Lomba Pembuatan Video Pembelajaran AIK dan Lomba Penulisan Modul Pembelajaran AIK Berbasis Learning Management System (LMS) Diperpanjang!!!

Lomba Pembuatan Video Pembelajaran AIK dan Lomba Penulisan Modul Pembelajaran AIK Berbasis Learning Management System (LMS) Diperpanjang!!!

Dalam rangka menguatkan kembali aktualiasi Ideologi Muhammadiyah dalam kerangka pembelajaran AIK, sekaligus penguatan bagi dosen AIK PTM se-Indonesia. Pimpinan Pusat Muhammadiyah melalui Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) akan mengadakan Lomba Pembuatan Video Pembelajaran AIK dan Lomba Penulisan Modul Pembelajaran AIK Berbasis Learning Management System (LMS).

Persyaratan
– Dosen PTMA pengampu Matkul AIK

1. Kriteria Lomba Video
– Video dapat berupa film pendek, vlog, video musik, parodi, dokumenter, atupun jenis video yang lain.
– Format .mp4 atau .mov;
– Resolusi minimal 1280×720 pixel; dan
– Durasi maksimal 3 menit.

2. Kriteria Lomba LMS
– Peserta dapat memilih salah satu dari bahan kajian sebagaimana silabus AIK 1, 2, 3, 4 dari Diktilitbang PP Muhammadiyah.
– Bahan bacaan wajib yang untuk bagi calon peserta adalah :
a. Nashir H. Manhaj Gerakan Muhammadiyah Ideologi, Khittah, dan Langkah. Yogyakarta: Suara Muhammadiyah. 2009.
b. Nashir, H., Ideologi Gerakan Muhammadiyah, Yogyakarta : Suara Muhammadiyah, 2001.
c. AM, Mulkhan, Kiai Ahmad Dahlan : Jejak Pembaharuan Sosial, dan Kemanusiaan : Kado Satu Abad Muhammadiyah, Jakarta, PT. Kompas Media Nusantara, 2010.

Pendaftaran mengisi formulir pendaftaran di laman s.id/DaftarLombaAIK

Waktu: Diperpanjang hingga Ahad, 17 Oktober 2021

Total uang pembinaan
Juara 1 sebesar Rp. 5.000.000,-
Juara II sebesar Rp. 4.000.000,-
Juara III sebesar Rp. 3.000.000,-
Harapan I sebesar Rp. 2.000.000,-
Harapan II sebesar Rp. 1.000.000,-

Panduan Lomba AIK (download disini)

Untuk informasi selengkapnya cek dan ikuti akun resmi Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah:

IG: @diktilitbang | @wartaptm
FP: Diktilitbang Muhammadiyah
TW: @diktilitbang
Website: diktilitbangmuhammadiyah.org

#Muhammadiyah #PTMA #diktilitbang

Semangat Berliterasi Digital dalam Webinar UM Buton

Semangat Berliterasi Digital dalam Webinar UM Buton

Universitas Muhammadiyah Buton melaksanakan Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital pada Senin (4/10) lalu sebagai upaya mengobarkan semangat berliterasi digital. Webinar ini menjadi kegiatan pertama dalam seri webinar, bertemakan “Dakwah Ramah Perkuat Semangat Kebangsaan”. Wakil Walikota Kota Baubau, La Ode Ahmad Monianse hadir sebagai keynote speaker. Narasumber lainnya adalah Wardana MSi, Dosen UM Buton; Safaruddin Yahya MPd, Lembaga Al Islam dan Kemuhammadiyahan UM Buton; Dr Hamzah, Pimred ButonMagz.id; dan key opinion leader, Dr Fajar Junaedi, Asosiasi Pendidikan Ilmu Komunikasi PTMA.

La Ode menyampaikan harapannya agar kegiatan literasi digital dapat mengembangkan kemampuan masyarakat internet, khususnya warganet Kota Baubau, dalam memanfaatkan media digital di masa pandemi. “Kita perlu melakukan dakwah di dunia digital, sebab generasi muda telah banyak berinteraksi di media sosial. Manfaatkan media sosial agar kaum muda tidak salah arah dalam menggunakan media digital,” ujarnya. Selanjutnya, ia juga berterima kasih kepada UM Buton sebagai penyelenggara.

Hal tersebut ditegaskan oleh Dr Fajar Junaedi sebagai key opinion leader. Ia menyampaikan bahwa media digital perlu diisi dengan konten yang positif agar menjauhkan masyarakat internet Indonesia dari hal-hal negatif. Salah satunya, yang ia sebutkan dalam situs resmi UM Buton, adalah menangani hoax. “Setiap dapat informasi baru, lakukan verifikasi sebelum di-share,” ujarnya dengan tegas.

Selanjutnya, para narasumber pun bicara mengenai pentingnya berliterasi secara digital. Masing-masing narasumber membahas mengenai kecakapan digital, budaya digital, etika digital, dan keamanan digital.

Rektor Unmuh Babel Lantik Keluarga Besar Mahasiswa

Rektor Unmuh Babel Lantik Keluarga Besar Mahasiswa

Rektor Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung, Fadillah Sabri, mengukuhkan kegiatan pelantikan bersama Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) Unmuh Babel pada Sabtu (2/10) lalu. Kegiatan pelantikan ini bertemakan “Membangun Sinergi Lembaga KBM Unmuh Babel untuk Mewujudkan Organisasi Mahasiswa yang Kontributif”. Auditorium Lt 4 Gedung Rektorat Kampus Unmuh Babel menjadi lokasi pelantikan ini.

Pelantikan KBM tersebut terdiri atas Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM), dan Himpunan Mahasiswa (HIMA) Prodi Unmuh Babel. Mula-mula, kegiatannya adalah pembacaan Surat Keputusan (SK) kepengurusan Wakil Rektor III, Gatot Aprianto S Sos i. Selanjutnya adalah prosesi pelantikan dengan 199 KBM Unmuh Babel periode 2021-2022.

Rektor Unmuh Babel, dalam amanatnya, menyampaikan bahwa KBM merupakan mitra kampus. Artinya, para mahasiswa merupakan aset kampus, aset persyarikatan, aset bangsa, dan aset kampus. “Para mahasiswa perlu aktif membesarkan kampus melalui amanah organisasi yang mereka emban,” ujarnya. Selanjutnya, ia juga mengajak para KBM Unmuh Babel untuk berpikir sistem. Selain itu, ia berpesan agar belajar lebih baik dalam memahami gerakan organisasi mahasiswa, supaya setiap aktivitas sinkron dengan visi-misi yang dicanangkan oleh rektor.

”Oleh karenanya saya akan menagih gagasan, narasi, program kerja dan implementasi hasil oleh KBM Unmuh Babel 2021/2022. Karena kita semua perlu menjadi pemimpin yang berpikir besar, bertindak benar,” dorongnya lagi.

Ketua BEM Unmuh Babel Periode 2021/2022, Muhammad Firdaus, juga menyebut bahwa KBM merupakan kumpulan dari kaum intelektual. Artinya, setiap personalia tentu memiliki tugas dan tanggung jawab yang sama untuk memberikan kontribusinya dalam memajukan kampus Unmuh Babel. “Kampus adalah laboratorium peradaban bagi kaum intelektual yang senantiasa mendidik manusia-manusia di dalamnya agar mampu memperbaiki dirinya dalam hal pengusaan keilmuan dan budi pekerti atau akhlak yang terpuji,” sebut Firdaus.

Rangkaian Milad ke-57, UM Purworejo Gelar Bakti Sosial

Rangkaian Milad ke 57, UM Purworejo Gelar Bakti Sosial

Dalam rangka mengadakan Milad ke 57, UM Purworejo menggelar bakti sosial (baksos) pembagian baksos untuk warga sekitar kampus, Senin (4/10). Sejumlah ratusan sembako dibagikan kepada warga dan pedagang kaki lima disekitar kampus utama, kampus II dan kampus III UM Purworejo.

Dr. Umi Faizah, M.Pd. mengatakan paket sembako diberikan kepada beberapa warga internal kampus dan warga sekitar kampus yang sebelumnya telah diberikan kupon. Kupon tersebut digunakan untuk pengambilan paket sembako. “Kegiatan baksos ini merupakan rangkaian Milad ke 57. Selain baksos juga digelar vaksinasi masal, seminar nasional, dan turnamen olahraga,” jelas Ketua Panitia Baksos tersebut.

Rektor UM Purworejo, Dr. Rofiq Nurhadi, M.Ag. menyampaikan dengan adanya baksos ini diharapkan dapat menjalin keharmonisan dan kedekatan dengan masyarakat. Baksos ini, lanjutnya, juga untuk membangun kesejahteraan bersama masyarakat sekitar utamanya pada masa pandemi Covid-19 yang mengakibatkan perekonomian masyarakat terdampak. “Baksos ini didedikasikan untuk refleksi diri, cita-cita dan harapan UM Purworejo kedepan,” imbuhnya. [] UM Purworejo/ Diktilitbang

Launching Universitas Siber Muhammadiyah oleh Prof Haedar Nashir

Launching Universitas Siber Muhammadiyah

Kantor Pimpinan Pusat Muhammadiyah menjadi lokasi penyelenggaraan launching Universitas Siber Muhammadiyah, Rabu (6/10) ini. Kegiatan ini juga berlangsung secara daring dan tersiar di akun YouTube Muhammadiyah Channel.

Kegiatan pertama adalah pemaparan informasi mengenai Universitas Siber Muhammadiyah oleh Rektor Universitas Siber Muhammadiyah, Dr Bambang Riyanta MT. Dr Bambang menjelaskan proses pendirian, skema pembelajaran, dan informasi-informasi seputar Universitas Siber Muhammadiyah. “Awalnya, gagasan mengenai Universitas Siber Muhammadiyah telah menjadi inisiatif sejak sebelum pandemi, sebagai antisipasi pergeseran orientasi pendidikan oleh mahasiswa baru,” ujarnya.

Selanjutnya, kegiatannya adalah pembacaan salinan keputusan Mendikbudristek mengenai izin pendirian Universitas Siber Muhammadiyah oleh Zanuar Fahruzi ST, Pengelolaan Mutu Eksternal L2Dikti Wilayah V DIY. Kegiatan berikutnya adalah penandatanganan berita acara oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof Dr Haedar Nashir MSi; Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Prof Lincoln Arsyad MSi PhD; Ketua BPH Universitas Siber Muhammadiyah, Prof Dr Chairil Anwar MSc; Plt Kepala LLDIKTI V DIY, Bhimo Widyo Andoko SH MH; dan Kepala Bagian Tata Usaha, Taufiqurrahman SE.

Penandatanganan berita acara dalam Launching Universitas Siber Muhammadiyah.

Berikutnya, Plt Kepala LLDIKTI V DIY, Bhimo Widyo Andoko SH MH, memberi sambutan. “Kehadiran Universitas Siber Muhammadiyah menjadi cara kita menjangkau masyarakat di wilayah 3T (Terdepan, Terpencil, Tertinggal) melalui tawaran pendidikan,” ujarnya.

Acara intinya adalah sambutan sekaligus launching Universitas Siber Muhammadiyah oleh Prof Dr H Haedar Nashir MSi. Ia menyampaikan bahwa Universitas Siber Muhammadiyah akan terkelola dengan kualitas yang baik. “Sebab, hal ini menjadi bukti bahwa Muhammadiyah akan terus di depan dalam mewujudkan pranata modern yang bermutu, berkualitas, dan berkemajuan,” paparnya.

Prof Syamsudin dan Dahlan Rais Isi Baitul Arqam MSPP Batch IV

Prof Syamsudin dan Dahlan Rais Isi Baitul Arqam MSPP Batch IV

Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah mengadakan Baitul Arqam Muhammadiyah Scholarship Preparation Program (MSPP) Batch IV hari pertama, Selasa (5/9) lalu. Kegiatan ini telah memasuki kegiatan pertama dan kedua setelah pembukaan. Kegiatan pertama adalah dialog “The Challenges of Indonesian Moslem” ‘Tantangan-Tantangan yang Dihadapi orang muslim Indonesia’. Prof Dr Muhammad Sirajuddin Syamsudin MA memberikan materi secara daring.

Prof Din membuka dialog dengan memaparkan adanya kesenjangan antara idealitas dan realitas terhadap masyarakat muslim Indonesia. “Umat Islam dalam beberapa dasawarsa terakhir memang mengalami kemajuan. Contohnya, dari banyaknya sarjana-sarjana muslim. Akan tetapi, kehidupan dan umat Islam belum maju, terutama dengan melihat dari indikator ekonomi dan pendidikan,” paparnya. Selanjutnya, Prof Din menyebutkan data angka demografis jumlah umat Islam di Indonesia. Angka tersebut yakni 86,7% dari 260-an juta penduduk Indonesia. Artinya, numerical majority yang ada tidak sebanding dengan peran dan kontribusi umat Islam dalam berbagai aspek nasional. Salah satu yang bisa berkembang adalah kualitas lembaga-lembaga pendidikan Islam.

Kegiatan kedua adalah Session 1 “Kepribadian Muhammadiyah” oleh Drs H Dahlan Rais MHum. Ia menyampaikan bahwa kepribadian orang-orang Muhammadiyah yang unggullah yang menjadi unsur kenapa Muhammadiyah dapat menjadi “besar”. Ia menegaskan bahwa kepribadian Muhammadiyah bukan kepribadian KHA Dahlan, tetapi memang merupakan cerminannya dari berbagai aspek. Utamanya melalui falsafah KHA Dahlan yang terus-menerus terucap. Drs Dahlan Rais membacakan salah satunya, yakni, “Manusia itu mati, kecuali orang yang berilmu. Orang yang berilmu bingung, kecuali orang yang beramal. Orang yang beramal khawatir, kecuali orang-orang yang ikhlas.”

Kegiatan MSPP Batch IV akan berlangsung mulai dari 5 Oktober 2021 hingga 9 Oktober 2021. Kegiatan ini bertema “Dream Big, Achieve More” bertempat di Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BBPPMPV) Seni dan Budaya.

Baitul Arqom MSPP Batch IV

Baitul Arqom MSPP Batch IV

Majelis Diktiltibang PP Muhammadiyah bekerja sama dengan Majelis Pendidikan Kader (MPK) PPM dan Lazismu mengadakan Baitul Arqom Muhammadiyah Scholarship Preparation Program (MSPP) Batch IV di Balai Besar Pengambangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BBPPMPV) Seni dan Budaya. Program yang ditujukan untuk kader Muhammadiyah ini bertujuan untuk mempersiapkan studi ke luar negeri secara intensif.

Prof. Dr. Sofyan Anif, M.Si selaku Rektor UM Surakarta menyebutkan kebijakan mengenai rasionalisasi pendidikan swasta yang dikeluarkan oleh Kemendikbudristek ke depan harus segera direspons secara positif. Termasuk banyaknya PTS yang kualitasnya rendah dan menuju kolaps. Rasionalisasi bukan hanya soal mahasiswa tapi juga Sumber Daya Manusia (SDM) yang mumpuni dilihat dari kualitas atau kapasitas pendidikan doktor. Ia berpesan agar Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah (PTMA) bukan hanya memperbanyak jumlah doktor namun juga meningkatkan doktor dengan kualitas yang baik. “Kalau saat ini MSPP batch IV hanya ada pada level ke luar negeri, ke depannya Majelis dapat berinovasi untuk mengembangkan kebutuhan doktor di dalam negeri,” paparnya secara daring, (05/10).

Selaku keynote speech dan pembuka acara, Prof. Lincolin Arsyad memaparkan saat ini yang perlu disiapkan untuk belajar ke luar negeri adalah sifat yang terbuka pada orang. Sekolah di luar negeri bukan hanya sekedar kuliah, namun harus mampu melihat bagaimana orang lain dan kebudayaan lain pula. “Saudara dapat mencari nilai tambah ketika saudara sekolah di luar negeri nanti,” pesannya. Prof Lincolin menambahkan, jika diamati dengan adanya Covid-19 saat ini peta pendidikan sudah berubah. Kemampuan berbahasa Inggris menjadi sangat penting terutama dengan perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat. “Di masa akan datang dunia informasi harus kita kuasai. Oleh karena itu kesempatan mengikuti program MSPP ini luar biasa manfaatnya, dan perlu dimanfaatkan dengan sungguh-sungguh dan jangan disia-siakan,” pesannya.

Dalam kesempatan yang sama, Dr. H. Ari Anshori, M.Ag selaku perwakilan dari MPK PP Muhammadiyah berpesan agar para peserta yang nantinya berhasil melanjutkan perkuliahan dapat kembali lagi ke Muhammadiyah. “Jadilah doctor, master, atau guru besar, namun jangan lupa untuk kembali ke Muhammadiyah,” paparnya. Dr. Mahli Zainuddin Tago, M.Si selaku perwakilan dari Lazismu juga memaparkan bahwa program ini telah banyak mengantarkan anak Muhammadiyah menuju mimpinya. “Dana ini amanat umat, sehingga mohon fokus untuk mengikuti program ini. Terutama untuk rekan-rekan yang telah memiliki ilmu, dapat berbagi dengan rekan lain yang belum memiliki kesempatan untuk mengikuti program ini,” paparnya.

Mahasiswa Baru PTMA Se-Indonesia Ikuti Kuliah Umum AIK

Mahasiswa Baru PTMA Se-Indonesia Ikuti Kuliah Umum AIK

Memperbincangkan Muhammadiyah sebagai gerakan diibaratkan berbicara mengenai Islam sebagai asas dan nilai fundamental serta cita-cita luhur yang diperjuangkan Muhammadiyah. Begitu papar Prof. Dr. KH. Haedar Nashir, M.Si. pada pembukaan kuliah umum Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK), Senin (04/10).

Prof Haedar menyebutkan Islam mengandung arti pasrah tunduk, selamat, damai, dan suci. Arti pasrah yaitu secara naluri dan fitrah seorang muslim itu tunduk pada Allah SWT. Islam mengandung makna selamat yaitu setiap muslim dan belajar Islam dapat menjadi orang yang selamat dalam berbagai kehidupan didunia dan akhirat. Islam berarti kedamaian yaitu ketika belajar, meyakini, dan mengamalkan Islam berarti sedang mengamalkan nilai-nilai yang membawa kepada kehidupan yang selamat baik dunia maupun akhirat. Islam bermakna suci atau bersih yaitu mengamalkan nilai yang bersih dan hidup yang suci baik pada hati juga pikiran. Empat nilai dalam beragama dan berislam adalah ketundukan, keselamatan, kedamaian, dan kesucian. Empat nilai ini harus menjadi ruh alam pikiran dan orientasi tindakan dalam kehidupan dengan dasar Islam.

Islam juga mengandung nilai akidah yaitu tauhid dan mengesakan Allah. Dengan nilai akidah seseorang akan memiliki prinsip dalam kehidupan, sehingga siapapun yang beragama Islam, jelas pijakan hidupnya, tidak larut pada keindahan dunia dan tidak akan meninggalkan dunia atau menjadi anti dunia. Disitulah pentingnya akidah yang dapat menjadi pondasi seseorang dalam kehidupan beragama. “Sehingga kita harus yakin dengan agama kita tanpa harus menyalahkan agama lain,” tegasnya. Kedua, nilai ibadah yaitu senantiasa melakukan apa yang diperintahkan oleh Allah. Dengan mengikuti apa yang sudah dicontohkan Rasulullah. Ketiga, yaitu nilai akhlak yaitu cara, jiwa, dan model dalam berperilaku. Keempat, yaitu nilai muamalah duniawi yaitu urusan yang berkaitan dengan hubungan sesama dan lingkungan alam semesta.

Prof Haedar juga berpesan agar mahasiswa baru PTMA menjadi pribadi yang cinta untuk belajar. Dari buaian sampai mati mahasiswa harus terus belajar, belajar ilmu, agama, kehidupan, serta menjadi orang yang mandiri dalam belajar. “Dosen, pimpinan PTMA, hanyalah fasilitator, kunci kesuksesan belajar ada pada Anda sendiri. Anda harus menjadi orang yang dapat mengasah kecerdasan, menguasai ilmu dan teknologi, dan menjadi orang yang profesional,” pungkasnya. Terlebih bangsa ini masih tertinggal dalam hal daya saing, sehingga mahasiswa dituntut agar dapat menjadi pribadi yang bertanggung jawab dan menjadi anak bangsa yang berkualitas diatas rata-rata. Mahasiswa hari ini adalah pemimpin di masa depan, maka jangan lengah, abai, dan bersenang-senang selama kuliah. Gigih, tangguh, dan bersungguh-sungguh harus menjadi karakter untuk sukses dalam studi. “Harapan saya semoga selama berkuliah di PTMA, mahasiswa mampu menjadikan diri sebagai insan yang taat beragama, berakhlak mulia, cerdas berilmu, mandiri berkeahlian, dan menjadi pribadi yang bermanfaat dan menebar rahmat bagi semesta alam,” pungkasnya.

Prestasi Kejuaraan Doodle Art Diraih Mahasiswa UAD

Prestasi Kejuaraan Doodle Art Diraih Mahasiswa UAD

Universitas Ahmad Dahlan berhasil menorehkan prestasi dalam Festival Swasembada 2021, Selasa (28/9) lalu. Mahasiswa Prodi Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan Ilmu dan Pendidikan, UAD bernama Anis Habibah meraih juara III melukis doodle art. Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Faperta Universitas Riau menjadi penyelenggara festival tersebut.

Melalui situs resmi UAD, Anis telah memiliki hobi dan bakat di bidang seni sejak kecil. Ia mengatakan bahwa perlombaan yang terselenggara secara daring tersebut diikuti oleh banyak peserta dari pelajar maupun mahasiswa di Indonesia. “Awalnya hanya berpartisipasi saja dan tidak berharap lebih untuk menang. Saya ingin menunjukkan bakat dan menyalurkan hobi saja. Ajang lomba ini juga saya gunakan untuk mengisi waktu luang agar tetap produktif dan berkarya,” tuturnya.

Tema kegiatan ini adalah “Industri Pertanian” yang meliputi pertanian, kehutanan, dan peternakan. Anis menggambar beberapa hal yang mewakili industri pertanian di Indonesia. Di antaranya buah dan sayuran (perkebunan), ternak sapi dan domba (peternakan), sawah (pertanian), dan pepohonan (kehutanan). Terdapat pula traktor sebagai alat dalam sektor pertanian yang berperan di saat ini, serta pabrik industri sebagai tempat untuk pengelolaan produknya. Kemudian, mengenai makna gambar, ia menjelaskan bahwa Indonesia memiliki sumber daya alam tidak terbatas, gambar tersebut memiliki arti penting dalam menghasilkan bahan pangan.

Selanjutnya, Anis berharap, bisa ikut berpartisipasi lagi di perlombaan yang akan datang dan bisa membuat orang lain termotivasi agar rajin ikut kompetisi baik di dalam maupun luar kampus, karena sekarang sudah eranya Kampus Merdeka di mana mahasiswa harus bisa aktif di mana pun tempatnya.

Peluang Bisnis untuk Mahasiswa

Peluang Bisnis berbasis Pemberdayaan Masyarakat

Kalau kamu terlambat dalam mengambil keputusan untuk peluang bisnis berarti kamu akan kaya ketika kamu tua. Dengan begitu mahasiswa PTMA harus open minded dan terbuka untuk belajar hal-hal baru dan membuka cakrawala bahwa banyak peluang berbisnis yang dapat diakses dan dipelajari. Begitu papar Muhammad Sayuti, Ph.D pada workshop Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah mengenai Implementasi Merdeka Belajar dengan Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Ekspor Agribisnis Tanaman Hias. Webinar pada Sabtu, (02/10) ini dihadiri Irfan Nugroho dari Institut Pelita Desa dan Cici Melita Rahmawati Mahasiswi Eksportir Tanaman Hias selaku narasumber.

Selaku eksportir tanaman, Cici Melita menyebutkan awal mula ide ini tercipta karena keingintahuannya terhadap bisnis yang melibatkan pemberdayaan masyarakat. “Pilihan saya untuk mengembangkan bisnis tanaman hias karena tanaman hias salah satu pembuka yang dapat masuk di semua kalangan termasuk dari kalangan milenial,” paparnya. Indonesia merupakan negara beriklim tropis dan saat ini baru menguasai 0,1% pasar global yang dapat dibudidayakan oleh masyarakat. Business Model yang ia dan tim kembangkan yaitu Tengkulak Sholeh dengan model social enterprise. Bukan hanya memikirkan bagaimana bisnis ini berjalan namun juga kebermanfaatan dan dampak pada masyarakat. “Kami juga melakukan pendampingan masyarakat, setelah itu support permodalan, dan menjadi ujung tombak dari semua yang dilakukan,” paparnya. Strategi pemasaran yang dilakukan diantaranya digital marketing, mengikuti International Expo, dan membentuk jaringan agen di luar negeri.

Irfan menambahkan jika mahasiswa perguruan tinggi khususnya PTMA yang diterjunkan untuk pengabdian masyarakat seperti KKN, mahasiswa juga dapat diberikan peluang untuk mengembangkan bisnis pula. Sehingga jika mahasiswa dapat memgembangkan bisnis tersebut maka mereka dapat berperan sebagai pembudidaya yang juga dapat memperoleh untung dari bisnis. Mahasiswa dapat memperoleh keuntungan serupa dan menjadi pendamping masyarakat. Dengan sebelumnya mendapat pelatihan menjadi Community Leader. “Ini yang sedang kami lakukan dan kami kembangkan menjadi konsep merdeka belajar. Sehingga kita bisa bekerja sama dengan Universitas manapun untuk pengembangan bisnis nantinya,” paparnya. []Diktilitbang