, dan lain-lain. Selanjutnya adalah kompetensi agama, seperti kemampuan membaca Alquran, keaktifan di Muhammadiyah, organisasi otonom Muhammadiyah yang diikuti. Selanjutnya, Paryanto membacakan tiga penerima beasiswa yang mendapatkan skor pre-test dan post-test tertinggi. Ada pula pemenang game. Terakhir, Paryanto menyampaikan terima kasih kepada teman-teman penerima beasiswa. Kemudian, terdapat penayangan trailer video penutupan MSPP Batch IV.
Prof Chairil Anwar menyampaikan pidato
Penyampaian Pidato
Dr H Ari Anshori MAg, Ketua MPK PP Muhammadiyah, menyampaikan apresiasi atas terlaksananya MSPP Batch IV ini. Ia juga berpesan agar teman-teman untuk tetap membawa semangat Muhammadiyah di mana pun nantinya berada. Selanjutnya, apabila nantinya berhasil berkuliah di luar negeri, tetaplah ingat untuk beradaptasi dengan lingkungan yang baru.
Dr Mahli Zainuddin Tago MSi dari LazisMu mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta dan instruktur. Nantinya, LazisMu akan tetap mengawal pelaksanaan pelatihan bahasa Inggris di UMY dan UMS. “Ingatlah, Anda akan menjadi pemimpin persyarikatan untuk 20 tahun yang akan datang. Jadi, bersiaplah untuk mengambil peta-peta kepemimpinan. Tetaplah fokus sehingga bisa mengikuti program ini dengan maksimal,” ujarnya.
Kemudian, Prof Dr Chairil Anwar, Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, memperjelas tema dalam pelaksanaan kegiatan ini, yakni “Dream Big, Achieve More”. Ia turut mendoakan semoga mimpi teman-teman dapat tercapai di masa depan. Selanjutnya, ia memberi semangat kepada para penerima beasiswa MSPP Batch IV yang nantinya akan melanjutkan program S-2 dan S-3. Prof Chairil Anwar juga menegaskan bahwa program ini menjadi bukti bahwa Muhammadiyah peduli terhadap peningkatan jenjang pendidikan kader-kadernya. “Kepada teman-teman, bersiaplah untuk menyambut masa depan. Semangat untuk pelatihan yang akan dijalani tiga bulan ke depan, semoga nantinya teman-teman dapat memasuki universitas yang diinginkan,” pungkas Prof Chairil Anwar.
Gebhy Novitha Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT) berhasil meraih emas di PON XX Papua pada 2021. Mahasiswa S-1 Pendidikan Olahraga ini mewakili provinsi Kalimantan Timur meraih penghargaan medali emas pada perlombaan Anggar kategori Sabel Individual Putri. Sebelumnya, Gebhy juga pernah meraih medali emas kejuaraan nasional kadet dan junior tahun 2017 lalu, juga pada kejuaraan internasional anggar se-Asia Tenggara kategori kadet dan junior di Kuala Lumpur, Malaysia.
Sementara itu dilansir dari Muhammadiyah.id, perolehan medali perak pada kejuaraan Anggar diraih oleh Anis Rahaddatul yang juga memenangkan perlombaan Anggar kategori Sabel Individual Putri. Tim Anggar Kaltim sudah berhasil mengantongi 1 mendali emas dan 1 mendali perak pada gelaran PON XX Papua 2021. Kejuaraan yang lain pun di dapat oleh cabang olahraga Kabaddi dan cabang olahraga Taekwondo, Imam Wahyudi yang telah meraih 1 mendali emas dan 1 mendali perunggu pada perlombaan Kabaddi PON, tak hanya Imam Wahyudi, Novia Anggraiani beserta Siti Nur Suhada pun berhasil meraih 1 mendali emas dan 1 mendali perunggu pada ajangolahraga Kabaddi, dan juga Luthfi Lukmanul Hakim yang berhasil mendapatkan 1 mendali perunggu pada kejuaraan Taekwondo. []Diktilitbang